Aroma disinfektan menguar di bangsal tempat Jaejoong di rawat, di sebelahnya pasien-pasien lain dengan berbagai macam penyakit bahkan yang menular di campur jadi satu di ruangan super ekonomi ini. Suara batuk-batuk dan erangan kesakitan terdengar, membuat kepala Jaejoong pening tak bisa beristirahat dengan nyaman seusai operasi pengangkatan pen /platina penyangga tulang yang patah.

Jaejoong melihat botol infusnya yang hampir habis, kata suster ini adalah botol yang terakhir, ia memandang sekelilingnya, pasien lain ditunggui beberapa kerabatnya. Sedangkan dia sendiri, Ummanya sibuk mempersiapkan Karam yang akan mengikuti lomba menyanyi, entah kenapa Ummanya terobsesi Karam jadi penyanyi setelah paduan suara sekolah Karam juara tingkat provinsi, sementara suara Karam sendiri...

"Hyung, hyung..." Suara lengkingan lumba-lumba membuat Jaejoong kembali bersemangat.

"Junsu..ya, Kau bawa Cassie ramyun?"Mata Jaejoong berbinar- binar melihat Junsu menenteng lunch box.

Junsu meletakkan lunchbox di meja nakas, lalu memeluk hyungnya "Yah, Hyung, kau baru dioperasi harus makan yang bergizi!"

Jaejoong mempoutkan bibirnya, cemberut, lalu berkata ,"cassie Ramyun juga bergizi, aku lihat di kemasannya mengandung vitamin A, B, C, D dan Mineral, juga membuatku bergairah karena berasal dari SM Food"

Junsu mendesah, sudah lama Jaejoong penasaran tentang pria yang menolongnya, dia berkali-kali telepon dirinya hanya untuk menanyakan apakah dia pernah bertemu dengan Pangeran Tampan Penyelamatnya secara kebetulan, atau sudah menemukan dimana dia bekerja dan dimana rumahnya, Jaejoong sudah mirip sekali stalker idol dan akhirnya dia mengetahui bahwa Jung Yunho adalah Manager di SM Food, tapi Jaejoong tak percaya, baginya kharisma dan aura yang dimiliki Jung Yunho lebih tinggi dari level manager, Jaejoog yakin bahwa Yunho adalah CEO atau direktur perusahaan Jaejoong senang bukan kepalang saat Junsu memberikan info lebih rinci kalau Jung Yunho adalah Brand Manager Cassie Ramyun, Ramyun kesayangannya, Namja cantik menggemaskan bahkan meminjam uangnya untuk membeli 1 kardus Cassie Ramyun

"Hyung kau masih ingin bertemu Tuan Jung lagi?" Junsu mengupas jeruk untuk Jaejoong.

"Tentu saja Suie, kalau bisa aku ingin bertemu dengannya setiap hari" Ucap Jaejoong dengan semangat, mukanya yang pucat kini tersipu-sipu.

"Wah, wah aku kira kamu hanya ingin berterima kasih saja"Junsu menyerahkan jeruk ke Jaejoong.

"Junsu hari ini aku googling namanya di internet, dia tambah ganteng..ne? Jaemembuka Hpnya lalu memperlihatkan foto Yunho yang selalu bertampang serius pada Junsu.

"Masih cakepan si jidat lebarku" jawab Junsu sambil nyengir.

Jaejoong tertawa, dulu Junsu selalu mengelak jika diolok-olok menyukai Yuchun, "ke..ke...ke ... Jadi setelah aku tak ada lagi di rumah itu, kalian langsung bebas bermesraan, sudahlah aku tak akan ke sana lagi, hanya mengganggu kalian"

"bu..bukan begitu Hyung, silahkan datang lagi, kami senang Hyung bersama kami" balas Junsu dengan gugup.

"Setelah diperbolehkan pulang, aku akan melamar kerja lagi, jadi sementara tak ada tempat tinggal aku akan menumpang dulu di rumah kalian sampai aku dapat pekerjaan."

"Secepat itu Hyung? Tidak istirahat dulu di rumah, Hyung masih perlu pemulihan"

"Aku tadi browsing, di SM Food sedang ada lamaran untuk Marketing Eksekutif, ini kesempatanku Suie"

Junsu segera membaca lowongan yang Jaejoong maksud di hpnya, Junsu mengerutkan keningnya"Tapi ini walk in interview hyung, memangnya hyung bisa jalan?"

Jaejoong menepuk lengan Junsu dengan gemas"Pabo-ya, walk interview bukan berarti wawancara sambil jalan-jalan, lagi pula seminggu lagi, aku bahkan bisa lari."

Hari pertama kerja Jaejoong sangat gembira, dari semalaman dia tak bisa tidur, apalagi ia akan di tempatkan di divisi ramyun, yang berarti Jung Yunho adalah atasannya. Tapi marketing adalah kerja lapang, dia sadar kakinya belum pulih benar, demi interview itu dia melepas kruknya lebih awal, berjalan normal dengan terhuyung-huyung, namun di depan pewawancara dia berdiri tegak, walau menahan sakit.

Jaejoong memakai kemeja terbaiknya yang sudah dia setrika sampai licin, pagi ini dia harus ke HRD terlebih dahulu untuk mengurus masalah kepegawaian. Dari HRD Jaejoong di arahkan untuk menemui atasan langsungnya, ke ruangan Direktur Pemasaran dan Penjualan Sim Changmin. Jaejoong menaikkan alisnya kaget, atasan langsungnya bukan Jung Yunho, Jaejoong sama sekali tidak memperhatikan jabatan atasan langsungnya yang ternyata seorang Direktur.

"Manager HRD mengatakan bahwa saya harus menemui Tuan Shim Cangmin" Ucap Jaejoong dengan datar pada Sekretaris yang mejanya di depan ruangan Direktur.

"Saya akan menelepon, Tuan Shim" Kemudian Sekretaris tampak bicara ditelepon, setelah ditutup wanita itu mempersilahkannya masuk.

Nampaknya di ruangan Direktur Shim masih ada tamu, di ketuknya perlahan pintu besar itu. "Masuk!"

Jaejoong masuk dengan perlahan, tiba-tiba dadanya berdegub kencang luar biasa melihat sosok punggung yang di yakin ia kenali, tubuhnya bergetar, butir-butir keringat nampak di pilipisnya.

Jaejoong pernah mendengar suara itu"Yah! Shim Changmin mengapa kau mengajaknya masuk saat kita sedang bicara serius"

"Aku mengajaknya masuk karena dia solusi masalahmu?"

Yunho membalikkan badan menatap pria cantik di depannya, dia memicingkan mata, mengamati penampilan namja itu dari atas ke bawah, dia seperti pernah melihat pemuda ini sebelumnya. Yunho tersenyum penuh sinis, pemuda ini nampak begitu lembut dan rapuh. Cantik, namun hanya cocok jadi SPG saja, apakah otaknya bisa diandalkan? Kenapa Shim Changmin memilih orang macam ini.

Jaejoong membungkukkan badan lalu memperkenalkan diri. "Annyong Haseyo, Kim Jaejoong imnida, saya berasal dari Chungnam, saya mohon bimbingan."

"Jaejoong-shi duduklah" Direktur Shim mempersilahkan.

Saat Jaejoong hendak duduk di kursi, tanpa diketahui oleh Jaejoong Yunho memundurkan kursinya hingga Jaejoong terjengkang. "Jaejoong-shi kau harus melihat kursi jika hendak duduk" ujar Yunho sambil menahan tawa.

Jaejoong merasa dirinya pastilah sangat gugup hingga bisa jatuh seperti itu, kakinya kembali nyeri. Namun dia segera bangkit dan duduk dengan anggun menghadap bosnya.

Jung Yunho ada di sini dan dia harus membantunya, berarti Jung Yunho ini memang atasan langsungnya kan? Dia hanya harus lapor pada Tuan Shim ini yang merupakan bos besar. Jaejoong tersenyum membayangkan dia setiap hari akan bersama pangeran tampannya ini.

Direktur Shim berdehem untuk mengalihkan perhatian Jaejoong yang terus menatap Yunho, dan Yunho mengernyitkan kening, mendeath-glare dirinya "Manager Jung, perlu anda ketahui, Jaejoong-shi ini diwawancarai sendiri oleh Direktur Utama Jung, untuk mengambil alih sebagian tanggung jawab anda, karena anda tampaknya kewalahan mengurus Cassie Ramyun dan Sinki Ramyun seorang diri, dan mulai saat ini tanggung jawab anda hanyalah mengurus promosi Cassie Ramyun dan Jaejoong-shi akan mengurus Sinki Ramyon"

Mendengar penjelasan Sim Changmin, dua pasang mata di hadapannya sama-sama terbelalak tidak percaya. "Mwo-ya! Tidak mungkin, aku akan menanyakan ini langsung ke Direktur Jung! " Yunho beranjak dari kursinya .