Astridooo presents
Alien V ( Chapter 2 )
.
.
.
.
.
.
.
Main Cast : Jeon Jungkook , V , others.
Pair : Vkook , slight MinGa
Rate : T
Lenght : Threeshoots
.
.
.
.
.
.
Terimakasih untuk para readers yang udah review , review kalian sangat bikin Doo bersemangat
lalu kalau ada siders pun tak apa , tapi lain kali tinggalkan jejak kalian ya
Oh iya , disini itu Jungkook tetaplah uke dan V tetaplah seme
hehe dan karena ini ber-genre-angst jadi ya kalian udah tau sendiri endingnya gimana
Doo kurang bisa bikin ff yang happy ending akhir - akhir ini #curhat
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
N. : no bash , no flame , no copycat , no plagiat
WARNING !
THIS FANFIC MAY CONTENT WITH BL OR BOYS LOVE , YAOI AND SHONEN-AI
Disclaimer : this story is belong with Doo and the characters not mine
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Happy reading , guys
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
' Selamat tinggal hari - hari yang tenang ' , batin Jungkook
.
.
.
.
.
.
.
.
Jungkook memijat keningnya , bahkan berulang kali dipikirkan pun ucapan V sama sekali tidak masuk akal . Mana ada manusia yang bahkan tidak mengetahui sedikit pun emosi dan perasaan seperti V . Sungguh sangat aneh . Jungkook ragu jika V adalah manusia sungguhan.
Inikah alasan kenapa V tidak menunjukkan perasaan apapun ? Maksudnya V selalu bertingkah seolah ia sedang senang namun apa yang tersirat dari kedua matanya sama sekali tak menunjukkan perasaan itu , yang ada hanya tatapan kosong .
Ah ya tadi , V hampir saja melukai dirinya sendiri saat menemukan pisau di dapur . Bagaimana tidak ?
V berniat menggoreskan pisau itu ke jarinya kalau saja Jungkook tak melihatnya , " Kau bisa terluka , pabbo ! " , pekik Jungkook sambil merebut pisau dari tangan V sedangkan empunya hanya menyengir seolah ia tak melakukan apapun yang salah . V bilang ia ingin tau rasanya berdarah itu seperti apa , kkhh kalau saja tak ada hukuman penjara untuk mencekik orang hingga mati maka Jungkook sudah melakukannya pada V sedari tadi .
Lalu , Jungkook juga menyimpulkan bahwa V tak bisa merasakan apapun seolah indera perabanya tak berfungsi . Seperti saat kepalanya tak sengaja berbenturan dengan pintu bahkan hingga menghasilkan suara jenturan yang nyaring , ia sama sekali tidak meringis sakit atau semacamnya .
Satu - satunya solusi bagi Jungkook untuk menjelaskan segala hal yang ingin V ketahui tanpa perlu berujar panjang lebar adalah dengan menyuruhnya menonton melodrama . Ya , Jungkook harus rela membiarkan benda elektroniknya dijadikan 'guru' untuk V selama namja itu masih disini .
Rasanya ia sedikit simpatik pada V , menurutnya seorang manusia seperti V hanyalah seonggok manusia yang sekarat , hidupnya tak akan berarti jika ia tidak bisa merasakan sebuah perasaan atau menujukkan perasaan itu sendiri .
.
.
.
.
.
.
.
" Hahh , aku lelah " , ucap Jungkook berdiri dan berjalan ke kamarnya . V masih asyik menonton melodrama yang disarankan Jungkook , walaupun sebenarnya Jungkook hanya asal bicara . Jungkook menghempaskan tubuhnya ke kasur , ini hari yang benar - benar melelahkan . Jungkook memejamkan matanya perlahan dan langsung terlelap .
Lelah sekali sepertinya .
2 jam kemudian ...
Di ruang tengah , V tampak cemberut ketika melodrama yang ia tonton sudah selesai . Matanya beralih ke benda berbentuk bulat yang terpasang di dinding . Sudah pukul 23.00 KST , ini sudah larut malam dan V sama sekali tak mengantuk . V memutuskan untuk mencari keberadaan Jungkook , ia membuka seluruh pintu ruangan dengan asal .
Akhirnya , V menemukan Jungkook yang tidur dengan selimut menutupi tubuhnya dari kaki hingga bahu , insting V mengatakan bahwa ia tidak boleh membiarkan mata Jungkook terbuka , ia tau hal itu dari drama tadi .
Ada adegan di drama itu dimana seorang namja masuk ke kamar si yeoja dengan hati - hati , kemudian namja itu duduk di samping yeoja yang tertidur itu . Namja itu tampak tersenyum lalu membenarkan letak selimut si yeoja . Setelahnya namja itu ikut berbaring disamping si yeoja dan ikut tidur .
V mengingat jelas semua adegan itu , jadi sekarang ia berniat menirukan adegan di drama tadi . Pertama , V menjinjitkan kakinya agar tak menghasil suara yang sekiranya mengganggu tidur si pemilik apartemen . Lalu dengan perlahan , V menaikkan selimut abu - abu itu hingga sedagu Jungkook . V menaikkan tubuhnya dengan hati - hati ke kasur , kasur itu berderit dan Jungkook menggeliat tak nyaman . V membeku di tempatnya untuk sesaat .
Syukurlah Jungkook kembali tidur dengan lelap , V yang sudah naik ke kasur sekarang membaringkan badannya di samping Jungkook . Lalu matanya ia pejamkan . Namun ...
.. V tak merasa ngantuk atau lebih tepatnya ia tak bisa merasakan rasa kantuk itu sendiri . Entahlah , tiba - tiba saja hal itu mengganggu V , ' Apa sesulit ini untuk tidur ? ' , batin V seraya mempout bibirnya . Ia berusaha mengesampingkan pertanyaan kenapa-aku-tak-bisa-tidur di pikirannya . Matanya bergerak untuk memperhatikan wajah Jungkook , wajah yang menurut V sangatlah imut .
Mulai dari mata Jungkook yang terpejam itu , mata bulat milik Jungkook yang entah kenapa selalu menunjukkan kemuraman , kesepian , dan kekesalan . V sangat ingin , setidaknya sekali saja melihat tatapan bahagia terpancar dari kedua mata itu . Pandangan V turun ke hidung mancung Jungkook , ia sangat gemas tiap melihat hidung itu .
Ingin mencubit hidung itu namun tak ingin empunya marah . V akui ia sama sekali tak takut melihat tatapan dingin yang menusuk milik Jungkook yang selalu ditujukan padanya , hanya saja V ...tak ingin Jungkook melempar tatapan itu padanya . Rasanya seperti dada kiri V serasa sakit tapi tak mengeluarkan darah .
Perasaan apa itu ? Sakit tapi tak berdarah ? Memang ada yang seperti itu ya ..
V kemudian memperhatikan bibir pink yang agak tebal itu , kata - kata yang keluar dari bibir itu ...kenapa selalu kata - kata kasar yang menusuk ? V juga ingin mendengar tuturan ramah nan manis keluar dari bibir itu .. mungkinkah ?
Mungkinkah V merubah sifat - sifat Jungkook ?
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Jungkook menatap sebal keluar jendela kelasnya , moodnya hancur sejak tadi pagi . Tentu saja penyebabnya karena V . Jungkook kaget bukan main saat terbangun dan menemukan wajahnya dengan wajah V sangat dekat , kkhh si pabbo itu kenapa selalu membuat darah dalam tubuh Jungkook berdesir cepat , huh ? Jungkook sama sekali tak nyaman dengan perasaan itu .
Setelah itu Jungkook segera melompat dari kasur dan bergegas mandi , bahkan saking buru - burunya ia lupa sarapan , ' Aarrgghh gara - gara dia .. ' , gerutu Jungkook sambil meremas perut kosongnya . Kalau saja , ia tak membuka kantung hitam sialan itu-
Ini sudah kedua kalinya ia menyesal bertemu dengan V .
Hari - harinya menjadi kacau karena kehadiran namja itu , Jungkook hanya berharap V segera pergi . Sesegera mungkin .
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
" Kuharap kau tak main - main dengan harapanmu , " , peringat seorang pria dalam hati seraya menatap namja bergigi kelinci dengan matanya yang berwarna hijau zamrud dari jauh , lalu ia menyeringai licik .
Terbesit sebuah ide dalam otak cerdik nan liciknya .
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Jungkook memasuki apartemennya dengan malas , ia hanya berharap tak bertemu dengan makhluk aneh itu saat ini .
Hening ..
Jungkook melangkah memasuki dapur , tak ada V disana . Lalu , ia berjalan memasuki kamarnya , tak ada juga . Tiba - tiba saja perasaan takut dan cemas menghampiri Jungkook , kenapa ? Bukankah seharusnya ia senang bila V sudah meninggalkannya ? Lalu untuk apa repot - repot mencarinya sekarang ?
Jungkook mendudukkan dirinya di atas sofa merahnya , memejamkan matanya . Awalnya sih , ingin tidur sejenak tapi tak lama setelahnya ia merasa dahinya basah karena ...air ?Matanya langsung terbuka lebar , dan ia melihat sosok itu ..
..sosok dengan rambut ungu yang agak bergelombang ..
" Aku menggunakan kamar mandimu tadi , hehe " , jelas V seolah tau Jungkook mencarinya kemana - mana . Jungkook menatapnya sebal , " Cih , siapa yang mau tau .." , Jungkook memalingkan wajah merahnya ke samping . Dan V hanya menanggapi dengan senyum kecil . Jungkook merasa jantungnya berdegup kencang , ish ada apa dengannya .
Klik ...
" Bolehkah aku menyukaimu ? " , tanya Kim Tan pada EunSang .
V yang menyalakan tv langsung serius memperhatikan drama tersebut . Jungkook tidak tertarik pada drama itu , pandangan beralih pada bibir pucat V . Wajahnya pucat juga , apa ia sakit ? Tangan Jungkook bergerak ke arah dahi V untuk memastikan suhu tubuhnya . V tetap fokus pada drama itu .
Aneh , tubuh V tidak panas atau pun dingin . Lalu dia kenapa ? Jungkook ingin bertanya tapi karena gengsi ia tak jadi bertanya . Dasar Jeon Jungkook . Sedangkan dalam hati V , ia senang , Jungkook memberikan perhatian padanya walau hanya sedikit .
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Si pria bermata hijau zamrud menghampiri seorang namja sipit yang sedang menggandeng tangan namja berambut putih terang di sampingnya , " Apa kau Jimin , temannya Jungkook-ssi ? " , tanya si pria . Jimin dan Yoongi -dua namja tadi- menatapnya , " Ya , aku temannya "
" Bisakah kau beri alamat Jungkook-ssi ? " , Jimin menatap curiga pria itu . " Ada urusan apa anda dengan temanku ? "
" Begini .. " , ucap si pria mulai melancarkan skenario yang ia membuat .
.
.
.
.
.
.
.
.
Jungkook dan V saat ini berada di salah satu restoran ayam yang terletak di arah utara apartemennya . V merengek ingin makan karena di dapur Jungkook hanya ada buah-buahan , V terus merengek dan membujuk Jungkook agar mau menemaninya makan di luar saja . Kkhh , Jungkook sendiri tak tau mengapa dirinya mau saja diseret ke sini .
" Ini pesanan anda , tuan " , pelayan itu menurun kedua makanan yang tadi dipesan dari nampan . V menatap dua ayam goreng crispy yang tersaji di hadapannya , tangan hendak manyantap ayam itu tapi ditahan oleh Jungkook . " Cuci dulu tanganmu " , titah Jungkook dan V hanya patuh . Ia berjalan ke arah wastafel , menyalakan kerannya hingga air itu mengenai tangannya .
V berusaha merasakan sebuah sensasi ketika benda cair itu mengenai tangannya . Tapi sayang ..
..ia masih tak merasakan apa - apa ...
V menelan kekecewaannya , ia memperhatikan seorang namja bermata bulat yang tampak meletakkan tangannya dibawah mesin , tak lama setelah itu angin kencang keluar dari mesin itu dan membuat kering tangan si namja itu . V menatapnya kagum dan berbinar , " Ini .. disebut apa ? " , tanyanya antusias pada namja itu sedangkan si namja itu membalas tatapannya dengan heran .
" Ini-ini disebut hand dryer .. " , jawab namja bermata bulat , V dengan cepat meletakkan tangannya yang basah ke bawah benda yang katanya disebut Hand Dryer . Angin itu agak panas, pantas tangan yang basah akan segera kering karena mesin itu . V mendesah kecewa untuk kedua kalinya ketika bahkan ia tak bisa merasakan angin panas itu .
' Kenapa aku tak bisa , kenapa ? '
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Si pria memasuki apartemen bernomor 201 itu , matanya bergerak liar menatap seluruh penjuru ruangan .
" Cih , mereka tak ada disini .. "
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
" Ayolah , ayolah kesana , hmm ~~ ? " , rengek V sambil menunjukkan brosur taman bermain pada Jungkook , ia hanya iri pada anak kecil yang tampak ceria setelah bermain disana . Iri pada anak kecil ? Itu hal yang kekanak- kanakan .
" Kubilang tidak ya tidak , pabbo " , tolak Jungkook dengan jujur . Hey , ia sudah pernah bilang kan kalau dia berumur 17 tahun dan apakah ia masih mau bermain di tempat seperti itu ? Jawabannya tidak , sama sekali tidak mau . V menggembungkan pipinya kesal , ayolah V sangat penasaran bagaimana rasanya bermain roller coster yang kata sebagian manusia adalah wahana yang paling ditakuti .
" Kookie-ah ~~ "
" Aish , akan kuajak kau ke tempat yang lebih menyenangkan dari taman bermain membosankan itu " , Jungkook asal bicara lagi , tapi V menanggapinya dengan serius . " Benarkah ? "
Ukh , tatapan berbinar itu lagi , Jungkook jadi tak tega . " Iya iya , kita akan pergi besok , besok hari libur 'kan " , V menggenggam kedua tangan Jungkook dengan erat , " Yess , akhirnya Kookie pergi berdua denganku ~~ "
" Apa maksudmu ? "
" Iya , kita pergi kesana berdua saja , iya kan ? " , tanya V memastikan . Entah kenapa , mendengar kata 'berdua' membuatnya jadi gugup . Hanya mereka berdua ..apa ini kencan ?
Jungkook menepis tangan V dan memasukkannya ke saku sedangkan V hanya bersorak riang sambil berjalan di belakang Jungkook .
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
" Kesana ya .. " , gumam pria itu , ia berdiri tak jauh dari Jungkook dan V .
Seringainya kembali muncul .
.
.
.
.
.
" Bersiaplah , V "
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
To Be Continue
Aigoo , bagaimana , readers ? Ramekah ?
Chapter ini memang lebih pendek dari Chapter sebelumnya dikarenakan mood Doo yang tiba - tiba ambruk , maaf jika tidak serame chap awal .
Tapi semoga tetap membuat readers senang ya ..
Like always , Doo butuh review kalian , juga saran dan kritik . Dengan sopan ya tapi , hehe .
Satu chap sebelum menuju akhir nih ^^
Sampai jumpa , pyeongg :3
.
.
.
.
Tertanda Astridooo
