Yeay!! Chapter 2!! Chapter 2 update!! *jingkrak-jingkrakan gaje*

Hoho... gak nyangka banyak yang shock dengan image Hinata haha... mungkin chapter 3 nya bakal lama soalnya Yui mau balik ke kampus dulu. Mungkin di chapter ini Hinata nggak terlalu OOC. apa perlu ganti genre nih? dari general/romance ke romance/humor ? kalo setuju, jawab di review ya?

Kalo udah selesai baca, jangan lupa review yang banyak ya? *deathglare yang baca, hehe..*

.

*Happy Reading and… Here We Go!!*

.


Disclaimer: Berhubung Masashi Kishimotonya lagi bobok jadi, Narutonya punya Author ya? *di lempar bantal sama Masashi Kishimoto*

Pairing: NaruHina dong dan ada pairing-pairing lainnya yang menunggu.

Summary: Hinata sangat membenci Naruto. Apakah Naruto demikian..?

Warning: AU, OOC banget, gaje, campur aduk, inspirasi dari novel/cerpen buatanku sendiri yang sedikit Yui ubah (masa'?).

.


My Enemy My Love

Author: Yui Hoshina

.


Chapter 2

.

Setelah sekolahnya selesai, Hinata langsung pulang ke rumahnya dengan secepat kilat dan akhirnya sampai juga.

"Otou-san, Hanabi-chan, Neji Nii-san, aku pulang!?" kata Hinata seraya memasuki rumahnya dan langsung menuju dapur.

"Selamat datang..." Sahut Hiashi yang sedang memasak di dapur.

"Otou-san, Neji Nii-san dan Hanabi-chan mana?" tanya Hinata sambil mengambil air dingin di lemari es dan menuangkannya di gelas dan meminumnya.

"Di kamar Hanabi-chan. Memangnya kenapa Hinata-chan?" tanya Hiashi heran.

"Bukan apa-apa Otou-san, aku mau ke kamar Hanabi-chan dulu." Kata Hinata seraya menuju kamar Hanabi yang terletak di lantai 2 dekat tangga. Hiashi hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah putrinya dan melanjutkan acara memasaknya.

Saat Hinata di depan kamar Hanabi, ia mendengar suara-suara aneh di dalam kamar tersebut. Karena penasaran, Hinata langsung membuka pintu tersebut dan terkejut dengan apa yang di lihatnya.

"Ne, Neji Nii-san kenapa?" tanya Hinata kaget melihat wajah Neji penuh dengan jepitan jemuran (?) dan Hanabi hanya diam saja.

"Selamat datang Hinata Nee-chan. Nee-chan mau ikut main?" tanya Hanabi sambil mengeluarkan mainannya yang berupa ular tangga (?).

"Gomenasai Hanabi-chan. Nee-chan nggak ikut tapi... ngomong-ngomong, Neji Nii-san kenapa? Wajahnya kok penuh jepitan jemuran?" Tanya Hinata heran sambil menunjuk Neji yang sedang melepaskan jepitan dari wajahnya plus sweatdropped.

"Itu hukuman buat Neji Nii-san karena kalah main ular tangga. Soalnya kurang seru kalau main seperti biasa. Kalau dihitung-hitung, udah 10 kali Neji Nii-san kalah." Kata Hanabi sambil memperlihatkan sepuluh jarinya.

"Hehe... begitu ya?" ucap Hinata sweatdropped.

"Neji Nii-san..." panggil Hinata sambil tersenyum manis. (ada maunya tuh!?)

"Aku tau Hinata-chan. Tapi, apa kau nggak liat wajahku yang ancur ini? Nii-san gak bisa pergi dengan wajah seperti ini, nanti cewek-cewek pada kabur semua melihat wajah Nii-san. Apa kau tega melihat Nii-san mu yang cakep ini di jauhi orang?" tanya Neji dengan gaya dibuat-buat. (bayangin sendiri aja deh.)

"Dasar narsis! Aku mau sekarang! Nii-san kan udah janji sama Hinata? Janji adalah hutang!" kata Hinata sambil melipat kedua tangannya di depan dadanya.

"Teganya dirimu... ya udah, cepetan sana ganti baju dulu. Nii-san tunggu di bawah." Kata Neji seraya pergi ke ruang tamu yang ada di lantai bawah dan Hanabi mengikutinya.

"Jangan kabur! Siap-siapin uang yang banyak buat aku belanjain!?" teriak Hinata yang ada di lantai 2 pada Neji yang sudah berada di lantai 1 bersama Hanabi. (Uwaaa, Hinata udah ketularan virus Kakuzu nih? *di tendang Kakuzu*).

"Iya!" jawab Neji.

Setelah beberapa menit akhirnya Hinata turun tangga mengenakan kaos ungu lavender lengan pendek dan celana hitam dibawah lutut ditambah rok pendek dengan warna yang senada dengan kaosnya. (bisa bayangin kan?).

"Neji Nii-san, ayo berangkat!" kata Hinata seraya mengambil jaket nya di gantungan dekat tangga. (jaketnya kayak di Naruto Shippuden)

"Iya, Nii-san mau ambil mobil dulu." Kata Neji seraya pergi ke garasi dan meninggalkan Hinata dan Hanabi.

"Mau kemana Hinata-chan?" tanya Hiashi yang tiba-tiba muncul di belakang Hinata dan Hanabi dengan wajah belepotan krim kue (?) dan di tangannya ada adonan kue. Hinata dan Hanabi sweatdropped.

"Aku mau pergi ke Supermarket Konoha dengan Neji Nii-san, Otou-san." Jawab Hinata yang masih sweatdropped.

"Hmm.. begitu? Kau nggak ikut Hanabi-chan?" tanya Hiashi yang mulai mengaduk adonan kue dengan tangannya (?). Hinata memandang Hanabi berharap jawabannya 'nggak' dan sepertinya Hanabi mengerti arti pandangan tersebut.

"Nggak Otou-san. Hanabi udah ada janji dengan Moegi buat main PS 3, game Resident Evil (?) dirumahnya." Jawab Hanabi sambil memberikan senyuman terbaiknya. Terlihat Hinata bernapas lega.

"Hinata-chan! Mobilnya sudah siap!" panggil Neji di depan rumah.

"Cepatlah kalian pergi, Neji sudah menunggu." Kata Hiashi kembali menekuni adonan kuenya dan menuju ke dapur.

"Arigatou Hanabi-chan?" ucap Hinata sambil memeluk Hanabi karena senang.

"I, iya Nee-chan. Cepat sana pergi?" kata Hanabi seraya melepas pelukan Hinata yang terasa kuat.

"Hehe.. gomen Hanabi-chan. Nee-chan pergi dulu ya?" pamit Hinata seraya menemui Neji. Hanabi hanya bisa melambaikan tangan dan secepat kilat mengambil telepon ketika Hinata sudah pergi.

"Telpon Konohamaru ah? Sekalian ngajakin jalan-jalan (baca: kencan). Oh ya, sekalian telpon Moegi buat bikin alibi, hehe..." gumam Hanabi seraya memencet nomor-nomor yang ada di telepon tersebut sambil senyum-senyum gaje.

--##--

Neji dan Hinata sudah sampai di Supermarket Konoha tapi bukan Supermarket biasa soalnya lebih besar dari Mall dan di dalamnya ada toko-toko kecil seperti yang ada di Mall.

"Neji Nii-san, kita ke KFC yuk? Belanjanya nanti aja." Rayu Hinata sambil menyeret Neji ke KFC. Neji hanya pasrah di seret Hinata sambil berkaca untuk melihat mukanya udah kembali semula atau masih ancur dari bekas jepitan jemuran. (Hiee, Neji centil?!)

Saat mereka lagi asyik-asyiknya makan di KFC, tiba-tiba saja ada cewek yang melabrak mereka.

"Neji-kun! Sedang apa kau disini?!" tanya cewek itu yang tak lain dan yang tak bukan adalah Tenten.

"Tenten!? Aku sedang makan ayam goreng." Jawab Neji polos sambil melanjutkan acara makannya. Tenten mau tak mau sweatdropped liat Neji makan.

"Aku tau itu!! Tapi, siapa cewek yang bersamamu ini?!" tanya Tenten emosi sambil menunjuk Hinata yang sedang makan.

"Oh dia? Tenten kenalkan, dia Hinata." Kata Neji memperkenalkan Hinata pada Tenten dengan innocentnya.

"Hinata.." Hinata memperkenalkan dirinya seraya tersenyum manis.

"Tenten!" sahut Tenten singkat.

"Neji-kun! Kau sudah mulai selingkuh di belakangku ya?" tanya Tenten agak emosi.

"Selingkuh? Kapan?" tanya Neji heran.

"Ya sekarang!" kata Tenten.

"Tunggu, tunggu?! Memangnya kau siapanya Neji Nii-san?" tanya Hinata bingung.

"Aku pacarnya! Dan kau nggak boleh dekat-dekat dengan pacarku! You understand little girl?!" kata Tenten sambil mendorong kepala Hinata dengan jari telunjuknya.

"Haahhh?!" Neji dan Hinata terkejut dan saling bertatap muka heran dan....

"Hmpph.. Ha ha ha ha...!!" Neji dan Hinata kemudian tertawa mendengar perkataan Tenten.

"Kenapa kalian tertawa? Ada yang lucu hah?!" tanya Tenten emosi.

"Ha ha ha ha, tentu aja. Kau salah paham, aku nggak berminat jadi pacar Neji Nii-san tapii..." Hinata menggantungkan kata-katanya.

"tapi apa?!" tanya Tenten penasaran.

"Tapi sepertinya.... aku berminat menjadi adik iparmu?" tambah Hinata tersenyum paling manis.

"Ja, jadi kau..."

"Iya Tenten. Ini adikku Hinata." Kata Neji angkat bicara.

"Ta, tapi, nama adikmu kan Hanabi. Kenapa sekarang Hinata? Kau bohong ya?" Tenten bingung.

"Neji Nii-san keterlaluan! Kenapa aku nggak diceritain sih? Tenten Nee-san, Neji Nii-san nggak bohong kok? Aku juga adiknya, mungkin kita nggak pernah ketemu aja." Kata Hinata menjelaskan plus kesal pada Neji.

"Oh begitu. Gomen ne Hinata-chan, tadi aku sempat mencurigaimu. Aku nggak tau kalau kau itu adiknya Neji-kun?" ucap Tenten minta maaf.

"Nggak apa-apa kok Nee-san. Tapi, seandainya aku bukan adiknya Neji Nii-san, aku pasti udah merebut Neji Nii-san dari sisi Nee-san?!" canda Hinata.

"Nggak akan aku biarkan kau merebut Neji-kun dari ku! Lebih baik kau sama Naruto aja?" kata Tenten sambil mengedipkan mata.

"Apa!! si Kumis Kucing itu? Darimana Nee-san tau tentang Kumis Kucing?" tanya Hinata kaget plus kesal.

"Kumis Kucing? Itu ya julukanmu pada Naruto?!" tanya Tenten heran.

"Memangnya kenapa?!" tanya Hinata kesal.

"Nggak apa-apa sih? Tapi sayang, wajahnya kan cakep terus manis banget tapi dijuluki Kucing." Ucap Tenten prihatin.

"Cakep? Manis? Kumis Kucing itu dibilang cakep dan manis? Nggak salah dengar nih, kalau Nee-san mau ambil aja?!" tawar Hinata kesal.

"Yang benar, aku boleh ambil si Naruto? Wah, bisa melakukan pedekate sama dia nih?" kata Tenten bersemangat.

"Apa!! Kau mau pedekate sama Naruto? Terus aku mau diapakan?" tanya Neji emosi.

"He he he... gomen ne Neji-kun? Aku nggak serius kok. Cuma bercanda.." sahut Tenten.

"Tapi bercanda itu ada batasnya!?" kata Neji.

"Maka dari itu aku minta maaf." Kata Tenten lagi.

"Baiklah kalau kau mau di maafkan. Tapi... cium aku dulu?" kata Neji sambil mengedipkan mata.

"Nggak mau! Malu tau, ada Hinata!" tolak Tenten dengan muka merah padam.

"Biarkan saja! Memang aku pikirkan?" sahut Neji cuek.

"Pokoknya nggak mau! Nggak mau!!" tolak Tenten bersikeras.

Hinata bingung dengan tingkah kedua orang itu dan akhirnya angkat bicara.

"Cukup! Sepertinya aku menjadi penghalang disini, sebaiknya aku pergi aja. Selamat bersenang-senang!" ujar Hinata seraya meninggalkan dua insan yang sedang di landa mabuk asmara (?).

Setelah Hinata pergi, kedua orang itupun ngobrol-ngobrol gaje.

"Hinata dewasa banget ya? Mengerti kalau kita pengen berduaan." Ujar Tenten seraya duduk di bangku tempat Hinata.

"Iya. Hinata memang hebat kalau sudah soal cinta tapi aku heran, kenapa sampai sekarang Hinata nggak punya pacar ya? Padahal Hinata kan manis." Kata Neji bingung.

"Biarkan saja. Jodoh nggak kemana-mana kok!" kata Tenten.

"Hmm begitu ya? Mau ayam goreng Tenten?" tawar Neji sambil memberikan ayam goreng yang sudah dimakan (?). (punya siapa tuh?)

"Ogah!" tolak Tenten cepat plus sweatdropped.

--##--

Setelah meninggalkan Neji dan Tenten, Hinata berjalan-jalan di lantai 2 Supermarket Konoha dan merenungi perbuatannya tadi.

"Haah.. bosan juga kalau nggak ada Neji Nii-san?" gumam Hinata menyesal.

"Seandainya aku punya pacar, apa seperti Neji Nii-san ya.. sampai lupa waktu?" gumam Hinata lagi.

Karena keasyikan dengan lamunannya, Hinata tidak menyadari seseorang yang mengikutinya dari tadi dan orang tersebut mendekati Hinata dan menepuk pundaknya.

"Hei Princess Hinata! Lagi sendirian ya?" teriak orang tersebut yang tak lain adalah Naruto.

"Naruto-kun?" sahut Hinata datar.

"Waaa, tumben nggak teriak-teriak? Kau kenapa?" tanya Naruto yang sekarang berjalan di samping Hinata, dan kalau dilihat-lihat mereka seperti pasangan yang sedang berkencan. (tapi tetep aja, Hinata nggak nyadar atau lebih tepatnya cuek)

"Bosan!" jawab Hinata singkat.

"Kenapa?" tanya Naruto lagi.

"Neji Nii-san ketemu pacarnya dan sekarang aku sendirian karena nggak mau mengganggu mereka." Curhat Hinata.

"Hmm.. begitu ya? Kalau begitu, temani aku jalan-jalan ya?" ajak Naruto sambil tersenyum manis.

"Kemana?" tanya Hinata bingung.

"Ada deh?!" jawab Naruto dengan senyuman penuh rahasia dan menarik tangan Hinata untuk mengajaknya pergi.

"Haaah..??" Hinata pasrah saja ditarik Naruto sekaligus bingung akan kemana Naruto membawanya.

Ternyata, Naruto mengajak Hinata di salah satu toko di lantai 5 (?) yang banyak sekali menjual boneka-boneka besar dan lucu.

"Kau pilih aja yang kau suka?" tawar Naruto sambil memasuki salah satu toko tersebut yang bertuliskan 'Money Doll' (?).

"Yang benar? Kalau aku ambil yang paling besar gimana?" tanya Hinata.

"Nggak apa-apa, ambil aja?" jawab Naruto (Wuih, Naruto banyak duit nih?).

Hinata pun mengelilingi toko tersebut untuk mencari boneka yang menarik hatinya kemudian matanya tertuju boneka besar berwarna putih yang mempunyai ekor sembilan. Akhirnya Hinata memutuskan bahwa boneka 'kyuubi putih' itulah yang di belinya (sebenarnya Naruto yang beli, hehe).

"Naruto-kun, kalau yang ini gimana?" tanya Hinata sambil memeluk boneka kyuubi itu sambil tersenyum senang. Naruto mau tak mau blushing dengan wajah manis Hinata.

"Boleh. Kita ke kasir bayar boneka itu yuk." ajak Naruto seraya ke kasir dan menyembunyikan wajahnya yang memerah.

"Naruto-kun? Kau nggak beli sesuatu?" tanya Hinata seraya mengikuti Naruto.

"Nggak! Aku nggak terlalu suka dengan boneka lagipula aku kan anak cowok." Jawab Naruto enteng.

"Yah, padahal tadi aku lihat ada boneka kyuubi satu lagi berwarna orange. Kan bisa pasangan?" ujar Hinata pasrah.

"Kau mau pasangan denganku? Ma, maksudku dengan boneka kyuubi itu?" tanya Naruto berbalik arah menghadap Hinata dan H2C (harap-harap cemas).

"Yah, soalnya boneka kyuubi itu cocok banget dengan Naruto-kun. Tapi apa boleh buat kalau kau nggak suka boneka?" ujar Hinata pasrah (lagi).

"Ka, kalau kau bersikeras, aku akan membeli boneka itu." Kata Naruto berusaha menyembunyikan semburat merah di wajahnya.

"Yang benar? Kalau gitu, aku ambil dulu bonekanya dan kau pergi ke kasir dulu?" kata Hinata senang seraya pergi ke bagian boneka yang di ambilnya tadi.

"Nggak aku sangka, ternyata bisa berpasangan juga dengan Hinata?" gumam Naruto tersenyum lembut dan pergi menuju kasir.

Setelah Hinata membawa ke dua boneka kyuubi itu ke kasir, Naruto segera mengambil dompetnya.

"Seratus lima puluh ribu!" kata orang yang menjadi kasir. Naruto terkejut dengan perkataan orang itu, bukan karena harganya yang mahal tapi harga yang nggak sesuai dengan harga boneka kyuubi.

"Seratus lima pulu ribu? Harga boneka ini masing-masing lima puluh ribu kan? Jadi seharusnya seratus ribu?!" protes Naruto pada kasir itu yang punya mata ijo dan memakai cadar (taukan siapa?).

"Heh! Yang lima puluh ribu lagi itu pajak toko ini tau!? Mau bayar atau nggak?" kata kasir itu yang tak lain adalah Kakuzu.

"Iya, iya.." sahut Naruto pasrah seraya mengeluarkan uang 150.000 dari dompetnya.

Setelah keluar dari toko itu yang bernama 'Money Doll' , mereka berdua langsung turun dari lantai 5 ke lantai 1 dengan menggunakan lift. (wuih, canggih juga ni supermarket).

"Parah!? Pajak aja kok bayarnya lima puluh ribu? Pemiliknya mata duitan." Gerutu Naruto pasrah sambil membawa kresek berisi dua boneka kyuubi.

"Nggak apa-apakan Naruto-kun? Sekali-kali kesana kan nggak masalah?" hibur Hinata.

"Yah, sekali-kali aja?! Sekarang, kita mau kemana?" tanya Naruto.

"Pulang aja." Jawab Hinata singkat.

"Ya udah, aku ambil mobil dulu dan kau tunggu aja di tempat parkir?" kata Naruto sambil memberikan tas kresek berisi boneka pada Hinata.

"Iya!" sahut Hinata dan seraya pergi ke tempat yang di tuju.

.

.

~Tsuzuku~

Yui: Yeay! Akhirnya chapter 2 publish juga! Sekarang Yui pengen ngebales review dulu ah? Oi, Naruto, Hinata, Neji, Tenten tolong balesin review dari fans gue nih!? *digaplok reviewer dan Naruto, Hinata, Neji, dan Tenten*

Naruto: Dasar Author rese'! Elo apakan Hinata gue sampai ia benci banget sama gue!? *nodongin kunai*

Yui: Ya elah Naru-chan? Itu kan Cuma cerita, sekarang balesin review fans gue dulu!? *lemparin berkas-berkas ke Naruto*

Naruto: Dasar Author nyebelin! Ya udah gue balesin review dulu dari Rhyme A. Black, nggak nyangka Hinata bisa ngebentakin dan teriak-teriak ke gue ya, Authornya emang sadis. Terus soal Neji katanya muncul darimana? Hmm... gue kurang tau? Woi Neji! Elo munculnya darimana sih? *teriak pake toa*

Neji: Berisik!? Namanya aja gue muncul tiba-tiba di belakang Hinata, jadi ya dibelakang Hinata. (alasan apaan tuh?)

Naruto: Ooo, gitu ya? Kalau gitu, yang kedua Tenten aja nih yang baca? *nyodorin kertas*

Neji: Nggak, gue aja! *ngerampas kertas yang disodorin*

Neji: Dari Kenbishi Tori-Chan, nggak nyangka kalau gue dan Hinata kelewat OOC? Woi Author! Apaan nih? *Kaiten Yui*

Yui: Kyaaa!!! *tepar*

Tenten: Yang ketiga aku ya? Dari Kuroi5, reviewnya lucu ya? Shock banget dengan image Hinata yang kelewat OOC, haha... kalau chapter ini, shock nggak?

Naruto: Oke! Sekarang giliranku! Dari TaMuRaMarO Fujimaki, lho? Apa ini!! Hinata my love? Hinata itu milikku tau! Enak aja sembarangan manggil my love Hinata! *remas-remas kertas*

Hinata: Su, sudah Naruto-kun? Itu kan Cuma review aja. Aku lanjutin review dari Tamuramaro fujimaki, arigatou buat reviewnya dan sudah menjadi pendukung NaruHina ya? *bawa Naruto kebelakang panggung*

Neji: Aku dulu,Dari Light Sapphire-Chan, emang sih image Hinata super OOC tapi gue nggak rela! Kembalikan Hinataku?!!?! *mukul-mukul Yui*

Yui: Kyaaa! Sakit Neji! Makasih atas informasinya Light!? *ngacir takut di pukul Neji*

Hinata: Aku baca review Karinuuzumaki, fanficnya kependekkan ya? Kalau yang ini gimana?

Tenten: Ok, aku baca review dari Miuvizle Milkharu dulu ya?

Yui: Wait!! Kalau review itu, aku aja yang bales! Buat Miu-chan, makasih udah review fanfic Nee-chan ya.. apalagi muji-muji fic nya yang makin bagus aja. *ditimpuk sepatu saking narsis dan sok ketuaan*

Tenten: Kalau gitu aku baca review dari Natsumi diculik Miyabi, pengen lebih jelas musuhannya ya? Kayaknya, di chapter ini nggak terlalu deh?

Yui: Chapter depan ada! Jadi tunggu aja ya?

Naruto: Reviewnya udah abis nih, kita pulang dulu ya? *narik Hinata*

Neji: Gue juga pengen pulang, kangen masakan Hinata-chan. *ngacir*

Tenten: Yui-chan, kita pulang dulu ya? *ikutan ngacir bareng Neji*

Yui: Iya.. eh tunggu! Masih ada review nih? *sweatdropped*

Yui: Ya udah, Aku bacain aja deh. Buat Shinomori Naomi yang review lewat sms, arigatou buat reviewnya tapi kenapa smsku nggak di bales sih?

A/N: sebenernya ini gak terlalu penting, yui pengen tau gimana pendapat kalian tentang Yui? Jawab di review ato PM bisa kok? Apalagi kalo lewas sms, hehe..

REVIEW PLEASEE!!! ^^