Disclaimer : Takeshi Konomi
Theme : Ketidak jelasan anak" Shitenhouji
"Baiklah, saudara - saudara yang saya hormati dan saya banggakan.", buka Shiraishi. "Pertama - tama, marilah kita memanjatkan puji syukur ke hadirat.."
"Kita ini mau ngadain bukber ato mau ngadain forum diskusi sih..?", tanya Ken'ya.
"Dia mau ngambil nilai pidato buat besok.", jawab Chitose asal.
"Materi pidato kan uda diajarin sebulan yang lalu. Week..", balas Shiraishi mengejek.
"..Senpai, kita belum ngapa - ngapain dari tadi..", sela Zaizen.
"Oh, iya, betul..!!", pekik Shiraishi. "Kalo gitu, mari kita bagi tugas. Ken'ya, kamu pergi sama Chitose beli makanan."
"Makanan apaan..?", tanya Ken'ya bingung.
"Masih nanya lagi..!! Makanan warteg mang bejo di depan sono..!! Udah cepet beli..!!", perintah Shiraishi.
"Siap, bos..!!", keduanya beranjak pergi.
"Terus..", kata - kata si kapten langsung terhenti begitu melihat baka pair sedang asyik - asyikan bermesraan.
"Woi..!! Ini puasa, puasa..!! Kalian ngapain malah pacaran gitu..? Pake mojok lagi..!!", teriak Shiraishi panjang lebar tanpa henti kayak kereta api.
"Hwaa..!!", berkat teriakan sang kapten, akhirnya mereka sadar akan kelakuannya.
"Yuji..!!"
"Ya..?"
"Kamu pergi beli es cendol sama zaizen..!!"
"Tapi.."
"Ga ada tapi - tapian. Cepetaan..!!"
"I-iya, mas.", si Yuji langsung menyeret (?) Zaizen pergi.
"Hm..", Shiraishi berpikir sejenak. "..Ah, ya..!! Koharu..?"
"Ya, buchou..?"
"Susul si Ken'ya ama Chitose, bilang ama mereka, pesen 1 nasi bungkus lagi."
"Buat siapa..?"
"Buat gue. Ya nggak lah..!! Rakus amat gue. Buat osamu-chan.."
(lho..? kok gaya ngomongnya..)
"Oh..oke deh..", Koharu langsung menyusul Ken'ya dan Chitose.
"Kin-chan, Gin.."
"Ya..?", jawab mereka bersamaan.
"Karena ga ada tugas yang harus kuberikan, kita main saja."
"Kita main apa, Shiraishi..?", tanya Kintaro penasaran.
"Tunggu sebentar..", Shiraishi beranjak dan mengambil sesuatu dari tasnya. Sedangkan keduanya hanya terdiam melihat kaptennya itu.
"Taraaa..", Shiraishi menunjukkan barang yang dibawanya.
"Haaa..?", kedunya cengo.
"Lho..? Kenapa..?", tanya Shiraishi kebingungan.
"I-itu kan..KARTU POKER..!!", pekik Gin.
"Lha, terus kenapa..? Ayo kita main.", ajak Shiraishi.
"Tapi, nanti kalo kita ketahuan guru gimana..?", Gin mulai panik.
"Masa sih kita sampe ketahuan..? Kan kita diruangan tertutup. Ayo kita main..!!", pekik Shiraishi girang.
Akhirnya, Gin dan Kintaro terpaksa mengikuti kemauan sang kapten.
hwee~
ini kan uda lebaran, tapi baru sekarang bisa ngupdate chapter.
lagi"..jadi malu.. ^-^
