Chapter 2nd

...

Walau saat di sekolah Baekhyun dan Chanyeol seperti orang yang tidak saling kenal, tapi ternyata mereka masih bertetangga. Dan Ibu Chanyeol terbiasa menitipkan Chanyeol ke rumah Baekhyun atau meminta Baekhyun menemani anaknya itu di rumah keluarga Park selagi orang tua Chanyeol bekerja.

Biasanya mereka akan menonton film atau mengerjakan tugas dari sekolah bersama. Untungnya hari ini, hyung Chanyeol; Kris, juga sedang libur kuliah. Jadi Baekhyun dan Chanyeol bisa mengerjakan tugas sekolah dibantu Kris.

Tapi hal yang Baekhyun kira akan baik – baik saja ternyata berbanding terbalik. Adanya Kris malah membuat Baekhyun tidak bisa menendang apapun bagian tubuh Chanyeol, terutama di bagian selangkangan namja itu. Karena tangan nakal Chanyeol sedari tadi bergerak di sekitar paha Baekhyun. Aksinya itu tidak akan terlihat karena posisi mereka yang duduk berjejeran, berseberangan dengan Kris. Di tambah meja yang mereka gunakan untuk alas belajar itu sangat membantu Chanyeol.

Rok Baekhyun disingkap sampai ujung paha dan tangan Chanyeol membelai paha bagian dalam Baekhyun. Keringat Baekhyun mulai meluncur ke dahi. Dia menggigit bibir bawahnya dan sesekali melirik Kris. Memastikan hyungnya Chanyeol itu lebih memilih fokus dengan komik yang dibacanya dibanding memandangi mereka yang sedang belajar.

"Kau kenapa Baekhyun?" tanya Kris dari balik lembaran komiknya saat Baekhyun membenamkan kepalanya di atas meja, menikmati sentuhan Chanyeol yang tidak bisa ditolak.

Cepat – cepat Baekhyun mengangkat kepalanya yang mendadak terasa berat. "Ahaha.. tidak oppa. Aku hanya sedikit bingung dengan soal nomor tiga." Baekhyun tertawa hambar. Diliriknya Chanyeol dan anak itu kelihatan serius sekali menatap bukunya, padahal jemarinya sedang menggosok di depan celana dalam Baekhyun.

Kris menutup komiknya lalu menarik soal latihan yang sedang Baekhyun kerjakan. "Soal ini perlu kau cari pakai rumus ini." Kris melingkari sebuah rumus di halaman depan buku tersebut, lalu dia kembali melanjutkan membaca. Tapi Baekhyun tidak mempedulikan apa yang Kris ucapkan, dia sibuk memikirkan bagaimana usaha menghentikan jemari Chanyeol yang kini mengerjai vaginanya.

Chanyeol diam – diam menahan diri untuk tidak tertawa melihat Baekhyun yang kebingungan. Dicubitnya klitoris Baekhyun dari luar celana dalam membuat Baekhyun merapatkan kedua pahanya. Chanyeol suka sekali wajah Baekhyun yang bercucuran keringat dengan sedikit pucat. Sangat seksi dan bergairah, membuatnya ingat akan kegiatan bercinta mereka beberapa hari lalu.

Baekhyun merasa ada yang tidak benar dengan tubuhnya. Karena otaknya dari awal sudah memerintahkan tubuh Baekhyun agar menolak segala rasangan yang Chanyeol lakukan, tapi tubuhnya malah menggeliat menikmati. Dengan begitu saat Chanyeol menarik celana dalamnya, Baekhyun malah mengangkat pantatnya agar celana dalam itu bisa di turunkan sebatas dengkul dengan mudahnya.

Jari besar Chanyeol kembali bekerja dengan memelintir klitoris Baekhyun hingga membuat jari kakinya terasa kebas. Seluruh tubuh Baekhyun langsung merinding dan darahnya berdesir cepat. Sekuat tenaga ditahannya desahan yang sudah sampai di ujung lidah saat dua jari Chanyeol memasuki vaginanya, tapi suara sensual itu lolos begitu saja membuat Chanyeol senang dan menggerakan jarinya dalam – dalam.

"Akkhhh.."

Kris sontak membanting pelan komiknya ke atas meja dan memandangi Baekhyun dan Chanyeol secara bergantian. Dia merasa janggal saat melihat wajah Baekhyun sudah sangat pucat. "Baekhyun, apa kau baik – baik saja? Kau demam? Wajahmu pucat, lihat."

Chanyeol berdehem untuk menyamarkan suara tawanya sambil menempelkan punggung tangannya ke dahi Baekhyun yang terasa dingin. "Sudahlah hyung, anak ini memang sering mendesah aneh kalau merasa frustasi. Mungkin Baekhyun sudah terlalu pusing dengan soal yang dikerjakannya."

"Begitukah?"

"Kau dengar sendiri barusan, kan?" jawab Chanyeol enteng.

Baekhyun menggeram dan melirik Chanyeol dengan ekor matanya. Yang dilirik malah memandangnya balik. "Apa aku berkata suatu hal yang salah?" ucap Chanyeol dengan tampang polos. Jarinya masih bergerak di sana.

Dalam hati, Baekhyun merutuk karena Chanyeol dengan mesumnya merangsang habis - habisan. Ini namanya sex in the public.

"Ah, aku lupa harus ke rumah Luhan untuk membahas persiapan presentasi kami. Apa tidak apa – apa kalian kutinggal?" tanya Kris sambil melirik jam tangannya.

Baekhyun bersyukur dalam hati. Akhirnya. Maka Baekhyun lah yang pertama menjawab pertanyaan Kris dengan semangat agar Kris cepat – cepat pergi. "Iya, oppa. Lebih baik kau berangkat sekarang agar Luhan unnie tidak terlalu lama menunggumu."

"Baiklah." Kris beranjak ke kamarnya dan tak berapa lama muncul dengan jaket dan helm lalu berjalan ke depan rumah. Baekhyun masih membiarkan jemari Chanyeol bergerak menyodok vaginanya sesuka hati. Yang Baekhyun perlu lakukan adalah memberikan senyum manis pada Kris sampai orang itu pergi.

"Hei, mendesahlah." Chanyeol mendekati Baekhyun lalu menciumi tengkuknya begitu Kris sudah benar – benar pergi. Tangannya yang bebas digunakan untuk memijat lembut breast Baekhyun bergantian.

Baekhyun sudah sangat basah dan rasanya akan segera sampai saat gerakan jemari Chanyeol di lubangnya semakin cepat. Tapi dirinya merasa malu karena ini hubungan intim mereka yang ke dua, jadi dia bingung harus menuruti Chanyeol atau tidak. "Berrhentiiihhh.."

"Kau yakin?"

"Akhhh akhhh.. akkuhh hampirr akhh shaamphaaiiihh." Baekhyun menggerakan pinggulnya cepat bersamaan dua jari Chanyeol yang bergerak keluar masuk. Chanyeol bersumpah kalau wajah Baekhyun yang terangsang seperti itu juga membuat adiknya berdiri perlahan.

"Baiklah, aku berhenti." Chanyeol menarik tubuhnya dan juga jarinya saat Baekhyun akan klimaks. Membuat Baekhyun merasa kesal lalu mendorong tubuh Chanyeol hingga jatuh dan hampir membentur tembok.

"Berani sekali kau menggodaku!"

"Aku tidak menggodamu." Chanyeol masih memasang ekspresi polos seperti yang biasa Baekhyun gunakan saat berbicara dengan siapapun.

Baekhyun yang merasa dikerjai langsung duduk mengangkangi tubuh Chanyeol. dia mencium bibir Chanyeol membabi buta dan Chanyeol dengan senang hati membalasnya. Tangan Baekhyun perlahan bergerak ke selangkangan Chanyeol untuk menurunkan zipper celana jeansnya. Chanyeol hanya menunggu apa yang akan Baekhyun lakukan pada dirinya dan penisnya yang sudah agak mengeras.

Ternyata Baekhyun ingin menunggangi Chanyeol, karena begitu Chanyeol melihat ke selangkangannya, Baekhyun sudah membuka pahanya lebar – lebar dan memposisikan vaginanya di atas kepala penis Chanyeol. Baekhyun melakukan petting atau menggesek kedua kelamin tersebut sebelum penis Chanyeol memasuki lubangnya.

"Auw." Baekhyun merintih saat dirinya menurunkan tubuhnya perlahan. Sedangkan Chanyeol mengepalkan tangannya sambil menahan desahan. Vagina Baekhyun memang segalanya. Sempit, hangat dan lembut.

"Sempit sekali lubangmu, Baek."

"Shhh.. penisshhmu yang terlaluuhh besarr uhh.."

Chanyeol menarik lengannya menjadi bantalan kepalanya selagi menatap Baekhyun yang berusaha menyelimuti seluruh batang penisnya dengan lubang milik Baekhyun. Chanyeol sebenarnya mau saja menunggangi Baekhyun, tapi bukankah posisi yeoja yang di atas lebih menarik dan akan jadi permainan yang panas? Lagi pula di sini Baekhyun yang butuh penisnya, jadi dia lah yang harus usaha.

"Akkkhhhh... akkhhh..." pinggul Baekhyun mulai bergerak maju mundur secara perlahan untuk mencari kenikmatan. Baekhyun merasa penis Chanyeol terlalu besar sehingga dia merasakan nikmat luar biasa. Begitu juga Chanyeol yang ingin sekali mengehentak penisnya sampai tenggelam di dalam lubang sempit Baekhyun. Tapi dia kali ini hanya ingin dimanjakan oleh Baekhyun sekaligus ingin tahu sekuat apa Baekhyun menandinginya.

"Chanyeoool? Baekhyyuunn?" Chanyeol buru – buru menggulingkan tubuh Baekhyun begitu mendengar suara Kris memanggil dari pintu gerbang. Sambil mengatur nafas dan membenahi celananya, Chanyeol melangkah malas ke depan rumah.

"Kenapa?"

"Aku hanya mau bilang kalau mungkin aku mungkin akan pulang telat." Jelas Kris dari atas motor dan kembali menurunkan kaca helmnya.

"Kenapa tidak bilang lewat sms atau telepon saja sih kalau ingin bercinta dengan Luhan? Mengganggu sekali!"

.

.

.

Baekhyun merasa sudah gila karena ternyata dirinya cukup liar saat dalam keadaan terangsang. Baekhyun tidak tahu ini semua berkat apa dan kenapa juga ia mudah terangsang. Atau mungkin memang Baekhyun yang punya kelainan hormon bahkan saat membaca fanfiction saja, vagina Baekhyun bisa basah dengan sendirinya.

Seperti sore itu, dia melakukan rutinitasnya. Membaca fanfic lemon dengan jemari yang menarik – narik klitorisnya sendiri. Membayangkan tangan Chanyeol atau Kris lah yang menjahili vaginanya itu.

Chanyeol atau Kris?

Jujur, Chanyeol memang cinta pertama bagi Baekhyun bukan berarti Baekhyun masih sepenuhnya mencintai anak itu. Setelah bercinta di atap sekolah bersama Chanyeol, malamnya Baekhyun bermimpi Kris yang menyetubuhinya dengan beringas. Tak kalah kuat dari Chanyeol. malahan, Baekhyun lebih merasa puas dengan ukuran penis Kris yang terasa pas di lubangnya, menyodoknya dengan tepat di g-spotnya terus menerus. Walau hanya mimpi tapi Baekhyun yakin rasanya akan lebih nikmat begitu bercinta secara nyata dengan Kris.

Dan sejak itu Baekhyun terus memikirkan bagaimana rasanya jika mereka ber-three-some. Dan tanpa sadar sejak itu juga Baekhyun diam – diam mengangumi paras Kris yang bila Baekhyun katakan, lebih tampan daripada Chanyeol. Wajah Kris mirip seperti wajah orang barat, wajar saja karena kakeknya asli orang Canada.

Fantasi Baekhyun tentang Kris yang mengerjainya vaginanya harus berhenti saat ibunya mengetuk pintu kamarnya. Baekhyun langsung membukanya dan di sana ada ibunya bersama Chanyeol.

"Chanyeol bilang kalian ada janji ingin menyelesaikan tugas kelompok. Tapi kenapa kau malah bermalas – malasan di kamar, Baek? dasar anak malas." Omel ibunya lalu berjalan ke dapur untuk mengambil minuman dan cemilan.

Baekhyun membiarkan Chanyeol masuk ke kamar, lalu menutup pintunya.

"Bukannya tugas musim dingin sudah kau berikan semuanya pada Jung seonsaengnim untuk dinilai. Lalu tugas kelompok yang mana lagi?" Baekhyun mengernyit heran. Menatap Chanyeol yang sedang duduk di pinggir ranjangnya. Dilihatnya Chanyeol yang kini telah berbaring di atas ranjangnya sambil berguling. "Ranjangmu kecil sekali. Apa tidak akan pegal kalau kita melakukan sex di sini?"

BLUSH.

Wajah Baekhyun langsung memanas mendengar ucapan kurang ajar Chanyeol baru saja.

Bukannya menghajar Chanyeol, Baekhyun malah tersenyum geli. "Kurasa tidak. Karena kita tidak perlu selalu tempat tidur atau ranjang saja jika ingin melakukannya. Kudengar di bath up juga menarik."

"Apa kau mau kutunggangi di dalam bath up?" tanya Chanyeol langsung.

"Hmm.." Baekhyun mengetukkan jarinya di dagu dengan pose imut yang menggoda, pura – pura berpikir. Dia melangkah mendekati Chanyeol dan duduk di pinggir ranjang sambil sedikit merundukkan wajahnya agar sejajar dengan wajah Chanyeol. "Apa bisa lebih nikmat?"

Kesempatan itu Chanyeol gunakan untuk mengecupi rahang Baekhyun seduktif. "Mana kutahu, penisku saja belum masuk ke lubangmu."

Chanyeol sebenarnya paling malas dengan adanya dirty talk seperti ini, karena dengan mengucapkan semua hal soal bercinta, penisnya bisa langsung menegang sebelum waktunya. Tentu sebagai namja, mudah terangsang itu sama sekali tidak bagus. Artinya kau bisa mudah lelah juga saat bercinta.

Baekhyun mengangguk lucu beralih menatap selangkangannya. "Tapi lubangku masih sakit karena permaianmu waktu itu, Yeol"

"Sini kulihat." Chanyeol menarik tubuh Baekhyun dan mengendus area selangkangan yeoja itu. "Kurasa ibumu perlu memberi kita waktu beberapa jam untuk yang satu ini."

Chanyeol melesakkan wajahnya ke selangkangan Baekhyun. Vagina itu masih ditutupi hot pants. Jadi Chanyeol hanya menjilat paha dalam Baekhyun membuatnya mendesah pelan.

"Jangan di sini. Rumahku tidak kedap suara. Di rumahmu saja, lagi pula di sana kan sepi."

Dan mereka berpamitan kepada ibu Baekhyun dengan alasan untuk mengerjakan tugas di rumah Chanyeol dan baru akan pulang satu setengah jam lagi.

Chanyeol tersenyum. Satu setengah jam sepertinya cukup. Lumayan untuk adik kecilnya.

Begitu mereka berdua masuk ke kamar Chanyeol, Baekhyun langsung menutup semua gorden kamar itu selagi Chanyeol mengunci pintu dan menyiapkan kondom.

Baekhyun membuka semua pakaiannya dan menaruhnya ke pojok kamar.

Chanyeol menghampiri Baekhyun yang kini sama telanjang dengannya lalu menyerahkan kondom dengan aroma buah pisang kepada Baekhyun. "Kau perlu belajar memakaikan kondom partner sexmu jika ingin dipuaskan."

Baekhyun menurut dan membuka bungkusan kecil itu. "Aroma pisang? Harum juga." Kemudian Baekhyun menggigit ujung kondom tersebut dan mengarahkan kondom itu ke penis Chanyeol dengan mulutnya.

"Ssshh." Chanyeol mendesis senang karena ia pikir Baekhyun akan memakaikan benda itu ke adiknya menggunakan tangan. Ternyata Baekhyun pintar sekali membuat pasangannya merasa nikmat. Rasanya sedikit geli saat mulut Baekhyun malah mengulum penisnya agar kondom yang ada di mulut Baekhyun bisa terpasang dengan rapi di penis Chanyeol. Kalau begini caranya, Chanyeol tidak perlu repot – repot memakai sendiri kondomnya.

Setelah kondom tersebut terpasang, Chanyeol menarik tubuh Baekhyun agar berdiri. Dilumatnya bibir mungil Baekhyun secara lembut.

"Eungghhh." Baekhyun mengerang dalam ciuman saat tiga jari Chanyeol sudah masuk ke dalam lubang vaginanya. "Fasterrrr Yeollhhh uhhmmhh hhh aakkkhhh.."

Chanyeol menggerakan tiga jarinya tersebut secara kasar di lubang hangat itu sambil mengulum bibir Baekhyun. Digigitnya bibir bawah Baekhyun meminta akses lidahnya untuk ke sana lalu menghisap lidah Baekhyun seperti orang haus. Saliva menetes kemana – mana bahkan sampai ke leher Baekhyun.

"Akhh uhmm uhm uhm." Baekhyun tidak bisa untuk tidak mendesah dalam ciuman saat g-spotnya berhasil disentuh jari panjang Chanyeol. Dia melingkarkan sebelah kakinya ke pinggang Chanyeol untuk bersandar sekaligus mengerjai penis Chanyeol dengan jari kakinya.

Chanyeol tidak ingin Baekhyun klimaks dulu maka dari itu dia menarik jarinya membuat ciuman mereka terlepas. "Kau tidak boleh orgasme dulu, sayang."

"Kenapa mem–" ucapan Baekhyun terhenti karena Chanyeol langsung menariknya ke kamar mandi yang ada di kamar itu.

Chanyeol mengisi separuh bath up itu dengan air hangat lalu meminta Baekhyun duduk bersandar di dalam sana. Setelah Baekhyun nyaman dengan posisinya, Chanyeol masuk ke dalam bath up dan melakukan hal yang sama dengan Baekhyun.

Mereka duduk berhadapan dengan lutut yang ditekuk dan paha yang terbuka lebar. Chanyeol menarik Baekhyun untuk duduk dipangkuannya serta melingkarkan kaki jenjang Baekhyun ke pinggangnya sementara kaki Chanyeol berselonjor.

Baekhyun langsung mengalungkan lengannya ke leher Chanyeol lalu mulai mengecupi seluruh wajah Chanyeol. Mengabaikan Chanyeol yang akan menghentak lubangnya dengan penis besar.

"Akhh."

"Tahan, sayang."

"Sakitthhh uuhhhuhuhu." Baekhyun menenggelamkan wajahnya ke leher Chanyeol. Sedangkan Chanyeol sudah akan mengangkat pantat Baekhyun agar memudahkan penisnya masuk. "Ssshhh lubangmuhhh nikmathhh."

"Tahan dulu, Yeol." Ucap Baekhyun setengah merasa sakit. Jelas saja karena Baekhyun bukan seorang pelacur yang akan dimasuki lubangnya setiap hari tanpa istirahat.

Chanyeol mengistirahatkan dagunya di puncak kepala Baekhyun sambil memejamkan matanya nikmat. Merasakan bagaimana vagina ketat itu memijat penisnya lembut.

"Move please."

Dan Chanyeol langsung menggerakan pinggulnya. Naik dan turun. Terasa sangat ringan dan mudah akibat air yang membuat tubuhnya sedikit terapung.

"Akkhh. Akkhh." Rintih Baekhyun pelan saat Chanyeol menghentak penisnya lebih dalam. Dia ingin Chanyeol menyentuh g-spot nya, jadi Baekhyun berinisiatif ikut menggerakan pinggulnya agar jangkauan penis Chanyeol masuk semakin dalam.

Chanyeol meremas breast Baekhyun dan memelintir nipplenya membuat Baekhyun diserang kenikmatan.

"Hisapp Yeoollhh uhhmm hisaappphh."

Langsung saja nipple sebelah kiri Baekhyun dihisap oleh bibir kissable Chanyeol. Chanyeol tak hanya menghisap nipple tersebut, tapi juga ditarik dengan giginya membuat Baekhyun mengerang. Sedangkan breast sebelah kanan Baekhyun diremas Chanyeol berirama.

"Arrgghh sakkiitthh pabboohh."

"Siapa yang kau bilang pabbo, sayang?" tanya Chanyeol sambil menggerakan pinggulnya cepat hingga Baekhyun kesusahan menjawab.

"K–kauuhh."

"Siapa, hm?" ulang Chanyeol bersamaan hentakan yang makin kuat. Chanyeol terus mempercepat gerakan pinggulnya karena Baekhyun sengaja memainkan otot vaginanya hingga penisnya terasa kian terjepit. Chanyeol menggeram, mencoba menusuk tepat di g-spot Baekhyun.

"Ukhh akkhh fas–fasterrhh uhhh lebihh cepaatthhh ngghh mmnn disanahh hhh Chanyeollhh sssh nnggghh."

"Dimana, sayang?"

"Akkhh di– uhmm di– sanaahh terusshh oouhh ummhhh." Rengek Baekhyun manja. Dia mengulum daun telinga Chanyeol dan menghembuskan napas hangatnya di sana. Tubuhnya sudah sangat sensitive dan panas. Dan sentuhan Chanyeol membuat Baekhyun seperti melayang.

"Ngghh yesshh ssh Baekhh lubangmuhh nggh." Desis Chanyeol nikmat.

...

"Oh ya kau tunggu di sini saja. Kupanggilkan Chanyeol dulu," Kris mempersilahkan Sulli duduk di ruang tamu sementara dia memanggil Chanyeol.

Sepulang dari rumah Luhan, Kris memang tidak sengaja bertemu Sulli di dekat halte. Kris sudah hapal pasti Sulli ingin bermain ke rumah dan benar saja.

Omong – omong, Sulli adalah yeojachingu Chanyeol.

Kris mengetuk kamar Chanyeol yang tidak biasanya terkunci. "Hei Chanyeol, kau ada di dalam?"

Hening, tidak ada sahutan.

Bahkan gedoran yang semulanya adalah ketukan juga tidak berhasil membuat Chanyeol keluar dari kamar.

"Chanyeol, kau sedang apa, sialan? Sulli menunggumu di luar! Kalau tiga kali kugedor, kau tidak mau keluar, terpaksa aku harus mendobraknya!" teriak Kris tepat di depan pintu kamar Chanyeol.

TBC

...

Aku mau bilang makasih buat semua yg udah mau baca/ review/ fav. Sekali lagi kusaranin buat yg gak suka gs lemon, jauh – jauh aja deh ya daripada kenapa – napa. Dan ini PWP/ no plot/ plotless/ dan semacamnya jadi setiap chapter cuma berisi lemonnnnn. Kalau gitu jangan nanya macem – macem soal kenapa mereka begini, kenapa mereka begitu... plotless ngurz... heheheheee... ide minim...

Banyak yg bilang chap kemarin hot, ya? kalian gatau gimana aku nulisnya sampai pusing dan gamau baca ulang. Padahal kalau baca ff NC orang mah sampai berkali – kali kuulang dan ga bosen - bosen. Gatau knp eap. Terus.. terus.. banyak ngerasa mirip sama karakter Baek yang sok polos? itu sih aku juga muehehe ;3

Special thanks for:

SHY Fukuru; L HyeMi; DKS-ZYX; adistiii; uselessgirl6; SyJessi22; yeolrascal; Cozalou laya; Aul Ondubu; meiwu; dewi1804; KimRyeona19; ParkOna; TrinCloudSparkyu; dobichan; ByunnaPark; fantaosticpanda; teleportbabies, LuXiaoLu; younlaycious88; Kim Seonna; soshialiasi; ; Mela quere chanBaekYeol; 1; kdcosh; exindira; BluePink EXO-XOXO-COUPLE; Guest (1); TENALPOXE; Sweet Sins Lover; zinkz; babyryou; happybacon; 2; me; oh junhee; exoslave; YeonChanChan; Yaya; Guest (2); ByunPark; star; littlefrenzy; HaeSan; soojaetyas; yudhi; .18

Review again, pls?