Hallo minna , Anak Singkong balik nih xD . Buat panggilan suka hati kalian sajalah haha. Oh iya , kebetulan lagi dapat ide untuk chapter 2 dari remake ini Yosh , Happy Reading .

.

.

.

Seorang lelaki dengan jaket Uchiha itu sedang asik membaca sebuah buku. Buku itu berisi profil orang - orang khusus. Terlihat coretan di sebuah nama, bertuliskan 'Danzou, bidak' dan 'Shino,bidak' . Dengan tampan dinginnya ini dia menatap foto – foto target selanjutnya. Dia pun tersenyum puas, seperti mendapatkan suatu yang dia cari, "Ini adalah benteng dari game ini," Ujarnya yakin. Dia pun menutup bukunya dan menyiapkan pakaiannya, sebelum dia menembak seseorang yang sedang tidur di kasur dan kabur dengan lihainya.

Swear It Again

.

.

.

Summary: Remake / Ketika pembantaian massal terhadap ribuan musisi terjadi, beberapa dari mereka masih bertahan. Perlahan-lahan dalang pembantaian itu ditemukan tewas. Saat itu, Naruto dan kawan - kawan menjadi band yang tenar, mencari vokalis baru untuk bandnya. AKankah mereka berhubungan?

.

.

Rate: T untuk chapter ini

For NaruHina lovers

Selingan: KibaHina , NaruSaku , dll

Genre:Romance , Hurt/Comfort

Warning: Typo , Abal , Gak berkualitas , dll

.

.

.

Alert : Naruto itu milik Mr. Masashi Kishimoto . Namun fanfic ini milik saya

.

.

.

DLDR

"Ahh Naru-kunhh sudahh ahh," Desahan seorang wanita berambut merah muda saat 'ditunggangi' oleh sahabatnya sendiri. Kasur sudah berantakan, namun sang lelaki masih asik 'menunggangi' sahabatnya dengan liar. Tiba – tiba guyuran air menyiram mereka, "ANAK PEMALAS,BANGUN!". Naruto langsung terbangun dari mimpi mesumnya dengan malas dan pasrah, melihat mamanya marah besar padanya, ia langsung berlari ke kamar mandi. Beginilah keadaan di rumah sederhana ini. Kusut punya kusut, ternyata penghuninya bukan penghuni dengan ekonomi menengah. Sang kepala keluarga, Minato Uzumaki adalah seorang anggota dan center dari SNS. Lalu ibunya, Kushina Uzumaki, adalah ahli saxophone asal Jepang. Dan tentu saja anak kesayangan mereka, Naruto Uzumaki, vokalis dari band yang naik daun yaitu The Hand . Mereka tampak bahagia satu sama lain saat sarapan, sebelum akhirnya Naruto pamit pergi ke sekolah, lalu latihan band bersama teman - temannya.

.

.

.

Saat istrahat latihan, Hinata sedang asik memerhatikan sebuah foto. Senyuman lebar dari foto tersebut entah bagaimana membuat Hinata merona. Dia merindukan lelaki tersebut, lelaki itu adalah nafas baginya. Pacarnya yang sudah 5 tahun ia tunggu kini sedang berada dipikirannya. Entah mengapa Hinata merasa dia tenang setiap melihat foto ini. Padahal lelaki ini telah membohonginya.

-Flashback

"Aku akan kembali dalam 8 bulan,Hina-chan," Ujar lelaki itu sambil mengelus – elus pipi Hinata. Hinata yang masih 12 tahun itu merona hebat saat dielus. Lalu dengan malu hinata memegang balik pipi lelaki itu. Hinata berkata,"Aku akan menunggumu,anata," Ucapan lembut dari bibir Hinata itu membuat sang lelaki merona. Lalu entah siapa yang memulai, tiba – tiba mereka sudah berciuman. Ciuman yang lama namun lembut.

-End Of Flashback

Hinata menggeleng – geleng, wajahnya sangat merona mengingat kejadian itu. Tentu saja dia berharap pacarnya berada disini saat ini, namun apa daya Hinata. Hinata masih sedikit marah kepada pacarnya, yang mengingkari hal tersebut. Katanya Cuma 8 bulan, sekarang sudah hampir menginjak 5 tahun dia tak muncul – muncul juga. Hinata lelah menunggu…

.

.

.

Sementara itu, para lelaki sedang berkumpul membahas suatu hal. Tetapi, Naruto tidak disana. Dia berada di pojok ruangan sambil mengkhayalkan bahwa Sakura disampingnya, memgang tangannya dengan erat. Naruto menganga, dia tahu dengan apa yang dia lihat di sana. Tidak, dia hanya berhalusinasi. Naruto menggeleng-geleng,lalu lanjut berkhayal.

.

.

.

12 jam kemudian, lelaki dengan 2 tato segitiga di pipinya baru saja mendarat di Tokyo, negeri kelahirannya. Suara elevator di bandara itu seakan hening ketika ia melihat apa yang di depannya. Dia melihat lelaki berambut aneh baru saja turun dari pesawat. Wajah dinginnya tampak serius. Kiba berusaha tenang dan bergumam, "Mengapa detektif asal Kyoto itu pergi kesini. Apa dia sadar bahwa aku termasuk dalam rencana itu?". Sementara sang lelaki yang dilihat kiba tetap prefeksionis dan dingin. Sudah saatnya bagi sang lelaki itu bereuni, untuk melakukan tugasnya.

.

.

.

SNS sedang heboh, Shino Aburame baru saja ditemukan sekarat di kamar dengan 3 tembakan tepat di dadanya, dan dipastikan peluru itu ditembakkan dari jarak dekat saat Shino tidur. Sosok misterius pembunuh Danzou dan penyerang Shino itu membuat bingung para detektif yang sedang menyelidiki kasus ini. Dunia berpikir bahwa ada seseorang yang tidak menyukai SNS(D) ini. Namun, jika hal itu benar terjadi pasti saja sang pembunuh lebih memilih membunuh Namikaze Minato, center dari Boyband terkenal ini. Kejadian ini terjadi tepat 2 jam setelah Kiba tiba ke Tokyo.

.

.

.

Naruto sangat panik saat ini, dia takut bahwa ayahnya akan menjadi korban pembunuh berantai itu. Sudah jutaan kali Neiji menyuruh Naruto diam, sedangkan Said an Hinata terkesan tak peduli. Hinata masih asik melihat foto masa kecilnya, saat ia berusia 12 tahun. Sedangkan Sai sedang asik menulis sesuatu, sesuatu yang sangat penting dan dirahasiakan.

-SAI's POV

Hmm, untunglah saat ini media mampu mengarahkan masyarakat dengan baik, sehingga tak ada yang mencurigai bahwa mereka yang terbunuh ada hubungannya dengan pembantaian itu. Tapi, aku yakin pembunuh itu sudah mengetahui sang kuda, rencong, ratu, dan rajanya. Jika menurut catur, berarti dia akan mengincarku saat ini, sang kuda.

Aku harus mulai mencurigai anggota baru, tentu saja kedua Hyuuga itu. Meski dia sahabatku, tetap saja aku harus melihat dia sebagai ancaman. Bisa saja salah satu dari mereka berkhianat, dan satu lagi mata – mata. Aku belum bisa memastikannya.

Profil pembunuh sudah kusiapkan, dan aku yakin dia adalah seorang polisi. Dia takkan bisa menangkapku, aku takkan lengah. Aku sudah menyiapkan kejutan bagi pembunuh berantai itu, dan kupastikan saat dia menyergapku, saat itulah dia kehilangan nyawanya.

-END OF SAI's POV

Semua orang masih asik dengan dirinya sendiri, Neiji (maaf aku buat agak oot haha #authorlaknat) sekarang focus dengan latihan beladirinya. Naruto sudah mulai tenang setelah menenangkan diri. Naruto pantas khawatir, karena dia bisa saja kehilangan ayahnya. Setelah jam 4, mereka pun berkumpul untuk latihan. Karena lusa nanti mereka akan tampil di Konser 5 tahun peristiwa Moon Eye 1, peristiwa pembantaian lebih dari ribuan penyanyi di Jepang. Peristiwa kejam itu berupa pembantaian dalam bentuk serangan bersenjata ke seluruh wilayah di Jepang secara serentak. Peristiwa itulah yang membuat kembaran Naruto,Menma Uzumaki,menghilang serta sahabatnya berubah drastis. Tapi satu yang Naruto tahu, dia punya teman sekarang.

.

.

.

Sementara itu, Kiba masih asik mencari oleh – oleh untuk sahabatnya. 5 tahun di Amsterdam tentu saja merubah penampilan Kiba, dia menjadi cowok yang sangat cool dan ganteng. Tampan rupawannya itu membuat para cewek di bandara tak bisa melepas matanya dari ketampanan pria ini.

Kiba sudah selesai membeli oleh – olehnya, dia akan kembali menemui sahabatnya satu jam lagi. Sambil enunggu dia mengecek berita, dia kaget,"Eh,Shino diserang hingga sekarat? Wah wah, ada yang menyerang sahabatku yang tinggal di Akihabara, sialan!" Gumam Kiba. Sementara itu, lelaki misterius sedang berada di dekatnya, melirik sekitarnya dan bersiap mencari yang dia cari disini. Tentu saja dengan harapan dia akan menemukannya.

.

.

.

-Konoha Police Department , Homicide section—

Kepolisian meradang. Belum selesai mereka menyelidiki kasus Danzou, kini mereka harus menylidiki kasus penyerangan terhadap Shino Aburame. Yang jadi masalah adalah pembunuhnya sangat – sangat lihai dalam menghapuskan jejaknya, dia seperti pembunuh terlatih. Sudah 1892 detektif yang menyerah menyelidiki kasus ini. Akhirnya Kepala Polisi Konohagakure pun menaruh sebuah file ke meja seorang wanita. Wanita tersebut membaca file itu dengan hati – hati,"oh,kasus SNSD toh. Hmm, jadi sekarang saya yang mengurusnya?" Ujar wanita itu disertai anggukan dari Kepala Polisi Konoha. Lalu sang wanita pun berdiri dan mengambil jaketnya. Wanita merah muda itu sudah bersiap untuk memecahkan kasus yang menghebohkan ini…

==To Be Continued==

Hallo minna, episode 2 sudah kalau abal – abal xD. Soal lanjutannya udah terngiang di otak xD. Buat rate M keknya tidak deh, meski sebenarnya fanfic ini ada hubungannya dengan hal – hal rated M,tapi itu kan bisa di skip. Nah, kira – kira ada yang ngeh tidak apa hubungan antara 3 hal yang harusnya tidak berhubungan ini? Soal kelanjutannya author coba pikirkan. Buat fanfic 'Snake The Band' itu saya buntu episode 2 nya, tapi mungkin besok sudah saya ketik. In The End, saya berharap fanfic ini bagus xD. Buat Review say abaca kok, Cuma untuk ngebalas via pm. Kalau yang guest saya sudah baca kok. Dan terimakasih atas sarannyaa….

Yoo,Review?