Author : Zai
Cast :
Lee Donghae
Lee Hyukjae
Jo twins
Pair : HaeHyuk
Genre : Family, drama
Length : -
Disclaimer : theme self
Warning : typos, Yaoi, boys love, m-preg, boring story
No Bash!
.
No Copas!
.
Don't like – Don't read!
.
Alergi
.
Me POV
.
Hyukjae terkejut karena sudah mendapati kedua aegyanya sudah berdiri didepan pintu kamarnya. Namun dia baru sadar, kalau kedua anaknya memang bangun pada pagi hari sekali. Berbanding terbalik dengan seseorang yang masih tergulung dibawah selimut. Ya, kepala keluarga dirumah ini
"Mom, kenapa lama sekali membuka pintunya?" sang hyung dari dua namja kecil itu mulai membuka suaranya karena sudah sangat bosan untuknya berdiri disitu
"Mian caghi~. Mommy baru saja selesai mandi" Hyukjae mensejajarkan tingginya dengan kedua malaikat kecilnya. Menatap bergantian kearah mereka sambil memberikan senyuman hangat
"Ugh.. mom" anak tertua yang diketahui bernama Youngmin ini memang sangat menjiplak mommy mereka, lebih manja. Tubuhnya langsung menghambur ke dada Hyukjae, menyentuh salah satu tonjolan kecil yang ada disana
"Waeyo?" Tanya Hyukjae lembut, tangannya mengelus suraian halus Youngmin. Anak termuda yang hanya terpaut beberapa detik dari Youngmin, merasa kini sudah diacuhkan
"Umh.." tangan mungil Youngmin mulai mengusap nipple Hyukjae, yang membuat Hyukjae merasakan geli karenanya. Mommy yang memang mengerti maksud Youngmin, menyingkap kaus yang dipakainya dan memberikan apa yang anaknya inginkan
Youngmin yang sudah melihat benda mungil menggemaskan kesukaannya pun langsung melahap benda itu. Tanpa kedua namja tersebut sadari yang masih asik dengan aktiftas mereka, si bungsu dari keluarga ini diam-diam masuk kedalam kamar utama –kamar Haehyuk-. Naik keatas kasur dengan cara merangkak, namun sekarang berpindah tempat menjadi naik keatas sang appa
Tangan mungilnya berusaha menarik selimut tebal yang menutupi tubuh Donghae. Belum juga selimut itu terbuka sampai kepala, Donghae yang merasa pergerakan pada selimutnya menarik kembali selimut itu sampai kewujud semula. Sedangkan Kwangmin –nama adik Youngmin ini- menyergit bingung, detik berikutnya kebingungannya terganti dengan ujung bibirnya yang ditarik keatas atau lebih dikenal dengan menyeringai. Otak jeniusnya berjalan dengan cepat, hingga..
"Appa! Ireonna appa!" Kwangmin meloncat-loncat diatas tubuh Donghae yang mulai terbangun sambil berteriak cukup keras hingga sang appa dan dua namja manis yang sedang sibuk berdua teralihkan perhatiannya kearah Kwangmin. Mungkin kalian bingung kenapa Hyukjae dipanggil mommy sedangkan Donghae appa. Hal ini terjadi disaat kedua buah hati mereka baru menginjak usia dua tahun, dimana keduanya baru belajar berbicara. Saat mereka diminta untuk mengikuti kalimat yang diucapkan kedua orangtua mereka, disaat itulah panggilan untuk kedua orangtua mereka yang berbeda
.
Flashback
.
"Appa.." Donghae mengajarkan kepada kedua anaknya untuk memanggil dirinya dengan sebutan appa, yang berarti ayah. Kwangmin dan Youngmin bisa mengikutinya, walau dengan sedikit terbata. Donghae tersenyum bahagia karena kedua anaknya bisa memanggilnya appa. Donghae masih mengulangnya beberapa kali, hingga kini giliran Hyukjae
Eomma dikeluarga itu merasa detak jantungnya berdetak tak normal, ia merasa hari ini sangatlah mendebarkan. Ada rasa gelisah menyeruak dalam dadanya, namun ia tepis jauh rasa itu. Yang ia pikirkan kini ialah kedua anaknya yang akan memanggilnya dengan sebutan eomma
Hyukjae menunjuk dirinya sendiri, "Eomma.." Hyukjae mengucapkannya dengan perlahan, agar kedua buah hatinya itu tidak kesulitan dalam mengulangi kalimat singkat tadi. Kwangmin dan Youngmin mulai membuka dua belah bibirnya, membentuk huruf 'o'. "Eompp.. Eommph.. Eoppa" seru Kwangmin yang terlebih dahulu mengulangi kalimat Hyukjae. Seketika Hyukjae dan Donghae mencelos saat mendengar ucapan sang anak yang lebih mirip dengan panggilan 'oppa'
Youngmin menatap sang adik, lalu ia tersenyum dan mengikuti perkataan adiknya. "Oppa.!" Namun ucapannya lebih tepat dari Kwangmin. Bukan tepat kearah eomma, melainkan oppa. Hyukjae sedikit resah akan hal ini, walau bagaimana pun juga, apa jadinya bila dua balitanya memanggilnya 'oppa'. Sangat tidak masuk akal!
Donghae yang melihat keresahan Hyukjae, merangkul bahu isterinya ini untuk mendekat kearahnya. Memberi kenyamanan tersendiri. "Coba diulang lagi caghi~, mungkin mereka masih bingung" Donghae mengusap bahu sang isteri dan memintanya mengulangi perkatannya. Hyukjae mengangguk, mengembangkan senyumnya yang sempat memudar. Sedikit menarik napas dalam lalu menghembuskannya perlahan, berusaha menenangkan dirinya sendiri
"Eomma.." kali ini Hyukjae mengulangnya dengan lebih perlahan, kemudian ia hanya diam menunggu suara kedua buah hatinya untuk mengulangnya lagi. "Eompph.. Oppa.!" Ucap Kwangmin dan Youngmin hampir bersamaan. Hyukjae hanya bisa tersenyum kecut, menyembunyikan wajahnya ke dada bidang sang suami. "Bagimana ini Hae?" suara Hyukjae terdengar seperti cicitan, namun Donghae masih bisa mendengarnya. Donghae tak ingin ambil pusing, ia memutar otaknya cepat
Sedikit mendorong tubuh yang ada dalam dekapannya, menghadapkannya ke kedua anaknya. Tak disangka Hyukjae telah meneteskan air matanya yang membuat Donghae juga merasa sakit dalam dadanya, ia tak suka orang yang paling dicintainya tersakiti. Ibu jarinya mengusap aliran air mata Hyukjae, berbisik ditelinga Hyukjae membuat pemilik telinga menatapnya sedikit ragu, tapi Donghae hanya mengangguk mantap. "Baiklah.."
Hyukjae menghilangkan jejak cairan bening yang ada di pipinya. Ia akan mencoba ide suaminya. Jari telunjuknya terarah ke dadanya. "Mommy.." dengan kalimat yang berbeda, namun dengan kecepatan yang sama, dengan perlahan. Kwangmin dan Youngmin terlihat bingung, karena pasalnya mereka baru mendengar kalimat itu. "Momm.. mommy.." Kwangmin hendak mengulang, terhenti saat indera pendengerannya menangkap suara dari hyung-nya. Hal itu sukses membuat dua namja dewasa yang ada disana membelalak lebar. Tak disangka, hal ini berhasil. Youngmin dapat mengupkan kalimat itu, artinya tinggal menunggu si bungsu
Bibir Kwangmin sudah siap mengulang perkataan Youngmin. "Mom.. mommy.!" Dengan penekanan yang lebih tegas dipengucapan terakhir, Kwangmin berhasil mengulanginya dengan lebih jelas. Tes. Air mata haru turun begitu saja di pipi tirus Hyukjae. Hyukjae langsung menghambur kedalam pelukan Donghae, membisikan sesuatu ditelinganya
"Aku berhasil.."
.
End Flashback
.
"Argh.! Y-yak! Ugh.. sakit sakit" karena terganggu, Donghae mau tak mau menyingkap selimut dan bangun dari ketenangan tidurnya. Matanya mengerjap beberapa kali, memincingkan matanya kala melihat evil kecil diatas tubuhnya sambil tersenyum manis yang menurut Donghae dibuat-buat. Aish.. anak ini! Bagaimana dia bisa ada disini, Donghae yang masih kesal tidurnya terganggu memilih mendumal dalam hati
"Aish.. Kwang -ie, jangan ganggu appa tidur caghi" Hyukjae berbalik dan menghampiri si bungsu masih dengan Youngmin dibalik kausnya. Donghae yang beralih melihat Hyukjae, sontak tercengang seketika. Dia tau apa yang ada dibalik kaus Hyukjae itu. Seketika pikiran-pikiran yadongnya berputar diotaknya, kembali mengingat kegiatan panas mereka yang belum lama selesai. Lebih menyenangkan kalau aku yang diposisi Youngmin, tanpa sadar Donghae menyeringai mesum sambil menatap kearah tubuh Youngmin yang ada digendongan Hyukjae
"Hajiman, sekarang sudah pagi mom" Kwangmin berbalik menatap Hyukjae, mengelak atas aksi jahilnya. Suara Kwangmin seketika membuyarkan pikiran mesum Donghae. Dia baru ingat bagaimana keadaanya sekarang, naked! Bagimana jadinya kalau kedua anaknya melihatnya yang seperti ini, tentu sangat tidak baik
"Ah ne ne. Appa bangun. Tapi anak appa ini juga harus turun dulu dari atas tubuh appa. Bagaimana appa bisa bangun kalau Kwang-ie masih menimpa appa" Donghae beranjak merubah posisinya menjadi terduduk diatas kasur. Pergerakannya membuat selimut yang dikenakannya tertarik, karena masih ada Kwangmin diatasnya alhasil dadanya sedikit ter -expose
"Appa, kenapa tidak pakai baju?" ucap Kwangmin polos. Hyukjae yang tadi sempat sibuk mengusap punggung Youngmin dalam dekapannya, teralihkan dengan percakapan antara ayah dan anak itu. Blush. Pipi Hyukjae sontak berubah warna saat melihat dada bidang suaminya. Bukan, bukan karena kagum dengan betapa perfect-nya otot-otot yang tercipta disana. Tapi karena melihat bercak-bercak merah yang tertera disana hasil kegiatan panas mereka semalam
"Ah i-itu karena a-appa kepanasan" lengannya menarik kembali agar selimut yang dikenakannya menutupi dada bidangnya. Saat ia mengutarakan alasannya, matanya tak luput dari mata indah milik Hyukjae. Sekilas memberi kerlingan yang makin membuat warna kemerahan diwajah Hyukjae makin ketara
"Jeongmal? Padahal semalam Kwang-ie sempat kedinginan" ujarnya polos, membuat kontak mata antara orang tuanya terputus
"ah, mungkin karena Kwang-ie menyalakan pendingin ruangan dengan suhu yang terlalu rendah" kini pandangannya beralih ke anak tampannya. Hyukjae mendekati Kwangmin
"Kajja! Kita mandi, lalu buat sarapan! Appa juga ingin mandi" mengajaknya untuk keluar dari kamar utama. Ia berfikir, tidak baik bila kedua anaknya berlama-lama didalam sini dalam keadaan yang masih sama seperti saat mereka selesai bercinta. Apa lagi untuk Kwangmin, anaknya itu akan bertanya lebih seputar keadaan dikamar ini. Untung saja si kecil sedang menurut, jadi ia hanya mengikuti mommy cantiknya untuk segera mandi. Saat sampai diambang pintu, badan Hyukjae berbalik menghadap suaminya
"Bersihkan tubuhmu yeobo. Jangan sampai uri aegya bertanya yang tidak-tidak" suaranya hampir berbisik, namun yang diberi pesan bisa mengerti dari pergerakan bibir Hyukjae. Donghae hanya memberi senyuman hangat dan anggukan samar, ia senang kalau isterinya itu benar-benar sangat perhatian
.
Skip time
.
Seusai melaksanakan tugasnya sebagai ibu rumah tangga yang baik, ya tentu mengurus kedua anaknya mandi dan setelah itu sarapan. Kini ia tengah menonton televisi diruang tengah walau tidak dalam keadaan yang nyaman, sedangkan kedua anaknya sudah berlari masuk kedalam mereka, sibuk dengan berbagai mainan milik mereka. Terlihat kepala keluarga dirumah itu keluar dari kamar mengenakan celana pendek serta kaus biru muda bergambar ikan badut sebagai atasannya
Berjalan kearah sang namja cantik yang masih bergerak-gerak ditempatnya membuat si pelaku maupun orang yang melihatnya pun risih. Biar diperjelas, kini Hyukjae tengah berusaha menonton acara kesukaannya dengan salah satu tangannya menyusup kedalam baju bagian belakangnya, membuat baju bagian depannya ikut tersingkap
"Ada apa caghi? Gwaenchana?"
.
T
To the
B
To the
C
.
Hallo lagi reader..
Sesuai janji saya di chapter satu, saya akan update cepat sebisa saya. Mian karena tidak bisa menepati janji saya yang lain yaitu membuat fict ini two shoot ^^. Soalnya pas Zai liat lagi, eh ternyata sudah menembus 2000+ kata. Zai kurang suka akan hal itu.. #curcol euy#
Terimakasih banyak buat reader yang sudah berbaik hati me-review, menjadikan saya maupun fict ini favorite reader. Sekedar penjelasan saja, maksud 'Hiatus Account' itu karena pen name yang sekarang itu berbeda dengan yang sebelumnya ^^. Karena sebelumnya account ini dipegang saudari saya, jadi berganti nama deh. Haha..
Dan maaf juga karena NC-an Haehyuk-nya harus saya undur ke chapter 3. Maaf maaf..
Kenapa diundur? Karena.. jawabannya kembali keatas. Saya kurang suka yang kalimatnya sampai menembus angka 2000. Saya suka cerita yang ringan, seringan permen kapas #whuuz..#
Oya, one more. Inti dari cerita ini ada di chapter 3, yaitu chap terakhir. Okay deh itu aja. Selebihnya terimakasih banyak.. banyak banget deh
Gomapta chinguya~
See ya in next chap
