Cast

All member seventeen

Pairing

Meanie

Seunghan

Junhao

Soonhoon

Verkwan

Don't Like Don't Read

Seorang namja terlihat keluar dari pintu kedatangan dibandara incheon. Dengan pakaian kasual dan kacamata hitamnya namja itu berjalan keluar bandara sambil menelpon.

Dia adalah Jeon wonwoo , namja kelahiran korea yang menetap sejak kecil di jepang. Karna merindukan kota kelahirannya , wonwoo membujuk atau lebih tepatnya merayu orangtuanya untuk melanjutkan sekolahnya di korea.

" kau ini bagaimana sih ? kau sendiri yang menawarkan ingin menjemputku tapi sekarang kau bilang kau lupa dan baru akan berangkat menjemputku? Kau mau membuatku menunggu sampai kapan hah.'' Maki Wonwoo kepada sipenerima telepon

"ck berhentilah mengomel seperti ajhumma dipasar jeon wonwoo'' jawab sipenerima telepon.

" heh, kau sudah membuatku menunggu dan sekarang kau mengataiku ajhumma eoh. Pokoknya aku tak mau tahu , kau harus sampai dalam waktu 15 menit. Atau aku akan mengadu ke wen aunty dan memberitahukan bahwa seorang Wen Junhui sudah menodai kekasih imutnya" ancam wonwoo.

" yakkkk kau mau membuat ku menikah muda hah? Baiklah aku akan sampai 15 menit lagi Jeon –pabo- wonwoo" kesal jun dan mematikan ponselnya.

"ckk , dasar sepupu menyebalkan" wonwoo pun memandangi ponselnya. " berani sekali dia mematikan teleponnya" gerutu wonwoo.

Saat Wonwoo sedang asik memandangi ponselnya sambil memaki wen junhui seseorang menabrak bahunya dari belakang dan membuat ponsel ditangannya terpental ketengah jalan. "omo ponselku" teriak wonwoo histeris saat melihat ponselnya terlindas taxi yang lewat.

" upss sorry" gumam sipelaku penabrak bahu wonwoo. Mendengar gumaman seseorang dibelakangnya , wonwoo menengokkan kepalanya kebelakang dan memandang sipelaku dengan tatapan tajamnya. " yakkk kau , kau harus tanggung jawab karna membuat ponselku terlindas" marah wonwoo.

"itu bukan salahku . itu salahmu sendiri" jawab namja itu santai.

"apa maksudmu dengan salahku ? jelas jelas kau yang menabrakku dan membuat ponselku terlempar" maki wonwoo.

"itu salahmu karna kau yang berdiri mengahalangi lariku" jelas namja itu masih dengan nada santainya.

" YAK KAU – ''

"tuan muda kim mingyu tunggu kami" mendengar suara teriakan yang memotong teriakan wonwoo . mereka berdua mengalihkan pandangan kesamping

. " ahh SHIT aku lupa kalau mereka masih mengerjarku" gerutu mingyu dan bersiap untuk berlari kembali.

" eitsss kau mau kabur hahh," cegah wonwoo dan menggenggam erat lengan mingyu.

"ckk lepaskan aku sebelum mereka menangkapku"

"tak bisa , kau harus ganti rugi ponselku dulu baru kau boleh pergi"

"aigoooo kau ini merepotkan sekali" gerutu mingyu.

Mingyu melihat kesamping lagi dan terlihat segerombolan namja berbaju hitam sudah hampir mendekat. Dia kembali menghadapkan pandangannya pada wonwoo dan tanpa pikir panjang mencium dan sedikit melumat bibir wonwoo . wonwoo yang menerima ciuman mendadak itu hanya bisa terdiam mematung dengan pikiran yang tiba tiba kosong dan tanpa sadar melonggarkan genggaman tanganya. Mingyu yang merasakan genggaman dilengannya melonggar segera masuk kedalam taki yang kebetulan lewat didepannya. Sebelum taxi itu pergi mingyu membuka jendela taxi dan berkata pada wonwoo.

"anggap saja ciuman itu sebagai ganti rugi , sampai bertemu lagi manis" teriak mingyu dan menutup kaca taxi. wonwoo yang mendengar perkataan mingyu pu tersadar dengan apa yang baru saja terjadi.

"YAKK DASAR NAMJA MESUM SIALAN" dan wonwoo hanya bisa teriak pada taxi yang membawa mingyu pergi.

Rumah keluarga Wen diseoul tak kalah megahnya dengan dichina. Dengan perusahaan besar dichina dan anak perusahaan dimana mana tak sulit untuk membangun rumah megah ini. Diruang tamu yang besar itu terlihat seorang namja manis yang sedang duduk diatas sofa sedang menggerutu , memaki kesal.

"dasar namja mesum sialan , memangnya dia siapa berani seakale mencium bibirku . dia pikir aku menginginkan ciuman itu. Ciuman itu bahkan tak setara dengan harga ponsel kesayanganku" gerutu wonwoo.

" hueeeee itukan ponsel limited edition hadiah jisoo hyung " rengak wonwoo.

"lihat saja nanti kalau aku bertemu lagi dengan namja itu , kupastikan dia akan mati ditanganku . akan kubotaki kepalanya dan akan kubuat wajahnya –yang sialnya tampan itu- menjadi jelek kkkk" kekeh wonwoo dan memasang smirk menakukatkan yang sukses membuat sepasang kekasih didepannya merinding .

"gege sepupumu menyeramkan. Kau yakin dia baik baik saja dan masih waras?" bisik minghao pada jun.

"gege tak yakin dia baik baik saja . sepertinya panasnya matahari sudah membuatnya menjadi gila" jawab jun asal.

" yakkk aku belum gila wen junhui" marah wonwoo yang ternyata masih bisa mendengar perkataan jun.

"syukurlah kau mendengar perkataanku dan marah . itu berarti sepupuku masih waras" jelas jun

"ckkk dari pada kau membuatku tambah kesal lebih baik buatkan aku minuman sana" suruh wonwoo.

" seenaknya saja menyuruhku . bikin saja sana sendiri"

"yakkk kau kan tuan rumah disini wen junhui"

" aishhhh kalian berisik , masa hanya masalah minum kalian beretengkar. Sudahlah biar aku saja yang membuat minumnya" tawar minghao yang sudah jengah mendengar pertengkaran bodoh kekasihnya dan sepupu kekasihnya. Minghao pun berdiri dan berjalan kedapur untuk membuatkan minuman.

" buat yang enak ya calon menantu keluarga wen " teriak wonwoo menggoda. Dan teriakan jeon wonwoo sukses membuat wajah minghao memerah malu karna disebut calon menantu keluarga wen.

" sebenarnya apa yang membuat mu kesal seperti ini wonwoo? Kau tahu , makian mu membuat telingaku sakit tahu"Tanya jun.

"kau tahu ponsel kesayanganku pemberian jisoo hyung jatuh terlempar dan terlindas taxi karna seorang namja mesum yang menabrak bahuku" jelas wonwoo kesal.

"namja mesum?" Tanya jun heran

" ne namja mesum yang sialnya merebut ciuman pertamaku dan berkata itu untuk ganti rugi ponselku. Ckk bahkan ciumannya tidak setara dengan harga ponselku" gerutu wonwoo.

" jadi , kau marah karna apa? Karna ponselmu rusak atau karna ciuman pertamamu direbut olrhnya eoh? " goda jun.

"ya tentu saja keduanya jun pabbo" jawab wonwoo.

" minuman datang" itu suara minghao yang datang membawa minuman dan cemilan lalu menaruhnya dimeja dan kembali duduk disamping jun.

"apa yang sedang kalian bicarakan?" Tanya minghao penasaran.

" bukan apa apa chagia~" jawab jun.

" jinja bukan apa apa? Kalian tidak membicarakan yeoja yeoja seksi dijepangkan?" Tanya minghao lagi.

" kkkk ~ untuk apa aku membicarakan itu kalau didepanku ada namja manis yang jauh lebih seksi" goda jun dan mencium sekilas bibir minghao. Minghao yang diberi ciuman pun hanya bisa menunduk malu dan menyembunyikan wajah memerahnya di dada jun. wonwoo yang melihat interaksi kedua nya hanya bisa memutar kedua matanya jengah.

" aigooo lama lama disini kalian bisa membuat mataku iritasi" kesal wonwoo dan berdiri membawa minumnya dan berjalan menuju kamar yang selalu dipakainya saat menginap.

"aku mau tidur jun , bangunkan aku saat makan malam nanti" teriak wonwoo dan memasuki kamar meninggalkan sepasang kekasih yang bermesraan dengan sangat 'mesra' diruang tamu.

T.B.C

Dea Balik lagi dengan lanjutannya . kali ini aku buat lebih panjang dari chapter kemarin. Ga nyangka kalau ternyata ada yg review , follow dan favorite in ff aku /terharu/ . kemarin aku juga post ff ku yg one shoot . dan responnya sedikit lebih baik dari yang diwattpad.

Thanks buat yang udah ngereview ff ku dichapter pertama ^^ . thanks juga buat yang udah review di ff hallucinations .

Review kalian menjadi semangat dea buat bikin ff lagi. /walaupun ga bagus/

Btw dea itu namaku lohh /ga ada yg nanya/

Don't forget to review.