EXPERIMENT

CHAPTER 2

Saya adalah seorang pemula yang baru mencoba membuat fic, jadi kalo ada yang aneh nan gaje harap dimaklumi dan di sampaikan lewat review…Mohon Bantuannya ^_^'

WARNING:

OOC,Typo bertebaran, EYD tidak benar(tapi, udah berusaha supaya benar kok!)dan segala kegajean lainnya.

Pairing:blom jlassss

Naru milik: Masak sih,Naru dah nikah?(buakg),,ampun om,,iya ane tahu Naru milik ente ….NARUTO MILIK MASASHI KISHIMOTO…

Summary: Setelah meminum air yang disangka jus orange dan susu, Naruto

pun jatuh pingsan. Sebenarnya apa yang diminum Naruto ya?

Don't Like! Don't Read! (ps: tolong jangan memaksa untuk membaca jika dirimu nggak punya ansuransi jiwa!)

.

.

Setelah menempuh perjalanan yang sama sekali tidak jauh, Sasuke dan Gaara pun tiba didepan kelas mereka yang memang, dilihat dari segi manapun sama dengan kelas-kelas lainnya. Dengan 3 jendela kaca yang menghadap perkarangan sekolah mereka, namun tidak ada 1 jendela pun yang menghadap koridor. Satu pintu geser ala Jepang menghadap koridor dan beruntung mereka berada di lantai 1 sehingga dapat menikmati pemandangan perkarangan dengan bebas. Pemandangan yang paling di sukai anggota PB kita ini adalah melihat orang-orang yang sedang dihukum.(ck…perbuatan tercela)

" Pagi Gaara, Sasuke! " sapa Naruto saat melihat teman-temanya memasuki kelas mereka.

" Pagi! " sahut Gaara sekenanya.

" Hn… " Sasuke hanya mendengus sambil duduk di bangkunya di samping sang Blonde, meja ketiga barisan kempat dipinggir jendela.

" Eh? Nanti kita ada pertandingan basket ya?" Tanya Kiba memulai pembicaraan.

" Ya…usai sekolah kan? " jawab serta Tanya Neji.

" Hmmm.. tapi lawan kita cuma SMA Mizu, jadi kurasa bukan masalah besar! " Sai ikut angkat bicara dengan rasa PD nya yang berlebihan.

" Jangan menganggap remeh lawan Sai, pokoknya kita harus bertanding dengan serius, dan yang terpenting Na…Ru...To kau jangan membuat lapangan basket jadi arena tinju, MENGERTI?" ancam Gaara sang leader basket pada sipirang Naruto.

" Iya…iya…" sahut Naruto ogah-ogahan yang diakhiri BIMOLI alias bibir monyong lima inci.

" Dasar dobe…awas kalau kau buat kesalahan, kau akan kupotong ku*sensor*, kujadikan perkedel dan akan kuberikan pada Shiromaru untuk dimakan!" kata Sasuke dengan sadisnya.

" Namanya Akamaru Sas, bukannya Shiromaru…lagi pula mana mau Akamaru-ku yang imut makan bangkai seperti dia" tunjuk Kiba pada Naruto " Aku selalu memberika daging berkualitas tinggi untuknya" sambung Kiba lagi.

" Dasar Doggy buta warna" kata Sai yang entah ada angin apa, tiba-tiba membela Naruto.

" Ap…"belum selesai Kiba memprotes, bel masuk sudah keburu berbunyi.

Teng…Tong…Teng… Neng… Nong…..

" Semuanya, Tolong kembali ketempat duduk masing-masing " perintah Sai yang notabenenya Ketua kelas. mereka pun langsung menuju tempat duduk masing-masing, tak kecuali anggota PB yang meski pun mereka duduk berdekatan. Sai dan Kiba duduk di meja pojok, pinggir jendela tepat di belakang Sasuke dan Naruto. Sedangkan Neji dan Gaara duduk di meja no 2 dari depan tepat di depan Sasuke dan Naruto.

" Sekarang pelajaran matematika, sensei si jam ngaret itu pasti telat lagi " cetus Kiba dibangkunya.

" lho…bukankah itu bagus?" sahut Naruto sambil membalikkan badannya ke bangku Kiba.

" Jangan samakan kami denganmu yang pemalas itu, lagi pula kalau kau tak mau belajar lebih baik tak usah sekolah saja sekalian" tanggap Sasuke

" Diam sajalah kau Teme! Kau tak bisa melihat orang lain bahagia ya?" teriak Naruto

" Baik aku akan diam, jangan ajak aku bicara lagi" kata Sasuke emosi.

" Oke " sahut Naruto yakin.

" Lihat saja berapa lama mereka sanggup berdiam diri sepeti itu" batin Kiba, Gaara, Sai dan Neji.

.

.

30 menit kemudian…

" Dobe…ada apa denganmu? Biasanya kau yang selalu memulai pembicaraan. Meski aku tidak suka berbicara, tapi kalau hening seperti ini berasa seperti kuburan" batin Sasuke menunggu si pirang angkat bicara, dia tidak memulai karena gengsinya yang setinggi langit itu.

" Huh…Teme, jadi kau benar-benar ingin bermain diam-diaman denganku? Baiklah akan kulayani" batin Naruto membulatkan tekad.

Sedangkan para anggota Pb yang lain degan serius memerhatikan jam, menghitung berapa lama terapi diam yang sedang dijalankan teman-teman mereka.

"Sreeeekkk…" pintu yang awalnya menjadi saksi kegiatan siswa/siswi itu akhirnya terbuka dan terlihatlah seorang remaja, maksud saya laki-laki dewasa dengan rambut perak tak menentu arah, mata yang tertutupi sebelah oleh rambut dan jangan lupakan masker yang ia gunakan sebagai langkah mencegah agar ia tak terinfeksi dari segala virus dan kuman..

" Maaf anak-anak, sensei tadi tersesat di jalan yang bernama hidup segan mati tak mau" kata sosok tersebut yang ternyata tak lain dan tak bukan adalah sang guru ngaret bin mesum tapi tampan Hatake Kakashi.

" Buuu…." sorak para murid pada gurunya yang masih berdiri dengan cool dan santainya.

" Dasar…alasan macam apa itu? Sama sekali tidak logis" teriak Tenten pada sang guru.

"Ya…kamu benar Ten, Cuma matematikalah yang logis. Hal dan pelajaran lain memang sering kali tidak logis, misalkan contohnya pelajaran yang mengatakan manusia adalah revolusi dari monyet, memangnya siapa yang mau punya nenek moyang monyet, apalagi jika di tinjau dari ketampanan kita yang sangat jauh dari kata mirip monyet! Apa alasan mereka mengatakan monyet nenek moyang kita? Apa mereka meminjam mesin waktu doraemon dan melihatnya! Kalau nggak kenapa mengeluarkan pendapat begitu? Kalau memang mereka merasa begitu karena wajah mereka yang beda-beda tipis sama monyet, kenapa mesti bilang nenek moyang manusia? Kenapa nggak bilang nenek moyang mereka aja?" Curhat Kakashi yang nggak terima sama salah satu teori yang menyamakan wajah tampannya dengan monyet, dan walhasil Tenten merasa menyesal dengan kata-katanya tadi karena berakibat khotbah mendadaknya sang guru.

" untuk apa kita menghitung gerak laju melingkar dan tetapnya sebuah mobil, toh yang punya aja nggak ngehitung. Truss untuk apa kita mempelajari kecepatan sebuah cahaya? Wong cahayanya aja nggak peduli kecepatan kita. Trusss untuk apa kita tahu tentang atom yang terus berevolusi? Apa pentingnya kita mempelajari itu? Tapi kalau kita tidak bisa matematika kita akan ditipu orang waktu acara jual-beli. (ritual belajar mengajar terganti dengan curhat dadakan sang guru yang entah mengapa hari ini kelewat OOC*sepertinya ini dendem masa muda*)

.

.

.

~Jam istirahat ~

"Baiklah…kalian boleh istirahat" kata Kakashi dengan wajah lega setelah curhat dan mengeluarjan uneg-unegnya, berbanding terbalik dengan para muridnya yang hamper tepar dengan telinga merah. Kemudian Kakashi meninggalkan kelas.

Nah….inilah waktu yang paling menyebalkan bagi Naruto, gimana nggak coba? Disetiap istirahat dia harus membeli makanan kekantin untuk teman-temannya (ex Kiba). Gini ceritanya…

~Flashback~

"Hoi…kekantin yuk!" ajak Kiba pada teman-temannya.

" Nggak ah…ntar gue mati dikeroyok cewek-cewek liar bin aneh itu" kata Sasuke datar namun terdengar narsis bin lebay, tapi mendapat persetujuan dari Gaara, Sai, dan Neji berupa anggukan bahwa mereka setuju dengan perkataan sohibnya.

Naruto dan Kiba yang sudah biasa menghadapi keNarsisan temannya, bersikap cuek dan pura-pura nggax dengar(padahal mereka ngiri).

" Yaudah, terserah kalian. Kalo gitu aku mau kekantin, lapar ne….yuk Kib!" ajak Naruto pada Kiba yg ditanggapi dengan anggukan.

"Eh…! Gimana kalau kalian berdua yang membeli makanan buat kami berempat?" usul Gaara yang entah dapat bisikan ide dari mana.

"OGAH" jawab Naruto dan Kiba tanpa harus berpikir menggunakan otak mereka yang kecil.

"Benar juga kau Gaar, diantara kita yang tidak punya fans kan cuman mereka ini" tambah Neji yang menulikan telinganya dari teriakan duo berisik itu.

" Iya…ya…, beliin punya kami dong,,,"pinta Sai dengan wajah stotamel(stoic tapi melas).

"Noway" teriak Kiba + Naruto again.

"oke…gini aja, kalau kalian membeli makanan kami, kalian boleh beli makanan pake uang kami dan nggak usah ngabisin uang jajan kalian, Gimana?" Tanya Sasuke sok Bijak padahal dalamnya hanya ingin memanfaatkan(*chidori*).

"bener nih?" Tanya Kiba.

"Hn…" sahut Sasuke.

"Makanan apapun yang kami mau?" Tanya Naruto memastikan.

"Ya…tapi hanya untuk makanan dan minuman di sekolah ini" kata Gaara mengiyakan.

Naruto dan Kiba saling berpandangan, sebelum akhirnya tersenyum dan mengangguk.

"Okelah kalau gitu" kata Naruto dan Kiba Serentak.

"Dasar otak bisnis" batin Sasuke, Gaara, Neji, dan heran padahal dua-duanya termasuk Orkay tapi kelakuannya nggak menggambarkan hal tersebut.

"Oke, kami nunggu di atap ya!" kata Sai pada Naruto dan Kiba

"Ya…Ya…" kata Naruto meninggalkan kelasnya menuju kantin bersama teman sependeritaannya, Kiba.

Kemudian mulai hari itu Naruto dan Kiba pun harus berdesak-desekan dikantin untuk membeli makanan yang buanyaaak, sedangkan Sasuke, Gaara, Neji,dan Sai menunggu sambil memandangi awan yang terus bergerak dengan santainya.

~End flasback~

(skip time)

Pulang sekolah dilapangan Basket KIHS

"Kiba, cepat oper pada Naruto ia sedang bebas" teriak Gaara yang sedang di bayangi kapten dari SMA Mizu yaitu Tory. Tanpa menunggu lebih lama Kiba lansung mengoper pada Naruto, dengan kecepatan maksimal Naruto mendribble menuju ring lawan kemudian melakukan slamdunk dan goooolllL…..

"Yeah…" teriak Naruto, dan kiba sambil memamerkan tarian norak mereka.

Saat ini di lapangan KIHS, sedang berlansungnya pertandingan basket antara KIHS yang diwakili Prince Boy dan SMA Mizu yang diwakili Tory dkk. Pertandingan yang yang berat sebelah memang, namun tak menyurutkan penonton yang ingin melihat idola mereka yaitu anggota PB bertanding. Tak hanya dilapangan yang heboh mengoper dan menyusun strategi, karena teriakan-teriakan dari sang penonton juga tak kalah hebohnya.

"Sasuke you are the best, forever"

"Gaara….Gaara I love U"

"Sai…berjuang! FIGHT!"

"Neji….Semangat!"

Kira-kira itulah sebagian kecil dari teriakan-teriakan histeris para penonton yang membuat kuping Naruto, Kiba maupun yang bergender cowok iri.

Pertandinganpun usai dengan kemenangan mutlak KIHS dengan skor 60-15.

"ck…Gue nggak suka sama pertandingan ini" ketus Naruto bad mood.

"Aku senang-senang saja kok" kataSasuke yang sedang membawa hadiah-hadiah dari para penggemarnya tadi. Begitupula dengan Neji, Gaara dan Sai yang juga membawa hadiah yang tak kalah banyak dari Sasuke, bahkan Kiba pun membawa beberapa kado yang ia dapat meski hanya tiga bungkus. Namun sayang hanya Naruto yang tidak dapat apapun, dengan kesal ia segera pulang.

.

.

.

Naru POV

"ck…kok aku marah-marah ya? Wong itukan bukan salah mereka juga" pikirku saat melewati perkarangan rumahku yang luas ini.

"Haaah capek banget, udah panas, haus, nggak punya duit lagi." Gumamku kesal.

"Aku pulang." kataku sambil membuka pintu, dan seperti biasa tak ada yang menjawab ucapanku karna kaa-san pasti di butik dan tou-san di laboraturium pusat tempat ia bekerja. Kadang aku masih terheran-heran dengan rumahku yang besar namun tak ada seorang maid maupun butler didalamnya, dan pada akhirnya semua pekerjaan harus kami lakukan sendiri-sendiri.

Tanpa berlama-lama, lansung saja aku menuju kulkas, berharap ada sesuatu untuk diminum. ternyata eh ternyata hanya benda hijaulah yang memenuhi kulkas itu, tak ada air barang segelas pun. Dengan hati miris dan tenggorokan kering kulangkahkan kakiku menuju kamar. Saat melewati meja makan aku melihat dua gelas air, yang satu berwarna orange dan satu lagi bewarna putih. Itu pasti orange jus dan susu, langsung saja aku menghampiri sang objek dan meminumnya tanpa tersisa barang setetespun. kemudian aku hendak naik kekamarku.

~End Naru POV~

Saat hendak menaiki tangga menuju kamarnya, tiba-tiba kepala Naruto pusing seakan hamper pecah dan mengeluarkan isinya, kulitnya terasa panas, dan rambutnya seperti keluar dari kepalanya. tak lama setelah itu ia pitam dan Naruto pun jatuh pingsan….

~TBC~

Balasan review:

Hatake-sama-sensei,

Terimakasih atas reviewnya. Chapter 1 udah saya edit dan publish ulang sesuai dengan nasehat sensei. Bahkan saya belajar EYD baru dari Hatake-sama, di sekolah nggak di ajarin(curhat mode). Mohon disampaikan kalo ada yang salah lagi. Terimakasih sekali lagi. Review lagi ya :3

The portal transmission-19(senpai)

Terimakasih karna udah bilang fic gaje ini menarik. Sama seperti hatake-sama anda juga mengajarkan saya bagaimana cara menulis yang benar. Terimakasih(bungkuk-bungkuk).

Yo'e beilschmidt-san

Hahaha…hampir semua review masalah typo ya! Tapi agon ucapin terimakasih karna udah mau ngeriview dan mengingatkan. Tapi Yo'e-san hebat, belum ngepublish tapi udah tau cara penulisan yang benar.

Uwi-chan-senpai

Arigato, udah bilang suka sama fic alay ini, setidaknya ada pendorong untuk melanjutkan dan memperbaikinya. Masalah pairing belom kepikiran kesana, tapi Agon usahain entar(nggak janji loh).Terimakasih karna telah memberi saya motivasi.

Mohon reviewnya

REVIEW n REVIEW