My Byun Baekhyun (END)

.

.

.

.

.

.

.

.

Rated M untuk beberapa bahasa/kata katanya

.

Tulisan miring untuk flashback dan flashback full baekhyun pov

.

Alina.

Teman masa kecil ku, orang yang selalu ada untukku, mengerti apa yang ku inginkan. Dia adalah segalanya bagiku. Kami tumbuh besar bersama, lebih tepat nya saat dia datang dari amerika diumur kami yang saat itu masih 6 tahun. Alina memiliki 2 saudara kembar yang juga dekat dengan ku, Alea dan Steven. Alea mengatakan padaku, aku tidak boleh terlalu dekat dengan alina karna alina sedikit berbahaya. Aku akui, alina memang berbahaya, saat aku dekat dengan orang lain dia akan marah, saat aku bermain dengan yang lain dia akan mendatangi ku dan menarik tanganku.

Steven bilang, alina sudah terobsesi padaku. Alina berusaha menjadi kan dirinya orang nomor satu dihidupku, melindungi ku dari bahaya, bersikap lembut padaku, perhatian, berkorban untuk ku dan bahkan dia meminta ayah nya untuk memberikan perusahaan keluarga mereka yang baru untuk keluarga ku.

Saat umur kami menginjak 15 tahun, alina memintaku untuk berkencan dengan nya dan aku tidak bisa untuk menjawab tidak. Kami berkencan selayak nya orang dewasa. Tinggal bersama, tidak ragu untuk berciuman, tidur di tempat yang sama pula. Tidak ada yang bisa melarang kami, orang tua kami sekalipun. Mereka takut pada alina, alina punya sifat yang luar biasa berani dan liar. 'Terpengaruh lingkungan amerika dan paris' kata steven.

.

Alina pernah menggelar sebuah pesta ulang tahun ke 17 untuk ku, Hanya mengundang keluarga, sahabat dan teman teman ku. Tapi pesta yang di buat terlihat cukup untuk menampung 1000 orang, luar biasa mewah.

Dimalam harinya entah mengapa, aku benar benar menyesal. Alina dan aku bercinta untuk pertama kalinya.

Dan setelah hari itu, alina menjadi luar biasa posesif. Dia melindungi ku dari segalanya, dari hal hal yang bisa menjauhkan kami. Alina terkesan takut jika aku bahagia dan tersenyum karna orang lain.

.

Daehyun.

Hubungan ku dan daehyun terjalin disaat aku masih berkencan dengan alina. Aku merasa jatuh cinta pada daehyun dan aku bahagia. Aku berkencan dengan daehyun secara diam diam, daehyun mengetahui tentang hubungan ku dan alina. Tapi daehyun tetap mempertahan kan hubungan kami.

Sampai akhirnya alina mengetahui ini. Alina tidak marah, dia hanya mengatakan padaku 'aku akan menerima hubungan mu dan kekasihmu, asal kau mengijinkan ku untuk menguji daehyun' Aku saat itu hanya mengangguk, aku bingung dengan sikap nya.

'Baekhyun, jangan terlalu dengan cinta. Kau akan mendapat sakit yang teramat dihati mu nanti'

'Jangan mengenal cinta, baekhyun sayang. Bahkan orang tua ku tidak pernah memberiku cinta hehe'

Dan akhirnya aku menyadari, hubungan ku dan alina memang tidak didasari dengan cinta, bahkan kata kata 'aku mencintaimu' tidak pernah terucap. Alina tidak percaya cinta. Dia hanya ingin melindungi ku agar tidak mendapatkan sakit yang ia rasakan.

.

.

.

.

Matahari pagi menyinari kamar baekhyun, Chanyeol yang baru saja bangun pun masih membiasakan pandangan nya dengan cahaya. Disampingnya baekhyun masih berbaring, baekhyun tidur membelakanginya dan itu membuat chanyeol sedikit kesal. Chanyeol menaikkan selimut baekhyun dan berjalan ke kamar mandi. Just for information, setelah bercinta mereka langsung mandi dan mengenakan pakaian lengkap. Baekhyun yang memaksanya karna baekhyun bilang dia takut tubuhnya gatal gatal karna tubuhnya berlumuran cairan mereka.

Chanyeol melihat baekhyun yang masih belum bangun, ini sudah pukul setengah 9 dan ini hari minggu. Mungkin chanyeol rasa harus membiarkan baekhyun beristirahat.

Chanyeol mengangkat tangan nya untuk membuka kunci pintu dan menarik pintunya perlahan, takut baekhyun terganggu. Chanyeol berjalan menuju dapur, maksudnya untuk menyapa ibu baekhyun tapi chanyeol menghentikan langkahnya saat melihat seorang wanita yang tidak asing.

"Alina?"

Wanita itu menengok dan tersenyum

"Oh hai chanyeol, Apa kabar mu?"

"Baik"

Chanyeol berjalan mendekati kursi di depan meja makan dan mendudukkan diri disana.

"Ah ya, ingin makan atau minum sesuatu? Aku sedang membuat sarapan"

"Tidak, aku hanya ingin mencari mama byun tadi"

"Ah mama byun? Baru saja pergi, ada urusan di kantor ayahku"

Alina tersenyum kembali, chanyeol melihat kearah alina dengan pandangan tidak bersahabat dan alina menyadari itu.

"Sepertinya kegiatan panas sudah terjadi tadi malam"

Alina berkata sambil membolak balik pancake yang ia buat

"Apa terdengar sampai keluar?"

"Tidak juga, tadi malam aku berdiri didepan kamar baekhyunee jadi tentu saja aku bisa mendengarnya"

Chanyeol menganggukkan kepala mengerti, dan alina menunjukkan seringai nya

"Berapa ronde kalian melakukannya?"

Chanyeol tiba tiba saja menjadi gugup, hebat wanita ini.

"Saat bersama ku dulu, kami sampai pagi melakukannya. Waktu berjalan begitu cepat dan kami kehilangan akal haha"

Chanyeol mengertakkan giginya, 'Sialan'

"Dan ingin ku beri tahu rahasia?" Alina mematikan kompor dan mendekat kea rah chanyeol

"Suara desahan baekhyun membuat kakak laki laki ku ikut menggila, kami melakukan threesome. Baekhyun yang ditengah"

Alina tertawa dalam hati. Wajah chanyeol terlihat memerah

"Bisa hentikan pembicaraan ini? Aku muak"

Chanyeol berdiri dari duduk nya. Dan berjalan ke kamar baekhyun

"Hey park."

Chanyeol menghentikan langkahnya tapi tidak menengok kebelakang

"Akhiri hubungan kalian. Baekhyun is mine"

"In your dream alina"

Chanyeol berjalan kembali ke kamar baekhyun, perasaan kesal, marah dan cemburu nya luar biasa menggila. Alina tersenyum puas

"Ah senang nya mengganggu baekhyunee dan kekasihnya"

.

.

.

.

.

Baekhyun masih tertidur, Chanyeol yang tadinya kesal dan ingin melampiaskan marah nya langsung kembali pada keadaan normalnya. Moodnya langsung membaik. Chanyeol menghampiri baekhyun dan mengusap kepala baekhyun, dengan sesekali mengecupi bibir baekhyun.

"Sampai kapan kau akan tertidur sayang?"

Baekhyun merasa tidur nya terganggu pun peralahan mambuka matanya

"Chanyeol?"

"Ya sayang?"

"Aku fikir kau sudah pulang"

"Tidak, aku ingin selalu bersama"

Baekhyun tersenyum lalu bangkit dari tidurnya

"Jangan keluar kamar"

Baekhyun menyeritkan dahinya, dan pandangan matanya seakan bertanya 'kenapa?'

"Diluar ada alina"

"Benarkah?"

Baekhyun memekik antusias, senyum lebar menghiasi wajahnya. Chanyeol memandang baekhyun dengan tidak suka, apa maksud dari raut bahagia baekhyun

"Kenapa kau senang? Ingin kembali bercinta dengan nya?"

Ketus chanyeol, Chanyeol berdiri dan hendak berjalan keluar tapi tangan nya ditahan oleh baekhyun. Baekhyun turun dari tempat tidur dan berdiri didepan chanyeol., menarik tangan chanyeol menuju pinggangnya dan tangan baekhyun bertengger di leher chanyeol

"Aku senang karna dia adalah satu satunya orang yang selalu bersama ku apa pun yang terjadi, dia sahabat sehidup semati ku chan"

Baekhyun membawa tubuhnya menjinjit dan meraih bibir chanyeol, chanyeol pun dengan senang hati menerima perlakuan baekhyun. Mereka saling mengulum dan berpangutan lidah. Ciuman panas pagi hari, tidak buruk kan?

.

.

.

.

.

'Keberatan jika aku minta kau mengakhiri hubungan kalian?'

'Untuk apa aku mengakhiri hubungan kami? Aku mencintainya'

'Bullshit. Bagaimana jika aku memberimu penawaran agar hubungan kalian berakhir?'

'Penawaran?'

'Apapun yang kau inginkan akan ku berikan tapi dengan syarat, akhiri hubungan mu dengan baekhyun'

'Baiklah'

.

Dasar bajingan. Aku masih ingat bagaimana negosiasi antara alina dan daehyun yang terlihat lancar, daehyun bersedia hubungan kami berakhir. Alina terlihat luar biasa senang, dia datang memeluk ku dan mencium ku.

'Lihat? Cinta tidak pernah datang untuk mu, jangan mudah ditipu baekhyun ku'

Sialan

.

'Baekhyun ku?'

'Ya?' Alina bersandar dinding sebelah pintu dengan tangan yang bersedekap.

'Aku akan pergi keparis'

'Benarkah? Untuk apa keparis?'

'Ibu sedang sakit, ibu bilang dia merindukan aku'

'Apa dalam waktu yang lama?'

'Cukup lama, aku rasa saat kenaikan kelas 3 nanti baru aku bisa kembali'

'Wow, tapi sekarang sudah dekat kenaikan kelas 2. Kau masih ingin pergi'

'Setelah ujian kenaikan baru aku pergi, dan byun baek. Aku akan selalu mengawasimu, berhati hati pada laki laki yang berusaha menarik perhatian mu oke?'

Aku mulai menyukainya, menyukai sifat alina yang seperti ini. Terima kasih alina.

.

.

.

.

.

.

.

"Hai alina" Baekhyu merangkul alina yang tengah duduk disofa, alina tersenyum dan memeluk leher baekhyun

"Hai baek, lama tidak bertemu. Tidak merindukan sentuhan ku?"

"Ehem"

Chanyeol menatap tajam alina yang tengah tersenyum padanya.

"Baekhyun turun kan tangan mu"

Baekhyun menurut, suara chanyeol terdengar menakutkan.

Beberapa menit setelahnya, baekhyun mengabaikan chanyeol yang berada di antara mereka. Berbicara dengan alina selalu menyenangkan dan membuatnya melupakan segalanya.

Chanyeol mendesah lelah, baekhyun tidak menatapnya sama sekali. Dia tidak suka diabaikan, dia cemburu. Chanyeol melirik ke tangan kiri alina yang menyentuh pipi baekhyun, chanyeol tidak berhenti mengumpat.

Chanyeol merasa ada yang aneh dengan perasaan nya, dia sakit hati, cemburu, marah. 'Baekhyun lihat aku' 'Berhenti tersenyum dan menatapnya' 'Aku mencintaimu, lihat aku sayang' Matanya berubah sayu, chanyeol merasa posisinya telah terganti jika begini.

"Chanyeol" Chanyeol mengangkat kepalanya, awalnya dia fikir baekhyun yang memanggil namanya. Ternyata alina.

"Ada apa?"

"Uh jutek sekali sih" Alina tertawa ringan

"hmm"

Chanyeol melihat baekhyun menghela nafas berat, baekhyun tiba tiba kehilangan senyum nya.

"Chanyeol. Akhiri hubungan mu dengan baekhyun"

"Tidak, dan tidak akan pernah" Chanyeol berucap dengan nada datar, wajahnya pun terlihat memerah menahar amarah

"Bagaimana jika aku memberimu penawaran agar hubungan kalian berakhir?"

Pertanyaan yang sama, seperti saat alina menguji daehyun

"Penawaran?"

Baekhyun memohon dalam hati 'Jangan chanyeol, pertahankan aku'

"Apapun yang kau inginkan akan ku berikan tapi dengan syarat, akhiri hubungan mu dengan baekhyun"

"Apapun?"

'Kau terlihat tertarik chan?' Baekhyun menundukkan kepalanya, alina mungkin benar. Cinta tidak pernah datang untukku

"Iya chanyeol apapun" Mata alina terlihat bersinar, bibirnya tersenyum seakan akan dia bahagia padahal dia tidak berhenti mengumpati chanyeol 'Bajingan' 'aku fikir kau tidak tertarik sialan' 'pertahankan baekhyun saja'

"Baiklah"

Baekhyun merasakan dada nya seperti diremas kuat, matanya mulai berkaca kaca. 'Aku tertipu untuk kesekian kalinya ya?'

"Kalau begitu.. Kau bisa mengakhiri hubungan kalian sekarang"

'Maaf baekhyun sayang, ternyata chanyeol bukan orang yang tepat'

Chanyeol berjalan mendekati baekhyun, memegang tangan nya dan mengangat dagu baekhyun. Mata mereka bertubrukan, chanyeol menarik nafas nya.

"Baekhyun"

Tidak, jangan chan

"Ayo.."

Tidak

"Kita akhiri semuanya"

Baekhyun meneteskan air matanya, hatinya sakit. Chanyeol sama seperti daehyun

Alina tersenyum miris, kasihan baekhyun ku

"Kau boleh meminta apa pun sekarang park chanyeol"

Chanyeol menghapus air mata baekhyun yang mengalir dipipi gembulnya itu.

"Aku ingin kau menyingkirkan yejin dari hidup ku"

Baekhyun menatap chanyeol, chanyeol tersenyum padanya. Tampan sekali, sekalipun sudah menjadi mantan kekasih

"Dan biarkan aku menjalin hubungan ku secara serius dengan baekhyun"

Baekhyun memejamkan matanya, bibirnya dan bibir chanyeol telah menyatu. Hilang sudah rasa sedih itu dihatinya.

"I know it park bajingan chanyeol, kau mencintai baekhyun kan"

Suara alina terdengar sangat keras, alina tersenyum melihat chanyeol dan baekhyun yang berciuman didepannya.

"Ah aku seperti penganggu saja"

.

.

.

.

.

.

"Pertama.."

"Singkirkan yejin"

Alina memakai sepatunya dan berjalan kekamar baekhyun, baekhyun mengenakan baju yang membuat nya terlihat rapi dan imut.

"Sudah siap sayang?"

"Sudah tentu saja"

.

Baekhyun merasa jantung berdebar tidak karuan, dia sudah berada didepan apartemen chanyeol. Tangan nya ia ulurkan untuk menekan bel, tangan kirinya digenggam alina untuk menenangkan hatinya.

Pintu terbuka, wajah yejin lah yang ia lihat pertama kalinya. Baekhyun menahan nafasnya, yejin hanya memakai kemeja atasan tanpa bawahan. Yejin bertanya 'siapa' tapi tidak sempat dijawab baekhyun karna alina sudah menari tangan nya untuk masuk. Yejin berteriak, merasa rumah nya dimasuki penyusup

"Kalian tamu yang tidak sopan ya" Yejin bersedekap dan menatap tajam baekhyun dan alina

"Terima kasih. Oh ya dimana chanyeol?"

Alina bertanya dengan senyum dan wajah ceria nya. Yejin muak melihatnya 'Sok Manis'

"Kalian siapa? Apa yang kalian ingin kan"

"Aku alina, dan yang disampingku ini baekhyun kekasih chanyeol."

'Aku sudah tau tentangmu wanita gila' batin Yejin

"Kekasih chanyeol? Ah kalau begitu perkenalkan.."

Yejin tersenyum miring, menghampiri baekhyun dan mengulurkan tangannya

"Aku ibu dari anaknya, anak yang sedang ku kandung saat ini" Yejin mengelus perutnya didepan baekhyun, Baekhyun tidak berekspresi apapun. Baekhyun diam, tidak bergerak, tatapan matanya pun kosong

"Hey alina-ssi, ada apa dengan teman mu ini?"

"Dimana chanyeol?"

Alina merasa aura berbeda dari baekhyun, baekhyun berkata dengan datar.

"Dikamar"

Baekhyun berjalan dengan cepat menuju kamar chanyeol, membuka pintu dan menutupnya dengan keras

"Hey bitch, duduklah. Aku ingin bicara dengan mu"

.

.

Hal pertama yang dilihat baekhyun adalah kamar chanyeol yang berantakan. Pakaian berserakan lebih tepat nya pakaian chanyeol dan yejin, sprei di kasur yang berantakan pula, mata baekhyun berkaca kaca saat melihat noda putih di kasur. Baekhyun merasakan chanyeol berada dikamar mandi, suara air mengalir terdengar jelas.

Baekhyun melangkahkan kaki nya, menyentuh sprei ranjang itu dengan lemas. Matanya sudah berkabut, air mata perlahan menuruni pipinya.

Baekhyun terdiam sejenak, baekhyun mulai mengingat sesuatu. Dikamar sebelah (lebih tepatnya dipintu samping lemari), ada sebuah komputer yang biasanya digunakan chanyeol untuk melihat rekaman cctv dikamar ini. Baekhyun harus buktikan apa chanyeol benar benar bercinta dengan yejin atau tidak.

.

.

"Kau hamil anak chanyeol? Yang benar saja"

Yejin tersenyum manis

"Aku memang hamil anak chanyeol, kenapa? Tidak percaya?"

"Yang aku tau, kau hamil anak adik ku"

"Adikmu? Kau yakin?"

"Steven.. Kau hamil anak steven bukan anak chanyeol. Jadi berhenti meminta chanyeol untuk bertanggung jawab"

Yejin seketika panik, keringat dingin mulai keluar. Yejin berdiri dan menarik lengan alina

"Dengar, aku hamil anak chanyeol. Steven tidak pernah menyentuhku"

Alina menyingkirkan tangan yejin dengan kasar

"Aku tau segalanya tentang kalian, berhenti berbohong. Jujur pada baekhyun dan jauhi chanyeol. Steven juga tidak menginginkan anak itu, jadi lebih baik kau bunuh diri saja"

"AKU HAMIL ANAK CHANYEOL"

"APA GUNA NYA BERTERIAK SIALAN, KAU HAMIL ANAK STEVEN BUKAN CHANYEOL"

Yejin menahan tangisnya yang akan keluar, yejin akui ia memang berbohong. Dirinya pun merasa anak dikandungannya ini adalah anak steven, laki laki yang ditemui nya di club malam. Dia sempat berusaha meminta pertanggung jawaban steven tapi steven menolak, lalu mengadukan dirinya yang hamil kepada kakak perempuan nya itu dan berakhir dengan terror yang datang setiap hari dirumahnya dengan ancaman pembunuhan pula.

Yejin bingung tentu saja, tidak ada yang bisa diandalkannya kecuali, Chanyeol. Chanyeol itu kaya dan bisa ia manfaatkan hanya itu.

"Siapa yang berteriak itu?"

Kedua perempuan tadi langsung melihat ke arah pintu, chanyeol berdiri dengan memegang handuk ditangannya.

"Chanyeol, kau tidak bertemu baekhyun didalam?"

"Baekhyun?"

Alina mengangguk

"Baekhyun tadi masuk ke kamar mu"

Chanyeol mulai sadar keadaan, kamarnya tadi berantakan dan baekhyun melihatnya. Chanyeol berlari ke dalam dan memasuki kamar yang terhubung dengan kamarnya

.

.

.

.

"Aku membencimu"

Seorang laki laki dan perempuan terlihat sedang saling berciuman panas di kasur.

"Aku sunggung membencimu"

Perempuan dilayar itu lebih dominan, laki laki dibawahnya hanya mendongakkan kepala, merasakan sensasi yang diberikan perempuan dibawahnya

"Aku sangat membencimu sampai rasanya ingin mati"

Laki laki itu menarik rambut perempuan dibawahnya, memaju-mundurkan kepala perempuan itu.

"Baekhyun maafkan aku"

Chanyeol membalik dan memeluk baekhyun, tangan kiri nya ia gunakan untuk mematikan komputer itu.

"Aku bodoh sekali"

"Tidak baek.. Maafkan aku"

"Aku percaya padamu, tapi kau.."

"Maafkan aku sayang"

"Kau bilang ingin memulai nya lagi, itu semua omong kosong"

"Tidak, aku serius sayang"

Chanyeol menciumi pucuk kepala baekhyun, baekhyun menangis terisak.

"Kau menghamili yejin"

"Baekhyun.."

"Aku ingin hubungan kita berakhir"

"Tidak akan pernah!"

Baekhyun melepas paksa pelukan chanyeol, baekhyun menatap chanyeol. Matanya terlihat sembab dan berair, pandangannya mengatakan bahwa ia terluka.

"Kau egois"

"Aku ingin mempertahankan mu"

"Mempertahanku? Lalu untuk apa menghamili yejin?"

"Aku tidak menghamilinya"

"Tidak menghamilinya? Bohong"

"Aku jujur baek.. percaya padaku, kau bisa tanyakan pada alina. Dia mengetahui ini"

Chanyeol mengambil tangan baekhyun dan mencium nya berkali kali

"Kau bercinta dengan nya"

"Aku akui itu. Tapi baek, sumpah aku hanya mengikuti permainan nya"

"Kau gila"

"Aku gila karna mu"

"Aku membencimu"

"Terima kasih, aku malah mencintaimu"

Baekhyun menarik tangan nya dan menatap kearah lain, chanyeol mengangkat tubuhnya dan mendudukkannya di meja komputer. Tangan chanyeol memeluk pinggang baekhyun dan menyatuka kening mereka

"Kau marah karna aku bercinta dengan yejin? Aku pun sama, setelah tau bagaimana kehidupan mu bersama alina dan kakaknya"

"Maksudmu?"

"Threesome, Alina mengatakan kalian bercinta dengan kakak nya juga"

"Aku memang pernah melakukannya"

"Sialan"

Chanyeol mencium bibir baekhyun lembut.

"Ini akan menjadi terakhir kalinya aku bertemu yejin, terakhir kalinya juga kita bertengkar baek"

Baekhyun menarik chanyeol lebih dekat padanya.

"Aku sakit hati karna ini"

"Aku juga"

"Aku merasa bodoh chan"

"Aku lebih bodoh lagi. Aku bercinta dengan yejin karna nafsu ku diambang batas. Aku bodoh, betapa bajingan nya diriku baek"

"Aku juga pernah melakukan hal yang sama dengan mu"

Chanyeol menyeritkan dahi, jangan bilang kalau baekhyun pernah bercinta dengan orang lain juga karna nafsu yang tidak bisa ditahan

"Aku bercinta dengan kakak dan adik laki laki alina"

Chanyeol menatap tajam baekhyun, sedang memanas manasinya saja atau ini suatu kenyataan?

"Aku serius, Kami bertiga selalu bercinta setelah aku pulang sekolah. Aku selalu ke rumah alina dan ketika bertemu mereka aku langsung bernafsu"

Baekhyun tersenyum puas, menceritakan masa lalu memang menyenangkan

"Kau lebih parah dari ku"

"Benarkah? Aku malah merasa bangga"

"Tidak waras"

"Terima kasih park chanyeol"

"Tidak jadi mengakhiri hubungan?"

"Kau mau?"

"Tidak"

Chanyeol mengangkat dagu baekhyun untuk mencium biir baekhyun, bibir baekhyun manis sekali. Selalu membuatnya gila.

"Tertarik untuk melakukan kegiatan panas?"

"Aku tidak sudi park chanyeol"

"Kenapa?"

"Kau baru saja selesai bercinta dengan orang lain"

.

.

.

.

.

.

.

.

.

3 years later

"Ayo menikah"

Chanyeol tersentak kaget, baekhyun datang tiba tiba dari belakang nya dan langsung berteriak. Chanyeol menampakka wajah tidak sukanya, dan baekhyun berfikir chayeol menolaknya

"Kau tidak mau ya?"

Baekhyun menunduk dan memilin baju nya. Chanyeol tersenyum dan mengacak ambut baekhyun. Chanyeol bukannya tidak mau menikah dengan baekhyun, tapi hubungan mereka sebenarnya belum sepenuhnya membaik. Alina yang masih menguji chanyeol, yejin yang tiba tiba datang kembali dengan seorang anak disampingnya, ibu dan ayah baekhyun yang tidak menyukainya, lalu tempat kuliahnya dan baekhyun yang berbeda dan satu lagi.. seorang lelaki yang menyatakan perasaannya pada bekhyun.

"Baek, kau sadar dengan yang kau katakana tadi?"

Baekhyun mengangguk

"Apa kau tau yejin menemuiku dengan membawa seorang anak?"

"Tentu saja, dia datang bersama steven juga asal kau tau"

"Lalu tetang orang tua mu yang tidak menyukaiku?"

"Orang tua ku tidak menyukai sifat mu itu saja"

"Alina yang masih menguji ku?"

"Alina tidak akan berhenti sebelum kau dan aku menikah"

Chanyeol mengacak rambutnya pelan, dia bisa gila

"Kau mencintaiku baek?"

Baekhyun diam, chanyeol merasa baekhyun mulai bosan dengan nya. Karna chanyeol yang mulai sering menghilang

"Kau bahkan tidak menjawabku"

"Kau mencintai kris?"

"Iya"

Baekhyun tersenyum, Chanyeol frustasi. Apa benar baekhyun tidak mencintainya. Lalu untuk apa hubungan mereka yang berjalan bertahun tahun

"Chanyeol?"

"Ya?"

"Ayo kita putus"

Ini kesekian kalian nya baekhyun ingin hubungan ini berakhir, baekhyun selalu mengatakannya. Baekhyun terlihat lelah, lelah dengan hubungan mereka. Baekhyun tidak pernah mengatakan bahwa dia mencintai chanyeol, hanya chanyeol yang mengatakannya bahkan setiap hari. Mereka tinggal bersana, mereka selalu bermesraan didalam maupun diluar rumah, mereka selalu bercinta dan melakukan kegiatan berdua. Tapi belakangan ini, baekhyun menghindarinya, pasti karna kris.

"Kau ingin putus dan berkencan dengan kris?"

"Tidak"

"Lalu?"

Baekhyun duduk dipangkuan chanyeol dan memeluk leher nya, menciumi bibir chanyeol

"Aku ingin putus dan menjadi suami mu"

Chanyeol tersenyum, tangan nya ia ulurkan untuk memeluk pinggang kekasihnya

"Besok aku akan berkunjung kerumah mu, aku akan melamarmu"

Baekhyun tersenyum lebar,berharap chanyeol serius

"Ah ya. ambil sebuah kotak di meja kamarku dan buka sayang. Itu hadiah mu"

Baekhyun mengangguk dan langsung berlari ke kamar mereka.

"Jangan lari lari sayang nanti jatuh"

Baekhyun berlari (lagi) keluar dari kamar, menggenggam sebuah cincin ditangan kanan lalu memeluk chanyeol dan menciuminya

"PARK CHANYEOL AKU MENCINTAIMU!"

.

.

.

.

.

.

END

Ending chapternya kacau banget sih

Sumpah waktu itu udh mikir gimana jalan ceritanya ini chapter. Udh ngerasa cocok banget tuh ending, eh sekalinya lupa sama jalan cerita yang udh dipikirin :')))))

Gw sengaja majang nama daehyun doang disini, trus ilangin suzy.

awalnya mereka bakalan gw masukin lagi disini tapi karna udh lupa gimana tapi idenya ya udh gk jadi :')))

Maafkan aku kalo kalian ntar pada bingung sama chapter ini, gw aja bingung waktu gw baca wkwk

Thanks buat yg udh review hehe. Kasih review lagi dong, biar gw bisa jadi author yang bikin cerita dengan jelas :v