Selama ini kita sangat menyukai boneka karena bentuknya yang imut dan lucu. Tapi, apa jadinya kalau yang mereka datangi adalah boneka yang memiliki sebuah keanehan?

...

...

Mystical Doll

...

SasuSaku, GaaSaku, NaruHina, SaIno

Warning : GaJe, OOC, Bad EYD, typo.

Don't like? Don't read !

Ganre : Romance, Mystery,Horor.


Chapter 2

Normal Pov

Sudah 5 menit Ino dan Hinata tidak kembali-kembali lagi. Membuat semuanya menjadi sangat khawatir.

"Kenapa Ino dan Hinata lama sekali?" Tanya Gaara bersandar di dinding dekat sebuah lemari kayu ukuran sepinggang orang dewasa.

"Iya, 5 menit lagi Kuil ini akan di tutup." Bukannya menjawab, Sakura malah mengingatkan teman-temannya.

"Kalian tunggu saja di sini. Aku akan menyusul mereka berdua." Kata Sai berdiri dari tempatnya duduk. Baru selangkah Sai berjalan tiba-tiba seseorang menariknya.

"Aku ikut Sai. Hinata-chan kan tanggung jawabku." Kata Naruto melepaskan pegangannya dari lengan Sai. Sai hanya membalasnya dengan senyuman dan menganggukkan kepalanya. Ternyata, walau secuil keberaniannya tentang hal-hal mistik Naruto tetap pria yang bertanggung jawab. Naruto dan Sai pun pamit untuk mencari Ino dan Hinata.

...

...

^0^...Mystical Doll...^0^

...

...

Sakura Pov

Saat Sai dan Naruto pergi untuk mencari Hinata dan Ino, kulangkahkan kakiku menuju ke arah boneka Okiku. Entah kenapa setiap melihat boneka tersebut membuatku seperti ingin menolongnya dari sesuatu, sesuatu hal yang sangat menyeramkan.

Saat ini aku berdiri di depan boneka Okiku itu. Entahlah sudah berapa lama aku menatapnya terus menerus.

'Rambutnya indah sekali.' Kataku dalam hati. Entah apa yang merasukiku sehingga dengan beraninya tanganku ingin menyentuh rambut boneka itu.

Sedikit lagi...

Sedikit lagi...

Tinggal 5 senti lagi tanganku ku bisa menyentuh rambutnya, tapi tiba-tiba tanganku berhenti ketika melihat boneka tersebut ... tersenyum kearahku.

"AAAKKHHH" Teriakku dan jatuh terduduk.

...

...

^0^...Mystical Doll...^0^

...

...

Normal Pov

"AAAKKHHH" Tiba-tiba Sakura berteriak dan jatuh terduduk membuat 2 pria lainnya yang berada di dalam ruangan itu menjadi panik dan menghampiri Sakura.

"Kau kenapa Sakura-chan?" Tanya Gaara khawatir.

"I..i..tu." Bukannya menjawab Sakura malah menunjuk Boneka Okiku dengan gemetaran karena takut.

"Kenapa dengan boneka itu?" Tanya Sasuke memperhatikan boneka yang di tunjuk Sakura dari atas kepala sampai bawah kaki.

"Boneka itu tersenyum kearahku. Aku tidak bohong. Suer." Jawab Sakura ketakutan sambil memegang tangannya di depan dada.

"Sudalah Saku, tak usah takut. Ada aku di sini." Kata Sasuke menenangkan Sakura sambil mengusap kepalanya dengan lembut. Di perlakukan seperti itu dengan Sasuke, Sakura hanya menganggukkan kepalanya. Tapi, Gaara kelihatanya sangat tidak menyukai perkataan Sasuke barusan dan ia mengambil kesempatan untuk membantu Sakura berdiri dan duduk di bangku yang tidak jauh dari sana.

"Kok mereka lama sekali yah? Aku yakin sebentar lagi Kuil ini akan di tutup." Kata Gaara yang mulai khawatir dan melihat keluar jendela untuk memastikan apakah Kuil ini sudah tertutup atau belum.

"Tunggulah sebentar lagi. aku yakin mereka akan kembali." Jawab Sasuke memasukkan kedua tangannya di dalam saku celana.

...

...

^0^...Mystical Doll...^0^

...

...

Di lain tempat namun di waktu yang bersamaan, Naruto dan Sai berjalan menuju toilet yang berada di dalam Kuil ini.

"Sepertinya kita tersesat deh Sai. Soalnya aku yakin kalau kita sudah melewati ruangan ini tadi." Kata Naruto yang mulai khawatir.

"Hmm, menurutku juga begitu." Jawab Sai dengan entengnya. Yang membuat Naruto kesal setengah mati.

"AAAKKHH!" Tiba-tiba mereka berdua mendengar suara jeritan dari arah yang berbeda.

"Hinata-chan?"

"Ino?"

Dan merekapun berlari kearah yang berbeda dan terpisah.

...

...

^0^...Mystical Doll...^0^

...

...

Hinata Pov

Kubuka perlahan-lahan pintu itu, dan kulihat kamar bayi yang tak terlalu kelihatan olehku karena kamar itu gelap.

"Ueeekk...Ueeekk..Ueekk..." Suara tangis bayi terdengar lagi di gendang telingaku, dan aku yakin jika tangisan itu berasal dari ranjang bayi. Kulangkahkan kakiku mendekati ranjang itu. Samar-samar aku melihat seorang bayi di dalam keranjang bayi.

"Kenapa ada bayi di sini? Kemana ibunya?" Tanyaku entah ke siapa. Saat ku perkecil jarakku ke keranjang bayi itu dan ingin mengambil bayi di dalamnya, tiba-tiba bayi tersebut tertawa dan memperliahatkan wajahnya.

"AAAKKKHHH."

...

...

^0^...Mystical Doll...^0^

...

...

Ino Pov

BRUK' BRUK' BRUK'

Ku dengar suara benda jatuh yang tak jauh dari tempatku berdiri. Aku yakin sekarang wajahku tambah pucat. Segera kuambil handphone yang berada di dalam saku celanaku. Segera kunyalakan dan mengarahkan cahayanya ke asal suara melihat seorang anak kecil yang sedang melempar shampo dan benda-benda yang ada di situ ke arah lantai. Merasa terganggu dengan cahaya handphoneku anak itu berhenti melakukan aktifitasnya dan menggerakkan kepalanya kearahku. Dan...

"AAKKKHHH!"

...

...

^0^...Mystical Doll...^0^

...

...

Sai Pov

Kupercepat lariku. Dan sekarang aku berada di depan sebuah pintu.

"AAAKKHH. TOLONG AKU!" Kudengar suara Ino yang menjerit di dalam. Dengan sekuat tenaga, kudobrak pintu itu berkali-kali. Dan ...

HAP' pintunya terbuka. Kunyalakan lampu dan melihat Ino yang terduduk di samping pintu dengan wajah yang sangat pucat.

"Apa yang sudah terjadi?" Tanyaku khawatir. Tapi tak kudengar Ino menjawab pertanyaanku ia malah melihat lurus ke depan. Kuikuti arah pandangannya dan Yap betapa terkejutnya saat aku melihat seorang anak berambut hitam dengan wajah pucatnya sedang berdiri beberapa meter di dekat kami.

"I..i..itu seperti Okiku?" Tanyaku syok. Kenapa bisa Okiku ada di sini, padahal baru-baru ini dia sedang tersimpan rapi di ruangan depan. Dan hei apa yang sedang di pegangnya itu? benda berkilau seperti...pisau?

'Kami harus keluar dari sini sebelum nyawa kami berdua melayang begitu saja.' Kataku dalam hati. dan tanpa ba-bi-bu lagi ku gendong Ino dan belari keluar dari toilet.

...

...

^0^...Mystical Doll...^0^

...

...

Naruto Pov

Aku berlari menaiki anak tangga walaupun sesekali aku hampir terpeleset tapi aku tak memperdulikannya.

"AAAKKHHH." Aku mendengar Hinata menjerit dari dalam salah satu kamar. Segera kumasuki kamar itu. setelah sampai kulihat Hinata yang sedang terduduk di lantai sambil gemetaran. Kuhampiri dia dan berkata.

"Kau kenapa Hinata-chan?" Tanyaku khawatir sambil mengusap-usap punggungnya.

"Naruto-kun." bukannya menjawab dia malah memelukku sekuat tenaga.

"Ayo kita kembali ke teman-teman. Kuil ini akan segera di tutup." Kataku dan menopangnya untuk berdiri dan berjalan keluar kamar itu.

...

...

...

Normal Pov

Naruto dan Hinata berjalan keluar kamar tanpa mereka sadari jika ada sepasang mata yang melihatnya dan tersenyum licik.

...

...

^0^...Mystical Doll...^0^

...

...

Sasuke, Sakura dan Gaara sudah kelelahan menunggu teman-temannya di ruang utama, dan mereka menyadari kalau di sekeliling mereka ada hawa yang tak mengenakkan.

"Kenapa perasaanku jadi tidak enak yah?" Tanya Gaara sambil memegang belakang lehernya.

"Hmm." jawab Sasuke singkat. Yah, Sasuke juga merasakan hawa di sekelilingnya, terlebih lagi di sekeliling boneka Okiku itu. tiba-tiba suara langkah kaki membuat ketiga sahabat itu tersentak dan melihat asal suara itu.

"Hah Hah maaf kami lama Hah Hah." Kata Sai kecapean sambil mendudukkan Ino di bangku di sebelah Sakura duduk.

"Apa yang sudah terjadi pada kalian berdua Sai? Kenapa kau berkeringat? Tidak mungkinkan kalian mengadakan lomba lari maraton di dalam sana." Tanya Sasuke sambil menaikkan sebelah alisnya heran.

"Semua ini karena dia." Jawab Sai sambil menunjuk kearah boneka Okiku itu. yang lain tidak mengerti dan menyuruh Sai menceritakannya lebih detail. Setelah Sai menceritakannya wajah sahabat-sahabat yang lainnya menjadi pucat.

"Cih sialan." Kata Sasuke geram sambil mengepal kedua tangannya di dalam saku celana.

"Ino-chan? Kau baik-baik saja kan?" Tanya Sakura khawatir sambil memegang bahu Ino. Ino hanya menganggukkan kepalanya.

"Hanya sedikit syok." Jawabnya singkat.

"Terus Naruto dan Hinata kemana?" Tanya Gaara saat dia tak melihat sepasang kekasih itu.

"Woy, maaf aku lama." Tiba-tiba Naruto datang dan menyegir seperti biasa.

"Kalian dari mana saja?" Tanya Gaara.

"Maaf kami tadii—" Sebelum Naruto menyelesaikan perkataannya tiba-tiba Ino memotong pembicaraannya.

"Apa kau juga bertemu Okiku, Hinata?" Dan Hinata syok mendengar pertanyaan Ino barusan, dengan hati-hati dia melirik ke arah boneka Okiku yang tersimpan di tempatnya dan menganggukkan kepalanya. Tanpa di suruh Hinata langsung menceritakan kejadian yang barusan ia alami.

"Ja..Jadi tadi itu kau bertemu boneka setan itu Hinata-chan?" Tanya Naruto panik dan wajahnya berubah menjadi pucat.

"Apa mungkin Okiku itu gentayangan di Kuil ini?" Tanya Sakura angkat suara sambil memperhatikan boneka yang menurutnya lucu itu.

"Karena aku yakin jika dari tadi boneka tersebut di situ terus tak pernah kemana-mana." Lanjutnya dengan mentap horor boneka itu.

"Sebaiknya kita pulang saja dulu. Kita ceritakan semua ini di Villa." Usul Gaara, dan yang lain hanya mengiyakan saja.

Dan merekapun pulang tanpa mereka sadari seseorang berbicara dari arah boneka itu.

"Sampai ketemu lagi kakak-kakak. Hihihi."

...

...

...

^^Bersambung^^


Maafkan aku karena ceritanya pendek atau mengecewakan kalian, apalagi kalau banyak typo di dalam ceritanya. kalian mau tahu kenapa? because, banyak sekali tugasku... hiks..hiks.. ternyata tugas di minggu-minggu akhir penaikan kelas lebih banyak di banding hari-hari biasa.

balasan review:

risalvani1, Bakpao, Hito sekkekkyu, Mia Rinuza, Cherry12-ID, Blue-senpai : ini sudah update. terima kasih banyak sudah menyempatkan diri untuk membaca dan mereview dan jangan sungkan untuk review lagi yah*plak*

Eysha CherryBlossom : Haha, iya aku salah. terima kasih atas pemberitahuannya:)

Aki Yuki Haru : kurasa kita sama. saat ingin mengetik chapter 4 cerita ini selalu saja merinding sendiri padahalkan tidak ada apa-apa. jadinya langsung off kan leptop dan kabur dari dalam kamar. hahaha*Author gila*

Guest : chapter-chapter awal ku rasa tidak terlalu menyeramkan. tunggu saja di chapter-chapter puncaknya^^

Arigatou semua:)