"Apa yang sebenarnya terjadi?kenapa Sasuke menyebut nama gadis itu?"Mikoto ibu Sasuke mulai bertanya kenapa putranya bisa terbaring tak berdaya di ranjang rumah sakit ini.
"Bukankah kau tunangannya Sakura?kenapa putraku menyebut nama gadis nakal itu?apa sebenarnya hubungan mereka?"Mikoto bertanya lagi.
"Hinata sahabatku,dan Sasuke juga berteman denganya."jawab Sakura.
"Aku tahu itu, maksudku kenapa Sasuke sampai memikirkanya,bahkan saat tidak sadarkan diri seperti ini."Mikoto marah entah pada siapa.
"Aku tidak tahu,tak ada yang tahu ada apa di antara Sasuke dan Hinata,aku juga tidak mengerti dengan semua ini."Sakura menangis,Sakura memang tidak tahu dengan semua yang terjadi.
"Aku sudah melarangnya berteman dengan gadis itu,tapi dia tidak mendengar, dan sekarang gadis itu sudah pergi aku sangat senang,gadis itu membawa sial untuk semua orang yang berada didekatnya,gadis itu bahkan hamil di luar nikah,dia..."Mikoto masih saja marah namun ucapanya terpotong.
"Cukup bibi,Hinata tidak seburuk yang bibi duga,kenapa bibi tidak tanyakan langsung pada Sasuke saat dia sadar nanti,aku yakin Sasuke tahu apa penyebab Hinata pergi dan penyebab dirinya sendiri jadi seperti ini." ucap Naruto panjang lebar.
"Naruto benar kau harus bersabar Mikoto."suaminya kini bersuara dan Mikoto semakin tidak terima.
"Gadis itu bahkan membunuh ibunya sendiri dan sekarang lihat apa yang dia lakukan pada putra kita."Mikoto meraung.
"Ibu ini rumah sakit, sebaiknya ibu tenang,sebaiknya kita semua keluar untuk berbicara."ucap anak sulungnya Itachi.
Mereka semua keluar meninggalkan Sasuke sendiri,tanpa di sadari pemuda itu semakin menangis dalam ketidak sadaranya.
"Maafkan aku...Hinata."
Suara parau itu terdengar begitu memilukan.
Naruto Milik Mr Masashi Kishimoto
Bukan Romeo dan Juliet
SASUHINA
Rate M
Happy reading
Suara gaduh terdengar di restorant kecil ini,banyak yang berkunjung ke tempat ini,mereka tak lain teman satu kelas Sakura,gadis itu mengajak semua temannya datang kemari untuk merayakan bahwa dirinya resmi menjadi kekasih dari seorang Sasuke Uchiha,pemuda paling di incar di seluruh penjuru sekolah,siapa yang tidak mau menjadi kekasihnya.
Naruto dan Shion bermesraan di kursi paling sudut,gadis blonde itu bermanja pada kekasihnya Naruto,Ino dan Shikamaru pun tak kalah mesra,Neji terlihat malas tatapanya tertuju pada gadis yang menjadi pelayan di restorant ini,seringaian muncul di wajahnya saat dia sedang mengunyah makanan yang di sediakan tempat ini.
Neji adalah sepupu Hinata,akan tetapi tingkah mereka seperti orang asing,Neji selalu mengacuhkan Hinata,terkadang tatapanya pada Hinata penuh kebencian,bahkan sering kali Neji membuat Hinata takut.
Tingkah Neji tak luput dari penglihatan Sasuke,tanpa sengaja Sasuke melihat Neji,kemudian Sasuke mengikuti arah pandangnya,seorang gadis tengah sibuk melayani pelanggan,gadis itu tampak kelelahan.
'Hyuga Neji,Hyuga Hinata'
'Mereka bersaudara?'Sasuke mulai berpikir.
"Sakura...?"Sasuke memanggil Sakura yang sedang mengobrol dengan temannya.
"Ya ada apa?"tanya Sakura.
"Kau lihat,Hyuga Neji terus menatap Hyuga Hinata,wajahnya terlihat jahat dimataku."ucap Sasuke,dan Sakura ikut melihat ke arah Neji,gadis itu menghela napas.
"Neji memang tak pernah bersikap baik pada Hinata."jawab Sakura sedih.
"Seberapa dekat kau bersahabat dengan gadis itu?"tanya Sasuke,terus terang saja Sasuke tak tahu apapun tentang teman Sakura yang satu ini.
"Aku bersahabat denganya sejak kecil,memangnya kenapa.?"jawab Sakura dan balik bertanya,Sasuke hanya mengedikan bahunya.
Hinata kelelahan hari ini,dia kewalahan melayani pesanan teman temanya,dia melihat ke arah seorang pemuda kemudian menunduk.
'Mulai hari ini,aku akan berusaha untuk tidak melihat kearahmu lagi.'
Hinata POV
Sudah tiga tahun aku menyukainya,sejak pertama kali masuk SMA aku jatuh cinta padanya,klise aku suka padanya mungkin karena dia tampan,pintar dan populer,alasan yang biasa saat seorang gadis jatuh cinta.
Saat melihatnya aku lupa dengan dengan kesedihanku,aku lupa penderitaanku dan aku lupa siapa diriku,saat dia tersenyum,duniaku terasa berputar,aku tak berharap lebih dengan perasaan ini,aku tahu keseharianya,hal-hal yang disukai dan tidak disukainya.
Jangan berpikir aku seorang stalker, aku tidak melakukan hal itu,aku tahu tentangnya karena banyak gadis yang membicarakanya,bukan bermaksud menguping,tapi semua hal tentang dirinya sudah menjadi rahasia umum.
Aku bahkan tahu siapa saja gadis yang pernah berkencan denganya,banyak sekali yang sudah menjadi mantan pacarnya,semua tentang dirinya kusimpan di dalam sebuah buku harian milikku, bahkan semua perasaanku padanya kutumpahkan semua dalam buku itu.
Bagiku dia adalah penyemangat hidupku,dia bagaikan jalan penerang dalam jalan hidupku yang gelap,namun sekali lagi aku tidak berharap dia akan menyadari tentang perasaan cintaku padanya, apalagi sekarang dia begitu mencintai sahabatku,cahaya hidupku kian meredup,cahaya hidupku memilih cintanya sendiri,cahaya hidupku,Uchiha Sasuke.
Tapi cintaku ini hanya mimpi,seperti fansgirl yang memuja idolanya,hanya saja aku tidak mengekspresikan perasaanku seperti gadis lainya yang lebih aktif,aku cukup memandangnya dari jauh itu saja sudah membuatku selalu bisa tersenyum,aku cukup tau diri untuk tidak mendekatinya,biar bagaimanapun kehidupanku dan dia berbeda.
Orang jepang bilang bentuk wajah yang bulat bisa di sebut wajah purnama atau wajah keberuntungan,semua temanku bilang wajahku ini bulat dan chubby,lalu apakah mitos itu berlaku untukku,karena kurasa bukan keberuntungan yang berpihak padaku,tapi entahlah kita tidak boleh menyalahkan takdir,sepahit apapun takdir itu kita tetap harus menjalaninya.
Kehidupanku begitu sulit,entah bagaimana aku menjelaskanya,semua dalam hidupku tidak ada yang benar,semua terasa salah,marga Hyuga yang kusandang itu hanyalah formalitas,karena kenyataanya aku bukanlah keturunan asli marga tersebut,aku hanya mewarisi mata ibuku,selebihnya aku tidak ada hubungan dengan mereka.
Namaku Hinata,nama yang diberikan seorang perawat saat aku dilahirkan arti dari nama itu adalah tempat yang terang,tempat yang disinari matahari,hangat,seandainya saja seperti itu pasti menyenangkan tapi hidupku ini gelap dan dingin,bahkan nama yang indahpun tidak mampu mengubah hidupku.
Saat mendengar kata ibu,aku takut sangat takut,kehidupanku dan ibuku tidaklah baik,dia membenciku,dia tidak ingin aku menjadi anaknya,bahkan bisa kukatakan sebagian besar penderitaanku berasal darinya..
end Hinata POV
Hinata masih melamun,seorang pelanggan tiba-tiba secara tidak sengaja menabraknya,gelas dan piring yang di bawa pria itu jatuh dan pecah ,Hinata terkejut keringat dingin keluar dari tubuhnya.
"Nona maafkan aku,apa kau baik-baik saja."tanya pria itu.
"Akkhhhh..."Hinata memekik keras membuat semua orang yang berada di tempat itu melihat kepadanya,pria itu panik melihat Hinata yang histeris padahal dirinya tidak melakukan hal apapun.
"J-jauhkan b-benda itu dariku."Hinata menjerit ,napasnya terengah.
"K -kumohon jauhkan benda i-itu."Hinata kembali berteriak,semua temannya melihat kearahnya, bayangan dalam ingatannya seseorang melemparnya dengan gelas dan piring,pecahan benda itu mengenai kepalanya dan membuat luka yang sangat parah,sampai terasa begitu sakit dan perih.
Hinata takut melihat pecahan piring tersebut,Naruto mendekat dan langsung memeluk Hinata erat.
"Sst...jangan takut Hinata,aku ada di sini"Sasuke merasa iba pada Hinata dapat Sasuke lihat tangan Hinata yang mencengkram lengan baju Naruto hingga kusut,pemuda itu berpikir apa yang terjadi dengan Hinata,mungkinkah gadis itu trauma,sungguh dia tidak tahu.
Semua teman Hinata sudah pulang sejak tadi siang dan sekarang waktu menunjukan pukul 20:00,itu berarti masih ada satu jam lagi untuk Hinata bekerja,Hinata lembur hari ini,gadis itu duduk di kursi kasir,sedikit sepi hanya ada beberapa pelanggan yang minum kopi.
'Tinggal satu jam lagi,aku akan segera pulang.'gumam Hinata gadis itu tersenyum,tadi siang dia sudah menerima gaji untuk bulan ini,Hinata juga mendapat bonus karena hari ini omzet pemilik restorant naik,itu berkat teman-temanya.
Suara lonceng di pintu terdengar itu artinya pintu restorant terbuka,dan mungkin ada pelanggan yang datang,Hinata beranjak berdiri kemudian membungkuk hormat,gadis itu tidak sempat melihat siapa yang datang.
"Selamat malam dan selamat datang,apa ada yang bisa saya bantu?" ucap Hinata,sudah menjadi tugas seorang pelayan untuk menyambut tamu.
"Hey..kau masih bekerja?apa pekerjaanmu belum selesai."ucap orang dengan suara baritonnya.
Hinata mendongak,ekspresi kaget terlihat di wajahnya,lagi-lagi gadis itu menunduk.
"A-aku lembur hari ini sampai jam 9, Sasuke-san."ucap Hinata gugup dia belum pernah berhadapan langsung dengan Sasuke.
"D-dan Sasuke-san sendiri,s-sedang apa di sini?"Hinata berbasa - basi pada Sasuke.
"Hn...aku mengantar ibuku dia sedang ke toilet sekarang,dia memintaku mengantar ke sini di rumah sedang tidak ada makanan."jawab Sasuke panjang lebar.
"Oh..."jawab singkat Hinata,Sasuke memperhatikan Hinata gadis itu tampak pucat,walaupun gadis itu menunduk Sasuke bisa melihatnya.
Seorang wanita yang tak lagi muda namun tetap elegant masuk dan lonceng di pintu kembali terdengar,Hinata dan Sasuke mengalihkan penglihatan pada wanita itu,Sasuke tersenyum.
"Dia ibuku."ucap Sasuke dan wanita itu menghampiri mereka.
"Ibu kenalkan ,dia ini teman sekolahku , Hinata ini adalah ibuku."ucap Sasuke,pemuda itu bermaksud mengenalkan mereka.
"Selamat malam nyonya,saya Hinata teman sekolah Sasuke."ucap Hinata ramah,Hinata mengangkat tangan kanannya.
"Hinata?...Hinata Hyuga?,kau putri dari Naomi Hyuga.?"ibu Sasuke tidak membalas jabatan tangan Hinata,sehingga Hinata menurunkan kembali tanganya.
"Ya ..saya Hinata,apa anda mengenal saya."tanya Hinata jujur saja nyalinya menciut,terutama saat nama ibunya di sebut,Sasuke melihatnya tubuh Hinata sedikit bergetar.
"Cih tentu saja aku mengenalmu,anak hasil perkosaan yang bahkan kelahiranya tidak di harapkan,kau bahkan membunuh ibumu sendiri,apa kau tau,dia adalah sahabatku.",ucap ibu Sasuke,perkataannya membuat semua yang ada di sana menatap Hinata walaupun hanya beberapa orang tapi tetap saja membuat Hinata merasa malu,dan Hinata semakin merasa dirinya hina di hadapan Sasuke.
"Karena kenakalanmu ibumu bunuh diri,dia memilih mati dari pada harus tetap melihatmu tumbuh."ucap Mikoto,wanita itu seperti ular berbisa yang sedang mengeluarkan racunya ,Hinata kembali melihat bayangan kilasan orang-orang yang sedang memakinya,mereka muncul bergantian.
"Ibu apa yang ibu katakan.?"
"Eum..Hinata maafkan perkataan ibuku.?"Sasuke kesal pada ibunya dia mengungkap aib seseorang di depan umum,Sasuke tidak mendapat jawaban dari Hinata,gadis itu diam namun tubuhnya bergetar,Sasuke khawatir.
"Sasuke ibu harap kau tidak bergaul dengan gadis seperti dia,kau akan terkena sial jika berada dekat denganya."ucap Mikoto lagi,Sasuke meminta maaf pada Hinata dan membawa pergi ibunya dengan segera,ibunya tidak akan berhenti menghina Hinata kalau dia tetap berada di sini.
Saat Sasuke pergi,pemuda itu tidak melihat ekspresi Hinata lagi,dirinya terlalu sibuk menenangkan ibunya yang tidak hentinya berbicara,bahkan saat berada di dalam mobil pun Mikoto masih saja berbicara ibunya mulai tenang setelah sampai di rumah mereka.
Sasuke sempat terkejut dan tidak percaya dengan apa yang ibunya katakan,benarkah kalau Hinata...?ah...Sasuke tidak kuasa untuk mengatakanya,Hinata tidak membela diri saat ibunya memaki gadis itu di depan umum.
Sasuke tidak menyangka kalau salah satu sahabat dari kekasihnya itu memiliki jalan hidup yang tidak biasa,gadis ini terlalu banyak menyimpan rahasia.
Sasuke ingin memastikan keadaan Hinata baik-baik saja,dan dia ingat Hinata pulang jam 9 dari tempat kerjanya,kunci mobil sudah di tanganya,Sasuke pergi untuk melihat keadaan Hinata , bagaimanapun dirinya harus bertanggung jawab atas nama ibunya yang sudah mempermalukan gadis itu.
Sasuke sampai di restorant tempat Hinata bekerja,tempat itu sudah tutup,lampu di dalamnya sudah gelap,restorant ini memang tidak buka 24 jam.
"Sial...aku terlambat"ucap Sasuke,pemuda itu menyandarkan kepalanya di kursi mobil,Sasuke menyalakan mobilnya dan berniat meninggalkan tempat itu,namun netranya menangkap bayangan seseorang yang keluar dari lorong gelap tepat di samping restorant,Hinata muncul dalam kegelapan,langkahnya begitu pelan,tatapanya lurus dan kosong,Sasuke melajukan mobilnya pelan mengikuti langkah Hinata,sudah hampir satu jam gadis itu berjalan,sesekali Sasuke melihat Hinata yang berhenti berjalan dan menutup kedua telinganya dan menggeleng keras.
Hinata sampai di rumah mewahnya,gadis itu berjalan ke arah samping rumahnya,Sasuke terpaksa turun dari mobilnya karena jalan yang Hinata lewati begitu gelap,Sasuke sampai sulit berjalan karena semak-semak yang menghalangi jalanya,Hinata berjalan ke arah pintu yang terbuat dari besi,seorang wanita tengah menunggunya dengan membawa lampu minyak.
Sasuke berhenti dan bersembunyi di balik pohon besar yang kebetulan ada di sana,dapat Sasuke dengar mereka berbicara.
"Nona Hinata,kenapa pulang malam sekali,dan kenapa aku tidak bisa menghubungimu?" ucap wanita itu.
"Aku lembur Ayame-nee dan ponselku rusak,tadi terjatuh dan tidak segaja terinjak orang lain."ya ponsel butut Hinata memang sudah rusak saat di tempat kerjanya tadi.
"Sebaiknya kau tidak masuk nona,di dalam banyak tamu,teman dari tuan Hiashi,aku hanya takut kejadian itu terulang lagi,saat mereka mencoba untuk memperkosamu."Ya Tuhan Sasuke sampai menutup mulut karena terkejut mendengar percakapan dua perempuan itu.
"Tidak Ayame-nee aku takut,lalu aku harus pergi ke mana ini sudah malam."dapat Sasuke dengar suara Hinata yang bergetar gadis itu menangis,Hinata terdengar lemah,biasanya gadis itu selalu berkata dingin,itu yang Sasuke tahu.
"Aku tidak tahu,nona,tapi pergilah untuk malam ini saja."ucap wanita itu dengan menangis akhirnya pergi dan Sasuke mendenar wanita bernama Ayame itu menangis.
Hinata tengah duduk di halte bis,ini sudah tengah malam,Sasuke masih mengawasinya,gadis itu menatap ponselnya yang rusak parah,dia tidak bisa menghubungi siapapun.
"Besok harus ku servis."gadis itu menghela napas,gadis itu kembali terdiam,seperti patung.
Sasuke berinisiatif menghubungi Naruto,dia tahu si blonde itu dekat dengan Hinata,sebenarnya dia ingin menolong,tapi mengingat dirinya kurang akrab dengan Hinata,niatnya dia urungkan,lagi pula Sakura bisa cemburu kalau tau hal ini, Naruto terkejut saat dia memberi tahukan keadaan Hinata.
Sasuke beralasan tidak sengaja melihat Hinata di pinggir jalan saat pulang mengantar ibunya berbelanja,karena Sasuke tidak mungkin mengatakan kalau dia mengikuti Hinata.
Naruto datang menjemput Hinata,pemuda itu tampak khawatir,Sasuke bertanya pada dirinya sendiri.
'Apa benar mereka hanya bersahabat,karena yang kulihat mereka lebih dari sahabat,Hinata yang bergantung pada Naruto dan Naruto yang selalu mengkhawatirkan Hinata.'
to be continued
Chap 2 up...sepi banget reviewnya,ayo gimana menurut kalian tentang fict ini,ketik pendapat kalian di kolom review ya...jangan lupa aku minta foll and favs nya...
himmmecchi,kamu suka naruhina? Maaf di sini naruhina cuma sahabatan aja...makasih udah review.
Yoshioka Futaba,pairnya udah tau kan ?menurut kamu gimana fict ini?
Miyuchin2307,kamu yang paling rajin review fict aku..makasih..ketik juga donk pendapat kmu tentang fict ini..
Namikaze ken,terus ikutin ya fict ini dan aku minta reviewnya..tanks
HipHipHuraHura,reviewer favorit aku yang rajin banget makasih ohya kasih tau donk gimana pendapat kamu tentang fict ini...
Terima kasih juga untuk silent rider..
Salam aisyaeva
