Chapter 2

TOK! TOK! TOK!

"Ah!" Yukimura terlonjak kaget mendengar pintu kamarnya diketuk oleh seseorang. Siapa itu? Date Masamune, kah? Ah, gadis ini harap bukan dia yang datang. Yukimura masih duduk di kasurnya, tak berani membuka pintu.

TOK! TOK! TOK!

Pintu kembali diketuk. Yukimura pun beranjak dan mendekati pintu, lalu membuka sedikit gorden jendela kamarnya.

"Yuki, ini aku Sasuke!" Sahut lelaki dari luar yang ternyata adalah sepupunya.

"Eh? Huufff..."

Yukimura bernafas lega, ternyata yang datang ke sini bukan Masamune. Gadis ini pun membuka pintu dan mempersilahkan Sasuke untuk masuk. lelaki berambut merah itu masuk, lalu merebahkan dirinya di lantai.

"Tumben kamu ke sini, Sasuke. Emang di sana kenapa?" tanya Yukimura, duduk dekat Sasuke.

"Hm, pengen ke sini aja. Di Himpunan panas sama sumpek..." keluh lelaki itu sambil membuka tiga kancing kemejanya memperlihatkan otot dadanya yang bidang. "Mending di sini, enak sama adem."

"Oh..." responnya singkat.

Sasuke memperhatikan ekspresi dan sikap Yukimura yang tak seperti dirinya. Biasanya setiap dia ke kost-annya Yukimura akan bawel tentang apa saja padanya, sampai hal tak terlalu penting pun gadis ini selalu ceritakan.

"Kenapa Yuki? Biasanya kamu cerewet," kata Sasuke memecah keheningan.

"Lagi males ngomong banyak aja..." balasnya pelan, tangannya saling memainkan jarinya.

Sasuke sebenarnya tahu apa yang membuat Yukimura seperti ini. "Kemaren Date nembak kamu, ya?" dia mencoba memancing Yukimura untuk berbicara.

"Eeehh! Kamu tahu!?" wajah Yukimura memanas, dia malu.

"Tahu dong. Informasi atau gosip apapun itu pasti nyampe ke telinga aku." Sasuke menyombongkan diri.

"Err... iya, Date-san nembak aku. Tapi aku tolak, aku pengen fokus kuliah dulu, terus ya... dia terlalu dewasa buat aku." Gadis ini mengatakan alasannya kenapa dia menolak Masamune.

"Tapi kamu juga suka 'kan sama dia?"

"Aku juga bingung sama perasaan aku sendiri..."

Mereka berdua diam beberapa saat, kemudian terdengar suara langkah kaki menuju kamar kost-nya.

"YUKIII!" teriak para gadis, ternyata itu teman-teman kelasnya masuk ke kamar Yukimura tanpa ijin -Minus Katsuie yang sedang pulang ke rumahnya.

"Yuki kenapa iiihhh, ko di BBM ngomong gitu?" tanya Kasuga.

"Yuki kamu keliatan murung gitu? kenapa?" tanya Mitsunari memegang wajah Yukmura.

"Yuki kamu gak ceria kaya biasanya? Kenapa, say?" tanya Naotora memegang pundak gadis itu.

"Yuki kalo ada apa-apa ceritain sama kita, ya? Kita khawatir lho," kata Oichi, wajahnya sangat cemas.

"Iya Yuki, jangan dipendem. Itu malah memberatkan pikiran kamu," sambung Motonari.

"Yuki kenapa wajah kamu lemes gitu? kamu pucet lagi. Pasti belum makan, ya? Sama aku beliin makanan mau?" tanya Matsu bertubi-tubi dan heboh.

Seperti yang Yukimura duga, mereka pasti akan datang ke sini dan menyerbunya dengan pertanyaan dan reaksi yang super heboh. Sementara Sasuke menutup kedua telinganya karena mereka terlalu berisik.

"Aku gak apa-apa ko," ucap Yukimura dengan senyuman terpaksa.

"Bohooong!" kata mereka serentak.

"Cerita aja, Yuki. Kita pasti bantu sama cari solusinya," ucap Oichi membujuk Yukimura untuk bercerita pada mereka.

"Ah! mumpung ada sepupunya, tanyain aja ke dia," usul Motonari melihat ke arah Sasuke yang masih menutup kedua teliganya.

"Bener juga ya. Sarutobi-san, Yuki kenapa? jawab!" tanya Kasuga terlihat tak sabaran.

"Ah, itu karena..." sebelum meneruskan kalimatnya, lelaki ini melihat ke arah Yukimura. "Date nembak Yuki kemaren," Sambungnya menjawab pertanyaan Kasuga.

"Huh?" wajah keenam gadis itu jadi pokerface. Mereka memandang Yukimura, lalu detik berikutnya, "EEEHHH! DATE-SAN NEMBAK KAMU!?" tanya mereka kompak dan sangat kencang.

Sebagai jawaban Yukimura hanya mengangguk.

"Terus, kamu nerima apa nolak?" tanya Matsu.

"Aku tolak." Jawab gadis berambut coklat panjang itu.

"Kamu tolak? Alasannya?" tanya Kasuga yang sepertinya tertarik dengan topik ini.

Suasana kost-an langsung hening. Mitsunari memeluk Yukimura dari samping, dan Naotora memegang tangannya. Sepupu Sasuke ini pun mulai berbicara.

"...Date-san itu terlalu dewasa buat aku, sampe punya pikiran hubungan kita tuh akan sampe mana? Kalo emang mau bertahan, ga mungkinkan dia nungguin aku sampe wisuda? Sedangkan dianya bakal jadi lebih dewasa. Terus resikonya, ya... dia ada kalanya lah suatu saat nanti dia berpaling ke yang lebih dewasa dari aku, sifat kekanak-kanakan kaya aku tuh pasti akan mudah buatnya berpaling. Aku takut. Mungkin ini alasan yang udah biasa kalian denger, aku pengen sendiri dulu sama aku pengen fokus kuliah ga mau mikirin masalah hati dulu."

Yukimura menjabarkan semua alasan kenapa dia menolak Masamune. Gadis ini terlalu takut bila berpacaran dengan Masamune, dia takut kakak itu cepat bosan dan pergi karena sifatnya. Meskipun hal itu belum tentu akan terjadi.

"Yuki... kamu memikirkannya terlalu jauh, gimana kalo ternyata kakak itu bener-bener setia sama kamu?" ucap Mitsunari, memperat pelukannya. "Terus kalo tiap si kakak itu kesini, dia pengennya becanda sama kamu. Dan yang aku lihat, tuh kakak emang gemes sama sifat kamu." Sambungnya, memaparkan analisis gerak-gerik Masamune pada Yukimura.

Oichi mulai bersuara, "Yuki punya perasaan 'kan ke Date-san?

"Aku juga bingung, Ichi," ujarnya lesu.

"Itu artinya kamu juga suka sama Date-san. Tapi ketakutan kamulah yang jadi pemicu kamu nolak Date-san." Kata Naotora sambil menggelitik hidung Yukimura dengan telunjuknya.

"Setuju. Biasanya 'kan kalo cewe nolak cowo, si cewenya ini bakal langsung ngelupain perasaan si cowo dan menganggap hal itu tak pernah terjadi. Kalo kamu Yuki, kamu malah terus dipikirin. Dan emang bener, kamu juga suka sama dia," timpal Kasuga yang menyetujui omongan Naotora.

"Uumm..."

"Yuki, gimana perasaan kamu sekarang, udah agak mendingan 'kan?" tanya Motonari.

"Sekarang aku udah plong, sama laper hehe." Ujar Yukimura dengan tawanya yang terdengar manis.

"Huuuh... Yuki, Yuki. Aku beliin makanan, deh. Yuki mau makan apa?" kata Mitsunari mengelus-elus rambut Yukimura dengan nada perhatian.

"Apa aja deh..."

"Ok."

Mitsunari pun membeli makanan ke luar diantar bersama Matsu dan Oichi. Naotora dan Motonari mengajak Yukimura ngobrol atau bercanda agar gadis manis ini tertawa kembali. Sedangkan Sasuke sepertinya menyukai Kasuga, kemudian lelaki ini duduk di dekat gadis berambut pirang tersebut, untuk melakukan pendekatan.

.

.

.

Sasuke dan keenam teman sekampus Yukimura pun pamit untuk pulang. Sebelum mereka pergi, para gadis itu mencubit pipi Yukimura. Sekarang dia sudah ceria dan cerewet seperti biasa, tak murung seperti tadi. Sasuke juga melakukan hal yang sama, lalu menepuk-nepuk puncak kepala gadis itu kemudian kembali ke kampus lagi karena mengurus organisasi.

Saat di perjalanan ke kampus, lelaki yang memakai plester di hidung ini berjalan sambil bersenandung pelan. Tiba-tiba hpnya berbunyi, menandakan ada panggilan masuk. Dilihatlah hpnya, nomornya asing, malah memakai kode bukan nomor telepon biasa. Dia sempat ragu untuk mengangkatnya, sesaat kemudian dia menekan icon warna hijau di hpnya.

"Halo?"

"Yo, Sarutobi." Sahut si penelpon.

"Date?" tanyanya heran.

"Iya, ini gue. Thank's karena udah mampir ke kost-annya Yuki. Sekarang gue tahu kenapa dia nolak gue." Ujarnya dengan nada lega dan diselingi tawa pelan.

"Gimana lo... ck, ah!" Sasuke menepuk dahinya.

"Tanpa gue jelasin, lo pasti ngerti 'kan gimana cara gue ngetahuinnya. C'mon kita tuh programer." ucap Masamune santai.

"Terserah lo, dah." Lelaki berambut merah ini berbicara sambil lanjut berjalan lagi.

"Hmp. Tadi lo apa-apaan coba cubit pipi sama nepuk-nepuk kepala Yuki?" tanya Masamune dengan nada tinggi karena cemburu.

"Biarin, gue 'kan sepupunya," jawab Sasuke cuek.

"Tapi gue gak suka, nyet!"

"Bodo."

"Hah! Udah ah. Ngomong sama lo bawaannya eneg, bye!"

"Harusnya gue yang ngomong kayak gitu. Gue juga eneg!"

Sambungan telepon pun terputus, Sasuke memasukkan hpnya ke sakunya. Ia tak habis pikir kalau Masamune sangat jatuh hati ke sepupunya itu, sampai bisa mendengar alasan Yukimura.

Kenapa lelaki bermata satu itu bisa mengetahuinya? Karena dia seorang elite hacker, ah lebih dari itu, dia itu sudah jadi cracker. Lelaki ini menyadap hp Sasuke kemudian mengaktifkan voice note dari server Masamune tanpa disadari oleh si pemilik hp. Setelah mendengar pembicaraan Yukimura, hasil dari rekaman tersebut dikirim ke hp Masamune. Sesudah terkirim, rekaman itu secara otomatis terhapus dari data storage hp Sasuke.

Kode yang tadi Masamune gunakan untuk menelpon Sasuke juga rancangannya. Sesudah sambungan terputus, kode tersebut langsung lenyap secara permanen agar tak dilacak kembali. Lalu, saat Masamune melihat pergerakan Sasuke tadi. Dia masuk atau lebih tepatnya menyusupi ke sistem server NASA, dan meng-hack CCTV serta kamera hp. Jadi, dia dengan leluasa memata-matai orang tertentu melalui satelit dengan jelas.

Sasuke tentu langsung tahu taktiknya. Hal tersebut sering dia, Masamune, Kojuuro, Motochika dan Ieyasu praktekkan saat menyadap para mafia, koruptor, gembong narkoba dan para kriminal lainnya untuk mencari bukti serta melakukan pembekukkan atau penangkapan mereka. Kelima orang ini dipekerjakan oleh pemerintah secara rahasia sebagai pengaman data-data penting negara dan sebagai pertahanan negara di bagian I.T nya, dengan bayaran yang sangat besar yakni masing-masing orang 20 juta Yen perhari.

.

.

.

Selama dua minggu ini, Masamune terus mendekati Yukimura dan mati-matian mendapatkan hatinya. Padahal dia tahu kalau dia selalu diabaikan oleh Yukimura, tapi lelaki ini tetap di satu hati tak ingin ke hati wanita lain. Gadis berwajah polos ini mulai tak enak padanya, lama-lama dia jadi kasihan dengan pengorbanan Masamune yang terus mengejarnya. Tapi hati Yukimura juga masih bimbang dengan perasaannya sendiri.

Masamune sekarang berada di kantin kampus, dia sedari tadi diam saja sambil mengaduk-aduk jusnya dan tak mendengarkan ocehan temannya yang duduk tepat di hadapannya.

"Woy!" sahut Ieyasu menepak bahu Masamune. "Dengerin kagak sih gue ngomong? Fokus dong, Mun!" lanjutnya dengan nada ngedumel.

"Enggak. Males gue denger lo ngomong," kata lelaki beriris kelabu itu datar.

"Ppftt... dianya lagi gak mood ngomongin projek sama proposal, Su." Temannya satu lagi malah tertawa.

"Malah tawa lagi lo, Chik!" Ieyasu menyiku Motochika yang tertawa tanpa henti.

Masamune menghembuskan nafas berat, "Haah... andai aja..."

"Andai apaan?" tanya Ieyasu menyeruput minumannya.

"Andai aja gue bisa nge-hack hatinya Yuki. Ngerubah program perasaannya, agar dia jadi cinta sama gue," sambung Masamune yang langsung ditertawakan oleh kedua temannya.

"Ada-ada aja lo, Mun. Hati manusia disamain sama program software komputer, hadeuuhh." Ieyasu hanya bisa facepalm mendengar ucapan Masamune yang ngawur.

Motochika tertawa sambil memukul-mukul meja, lalu berkata, "Mun, Mun. Gara-gara ditolak cewe, otak sama omongan lo jadi error gini."

"Whatever." Ketus Masamune.

Motochika dan Ieyasu berhenti tertawa, mereka berangsur-angsur berbicara serius lagi. Kemudian mulai mendiskusikan projek baru mereka yang tertunda selama seminggu. Pikiran Masamune masih kemana-mana, sehingga Ieyasu terus menepuk pundak serta kepalanya agar Masamune fokus dan nyambung diajak diskusi.

Saat sedang berdiskusi, Masamune mendengar suara gadis-gadis heboh. Dia kenal dengan kehebohan ini, dan benar saja pas dia melihat ke arah meja di samping kirinya, dia melihat Yukimura bersama ketujuh temannya yang terkenal heboh.

Ieyasu merasa terganggu, dia lalu menegur para gadis itu, "Hey, bisa gak suaranya dipelanin, gak usah seheboh itu. Mecahin konsentrasi."

Kedelapan gadis itu menoleh ke sumber suara. Mitsunari membalas teguran tersebut, "Terserah kita, dong. Lagian, kalo mau diskusi tuh di perpus bukan di kantin."

"Mending di sini lah. Enak sambil makan."

Ieyasu dan Mitsunari saling membalas omongan satu sama lain. Teman-temannya tak ada yang menginterupsi mereka berdua, malah perdebatan mereka terlihat menarik di mata para sahabatnya ini.

'Ieyasu modus' Pikir Masamune dan Motochika.

Masamune mengabaikan obrolan mereka, dia melirik Yukimura yang tertawa melihat kelakuan temannya itu sambil memesan makanan. Merasa diperhatikan, Yukimura melihat ke arah Masamune dan tersenyum saja.

"Yuki," panggil Masamune.

"Iya, Kak?"

"Kalo udah beres makan, aku pengen ngobrol sama kamu. Berdua, di Taman Kampus," ucap Masamune mengajak Yukimura dengan serius.

"Uhmm... ya, boleh." Yukimura menerima ajakan lelaki itu walau sempat ragu.

.

.

.

Yukimura sudah selesai makan, tanpa ba-bi-bu Masamune langsung mengajak gadis itu ke Taman Kampus dengan menggandeng tangannya. para sahabatnya itu membuntuti mereka karena penasaran.

Mereka pun duduk di bangku taman, kemudian Masamune memulai pembicaran.

"Yuki, aku tahu kamu bosen denger ucapan ini. Mau gimana lagi, aku tuh cinta sama kamu," ucapnya menyentuh tangan Yukimura.

"Umm..." Yukimura hanya menundukkan kepalanya.

"Yuki, please. Jangan berpikiran karena aku udah dewasa, aku mudah berpaling. Gak! Aku gak akan berpaling, aku sayang sama kamu," ujar lelaki itu penuh keseriusan.

Yukimura masih diam, entah harus bagaimana dia sekarang. Dan kenapa sih, kakak ini begitu inginnya gadis ini jadi pacarnya?

Sementara para sahabatnya yang menguntit dan menguping obrolan mereka, sangat geregetan dengan sikap Yukimura yang tak membuka mulut sedikit pun.

"Jangan diem terus, Yuki..." Masamune menyadarkan Yukimura dari acara diamnya.

"Ah... maaf, Date-san."

"Ternyata, dapetin hati kamu tuh susah yah, butuh perjuangan banget. Gak kaya yang aku kira," kata Masamune tertawa getir, dan lelah karena terus mengejarnya.

"...Aku masih bingung, bimbang dan...takut..." Yukimura berbicara dengan suara pelan, namun masih terdengar oleh Masamune.

"Aku tahu ketakutan kamu, aku bisa ngerasain ko, Yuki." Masamune menenangkan gadis di sebelahnya, dia mengerti apa yang membuat Yukimura seperti ini.

Masamune meneruskan ucapannya, "Aku mohon Yuki, terima aku," pintanya pada gadis itu.

"Date-san..."

"Aku janji gak akan seperti yang kamu duga. Aku janji gak akan berpaling, aku janji selama nanti kita pacaran, aku gak akan ngeganggu kuliah kamu, kita bisa bagi waktu antara kuliah dan pacaran. Aku mohon, jangan pandang dari umur kita jauh atau enggaknya, aku terima sifat kamu. Aku bener-bener sayang dan cinta sama kamu, Yuki."

"...Date-san... janji?" tanya Yukimura yang masih ragu.

"Janji!" jawabnya lantang. "Please, Yuki. Aku tuh capek ngejar-ngejar kamu."

Yukimura terlihat menimbang-nimbang keputusannya. Selama Masamune terus mengejarnya dia hanya mengabaikannya, namun lama-kelamaan dia jadi terbawa perasaan juga ketika melihat perjuangan kakak tersebut. Keduanya masih terdiam. Masamune terus memegang tangan Yukimura.

Para sahabatnya ini benar-benar geregetan. Karena saking geregetnya, membuat Motochika menggigit bangku taman, Ieyasu menggigit daun pohon taman, Mitsunari meremas sampai mencakar pundak Ieyasu yang di sebelah kanan. Oichi, Motonari, Katsuie sibuk merekam sambil makan cemilan, Kasuga dan Matsu menonton sambil dandan.

"Date-san..."

Akhirnya beberapa lama mereka terdiam, Yukimura membuka suara. Masamune menatapnya dan mengunggu apa yang akan gadis itu katakan selanjutnya.

"Sekarang aku sudah yakin dengan perasaan aku. Hatiku gak lagi bimbang, aku gak lagi takut, aku akan membuang dugaan negatif itu... dan..." Yukimura menggantungkan perkataannya.

"Iya, Yuki?"

Yukimura memandang lembut dan tersenyum manis pada Masamune. Lalu berkata, "Aku terima perjuangan Kakak selama ini... aku mau jadi pacar Kakak."

Tanpa kata, Masamune langsung memeluk gadis itu erat. Perasaannya terbalas, terbayar sudah rasa lelah hati karena terus mengejarnya. Yukimura membalas pelukan lelaki itu.

"I love you, Yukimura," kata Masamune disertai senyuman hangat dan lembut.

"Love you too, Masamune," balas Yukimura tersenyum cerah.

Masamune mencium kening dan pipi pacarnya dengan gemas.

Kita lihat bagaimana reaksi para sahabatnya ini.

Ketujuh gadis itu heboh bukan main, mereka menyerukan kata 'So Sweet' sangat kompak dengan suara yang sangat kencang pula. Terlewat heboh, Mitsunari secara refleks memeluk Ieyasu, yang dipeluk hanya tersenyum canggung saja. Beberapa saat gadis berambut perak itu sadar, dia pun dengan cepat melepaskan pelukannya, namun tubuhnya ditahan oleh Ieyasu.

"Mitsunari..." panggil lelaki briris coklat tersebut.

"T, Tokugawa-san..." Mitsunari gugup sekarang.

Ieyasu menatap mata gadis di depannya, "Pacaran, yuk. Mau gak?" tanpa banyak bicara, dia menembak gadis itu.

Mitsunari mengangguk, dengan wajah memerah dia menjawab, "Ayo, aku mau."

Mereka berdua saling melempar senyum saja.

"Mouriii...!" sahut Motochia pada gadis berambut panjang poni belah tengah.

Motonari menengok ke lelaki berambut perak itu dengan wajah sinis dan datar.

"Mouri, kita pac-" ucapan Motochika terpotong oleh Motonari.

"Apaan sih? Gak jelas." Kata gadis itu ketus.

"Gitu banget siih..."

Wajah lelaki itu melemah, namun beberapa detik kemudian ekspresinya jadi terkejut. Ternyata Motonari mencium pipinya.

"Anggap itu sebagai jawaban 'Ya'," ucap Motonari datar.

Motochika hanya bengong dan memegang pipinya.

"Akhirnya anggota geng Sukriw udah gak ada yang jomblo! Woohoo!" seru Kasuga, merentangkan kedua tangannya ke atas.

"Eh, iya bener." Ujar Oichi.

Memang, sekarang kedelapan gadis itu sudah mempunyai pasangan. Masamune-Yukimura, Ieyasu-Mitsunari, Motochika-Motonari baru jadian hari ini. Kasuga baru satu minggu dengan Sasuke, Oichi dengan Nagamasa Mahasiswa semester 3, Matsu pasangannya Toshie Mahasiswa semester 4, Katsuie bersama teman sekelasnya yaitu Shima Sakon. Sedangkan Naotora, dia berpacaran dengan seorang Mahasiswa luar negri yang kuliah di Inggris.

"Mereka berisik banget sih," komentar Masamune saat melihat teman-teman Yukimura yang rame.

"Bukan 'Geng Sukriw' namanya kalo gak heboh. Haha," timpal Yukimura.

"Udah ah, antepin aja mereka."

"Um."

Masamune dan Yukimura tetap pada posisi berpelukan, mereka menikmati hari barunya sebagaimana pasangan kekasih semestinya.


Tak ada salahnya 'kan berpacaran dengan yang lebih dewasa dari kita? Justru itu akan membuatmu menjadi lebih dewasa juga. Dan jangan takut ditinggal, selama dia memperjuangkan cintamu, berusaha lah mempertahankan hubungan itu, juga saling mempercayai pasangan kita. Iya 'kan, Yukimura?

FIN?


Oke, abaikan kata-kata yang terakhir. itu... ah sudahlah, ANCUR! /jeduk-jeduk kepala ke meja/

Ok, Makasih sudah baca fanfic saya, maaf kalo OOC, Tipes eehh Typo(s) dan kurang romantis.

Masamune : Ya iyalah kurang romantis. Lo ngetik ini sambil denger lagu The White Stripes – Seven Nation Army, lagu game Battlefield 1, ya ga nyambung lah!

Author : Tapi gue suka lagu itu, Mood Booster bangeett! Nge-beat banget! Earworm deh pokokna mah.

Ah udah ah. Next Chapter : Bonus? Err saya... juga bingung *diheadshot*

See You!

Review?