My Love Is You
Chapter 2 (Bertemu lagi!)
Sakura Pov
Kulirik jam tanganku yang sudah menunjukkan tepat pukul 9 Malam.
"Hooaamm... " Aku menguap kecil, sudah hampir 5 jam lebih aku duduk disini menunggu seseorang untuk datang mengisi bahan bakar, tapi tetap saja tak ada yang datang. Apalagi suhu ditempat ini yang dingin, semakin membuatku mengantuk.
Samar-samar aku melihat Sasuke yang berdiri didepanku sambil berdecak pinggang tersenyum, melihat diriku yang terkantuk-kantuk.
Dan setelah itu, tiba-tiba ia mendekatiku dan menyelimuti tubuhku dengan jaketnya.
"Tidurlah... Kau terlihat sangat kelelahan!" Ucapnya
Aku terkejut, dan ini bukan pertama kalinya aku begitu, dia sudah berkali-kali membuatku merasa sesuatu yang hangat.
Pernah suatu waktu dia menggendongku pulang, karena pada saat itu kakiku Keseleo. Padahal aku sudah menolak, tapi dia, terus memaksaku.
Dan akupun menyerah begitu saja. Akhirnya Dengan tertatih-tatih ia menggendongku sampai kerumah, kulihat wajahnya sudah dibanjiri oleh keringat.
Ketika kutanya 'apa dia baik-baik saja', dia menjawab 'tak ada perasaan yang lebih baik dari sekarang'
Aku tak tau maksudnya apa, tapi aku tahu itu pertanda baik.
Dan sampai sekarang, aku tahu, bahwa semua yang ia lakukan padaku adalah suatu kebaikan.
Normal pov
Sakura tersenyum setelah mengingat saat-saat dimana dirinya dan Sasuke bersama.
"Te-terima kasih Sasuke! Tapi aku tidak lelah!" Ucap Sakura tersenyum.
Sasuke tidak menunjukkan raut muka senang, setelah mendengar pernyataan Sakura.
"Kau tahu Sakura, orang yang berbohong itu adalah orang yang tidak percaya diri dengan kejujuran. mereka lebih cendrung percaya bahwa kebohongannya itu akan membuat orang lain jadi lebih baik. Tapi sebenarnya, yang namanya kebohongan tetaplah akan membuat orang jadi menderita. Kau mengerti maksudkukan! Jadi jangan pernah melakukannya lagi!"
Ucap Sasuke dengan pandangan tajam.
Sakura menelan ludah karenanya.
"B-baiklah Sasuke, aku janji tidak akan berbohong lagi!"
Ditengah-tengah perbincangan yang menegangan ini, tiba saja ada suara
"Tiiinn... Tiiinnn..." Suara klakson sebuah mobil Sport kuning.
Klakson ini bertanda kalau sipemilik mobil ingin mengisi bahan bakar. Sakura yang melihat itu langsung menghampiri sipemelik mobil dan meninggalkan Sasuke sambil berkata "yang ini biar aku saja yang melayani!"
Sasuke hanya tersenyum, melihat Sakura yang terlalu bersemangat.
.
.
.
"Selamat malam... Anda mau isi beraaa..." Ucap Sakura terputus karena melihat sipemilik mobil Sport kuning ini adalah situkang kebun yang baru berkenalannya kemarin.
"Menma?" Tanya Sakura heran, sekaligus tak percaya.
Sedangkan orang yang disebut Menma, atau lebih tepatnya Naruto itu malah memamerkan cengiran.
"Heheee... Sakura, apa kabar?"
"Aku baik-baik saja! Kau sendiri bagaimana? Pasti sangat baik karena mengendari mobil bagus seperti inikan!hmmm... Tak kusangka kau punya mobil semewah ini!"
Ucap Sakura menunjuk mobil yang dinaiki oleh Naruto.
Naruto terkejut mendengar pernyataan Sakura tentang dirinya. Dan sekarang ia tak tau harus bagaimana menjelasksnnya.
Naruto mengambil nafas panjang dan mulai beranjak bicara, karena wajah Sakura yang menampakkan harapan untuk itu.
"Sebenarnya...Mmppff.."
Ketika Naruto ingin melanjutkan ucapannya, tiba-tiba saja Sakura menutup mulut Naruto dengan jari telunjuknya.
"Tu-tunggu dulu... Aku tau apa yang ingin kau katakan! Kau pasti ingin bilang ini mobil temanmu, yang kau pinjam, iya kan?" Ucap Sakura menebak.
Untuk kali ini Naruto dibuat melotot oleh Sakura. Ia benar-benar ingin menjelaskan semua ini, tapi mulut Naruto yang sebagai sarana untuk menyampaikan penjelasan itu terhalang oleh telunjuk Sakura.
Sakura terus menanti jawaban Naruto dengan gaya yang aneh.
Tangan kanannya tetap dimulut Naruto, dan tangan kirinya berdecak dipinggang. Sedangkan bibir bawahnya sedikit dimajukan, dan mata emeraldnya terus menerawang tubuh Naruto dari kaki sampai kepala.
Naruto yang merasa diintrogasi, menundukkan wajahnya karena malu, harus diplototi dari kaki sampai kepala.
"Hmmm.. Kenapa kau diam dan menundukkan kepala seperti itu? Apa karena kau malu, kalau sebenarnya selain mobil, kau juga meminjam baju temanmu! Buktinya bajumu terlihat sangat berkelas dan mahal!"
Kali ini tebakkan Sakura sudah benar-benar keterlaluan, dan membuat Naruto tak mampu menahan diri.
Naruto menepis, dan menarik tangan Sakura dari mulutnya. Sehingga tubuh Sakura harus terhuyung kedepan, dan mendekat dengan tubuhnya.
Deru nafas Naruto mengalir hangat melewati dan menerpa beberapa helai rambut Pink Sakura. Dan hal ini membuat Sakura tak mampu berkutik sekaligus tak mampu mengontrol detak jantung yang, membuat aliran darahnya yang kini tengah berpusat dikedua pipinya. Sakura tak ingin memperlihatkan rona merahnya pada Naruto, ia menundukkan wajahnya, tapi itu percuma saja, karena tangan Naruto sudah mengangkat dagunya, sehingga Sapphire dan emarald kembali bertemu dalam satu pandangan yang yang hanya mereka berdua yang dapat mengartikannya.
"Sakura... Kau begitu... Ah.. Maksudku ikutlah denganku untuk menjelaskan semua ini!"
Sebenarnya Naruto hampir hilang kendali tadi, untuk mengucapkan 'Sakura...kau begitu cantik, apalagi dari jarak yang sedekat ini!'. Tapi Naruto sadar jika ia mengucapkan itu, ia seperti seorang penggoda, dan tentunya ia tak ingin itu terjadi, sehingga harus mengucapkan 'ikutlah denganku untuk menjelaskan semua ini!'.
Sakura langsung sadar dari keterlenaannya oleh ucapan Naruto. Dan memundurkan diri sejauh tiga langkah dari posisinya semula.
"Eh? Baiklah!" Ucapnya.
Naruto tersenyum mendengar jawaban Sakura, walau jauh dilubuk hatinya merasa sedih, karena Sakura menjauhkan diri darinya.
Naruto membuka pintu, mobilnya untuk mempersilahkan Sakura masuk.
Sebelum berjalan masuk Sakura melihat kebelakang dan berteriak pada seseorang yang sibuk melayani dan mengisi bensin. " SASUKE... AKU AKAN PERGI SEBENTAR, JADI KALAU KAU PULANG TUNGGU AKU YAaa..!
Teriak Sakura.
Sasuke menghentikan kegiatannya sebentar,
dan membalas teriakan itu "IYA... AKU AKAN MENUNGGUMU! TAPI JANGAN LAMA-LAMA!"
"IYAAaaa...!" Jawab Sakura dan langsung masuk, kemobil.
Walau terdengar setuju, tapi pada dasarnya hati Sasuke tak menginginkan hal ini terjadi, apalagi Sakura harus pergi dengan laki-laki.
"Sakura..." Ucap Sasuke lirih.
Dan tanpa ia sadari, mobil yang baru saja ia isi dengan bensin sudah pergi tanpa meninggalkan sepeser uangpun untuk membayar.
"eh.. Mobil tadi mana? Astaga... Aku sudah membiarkannya kabur tanpa meninggalkan uang!" Sesal Sasuke pada dirinya sendiri.
TBC
.indohackz [ makasih buat reviewnya]
Ikhwan namikaze [ makasih karna udah mau baca +memberikan review]
gui gui M.I.T [Makasih atas sarannya]
Soputan [Hmmm... rencananya gitu...!]
Dan sekali lagi tolong reviewnya, buat yang udah baca (ToT)
