A/N: CHAPTER SATU DISINI! Wuahahahaha :D! A/N ini saia pake buat bales anoymous review, A/N lengkapnya di bawah.
Neo Kaze-Hime: ahaha :D Makasih, makasih. Buhahahaha. *ketawa nggak jelas* Iya, biar tobat ni makhluk semua. Ada dong, di chapter ini udah aku masukin, kerasa gak?
Yami No Sora Facebook: makasih XD Wah, sayangnya, ntar-ah, ini namanya ngasih spoiler. Nikmati sajalah XD *dilempar ke luar angkasa*
Akhirkata, UENJUOY!
Disclaimer: TIDAK! Di chapter 1 saia lupa disclaimernya! Maaf! Kingdom Hearts punya Square Enix ples Disney! Bukan punyaku! Dan lagu-lagu yang muncul di sini, jelas bukan punya saia...
Warning: OOC, cerita dan humor guaring pol dapat mengganggu kesehatan jiwa para readers. Ada AkuRokunya XD!
Chapter 1-Sahur ala Xemnas dan Puasa Hari Pertama
Pagi-pagi, jam 1 dini hari, Xemnas bangun dengan semangat dan memasak untuk sahur para bawahannya. Dia memasak oseng-oseng tauge untuk sayur, nasi untuk makanan pokok, ikan mblalak (Belanak) untuk daging. Diekspornya bahan-bahan itu dari Indonesia. Di The World That Never Was kan nggak ada tauge sama Belanak (1).
Dia mulai mencincang cabe rawit dengan tangan tidak terampilnya, dan tangannya berkali-kali terkena pisau dapur yang kebetulan diasahnya dengan tajam. Dia lanjut aja, mencincang cabe sampai-sampai dapurnya seperti TKP pembunuhan berantai. Penuh darah.
Jam 03.00
"SAHUUUURRRR, SAHURRR!" tek tek tek! "SAHUUUUUUUUR, SAHUR!" tek tek tek! "SAHUUUUUUUUUUURRRR, SAHUR!" tek tek tek!
Ada apa itu rame-rame? Oh, rupanya Xemnas sedang membunyikan kentongan sambil berteriak "Sahur, sahur!" untuk membangunkan para anak buahnya yang sedang bermimpi indah maupun tidak indah. Oh, indahnya. Kentongannya dapet dari mana, ya?
Merasa tidak ada yang keluar dari kamarnya, Xemnas langsung mendatangi kamar mereka satu-satu. Karena kamar mereka berurutan dan sederet genap sederet ganjil (2), dia masuk urut nomor dengan zig-zag. Pertama, dia memasuki kamar Xigbar selaku nomer dua.
"XIGGY! BUANGUN! SAHUR! SAHURRRRRR!" teriak Xemnas riang gembira pakai TOA. Xigbar yang sedang mimpi nggak jelas kaget terjatuh dari tempat tidunya.
"EMAK-oh, Lord Xemnas. Ada apa membangunkanku pagi hari begini?" tanya Xigbar. Xemnas melayangkan deathglare, lalu memukul kepala Xigbar pakai TOA yang dibawanya.
"Sahur bo'! Udah jam 3 jeng. Bantuin gue mbangunin yang lain kek. Aku pukhul kenthongannya aja pada ndak bangun. Malah ngorok (Jawa: artinya mendengkur) kabeh. Pada bikin danau Toba nih kayaknya." kata Xemnas dengan logat berbeda-beda. Pertama logat banci, terus gaul, terus Bali, terus Jawa, terus Sunda *?*. Xigbar sweatdrop melihat kelakuan atasannya itu.
"Err... Baiklah." kata Xigbar nggak yakin. Xemnas tersenyum senang, lalu keluar kamar Xigbar sambil menyanyi lagu Kebunku. Xigbar makin meragukan kesehatan jiwa atasannya.
'Lupakan, sekarang aku bantuin Lord Xemnas aja. Kayak orgil tuh orang lama-lama. Takut aku.' batin Xigbar sambil mulai memasuki kamar anggota lain satu persatu, mengambil bantal yang sedang mereka tiduri dan berkata "Bangun." dengan nada yang sadis dan tidak berperikenobodyan (?).
Setelah semua bangun, tinggal Roxas yang masih setengah sadar di kamarnya. Setengah sadarnya pun gara-gara denger Marluxia jatuh dari kasur.
Xigbar memasuki kamar Roxas dengan kasar dan tidak senonoh, membuat Roxas yang setengah sadar jadi seratus persen sadar.
"Bang-oh, udah bangun." gumam Xigbar pelan. Roxas duduk dari posisinya semula, yakni tidur sambil memeluk guling. Dia mengusap-usap matanya karena masih mengantuk, membuat Axel yang diam-diam mengintip di luar menjadi blushing. 'Ampuni akuuuuuu! Roxie emang imut...' batin Axel sambil senyam-senyum sendiri, nggak jelas.
"Ngg~ Sahur ya?" tanya Roxas sambil berdiri. Xigbar mengangguk sambil berjalan ke luar dan menuju ruang makan. Axel langsung ngeloyor ke ruang makan, meninggalkan TKP OVJ, eh salah, maksud saia kamar Roxas.
Roxas berjalan keluar bersama Xigbar ke meja makan, di mana yang lainnya sudah menunggu mereka berdua di sana. Mereka berdua memasuki ruang itu lalu duduk di kursi sesuai nomornya.
Tak lama kemudian, Xemnas datang sambil membawa 'Lauk' sahurnya. Semuanya yang ada di situ melongo melihat 'Lauk' yang dibawa Xemnas.
Xemnas cuma membalas tatapan mereka dengan senyun (nggak) innocent, yang sukses membuat Larxene muntah di tempat.
"Idiiiih~ Jangan gitu dong~ Eike kan cuma bawa lauk~" kata Xemnas dengan nada banci. Duh, sejak kapan Xemnas jadi banci? Seram kale. Xemnas kemudian meletakkan dua piring agak besar yang berisi...
Tunggu. Masakan apa itu?
Piring pertama, yang maunya oseng-oseng tauge jadi lebih mirip oseng-oseng arang. Warna cabenya hitam kelam, taugenya juga gosong.
Sementara itu, piring yang lain lagi, yang maunya ikan belanak, sudah nyaris tidak diketahui bentuk aslinya. Hancur lebur, gosong, aneh lagi.
"Uh... Pak (?) Xemnas, itu apa?" tanya Roxas, wajahnya menunjukkan ketidakseleraan yang amat sangat.
"Pokoknya lah, sekarang cepat dimakan dulu, sudah jam 3.15! Imsaknya jam 4(3)! Cepet!" kata Xemnas sambil membagikan piring berisi nasi putih yang alhamdulillah normal dengan cepat kilat.
Sahur buatan Xemnas sukses membuat semuanya pingsan setelah sahur.
Pagi, 07.00
"Baiklah semua, sudah sadar semua kan?" tanya Saix yang sedang memegang papan laporannya. Dilihatnya makhluk-makhluk di depannya yang lemes semua, tentu gara-gara sahur buatan abang Xemmy kita.
Mari kita rekam wajah mereja satu-satu. Xigbar terlihat masih mules, Xaldin wajahnya gak ada ekspresi, Vexen beku (?), Lexeaus pucet, Zexion biasa aja, Saix sendiri masih agak mual, Axel kepalanya tiduran di bahunya Roxas (enak, author juga mau... *dibakar*), Demyx senderan di belakang Lexeaus, Luxord wajahnya kayak kartu (?), Marluxia malah bermawar-mawar ria, Larxene terlihat bete, dan Roxas... Pucet dan nahan berat kepalanya Axel. Malangnya (?).
"Sudahlah, lupakan kejadian tadi pagi. Puasa bukan berarti kalian bebas tugas. Kalian masih harus membasmi para Heartless." lanjut Saix.
"Terusin aja Ix (?), biar kita gak nganngur..." kata Larxene sebal.
"Eits, puasa nggak boleh marah lho, Larx." kata Axel, masih tiduran di bahunya Roxas. Roxas sendiri sebenernya udah nggak kuat nahan kepalanya Axel, tapi dianya sendiri seneng, jadi dibiarin aja. Ciecie.
"Baiklah. Xigbar, kau bertugas dengan Lexeaus, basmi Heartless di Twilight Town sajalah. Xaldin dengan Larxene, di Agrabah. Vexen dengan Marluxia di Hollow Bastion, Zexion dan Demyx di Twilight town juga, Axel dan Roxas di Halloween Town merangkap Christmas Town, Luxord dan aku di The Lands of Dragons. Baiklah, sana!" perintah Saix dengan nada mengusir.
"Baiklah, komandan!"
Xigbar dan Lexeaus, Twilight Town, jam 08.00.
"Puanasnye!" teriak Xigbar dengan nada Upin-Ipin-Upon (?). Sementara itu Lexeaus mematung di sebelahnya.
"Panas-panas gini kok tugas sih? Males aku!" kata Xigbar sambil marah-marah gak jelas.
"... Xigbar, puasa nggak boleh marah..." kata Lexeaus singkat.
"Iya tau, cuma kok panas gini sih?" geram Xigbar.
"... Xigbar, puasa nggak boleh marah..." ulang Lexeaus lagi. Xigbar mengerutkan alisnya.
'Ealahdalah... Ni anak nggak bisa ngomong yang lain kali ya? Tauk lah.' batin Xigbar. Dia lalu mengeluarkan senapannya dan mulai bermain-main dengan Heartless numpang lewat. Tunggu, memangnya di Twilight Town ada Heartless? Seinget saia adanya Dusk.
Dor. Dor. Dor. Dor dor. Dordordordordor. Dorrrrr!
Hayner yang sedang nyaman-nyamannya makan es krim mulai terganggu dengan suara senapan Xigbar. Dia membuang stik esnya, lalu berlari ke sumber suara.
"Berisik!" teriak Hayner setelah berhasil mencapai TKP. Dia sweatdrop melihat Xigbar duduk dan asik bermain-main dengan Heartless-heartless yang numpang lewat, sementara Lexeaus cuma melempari batu ke arah Heartless-heartless numpang lewat yang lain. 'Mereka ini makhluk apaan sih? Terus mereka siapa...? Gayanya gak jelas...' batin Hayner, masih sweatdrop. Xigbar menoleh, menyadari adanya Hayner di TKP.
"Halo, boy. Sedang apa kau di situ? Mengintip saja kau, boy." kata Xigbar, yang mendadak logatnya jadi seperti Pegasus di seri manga dan anime Yu-Gi-Oh!. Nyasar ih.
"Ah, ndak, lupakan..." kata Hayner, lalu berbalik sambil bersiul-siul nggak jelas. Dia kelihatan meragukan keaslian (?) kedua makhluk nggak jelas itu. Makin takut, Hayner langsung kabur ke Usual Spot.
Kasihan sekali kau, Hayner...
Xaldin dan Larxene, Agrabah, 10.00.
Yah, yang author bayangkan, Agrabah itu panas. Makanya, Larxene ribut sendiri.
"GRAH! PANAS! Kenapa aku kebagian tempat panas gini pas puasa, sih?" teriak Larxene prustasi. Xaldin malah mainan angin.
"Sho~bi do~ba shalala~" Xaldin bersenandung kecil. Dia menyanyikan lagunya Gazille dari Fairy Tail yang judulnya Best Friend, tapi hanya bagian Shobidoba-nya saja.
"Sho~bi do~ba shalala~" Xaldin bersenandung lagi. Tau-tau dia nari-nari nggak jelas sendiri. Larxene sweatdropped di tempat.
"Suaramu fals." gumam Larxene. Xaldin cuek aja, tariannya makin nggak jelas. Nyanyiannya makin fals, suaranya yang aslinya jelek makin memperburuk hatinya Larxene.
"Diem sedikit napa?" protes Larxene, marah. Xaldin berhenti menari, tapi goyang pinggul.
"Pu-a-sa-ndak-bo-leh-ma-rah~ Sho~bi do~ba shalala~ La~ Laaaaa~" kata Xaldin sambil nyanyi-nyanyi nggak jelas. Larxene tambah bete.
"TAUK AH!" teriak Larxene, dia menyiapkan senjatanya, dan...
!
Oh, Xaldin, malang kali nasibmu.
Vexen dan Marluxia, Hollow Bastion, 11.00.
Seperti yang kita tahu, di Hollow Bastion itu setan-emm, maksud saia Heartlessnya itu banyak. Jadinya Vexen dan Marluxia terhitung sibuk, tapi sebenarnya. Lho? Kok 'Sebenarnya'? Mari kita tengok di TEE-KAAA-PEEE!
"Terlenaaa~ Ku therrrlenaaa~" Marluxia bersenandung senang sambil membawa bunga-bunga nggak jelas. Vexen malah goyang patah-patah. Kok mereka nggak membasmi Heartless?
Ups, rupanya Heartlessnya pada takut ngelliat Marluxia sama Vexen yang lagi konser orang gila. Wong Marluxia nyanyi lagu Terlena, Vexen nari patah-patah, habis itu nari samba, terus lagi tau-tau tari robot (?). Nggak jelas, Heartlessnya pada takut nyerang.
"Masih terngiaaaang~ Ditelingakuuuu~ Bisiiiiiiik~ Cintamuuuu~ THERLHENHAAAAAA~ AAAA~ AAAA~ KU THERLHENAAAAAA~!" Konser duet geje itu makin gak jelas. Vexen pake roll depan, roll belakang, senam SKJ duaribudelapan, dll yang nggak bisa diitung sebagai menari.
Cloud yang berada agak jauh dari TKP penarian (?) itu, merasa bingung, kenapa Heartless di wilayah situ jadi agak banyak. Yah... Heartlessnya kan pada ngungsi.
Setelah melawan sekitar seribu Heartless (banyaknya..), Cloud kelelahan, lalu mengusap keringatnya dengan efek "Sssshhheeeeeet~" seperti yang di Re:CoM(4). Akhirnya dia menyadari kalau ada yang sedang konser dengan nggak jelas, mengingat lagunya dangdut dan yang menari geje.
"Ter... Na... Ku... Na..." Hanya itu yang didengar Cloud dari jarak segitu. Dia jadi penasaran, lalu melanjutkan langkahnya dan suaranya makin jelas.
"Terlena... Ku terlenaaaaa..." Dari situ masih terdengar pelan, karena pengaruh lorong (?) yang agak panjang. Cloud tertarik, lalu makin mendekat. Suaranya makin keras. Setelah berjarak sekitar 50 meter dari TKP, Cloud menyembunyikan dirinya supaya nggak ketahuan, dan kaget, cengo, kejang-kejang, sekarat, ketemu Sephiroth, bangun lagi, gara-gara melihat duet geje yang sekarang diiringi tarian pada Dusk dan Assasin. Cloud yang sekarang bersembunyi di tong sampah kosong makin cengo ketika Marluxia mendadak mengeluarkan setangkai mawar merah. Dia langsung ganti lagu.
"SEKUNTUM MAWAR MERAAAAAAAAH~ YANG KAU BERIKAAAAAN~ KEPADAKUUUUUUUU~!" Lagunya makin nggak jelas. Tarian Vexen juga makin gak jelas. Pake gelundungan segala. Kelihatannya mereka cuek walau puasa. Puasa tetep semangat! Cloud yang melihatnya makin pucet, lalu dia kabur somewhere.
'Ampun deh... Orang gila semua!'
Zexion dan Demyx di Twilight Town 11.30.
Zexion sedang asyik menangkapi Heartless, lalu dimasukkan ke bukunya, diberi keterangan, lalu dia berniat memajangnya di kamarnya. Sementara Demyx sedang membuat klon air sambil memainkan lagu Imitation Black-nya Kaito, Gakupo dan Len. Kloning airnya nari-nari gak jelas.
"Lagu apaan sih?" tanya Zexion yang kelihatannya mulai tertarik dengan lagu yang dimainkan Demyx.
"Imitation Black. Cari di MP3ku ada kok." kata Demyx sambil menyanyi-nyanyi nggak jelas. Lagunya yang aslinya asik jadi aneh.
Zexion membuka-buka MP3 Demyx dengan wajah penasaran. Setelah menemukannya dia mendengarkannya, terus ajeb-ajeb sendiri. Satu lagu habis, di-replay lagi, ajeb-ajeb lagi. Habis lagi, replay lagi, ajeb-ajeb lagi. Setelah 25 kali mendengarkan (sambil ajeb-ajeb), dia menangkap Heartless-heartless yang lain lalu dimasukkannya ke dalam buku. Koleksi.
Seifer yang kebetulan lewat dekat situ menaikkan alisnya. Kok kayak ada suara orang yang nggak dia kenal. Dia kemudian berjalan menuju TKP.
Dilihatnya dua orang yang sangat amat tidak dia kenali, yang satu berambut biru keperakan-Zexion-dan yang satu berambut blonde kusam (?)-Demyx-. Seifer cengo ditempat melihat Zexion menangkapi makhluk hitam kecil-Shadow-dan Demyx menyanyikan lagu Imitation Black diiringi tarian para kloning airnya dan Dancer. Dia menjadi sebal, karena rupanya wilayahnya ditempati.
"Hei! Kalian sedang apa di situ? Itu wilayahku!" teriak Seifer emosi. Tapi Demyx sama Zexion malah cuek bebek.
"HEI!" teriak Seifer lagi, kali ini lebih keras dari sebelumnya. Akhirnya dua makhluk yang tadinya cuek langsung melirik Seifer.
"Sape lu?" tanya Demyx dengan santainya. Dia masih memainkan Arpeggionya dengan bahagia (?). Zexion menatap Seifer.
"Oh? Ini wilayahmu? Pinjam." kata Zexion datar. Seifer langsung ngamuk.
"APA? PERGI DARI SINI SEKARANG JU-"
"Dancer, serang dia."
Oh, Seifer, betapa malang nasibmu, semoga diterima di sisi-Nya. Amin. *plak*
Axel dan Roxas, Halloween Town, 12.00 waktu The World That Never Was, 24.00 waktu Halloween Town(5).
Axel dan Roxas sedang berjalan-jalan di sekitar Graveyard sampai Curly Hill. Mereka berdua berjalan, diam-diaman. Kayak nggak kenal aja.
"Roxaaaaaaaas, aku lapaaaaar..." keluh Axel sambil melempar apinya ke arah Heartless numpang lewat di sana.
"Sabar, buka puasa 6 jam lagi." jawab Roxas singkat. Sebenernya Roxas juga lapar, apalagi tadi Heartless yang menyerang mereka banyak, termasuk mbah yang mereka sangka Heartless. Taunya salah makhluk (?).
"Aku hauuuuuuuuuuuus..." keluh Axel lagi, seperti anak kecil. Roxas tersenyum kecil. Tapi senyumnya langsung berganti jadi ekspresinya yang biasanya. 'Kok bisa-bisanya aku tersenyum, ya?' batinnya sambil blushing.
"Sabar, Axel. Tinggal 6 jam lagi." kata Roxas lagi, berusaha menyembunyikan wajahnya yang kini memerah.
"Roxas? Kok wajahmu merah? Kamu gak sakit kan?" tanya Axel khawatir, lalu menyentuh dahi Roxas, yang alhasil bikin Roxas makin gelagapan.
"A-aku nggak apa-ap-" Kata-kata Roxas terhenti begitu melihat makhluk mistis lewat di depannya. Melayang... Transparan... Tipis... Mistis... Wiiihhhihihihihihi... *plak*
"WUAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!" teriak Roxas ketakutan dan tidak sengaja memeluk Axel. Axel yang tadinya ngowoh, ngiler, lemes, loyo, kayak ulet (?), langsung mak jegreg, jadi seorang pria tulen M-1*5 BISA! Yang kaget dan blushing.
"Ap-ap-ada apa Roxas?" tanya Axel, mencoba tenang. Roxas menunjuk makhluk mistis yang berada di sebelah Axel. Axel menoleh, dan didapatinya seejor anjing hantu (?). Yup, Zero. Peliharaan Jack Skellington.
"Ah... Hah?" gumam Axel heran. Mendadak sekelebat bayangan hitam-putih, ceking kayak kapur tulis (Zafran?), tinggi banget, datang di depan mereka.
"BOO!"
"GYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!" teriak Roxas ketakutan. Pelukannya pada Axel mengerat. Dia lalu melihat penampakan di depannya dengan seksama, begitu juga Axel. Dilihatnya kepala sang penampakan yang putih semua, dengan tiga lubang hitam dan satu garis hitam (mudeng?). Oh, rupanya si "Raja Tengkorak", Jack Skellington.
Yah, masak lihat Jack Skellington-si tengkorak penuh humor dan ceking kayak kapur tulis SD-takut? Oh, bukan, bukan takut. Kaget. Wong dianya dateng-dateng langsung mak "Boo" gitu...
"Heya, nak! Happy Halloween!" kata Jack dengan senang hati. Dia menyadari kalau Roxas memeluk Axel. "Kalian berpacaran?" tanya Jack kemudian.
Mereka bingung. Kemudian Roxas melihat tangannya... Yang kini berpegangan erat pada tubuh Axel. Cepat-cepat dilepaskannya kedua tangannya.
"Uh! Nggak kok, cuma nggak sengaja aja." kata Roxas sambil mengusap-usap tangannya pada bajunya. Takut ada bakteri atau kuman atau mikroorganisme yang nempel.
"Wo ho ho ho ho. Ah ya, aku menemukan sebuah kota kecil yang indah dan putih bersih! Mau ke sana?" tanya Jack kemudian. Axel berpikir.
"Maksudmu Christmas Town?" tanya Axel.
"Nah! Apalah namanya, pokoknya ikuti aku!" kata Jack pede. Roxas dan Axel mengikuti dengan seksama. Zero melayang-layang di sebelah Roxas. Mereka sama-sama menuju Christmas Town.
Christmas Town, 13.00 waktu The World That Never Was, 01.00 waktu Christmas Town(5).
Hamparan salju yang putih menyambut Axel, Jack dan Roxas. Jack tenang-tenang saja (kok gak kedinginan? Pahadal tulang doang.), Roxas sedikit kedinginan, namun Axel...
"Aaa... Aku... B-bisa... B-bekuuuu..." gumam Axel sambil menggigil hebat. Maklumlah, Axel kan api.
"Fuuuh-tahan saja, dari pada di Agrabah, panas, haus. Eits, jangan minum salju. Nanti batal." kata Roxas, mengingatkan. Jack menatap mereka.
"Oh, kalian puasa?" tanya Jack. Roxas mengangguk dan Axel berkata "Iya" dengan intonasi yang nggak menyenangkan-sama sekali.
"Oh... Rajin sekali kalian. Kalau begitu pulang saja, karena pasti nanti banyak makanan di rumah Sandy Claws." kata Jack, masih salah dalam menyebut nama Santa. Begitu dengar makanan, Axel langsung berlari menuju rumah Santa, namun bajunya ditarik oleh Roxas.
"Oh, baiklah. Terima kasih peringatannya. Sampai jumpa kapan-kapan." kata Roxas. kemudian menyeret Axel yang masih meronta-ronta sampai jauh. Jack sweatdrop.
"AAAAAAAAA! MAKANANNYAAAAAAAAAA!"
Oh, Axel, sabarlah dikau. Tinggal sekitar 5 jam lagi...
Saix dan Luxord, The Land of Dragons, 15.00.
Luxord terlihat loyo karena seharian tidak diperbolehkan Saix untuk main kartu. Jalannya nggelundung, kayak dadu. Saix sweatdrop.
'Ini mbah aneh ah.' batin Saix. Dia kemudian duduk di tepi danau. Luxord ikutan duduk sambil ngowoh, kayak orang gak ada kerjaan. Saix tenang-tenang aja sambil mengeluarkan papan catur dan bermain catur dengan Berserker.
Dan kesunyian ini berlanjut sampai hampir magrib.
Aha, kita sudah melihat kegiatan semua anggota pada bulan puasa. Eh? Apa? Oh, oya. Xemnas belum. Mari kita simak kisahnya.
"Begadang jangan begadaaaaaaaaang~ Kalau tak ada artinyaaaaaaaa~"
Suara fals dari lagu Begadangnya bang Haji Rhoma Irama yang muncul karena kaset yang diputar memang sudah soak dari sononya menggema ke seluruh ruangan. Xemnas yang sedang berada di ruangan itu berjoget sambil menyapu. Aih, mas. Rajin amat. Jadi pembantu di rumah saia dong.
"Ah, lagunya dangdut terus. Ganti ah." gumam Xemnas sambil memencet tombol berikutnya pada tape ancur-nggak, maksud saia tape bermotif lambang nobody itu. Lagu pun berganti jadi Papa Rock n Roll punya The Dance Company.
"Papa nggak pulang beibeh... Papa nggak bawa uang beibeh..."
Xemnas yang masih menyapu ruangan itu langsung jejogetan nggak jelas.
"Papa ndak phulang beibehh, phapa ndhak bhawa uang, beibehhh~ Papa mungkhin semingghu dhi Bhali, cari phanggung shana-shiniiii~" Xemnas mulai menyanyi dengan logat nggak jelas. Dia mulai terbawa arus listrik milik Larxene. Bukan. Dia mulai terbawa suasana. Sapu yang dipakainya untuk menyapu dibuatnya untuk main gitar.
"YEAAAH~ YUUHHHUUUUU~!" Xemnas mulai teriak-teriak nggak jelas sambil lompat-lompat. Uff, suaranya sungguh MerDu. Merusak Dunia!
BLEGARRRRRRRR!
DiZ yang sedang mengetik di Virtual Twilight Town kaget. Dia menengok ke arah deretan kapsul tidur (atau apalah namanya) yang terderet rapi di dekat ruang komputer hancur 2 biji. Riku yang dari tadi menonton DiZ mengetik juga terkejut.
"Apa-apaan itu?" gumam Riku terkejut. DiZ mengangkat bahunya. DiZ melanjutkan pekerjaan mengetiknya.
BLEGAAAAAAAAAAAARRRRRRRRRR!
'LAGI?' batin Riku dan DiZ bersamaan. Kali ini yang ancur komputer data yang lain.
BLEGAR! JBUUUUUUUUUUUUUUUMMMMMMM!
Dan yang terakhir, komputer yang sedang dihadapi DiZ meledak. DiZ terlihat pucet, Riku cengo, tampangnya mengatakan "Masya Allah..."
"TIDAAAAAAAKKKK! DOKUMENNYA BELUM KUSAVEEEEEEEEEEEE!"
Sabar ya, DiZ. Xemnas memang geje.
The Castle That Never Was, 18.00.
Adzan Magrib berkumandang dari radio bobrok milik Xemnas. Semua menghela nafas lega, akhirnya makan dan minum juga.
Xemnas kemudian datang dan membagikan es kelapa muda yang dibelinya di tepi jalan. Kalo bikin sendiri nggak meyakinkan.
"Berdoa dulu." kata Roxas, memperingatkan Axel yang sudah bergaya hampir menyerbu esnya. Axel langsung berdoa dulu.
'Untung Roxas mengingatkanku..' batin Axel. Wajahnya sedikit memerah.
"Ehem." Zexion berdehem pelan, membuat Axel tersadar dari pikirannya. Zexion cekikikan sambil meminum es kelapa mudanya.
Wajah Roxas juga sedikit memerah. Dia cuek saja dan melanjutkan minum es kelapa mudanya.
"Hmm. Oh iya. Besok, yang bikin sahur Xigbar, ya!" kata Xemnas. Xigbar melongo.
"Kok bisa?" tanya Xigbar heran.
"Gantian dong, urut nomer. Masak aku terus." kata Xemnas. Xigbar merengut.
"Terserahlah. Kalau ancur jangan salahkan aku." balas Xigbar cuek sambil mengosongkan isi gelasnya ke perutnya.
Apakah yang akan terjadi selanjutnya?
Theee Bheee Cheee
Numbers means (halah):
(1) Ada apa gak sih? Tie gatau DX
(2) Ini saia ngarang. Wohoho *plak*. Saia gapunya yang 358/2 days sih. Adanya KH, Re:CoM, KH 2, sama KH 2 Painel Miks Ples (baca: Final Mix +).
(3) Saia gatau imsak wilayah sana berapa, wilayah para readers sekalian juga gatau. Taunya wilayah Semarang saat ini.
(4) Bagi yang gatau, gayanya Cloud waktu itu... Emm.. Mengibaskan rambut pake tangan? Efeknya mak "Sssshhhheeeeetttt" gitu kata adek (?) saia, Anin, author disini dengan pennem Kuro-Kurenai.
(5) Saia ngarang, soalnya di Christmas Town sama Halloween Town gelap melulu, tengah malem melulu dong?
A/N: selesai! Dalam dua hari. Wokokokok. Sebagian besar saia ketik pas habis sahur, niatnya belajar geograpi, tapi malah keasyikan ngetik. Yah, ulangan geo saia gimana jadinya ya? Auk lah. Jangan ditiru lho.
Uff, kayaknya chapter ini humornya maksa. Engg, terus di adegannya Axel ama Roxas malah gak ada humornya, malah shonen-ai gitu O.o? Maafkan daku...
Oh iya. Sebenernya ini udah mau saia update pas kemaren Sabtu. Tapiiiiii! INTERNET SAIA ERROR! Dan kemaren sibuk en baru bisa update hari ini setelah jamuran nunggu pak Darwanto yang gak dateng-dateng. *curhat*
Emm... Oh iya. Saia ikut ICAS bahasa Inggris, lombanya tanggal 21 Agustus besok. Doakan saia supaya bisa menang ya, kan lumayan kalo menang sekolah tinggal milih.*plak*
Eng... Review please?
