Here is the sequel. Thanks for the review! I really appreciate it!

Naruto terlihat sedang duduk di atas dahan sebuah pohon yang kira-kira tinggi dahan tersebut jika diukur dari permukaan tanah adalah setinggi 4 meter. Ia terlihat sudah membawa tas. Sedari tadi ia hanya celingak-celinguk melihat ke arah jalan seperti menanti seseorang. Hingga datanglah seorang gadis yang membawa tas berlari menghampirinya. Gadis itu cukup terengah-engah setelah sampai di dekat Naruto. Ia mendongak ke atas, melihat ke arah Naruto.

"Maafkan aku, Naruto. A-aku datang cukup lambat." demikian kata-kata pertama yang dilontarkan gadis itu kepada Naruto yang masih berada di atas pohon.

Naruto pun langsung turun dari atas pohon. "Ah.. nggak apa-apa, Hinata. Emang kamu kenapa, sih, datangnya lambat?"

"Mmm.. tadi aku.." gadis yang ternyata adalah Hinata itu terlihat ragu-ragu untuk menjawab pertanyaan yang diajukan Naruto. Ia mulai melakukan gerakan khas-nya, yaitu menyentuh-nyentuhkan ujung dari kedua telunjuknya.

"Apa? katakan saja.." balas Naruto yang terlihat penasaran.

"Tadi aku membantu nenek Koharu memindahkan beberapa barang menuju kantornya ketika aku dalam perjalanan menuju ke sini." jawab Hinata pelan. Lalu ia menunduk.

Mendengar jawaban Hinata, Naruto tertegun. Dalam hati ia kagum dengan Hinata. Kemudian ia mulai bergumam, "Oh.. begitu rupanya. Hmm.. kamu ini memang anak yang baik, ya." lanjut Naruto lagi.

Hinata yang dipuji seperti itu langsung tersenyum malu. Ia menunduk menutupi wajahnya yang mulai memerah.

Setelah diam beberapa saat, Hinata mulai membuka kembali pembicaraan.

"Mmm.. bagaimana penampilanku, Naruto? A-apa aku terlihat berantakan?" kali ini giliran Hinata yang bertanya kepada Naruto. Ia sedikit khawatir dengan penampilannya karena tadi ia telah mengangkat beberapa barang yang cukup berat dan berlari-lari menuju Naruto.

Mendengar pertanyaan itu, Naruto pun mulai melihat dari kepala hingga ke ujung kaki Hinata. "Hmm.. kalau masalah itu kamu nggak perlu khawatir. Kamu masih terlihat cantik, kok." demikian jawaban yang dikatakannya seraya tersenyum lebar menunjukkan giginya sambil memejamkan mata dan mengancungkan jempolnya seperti gaya khas Guru Gai.

Mendengar itu, rasa senang di hati Hinata semakin menjadi-jadi. Sontak mukanya kembali memerah, bahkan lebih merah dari yang tadi. Ia pun kembali menunduk, menyembunyikan wajah cantiknya yang telah merona. Dalam hatinya ia bergumam, "Naruto.. mengatakan aku, cantik? Oh Naruto..."

Naruto pun membuka matanya dan melihat Hinata yang tengah menunduk. Ia sedikit heran.

"Hinata?" panggil Naruto.

"Iya?" balas Hinata yang mulai bangun dari sikap menunduknya. Rona di kedua pipinya terlihat semakin memudar.

"Kau tidak apa-apa?" tanya Naruto.

"I-iya. Aku baik-baik saja, Naruto.." ujar Hinata lagi. Dan ia mulai sedikit menunduk lagi.

Naruto memiringkan bibirnya mendengar jawaban dan melihat sikap Hinata. Beberapa saat kemudian, ia pun berkata sambil bersemangat.

"Baiklah! Ayo kita berangkat!"

Hinata yang melihat Naruto yang bersemangat hanya tersenyum manis.