Chapter 1
Title : That XX
Author : Ruby Kim
Cast : Wu Yi Fan (Kris) X Huang Zi Tao (Tao)
Genre : Romance and Hurt/Comfort
Disclaimer : Cast bukan milik saya, cerita asli milik saya. This story is pure fiction, nothing related to real life.
Length : Chaptered
Rated : T to M
Summary : Kris terbelenggu masa lalu yang menyakitkan membuatnya harus kehilangan namja yang sangat mencintainya. Saat dia sadar akan perasaannya namja itu sudah menghilang dari hidupnya. "Hubungan kita seperti lagu That XX milik G-Dragon. Aku, kamu dan dia."
KrisTao is here! YAOI!
Warning : This story contains relationship between man and man (Boys X Boys). Full yadong yaoi NC21+. Do not read it if you do not like it. Please click back.
Author's Note : Terimakasih yang sudah membaca dan member review ^ ^. Aku senang sekali! Ini sudah dilanjut, di chapter ini banyak flashback semoga mengerti alurnya. Mohon maaf bagi fans Lay karena disini Lay menjadi seorang antagonis XD bagi yang tidak suka, tidak usah dibaca. So, hope you like it!
.
.
.
.
.
*Flashback*
Malam itu aku pulang larut ke apartemenku, pekerjaan hari ini sangat melelahkan dan menguras banyak tenaga.
Namaku Wu Yi Fan atau Kris Wu dan aku bekerja sebagai CEO diperusahaan warisan ayahku, Wu Corporation. Umurku baru menginjak 25 tahun tapi aku sudah diberi kepercayaan untuk mengurus perusahaan ayahku. Setiap harinya aku disibukkan dengan dokumen-dokumen hingga selalu pulang larut malam.
Saat masuk kulihat seorang namja sedang tidur disofa, wajahnya terlihat lelah tapi dia begitu tenang dalam tidurnya, dia Huang Zi Tao, kekasihku yang sudah bersamaku selama sepuluh bulan ini.
Aku tersenyum tipis seraya membuka jasku dan menutupi tubuhnya agar dia tidak kedinginan. Dia mengerang lirih lalu membuka matanya, menampilkan kedua manik mata hazelnut yang begitu indah. Dia tersenyum padaku "Gege sudah pulang?" kata Tao beralih duduk.
"Kenapa kau menungguku? Sudah kubilang kau langsung tidur saja Tao" balasku duduk disampingnya, dia mempoutkan bibirnya dan memelukku manja "Aku rindu padamu ge, kita jarang bertemu" tutur Tao menatapku dengan wajah polosnya, aku tersenyum lalu mengusak rambutnya "Maaf ya, aku tidak bisa selalu disampingmu" kataku, Tao menyandarkan kepalanya didadaku lalu menghela nafas pelan.
"Tidak apa-apa, aku tahu gege sibuk" ujar Tao, aku hanya diam tak membalas, dia mengangkat wajahnya dan menatapku dalam "Ge, kau mencintaikukan?" tanya Tao, aku terkekeh geli lalu mencubit hidungnya "Tentu sayang" jawabku.
Aku tahu selama ini aku tak pernah mengatakan 'aku mencintaimu' pada Tao, walaupun kami sudah bersama selama sepuluh bulan aku tak pernah mengucapkan kalimat itu untuknya bahkan disaat kami bercinta.
Aku tahu aku begitu jahat, bahkan Suho sahabatku sekaligus asistenku hampir menghajarku setelah mengetahuinya. Tapi aku punya alasan khusus dan Tao tahu alasannya.
"Gege sudah makan malam?" tanya Tao "Ya, tadi ada jamuan makan malam" jawabku "Aku akan siapkan air hangat untuk gege" kata Tao beranjak menuju kamar mandi "Terimakasih Tao" dia hanya tersenyum menanggapinya.
#Tao Side
Aku menatap Kris yang sedang duduk diatas kasur dengan laptop dipangkuannya. Tidak bisakah dia mengerjakannya besok saja? Ini sudah dini hari dan dia masih bekerja "Ge, kau harus tidur" kataku menyentuh tangannya, dia menoleh tapi tidak menanggapi.
Selalu seperti ini, selalu aku yang harus bersabar, sampai kapan dia tidak menganggapku? Selama ini aku hanya menjadi pengganti namja itu, kenapa? Kenapa harus aku? Aku mencintai Kris tapi kenapa ini yang kudapat? Kenapa dia tidak pernah mau melihatku sebagai Tao? Selalu yang dia lihat namja itu.
"Kenapa kau belum tidur?" tanya Kris "Aku tidak bisa tidur" jawabku lirih tanpa menatapnya, dia menyimpan laptopnya yang sudah mati lalu ikut berbaring disampingku "Maaf, aku tidak bermaksud membuatmu marah" kata Kris memelukku dari belakang "Aku tidak marah" balasku, dia mencium tengkukku lembut lalu bergumam lirih.
"Kau tidak bisa tidur?" tanyanya lagi, aku mengangguk "Nyanyikan lagu untukku" pintaku berbalik menatapnya, keningnya berkerut tak senang "Aku tidak bisa bernyanyi" balasnya "Kumohon ge, sedikit saja" mohonku, kuberi aegyo terbaikku agar Kris mau melakukannya untukku, dia menghela nafas "Baiklah" aku tersenyum senang.
"Geu saekkiboda naega motan ge mwoya
Dodaeche wae naneun gajil su eomneun geoya
Geu saekkineun neoreul saranghaneun ge anya
Eonjekkaji babogachi ulgoman isseul geoya"
Aku hanya bisa diam mendengarnya, aku memang memintamu bernyanyi tapi kenapa harus lagu ini? Selalu lagu ini yang ada dipikiranmu, aku tahu ini menggambarkan hubungan kalian dulu, tapi apa tak terpikir lagu ini menggambarkan hubungan kita juga?
Aku hanya bisa memejamkan mataku, berpura-pura tidur dan menyembunyikan air mata yang sudah akan keluar, Kris mengusap rambutku lalu mencium puncak kepalaku.
"Selamat tidur"
*Flashback Off*
Aku begitu bodoh, tidak seharusnya aku kehilanganmu dan selalu menyakitimu selama ini.
Kenangan akan dirimu selalu berputar dalam benakku, kenapa kau biarkan aku kehilangan dua namja dalam hidupku sekaligus? Aku tidak bisa melupakannya apalagi melupakanmu. Jujur saja aku tak mampu melupakanmu, memikirkanmu lebih menyakitkan dibanding memikirkannya.
Setelah kau pergi aku tak pernah mengingatnya lagi, kenapa aku bisa melupakannya saat kau sudah pergi? Kenapa tidak sedari dulu aku melupakannya dan menyadari bahwa aku sangat mencintaimu? Kenapa tak pernah kukatakan padamu aku sangat mencintaimu?
Kau pergi meninggalkan kenangan dalam hidupku, aku hanya ingin kau kembali, berada disisiku dan kembali memperhatikanku, apa kau tahu? Aku bahkan lupa caranya bernafas, saat kulihat sesuatu aku hanya akan mengingatmu.
Kenapa Tao? Kenapa kau harus pergi? Tak inginkah kau kembali padaku?
*Flashback*
Semua dimulai dari malam itu, malam itu hujan turun dengan derasnya, Tao tengah meringkuk disofa karena ketakutan akan suara petir yang menggelegar, dia takut pada hal-hal yang menyeramkan dan sekarang dia tengah sendirian diapartemen.
Suara pintu terbuka membuatnya mengalihkan pandangannya.
"Lay?"
Hati Tao berdenyut sakit mendengarnya, dia sudah bosan mendengar nama itu, dadanya selalu sesak saat nama itu keluar dari bibir Kris, hanya namja itu yang ada dihati Kris bukan dirinya.
"Ge, ini aku Tao" lirih Tao, dia berusaha bersikap biasa walaupun hatinya hancur lebur "Oh...ternyata kau" Kris menutup pintu, tak menyadari Tao sudah mengeluarkan kristal beningnya.
"Kukira Lay kembali"
Sudah cukup! Tao muak mendengarnya! Kris tak pernah mencintainya hanya ada Lay dipikirannya!
"Kris, kita akhiri saja semua ini"
Seolah-olah Kris dihempaskan ke inti bumi dan dimuntahkan kembali ke galaksi mendengar ucapan Tao, dia terbelalak tak percaya "Apa maksudmu sayang?" tanya Kris berusaha bersikap wajar dan berpikir positif tapi Tao menggeleng.
"Aku ingin kita putus" kata Tao penuh penekanan, Kris berjalan sempoyongan menghampiri Tao, efek alkohol masih mempengaruhi pikirannya.
"Kenapa Tao? Bukankah kau mencintaiku?" tanya Kris, suaranya bergetar menahan tangis.
"Mencintaimu? Aku memang mencintaimu Kris! Tapi apakah kau juga mencintaiku? Tidak! Kau mencintai Lay dan tak akan pernah mencintaiku! Kau pikir aku ini apa? Aku hanya pengganti Lay! Aku bukan siapa-siapa untukmu! Kenapa Kris? Kenapa kau melakukan ini padaku? Aku kurang apa untukmu? Apa yang aku tidak punya dari Lay? Apakah kau tahu bagaimana rasanya menjadi diriku? Harus memendam rasa sakitku hanya karena tak ingin menyakitimu? Kau tidak tahu bagaimana rasanya menjadi diriku!"
Kris nyaris pingsan saat ini, Tao menangis begitu memilukan dihadapannya, kenapa dia tidak memeluknya dan menenangkannya? Apa yang sudah dia lakukan?
"Kau tidak mengerti Kris, apa kau tahu? Hanya aku yang mencintaimu, hanya aku yang peduli padamu, hanya aku yang memperhatikanmu, hanya aku yang mengkhawatirkanmu, bukan Lay! Bukan! Tapi aku! Aku sudah muak dengan ini semua! Kau selalu hidup dalam bayang-bayang Lay! Kenapa kau tak pernah bisa melihatku? Kenapa kau tak pernah menganggapku? Tapi akhirnya aku sadar, kau memang tak pernah mencintaiku"
Kenapa dia hanya bisa diam mendengarnya? Tao sudah histeris dan dia hanya bisa gemetaran dalam diam, ingin sekali Kris memotong lidahnya yang tidak bisa mengucapkan apa-apa, dia menyesali apa yang sudah dia lakukan pada Tao.
"Aku akan pergi"
Tao beranjak dari tempatnya ke kamar mereka, mengambil barang-barangnya dan memasukkannya ke tasnya dengan tergesa-gesa, dengan berat hati Kris berjalan menuju kamar mereka menatap Tao yang mondar-mandir dengan isakan tertahan.
"Kau tak perlu melakukan ini Tao, aku minta maaf" lirih Kris, Tao menatapnya tajam lalu melemparkan boneka panda yang awalnya akan dia masukkan ke dalam tas.
"Kau minta maaf?! Setelah apa yang kau lakukan padaku kau minta maaf?! Setelah aku memutuskan akan pergi kau baru minta maaf?! Jangan bercanda!" Tao kembali memasukkan barang-barangnya asal, hanya yang penting saja yang dia bawa, dia menarik resleting tasnya dan menggendongnya.
"Terimakasih sudah mau menerimaku, maaf jika selama ini aku hanya menyusahkanmu, aku mencintaimu, tapi aku membencimu"
Bibir itu menyentuh bibir tipis Kris, cukup lama saling menempel sebelum Tao melepas ciumannya.
"Aku hampir lupa, kurasa lagu That XX milik G-Dragon itu sangat cocok untuk kita, aku dan kau, juga kau dan Lay" kata Tao beranjak mendekati pintu.
"Selamat tinggal"
*Flashback Off*
Aku masih menyesal hingga sekarang, kenapa dulu aku tidak mengejar Tao dan memeluknya? Kenapa aku tidak menahan Tao dan mengatakan aku mencintainya? Kenapa aku tidak menghentikan Tao dan memintanya untuk tetap tinggal?
Aku sangat bodoh, aku seorang sarjana S2 diKanada, pemilik Wu Corporation, pemuda yang jenius tapi tidak bisa menyelesaikan masalah percintaan.
Aku merasa menjadi manusia terbodoh didunia, karena sudah menyia-nyiakan namja sebaik Tao hanya untuk mengenang masa lalu.
Ingin sekali saat itu aku terbangun dan Tao masih ada dalam pelukanku, menyapaku dan memberiku morning kiss, dia akan bermanja-manja dan membuat sarapan, tersenyum tulus padaku sebelum aku berangkat bekerja, aku merindukan hal-hal kecil seperti itu.
Aku haus akan perhatiannya, sekarang hidupku seperti film hitam putih yang membosankan tidak berwarna dan cerah, karena warna hidupku adalah Tao, dia yang merubah segalanya.
Apa yang kulihat dari Lay?
Tao jauh lebih sempurna dan lebih baik dari Lay.
*Flashback*
"Kau serius Tao? Dia baru putus dengan Lay" kata Suho, menatap Tao yang tengah mengaduk-ngaduk milkshake strawberry-nya gusar.
"Ya, aku sudah lama menunggunya hyung" balas Tao "Tao, masih ada namja yang lebih baik dari Kris" kata Suho 'Aku lebih baik dari dia Tao' batin Suho berharap "Tidak hyung, aku mencintainya" balas Tao tersenyum tulus.
Suho hanya bisa menghela nafas, sekeras apapun dia berusaha untuk mendapatkan hati panda kecil ini, dia akan gagal jika bersaing dengan Kris, walaupun dia tidak yakin Kris mencintai Tao.
"Aku sudah yakin hyung, setidaknya aku harus mencobanya, aku tak ingin terus menunggu" kata Tao, Suho mengangguk lemas "Tentu Tao, semoga berhasil" balas Suho menggenggam tangannya lembut "Jika sesuatu yang buruk terjadi, jangan sungkan untuk datang padaku" kata Suho.
Tao tersenyum manis mendengarnya, senyuman yang sangat Suho sukai "Tentu hyung, terimakasih sudah peduli padaku" kata Tao "Aku sudah menganggapmu seperti adikku sendiri, aku pasti peduli padamu Tao" balas Suho ikut tersenyum.
Tao tertawa begitu bahagia, entah karena apa, tapi Suho ikut tertawa karenanya, dia bersumpah akan membunuh Kris jika dia menyakiti malaikat seperti Tao.
Suho yang pertama kali mempertemukan mereka, dan sampai sekarang dia menyesal telah melakukannya.
Hari itu mahasiswa semester akhir tengah sibuk-sibuknya membuat skripsi dan Suho membawa Tao ikut ke cafè karena dia harus menyelesaikan beberapa bagian dari skripsinya bersama teman-temannya.
Tao tidak keberatan, sebenarnya Suho sedang melakukan pendekatan pada Tao tapi setelah hari itu Tao mengatakan bahwa dia jatuh cinta pada Kris walaupun Kris masih bersama Lay.
Zhang Yi Xin atau Lay adalah mantan pacar Kris, mereka sudah berpacaran hampir dua tahun, tapi baru beberapa minggu ini mereka putus karena Lay selingkuh, ya Lay selingkuh dengan namja tua yang sangat kaya, pilihan aneh memang tapi sudah jelas apa yang dia inginkan dari namja itu.
Hanya karena alasan Kris membosankan dan tidak ekspresif, Lay hanya ingin uang Kris dan kepuasan seks tentunya, dia sama sekali tidak mencintai Kris tapi ternyata itu sangat keterbalikan dengan Kris. Dia sangat mencintai Lay, dan rasanya dunia hampir kiamat saat Lay dengan kekasih barunya, berciuman dan mengatakan hubungan mereka berakhir.
Sangat tragis memang, dan hidup Kris hancur dimulai dari hari itu.
Kris memang sangat bodoh, dia tidak sepenuhnya mengerti apa yang namanya cinta dan dia hidup dalam bayang-bayang seorang Lay.
*Flashback Off*
Aku tidak tahu dimana Tao berada sekarang, setelah kami putus Suho mengundurkan diri dan kami tak pernah bertemu lagi.
Aku kehilangan jejak mereka, aku yakin Tao ada bersama Suho, karena hanya Suho yang sangat dekat dengan Tao, kedua orang tua Tao sudah meninggal karena kecelakaan karenanya dia tidak punya keluarga.
Aku tidak pernah mendengar kabar tentang Lay lagi, tapi aku tak peduli. Tao lebih penting dari Lay.
Aku menatap sendu boneka panda usang yang tengah tersenyum padaku, salah satu sisa kenangan Tao dalam hidupku.
Aku ingat sekali memberi Tao hadiah boneka panda ini saat dia ulang tahun, boneka panda besar seukuran anak berumur 5 tahun, boneka ini yang menjadi saksi bisu hubungan kami.
Saat aku mengambil first kiss-nya, saat aku mengajaknya tinggal denganku, saat aku mengambil kesuciannya, saat kami bertengkar, saat dia menangis, dan dia menjadi saksi bisu hubungan kami berakhir.
Jika aku bisa mengembalikan waktu, aku hanya minta Tuhan untuk mengembalikan saat dia menyatakan perasaannya padaku.
*Flashback*
Usai kuliah, Tao meminta Kris untuk datang menemuinya, saat mereka bertemu dia terlihat sangat kacau tapi Tao mencoba untuk tetap menyatakan perasaannya.
Tao pasti sudah gila karena melakukan hal ini, mereka tengah ditaman kampus kala itu, suasana sudah sepi karena hari menjelang sore.
"Kris gege, ada yang ingin kukatakan padamu"
Menghela nafas gugup, dia menatap Kris yang tengah menatapnya datar "Katakan saja, aku tidak punya banyak waktu" kata Kris.
Tao mencoba menenangkan degup jantungnya yang terlalu cepat memompa darahnya, dia menatap Kris yakin lalu membuka mulutnya.
"Sudah lama aku mencintaimu Kris, jadilah kekasihku"
Tak ada jawaban, Tao menunduk antara malu dan takut akan jawaban Kris.
"Tentu"
"Eh?"
Tao menatap Kris tak percaya, apa dia salah dengar? Apa Kris benar-benar menerimanya?
"Aku mau Tao" ulang Kris tersenyum tipis.
Tao terpekik senang lalu memeluk menyangka namja berdarah China-Canada itu akan menerima pernyataan cintanya.
"Terimakasih"
*Flashback Off*
Kumohon Tao, kembalilah padaku.
.
.
.
TBC
.
.
.
Mind to Review and Comment?
