Intention Screw
By D2L
Rate T
Genre:Sci-fi/ Crime
Summary: Tahun 2030, Korea Selatan mendapatkan presiden dengan umur termuda, 20 tahun, Cho Kyuhyun, laki-laki dengan perawakan tampan, rambut ikal, dan tentu saja dirinya dikagumi masyarakatnya. Tetapi tetap saja dia orang yang labil dengan umur yang semudah itu. Yang bahkan dialah orang yang berani membeli produk gagal yang sebetulnya sempurna dengan segala sifat ganasnya.
.
.
.
Happy Reading
.
.
.
Dengan nafas yang semakin tidak teratur, jantungnya yang semakin terpacu, otaknya yang mengeluarkan pikiran-pikiran buruk atas tindakannya yang seberono tadi, membuat laki-laki berambut hitam kelam itu, Sungmin, harus terbang dengan kecepatan di atas rata-rata ke dalam hutan terdekat yang ada di desa miskin itu untuk menghindari kira-kira kejaran dari sang pemilik rumah mewah itu yang tadinya dia tinggali. Beberapa bulu dari sayapnya bahkan terlepas dari tempatnya. Ini buruk, dia meninggalkan jejak, tapi Sungmin sama sekali tidak memikirkan itu sekarang, yang penting dia sampai tepat di hutan ketika sayapnya masih memiliki limit untuk dapat terbuka dan tidak tertutup yang membuatnya harus terjun bebas dari langit.
Sungmin merasa pandangannya mulai menjadi buram ketika sudah hampir sampai di mulut hutan, tapi Sungmin segera menggelengkan kepalanya dengan kasar dan lebih menambah kecepatan sayapnya lagi sampai akhirnya dia sampai tepat di tengah hutan dengan terjatuh dengan kasar di tanah bersamaan dengan sayapnya yang tiba-tiba saja menghilang dan beberapa bulunya berhampuran di udara dan jatuh ke tanah. Laki-laki itu merasa seluruh tulang-tulangnya hampir patah karena tubrukannya dengan tanah. Dia bahkan tidak bisa menggerakkan jari-jari tangannya.
Sungmin berusaha untuk mengambil udara sebanyak-banyaknya dari mulutnya dan semakin banyak melakukan gerak. Laki-laki itu benar-benar memaksakan tubuhnya agar bisa bergerak. Gerakannnya berhenti sejenak ketika tiba-tiba saja sebuah suara berbicara padanya.
"Kau hanya akan semakin merusak tubuhmu jika kau memaksanya seperti itu," ucap seseorang.
Sungmin membelakkan matanya. Dengan pandangan yang kabur-kabur dia melihat sepasang kaki seseorang yang semakin dekat ke arahnya. Sungmin malah semakin banyak bergerak
"Kubilang kau hanya akan semakin merusak tubuhmu jika terlalu banyak bergerak seperti itu," ucap orang itu dan dengan lancang dia menginjak punggung Sungmin dan mendorongnya sehingga tubuh Sungmin terbalik dan kini mereka langsung bertatapan satu sama lain, tapi Sungmin tetap tidak bisa melihatnya dengan jelas. Fungsi matanya tiba-tiba saja mengalami penurunan.
"Kau terlalu memaksa zat kimia yang ada di dalam tubuhmu. Lihat saja semua kinerja dalam tubuhmu hampir dirusak total oleh zat kimia itu. Kau bahkan tidak bisa menggerakkan persendianmu, bahkan melihatku," ucap orang itu lagi.
Sungmin hendak membalas meneriaki orang itu. Ingin mengatakan memangnya kau tau apa? Kau siapa memangnya? Tapi sayangnya ketika Sungmin membuka mulutnya dan hendak meneriaki orang itu, suaranya sama sekali tidak ada yang mau keluar.
"Heh, bahkan pita suaramu sudah hampir rusak. Aku ini orang baik. Dan kau akan tahu nanti kalau kita sebenarnya sejenis. Jadi sebaiknya kau diam saja saat kutarik atau tidak akan ada bantuan untuk kedua kalinya," ucap orang itu yang kini terdengar sayup-sayup di telinga Sungmin. Dalam beberapa detik kemudian Sungmin kehilangan kesadarannya.
'Sudah pingsan rupanya,' batin orang itu. Kemudian orang asing itu menarik napas dalam-dalam lalu menghembuskannya. Tiba-tiba saja angin kencang terjadi disekelilingnya, seperti topan kecil dan ketika angin itu berhenti, sesuatu yang sama persis dengan milik Sungmin keluar, hanya saja warna yang berwarna putih kemerahan dan berbentuk seperti sayap burung cendrawasi membuatnya berbeda dengan milik Sungmin yang berwarna hitam pekat.
"Sudah lama aku tidak melakukannya," ucap orang itu sambil tersenyum miris. Kemudian orang asing itu, laki-laki berambut blondie terang mengendong Sungmin dengan ala bridal style kemudian terbang dengan ketinggian tidak sampai satu meter saja. Dia melakukan ini karena menurutnya terbang akan lebih cepat untuk sampai di rumahnya dari pada berjalan kaki.
Ketika sampai di depan pondok kayu kecil, laki-laki berambut blondie itu mendaratkan kakinya kembali ke tanah dan kembali memasukkan sayapnya kembali ke dalam punggung miliknya. Laki-laki itu cukup meringis kesakitan ketika daging punggungnya terbuka dan bulu-bulu sayap itu perlahan masuk ke sela-sela daging tersebut lalu menutup sekali lagi.
"Ini bahkan lebih menyakitkan dari yang kuduga," gerutu orang itu, tapi kemudian dia merasakan tubuhnya yang lebih sakit ketika sayap lainnya masuk ke dalam tubuhnya, mencengkramnya dengan sangat kuat dengan sayap yang berwarna hitam pekat.
"Rupanya kau sudah sadar, ya?" tanya orang itu pada Sungmin.
"Kau sudah melihatnya kenapa bertanya lagi?" ucap Sungmin sinis.
"Hanya bertanya saja. Siapa sangka orang yang tersadar sepenuhnya berani untuk menyakiti ras sesamanya?" kini orang itu yang berucap dengan sinis. Dia kembali mengembangkan sayap putih dengan urat-urat merah dari punggungnya dan menghantam sayap milik Sungmin agar terlepas dari tubuhnya.
Sungmin terperanjat melihat orang yang membawanya itu kurang lebih sejenis dengan dirinya. Ras manusia yang dijadikan percobaan malaikat.
"Namaku Lee Hyukjae atau kau bisa memanggilku Eunhyuk. Siapa namamu?" tanya orang itu seraya mengembalikan sayap miliknya ke dalam punggungnya.
Sungmin mengerutkan keningnya. "Kenapa kau menghilangkannya begitu cepat? Tidak akan ada yang melihatnya, bukan?"
"Ada. Yang akan melihatnya adalah matahari dan aku akan mati terbakar jika tidak segera mengembalikannya," ucap Eunhyuk.
Sungmin membulatkan matanya tidak percaya.
"Apa yang kau pikirkan benar. Aku adalah percobaan gagal karena para ilmuan itu baru saja membentuk malaikat albino yang tidak tahan akan sinar matahari. Heh, seperti vampier saja," ucap Eunhyuk.
"Kau beruntung menjadi malaikat yang hampir sempurna Sungmin. Bahkan ketika kau berusaha untuk mengeluarkan sayapmu, punggungmu tidak akan terasa sakit dan mengerikan karena terbelah dan menampakkan daging dan juga tulang punggungmu. Kau tidak perlu merasa sakit untuk kedua kalinya ketika kau ingin mengembalikkannya masuk ke dalam punggungmu. Sayap milikmu akan tercabut sendiri dari kulitmu dan berhamburan di udara karena tubuhmu sudah tidak membutuhkan sayap yang bisa kau produksi kapan saja dan sebanyak apapun yang kau inginkan," ucap Eunhyuk panjang lebar dengan ekspresi yang cukup mengerikan dan mengintimidasi Sungmin.
"Akh, maaf. Sifat jelekku muncul lagi," ucap Eunhyuk yang kini ekspresinya berubah dan menampakkan sebuah senyuman.
"Maaf jika tadi aku melakukan pengecekan pada tubuhmu dan aku menemukan zat aneh, bisa dibilang unik yang ada di dalam tubuhmu. Zat itu yang menyebabkan sayapmu bisa tumbuh terus menerus dan kau tidak perlu susah payah untuk menjaganya dan memasukkannya ke dalam tubuhmu. Selain itu juga zat itu yang memicu semua otot dan sarafmu sehingga kau bisa sangat kuat. Aku yakin hal itulah yang membuatmu bisa lolos dari laboratorium yang menjagamu," ucap Eunhyuk.
"Lalu masalahnya sekarang apa?" tanya Sungmin mulai mengerti arah pembicaraan ini.
"Zat itu akan sekaligus merusak tubuhmu ketika kau memaksakannya ketika kau berusaha sekuat tenaga untuk terbang ke sini dengan kecepatan maksimal. Zat itu membuatmu tidak sadarkan diri. Atau bisa dibilang saat itu jika kau tidak menemukanmu dan memberikan obat herbal pada tubuhmu," jawab Eunhyuk.
"Apa itu juga ada dalam tubuhmu?" tanya Sungmin sekali lagi.
"Tidak," jawab Eunhyuk singkat.
Sungmin mengerutkan keningnya. "Lalu kenapa kau bisa melarikan diri dari laboratorium yang mengurusmu?"
"Aku bukan barang sempurna sepertimu. Aku ini cacat, jadi mereka tidak akan mempertahankanku seperti mereka mati-matian mempertahankanku. Aku dibuang ke hutan desa terpencil ini dua tahun yang lalu," jawab Eunhyuk dengan senyuman yang tidak dapat diartikan.
"Aku akan memperingatkanmu satu hal sebelum kau pergi dari sini. Zat di dalam tubuhmu entah kenapa berproduksi dan mereka semakin banyak saja. Kau tidak bisa memaksa sayapmu terlalu bekerja keras jika kau tidak ingin mati, tapi selain itu juga kau harus banyak memakai sayapmu," ucap Eunhyuk.
"Maksudnya?" tanya Sungmin kebingungan.
"Zat itu keluar dari tubuhmu dan zat itulah yang membentuk sayapmu, jadi semakin banyak kau mengeluarkan sayapmu lalu menghilangkannya ke udara, maka zat yang ada di dalam tubuhmu tidak akan berjumlah terlalu banyak dan membahayakanmu. kau bisa mengeluarkannya sebanyak yang kau mau, tapi kau tidak bisa mengepakkannya terlalu maksimal atau itu akan membunuhmu," jelas Eunhyuk.
"Aku heran kenapa kau bisa tahu akan hal itu terlalu banyak. Kupikir pemeriksa dadakan yang kau lakukan itu kurang dari sejam dan seharusnya kau tidak akan terlalu tahu akan hal itu," ucap Sungmin dengan nada mengintimidasi.
"Kau benar. Tentu saja aku tahu karena aku adalah mantan orang yang bekerja di laboratorium yang turut dalam proyek ras malaikat itu, tapi sayangnya teman-temanku yang lain menghianatiku dan menjadikanku menjadi sebagai bahan percobaan itu," ucap Eunhyuk dengan senyuman aneh.
Sungmin langsung saja tersentak mendengar hal itu. Tiba-tiba sayapnya muncul seketika dan kini dia sudah ada di depan Eunhyuk dan menggunakan sayapnya sebagai pisau pada leher Eunhyuk.
"Kau beruntung karena kau sekarang berasal dari ras yang sama sepertiku, tapi ada satu pertanyaan yang harus kau jawab sejujur-jujurnya," ancam Sungmin.
Eunhyuk sama sekali tidak terpengaruh dengan ancaman Sungmin. Dia kelihatan biasa saja. "Aku akan menjawabnya sebisaku," ucap Eunhyuk dengan senyuman lebar.
"Apa ada penawar untuk menjadikan kita kembali ke ras aslinya?" tanya Sungmin dengan nada serius.
Eunhyuk cukup kaget dan tidak menyangka Sungmin akan bertanya akan hal itu. Cukup lama Eunhyuk diam dan tidak menjawab dan itu membuat Sungmin lagi yang berkata," Kenapa? Apa memang tidak ada yang seperti itu?
"Tidak. Hanya saja penawarnya disembunyikan di tempat yang tidak bisa dijangkau oleh kita dengan status yang biasa. Para ilmuan itu dengan liciknya menyembunyikannya di laboratorium pusat negara dan yang buruknya lagi adalah laboratorium itu sering sekali dikunjungi oleh presiden negara ini karena jaraknya yang satu kompleks dengan gedung presiden. Kau pasti sudah menduga bagaimana ketatnya penjagaan di sana," jelas Eunhyuk.
"Kalau kau ingin mendapatkannya, tentu saja kau harus ke Seoul. Well, sebetulnya tidak masalah karena desa ini cukup dekat dengan Seoul, tapi sayangnya kau harus berhati-hati dengan para ilmuan yang sudah tahu bahwa kau sekarang berkeliaran dan pastinya di kota itu nanti akan banyak mata-mata yang disebar untuk menangkap sosokmu. Kau tahu seandainya jika lagi-lagi kau tertangkap? Kau akan dijadikan bahan percobaan yang lebih sadis," peringat Eunhyuk.
"Tidak masalah. Itu jauh lebih baik ketika aku akan mati dengan sosok seperti ini sebentar lagi,kan?" ucap Sungmin dengan senyuman meremehkan. Kemudian dia berlompat mundur dari Eunhyuk dan berjalan menuju pintu dari rumah kayu itu.
"Sampai jumpa. Aku akan membaginya jika mungkin aku bisa mendapatkannya," ucap Sungmin kemudian menghilang dari pondok itu.
"Aku tidak yakin kau bisa mendapatkannya. Apalagi ketika kau bertemu dengan presiden baru ini," ucap Eunhyuk dengan tawa meremehkan.
.
.
.
Kyuhyun kali ini terdiam di ruang kantor miliknya dengan kedua tangan yang diletakkannya di meja dan terkepal di depan mulutnya. Kali ini laki-laki dengan prefesi itu sedang sibuk untuk memikirkan sesuatu, tapi tampaknya itu bukan urusan negaranya ataupun pekerjaan dokumen yang sejenisnya. Setidaknya dia sudah menyelesaikan semua dokumen-dokumen penting yang berhubungan dengan politik dan juga perekonomian negara ini.
Kali ini pikiran laki-laki berambut coklat ikal itu berkecamuk tentang malaikat bersayap hitam yang baru saja ditemui. Kyuhyun yakin bahwa makhluk cantik yang ditemuinya itu bukan makhluk mitos tetapi makhluk yang tercipta melalui ilmu pengetahuan, tapi kenapa sampai melakukan percobaan yang bahkan tidak diketahui oleh dirinya sebagai presiden? Memang dia baru saja menjabat, tetapi bahkan sebelum ida menjawab tetapi sudah terpilih, dia dikirimi berbagai data yang berhubungan dengan negara dalam bidang apapun yang terjadi pada masa presiden periode yang sebelumnya, tapi sama sekali tidak ada tentang pengembangan percobaan malaikat itu.
"Apa dia akan dijadikan senjata hidup? Tapi untuk apa? Invasi? Perang? Dengan negara apa?" tanya Kyuhyun entah pada siapa. Pernyataan itu muncul ketika dia sadar betapa kuatnya malaikat hitam itu. dengan satu kali kepakan sayap saja, atap rumah mewah miliknya bisa hancur. Kekuatan yang sangat cocok untuk bidang militer.
"Well, jika memang iya, maka itu akan sangat menyenangkan," ucap Kyuhyun.
Kyuhyun tersentak dari lamuannya ketika mendengar suara ledakan. Dia berdiri dari kursinya dan berjalan menuju jendela dekat sana dan matanya menangkap sesosok yang sedari tadi dipikirkannya terbang ke arah laboratorium yang berada satu komples dengan gedung kepresidenan miliknya. Para ilmuan yang ada di sana tampak berusaha untuk menangkap malaikat hitam itu dengan cara pertama melemparkan bom-bom ke udara, lalu ketika perhatian malaikat itu terlaihkan atau tertutupi oleh debu hitam yang dihasilkan oleh bom itu, salah satu dari ilmuan yang ada menggunakan mesin ya ng dapat mengumpulkan arus listik menjadi seperti tali yang memanjang lalu menyentrum malaikat hitam itu, kemudian tidak menunggu lama, malaikat itu terjun jatuh dari langit.
"Aku bertemu denganmu lagi," ucap Kyuhyun dengan sebuah seringai.
Kyuhyuns egera berlari dairi ruang kantor miliknya menuju ke kawasan laboratorium itu. Bahkan ketiak berlari di koridor gedung kepresidenan itu, dia sama sekali tidak ambil pusing untuk tersenyum atau membalas sapaan pada orang –orang yang ditemuinya di koridor tersebut. Dia terlalu senang dan ingin sekali cepat melihat malaikat bersayap hitam itu dengan jarak yang dekat.
Akhirnya Kyuhyun sampai juga di depan gedung laboratorium itu. Awalnya para penjaga yang ada di sana tidak mengizinkannya, tapi dengan berbagai taktik yang dia punya, akhir Kyuhyun masuk ke dalam laboratorium itu. kyuhyun segera melangkahkan dirinya menuju ruang laboratorium 1, ruang laboratorium yang paling besar dan juga paling utama, dan walah, benar saja dugaannya, kini dia melihat malaikat hitam itu di tengah-tengah ruangan yang sedang pingsan dan terkurung disebuah kubus beruji besi.
"Aku ingin membeli dia," ucap kyuhyun tanpa basa-basi.
"Tapi, Tuan presiden," ucapan salah satu ilmuan yang ada di sana terputus ketika melihat tatapan Kyuhyun yang sangat menusuk dan auranya berbeda seperti Kyuhyun baik yang seperti biasa ditampilkannya.
"Aku tidak mau tahu. Berapa yang kalian inginkan? Aku akan memberikannya, tapi sebagai gantinya dia menjadi milikku, ya?" ucap Kyuhyun tersenyum penuh makna.
Para ilmuan yang tamak akan uang itu langsung saja menyetujuinya dan Kyuhyun langsung memberikan selembar cek kosong kepada salah satu ilmuan itu.
"Isi sebanyak yang kalian mau dan bawa cek itu kembali besok pagi ke kantorku untuk kutanda tangani. Sekarang bawa dia ke kamarku," perintah Kyuhyun kemudian dia melangkah pergi dari sana tanpa menatap ilmuan-ilmuan tamak itu lagi.
'Aku punya mainan baru yang menarik,' batin Kyuhyun menyeringai dalam hatinya.
.
.
.
TBC
.
.
.
A/N: Terima kasih sudah membaca, memberi saran bahkan memberi review!~
