Light and Dark

.

.

.

.

.

By Victorianus

.

.

.

.

.

.

Supernatural, School Life, Fantasy, Sci-Fi

.

.

.

.

.

Ootsutsuki Kaguya x Namikaze Naruto

.

.

.

.

.

Chapter 2

.

.

.

.

.

Michael yang membawa terbang tubuh Naruto, ditemani oleh Uriel dan Raphael setelah pertempuran melawan naga iblis yang tiba-tiba muncul di lingkungan kota Tokyo. Ketiga Archangels itu meninggalkan Itachi dan Sasuke tanpa mengatakan apapun, mereka lebih mementingkan keadaan pemuda yang sekarang berada digendongan pemimpin Archangels itu dibanding berbasa-basi dengan mereka. Kedua iris topaz Michael melihat sebuah tanda di atas gedung atap tinggi, puncak atap limas segi empat, membuat Michael, Uriel maupun Raphael yang mengetahui siapa yang memberikan tanda itu akhirnya terbang menuju ke arah tanda itu. Seorang pria mengenakan setelan lengkap berwarna hitam, memiliki perawakan pertengahan tigapuluan dengan rambut berwarna hitam dengan potongan jabrik tapi rapi berdiri di sana, ketika melihat kedatangan ketiga ArchAngels itu, pria itu langsung berlari pelan mendekati. Michael, Uriel dan Raphael mendarat di atas gedung itu, menatap ke arah pria yang mendekati ke arahnya, membungkukkan tubuhnya kepada ketiga Archangels itu dengan hormat.

" Lord Michael, Lord Uriel, Lord Raphael, Guardian Force tuan muda Naruto, maaf jika membuat ketia Lord tertinggi mengantar tubuh tidak sadarkan diri tuan muda kepada hamba." kata pria itu tapi Michael, Uriel maupun Raphael hanya memberi senyum kepadanya.

" Luruskanlah tubuhmu, Danzo." kata Michael wibawa, membuat pria di hadapannya a.k.a Danzo mengikuti apa yang dikatakan High Archangels itu.

" Aku tidak menyangkah jika kamu ada di sekolah ini Danzo. Apakah kamu juga merencanakan meminta Naruto untuk masuk di sekolah ini?" tanya Raphael ingin tahu, terlihat pria itu mengangguk mendengarnya.

" Benar sekali Lord Raphael. Aku tidak ingin tuan muda Naruto menjadi incaran 'kelompok teroris' yang ingin memanfaatkan Guardian Force tuan muda Naruto." jawabnya membuat ketiga ArchAngels itu terdiam mendengarnya.

" Jadi, mereka masih bergerak untuk mengumpulkan manusia-manusia yang memiliki Guardian Force tinggi untuk menguasai Tiga Dunia?" tanya Uriel terlihat Danzo mengangguk mendengarnya.

" Benar sekali Lord Uriel, walaupun Jepang, China, USA juga Rusia sudah berhasil menghancurkan markas kelompok itu, tapi pengikut-pengikutnya masih bersebaran di seluruh dunia. Sebagai empat negara yang memiliki Guardian Force terkuat, sekaligus pelindung negara-negara yang ada di muka bumi, kami akhirnya memiliki kesepakatan untuk mengotrol kejadian apapun di dunia ini, Jepang dan China mendapatkan bagian semua Asia, Russia di Eropa dan Afrika Utara, sedangkan USA sendiri mengontrol benua Amerika, Antartika juga Afrika bagian Selatan. Kita sama-sama saling melatih para Guardian Force maupun militer untuk memperkuat pertahanan negara maupun wilayah kekuasaan masing-masing. Tapi…" ucapannya terputus, terlihat ketiga ArchAngels itu paham.

" Manusia yang memiliki Guardian Force tingkat Ungodly, Excelsior maupun Imperious dan Enlightenment ingin menguasai ketiga dunia tidak bergabung dengan pemerintah, melainkan kelompok teroris dan memprovokasikan kekuatan mereka sebagai 'Tuhan', begitu?" tanya Michael, membuat Danzo menghembuskan nafas panjang, mengangguk.

" Benar sekali Lord Michael, tapi tidak semua ras kami yang memiliki Guardian Force ranking tertinggi mengikuti 'mereka', ada juga beberapa yang bergabung dengan pemerintah, memberikan kekuatan mereka untuk mengalahkan para teroris itu." jelas Danzo.

" Setelah Lord Erlang tiba-tiba saja menghilang, ras Dewa, Malaikat, Iblis, Siluman, Jin menjadi terpecah satu sama lain, menyatakan jika mereka adalah 'Tuhan' dan pantas untuk memimpin Surga, Bumi dan Neraka. Jika ini berkelanjutan terus menerus, maka perang Langit, perang Dunia maupun perang Kegelapan tidak bisa dihindari." kata Michael dengan nada letih.

" Michael! Apapun yang terjadi, aku akan tetap bersamamu!" tegas Uriel, dimana Raphael juga mengangguk mendengarnya.

" Begitupula denganku. Aku tidak akan menghianatimu, Michael! Kita akan sama-sama berjuang dan menyadarkan Salaphiel, Gabriel, Jehudiel dan Jeramiel. Bukan hanya ras malaikat saja yang terpecah, tapi ras yang lain ikut terpecah setelah Lord Erlang menghilang. Nanti pasti akan ada suatu saat semua ras di dunia ini akan kembali bersatu, Michael." kata Raphael meyakinkan pemimpin ras malaikat itu, terlihat Michael yang tersenyum tipis mendengarnya, mengangguk.

" Terima kasih Raphael, Uriel. Aku akan membuat keempat saudara kita kembali ke jalan yang benar. Kita harus membuat mereka sadar jika jalan yang mereka pilih adalah salah." kata pemimpin ras malaikat itu, terlihat Rapahel dan Uriel mengangguk mendengarnya. Michael kembali menatap ke arah Danzo, tersenyum.

" Aku titipkan Naruto kepadamu, Danzo. Tolong jangan sampai membuat orang-orang disini mengetahui jika Naruto memiliki Guardian Force terkuat. Gara-gara Guardian Force 'itu', dia menyalahkan dirinya sendiri atas kedua orang tuanya yang meninggal secara tragis. Naruto sudah berjanji tidak akan menggunakan Guardian Force 'itu' agar kejadian seperti menimpa kedua orang tuanya tidak akan terjadi." jelasnya serius, terlihat Danzo yang mengangguk paham mendengarnya.

" Sebagai Headmaster di Akademi sekaligus sebagai Butler pribadi mendiang Tuan Minato, Lord Michael, Lord Uriel dan Lord Raphael tidak akan saya buat cemas. Saya akan melindungi tuan muda Naruto dengan nyawa saya. Saya sudah mengenal tuan muda Naruto sejak di dalam perut Nyonya Kushina sampai sekarang dan juga aku sudah menganggap tuan muda Naruto sebagai putra sendiri. Walaupun sekarang tuan muda Naruto lebih mengurung dirinya dan jauh dari pergaulan sosial, tapi hamba tahu sebenarnya tuan muda tidak ingin kejadian yang menimpa mendiang Tuan Minato dan Nyonya Kushina terulang kembali. Keluarga Inti sebenarnya ingin melindungi tuan muda Naruto dengan fasilitas maupun daya pengaruh mereka di Jepang, tapi tuan muda Naruto menolak dan mengganti namanya dengan nama mendiang Tuan Minato." jelas Danzo sedih, terlihat Michael, Uriel maupun Raphael yang hanya bisa terdiam, ketiga malaikat tinggi itu mengetahui bagaimana sikap Naruto jika sudah mengambil keputusan. Tidak ingin terlarut dalam kenangan yang pendam, Michael berjalan mendekati ke arah Danzo, terlihat kepala sekolah itu sedikit terkejut.

" Kami harus kembali. Kami titpkan Naruto kepadamu, Danzo." kata Michael sambil menyerahkan tubuh tidak sadarkan diri kepada pria di hadapannya itu, terlihat Danzo mengulurkan kedua tangannya, lalu tubuh Naruto akhirnya pindah di dalam gendongan pria Shimura itu.

" Terima kasih Lord Michael, Lord Uriel dan Lord Raphael sudah membawakan tuan muda Naruto kepada hamba. Hamba juga ingin undur diri membawa tuan muda Naruto di kamarnya." kata Danzo terlihat ketiga Archangels itu perlahan-lahan menghilang dalam bentuk bintang-bintang kecil. Danzo terdiam melihat kepergian ketiga Archangels itu, Danzo lalu menatap ke arah sosok Naruto yang terlelap, belum sadarkan diri. Dia sangat tahu jika tuan mudanya itu sangat membenci dengan makhluk-makhluk gaib yang selalu membuat kekacauan. Menghembuskan nafasnya, Danzo lalu membalikkan tubuhnya, berjalan masuk ke dalam gedung, menuju ke kamar asrama Naruto yang secara khusus dirinya berikan kepada tuan mudanya.

.

.

.

.

.

Bersama dengan Kaguya, gadis itu melihat kedatangan Sasuke dan Itachi dalam model 'real guard' dengan Guardian Force masing-masing. Gadis berambut musim dingin itu mencari sosok seseorang yang kurang dengan kedua pemuda itu, dirinya sama sekali tidak bisa menemukan sosok Naruto berada dimana. Tubuh kedua Uchiha bersaudara itu mengeluarkan cahaya masing-masing, tidak lama setelahnya, Susanoo maupun Hypos terpisah dari tubuh keduanya.

" Pemuda yang memiliki Guardian Lord Michael, aku tidak mengerti bagaimana mungkin Lord Michael memilih seorang manusia untuk menggunakan kekuatannya." kata Hypos membuka pembicaraan, sedangkan Itachi bingung mendengarnya.

" Maksudmu apa, Hypos?" tanya Itachi tidak paham akan perkataan Dewa Tidur itu, terlihat Hypos melipat kedua tangannya di depan dada.

" Sebagai ras yang memiliki kekuatan 'Holy' sekaligus dekat akan 'Tuhan', memang manusia sangat ingin memiliki Guardian Force ras malaikat. Berbeda dengan kami ras Dewa yang hanya tercipta jika kemampuan manusia kami sudah diakui oleh Tuhan, maka akan diangkat menjadi seorang Dewa, ras malaikat sendiri adalah ras yang diciptakan 'Tuhan' dengan wujud yang hampir menyerupai-Nya. Aku tidak akan heran jika ada manusia yang memiliki Guardian Force ras malaikat golongan kebawah dan menengah, tapi jika memiliki Guardian Force Archangels, sekaligus pemimpin ras malaikat." kata Hypos terhenti, terlihat Susanoo, Thanatos maupun Crimson Lion yang mengangguk mengerti maksud dari Dewa Tidur itu.

" Kemungkinan besar ada sesuatu yang terpendam dimiliki oleh pemuda bernama Naruto, entah itu 'sesuatu' yang harus disembunyikan, atau kemungkinan…" kata Thanatos terputus, terkejut jika pemikirannya menjerumus ke arah yang fatal, tapi Hypos mengangguk.

" Kandidat 'Tuhan' selanjutnya." jawabnya membuat semua orang yang ada disana terkejut mendengarnya.

" Kandidat 'Tuhan'?" tanya Itachi tidak percaya, terlihat Hypos, Thanatos, Susanoo maupun Crimson Lion mengangguk mendengarnya.

" Ras Malaikat, Dewa, Jin, Iblis maupun Siluman sekarang dalam kekacauan setelah Lord Erlang menghilang tanpa sebab. Banyak dari setiap ras yang memiliki tingkatan kekuatan Ungodly, Excelsior, maupun Imperious dan Enlightenment mengaku jika merekalah kandidat yang pantas menjadi 'Tuhan' dan akhirnyamenciptakan pasukan masing-masing, mengadu kekuatan siapa yang pantas menjadi 'Tuhan'. Aku tidak yakin jika pemuda bernama Naruto itu merupakan kandidat 'Tuhan', tapi jika melihat sikap Lord Michael, Lord Raphael dan Lord Uriel saat pertarungan sebelumnya." kata Susanoo terhenti, membuat mereka semua terdiam mendengarnya. Sasuke yang satu kelas dengan Naruto tidak menyangkah jika pemuda Namikaze itu memiliki Guardian Force Excelsior, padahal di keluarganya saja hanya beberapa yang memiliki pangkat Excelsior, apalagi Ungodly, kakaknya saja tidak memiliki Guardian Force setinggi itu.

" Sasuke, kamu satu kelas dengan Naruto, bukan?" tanya Itachi tiba-tiba, terlihat Sasuke yang tersadar dari lamunannya, menatap ke arah Itachi, mengangguk.

" Tolong kamu selidiki asal usul pemuda itu. Aku akan mencoba mencara data di Data Kesiswaan. Hal ini akan bisa membuat akademi, bukan, negara kita siaga, karena seorang pemuda berusia sekitar 18 tahun sudah memiliki 2 Guardian Force Ungodly dan 1 Excelsior, ditambah lagi berasal dari ras malaikat. Aku akan menghubungi Perdana Menteri akan hal ini." ucapnya terlihat Sasuke yang mengangguk mendengarnya.

" Aku rasa kalian jangan mengambil tindakan mendadak seperti ini." saran Crimson Lion tiba-tiba, membuat Itachi maupun Sasuke menatapnya.

" Kenapa Crimson? Bukannya ini adalah tindakan yang benar untuk melindungi seseorang yang memiliki Guardian Force pangkat Excelsior dari teroris Yggdrasil yang sampai saat ini anggotanya masih belum diketahui oleh kita semua. Aku mendengar jika orang-orang yang tidak mau bergabung dengan organisasi itu, maka akan secara paksa mengambil Guardian Force sang pengguna dan menjadikannya sebagai Guardian Force sendiri." jelas Itachi tapi Parrel a.k.a Crimson Lion menggeleng mendengarnya.

" Bukan itu maksudku. Kita masih tidak tahu siapa-siapa saja anggota Yggdrasil yang masih selamat, dan kemungkinan saja mereka ada yang bermain di pemerintah. Aku tahu jika ayahmu adalah seorang Perdana Menteri di negara ini, tapi anggota pemerintah yang lain kita tidak tahu siapa mata-mata dari Yggdrasil. Sebaiknya hanya sekolah ini saja yang mengetahui Guardian Force pemuda bernama Naruto itu." jelas Parrel kepada tuannya itu membuat Itachi sama sekali tidak bisa menjawab perkataan Crimson Lion tersebut. Sulung Uchiha itu akhirnya hanya bisa menghembuskan nafasnya, memang benar mereka masih belum tahu anggota Yggdrasil tersisa tersebar dimana saja, dan yang paling parahnya pemerintah sama sekali tidak memiliki nama-nama anggota kelompok teroris itu secara lengkap karena organisasi itu begitu cepat berkembang. Menghembuskan nafas panjang, sulung Uchiha itu memahami kekhawatiran dari salah satu Guardian Forcenya, ditambah lagi Jepang juga masih tidak bisa dibilang negara aman karena kemungkinan besar beberapa anggota Yggdrasil memata-matai pertahanan negara mereka.

" Apa yang kamu katakan memang benar, sebaiknya hal ini harus disembunyikan dulu, dan perlahan-lahan kita akan menyelidiki sekeliling, siapa tahu ada penyusup masuk ke dalam akademi ini." putus Itachi akhirnya, terlihat Parrel yang mengangguk setuju, begitu juga Hypos, Thanatos, Susanoo mendengar keputusan pemuda itu. Itachi lalu kembali menatap ke arah adiknya.

" Kamu perhatikan diam-diam gerak gerik pemuda bernama Naruto itu, sekaligus juga kumpulkan data apapun yang berguna darinya. Ini menyangkut kekuatan negara sekaligus dunia karena dia memiliki Guardian Force berpangkat paling tinggi diusianya. Mengerti Sasuke?" kata Itachi terlihat bungsu Uchiha itu mengangguk mendengarnya.

" Tentu kakak. Aku akan melaksanakan tugas yang kamu berikan sebik-baiknya." jawabnya terlihat Itachi yang tersenyum mendengarnya. Di tempat lain, Kaguya yang bersembunyi di belakang tembok bangunan itu mendengar semua percakapan kedua Uchiha bersaudara dengan masing-masing Guardian Forcenya. Gadis itu tidak percaya jika pemuda misterius di kelasnya itu merupakan seorang pemuda yang sangat penting untuk pemerintahan Jepang, baik itu pertahanan maupun kekuatan. Memang benar jika memiliki Guardian Force berpangkat Ungodly ataupun lebih tingging akan diberi fasilitas maupun perlindungan oleh negara, tapi sepertinya pemuda Namikaze itu tidak menginginkan sama sekali. Gadis itu akhirnya pergi meninggalkan tempat itu, mencoba membuang apapun yang di dengarnya.

.

.

.

.

Di sebuah ruangan sangat luas dengan sebuah tempat tidur ukuran King Size di tengah-tengah ruangan tersebut, lalu lemari, meja belajar, dan fasilitas-fasilitas lainnya berada di ruangan tersebut. Seorang pemuda berambut pirang tertidur di atas ranjang empuk, terlihat kedua mata terpejamnya perlahan-lahan bergerak, terbuka memperlihatkan iris dark azure dingin begitu memukau. Memegang kepalanya yang tiba-tiba saja terasa pening, pemuda itu perlahan-lahan bangkit, mencoba duduk di atas ranjangnya.

" Tuan muda Naruto, syukurlah anda sudah sadar." suara seseorang membuat pemuda itu sedikit melirik ke kanan, terlihat sosok Danzo yang duduk di kursi, memperlihatkan wajah begitu lega.

" Danzo? Jadi kamu yang membawaku kemari?" tanya Naruto tapi dirinya kembali meringis akibat sakit di kepalanya, membuat Danzo langsung bangkit dari duduknya, mengambil gelas berisikan air bening di dalamnya. Pria itu duduk di sisi ranjang pemuda itu sambil menyodorkan gelas ke bibir Naruto, membuat air di dalam gelas itu perlahan-lahan mengalir melewati mulut pemuda itu. Setelah beberapa teguk, Danzo kembali meletakkan gelas di atas rak samping ranjang Naruto, membantu pemuda itu membenarkan posisi duduknya.

" Apakah Michael yang memanggilmu?" tanya Naruto setelah merasa baikan, terlihat Danzo yang menggeleng mendengarnya.

" Tidak tuan muda, saya memberikan tanda kepada Lord Michael dimana diri-Nya akan menyerahkan anda kepada saya." jawab Danzo terlihat Naruto terdiam mendengarnya.

" Danzo, bukannya kamu headmaster di akademi ini? Cukup panggil Naruto saja dan aku bukan lagi bagian dari keluarga cabang Uzumaki dan keluarga utama Senju." kata Naruto tapi Danzo hanya memberi senyum kecil.

" Di akademi, memang saya adalah headmaster, tapi jika di tempat privasi, khususnya dengan anda, saya hanyalah seorang kepala pelayan keluarga Uzumaki." jawabnya terlihat Naruto yang menghembuskan nafas pelan mendengarnya.

" Apakah Kaisar yang memerintahkanmu untuk memaksaku masuk ke akademi ini?" tanya Naruto sedikit cetus, tapi Danzo hanya memberikan senyum sabar, mengangguk.

" Kaisar Tsubasa, kakek anda memang memerintahkan hamba untuk membuat anda masuk ke dalam Akademi ini. Anda harus tahu jika Kaisar sangat cemas bagaimana kehidupan cucu keasayangannya memutuskan untuk tidak berhubungan lagi dengan keluarga inti, rekening, maupun fasilitas dari keluarga Senju maupun Uzumaki." jawabnya terlihat Naruto mendengus mendengarnya.

" Dan membiarkan anggota klan Senju dan uzumaki kembali dibantai oleh manusia dengan Guardian Force dari Yggdrasil? Lebih baik aku keluar dari nama Senju dan Uzumaki daripada melihat anggota keluargaku mati satu per satu karena Guardian Force milikku." jawabnya terlihat Danzo menghembuskan nafas pelan mendengarnya.

" Karena itulah, tuan muda harus tinggal disini. Hanya disinilah hubungan anda dengan Kaisar dan anggota Senju maupun Uzumaki tidak akan terbongkar. Saya sudah menempatkan tuan muda di kamar yang secara khusus merupakan rancangan mendiang ayah anda untuk anda, tuan muda." kata Danzo terlihat Naruto mengangguk mendengarnya.

" Aku juga berencana untuk tinggal disini. 'Dia' mengatakan jika ada mata-mata Yggdrasil berhasil masuk ke dalam akademi ini." ucapnya serius membuat Danzo sedikit terkejut mendengarnya.

" Maksud tuan muda tentang 'dia', apakah…?" tanya Danzo terlihat Naruto mengangguk mendengarnya.

" Guardian Force terkuat milikku, dia merasakan jika beberapa anggota Yggdrasil berhasil menyusup di akademi ini. Aku mengira jika mereka kemungkinan besar ingin mencari anggota baru lagi. Aku yakin mereka kemungkinan besar akan mencoba mendekatiku setelah melihat Guardian Force milikku." kata Naruto sambil menyeringai sedangkan Danzo sendiri terkejut mendnegarnya.

" Jika seperti itu, sebaiknya kita harus melakukan gerakan cepat supaya mereka tidak mencoba mencuci pikiran para Holy Envoy di akademi ini." kata Danzo tiba-tiba, tapi Naruto dengan cepat menahan pria itu.

" Tenang dulu, Headmaster. Aku sudah memiliki rencana untuk mereka." kata Naruto tiba-tiba membuat pria itu menatap bingung ke arah pemuda itu.

" Maksud anda, tuan muda?" tanyanya tidak mengerti terlihat Naruto yang menyandarkan punggung di bantal empuk sambil melipat kedua tangannya di depan dada.

" Aku ingin memancing mereka keluar secara perlahan-lahan. Mereka nanti pasti akan mengawasi gerak gerikku dan akan mencoba mendekati apakah aku memiliki faham yang sama dengan mereka atau tidak. Pertempuran pasti tidak bisa di lewati antara aku dengan beberapa anggota mereka, dan jika sampai itu terjadi…" ucapannya terputus terlihat aura kegelapan keluar dari tubuhnya, membuat Danzo terkejut melihat akan hal itu. Aura-aura kegelapan itu menciptakan empat sayap kalelawar besar di sisi kirinya, terbuka begitu gagahnya, dimana di permukaan sisi atas sayap tersebut dilindungi oleh kerangka logam berwarna ruby yang berkilap begitu indah tapi juga memperlihatkan kegagahannya. Sisi wajah kiri Naruto juga dilindungi oleh sebuah topeng berbentung wajah elang, yang hanya memperlihatkan bagian bawah wajahnya, juga bibir kirinya menyeringai begitu menakutkan.

" Aku akan membunuh mereka semua." terdengar suara yang begitu berat keluar dari dalam bibir pemuda itu, membuat Danzo merangka mundur, terjatuh dari atas ranjang pemuda itu, wajahnya begitu pucat merasakan aura membunuh kuat memenuhi ruangan tersebut.

' I-Ini adalah Guardian Force terhebat yang dimiliki tuan muda Naruto. Guardian Force yang memiliki kekuatan setara dengan Guardian Force legenda, God Erlang. Karena Guardian Force ini, kedua orang tua tuan muda begitupula anggota klan dari Senju dan Uzumaki mengalami banyak korban tewas akibat penyerangan yang dilakukan Yggdrasil. Kaisar akhirnya mengumumkan jika tuan muda Naruto tewas akibat penyerangan itu, tapi sebenarnya hanya ingin menutupi jati diri tuan muda yang sekarang menggunakan nama mendiang tuan Minato. Guardian Force milik tuan muda Naruto konon lebih sulit dikendalikan diantara semua Guardian Force yang ada, termasuk God Erlang.' batin Danzo ketakutan.

" Azel, apa yang kamu lakukan di sisi tubuh kiriku?" tanya Naruto di sisi kanannya, terlihat mata merah kiri pemuda itu melirik ke kanan, terlihat dark azure Naruto menatap tajam ke arahnya.

" Well, maaf. Aku hanya terbawa emosi saja, jadi ya begitulah." jawab Azel sambil memberikan cengiran tidak berdosa. Perlahan-lahan, empat sayap hitam di sisi kiri punggung pemuda itu menghilang, begitupula topeng elang hitam yang menutup wajah kirinya menyusul. Setelah seluruh Naruto kembali normal, pemuda itu menghembuskan nafas pelan, menatap ke arah Danzo yang masih terjatuh ketakutan.

" Danzo, maaf jika aku mengagetkanmu. Azel akhir-akhir ini sangat sensitif jika membicarakan soal Yggdrasil." kata Naruto sedikit bersalah melihat pria berumur kepala tiga itu begitu ketakutan. Tersadar akan perkataan Naruto, Danzo langsung saja bangkit berdiri, merapikan setelannya, menggeleng kepalanya.

" Bukan salah anda tuan muda Naruto, dan sepertinya, anda dan Guardian Force bernama Azel itu semakin dekat." kata Danzo membuat Naruto tersenyum tipis mendengarnya. Tersadar akan sesuatu, Naruto lalu menatap kembali ke arah Danzo, serius.

" Headmaster, bolehkah aku meminta salah satu data seorang siswi di akademi ini?" tanya Naruto terlihat Danzo sedikit bingung tapi akhirnya mengangguk.

" Tentu saja tuan muda, dan jika boleh tahu, data siapa yang anda inginkan?" tanyanya.

" Aku tidak tahu siapa namanya, tapi gadis ini memiliki ciri-ciri berambut putih salju panjang, dia hanya memiliki mantra sihir penyembuh tapi tidak memiliki Guardian Force." kata Naruto kemudian tiba-tiba saja sebuah layar muncul di hadapan kepala sekolah itu. Danzo yang memahami ciri-ciri yang diminta oleh tuan mudanya itu lalu menekan logo folder 'New Students', kemudian terlihat kumpulan siswa-siswi akademi tahun ini.

" Aku pikir, maksud anda adalah Ootsutsuki Kaguya, dia memiliki ciri-ciri yang anda bilang, juga memiliki mantra sihir penyembuh dan tidak memiliki Guardian Force." katanya kemudian selang beberapa lama akhirnya Danzo menemukan data tentang gadis itu.

" Saya langsung mengirimkan datanya kepada anda." ucapnya lalu menekan tombol 'Sent'. Beberapa saat setelahnya, terdengar bunyi pesan masuk di smartphone Naruto, lalu layar juga muncul di hadapan pemuda Namikaze itu. Naruto lalu menekan tombol e-mail yang masuk, kemudian dirinya menemukan file tentang Kaguya, bio data maupun kehidupannya. Naruto sedikit mengerutkan kening melihat riwayat kehidupan gadis itu.

" Dia hidup sebatang kara?" tanyanya terlihat Danzo mengangguk mendengarnya.

" Benar tuan muda Naruto. Kaguya Ootsutsuki, 16 tahun, awal kehidupannya dia berada di panti asuhan Mentari, setelah berumur sepuluh tahun, dia kemudian melakukan beberapa macam pekerjaan untuk menyambung kehidupannya. Setelah mencapai umur minimal masuk ke akademi ini, dia akhirnya mencoba mengambil tes, dan akhirnya lulus dengan nilai tertinggi, walaupun tanpa memiliki Guardian Force sekalipun." jawabnya sedangkan Naruto terdiam mendengarnya, membaca kembali riwayat kehidupan gadis itu.

" Disini dikatakan dia memiliki hubungan dekat dengan putra bungsu dari Perdana Menteri Uchiha Fugaku, Uchiha Sasuke. Apa itu benar?" tanya Naruto kembali terlihat Danzo yang berdehem beberapa kali mendengar pertanyaan tuan mudanya itu.

" Jika masalah itu, saya rasa hubungan dekat yang dimaksud adalah hubungan kakak adik, karena dari Kaguya sendiri, dia sudah mengatakan jika Uchiha Sasuke adalah kakaknya sendiri, tapi jika untuk kasus Uchiha Sasuke sendiri, mungkin dia salah menafsirkan tingkah gadis itu kepadanya." jelas Danzo terlihat Naruto yang mengangguk paham mendengarnya.

" Kenapa tuan muda Naruto, apa anda tertarik dengan gadis bernama Kaguya itu?" tanya Danzo sedikit menggoda, terlihat Naruto tiba-tiba saja tersedak akan air liurnya sendiri mendengar pertanyaan pria itu.

" Bukan itu. Aku hanya merasakan jika gadis itu memiliki Guardian Force kuat di tubuhnya, hanya saja dia masih belum bisa membangkitkannya." jawab Naruto terlihat Danzo yang terkejut mendengarnya.

" Apa benar begitu? Jadi, apa saya harus memindahkannya dari A-Class ke Holy Envoy-Class?" tanya Danzo tapi Naruto hanya menggeleng.

" Aku rasa itu tidak perlu dulu,karena yang aku lihat, kemungkinan besar dia membutuhkan bantuan dari Guardian Force lain untuk membangkitkan Guardian Force miliknya. Sekarang masih banyak Guardian Force liar yang masih belum memiliki Holy Envoy mereka, dan nanti jika ada Guardian Force yang kemungkinan menyerang saat dikendalikan dan bisa bebas dari pengendalinya, lebih baik Headmaster tangkap dan mencoba mempertemukan dengan murid-murid yang masih belum memiliki Guardian mereka." saran Naruto terlihat Danzo yang mengangguk mendengarnya.

" Saya mengerti dan sepertinya saran tuan muda Naruto sangat bagus." jawabnya terlihat Naruto yang tersenyum tipis mendnegarnya.

" Di Amerika baru-baru ini telah melakukan sistem seperti itu dan selama aku di sana, aku mempelajari banyak hal tentang sistem akademi mereka, karena ada beberapa Holy Envoy yang tidak memiliki Guardian Force, maka Guardian Force yang berhasil mereka kembalikan kesadaran mereka akhirnya di simpan dan mereka mencoba mempertemukan dengan beberapa Holy Envoy yang mencari Guardian Force." jelas Naruto mengingat dirinya yang tinggal di San Fransisco beberapa tahun. Tersadar akan sesuatu, kemudian dirinya menatap layar kontak miliknya.

" Headmaster, apakah masih bisa menerima beberapa murid lagi di akademi ini?" tanya Naruto tiba-tiba terlihat Danzo yang langsung mengecek data di layar transparan miliknya, mengangguk.

" Jika untuk kelas Holy Envoy, akademi ini masih bisa menerima sekitar tiga atau empat orang lagi. Memang kenapa, tuan muda?" tanyanya membuat Naruto tersenyum sumiriang mendengarnya.

" Perfect. Aku memiliki tiga sahabat yang sekarang masih belum terikat dengan akademi manapun, padahal mereka banyak ditawari untuk mengabdi di sana. Salah satu dari sahabatku itu memiliki Guardian Force Imperious, sama sepertiku." jawabnya membuat Danzo membulatkan kedua matanya.

" Imperious?! Apakah sahabat anda seumuran dengan anda, tuan muda?" tanya Danzo sedangkan Naruto terkekeh pelan mendengarnya.

" Dia dua tahun lebih tua dariku, tapi dia sudah memiliki Guardian Force Imperious saat umurnya sama denganku. Dia juga akhir-akhir ini sering dikejar oleh anggota Yggdrasil karena mereka menginginkan Guardian Force miliknya. Apakah anda tertarik, Headmaster?" tanya Naruto membuat Danzo mengangguk cepat mendengarnya.

" Tentu saja tuan muda Naruto. Saya akan menerima sahabat-sahabat anda dengan tangan terbuka, dan mereka juga bisa mengisi berkas-berkas yang diperlukan secara online." jawab Danzo cepat membuat Naruto mengangguk mendengarnya.

" Kalau begitu, aku akan mencoba mengirimkan e-mail kepada mereka bertiga." kata Naruto lalu dengan cekatan dirinya mengetik tombol QWERTY miliknya di depan dadanya. Setelah beberapa saat, langsung saja dia menekan tombol 'Sent', mengirimkan e-mailnya kepada tiga sahabatnya yang ada di negara berbeda.

" Aku akan mengabari Headmaster jika mereka sudah memberi balasan e-mail kepadaku." kata Naruto terlihat Danzo yang mengangguk mendengarnya.

" Kalau begitu, kita tunggu bagaimana kabar dari ketiga teman anda." jawabnya

.

.

.

.

.

San Francisco, USA.

.

.

.

.

" Ah….ah….ah…!" suara desahan wanita terdengar di sebuah ruangan ukuran cukup luas dengan background hitam tanpa fitur apapun yang menghiasinya. Seorang pria dengan rambut berwarna hitam metalik melawan grafitasi, memiliki tubuh proposional dengan kulit berwarna putih, begitu hebatnya memaju mundurkan pinggulnya.

Trert…Trert…..

Sebuah e-mail masuk di dalam ponsel pintar di atas meja dekatnya, membuat pria itu menghentikan gerakkannya, mencabut batang kejantanannya yang ukurannya bisa dikatakan di atas rata-rata, sedangkan wanita di bawahnya terlihat tampak kecewa.

" Why?" tanya wanita itu dengan nada lelah tersirat kekecewaan, padahal dirinya hampir saja mencapai puncak untuk ketiga kalinya, sedangkan pria itu tidak menggubriskannya. Mengambil ponsel pintarnya, kedua iris emeraldnya sedikit terkejut melihat siapa yang mengirimkan e-mail kepadanya. Membuka inbox miliknya, membaca saksama tulisan di dalamnya, sedangkan wanita yang sedang di gauli sebelumnya sekarang sedang memberikan oral sex di penis besar pria itu.

" Heh, interesting. Jadi sekarang Lost Young Master sekarang dalam pengawasan keluarganya di akademi Light and Dark di Tokyo? Fuck, that's definitely damn boring." ucapnya sambil tangan kirinya meremas rambut pirang wanita yang sedang memberi oral kepadanya, memaju mundurkan kepala wanita itu begitupula pinggulnya yang mengikuti iramanya. Seringai di wajah tampannya muncul, begitupula aura-aura putih keluar dari dalam tubuhnya, terlihat rambutnya yang perlahan-lahan berubah menjadi berwarna putih berkilau seperti emas putih, memanjang sampai ke pinggangnya, juga kedua iris matanya berubah menjadi lebih cerah dari biasanya. Menekan beberapa tombol di smartphone miliknya, kemudian dirinya menekan tombol 'Sent', lalu melempar ke atas ranjang. Menarik kepala wanita itu menjauh dari selangkangannya, tidak lama setelahnya lubang kencing penisnya menembakkan cairan putih kental cukup banyak mengenai wajah wanita itu, dan setelah delapan tembakan, akhirnya cairan kental tersebut tidak keluar dari dalam lubangnya lagi. Wajah kepuasan terlihat di wajah wanita itu, jari-jari lentiknya memainkan cairan kental yang berada di wajah juga payudara ukuran cukup besar, kemudian di arahkan ke bibirnya, menghisap jari telunjuknya yang dilapisi cairan kental pria tampan itu, setelahnya menjilat telapak tangannya yang juga permukaannya dilapisi oleh cairan tersebut. Pria tampan itu kemudian mengambil ponselnya kembali, lalu memakai celana cargo hitam miliknya, kemudian mengenakan kemejalengan panjangnya tanpa mengancing terlebih dahulu.

" Where are you goin?" tanya wanita itu masih dalam posisinya.

" None of your fucking business." jawab pria itu lalu menutup pintu apartemen tersebut.

" Alright, aku akan membantumu dan juga aku tidak memiliki rekan untuk melawan anggota Yggdrasil yang semakin lama semakin menyebalkan." katanya lalu melompat dari atas gedung dari lantai empat belas, dan tujuannya sekarang adalah menuju Tokyo.

.

.

.

.

Barcelona, Spanyol

.

.

.

.

Seorang gadis cantik dengan rambut hijau muda cerah, memiliki tubuh langsing proposional, tinggi sekitar 170-an, mengenakan baju lengan panjang dengan corak zebra yang dikombinasikan jeans pas body juga sepatu hak tingginya, duduk santai di kuris taman Catalonia. Gadis cantik itu sedang asik membaca sebuah buku, tiba-tiba saja ponsel pintarnya mendapatkan sebuah e-mail. Layar transparan tiba-tiba saja muncul di hadapan gadis cantik itu, kedua iris sapphire indahnya terkejut melihat siapa yang mengirim e-mail kepadanya, dengan cepat gadis cantik itu membuka pesan tersebut. Membaca dengan saksama, sesekali kedua pipinya mengeluarkan semburat merah muda, membuat para lelaki yang ada di taman itu terpanah akan kesempurnaan gadis tersebut. Mengibaskan telapak tangan kanannya di atas layar itu, membuat permukaan layar tersebut menghilang kemudian gadis itu beranjak dari tempat duduknya. Wajahnya terlihat begitu bahagia begitupula kedua iris sapphirenya bersinar begitu indah, membuat semua lelaki yang secara sengaja ataupun tidak sengaja menatap kedua mata gadis itu langsung terhipnotis akan keindahnya. Dalam pikiran gadis itu, tujuan tempatnya untuk tinggal adalah Tokyo, tempat dimana sang pengirim e-mail tinggal.

.

.

.

.

.

North Norway

.

.

.

.

.

Seorang pria muda awal dua puluan berambut silver lurus panjang sebahu, mengenakan baju tanpa lengan berwarna putih ketat yang memperlihatkan tubuh atletisnya dan celana jeans selutut kusam dengan sebuah palu baja besar di genggaman tangan kanannya dimana terlihat kilatan-kilatan listrik melimuti permukaan lengan kanannya. Pria itu menatap kedepan, terlihat beberapa lubang-lubang di perkumaan es di hadapannya, juga dataran permukaan yang terbelah dan kilatan-kilatan petir di atas permukaan air es di depan tempatnya berdiri.

" Mr. Barack." seorang pria tegap mengenakan kacamata hitam juga pakaian setelan serba hitam tiba-tiba saja muncul di belakangnya, membuat pria tersebut a.k.a Barack menyampingkan wajahnya, terlihat bentuk rahang yang kokoh, juga iris blue sapphire cerah begitu indah.

" Hmm?" ucapnya spontan, terlihat pria dengan setelan hitam itu berjalan mendekati ke arahnya dengan tubuh yang membungkuk, lalu tangan kanannya di sodorkan ke depan, terlihat sebuah smartphone di sana. Barack sedikit bingung, tapi dirinya kemudian mengambil smartphone miliknya, sedikit tersentak ternyata ada sebuah e-mail dari seseorang yang begitu penting baginya. Layar kecil lalu muncul di atas ponsel mintarnya itu, kemudian dirinya membaca isi e-mail dari orang tersebut. Sedikit menarik sudut bibir kanannya, pria itu kemudian berjalan melewati bodyguardnya.

" Persiapkan semua pakaian juga barang-barang penting milikku. Aku akan masuk ke Akademi Light and Dark di Tokyo." ucapnya terlihat pria yang dilewatinya, juga belasan bodyguard di hadapannya membungkuk hormat ke arahnya. Mendongakkan kepalanya ke atas, terlihat langit biru pagi yang begitu cerah.

" Heh, kamu akhirnya akan menampakkan diri kembali setelah bersembunyi cukup lama. Sepertinya aku akan bersenang-senang menghabisi makhluk-makhluk bodoh yang berani menantangku dan Guardian Force milikku." ucapnya terlihat seluruh tubuhnya yang dilapisi oleh kilatan-kilatan petir,lalu meledak, meleset cepat ke atas langit.

.

.

.

.

.

Tokyo, Jepang.

.

.

.

.

.

Naruto berdiri di atas puncak gedung akademi Light and Dark Tokyo sambil menikmati hembusan angin itu tiba-tiba saja smartphone miliknya berbunyi. Layar transparan tiba-tiba saja muncul di hadapannya, tiga e-mail masuk ke dalam inbox miliknya, tersenyum ternyata dari ketiga sahabatnya yang tinggal di negara berbeda. Tanpa membacanya, pemuda itu yakin jika ketiga sahabatnya itu pasti akan menyetujui apa yang ditulis olehnya itu.

" Brother!" teriakan seseorang terdengar di belakang pemuda itu, membuat Naruto menyampingkan tubuhnya, terlihat seorang pemuda dua tahun lebih muda darinya, memiliki rambut merah marun jabrik, bentuk mata yang sedikit lebih besar, mengenakan seragam akademi Light and Dark, berlari menuju ke arahnya. Pemuda itu tiba-tiba saja berhenti beberapa langkah di hadapannya dengan nafas sedikit ngos-ngossan, menegakkan tubuhnya, memberi senyum hangat kepada pemuda Namikaze itu.

" Bro, maksudku, little master." kata pemuda itu sambil membenarkan suaranya, terlihat Naruto sedikit menatap aneh di balik kacamatanya.

" Huh? Ada apa denganmu, sepupu? Apa kamu juga memanggilku seperti itu sama seperti Danzo memanggilku dengan sebutan young master?" tanya Naruto terlihat pemuda itu tertawa renyah mendengarnya.

" Haha, kamu ada-ada saja bro, walaupun kita sepupu, tapi kamu berasal dari keluarga inti Senju, sedangkan aku masih tetap di Uzumaki." ucapnya membuat Naruto menghembuskan nafas mendengarnya.

" Mendiang ibuku juga berasal dari Uzumaki, jadi jangan canggung denganku, Menma." kata Naruto memberi senyum kecil, terlihat Menma yang membalasnya dengan cengiran lebar. Smartphone Naruto kembali berbunyi, kemudian terlihat layar transparan muncul di hadapannya, sebuah e-mail masuk. Kedua dark azure pemuda itu sedikit membulat, dirinya tidak percaya jika salah satu sahabatnya akan tiba sekitar setengah jam lagi.

" Ada apa, bro?" tanya Menma sedikit bingung melihat raut wajah kakak sepupunya itu, sedangkan Naruto dengan cepat mencari ID Danzo. Menekan tombol 'Call', tidak lama setelahnya tampilan layarnya memperlihatkan sosok wajah Danzo dengan sedikit tubuh bagian atasnya.

" Ada apa, tuan muda Naruto?" tanya Danzo di layar tersebut.

" Danzo, sudah aku katakan jika di akademi ini, kamu dan aku adalah guru dan murid." kata Naruto sambil menghembuskan nafas, sedangkan Danzo hanya terkekeh pelan, begitupula Menma yang tertawa mendengarnya.

" Baiklah, aku mengerti. Ada apa, Naruto?" tanya Danzo walaupun sedikit geli mengucapkannya.

" Headmaster, temanku yang di Norwegia akan segera tiba setengah jam lagi. Dia menggunakan pesawat jet pribadinya menuju kemari." kata Naruto serius membuat Danzo membulatkan kedua matanya, tapi akhirnya mengangguk.

" Terima kasih Naruto, aku akan meminta beberapa guru untuk menyambut kedatangannya." kata Danzo tapi Naruto langsung menggeleng.

" Tidak perlu seheboh itu, nanti murid-murid yang lain akan curiga. Aku hanya ingin kamu menemaniku saja menyambutnya. Pesawatnya akan mendarat di halaman depan akademi. Aku hanya ingin memberitahu jika salah satu temanku akan tiba kepada anda, Headmaster." katanya terlihat Danzo berpikir sejenak, tapi ada benarnya juga akan perkataan pemuda Namikaze itu.

" Aku mengerti. Benar juga katamu jika kita terlalu mencolok, kemungkinan besar murid-murid di akademi akan langsung curiga." ucapnya terlihat naruto mengangguk mendengarnya.

" Dan Headmaster, ini adalah data temanku yang akan tiba nanti." kata Naruto sambil menekan beberapa tombol di layar yang baru saja muncul di sisi kanannya, kemudian mengirimnya ke ID lawan bicaranya itu. Tidak berselang lama, terlihat Danzo yang menyampingkan wajahnya dengan tangan kanannya bergerak, terlihat kedua matanya membulat.

" Nar.. maksud saya young master. Sahabat anda yang akan masuk ke akademi ini adalah putra bungsu Presiden Norwegia?!" tanya Danzo sedikit meninggikan suaranya melihat data maupun riwayat kehidupan sahabat junjungannya itu, sedangkan Naruto hanya mengangguk sekali mendengarnya.

" Benar sekali, dan dia banyak ditawari oleh akademi-akademi Guardian Force di seluruh dunia, tapi semuanya dia tolak. Aku dengar jika anda tidak mencoba menawarkannya untuk masuk ke akademi karena dia sudah banyak menolak tawaran akademi-akademi lain." kata Naruto terlihat Danzo yang mengangguk mendengarnya. Danzo melihat jam tangannya, lalu dirinya kembali menatap ke arah layar video call di depannya.

" Tuan muda Naruto, kalau begitu saya bersiap-siap dulu. Saya takut kemungkinan jadwalnya akan lebih cepat dari yang di janjikan." kata Danzo terlihat Naruto yang mengangguk mendengarnya.

" Kalau begitu, aku juga akan langsung turun ke lantai dasar. Kita akan bertemu sepuluh menit lagi, Headmaster." ucapnya terlihat Danzo yang mengangguk mendengarnya, setelahnya Naruto memutuskan sambungan video callnya. Pemuda Namikaze itu menatap ke arah sepupunya.

" Menma, ada salah satu sahabatku akan segera tiba disini, aku ingin, kita berdua pura-pura tidak saling kenal. Kamu mengerti bukan maksudku?" kata Naruto terlihat pemuda Uzumaki itu mengangguk paham mendengarnya.

" Jika ada anggota Yggdrasil yang mengetahu jika kamu adalah salah satu anggota klan Uzumaki, kemungkinan kejadian 10 tahun lalu pasti akan berkaitan denganmu, dan mereka langsung menafsirkan kamu adalah satu-satunya anggota keluarga yang selamat. Aku memahami akan itu, bro." kata Menma terlihat Naruto yang tersenyum mendengar perkataan sepupunya itu.

" Kalau begitu, bagaimana jika aku nanti akan memperkenalkan sahabatku yang akan datang nanti. Jika suasana sudah sepi, kamu bisa main ke kamarku." katanya terlihat Menma yang tersenyum sumiriang mendengarnya, mengangguk.

" Kalau begitu aku turun dulu, bro." kata Menma lalu membalikkan tubuhnya, berlari menuju ke arah pintu keluar. Setelah kepergian pemuda Uzumaki itu, Naruto kemudian membalikkan tubuhnya, menatap ke arah langit sore yang cukup indah. Pemuda itu sedikit menaikan sudut bibirnya, karena sebentar lagi, dirinya tidak akan lama menemui sahabat-sahabat lamanya yang ada di beberapa kota di dunia.

" Ada apa, kamu terlihat sangat senang sekali." suara berat khas seseorang terdengar di belakangnya, membuat Naruto sedikit menyampingkan wajahnya ke belakang, terlihat sosok seorang pria gagah tinggi berambut hitam dikombinasikan dengan merah, wajah pria itu begitu sempurna dengan tatto garis di bawah matanya, mengenakan jubah panjang berwarna hitam kelam dengan motif kobaran api merah, yang memperlihatkan tubuh atletis sempurna, lalu celana panjang hitam sedikit longgar, dengan sayap kalelawar dan merpati hitam yang lain mengatup di bagian selangkangannya, sedangkan sepasang sayap juga di atasnya melengkung di kedua sisi lehernya, delapan sayap lainnya yang terbuka gagah, sisi kiri sayap itu berwujud sayap kalelawar, sedangkan sisi kanannya dalam wujud sayap merpati hitam. Bagian tubuhnya terlihat tatto kobaran api hitam terlukis begitu gagah, juga sebuah kalung salib yang melingkari di leher jenjang pria tersebut. Naruto yang mengetahui siapa yang muncul di belakangnya hanya tersenyum tipis, lalu kembali menatap ke depan.

" Aku hanya baru menyadari jika pikiranku yang sebelumnya ternyata sangat bodoh." katanya terlihat pria itu terkekeh pelan mendengarnya, lalu berjalan menuju ke sisi kiri pemuda itu. Dua sayap merpati hitamnya lalu merangkul pemuda di sampingnya, kemudian dirinya juga menatap ke depan.

" Bukannya sudah aku bilang, semua akan ada waktunya. Kamu akan mendapatkan kebahagiaanmu kembali, walaupun kamu tidak bisa menghapus kejadian kelam yang menimpa keluargamu. Aku, Michael, Raphael dan Uriel akan selalu di sampingmu, menemanimu suka maupun duka, bukan begitu." katanya yang kemudian terlihat sosok Michael, Raphael, maupun Uriel yang tiba-tiba saja muncul, tersenyum mendengarnya.

" Benar sekali apa yang dikatakan Azel. Walaupun kamu sendiri, suka maupun duka, kami akan selalu menemanimu Naruto." kata Michael

" Kami sudah membuktikan ucapan kami bukan, dan juga lihat ada orang-orang yang sangat peduli denganmu. Jadi, jangalah berjuang sendiri lagi. Kita akan sama-sama menghadapi apapun yang akan terjadi kedepan." kini Uriel menyambung.

" Yang lalu biarkanlah berlalu, jangan kamu selalu menyalahkanmu akan kejadian yang menimpa anggota keluargamu. Kita akan sama-sama menghancurkan kelompok Yggdrasil. Dosa-dosa mereka sudah terlalu besar dan tidak bisa di ampuni lagi. Kali ini, kita harus berjuang untuk melindungi orang-orang agar tidak terjerumus masuk ke kelompok teroris itu." kata Raphael membuat naruto menatap satu per satu Guardian Force miliknya, bibirnya bergetar menahan tangis, karena selama ini ternyata Guardian Forcenya sangat perhatian akan dirinya.

" Azel, Michael, Raphael, Uriel, terima kasih karena kalian selalu di sisiku. Maaf atas sifat kekanak-kanakku sebelumnya." isak Naruto, terlihat Azel yang langsung memeluk tubuh pemuda itu, mencoba menenangkannya.

" Sudah, kamu tidak usah banyak berpikir apapun lagi. Sekarang kamu fokuskan rencanamu yang sudah kamu susun untuk kedepan dan kami akan membantumu." katanya terlihat Naruto mengangguk di dalam pelukan makhluk tersebut.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC