Chapter 1: SiBum Story

I Don't Need A Man

Rate: T

Genre: Romance & Hurt/ Confort

Warning: genderwitch, ooc, typos,abal, bahasa amburadul, membosankan, ide murni author, no copas

Summary: aku tak butuh uangmu, jika aku hanya dianggap barang yang bila kau butuh kau menghubungiku.

Terinspirasi dari judul lagu Miss A I don't need a man


Hah…. Selalu seperti ini, rasanya sudah berulang – ulang seperti ini, tetapi entah kenapa aku masih tahan menghadapi namja brengksek itu. Dia tak pernah menganggapku yeojachingunya, hanya menganggapku barang yang bila dia butuh baru menghubungiku atau mendatangiku, bila dia bosan dia akan bermain dengan yeoja lain. Sepertinya kali ini aku harus membuat keputusan. Aku yakin bila aku bisa tanpa dia, toh aku ini wanita, wanita lebih kuat dari pada pria, right? Ada istilah girl power, tapi tak ada istilah men power. Itu membuktikan kalau wanita di sakiti, di lukai atau dihancurkan mereka masih tetap akan bertahan.

Yah aku tinggal di apartemen namja brengsek atau kita sebut saja dia dengan nama choi siwon, pemilik Hyundai departemen store yang menganggap uang bisa membeli apapun, ya bisa membeli apapun tetapi tidak bisa membeli harga diri menurutku. Awal pertemuanku denganya 1 tahun lalu, 2 bulan jadian dia belum menunjukan dirinya seperti apa, setelah 1 tahun dia baru menunjukan dirinya, kalao dia itu brengsek.

Flashback On

Hari itu aku bertemu pertama kali denganya di festival kampus, ya dia sunbae ku di univesitas. Saat itu melihat ketampanan dan charisma yang dipuja – puja baik namja atau yeoja. 2 hari setelahnya kami bertemu kembali, dan dia menyapaku.

"kibum ne? jurusan acting?" tanyanya padaku.

"ne, sunbae, siwon sunbae jurusan acting juga bukan?" tanyaku

"ne, jangan panggil sunbae, panggil saja oppa"

"baiklah"

Itu lah awal perkenalan kita, setelah itu kita mulai dekat, semakin dekat dan akhirnya dia mengajaku berpacaran

"bummie… will you may girlfriend?"

"ne, I do, oppa"

Setelah itu kami jadian, dia tak menunjukan tanda – tanda seperti saat ini. Setelah 1 tahun berpacaran dan dia, menggantikan ayahnya di perusahaan, aku baru tau dia seperti apa. Saat aku menghubunginya tak pernah bisa, saat aku sibuk dia malah marah – marah katanya pikirkan diriku, aku ini kekasihmu, bila dia butuh ajah baru mengaku kekasih sebelumnya tidak pernah. Bagaiman aku tau dia "bermain" dengan yeoja lain, karena waktu itu dia menbawa yeoja ke apartemen. Dan aku? Aku tak bisa apa – apa hanya bisa menangis di kamar sambil mendengar desahan – desahan sepanjang malam.

Flashback Off

Seperti saat ini, aku telah siap membereskan pakaianku yang sudah rapi di koperku. Aku keluar kamar menuju pintu luar apartemen. Tiba – tiba mendengar seruan.

"Hay mau kemana kau?" tanyanya

"Pergi…."

"Tak semudah itu kau pergi….."

"Lalu? Maumu apa?"

"Aku selalu memberikanmu uang bukan"

Cih uang – uang selalu saja uang, aku pun menjawab.

"Dan aku tak butuh uangmu…." Sambil melempar semua uang yang pernah dia berikan kepadaku

"aku tak pernah menggunakanya sepeserpun, aku kembalikan" kataku lagi.

"Cih…..sok nanti juga kau akan mengemis – ngemis kepadaku lagi." Katanya dengan pd

"Tidak akan, paling juga kau yang mengemis padaku" kataku menantang dia.

"Aku? Hahaha tidak akan." Katanya.

"seorang Choi Siwon? Pemilik Hyundai departemen store, mengemis padamu? Memang kau siapa? Sampai – sampai aku harus mengemis padaku? Kau bukan sapa – sapa tau" katanya sombong

" aku memang bukan siapa – siapa mu hingga buat kau akan mengemis – ngemis padaku, tapi, kita lihat saja…" kataku kepadanya.

"Baiklah…. Kalau kau tak kuat jauh dariku datanglah mengemis kepadaku"

"hahaha…. Tak akan pernah" aku pun meninggalkan apartemen itu dengan perasaan lega. Aku yakin aku bisa bertahan melewatinya, tanpa di usik olehnya.

Saat, aku sedang berjalan di tengah dinginya kota seoul, yah dingin karena ini pertengahan bulan januari, yang dinginya lebih parah dari tahun lalu. Aku di serempet oleh sebuah mobil. Dan untungnya hanya luka gores saja. Tiba – tiba muncul yeoja cantik dari mobil itu. Dia berkata

"mian…. Apa kau terluka?" Tanya yeoja itu

"ani, hanya luka gores saja, taka pa – apa kok" kataku kepada yeoja yang bisa terlihat lebih tua dariku.

"OMO, luka gores katamu? Ini luka harus segera di jait, kajja kita kerumah sakit" kata yeoja itu

1 jam kemudian, akhirnya luka gores itu pun sudah tertutup dengan jaitan, dan yeoja cantik itu berkata.

"mian, sudah melukaimu… kim heechul immida"

"tidak apa – apa eonnie…. Gomawa ne, sudah membayarkan semuanya"

"itu salahku, pastinya aku yamg harusnya bertanggung jawab, kalau boleh tau kau mau kemana malam – malam dingin seperti ini bawa koper" Tanya heechul eonnie

"molla eon, hanya ingin keluar dari neraka saja"

"hahaha….. mana ada neraka, kau ada – ada saja, memangnya orang tuamu dimana?"

"orang tuaku stay di jepang eon"

"dan kau disini sendiri?"

"ne" aku hanya bisa menjawab itu saja, aku tak mau mengumbar cerita menyedihkan ke heechul eonnie"

"hm… baiklah kajja ikut aku"

"mwo? Ikut eon kemana?"

"sudah ikut saja" tiba – tiba tanganku di seret menuju mobil. Akhirnya sampai di sebuah rumah gaya yunani. Aku pun bertanya.

"eon, ini rumah siapa?"

" ini rumahku, peninggalan kedua orang tuaku, aku hanya tinggal sendiri, mangkanya aku ajak kau kemari, mulai sekarang anggap saja ini rumahmu arra?"

"arraso eon, wah eon orang kaya ne?"

"hehe…. Iya, tau Petal corporation?"

"ne, yang menjalani bisnis di bidang makanan segar dan pakaian jadi bukan?"

"ne, kau benar itu perusahaan orang tuaku, tapi aku memiliki usaha sendiri, sedangkan perusahaanku di pegang tanggan kanan ayahku tuan shin"

"owooooo" aku hanya bisa berooo ria.

petal corporation, kalo tak salah itu sainganya Hyundai kan?

Seminggu berlalu, aku tinggal di sana tak enak juga, tinggal dirumah orang gratis pula, jadi aku pun memutuskan.

"eon, kalau boleh tau eon memiliki usaha apa?"

"hanya café kecil – kecilan daerah myongdong, wae?"

"ani, apakah di café eon, kurang pegawai? Aku mau bekerja di café eon kalo boleh"

"tak usah buat apa kamu kerja, kamu santai – santai saja"

"eonnnn aku mohon, aku tak enak, eon sudah baik denganku sudah memeprbolehkan aku tinggal di sini, biarkan aku membantu di cafemu?"

"hah….. baiklah, sepertinya bila aku menolak kau pun akan tetap memaksa ne?"

"hehe…. Ne eon benar, gomawa ne"

Sejak saat itu aku pun membantu di café eon, hingga suatu saat dia datang ke café eon dan membuat keributan.

"kau… hahaha…sampah memang tempatnya gak jauh – jauh yah dari pekerjaan sebagai pelayan, padahal aku bisa memberikanmu uang lebih dari ini"

"setidaknya aku mendapatkanya dengan cara halal, tidak seperti yeoja – yeoja yang kau bawa, menghalalkan segala cara untuk mendapatkan uangmu cih….. murahan" aku membalas perkataan dia dengan santai walaupun sakit ati juga mendengarnya.

"cih… keras kepala juga kau yah, kita liat siap yang akan kalah, dan akan mengemis di bawah kaki ku"

"silahkkan, kita lihat saja, tapi 1 hal yang aku harus ingatkan, curang gak akan menyelesaikan masalah, perusahaanmu akan hancur"

"haha…. Tak mungkin, annyong"

Setelah dia meninggalkan café, yang untungnya tidak terlalu ramai, akupun jatuh terduduk, tidak ada air mata untuk di keluarkan, kali ini aku harus kuat, aku harus membuktikan aku tak akan kalah dari dia. Dan aku tak butuh pria bila hanya untuk di jadikan barang saja.

Sementara di tempat lain.

"yoboseo"

"….."

"mulai besok, kau harus hancurkan café La coste, buat mereka merugi besar, lakukan apapun"

"…..'

Pip

Sementara kembali ke café, heechul eonnie, yang melihat kejadian sejak tadi, menghampiriku dan bertanya.

"apa hubunganya kau dengan choi siwon, bummie? Dia itu begitu merendahkanmu, apa yang terjadi?" dia membrondongku dengan pertanyaan – pertanyaan itu.

Akirnya aku ceritakan semuanya, tentang dia, dan menggapa hari itu eonnie menemukanku di jalan, dan aku juga memperingatkan dia tentang siwon dan eonnie berkata.

"tenang saja bummie, dia tak akan bisa menyetuh café ini atau pun, perusahaan orang tuaku, sekali dia menyentuhnya dia akan hancur hahahahahaha"

Agak seram sih mendengar heechul eonnie tertawa setan seperti itu, aku yakin heechul eonnie pintar dan dia sudah menyusun strategi, tapi entahlah kita liat saja.

Seminggu, sebulan, sejak kejadian itu dia tidak datang lagi, dan ancamanya tidak terbukti, dan heechul eonnie tambah seram dengan senyuman – senyuman anehnya. Ah mending kerja lagi daripada memikirkan hal itu.

Sementara di tempat lain.

"Choi Siwon….. apa yang kau lakukan ha?"

"maksud appa?"

"apa yang telah kau perbuat dengan petal corporation HAH?"

"gak ada, aku tak memiliki masalah dengan petal corporation appa"

"appa sudah dengar, ANAK BODOH, kau mau menghancurkan mantanmu sendiri cih…. Memang appa pernah mengajarimu bersikap seperti itu terhadap yeoja? asal kau tau yah, dia sudah dianggap adik dengan kim heechul pemilik dari petal corporation dan café la coste yang akan kau hancurkan adalah café miliknya, asal kau tau yah, petal corporation adalah perusahaan terbesar diatas kita, dia saingan kita, dan bila mereka bergerak KITA HANCUR DAN GARA – GARA KAU, SAHAM PERUSAHAAN KITA BERKURANG DAN MEREKA MENUNTUT KITA. Sekarang apa pertanggung jawabanya ANAKKU?"

"appa…..aku…"

"aku apa HAH, mulai sekarang, appa akan mengirimu ke cina, appa tak peduli kau mau bilang apa, di sana ada zhoumi yang akan mengawasimu 24 jam bila kau berulah lagi, apa tak segan – segan mencoretmu dari daftar hak waris."

"tapi appa…"

"tak ada tapi – tapian, masuk kamar sana, dan renunggi kesalahanmu, dan seminggu lagi kau akan berangkat ke cina."

Setelah itu siwon pun masuk kedalam kamar dan merenungi semua yang ada, akhirnya dia sadar, dengan apa yang dia perbuat selama ini, seharusnya dia beruntung memiliki yeojachingu yang cantik dan sabar menghadapi dirinya. Bodohnya dia mengabaikan hal itu. Aku akan menemuinya, tak peduli bila dia meremehkanku, toh memang aku yang salah, bila aku harus menjilat ludahku sendiri, sudah aku lalukan.

Hari ini café terlihat sangat ramai, tapi ada sosok yang sangat familiyar, sedang duduk di dekat jendela, tiba – tiba heechul eonnie menepuk pundaku dan berkata.

"temuliah, sepertinya dia ingin mengucapkan sesuatu kepadamu, hihihi… tenang saja dia tak akan mengataimu"

"ne, eon" ih melihat dia kegirangan begitu jadi serem sendri, ada apa yah? Akhirnya aku menuju tempatnya dan dia menoleh dan berkata.

"duduklah….."

"apa yang ingin kau katakana? Cepatlah café sedang ramai"

JLEB

"2 hari lagi aku akan ke jepang, appa mengirimku ke jepang"

"so? Apa urusanya denganku" jawabku dengan nada dingin

"memang tak ada urusan she, aku hanya ingin bertemu denganmu sebelum nanti ke jepang"

"untukk apa" tanyaku tetap dengan nada yang sama

"aku ingin meminta maaf, selama ini aku tau aku salah, sombong, egois, lupa daratan, Aku membutuhkanmu…..mianhe atas kesalahanku, pada akhirnya kau yang benar aku yang akan mengemis kepadamu."

"aku sudah memafkanmu oppa, tapi Aku tidak…., aku bahagia dengan kehidupanku sekarang ini, tanpamu aku lebih bebes, tak terpaksa di ikat."

"ne, oppa mengerti mianhe bummie…oppa permisi dulu ne, selamat bekerja kembali."

"ne"

Itulah terakhir kali aku bertemu denganya, aku kibum tidak membutuhkan pria bila mereka menggangapku hanya sebuah barang bila di butuhkan dicari dan bila tidak di butuhkan di anggurkan begitu saja. Aku bisa hidup tanpa pria, dan lebih bahagia tanpa pria di sisiku, karena hidup tidak selalu berurusan dengan pria, banyak hal yang harus kita pikirkan, karena jalan kita masih panjang.


TBC / DELATE?

Author Curcol

author males nulis panjang - panjang review please