Please Don't Give Me Love Anymore

.

.

Cast : EXO members. Super Junior Members. Ulzzang - Model

Xiumin, Chanyeol and Baekhyun

Kibum

Bihyul

The other charas will be revealed soon.

Rating : T

Genre : Hurt/Comfort and Romance. A lil bit school-life too.

Warning : YAOI. A lot of YURI content too. The charas is belong to God, their families and themselves. I just borrowed their name for my story. The plot is mine.

Sorry for typos '-'v

.

.

Chapter 2

Flashback


"Minseok hyung!" Sial, dia lagi. Sabar Kim Minseok, berdoa saja semoga dia tidak mempermalukanmu lagi hari ini.

Kuputar badanku dan melihat seorang namja bertubuh tinggi berlari kearahku dengan senyum bodoh yang tidak pernah luntur dari wajah tampannya. Wait, tampan?! Tolong abaikan satu kata itu. Di masing-masing tangannya terdapat sebuah kotak berukuran sedang berwarna coklat dan setangkai bunga mawar. Apalagi yang akan dilakukan bocah bodoh ini?

Ia berhenti tepat di depanku sambil mencoba mengatur napasnya agar dapat kembali normal. Seberapa jauh dia berlari? Dan untuk apa? Dasar manusia kurang kerjaan. Sebenarnya tidak aneh melihat dia berlari-lari mengejarku seperti ini, hanya saja benda-benda ditangannya itu cukup membuatku penasaran.

Apa dia akan menyatakan cinta pada seseorang? Pada siapa? Padaku?

Kenapa aku malah memikirkan hal tidak penting seperti itu? Dan pemikiran apa itu tadi, ia akan menyatakan cinta padaku? That's so riddiculous! Mana mungkin dia memiliki perasaan seperti yang aku miliki untuknya? Namja bodoh itu tentu saja hanya menganggapku sebagai 'hyung' nya. Benar, hanya 'hyung', tidak lebih. Jangan terlalu berharap, Kim Minseok. Dia memperhatikanmu saja sudah harus kau syukuri. Sudahlah, lupakan. Sepertinya dia sudah siap untuk bicara.

"Ekhm.. Minseok hyung.." Aku tidak menyahutinya, hanya memberinya tatapan 'ada-apa?'. Ia menghela napas berat, sesulit itukah untuk bicara? Wajahnya juga terlihat cukup tegang.

"Hyung.. tolong jangan membenciku setelah ini.." Tergantung apa yang akan kau bicarakan setelah ini, bocah. Dan terhitung lima detik setelah mengucapkan hal itu, ia menarik tanganku dan memelukku. Apa-apaan ini?

"Dan tolong diam sebentar.." Sejak tadi aku diam, bodoh.

"Aku mencintaimu, hyung. Kau jadi kekasihku mulai sekarang."

What?!


Sudah dua bulan sejak bocah bodoh kelewat tinggi bernama Chanyeol itu menyatakan perasaannya padaku. Terkadang aku tertawa jika teringat lagi tentang hal itu. Baru kali ini aku melihat orang yang menyatakan cinta dengan kalimat yang terdengar seperti perintah itu. Ya, dia memang unik. Tidak pernah ada yang tahu apa yang tengah dipikirkannya. Begitu juga dengan saat ini. Namja yang baru saja berdebat denganku soal siapa yang lebih manly diantara kami ini - sungguh bahasan yang tidak penting! -, sekarang malah merajuk padaku untuk menemaninya pergi membeli dvd baru.

"Ayolah hyung, hari ini kau kan libur. Apa salahnya menemani kekasihmu yang tampan ini keluar membeli dvd baru? Lagipula nanti kita bisa menontonnya bersama, bukan?" Berhenti membuat wajahmu semakin jelek dengan aegyo gagalmu itu, Park Chanyeol.

"Baiklah, baiklah. Ayo pergi." Kulihat ia tersenyum sangat lebar sambil berteriak 'aku mencintaimu, Kim Minseok' seperti orang gila. Aku juga mencintaimu, Park Chanyeol. Dan jangan pernah meninggalkanku.


"Minseok hyung! Tidak kusangka akan bertemu denganmu disini!" Minseok yang sejak tadi sibuk berkutat dengan ponselnya akhirnya mengalihkan pandangan pada seseorang yang menepuk bahunya.

"Hai Baekhyun-ah. Aku hanya menemani Chanyeol membeli dvd baru. Kau datang sendirian?" tanya Minseok pada namja berambut dark brown di depannya. Namja yang dipanggil 'Baekhyun' itu mengangguk.

"Iya, hyung. Adikku sedang berkemah dan Kyungsoo sedang menghadiri acara keluarga. Ngomong-ngomong, dimana Chanyeol? Aku rindu padanya."

Entah kenapa, kalimat terakhir yang Baekhyun ucapkan membuat Minseok merasa sedikit tidak baik. 'Baekhyun itu sahabat Chanyeol, Minseok. Wajar saja kalau ia berkata begitu setelah beberapa hari tidak bertemu', batin Minseok. Ia menunjuk Chanyeol yang sedang berada di bagian film animasi. Badannya yang sangat tinggi membuatnya mudah terlihat diantara rak-rak dvd yang cukup pendek. Tanpa berkata apapun, Baekhyun bergegas pergi menemui Chanyeol.

Minseok kembali bermain dengan ponselnya sambil sesekali melirik kearah dua namja itu. Kedekatan mereka cukup membuat Minseok tidak tenang rupanya.


Tidak biasanya Baekhyun mengajakku keluar tanpa Chanyeol. Bahkan ia sudah tiba lebih dulu di tempat kami akan bertemu. Aku segera menghampirinya dan meminta maaf karena datang terlambat. Sebenarnya aku datang tepat pada waktu yang dijanjikan tapi karena ia sudah datang duluan, aku merasa tidak enak.

Baekhyun mengangguk sambil berkata 'tidak apa-apa hyung'. Aku menarik kursi kosong dan mendudukinya. Sepertinya ia sudah memesankan minuman untukku. Untuk beberapa saat, tidak ada satupun dari kami yang bicara. Sampai akhinya Baekhyun memutuskan untuk berbicara lebih dulu.

"Aku tidak ingin berbasa-basi, Minseok hyung.." Ia menarik napas panjang lalu melanjutkan kalimatnya.

"Aku mencintai Chanyeol. Lebih dari cintamu padanya."

Jadi dugaannya selama ini ternyata benar. Baekhyun benar-benar menyukai Chanyeol. Dan fakta itu membuat hatiku sakit. Bagaimana tidak? Orang yang selama ini kau anggap sebagai adik terang-terangan mengatakan kalau ia mencintai kekasihmu? Kucoba untuk fokus pada apa yang akan Baekhyun katakan setelah ini. Dan berharap semoga air mata yang sudah menumpuk ini tidak turun, tidak sebelum Baekhyun pergi.

"Aku akan merebutnya darimu, hyung. Aku pasti akan mendapatkan Chanyeol!" Tidak kusangka ia akan mengatakan hal itu dengan ceria. Wajahnya tersenyum lebar seperti baru saja mendapatkan sesuatu yang menyenangkan. Setelah menghabiskan minumannya, Baekhyun mengucapkan selamat tinggal padaku lalu pergi.

Demi tuhan, apa yang harus kulakukan?

Kuharap tidak ada yang mendengar tangisanku saat ini.

.

.

To Be Continue

.

.

Chapter 2 is here!~~

Sesuai judulnya, ini flashback nya uri Xiuminnie sama uri Chanyeollie. Adakah yang menganut paham uke!Xiumin seperti Zi?

Krik krik.. krik krik..

Oke tidak ada yang menjawab, baiklah -3-

Silahkan tunggu chapter selanjutnya ya~

Hope you like it~ See ya~~ ^-^