Author : chen21ina
Title : ME VS YOU
Cast :
Kim Jongdae
Wu Minseok
and other
Rated : T
Chapter 2 !
Minseok melebarkan mata sipit nya saat melihat Jongdae tenggelam ,bukan nya langsung menolong Minseok justru panik sendiri .
"Miinnn toloongg ! " Suara teriakan Jongdae mengembalikan Minseok ke dunia nyata dengan segera ia melompat ke dalam sungai . Mata minseok mengedar mencari sosok Jongdae , oh tidak jangan sampai ia tenggelam , Minseok kemudian menyelam kondisi air sungai yang sedikit keruh membuat gadis ini kesulian bukan main . Disaat ia akan menyerah mata Minseok menatap tangan yang mencoba melambai . Disana ! Minseok dengan segala tenaga yang ia punya berenang secepat mungkin ke arah Jongdae , ia meraih Jongdae .
"Astaga Minseokk Jongdaeee !" Junmyeon yang mendengar teriakan Jongdae segera berlari ke arah sungai dan ia hampir saja terkena serangan jantung ketika melihat putra nya berada di dalam sungai dengan Minseok yang berusaha untuk menolong nya .
Junmyeon ikut melompat ke dalam sungai , ia membantu Minseok untuk membawa Jongdae kembali ke daratan . Junmyeon menepuk-nepuk pelan pipi Jongdae namun putra nya tersebut tidak kunjung membuka mata . Minseok yang masih terengah mencoba mendekati Jongdae , ia menekan bagian dada pria tersebut namun tetap tidak ada pergerakan . Akhirnya Minseok menaruh lengan nya pada bagian leher Jongdae untuk mengangkak leher tersebut , ia menutup hidup Jongdae dan mulai menghembuskan nafas nya langsung ke mulut Jongdae . Minseok mencoba nya sekali lagi karena yang pertama ia tidak mendengar ada hembusan nafas disana .
"Uhuk uhuk" Minseok dan Junmyeon menghela nafas lega saat melihat Jongdae terbatuk dan ia mengeluarkan air dari mulut nya.
.
.
"Haaatttcchhiiiiii"
Yixing menghela nafas melihat Jongdae dan Minseok yang kini terserang flu . Wanita paruh baya itu terkejut bukan main saat Junmyeon pulang bersama dengan Minseok dan Jongdae yang dalam keadaan basah , di tambah lagi saat mengetahui bahwa Jongdae hampir saja tenggelam membuat jantung Yixing seakan berhenti berdetak.
"Kau benar-benar memalukan , pria dewasa tapi tidak bisa berenang kemampuan otak mu sangat di bawah rata-rata seperti nya " Minseok mencibir.
"Yakk ! kau pikir kemampuan otak seseorang di tentukan dengan bisa atau tidak nya ia berenang ? ternyata otak mu sedangkal itu " Balas Jongdae. Minseok hanya menatap Jongdae tajam , jika tau akan seperti ini lebih baik ia biarkan saja Jongdae tenggelam tadi.
"Jongdae-yaaaaaaa"
Mata Minseok menyipit , saat ini ada seorang wanita yang ia tidak kenal . Tiba-tiba saja datang dan langsung memeluk Jongdae .
"Kau baik-baik saja ? Ku dengar kau jatuh ke sungai . Apa ada yang sakit ? apa kau terluka ?"
"Aku baik-baik saja Baek " Jongdae memegang lengan wanita yang ia panggil dengan sebutan Baek tersebut .
"Cih so drama " cibir Minseok .
"Siapa dia ?"
"Baek kenalkan dia Minseok anak dari sahabat appa, dan Minseok ini Baekhyun " Minseok melihat Baekhyun dari atas sampai bawah membuat Baekhyun merasa risih sendiri .
"Kenapa melihat ku seperti itu ?"
"Terserah aku " Lalu kemudian Minseok berjalan menuju kamar nya meninggalkan Baekhyun dan juga Jongdae .
"Oh tuhan , wanita itu angkuh sekali "
Tinggal di desa seperti ini bukan lah masalah untuk Minseok , memang tidak ada kemewahan yang selalu ia dapatkan disini semua nya serba terbatas . Tapi Minseok masih bisa bertahan , hanya saja hidup sebagai anak pengusaha ternama mau tidak mau membuat Minseok di segani oleh teman-teman nya . Mereka biasa berlaku sopan bahkan terkesan takut pada Minseok , tapi disini Jongdae di luar prediksi nya . Pria itu amat sangat tidak sopan bahkan menurut Minseok sudah tiga kali ia berusaha mengintip nya .
Berkali-kali Minseok berkutik dengan ponsel , ia ingin menghubungi Kyungsoo sahabat nya . Wanita itu pasti akan dengan senang hati menjemput Minseok .
Hanya saja jika melakukan hal tersebut tidak terbayangkan bagaimana murka nya Yifan nanti , memikirkan tentang sang ayah hanya membuat Minseok tersenyum miris .
"Minseok-ah ?" Minseok tersentak saat mendengar suara Junmyeon "Makan malam sudah siap , ayo kita makan bersama-sama "
Minseok sedari tadi hanya berdiam diri di kamar , tanpa ia sadari langit telah berganti warna . Ia berjalan ke arah meja makan disana sudah ada Junmyeon, Yixing , Jongdae dan juga Baekhyun . Untuk apa wanita itu ada disana ?
"Dasar anak kota , mau mmakan saja harus di panggil " Cibir Baekhyun , Minseok hanya memutar mata nya malas . Bertambah lagi orang menyebalkan disini .
Minseok memandang menu yang tersaji di atas meja , semua nya adalah masakan rumah . Minseok terdiam sejenak menatap segala jenis hidangan membuat Yixing merasa tidak enak .
"Maafkan ahjuma ya Minseok , ahjuma hanya bisa memasak ini. Mungkin kau tidak terbiasa " Minseok segera menggeleng kecil , saat mendengar penuturan Yixing .
"Bukan seperti itu ahjuma , hanya saja terakhir kali aku menemukan masakan seperti ini saat mendiang eomma masih hidup . Appa sama sekali tidak bisa memasak " Yixing sedikit tertegun mendengar nya .
"Sudah lah , ayo kita makan bersama " dan Junmyeon segera memimpin Doa .
Makan malam bersama sebuah keluarga , Minseok tidak pernah membayangkan bahwa ia akan merasakan hal tersebut kembali . Sungguh setelah eomma nya pergi bukan hanya sosok seorang ibu yang hilang namun Minseok langsung kehilangan keluarga nya juga.
.
.
Mentari siang ini bersinar sangat terik, Minseok terus saja mengipasi wajah nya sendiri dengan kipas kecil yang ia temukan di rumah Yixing . Apa sangat sulit memasang pendingin ruangan disini ?
"Heii dari pada kau berdiam diri disana lebih baik kau ikut dengan ku " Minseok hanya melirik kecil kearah Jongdae .
"Eomma dan Appa pergi untuk mengurus panen , aku tidak tahu kapan mereka akan pulang . Dan aku akan pergi juga " Minseok masig tidak merespon saat Jongdae kembali berbicara .
"Yasudah aku pergi , tapi jika kau mendengar suara-suara aneh nanti jangan kaget karena itu tanda nya penghuni rumah ini ingin berkenalan dengan mu" Minseok menatap Jongdae tajam namun pria itu hanya mengangkat bahu nya acuh lalu berjalan keluar meninggalkan Minseok .
Jongdae tersenyum geli saat Minseok mengikuti nya dari belakang , ternyata wanita ini takut dengan hantu padahal tadi Jongdae hanya bercanda.
"Jongdae-yaaaaa" Baekhyun melambaikan tangan nya saat ia melihat Jongdae , namun senyum ceria Baekhyun hilang begitu saja ketika melihat Minseok berdiri di belakang Jongdae .
Minseok menatap heran , sekarang ia sudah berada di pinggir lapangan besar . Dan disana ia dapat melihat Baekhyun dengan beberapa anak kecil sedang bermain bola .
"Apa yang di lakukan nya ?" Tanya Minseok entah pada siapa .
"Tentu saja bermain bola memang nya apa lagi " jawab Jongdae . "Ayo kita bergabung bermain bersma " Ajak Jongdae . Minseok hanya menatap Jongdae enggan yang benar saja bermain bola di cuaca panas seperti ini ?
"Yasudah jika tidak mau " Kemudian Jongdae berlari ke tengah lapangan .
Minseok hanya tersenyum melihat kelakuan Jongdae , sebenarnya berapa usia laki-laki tersebut . Jongdae terlihat sangat menikmati permainan , padahal lawan nya adalah anak kecil . Pandangan Minseok jatuh pada seorang anak kecil yang hanya duduk di sisi lapangan , kemudian Minseok berjalan mendekati nya .
"Kau tidak ikut bermain ?" Tanya Minseok namun anak itu hanya diam .
"Nama mu siapa ?"
"Kau pemain cadangan yah ?" Ini pertanyaan ketiga yang Minseok lontarkan namun anak tadi tetap tidak mau menjawab.
"Kenapa ka tidak mau bicara pada ku ?" tanya Minseok kesal . namun bukan nya minta maaf anak tersebut malah berjalan meninggalkan Minseok .
"Anak tidak sopan " Minseok menggerutu sendiri .
"Nama nya Taeoh " Minseok terkejut sendiri ketika Baekhyun tiba-tiba saja sudah ada di sebelah nya .
"Taeoh tidak bisa bicara " lanjut nya .
"Astaga , apa dia bisu ?" Tanya Minseok kemudian .
"Dulu taeoh bisa bicara , namun ia pernah demam tinggi karena penanganan yang telat akhirnya ia kehilangan suara nya . Aku sendiri tidak begitu mengerti tapi begitulah cerita yang ku dengar " Jelas Baekhyun .
"Lalu bagaimana ia berkomunikasi ?"
"Bahasa isyarat , hanya saja anak-anak disini tidak bisa bahasa isyarat jadi Taeoh kesulitan untuk berkomunikasi " Jelas Baekhyun .
"Baek, antar kan aku ke rumah Taeoh " Baekhyun hanya memandang heran pada Minseok , untuk apa dia ingin ke rumah Taeoh.
"Jika kau ingin kesana untuk mengatai Taeoh , maka jawaban ku adalah tidak " Minseok memutar mata nya malas , penyakit menyebalkan Baekhyun sudah kembali .
Minseok tidak ingin berdebat dengan Baekhyun maka ia meminta tolong pada Jongdae untuk mengantarkan nya ke rumah Taeoh , untunglah Jongdae mau mengantarnya tanpa perlu beradu argumen . Kini Minseok dan Jongdae sudah berada di rumah Taeoh , Jongdae sendiri masih tidak tahu alasan Minseok yang ingin bertemu dengan keluarga Taeoh .
"Saat Taeoh berusia lima tahun , ia terserang demam tinggi . Aku pikir itu hanya demam biasa tapi ternyata aku salah . Ini semua salah ku seharus nya aku lebih paham kondisi putra ku sendiri " Minseok menatap sendu pada Junghan ibu dari Taeoh .
"Ahjuma , aku memiliki seorang teman dia adalah dokter spesialis anak . Jika kau mengizinkan aku akan meminta nya kemari untuk memeriksa Taeoh , ku dengar pada kasus seperti Taeoh sang anak yang kehilangan suara nya dapat berbicara lagi asalkan ia di terapi secara rutin " Junghan menatap tak percaya pada Minseok .Wanita tersebut memeluk Minseok erat menandakan terima kasih nya .
.
.
" Jadi kau bisa kan kemari ?"
"..."
"Aaahh aku tahu kau memang bisa diandalkan "
"..."
"Aku mencintaimu "
Jongdae tertegun , ia tak sengaja mendengar pembicaraan Minseok dengan seseorang . Siapa yang di hubungi oleh Minseok apakah itu kekasih nya ? mesra sekali .
"Kau sedang apa ?" Jongdae duduk disamping Minseok saat ini kedua nya tengah berada di halaman belakang rumah Jongdae .
"Menghubungi teman" Jawab Minseok .
"Kenapa kau sangat peduli pada Taeoh ?" Minseok menatap Jongdae , wajah Jongdae yang penasaran terlihat sangat lucu.
"Taeoh anak yang lucu , wajah nya sangat menggemaskan . Hanya karena ia kehilangan suara ia jadi kehilangan keceriaan juga , aku hanya ingin melihat nya tertawa . " Minseok kembali menatap Jongdae , pria tersebut terlihat tidak percaya dengan ucapan nya .
"Jongdaeeee" Minseok dan Jongdae menoleh ka arah pintu disana ada Baekhyun .
"Kekasih mu sudah datang , aku akan menyiapkan makan malam saja kalau begitu " Jongdae hanya terdiam ia menatap Minseok dalam .
Jongdae kembali di buat terkejut , Minseok yang seorang anak manja , pemalas , menyebalkan bahkan berkelakuan bar-bar dapat memasak menu makan malam dan rasa nya pun di luar ekspetasi Jongdae . Ini sangat enak .
"Baekhyun tidak ikut makan malam disini ?" Jongdae tersentak saat Minseok betanya .
"Tidak , tadi dia cepat-cepat pulang karena seperti nya akan hujan " Minseok mengangguk mendengar jawaban Jongdae .
Sebenarnya Jongdae sedikit merasa heran , sejak dari rumah Taeoh tadi siang Minseok berubah . Ia tidak lagi selalu berteriak jika bicara , tidak meyebalkan , bahkan wanita itu menyiapkan makan malam untuk nya . Sebenarnya apa yang terjadi dengan Minseok ?
"Jongdae jika kau sudah selesai makan nya letak kan saja piring nya , biar nanti aku yang mencuci " Jongdae hanya mengangguk , Minseok aneh .
.
.
"Min kau ingin ikut dengan ku tidak ?" Minseok berhenti menatap layar ponsel nya , saat mendengar suara Jongdae .
"Kau meu kemana Dae-ah ? "
Jantung Jongdae seakan berhenti berdetak saat Minseok memanggil dengan sebutan Dae terasa biasa namun dapat mematikan sistem kerja otak Jongdae seketika .
"Kebun " Jongdae segera berjalan meninggalkan Minseok di ruang tamu , Minseok yang jadi pendiam dan manis seperti itu sangat berbahaya untuk jantung Jongdae .
"Aku ikut " Minseok tiba-tiba saja muncul di belakang Jongdae .
"Astaga Min kau mengagetkan ku ! "
"Oh maaf "
"Min apa kau sakit ?" Minseok menggeleng .
"Apa kepala mu terbentur ?" Minseok menggeleng lagi .
"Kau aneh " Ucap Jongdae setelah nya .
.
.
Minseok hanya duduk sambil memakan buah jeruk yang di ambil oleh Jongdae , sedangkan pria tersebut sibuk memetik berbagai buah-buahan lain nya .
"Min berhenti memakan buah nya , ck kau ini aku susah payah memetik kau enak saja tinggal makan " Minseok memutar mata nya malas , hanya minta sedikit saja tidak boleh .
Tes
Tes
Tes
"Hujaaaannn "
Minseok dan Jongdae segera berlari kearah gubuk yang terletak di pinggir kebun , hujan datang tanpa permisi membuat tubuh kedua nya basah .
"Jongdae-ya aku penasaran , ahjuma dan ahjusi sebenernya pergi kemana ? kenapa mereka lama sekali pergi nya ?"
"Kan aku sudah mengatakan jika mereka mengurus hasil panen "
"Lalu kenapa di kebun ini tidak ada orang lain ? bukan kah biasa nya akan ada banyak orang yang ikut memetik buah jika memang sudah panen ?"
"Ck kau ini banyak tanya "
Minseok duduk sambil menekuk lutut nya sendiri , ini sudah hampir satu jam dan hujan masih belum berhenti . Terjebak di sebuah gubuk dengan Jongdae adalah hal paling membosankan , laki-laki itu sedari tadi hanya diam dan tidak melakukan pergerakan apa pun .
"Jongdae-yaa aku bosan " ucap Minseok namun Jongdae sama sekali tidak bergeming . Dengan kesal Minseok menghampiri Jongdae , namun saat kedua nya sudah sangat dekat Minseok baru menyadari sesuatu . Kulit Jongdae tampak pucat , bibir nya pun bergetar tanda kedinginan .
"Asataga Jongdae !" Minseok menyentuh kening Jongdae , panas .
"Ya ampun aku harus bagaimana ?"
.
.
.
Tbc
Continue dengan tidak elit nya .
Jujur buat ini aku susah sendiri , soalnya kemarin kan bikin nya yang sweet nah sekarang buat bang umin sama Jongdae kaya kucing ma tikus gini .
Kejebak dengan cerita sendiri ...
Dan aku mau minta maaf untuk ME VS YOU yang di chapter satu pas awal post itu aku salah submit document . Untung nya Kim Hyomi langsung kasih tau . Maaf pake banget ...
Makasih buat yang udah baca , makasih buat yang udah review , aku seneng banget baca review kalian semua nya .
See you in next chap ^^
