Tittle:Hidden Hope

Author:Izumi Akita Suzuki a.k.a Ichan

Genre:Romance,Humor sarap*author gilanya kumat*

Rated:T

Fandom:the GazettE,dan karakter lain yang author libatin

Pairing:Reituki(main),Aoru(slight),dan pairing yg laen

Disclaimer:Semua Karakter punya ortu masing - masing

Chapter:2/?

Sumarry:Apakah salah kalau aku mencintai orang yang selama ini kuanggap musuh?

Warn:Typo(s),Gaje(las),Shonen-Ai

Normal's PoV

"Kalian ini apa – apaan sih?Kenapa malah senyam – senyum waktu lihat aku bertengkar ama sih KUSO itu"jerit Ruki sambil mengembungkan pipinya*emang bisa menjerit sambil mengembungkan pipi?OwO*.

"Habis kalian sebenarnya cocok lho"goda Uruha

"Hahahah,iya mereka lebih pantas dibilangan pasangan"sahut Aoi

"Iya juga ya,aku tak kepikiran soal itu"Nao ikut – ikutan menyahut

Dan pembaca menurut anda kenapa Kai tidak menyahut?Ternyata ia sedang autis dengan berkata begitu karena Kai sedang bicara pada meja!Kai kalau sampai fans – fansmu tau ini yang kau lakukan jika waktumu senggang apa yang akan terjadi?Ohh Kai author berharap kau tidak akan menjadi seperti orang gila yang selalu lewat di rumah Ruki itu.

"Sudahlah kalian jangan bahas masalah itu!Aku benar – benar muak dengan si KUSO satu itu!"seru Ruki

Dan pembaca Ruki menyandung kaki seorang siswa yang ternyata adalah Wataru.

"Huh,pasti kau kan KUSO"seru Ruki yang tak tau kalau itu Wataru

"Hoi,siapa yang mengajarimu berkata seperti itu kepada orang yang lebih tua apalagi orang itu kakakmu sendiri!"pekik Wataru

"Ehheheh gomen kak,kukira kau si KUSO,yang sedang berusaha menabrakku"sahut Ruki

"Sayangnya aku baru saja lewat sini,BAKA!"sahut Reita yang lagi – lagi muncul secara tiba – tiba

"Hei!Kau membuntutiku ya KUSO?"tuduh Ruki dengan tatapan curiga

"Huh,siapa yang mau membuntutimu BAKA,lebih baik aku membuntuti orang gila yang selalu lewat di depan rumahku"sahut Reita

"Huh,merekakan saudaramu KUSO"sahut Ruki

"Wahhh,kalian sedang bermesraan ya maaf mengganggu"Seru Wataru memotong pembicaraan antara Reita dan Ruki.

Lalu Wataru pergi dan sebelum Wataru pergi ternyata ia sedang tebar bunga mawar.

"Kenapa semua orang selalu berpikiran bahwa hubungan kita bukan permusuhan tapi percintaan!"Ucap Ruki dengan menendang meja yang sedang diajak bicara oleh Kai.

"Ouchh"pekik Kai yang keseleo karena ketiban(?) meja.

"Ternyata peribahasa ketiban duren salah meja yang gak berduri aja sakit apalagi duren yang durinya dimana – mana"guman Kai

Astaga Kai!Kenapa kau merasa peribahasa ketiban duren itu ada dalam arti yang kau terlalu autis*author dilempar drum*.

"Hmm,mungkin karena ada suatu rahasia dibalik batu*OwO?*."sahut Reita
"Tunggu,KUSO!Masa kau suruh aku mencari rahasianya dibalik batu?"kata Ruki

"Bukan dalam maksud sebenarnya BAKA!"Kata Reita setelah itu ia langsung pergi meninggalkan Ruki.

Kini Ruki tinggal berdua dengan Kai mungkin bertiga?Mejanya harus dihitung*plakk*.

Ruki termenung memikirkan maksud Reita.

Mungkinkah Reita benar – benar menyuruhnya mencari rahasia yang ada di batu?Atau mungkin Reita ingin ia mencari sesuatu yang ada di balik batu?Entahlah Ruki benar – benar binggung dengan maksud musuhnya itu keadaan Reita.

"Heii sudah dengar kabar baru belum?"tanya Tora pada Reita,sahabatnya.

"Kabar apaan?Biasanya kau tak pernah memberi kabar yang benar – benar penting?"sahut Reita jengkel mengingat sahabatnya yang satu ini suka membahas kabar tak penting.

"Akan ada pertemuan orang tua murid"jawab Tora

"Buahhh,APAAA!"Reita yang terkejut langsung memuntahkan(?) teh yang baru saja diminumnya itu.

"Memangnya kenapa sih kelihatannya kau kaget begitu?"tanya Tora dengan tampang polos*mau lihat dunk?XDDD*

"Huwehhhh orang tuaku di Eropa"Seru Reita yang nangis guling – guling di kelas.

"Kenapa kau tak telpon mereka?"tanya Tora dengan wajah innocentnya(lagi – lagi)

" gila apa mereka juga bekerja di Eropa tau,Ohhh Kami – sama bagaimana ini?"Ucap Reita.

'TETTTT'

Bel tanda masukpun berbunyi

'Duakkkk'

Ruki terbentur meja karena terpleset oleh air mata bekas Reita nangis guling – Ruki tak tau itu.

"Oucch,Ittai"ucapnya.

"Heh BAKA!Cepat duduk sana"seru Reita tak sabar.

"Heh KUSO!Kalau ngomong pikir – pikir dulu gih,masa orang baru aja jatuh tau – tau suruh duduk sih"sahut Ruki dengan suara memelas

"Ya,ya biar aku bantu sini"kata Reita seraya mengulurkan tangannya.

"Sankyuu"ucap Ruki

Sementara itu Uruha dan Aoi terkikik melihat kejadian itu

"Tuh kan mereka cocok"kata Uruha

"Hahahah dari dulu jangan – jangan Reita memusuhi Ruki untuk menarik perhatian Ruki"sahut Aoi sok

"Ahh sudahlah tak usah dipikirkan lebih lama biarkan waktu yang mengungkapkan segalanya"sahut Uruha

Kembali ke dua mahkluk yang bermusuhan

"Kau keracunan apa si KUSOO,sampai mau menolongku"tanya Ruki.

"Kau tak tau terima kasih ya BAKA?"sahut Reita

"Aku tak kenal siapa itu terima kasih dan kalau mbah Trimo itu nama tetangganya author KUS!"sahut Ruki

"Kau benar – benar BAKA rupanya!"sahut Reita

"Tunggu mana guru bahasa Inggris kita?"tanya Ruki.

"Entahlah."Sahut Reita.

Reita's PoV

Aku memperhatikan mata Ruki tapi aku bisa samarkan pandanganku kalian sudah taukan kalau aku dan Ruki musuh abadi?Tapi kalian tidak tau dia selalu ada dipikiranku hingga isi otakku rasanya mau tumpah,karena dipenuhi manis walau juga kekanak – anakan tapi justru itu yang membuatku tapi aku sekarang sedang stress memikirkan tentang pertemuan orang tua murid?Bagaimana dengan masalah itu orang tuaku saja ada di sejak aku kelas 1 SMA aku sudah tak tinggal dengan orang tuaku memang sudah punya apartemen sendiri sejak saat itu namun tak seorang temanpun yang tahu dimana mereka tau mereka pasti akan aku tak mau menjadi gila seperti orang gila yang membawa pedang samurai hasil maling(?) dari museum abad bisa – bisa membunuh orang – orang tak tahu bagaimana bisa ya seorang orang gila membawa samurai dari museum yang pengawasannya langsung dari pusat pemerintahan orang gila itu pake santet atau mungkin pelet?Atau malah membuat boneka voodo untuk para ,lagipula itu bukan urusanku jugakan?Oww Ruki aku ingin tau embah Mana makan apa sih sehingga punya cucu seimut dirimu.

Reita's PoV End

Sudah 30 menit waktu berlalu tanpa guru Bahasa Inggris mereka tapi akhirnya guru Bahasa Inggris itu datang juga.

"ya anak – anak tadi saya terlambat karena ada rapat dan rapat akan segera dilanjutkan oleh karena itu anak – anak akan pulang lebih awal ^^"Kata Masashi –sensei guru Bahasa Inggris mereka

"HOREEE!"Jerit anak – anak sekelas dengan tampang sumringah dan loncat – loncat model katak*Heh?O.o'a*

"Hei Ru,kau pulang bareng kami gak?"tanya Uruha

"Engga,maaf ya"sahut Ruki

"Oke gak apa – apa,Bye Ru"Kata Uruha,Aoi dan Nao serempak

Sedangkan Kai kini sedang autis dengan botol tempat bekal air minumnya

"Heh Kai sayangku kapan kau sembuh dari autismu itu,kau selalu menghancurkan hatiku"pekik Nao sok mendramatisir

"Apa?Nao?"tanya Kai

"Huwehhhhhh kau tak mendengarkanku sama sekali jadi ya?"Sahut Nao sambil nangis duduk – duduk*Wow?*

Sementara itu bagaimana dengan Ruki?Kita intip bersama

"Ehh,Ru tadi yang dikantin yang bareng sama kamu siapa?"tanya Wataru dengan gaya polisi introgasi maling*Apah?*

"Musuhku si Reita KUSO!"sahut Ruki dengan jengkel

"Musuh atau pacar?"tanya Wataru yang berusaha menggoda Ruki

"Musuh abadi"jawab Ruki santai walau dia menutup – nutupi sesuatu.

"Oke,kita langsung pulang apa mampir dulu nih?"tanya Wataru pada adiknya itu

"Mampir ke tempat makan,perutku lapar"kata Ruki sembari memeganggi perutnya.

"Okay"jawab Wataru

TBC lagi

A/N:Selesai setangah hari XDDDD chapter ini

Kritik saran dan masukan diterima

Yang minta tag silahkan