Warning
Gaje, agak OOC alur kecepetan, alur berantakan, ceritanya aneh, EYD ancur-ancurran, TYPO, etc
Genre
Romance, drama, adventure, family, etc
.
.
.
.
.
Chapter 2 : Feyra
.
.
.
.
.
Serifu adalah salah satu kota terpencil di negara ORB. Mungkin bisa juga tidak disebut kota. Namun jumlah penduduk yang tinggi membuat Serifu ini sangat ramai seperti sebuah perkotaan. Ditambah dengan fasilitas yang memadai hampir menyerupai sebuah kota.
Di tengah kota ini terdapat sebuah restoran yang cukup ramai dikunjungi orang. Tempatnya yang nyaman, pelayanan yang memuaskan, harganya yang bisa dibilang mudah terjangkau oleh masyarakat kecil serta makanan yang disajikan cukup menggiurkan lidah membuat restoran ini begitu ramai dikunjungi oleh para pembeli yang lapar. Nama restoran ini adalah Restoran Vestra.
Seperti biasa, hari ini pun restoran ini terlihat begitu ramai apalagi di jam makan siang seperti ini. Banyak para pelajar dan pekerja menghabiskan waktu mereka di tempat ini untuk mengisi tenaga mereka serta untuk melepas penat sehabis melakukan pekerjaan. Para pelayan di restoran ini terlihat sibuk mondar-mandir kesana kemari menemui pelanggan mereka untuk melayani keinginan mereka.
Seperti salah satu pegawai remaja berambut coklat bermata ungu ini. Ia terlihat sibuk menulis pesanan yang dipesan oleh pelanggannya.
"Selamat siang, Selamat datang di Restoran Vestra. Apa anda ingin memesan sesuatu?" Tanya pemuda berambut coklat bermata ungu tersebut kepada pelanggan yang ada di hadapannya.
"Ahh... Kira. Aku pesan Spaghetti Hot Beef dan Strawbery Juice." Kata salah satu pelanggan kepada pelayan yang bernama Kira dihadapan pelanggan tersebut.
Pemuda yang dipanggil Kira pun menulis pesanan yang dipesan oleh salah satu pelanggan tersebut dan mengulang kembali apa yang dipesan si pelanggan.
"Spaghetti Hot Beef dan Strawberry Juice. Okay... Apa ada pesanan lainnya?" tanya Kira kembali.
"Sepertinya cukup."
"Baiklah kalau begitu. Tunggu sebentar..."
Setelah menulis pesanan, Kira pun menuju ke meja (tempat chef menerima perintah pesanan) menyerahkan sebuah kertas berisi pesanan para pelanggan.
"Chef, Spaghetti Hot Beef dan Strawberry Juice 1."
"Okay..." Teriak sang chef dengan suara lantang.
"Kira... Kami mau memesan." Kata pelanggan yang lain.
"Hai... sebentar..."
Kira pun menuju meja pelanggan kembali.
Beginilah kehidupan Kira setelah Perang Bloody Valentine berakhir. Ia memutuskan untuk menjalani kehidupan sebagai rakyat biasa. Ia menyadari, kalau ia tetap bersama Cagally dan teman-temannya, maka pasti ia akan kembali berkutat di kemiliteran dan Ia tidak menginginkan itu. Ia memiliki alasan mengapa ia tak ingin kembali ke kemiliteran.
Hari semakin gelap. Shipp Kira di Restoran ini pun selesai. Setelah ia mengganti pakaiannya, ia pun segera menuju sebuah ruangan dimana Bos pemilik restoran ini bekerja. Kira pun dengan segera mengetuk pintu dan membuka pintu tersebut.
Di ruangan tersebut terdapat beberapa mainan anak-anak. Terlihat seorang pria tua sedang bermain dengan Batita perempuan lucu berambut merah maroon bermata ungu. Mereka terlihat senang sekali. Keduanya menghentikan permainan mereka ketika Kira memanggil Batita lucu itu.
"Feyra... Ayo kita pulang!" Panggil Kira kepada Batita kecil itu.
Anak yang dipanggil Feyra itu pun langsung menoleh ke arah Kira dan tersenyum senang. Batita itu pun langsung berteriak memanggil Kira dan mengulurkan tangannya meminta digendong.
"PAPA...!" Teriak Freya sambil tertawa senang.
Kira pun tersenyum melihat tingkah Putri kecilnya itu dan langsung menggendong Feyra. Feyra yang digendong oleh sang ayah langsung memeluk sang ayah dengan erat karena ia begitu merindukannya. Pekerjaan Kira sebagai Pelayan Restoran yang padat dikunjungi pembeli membuat Kira sulit untuk menemui putri kecilnya yang lucu itu. Namun berkat kebaikan atasan Kira, Kira tidak perlu jauh-jauh dari putrinya. Feyra sering dititipkan di ruangan Bosnya. Dan Bosnya dengan senang hati menjaga Feyra karena selain Kira adalah pegawai kepercayaan sang Bos, Bosnya pun sudah menganggap Feyra sebagai cucunya sendiri.
Ya... putrinya. Setelah peperangan berakhir, salah satu tentara EA yang pernah menjadi kru Archangel dan dipindah tugas kan di Alaska bersama Fllay dan Natarle Badgirule menyerahkan seorang bayi yang berumur satu bulan pada Kira di Kusanagi saat menemukan sebuah shuttle milik EA. Tentara itu mengatakan bahwa saat Fllay dibawa ke Dominion, Flay sedang dalam keadaan hamil dan melahirkan secara prematur di Moon Base, Ia juga mengatakan bahwa anak itu adalah anaknya bersama Flay. Inilah yang menjadi alasan utama Kira tidak bisa kembali kepada Orang tua angkat dan saudara kembarnya Cagally. Ia ingin putrinya tumbuh menjadi anak yang normal. Ia tidak ingin suatu saat apabila ia tetap bersama keluarganya, Feyra akan terlibat ke dalam kemiliteran apalagi peperangan seperti dirinya. Cukup dirinya yang mengalami memori pahit saat perang. Ia sudah kehilangan sahabat dan ibu dari putrinya, ia tidak ingin kehilangan putrinya juga.
Karena itulah Kira diam-diam memutuskan untuk pergi dan menjalani kehidupan sebagai rakyat biasa. Kira berharap peperangan seperti 2 tahun yang lalu benar-benar berakhir sehingga putrinya maupun anak-anak penerus yang lain dapat hidup dengan damai tanpa rasa ketakutan.
Flashback
Kira yang sedang jenuh di ruangannya, Setelah pertempuran, ia menetap di kapal Kusanagi, karena bosan akhirnya ia berkeliling di sekitar kapal Kusanagi. Namun, saat ia sedang berjalan-jalan Tiba-tiba ada yang memanggilnya.
"Kira... Kira Yamato, kan?" Tanya seorang pemuda tentara EA bernama John saat ia menemukan orang yang selama ini ia cari sambil menggendong bayi kecil yang rapuh. John pun langsung menghampiri Kira.
Kira pun berhenti dan menoleh orang yang memanggilnya itu. Kira yang mengenal baik orang yang bernama John tersebut pun langsung mendekati orang itu.
"John-san. Lama tidak jumpa. Kenapa kau ada disini?" Sapa Kira kepada John
"Shuttle kami diselamatkan oleh kapal kalian ini." jawab John
Perhatian Kira teralih pada sesuatu yang digendong oleh John, ia terkejut saat melihat seorang bayi yang digendong oleh John, dan bertanya kepada John siapa bayi tersebut.
"eto.. Jhon-san, bayi siapa ini? Apa ini bayimu?" Tanya Kira dengan penasaran. Bayi itu sangat lucu sekali. Ia jga menemukan kemiripan dengan dirinya dalam bayi itu.
"Ehmm... Sebenarnya, ada yang aku ingin bicarakan padamu. Apa ada ruangan yang sepi?" Tanya John dengan gugup.
Kira yang tidak mengerti apa-apa pun hanya bisa menyetujuinya, karena sepertinya itu adalah hal yang penting. Kira pun membawa John ke ruangannya.
"Baiklah, John-san. Sepertinya disini tidak jadi masalah. Sebenarnya ada apa, John-san?" tanya Kira dengan semakin penasaran melihat tingkah John yang gugup
"Se... sebenarnya... Bagaimana cara mengatakannya, yah...?" jawabnya dengan gugup.
"Tenanglah..." Kata Kira berusaha menenangkan John yang benar-benar gugup dan kebingungan
"Se... sebenarnya bayi ini adalah bayimu, Kira."
Kira pun terdiam, ia terkejut mendengar perkataan John. Bagaimana mungkin ia tidak terkejut saat seseorang tiba-tiba saja datang membawa seorang bayi, dan mengatakan bahwa bayi itu adalah miliknya.
"A... Apa!? John-san... Jangan bercanda...! Mana mungkin bayi itu adalah bayiku? Lagipula siapa ibunya?" Tanya Kira dengan perasaan yang campur aduk. 'Mana mungkin ini bayiku?' pikirnya
"Fllay... Fllay Allstar. Kau tahu kan dia. Dia adalah ibu dari anak ini. Dan dia bilang bahwa ayah biologis dari bayi ini adalah kau Kira."
Mendengar nama itu, Kira langsung membelalakan matanya. ia sangat terkejut. 'Fllay? Tapi bagaimana mungkin ia mengandung? Sejak kapan?' batin Kira. Ia teringat kejadian di Padang Pasir 8 bulan yang lalu saat baru sampai ke Bumi. 'Dia dan Fllay memang melakukan hubungan, tapi mungkinkah karena itu dia mengandung' pikir Kira.
"Saat sampai di dominion, Fllay sudah mengandung selama 6 setengah bulan. setengah bulan kemudian, Ia melahirkan bayinya secara prematur di Moon Base. Aku brtanya kepadanya siapa ayah dari bayi ini, lalu dia mengatakan bahwa kau adalah ayah biologis dari bayi ini. Lalu ia menitipkan bayi ini padaku karena ia bilang ia akan ikut bergabung dengan Dominion. Aku melarangnya, karena ia baru saja melahirkan. Tapi ia tetap memaksa ikut bertempur dengan Dominion karea ia bilang bahwa kalau ia ikut dengan Dominion ia pasti bisa bertemu denganmu. Ia bilang ia ingin meminta maaf dan memberitahumu tentang putri kalian. Namun, setelah peperangan berakhir, sampai saat ini aku tidak tahu keberadaan dia. Karena itulah saat aku bertemu denganmu, aku langsung memberitahumu." Kata John menjelaskan kepada Kira.
Mendengar pernyataan John, Kira langsung terdiam. Ia tidak bisa berkomentar apa-apa. Bayi yang ada dihadapannya saat ini adalah bayi Flay dengan dirinya. Ia bingung harus menjawab apa. John yang tidak mengetahui pertempuran kemarin tentu saja tidak tahu bahwa Flay sudah tiada.
"Fllay... Sudah tidak ada." lirih Kira dengan sedih.
"A... apa?" tanya John dengan terkejut.
"Saat peperangan berlangsung, shuttle yang dipakai oleh Fllay diserang oleh Mobile Suit musuh. Dan aku tidak bisa menyelamatkannya." Lirih Kira.
"Begitukah... Aku minta maaf." jawab John
Keduanya pun langsung terdiam.
"Maaf kalau aku lancang di saat seperti ini. Tapi, bagaimana dengan bayi ini? Mungkin kau masih belum percaya kalau bayi ini bayimu sebelum kau melakukan tes DNA." Tanya John.
Kira pun terdiam, ia berfikir untuk memutuskan apa yang akan ia lakukan selanjutnya. Setelah ia berfikir dengan Keras, akhirnya Kira memutuskan untuk merawat bayi tersebut. Karena jika perhitungannya benar, bayi ini memang anak Kandungnya. Selain itu terdapat banyak kemiripan antara dirinya dengan bayi itu.
"Biar aku yang membawanya. Aku akan melakukan tes DNA sendiri. Kalau tes DNA itu positif, tentu saja aku akan merawatnya, karena ia adalah putriku. Kalaupun negative, aku akan tetap merawatnya. Aku sudah gagal melindungi ibunya. Dan sekarang aku akan melindungi anaknya. Tuhan pasti sudah mentakdirkan jalan hidupku seperti ini. Untuk merawat bayi ini, buah cinta kami." Ucap Kira dengan yakin.
"Kau yakin kau mau merawatnya?" tanya John
"Aku yakin..." Jawab Kira dengan mantap.
"Syukurlah... Setidaknya aku sudah menyampaikan pesan Flay Allstar padamu. Aku sekarang bisa tenang setelah menyampaikannya padamu. Tadinya kalau kau tidak mau menerima anak ini. Aku akan merawatnya sendiri. Namun ternyata kau adalah anak yang bertanggung jawab. Anak ini pasti akan bangga memiliki dirimu sebagai ayahnya." Puji Jhon kepada Kira.
"Aku harap begitu. Boleh aku menggendongnya?" Tanya Kira.
Jhon pun memberikan bayi itu kepada Kira. Kira pun dengan segera menerima bayi itu dengan senang hati.
"Hallo anak manis... Aku adalah ayahmu. Kau anak yang lucu dan manis. Ibumu pasti bangga memiliki anak sepertimu, aku pun bangga padamu. Aku akan memberimu nama Feyra. Feyra Yamato." Ucap Kira kepada sang bayi lalu mengecup keningnya.
Disaat yang sama, ada sebuah shuttle khusus bagi rakyat yang terlibat peperangan untuk kembali ke Bumi. Kira pun diam-diam ikut ke dalam shuttle tersebut dan pergi tanpa memberitahu siapapun termasuk kedua orang tuanya. Karena Kira sendiri merasa tak siap bertemu dengan mereka.
Setelah kembali ke Bumi Kira pun melakukan tes DNA, dan ternyata memang benar Bayi itu adalah putri kandungnya. Kira pun akhirnya memberi nama bayi itu Feyra. Dan menjadi single parent.
End Flashback
Melihat sang Bos berada di depannya, Kira pun langsung membungkuk menghormati sang Bos dan langsung berterima kasih karena sudah menjaga putrinya.
"Toyama-san, terima kasih sudah menjaga putriku. Maaf aku selalu merepotkan anda. Aku jadi tidak enak." Ucap Kira pada atasannya yang bernama Toyama tersebut.
"Ahh... Kau ini seperti bicara pada orang lain saja. Tidak perlu berterima kasih. Aku senang menjaga Feyra. Ya... kan... Feyra..." kata Toyama.
"Ya... ya... ya...ya..." jawab Feyra sambil tertawa dan melompat-lompat kesenangan dalam gendongan Kira.
Kira sedikit kesulitan menggendong Feyra karena ia tidak mau diam. Feyra memang anak yang aktif, Kira saja agak kewalahan dalam mengawasinya.
"Feyra... Jangan bergerak-gerak sayang. Nanti kau jatuh...!" Kata Kira memperingati putrinya. Namun karena Feyra adalah anak yang terlalu aktif akhirnnya Kira mempererat gendongannya agar tidak terjatuh.
"Apa Feyra nakal, Toyama-san?" Tanya Kira. Melihat tingkah anaknya seperti ini pasti banyak membuat repot atasannya. Dan Kira merasa tidak enak akan hal itu.
"Ahh... tidak... Dia tidak nakal. Dia anak yang baik, hanya saja dia terlalu aktif. Kalau aku melepas pandangan padanya pasti dia sudah menghilang dan pergi ke tempat yang berbahaya. Kau harus berhati-hati menjaga putrimu." Kata Toyama sambil mengusap-usap sayang kepala Feyra.
Feyra yang diusap-usap hanya tersenyum senang dan memanggil Toyama dengan riangnya.
"Ji...Ji..." ucap Feyra pada Toyama.
"Maafkan Feyra, Toyama-san. Feyra dan aku benar-benar sudah banyak merepotkan anda. Feyra, lain kali tidak boleh seperti itu. Jangan merepotkan Toyama Jii-san, ne?" Kata kira meminta maaf pada Toyama dan memberi pengertian kepada Feyra.
Namun karena Feyra masih kecil dan belum mengerti apa-apa, ia hanya tersenyum dan kembali memeluk ayahnya dengan erat.
"Aku kan sudah bilang tidak apa-apa. Wajar kalau Feyra aktif. Itu artinya kau membesarkan putrimu dengan baik. Kalau dia diam terus justru itu tidak normal. Anak seusia dia memang harus seperti ini, aktif dan ceria. Aku bangga padamu yang sudah bisa membesarkan anak ini dengan baik walalupun usiamu bisa dibilang masih remaja, Kira" Puji Toyama.
"Ahh... tidak... Aku masih harus banyak belajar." Jawab Kira kepada Toyama. Ia masih merasa belum bisa menjadi ayah yang baik. Karena itulah ia merasa pujian seperti itu tidak pantas ditujukan kepadanya.
Pembicaraan Toyama dan Kira terhenti saat Feyra menggeliat tidak nyaman dan meminta untuk pulang.
"Pa... lang... ulang...!" kata Freya yang masih belum bisa fasih berbicara.
"Iya sayang... Sebentar lagi kita pulang...!" Kata Kira kepada putrinya
"Pulanglah... Sepertinya Feyra mulai kelelahan." Kata Toyama
"Kalau begitu kami pulang dulu, terima kasih Toyama-san" Kira pun segera memberi hormat dan setelah itu keluar dari ruangan Toyama.
Apartment Kira
"Feyra... akhirnya kita sudah sampai di rumah." Kata Kira dengan lelahnya saat sudah melewati pintu depan rumah. Hari ini benar-benar melelahkan mengingat pelanggan hari ini penuh sekali tanpa ada jeda baginya untuk beristirahat. Kira pun masuk ke dalam rumah. Feyra yang kelaparan akhirnya meminta makan kepada sang ayah.
"Pa... pa... Mam... Mamm." kata Feyra sambil menepuk wajah sang ayah.
Kira pun melihat ke arah jam, dan benar saja, ini sudah lewat jam makan malam bagi Feyra.
"Ah... sudah jam segini... Kau lapar ya... Maafkan papa, ya... Papa lupa kau belum makan. Sebentar... Papa buatkan bubur dulu ya...! Feyra tunggu disini...!" Ucap Kira sambil meletakkan anaknya di kursi makan untuk balita sambil memberikan boneka beruang kecil kesayangan putrinya.
Kira pun dengan segera membuatkan makanan untuk Feyra, sedangkan Feyra sibuk bermain dengan boneka kesayangannya. Beberapa saat kemudian makanan Feyra pun sudah jadi.
Dengan segera ia menyuapi Feyra. Feyra pun makan dengan lahapnya. Ia sangat senang, Feyra dapat tumbuh dengan sehat. Ia sempat khawatir saat mendengar Feyra lahir prematur. Namun ternyata gen dirinya ternyata lebih banyak dibandingkan gen ibunya sehingga ketahanan tubuh putrinya sangat kuat. Setelah memberi makan, Feyra pun terlihat mengantuk. Setelah ia membereskan alat makan Feyra ia pun segera membuatkan susu untuk Feyra. Setelah itu, ia pun membawa Feyra kekamarnya dan menidurkan putrinya.
Kira selalu tidak tahan melihat putri kecilnya saat tidur. Putrinya sangat lucu dan menggemaskan. Ia memang kesulitan saat pertama kali merawat Feyra. Namun, itu semua terbayar ketika melihat Feyra sehat dan aktif, Feyra juga selalu tertawa bahagia. Bagi Kira saat ini, putrinya adalah segala-galanya. Ia berjanji pada dirinya sendiri bahwa ia akan melindungi putrinya, dan membahagiakannya. Ia tak tahu apa yang akan ia lakukan jika sesuatu terjadi pada Putrinya.
"Fllay... Terima kasih sudah mau mempertahankan Freya... Padahal waktu itu kau bilang bahwa kau membenci Coordinator, tapi kau malah mempertahankan anak ini yang sebagian gennya adalah Coordinator... Terima Kasih karena memberikan hadiah terindah untukku, Flay... Feyra adalah hadiah terindah darimu untukku... Tuhan menghadirkan Feyra sebagai pengganti dirimu... dan Feyra, Papa janji, Papa akan selalu melindungimu dan membuatmu bahagia. Meskipun ibumu sudah tiada, aku akan berusaha membesarkanmu dengan penuh kasih sayang, Karena kau adalah buah cinta aku dan Fllay yang paling berharga." Ucap Kira lalu mengecup kening putrinya.
.
.
.
.
.
~~~~~T.B.C.~~~~~
Wah... akhirnya chapter 2 selesai Juga.
Makasih ya yang udah mau riview...
Cerita aku ini memang memiliki banyak kekurangan jadi mohon dimaklumi...
Siapa bilang pairingnya KiraxFlay?
Disini, Fllay memang udah mati kok...
aku blum menentukan pairingnya siapa aja...
Silahkan ditunggu di chapter selanjutnya...
jangan lupa riview ya...
Chaooo~~~...
