Hallo minna-saannnn, miyuki-chan balik lagiiii dengan chapter tiga XD

Thank you ya bagi yang mau baca dan review,ataupun ngflame fic ku ini gapapa, kuterima aja..

Ini aku bisa ngupdate soalnya lagi ada waktu nih, masa-masa insomnia kumat lagi hehe, ditengah aku yang lagi bingung sm perasaanku sendiri, aku ini suka apa gimana sebenarnya sama temenku, si *****, :$

Yasudah segitu aja.,

Please Read and Review

.

.

.

Chapter 3 : The Student Ceremony, place where their love start and bloom 3

Dalam aula 07-Ghost Academy, Upacara Penyambutan Siswa Baru pun dimulai. Penyambutan diawali dengan lagu Raggs no Chinkonka oleh paduan suara 07-ghost Academy diiringi oleh Ilyusha Krat. Jangan salah mengira kenapa judul lagu ini sama dengan nama tengah Teito karena, Raggs dahulu adalah kerajaan terkenal di Jepang dan keluarga Teito merupakan keturunan kerajaan itu (status mereka dirahasiakan, ibu Ilyusha juga anaknya raja Raggs jadi disini Teito sama Ilyusha masih ada hubungan darah sepupu).

Pada saat akan menyanyikan lagu ini, Ilyusha keluar pertama dari belakang panggung, membungkuk hormat sambil tersenyum manis dan segera menuju ke piano. Diikuti oleh paduan suara 07-Ghost Academy yang terdiri dari 16 murid wanita (kelas 2&3 termasuk Eve dan Razette) yang mengatur posisi terlebih dahulu lalu membungkuk hormat sambil tersenyum manis. MC dari acara ini pun berkata "Para hadirin dipersilahkan berdiri". Setelah semua berdiri (termasuk panitia, murid-murid baru, lama dan guru-guru yang ikut hadir) terdengar suara piano intro dari Raggs no Chinkonka dan lagu pun dimulai…

Hoshi ni yuki ni kioku ni

Kimi no ashi ato sagasu

Douka towa no yasuragi

Koko wa yume no tochuu de

Osanai, tsubasa de

Saka michi kaketeku

Michi kara hagure te

Kono me o toji te ku

Hoshi ni yuki ni kioku ni

Kimi no ashi ato sagasu

Douka towa no yasuragi

Koko waa yume no tochuu de

Itsuka tsubete modori te

Sora no hate hitori kiri

Anata ga matsu yasuragi

Hikari no ato no koshi te

Lagu Raggs no Chinkonka di Aula terdengar sangat indah dengan suara-suara alto, sopran, mezzosopran murid-murid paduan suara yang memiliki peran tersendiri dan saling bersahut-sahutan diiringi permainan piano dari Ilyusha ditambah lagi suasana aula yang sangat sunyi karena pada murid mendengarkan, bahkan ada yang sampai menangis terharu mendengar lagu ini. Contohnya Shuuri dan Lance, mereka menangis ditempat masing-masing tapi tidak keras.

Lain Shuuri lain lagi Teito dan Hakuren. Hakuren mendengar lagu ini saking menghayatinya sehingga dia ikut bernyanyi dengan mata terpejam dan senyum di wajahnya. Teito, dia hanya diam, tanpa akspresi mendengarkan lagu ini, tidak, bukan tanpa ekspresi. Dia berusaha menahan agar matanya tidak berkaca-kaca padahal dalam hati dia merasa ada perasaan rindu akan lagu ini. Ya, lagu yang diciptakan kakeknya, raja terakhir kerajaan Raggs. Dan dari panggung Teito juga melihat ekspresi kakaknya, Eve sama sepertinya. Dia tidak melihat ekspresi kakak sepupunya, Ilyusha sedih atau tidak karena agak tertutupi oleh rambutnya.

Osanai tsubasa de

Saka michi kake te ku

Michi kara hagure te

Kono me o toji te ku

Yume ni ai ni kokoro ni

Kimi no ashi ato sagasu

Towa no hikari nokoshi te

Yurugi no nai tsubasa de

Towa no ai wo anata ni

Begitu lagu selesai, tepuk tangan yang meriah langsung terdengar di aula bersamaan dengan tumpahnya air mata Teito dan Eve, mereka benar-benar teringat akan kakek mereka tapi mereka segera mengusap air mata mereka cepat-cepat takut terlihat oleh yang lainnya. Setelah selesai mereka menyanyikan lagu ini, mereka dan Ilyusha membungkuk hormat dan kembali ke belakang panggung.

-dibelakang panggung-

Tangis Eve kembali pecah ketika berada dibelakang panggung. "Eve.." kata Ilyusha dan Razette bersamaan. "Hiks,Ilyusha nii-sama, Razette-chan aku kangen Jii-sama, lagu tadi mengingatkanku akan Jii-sama, lagu ituu, hiks.." tangis Eve pun semakin keras sehingga Razette dan Ilyusha terpaksa menyeretnya kepojokan agar mereka tidak didengar oleh yang lain.

"Eve... Jangan sedih lagi ya, nii-sama yakin bukan hanya kamu yang merasa begitu, Teito pasti juga merasa begitu. Nii-sama juga, tapi jii-sama meninggal demi kejayaan Raggs dan merdekanya Negara ini. Pengorbanan jii-sama tidak sia-sia Eve, jii-sama pasti juga ingin kita bahagia. Jii-sama pasti sedih kalau melihat kau dan Teito menangis seperti ini, oleh karena itu berhenti ya menangisnya" kata Ilyusha menenangkan Eve dan memeluknya. Walaupun mereka hanya sepupu tapi antara Vanessa (kakak Ilyusha), Ilyusha, Eve dan Teito mereka seperti saudara kandung. Perlahan-lahan, tangisan Eve berubah menjadi isakan dan akhirnya hilang. Eve sudah tenang sekarang. Ilyusha pun tersenyum padanya dan mengajaknya kembali berkumpul bersama teman-temannya. Tidak lupa Razette bersama mereka.

Saat mereka berjalan… "Razette-chan.." Razette menoleh ke belakang merasa namanya dipanggil. Ternyata yang memanggil adalah kakaknya, Xing Lu Hausen dan kakak Ilyusha sekaligus Pembina paduan suara tadi, Vanessa Krat.

"Iya nii-chan?" Tanya Razette pada Xing Lu. "Lagu apa yang ingin kau nyanyikan saat penutupan nanti? Krat-sensei bilang lagunya bebas dan kalian telah melatih beberapa lagu, nii-chan telah bertanya kepada anggota lainnya, mereka berkata keputusan ada di kamu berhubung kau adalah ketua paduan suara ini, " jelas Xing Lu panjang lebar sehingga Razette tidak jadi bertanya.

"Iya Razette-san, kau ingat kan semua lagu yang kita latih? Nah kau pilih yang mana? Sensei juga baru tahu kalau lagunya ternyata bebas, Jio-sama mendadak memberi tahu tadi." Kata Vanessa menimpali Xing Lu

"diiringi piano juga kan?" Tanya Razette pada mereka berdua. "Iya, diiringi piano" jawab Xing Lu

"baiklah, bagaimana kalau Hitomi no Kotae? dan .. ngg, apa ya? Aduh, coba nanti aku pikir-pikir lagi nii-san, sekalian berunding dengan yang lain" kata Razette. "Baiklah kalau begitu, sekarang nii-san mau ke panggung dulu, sudah dipanggil oleh Lance tuh." Jawab Xing Lu. "Baik nii-san, terima kasih pemberitahuannya ya nii-san dan Krat-sensei." Kata Razette sambil tersenyum. "Iya sama-sama Razette chan" jawab Xing Lu sambil berjalan menuju ke panggung.

Setelah itu Razette, Ilyusha, Eve dan Vanessa melanjutkan perjalanan mereka untuk ke ujung dunia, eh nggak, maksudnya menuju anggota paduan suara lainnya. "Ilyusha… Aku salut kau tegar sekali menahan agar tidak menangis tadi, aku saja tadi sempat nangis" bisik Vanessa pada Ilyusha, wow, ternyata Ilyusha juga nyaris menangis toh tadi. Hanya Vanessa yang lihat karena kebetulan saat Vanessa lewat di depan panggung tepatnya di depan piano Ilyusha.

Ilyusha hanya menoleh sebentar dan tersenyum kecil pada kakaknya yang paling dia sayangi. "Aku kan sudah berjanji untuk tidak menangis lagi nee-chan" jawab Ilyusha. Vanessa hanya tersenyum mendengar jawaban adiknya.

-sementara itu di aula, disaat Eve menangis di belakang panggung mari kita lihat apa saja aktivitas mereka manusia-manusia di aula-

"Hadirin dipersilahkan duduk kembali" kata Lance sambil mengusap matanya dengan saputangan (yaiyalah masa pake seprai). Seluruh hadirin duduk, dan tidak ada seling 1 detik, mereka sudah ribut membicarakan lagu Raggs no Chinkonka tadi. Suasana aula benar-benar seperti pasar sekarang.

"Hei Teito!" seru Hakuren sambil menepuk pundak Teito. "Iya Hakuren?" Tanya Teito dengan tatapan heran sambil mengusap-ngusap matanya. "Kenapa nama tengahmu sama seperti judul lagu tadi? Raggs? tanya Hakuren dengan polosnya. Yak, sekarang Teito serasa ingin menangis dan menyeret Hakuren ke tempat sepi sehingga dia bisa memarahinya dengan sepuas hati (?)

"ah, ngg, mungkin ayahku menamaiku seperti itu agar aku mengerti makna dari lagu itu, ahahaha" jawab Teito dengan ngawur dan tawa hambar. Hakuren hanya berkata "oh". Untungnya Hakuren sedang disibukkan oleh Shuuri yang berkali-kali meminta tissue padanya untuk mengusap air matanya, jadi Teito tertolong untuk saat ini.

"Para hadirin dipersilahkan untuk mengambil posisi ternyaman dalam duduknya karena kata sambutan akan dibawakan oleh Bapak Kepala Sekolah, Jio-sama dan pidato oleh Ketua Osis akan dimulai" kata Lance membuat suasana di aula kembali sunyi senyap. Jio pun datang bersama Bastien untuk memberikan kata sambutan selama kurang lebih 10 menit (saya males nulisnya, saya nggak pinter ngomong soalnya) dilanjutkan oleh Xing Lu yang naik ke panggung setelah Jio dan Bastien-sama turun. Xing Lu juga berpidato tidak terlalu lama,sekitar 30 menit kurang

"… Akhir kata, saya Xing Lu Hausen, selaku Ketua Osis 07-Ghost Academy mengucapkan terima kasih untuk kesediaan anda sekalian, mohon dimaafkan jika saya ada kesalahan dan ada yang tidak berkenan di hati anda, selamat pagi dan semoga hari anda indah" kata Xing Lu menutup pidatonya dan turun ke belakang panggung. Tepuk tangan yang meriah pun kembali terdengar.

Sementara itu dibelakang panggung saat Xing Lu berpidato

Suasana disini sekarang ribut, tidak terlalu ribut sih.

"Hey hey, kalian mau menyanyi lagu apa lagi selain Hitomi no Kotae untuk penutupannya?" tanya Razette pada teman-teman paduan suaranya ketika dia, Eve, Vanessa dan Ilyusha tiba di tempat mereka.

"APA RAZETTE? KAU BILANG APA ? MAAF SUASANA DISINI RIBUT KAMI TIDAK BISAMENDENGARMU!" Seru seorang murid berdasi merah berlambang Profe, berambut pirang dan beriris amber kepada Razette, yak, dialah Hibino Rosalie sang Wakil Sekretaris OSIS 07-Ghost Academy.

"ROSALIE SENPAI, SAYA BILANG, KALIAN MAU MENYANYIKAN LAGU APA LAGI SELAIN HITOMI NO KOTAE UNTUK ACARA PENUTUPAN?" Teriak Razette kepada teman-teman paduan suaranya.

"BAGAIMANA DENGAN AKA NO KAKERA? ITU KAN LAGUNYA SEMANGAT!" Usul Rosalie sambil berteriak-teriak juga. "Boleh juga tuh, ada usul lain ga? Ayolahh, masa hanya Rosalie-senpai sih yang mengusulkan?" tanya Razette mendesak yang lainnya.

"Bagaimana dengan Sense of Wonder? Kalau Aka no Kakera menurutku terlalu cepat, ingatlah kita menggunakan piano untuk bernyanyi" usul Eve sambil menunjuk Ilyusha yang berwajah pucat begitu mendengar usul Rosalie. Bukannya dia tidak bisa, hanya saja dia tidak hanya mengiringi satu lagu, dia mengiringi tiga lagu untuk penutupan, belum lagi dia nanti berpidato sebagai siswa yang meraih nilai ujian tulis tertinggi.

Rosalie yang menyadari itu semua penyebabnya adalah dia, langsung minta maaf. "hiee, Ilyusha-kun, gomen gomen gomenasaaiiiiii aku tidak sengaja, aku lupa kalau kamu juga mengiringi kamu lagu itu, aku juga lupa kau nanti harus berpidato, mengiringi orchestra dan … dan.. hueee, hontou ni gomenasaiiiii" seru Rosalie sambil berulang-ulang kali membungkukkan badan pada Ilyusha. Anggota paduan suara lainnya hanya sweatdrop melihat kelakuan senpai mereka yang ceroboh dan suka aneh-aneh ini.

Ilyusha yang awalnya cengo melihat tingkah Rosalie akhirnya berkata "Iya tidak apa-apa Rosalie-san, kau tidak perlu minta maaf sampai segitunya sudahlah tidak apa-apa, jadi deal ya Sense of Wonder?"

"DEALL!" seru seluruh anggota paduan suara bertepatan dengan Xing Lu datang.

"heyhey ada apa ini? Kenapa mereka kayak orang gila begitu?" tanya Xing Lu pada murid perempuan berambut biru, beriris violet, berdasi merah dan berlambang Fest bernama Ayuzawa Athena dan Frau yang lagi nganggur di belakang panggung. "Oh itu, mereka bermusyawarah tentang lagu yang akan mereka nyanyikan untuk penutupan nanti." Jawab Athena enteng sambil memandangi Rosalie yang masih sibuk minta maaf pada Ilyusha dan Ilyusha yang berusaha menenangkannya.

"Tidak, maksudku itu," sambil menunjuk Rosalie dan Ilyusha dengan raut wajah agak gimanaa gitu. "Itu begi.." baru Athena akan menjelaskan, Frau langsung memotong perkataannya, "Kenapa? Apa kau cemburu maniak boneka?" tanya Frau sambil tersenyum devil. Yak dia membalas dendam pada sahabatnya karena kasus tadi pagi itu dan, SKAK MAT! Muka Xing Lu langsung memerah, dia pun langsung menaikkan kaca matanya, biasalah namanya juga salting "hah? Ti.. tidak.. kok.. ka..kau ini, Athena kau.. su..sudah menyelesaikan laporan ke..keuangan tahun kemarin dan sudah di..cocok..kan be…belum? Tanya Castor dengan gugup.

"hah? Kan sudah kusetor kemarin, astaga, kau ini kalau salah tingkah begini ya KETUA OSIS! Wahh.. wahh…. Ternyata begini toh sang KETUA OSIS kaau salah tingkah, hanya karena seorang ILYUSHA KRAT" goda Athena yang ternyata adalah Wakil Bendahara OSIS 07-Ghost Academy, partner Lance dalam bekerja. Xing Lu pun hanya mengap mengap dan tidak bisa berkata apa-apa.

"HAHAHAHAHAHAHAHAHAHA!" Frau tertawa terbahak-bahak dan Athena hanya senyum-senyum sendiri menahan tawa melihat wajah dan ekspresi Xing Lu yang sangat sangat sangatttt langka.

"HEI!" Tiba-tiba Libelle, Hanazono Libelle, murid kelas Zehel tingkat 3 menggebrak meja Athena sehingga mengaget 3 orang disana dan anggota paduan suara yang berdiri tidak jauh dari mereka. "Ada apa Libelle-chan?" tanya Athena.

"Kalian melihat Roseamanelle Ouka Bersburg tidak?" tanya Libelle dengan raut wajah khawatir. "Kalau tidak salah, dia itu yang meraih nilai ujian masuk tertinggi kan?" tanya Frau memastikan. "Iya, dia yang meraih nilai ujian masuk tertinggi, sekarang dimana dia sebentar lagi waktunya untuk berpidato" jawab Libelle sambil mencari Ouka lagi.

Tiba-tiba Libelle merasa ada yang menarik-narik blazernya, dia pun menoleh kebelakang dan menemukan Ouka. "Umm,Libelle senpai, anda mencariku tadi? Maaf aku tadi ke toilet sebentar. Maaf tidak memberi tahumu sebelumnya Libelle-senpai" Ouka meminta maaf pada Libelle, Libelle hanya tersenyum. "TIdak apa-apa Ouka-chan, yang penting kau ada sekarang, ayo cepat ke panggung sekarang giliranmu, lakukan yang terbaik ya!" kata Libelle sambil menyemangati Ouka. "Baiklah senpai!" jawab Ouka.

Setelah sekitar 15 menitan, Ouka pun kembali kebelakang panggung untuk mengambil tasnya yang dari tadi dipegang Libelle. "Libelle-senpai, aku mau mengambil tas-tasku, terima kasih ya sudah menjaganya selama aku berpidato tadi" kata Ouka sambil berterima kasih pada Libelle.

"Wew, berapa kau bawa tas Ouka? Banyak sekali" kata Frau dan akhirnya dia dihadiahi cap 5 jari dari Libelle. "HEI! Dia kan membawa alat music juga! Kayak kau tidak saja Frau!" semprot Libelle pada Frau.

"Hai,, Hai,, gomennasai lah Libelle, aku hanya bercanda," kata Frau sambil bersungut-sungut.

"Ngomong-ngomong, alat music apa yang kau mainkan Ouka-san?" tanya seseorang di belakang Xing Lu, yaitu Ilyusha. "I…Ilyusha? Sejak kapan kau disini?" tanya Xing Lu dengan gugup, salting gitu, siapa sih yang ga salting kalo orang yang disukain nongol mendadak di belakang kita, mii-chan aja juga gitu kok #plak #malah curcol, yaudah lanjutt.

"Sejak Libelle-san menggebrak meja, karena aku penasaran ya aku datang ke sini, hehe" jawab Ilyusha sambil tertawa kecil tapi sukses membuat Xing Lu memerah lagi.

"Umoo, aku bermain viola senpai," jawab Ouka sambil malu-malu anjing, eh, kucing maksudnya. "oh viola ^^ baiklah, kalau kau ada perlu apa-apa panggil saja aku, Ilyusha Krat, salam kenal Ouka-san" kata Ilyusha ramah. "Ah, salam kenal juga Ilyusha-senpai, saya Roseamanelle Ouka Barsburg, sudah ya senpai, saya ingin bergabung dengan teman-teman lainnya di aula, jaa nee" kata Ouka sambil berjalan ke aula. "jaaa" jawab Ilyusha dkk

"Hey Frau sekarang giliranmu kan?" tanya Libelle pada Frau. "Iya, hah, malasnya berpidato.." jawab Frau dengan malas-malasan. "Hey kau sudah tau giliranmu keluar sana, atau majalah 'suci' mu aku bakar SEMUA yaa SEMUANYAA" ancam Xing Lu. "Hai.. Hai maniak boneka, aku keluar sekarang.." Frau pun berjalan ke panggung.

-Di aula-

"Teito Teito Teito setelah ini yang meraih nilai tertinggi tahun lalu berpidato lho, aku penasaran, benar gak ya Frau-senpai yang berpidato?" tanya Hakuren pada Teito. "Entahlah Hakuren, coba lihat nanti saja," jawab Teito.

Tiba-tiba Ouka datang ke tempat Teito dkk. "Um, apa kursi disebelahmu kosong?" tanya Ouka pada Teito,"Iya, silahkan duduk, uhmm, Roseamanelle-san" jawab Teito sambil mengamati name tag Ouka. "Tidak usah Roseamanelle, Ouka saja, salam kenal ya, ngg,Teito-kun" kata Ouka sambil duduk di sebelah Teito. "Salam kenal juga Ouka-san, nah Ouka-san ini temanku, Hakuren Oak dan yang di sebelahnya Shuuri Oak, Hakuren-Ouka, Ouka-Hakuren, Shuuri-Ouka, Ouka-Shuuri" seru Teito sambil mengenalkan mereka. "Salam kenal Ouka-san" kata Shuuri singkat sambil berjabat tangan. "Salam kenal Ouka, kau main alat music apa?" tanya Hakuren. "Aku bermain viola Hakuren-san, ngomong-ngomong,kau dan Shuuri kembar ya? Kalian mirip sih" tanya Ouka. "Kembar? TIDAK! Aku bukan kembarannyaaa, aku sepupunya!" bantah Shuuri. "Ohh, hehe, gomen ne, aku kira kalian kembar" kata Ouka.

Suara Lance memutus obrolan mereka, "Sekarang, mari kita sambut, peraih skor ujian praktek tertinggi seacademy tahun lalu, Frau Birkin, dan peraih skor ujian tulis tertinggi seacademy, Ilyusha Krat" tepuk tangan langsung terdengar dari murid-murid di aula ketika Frau memasuki aula dan memulai berpidato.

'Ternyata benar kata Hakuren, senpai mesum ini yang meraih nilai ujian praktek tertinggi' batin Teito sambil memandangi Frau. Frau yang sadar dia dipandangi Teito hanya membalasnya dengan senyuman manis pada Teito. Teito langsung blushing, 'Ada apa ini, kenapa aku merasa senang, kenapa dadaku rasanya ingin meledak begitu dia melihat senyumnya. Tidak.. Tidak! Tidak! Tidak mungkin aku menyukai senpai mesum itu, tidak mungkin!' batin Teito. Tapi kata hatinya berkata lain. Sayang sekali Teito, kau itu menyukai Frau Birkin dan kau tidak bisa menolak kenyataan itu.

Selama pidatonya, Frau selalu melihat kearah Teito, Frau juga merasakan perasaan aneh itu kepada Teito, 'kenapa jika aku melihatnya aku merasa tenang, damai, dadaku terasa hangat, dan juga, hatiku cenat-cenut gitu' batin Frau yang sumpah OOC banget. Tapi ya namanya cinta mau diapain lagi coba?

Setelah 10 menit Frau selesai berpidato dan digantikan oleh Ilyusha, kalau Ilyusha yang berpidato, giliran si ketua osis kita ini yang cenat-cenut hatinya. Ilyusha juga pidatonya singkat, 10 menitan juga, males banget dah buat pidato panjang-panjang gitu.

Setelah pidato-pidato yang membosankan dan sama-sama merepotkan bagi yang membawakan ataupun yang mendengarkan,sekarang adalah waktunya pembacaan Tata Tertib Sekolah oleh Ketua Kedisiplinan kita, Hanazono Libelle. Bisa kita lihat saat dia berjalan memasuki panggung, Lance, yang tadi nyaris tertidur langsung melek lagi dan merapikan bajunya, nah inilah dia tata tertib sekolah ini:

Pelajaran dimulai pukul 9 pagi, siswa diharapkan datang 15 menit sebelum pelajaran dimulai dan pelajaran berakhir pukul 3 sore

Siswa berkumpul kedalam satu kelas (Fest, Zehel, Profe, Randkalt, Ea, Rilect, dan Vertrag tergantung kelas yang akan didapatkan nanti) untuk mendapatkan teori music sampai pukul 12 siang, pukul 12 s/d setengah satu istirahat makan siang, dan dari pukul setengah satu siang sampai pukul 3 sore siswa melanjutkan pelajaran praktek di ruang music untuk 2 orang murid yang disediakan oleh sekolah

Setiap selesai menggunakan ruang music, harap kuncinya dikembalikan lagi ke ruang kunci dan menaruhnya berdasarkan urutan nomor ruangan

Setiap satu bulan sekali, siswa harus siap untuk di test praktek oleh guru dan siswa minimal menyiapkan satu lagu, maksimal 4 lagu.

Siswa wajib menggunakan seragam lengkap (rok/celana, kemeja lengan panjang, rompi, blazer yang berisikan lambang kelas, dasi sesuai tingkatan, name tag kecil, kaos kaki hitam dan sepatu hitam) setiap hari Senin, Selasa dan Rabu dan hari-hari Nasional atau Event-Event sekolah. Sisanya, siswa bebas untuk menggenakan seragam (boleh memakai blazer atau hanya rompi dan kemeja).

Siswa perempuan wajib memakai rok 15 cm diatas lutut dan menggenakan kaos dibawah lutut.

Baju olah raga dikenakan setiap pelajaran olah raga dan Festival Olah Raga sekolah, jika menggunakan seragam olah raga, boleh menggunakan kaos kaki putih agar tidak sanglir.

Siswa wajib membawa buku pelajaran lengkap.

Siswa boleh membawa hp/ IPod asalkan tidak mengganggu proses belajar mengajar di kelas.

Siswa dilarang membawa buku-buku/video-video berbau pornografi

Setelah Libelle membacakan peraturan itu, Athena, Rosalie serta pengurus OSIS lainnya membagikan selembaran Tata Tertib dan denah sekolah bagi seluruh siswa karena setelah ini siswa akan ada pengenalan lingkungan sekolah oleh OSIS 07-Ghost Academy.

-balik lagi ke belakang panggung-

Dibelakang panggung, terlihat beberapa anggota OSIS sedang bersiap-siap menjadi "guide tour sementara" bagi para siswa baru. Dan anggota-anggota itu adalah Xing Lu, Ilyusha, Frau, Athena, Rosalie, Lance (yang sudah digantikan saat Libelle membacakan tata tertib) dan beberapa anggota lainnya.

"Kuso, menyebalkan sekali kita disuruh beginiin oleh kakek tua" well, tau kan siapa yang bilang? Iya, si mesum berambut pirang *di zaiphon Frau* "Sudahlah, ini kan sudah jadi tugas kita sebagai OSIS toh juga 3 bulan lagi kita akan digantikan oleh Pengurus OSIS yang kelas 2" sahut Xing Lu ketika mendengar sahabatnya mengeluh. "dan jangan lagi menyebut Jio-sama kakek tua Frau!" tambahnya lagi.

"Hai.. Hai.. Aku tidak akan menyebutnya seperti itu lagi KETUA" jawab Frau enteng dengan penekanan di kata 'Ketua'. "Stt! Kalian berhentilah bertengkar ayo cepat siap-siap" seru Libelle yang baru datang dari panggung. "Tch, ya sudahlah aku sedang tidak ingin berdebat denganmu, ayo cepat selesaikan tugas menjadi guide tour sementara ini, yosh, ayo minna!" seru Xing Lu dengan semangat perjuangan melawan penjajah (?) "YOSH!" seru semua anggota OSIS tidak kalah semangat.

-balik lagi ke aulalalalalaaa-

Para OSIS datang ke aula dan memilih barisan duduk mana yang akan mereka pilih. Nah, secara tidak sengaja, Frau telah memilih baris paling depan yang berarti….. Barisannya Teito, Ouka, Hakuren dan Shuuri! Teito yang mengetahui bahwa Frau lah yang menjadi guide tour sementaranya langsung cenat-cenut kayak lagunya SM*SH itu lo, tambah muka merah seperti kepiting rebus. Frau yang baru sadar saat dia asal-asalan memilih barisan, tidak sengaja memiloh barisnya Teito, cenat-cenut juga. 'Rasanya ingin tersenyum terus melihat wajah Kuso Gaki yang kutabrak tadi' batin Frau tapi lamunannya dibuyarkan oleh suara Xing Lu yang berteriak "AYO SEMU BERSIAP-SIAP, KITA AKAN MENGADAKAN PENGENALAN LINGKUNGAN SEKOLAH, NAH YANG BERDIRI DI SAMPING BARISANMU ADALAH KAKAK OSIS YANG AKAN MEMANDUMU, SEKARANG DARI LIBELLE, SILAHKAN KAU DAN BARISANMU JALAN TERLEBIH DAHULU DISUSUL OLEHKU, KEBELAKANG DAN TERAKHIR FRAU" "BAIK!" seru seluruh anggota OSIS yang bertugas. Saat rombongan Frau jalan, Frau menghampiri Teito dan berkata "Hoi kuso gaki kau ternyata ikut rombonganku" Teito pun memerah dan mengatakan "URUSAI SENPAI MESUM!".

(Disini kita focus ke rombongan Frau dulu, kan di rombongan ini yang ada pasangan "Jaim" nya)

"Sekarang, ini adalah lobby utama 07-Ghost Academy kalian lihat kan ada beberapa koridor. Nah untuk koridor yang di utara. Itu untuk ke lingkungan kelas, kantin, koprasi, perpustakaan dan UKS. Tiap tingkat beda lantai, jadi tingkat satu di lantai 1, tingkat 2 di lantai dua dan tingkat 3 di lantai tiga. Kalau koridor yang di selatan itu untuk ke ruang music, ruangan paling luar koridor selatan itu disebut Ruang Kunci seperti yang dikatakan Libelle tadi, koridor barat itu tempat pintu masuk seperti yang bisa kalian lihat dan koridor timur untuk ke lapangan olah raga dan kolam benerang untuk pelajaran renang. Kalian lihat kan dua tangga yang ada mengapit koridor timur ? itu tangga untuk ke kelas atau ke ruang music lantai dua, untuk yang ke lantai tiga ada di ujung koridor. Sekarang sebelum kita keluar gedung kita akan menaiki tangga" kata Frau ketika dia melihat rombongan Rosalie, yang lebih dulu selangkah darinya sudah menghilang dari lantai dua setelah memberikan penjelasan panjang lebar.

"Waw.. Sugoii.. Lobbynya besar sekali terlihat seperti mansion kalau kita baru masuk" kata Shuuri kagum. "Iya, seperti mansion tapi dengan banyak kelas" sahut Hakuren saat mereka menaiki tangga yang kayak tangga-tangga di mansionnya Nagi Sanzein itu tapi lebih sempit. Teito hanya diam saja, berusaha mengingat sambil memandangi punggung Frau.

"Nah kita sudah sampai di lantai dua, fungsi disini lorong utara dan selatannya sama tetapi, lihat itu ada koridor di timur kan ? itu adalah jalan untuk ke Auditorium Veloren. Dan yang dibawahnya Auditorium Veloren itu adalah ruang olah raga tempat dimana diadakan pertandingan Volly atau olah raga ruangan lainnya. Karena posisinya atas-bawah. Maka, kegiatan di Auditorium Veloren dan ruang olah raga setauku tidak pernah bertabrakan. Latihan pun biasanya mencocokkan jadwal masing-masing." Kata Frau. "Toilet ada disetiap koridor seperti di koridor ini, toilet berada dibawah tangga yang menuju lantai tiga." tambahnya lagi. "Di lantai tiga letaknya sama seperti lantai dua, aku tidak akan menjelaskanya lagi kita hanya mengelilingi lantai tiga sebentar dan langsung ke lantai 4 tempat ruang guru, ruang kepala sekolah, ruang wakil kepala sekolah, ruang OSIS, dan ruang rapat guru. Toilet juga ada diujung koridor. Nah sampai sini ada pertanyaan?" kata Frau. Semua yang sedang terkagum-kagum ngacangin Frau, dia kesel trus teriak "WOY! ADA PERTANYAAN GAK SAMPE SINI KALO NGGA KITA LANJUT KE TAMAN!"."NGGAK ADA FRAU-SENPAI" jawab semuanya kompak. "Yasudah ayo kita turun lalu ke taman" sahut Frau.

Setelah itu mereka turun ke taman dan Frau mulai lagi menjelaskan.

"Baiklah, kita sudah di taman sekarang. Di taman ini seperti yang kalian lihat, ada beberapa bench, air mancur di tengah-tengah dan ada beberapa kolam yang mengelilingi taman ini. Ada juga beberapa taman bunga yang hobby sekali diurus oleh senpai berambut ungu muda dan kakaknya itu" kata Frau sambil menunjuk Ilyusha.

"Sekarang mari kita ke auditorium, tempat terakhir lalu kita balik ke aula. Kita dari taman ini bisa ke auditorium melalui jembatan yang ada disana. Mari kita kesana" kata Frau sambil berjalan menuju Auditorium. Saat rombongan Teito berjalan melewati jembatan, mereka melewati ruangan seperti ruang penyimpanan yang terletak disamping gedung sekolah. Kebetulan Teito lah yang lewat di depannya, dindingnya langsung roboh.

"Awas Teito hati-hati! teriak Hakuren begitu melihat tembok ruang penyimpanan yang nyaris roboh itu. Frau dan murid lain yang kaget mendengar teriakan Hakuren langsung menoleh kebelakang, terutama Frau. Dia langsung berlari menuju tempat Teito dan menyeretnya menjauhi dinding itu sehingga kaki Frau tergores dan mereka jatuh denga posisi, uhm, Frau mendekap Teito dan Teito bersender di dadanya Frau.

"Hoi kuso gaki, kau tidak apa-apa?" tanya Frau pada Teito. "Uhm, iya senpai aku tidak apa-apa" jawab Teito dengan muka merah. "Syukurlah, nghh.." rintih Frau karena kakinya terkena goresan dari bagian dinding ruang penyimpanan yang runtuh.

Kelompok yang kebetulan dekat dari sana adalah kelompok Iyusha. Ilyusha yang kaget mendengar suara keras yang berasal dari reruntuhan dinding ruang penyimpanan dan melihat kondisi Frau langsung berlari ke arah Frau dan menanyakan kondisi di sana "Frau! Kau tidak apa-apa? Apa kau terluka? Apa yang terjadi disini?" tanya Ilyusha. "Tidak apa-apa Ilyusha, hanya tergores sedikit. Tadi itu dinding ruang penyimpanan sebelah kanan tiba-tiba runtuh dan kebetulan ada murid kelas 1 berada di bawahnya, jadi aku menyeretnya menjauhi dinding itu,tch ruang penyimpanan itu kan sudah tua, belum juga diperbaiki oleh Jio-sama, begini nih akibatnya!" kata Frau.

"Sudah-sudah, lebih baik kau ke UKS saja sana, biarkan kelompokmu gabung dengan kelompokku." Kata Ilyusha menawarkan bantuan. "Tidak terima kasih Ilyusha, tapi aku masih bisa berjalan dan nanggung ini tinggal auditorium saja" jawab Frau. "Baiklah kalau begitu, kelompokku akan ke Auditorium Ghost, kau ke Auditorium Heaven saja duluan tetapi jangan ribut karena masih ada para alumni terbaik 5 tahun lalu sekolah ini." Sahut Ilyusha. "Iyaiya, angkatan Ayanami-senpai pacar kakakmu kan?" tanya Frau. "Iya, yasudah, aku kembali dulu" kata Ilyusha sambil berjalan ke kelompoknya.

Setelah Ilyusha pergi, Frau menyuruh Teito untuk bangkit darinya dan melanjutkan perjalanan.

"Ini adalah Auditorium Heaven, terletak diantara Auditorium Ghost dan Aula. Dan bangunan disana itu Gereja sekolah ini. Siswa boleh berdoa disana, kebaktian dan misa biasanya akan diumumkan 2 hari sebelumnya. Diantara Auditorium Ghost, Heaven dan Aula ada lapisan kedap suara yang lebih bagus dari Auditorium Veloren, jadi tidak masalah apabila kegiatan di 3 tempat ini dilakukan secara bersamaan." Kata Frau.

"Sekarang kita akan kembali ke Aula melalui pintu samping. Pintu utamanya itu tempat kalian masuk tadi, melewati koridor disamping ini" kata Frau.

Sekarang, semua rombongan sudah kembali ke Aula, Lance masih tetap digantikan oleh Razette.

"Para siswa baru mohon untuk duduk di tempat masing-masing karena sekarang waktunya untuk pembagian kelas yang dibacakan oleh wakil kepala sekolah, Bastien-sama" kata Razette. Suasana pun hening, yang terdengar hanya suara Bastien sama membacakan nama-nama siswa per kelas

"dan yang terakhir, Hakuren Oak, itulah nama-nama siswa kelas Fest, nanti setelah acara penutupan selesai, silahkan kalian ke kelas masing-masing untuk menerima lencana lambang kelas, jadwal pelajaran dan pembagian ruang music." kata Bastien.

"Yah Teito, Ouka kita tidak sekelas," kata Hakuren pada Teito dan Ouka. "yah, sayang sekali Hakuren-kun" timpal Ouka.

Sekarang Bastien akan melanjutkan pembacaan kelasnya, dan Shuuri mendapat kelas Ea, Ouka mendapat kelas Randkalt. Sekarang hanya tinggal nama 40 siswa yang belum disebut disana. Yaitu kelas Profe dan Vertrag.

"Um, kau yang tadi terkena reruntuhan ruang penyimpanan kan?" tanya seseorang di belakang Teito. "Iya, kenapa, ngg siapa namamu? Namaku Teito Klein" jawab Teito. "Ouida, panggil saja Ouida, tidak, aku hanya ingin bertanya apa kau baik-baik saja, tadi aku berada di rombongan Ilyusha-senpai, jadi aku melihat kejadian itu" jelas Ouida. "Aku tidak apa-apa Ouida-san, untunglah Frau senpai menolongku kalau tidak aku tidak tahu apa yang terjadi sekarang." Jawab Teito sambil menunduk, mengingat posisi jatuhnya dengan Frau tadi. "Ohh, baiklah Teito-kun, syukurlah kau tidak apa-apa". Sahut Ouida.

Obrolan mereka terputus karen nama Ouida yang dipanggil karena dia masuk kelas Profe. Setelah itu yang tersisanya hanya Vertrag. Berarti Teito masuk kelas Vertrag. Setelah itu, Bastien-sama turun dari panggung dan Razette sudah digantikan lagi oleh Lance karena dia akan ikut paduan suara lagi

"Untuk acara penutupan, mari kita sambut paduan suara 07-Ghost Academy sekali lagi dengan Ilyusha Krat lalu dilanjutkan oleh Orkestra 07-Ghost Academy". Keluarlah paduan suara itu lagi dan seperti tadi saat pembukaan, mereka mengatur tempat dahulu baru bernyanyi. Lagu pertama mereka adalah Hitomi no Kotae (diiringi Ilyusha). Musik pun dimulai..

tooi natsukashiki keshiki yasashii yuki no kaori
togire togire no kioku wo tsumui de michi wo sagasu

kurui dashita sadame ni tashikana me no mae mo
nani mo kamo mienai

tookute mienai chiisana tomoshibi
negau hodo ni ushinau mono
fukai yami wo kirisaiteku
kokoro ha koko ni aru to

kanaderu sanbika atatakai namida
koboreochiru ikiyuku kagiri
sora wo aogu akai hitomi
mitsuketa asu he no michi
arukidasu

itsuka chikatta kotoba ga azayaka ni yomigaeru
tadorifureyuku kioku ha ibara no michi no shirushi

omoidashita sadame no subete wo ukeireta
nigiru te ha kesenai

itsukushimu inori chiisana hohoemi
mamoru tame ni michibikareru
kanashimi sae kirisaiteku
kokoro ha koko ni aru to

tsunagaru utagoe ai wo shiru namida
ikutsumo aru inochi no kagiri
sora he tsudzuku hana no tsubasa
sakaseta asu he no michi
tsudzuiteku

saigo no negai wo kanaeru no da to shitara
hitotsu dake no hikari wo todokeru

tookute mienai chiisana tomoshibi
negau hodo ni ushinau mono
fukai yami wo kirisaiteku
kokoro ha koko ni aru to

.

kanaderu sanbika atatakai namida
koboreochiru ikiyuku kagiri
kageri mo naku mayoi no nai
hitomi no kotae idaite susundeku

Lagu pertama pun selesai sekarang, dilanjutkan dengan lagu ke 2, Sense of Wonder. Lagu ini menggunakan Piano dan CD. Musik dimulai..

Sousa WE CAN DO IT!
Motto hatena darake de ikou!
Fushigi he no tobira wa me no mae ni aru
Kono sekaijuu ga WONDERLAND
Bokura wa mou sude ni WONDER ringu!
Dokidoki ga wakuwaku ni nattara
WONDER furu jan!

Jibuntte dare darou? Riarutte nandarou?
Ashita wa doushite mienaindarou?
Koukishin no bun dake reberu UP shiteku
Kimi to boku no EVERYDAY
Suteta mon janai desho?

Jinsei = shuugyou nari!

Dakara WE CAN MAKE IT!
Motto hatena sagashi ni ikou!
Arifureta kotae ja gaman dekinai
Mahou ni kakatta WONDER LIFE
Bokura no mirai wa WONDER ringu!
Shitai koto shite ikiteru kata ga
Ganbareru jan!

Kokorotte doko darou? Aijoutte nandarou?
Kisu wa nee doushite setsunaindarou?
Misuteriasuna toko ga gyaku ni tsubo nandesu
Kimi ga kureta EVERYDAY
Dousuryaiin deshou?

Jinsei = seishun nari!

Tsumari WE CAN DO IT!
Motto hatena de koi wo shiyou!
Yokubarina haato ga mou tomaranai
Omoi omowarete WONDER LOVE
Deaeta koto sae WONDER ringu!
Dokidoki de raburabu ni naretara
WONDER furu jan!

Doushite? S.O.W
Oshiete! S.O.W

Jinsei = subarashii!

Sousa WE CAN DO IT!
Motto hatena darake de ikou!
Fushigi he no tobira wa me no mae ni aru
Kono sekaijuu ga WONDERLAND
Bokura wa mou sude ni WONDER ringu!
Dokidoki ga wakuwaku ni nattara
WONDER furu jan!

LALALA WE CAN MAKE IT!
Motto hatena sagashi ni ikou!
LALALA WE CAN DO IT!
Motto hatena de koi shiyou!

LET'S WONDER ringu!

Penampilan lagu semangat ini mendapat tepuk tangan meriah dari para siswa/siswi. Setelah lagu ini selesai, anggota paduan suara membungkuk dan kembali ke belakang panggung. Sekarang muncullah beberapa anggota orchestra 07-Ghost Academy membawakan lagu Salout d"Amour.

Setelah selesai, para murid baru langsung menuju ke kelas masing-masing utuk mengambil lencana lambang kelas, jadwal pelajaran, dll dan langsung pulang…

-setelah acara selesai kita lihat keadaan di belakang panggung-

"Hahhh, rasanya badanku capai sekali hari ini" kata Frau yang langsung duduk di sofa yang tersedia di belakang panggung. 'Tapi berkat hari ini aku bisa mengenal kuso-gaki itu dan sepertinya aku menyukainya' batin Frau dalam hati.

"Iya, kali ini aku setuju dengan Frau, capai sekali, ayo kita juga pulang," ajak Athena pada yang lainnya.

"Ayo, jaa matta nee" seru anggota OSIS dan beberapa murid non-OSIS lainnya secara bersamaan

T

B

C

.

.

.

Akhirnya selesai juga ngetik chapter ini, ini chapter paling panjang dari 2 chapter diatasya XD, habisnya aku males nanti kalo dipotong di tengah-tengah keburu lupa deh sama jalan cerita yang udah kupikirin. Bagaimana? Jelek? Iya, Aneh? Sangat, Banyak kalimat tidak efektif? Emang,

Oh iya, tentang lagu Sense of Wonder, mii-chan memang sengaja , soalnya itu kan ada nada suara satu sama suara dua, jadi biar bervariasi gitu XD

That's all for this chapter, thank you for reading

Please review :3

-miyuki-