NOT ALONE CHAPTER 2
Cast: Kim Ryeowok
Tiffany Hwang
Kim Taeyeon
Super Junior + SNSD
Genre: Drama
Disclaimer: author bukan Sone ataupun Exo-L, cuma denger-denger soal beberapa facts nya Taeyeon aja, tapi disini karakter Taeyeon pure bayangannya author, bukan framing dari mana-mana yaa jadi jangan ada yang tersinggung. Terimakasih!
~Fanfic baru, pure my imagination, silahkan review untuk opini kritik saran. Gomawo ^^
OooooO
Ryeowook memasangkan sebuah syal abu-abu tebal di lehernya lalu meraih jaket yang tergantung rapi di balik pintu bersiap mengunci pintu apartemennya dari luar.
Jumat malam di bulan November. Hari ini setelah pulang kerja dan mandi serta beberes, Ryeowook berpakaian santai tapi tetap rapi keluar rumah lagi. Ya, dia sudah ada janji dengan Tiffany untuk menonton drama musical Moon that Embrace the Sun, yang pemeran utamanya adalah Taeyeon. Yap, Kim Taeyeon yang tinggal selantai dengannya tersebut.
Taeyeon dan Tiffany berusia 2 tahun lebih muda dari Ryeowook, yaitu berusia 28 tahun, sedangkan Ryeowook tahun ini menginjak tahun ke-30 nya sendiri.
Taeyeon sejak dulu memang merintis karir di bidang permodelan dan drama musical, sesuai dengan kuliahnya dan wanita berwajah cantik ini sudah merintis karir nya dari bawah sejak usia belia.
Selayaknya wanita Korea lainnya, Taeyeon dan Tiffany sama-sama berwajah menarik, keduanya juga memiliki karir yang sudah cukup menjanjikan. Taeyeon bisa dibilang sekarang sudah termasuk aktris musikal yang cukup terkenal, perannya di 4-5 tahun belakangan selalu menjadi pemeran utama dan meraih banyak kesuksesan. Begitu juga Tiffany, sebagai editor majalah tidak jarang Fanny jadi sibuk bulak-balik keluar negeri untuk menghadiri acara satu dan lainnya.
OooooO
21:30
Para penonton di sebuah teater berukuran cukup besar tersebut bertepuk tangan meriah menyambut penutupan musikal yang baru saja berlangsung selama 2 jam tersebut. Penata layar, music, acting, kostum, dan semuanya sangatlah bagus. Saat para actor membungkuk memberi terima kasih, Ryeowook dan Tiffany yang menyelip diantara ratusan penonton pun tidak ketinggalan tersenyum lebar dan tidak kalah terpukau dengan pertunjukkan yang baru saja mereka tonton, apalagi actor wanita utamanya adalah teman mereka sendiri, Taeyeon.
Tiffany sempat melambai-lambai dan Taeyeon hanya tersenyum tipis saat melihat Fanny dan Ryeowook duduk di seat yang memang ia pesankan tiketnya.
Ya, tiket mereka malam itu adalah gratis dari Taeyeon sendiri, sebagai gantinya Ryeowook pun mengirimkan bunga dan kartu selamat untuk tetangga nya tersebut.
Saat turun panggung, Ryeowook melihat banyak fans yang mengerubungi Taeyeon, memberikan banyak hadiah kepadanya. Tadinya ia dan Fanny mau sempat menyapa Taeyeon di backstage, tapi niat mereka tersebut tidak terlaksanakan karna banyak sekali fans yang sudah mengantri untuk bertemu para actor.
Fany dan Ryeowook pun mengalah dan memilih untuk langsung hengkang malam itu, makan malam bersama sebelum kembali ke rumah masing-masing.
OooooO
Cling.
Kim Taeyeon.
Ryeowook oppa, terima kasih sudah datang kemarin! Dan terima kasih juga untuk bunganya! Sudah kuterima dan bagus sekali! Gomawo!
Ryeowook tersenyum tipis membaca pesan terima kasih tersebut dan membalas nya singkat
Cheonmanayo, sama-sama!
Hari-hari setelahnya kehidupan mereka pun berlanjut seperti biasa, berminggu-minggu kemudian kadang Ryeowook dan Taeyeon bertegur sapa saat bertemu di area parkir dan juga di lift gedung.
Ryeowook sekarang menyadari kalau banyak fans yang meninggalkan hadiah didepan apartemen Taeyeon. Maklum, tentu saja karna status nya sebagai aktris tidak aneh kalau Taeyeon punya banyak fans.
Karna sama-sama sibuk Taeyeon maupun Ryeowook menjalani kehidupannya maisng-masing hingga di suatu malam..
Duk! Duk! Duk!
Ryeowook yang baru saja membaringkan tubuhnya diranjang mendengar sebuah suara gaduh dari pintu depan apartemennya.
Duk duk duk
"Yaa! Keluarlah jalang!"
Ryeowook menajamkan telinganya dan mendengar suara teriakan mengucapkan kalimat tersebut samar-samar. Ada apa sih didepan? Batin Ryeowook dan ia pun terbangun, meraih sweater nya dan membuka pintu masuk apartemennya tersebut.
Selagi Ryeowook bersiap, suara itu bukannya berkurang malah semakin membesar dan terdengar jelas.
"ya jalang! Keluarlah! Dasar artis murahan! Kamu itu tidak pantas untuk oppa kami! Yaaa!" suara seperti pekikan anak remaja tersebut sungguh membuat Ryeowook penasaran.
Dan… ternyata benar, ada beberapa orang yang bergerubung tepat didepan apartemennya, walaupun bukan didepan pintu rumah Ryeowook.
Tapi.. dipintu apartemen satunya yang tertutup rapat, sudah banyak coretan disana dan ceplokan telur busuk yang meninggalkan noda.
Pelakunya sudah jelas saja masih ada disana, 3 orang anak SMA masih dengan seragam sekolah mereka hanya dilapisi jaket dan topi yang mereka kenakan untuk menutupi wajah mereka agar tidak bisa dikenali.
Salah satu dari gadis itu masih terus teriak-teriak dan menggedor-gedor dengan kasar tidak menyadari kehadiran Ryeowook disana.
"ya! Apa yang kalian lakukan disini?! Hentikan tidak!" bentak Ryeowook dengan cukup tegas sebagai ultimatum pertama. Sungguh ia tidak tau menau ada urusan apa sebenarnya mereka berada disini, tapi Ryeowook menilai perbuatan tersebut sudah sangatlah mengganggu.
"kyaaa. Unni! Ada yang melihat kita!" ucap si gadis satu yang sejak tadi diam saja menepuk-nepuk pundak temannya.
"hahhh? Aduh sudah biarkan saja! Cepat habiskan lempari semua telurnya!"Si gadis kedua dari gerombolan malah cuek setelah sekilas melihat Ryeowook dan lanjut melempari telur yang ada di genggamannya ke pintu apartemen tersebut.
Tidak dihiraukan, spanning Ryeowook langsung naik melihat tingkah 3 remaja ini yang tidak ada takut-takutnya dengan peringatannya
"YAA! Kalian itu belum tuli kan! Kuperingatkan sekali lagi hentikan!" ujar Ryeowook setengah berteriak dengan nada yang lebih tinggi.
"ya ahjussi, apa yang kau lakukan, ini hak kami tau!" akhirnya si gadis kedua berbalik dan menyahuti Wookie
"Hak kalian darimana. Kalian itu masih dibawah umur dan merusak properti pribadi orang lain tau! Aku bisa melaporkan kalian ke polisi!" Ryeowook mendekat dan memperhatikan wajah ketiga gadis remaja itu dengan baik. Walaupun disana ada CCTV, Ryeowook tau wajah mereka tidak terekam karna tertutup topi makanya mereka berani melakukan ini.
"YA! Ahjussi tidak tau apa yang penyihir sudah lakukan pada oppa kami! Dia layak mendapat perlakuan seperti ini!" dua gadis lainnya hanya diam saja saat satu orang ini berdebat dengan Ryeowook.
"Memangnya kalaupun dia layak menerimanya itu menjadikan kalian pantas untuk melakukannya?!
Kalian ini masih dibawah umur! Mau kulaporkan ke polisi dengan tuduhan merusak properti pribadi orang lain, iya?! Kalian itu bisa masuk penjara atau setidaknya mendapatkan peringatan!" ujar Ryeowook dengan jelas dan lantang.
Ya, setelah dilihat lebih dekat, tidak hanya melempari dengan telur, sebelumnya mereka juga sudah mencoret-coret pintu tersebut dengan spidol permanen dengan kata-kata terror dan kasar penuh kebencian.
"ahh.. ahh.. otokke unni! Bagaimana kalau kita dilaporkan.. bagaimana ini…"
Selagi gadis yang tadi menyahuti Wookie diam, temannya yang lain sudah mulai terdengar panic.
"ssst sst diaam!" setelah beberapa detik gadis itu mencoba tenang setelah ditatapi tajam oleh Ryeowook tanpa henti "Sudah deh ahjussi! Kami tidak takut atas tuduhan ahjussi! Lebih baik anda beritahu saja kepada penyihir itu agar berhenti bersikap menyebalkan! Ancaman kami tidak lah main-main! Ingat itu!"
"YA!" Ryeowook yang terus dibantah oleh anak-anak remaja tersebut sudah akan siap lanjut beradu mulut kalau ketiga gadis itu tidak langsung kabur masuk ke lift setelah menyelesaikan kalimatnya barusan.
Mereka sudah siap-siap kabur sejak tadi dan langsung gerak cepat pergi sebelum debat lainnya mulai terjadi lagi.
Ryeowook mengelus pelipisnya sejenak menghadapi anak SMA ababil seperti itu.. Ck… anak jaman sekarang.. bisanya mengurusi artis.. saja. Mening kalau berbuat yang baik! Merusak dan meneror orang lain pula! Ck!
Pikir Ryeowook saat melihat pintu rumah Taeyeon lagi.
Ya, keadaan pintu masuk tersebut terlihat sangatlah mengenaskan sekarang.. Lengket dengan telur,, coretan,, notes notes yang ditempelkan,, dan satu box mencurigakan berisi entah apa yang ditinggalkan mereka.
Hffft… Ryeowook melangkah dengan hati-hati agar tidak menginjak telur lalu menenan tombol bel apartemen tetangganya tersebut.
Ting tong..
Sekali…
Ting tong..
dua kali…
"Taeyeon ssi…" panggil Ryeowook pelan saat ia menekan tombol tersebut untuk yang ketiga kalinya. Ia cukup yakin Taeyeon sedang ada dirumah.. Tadi sore mereka bertemu saat kembali kerumah masing-masing, dan sekarang sudah tengah malam. Apakah dia benar-benar sedang berada diluar?
Ceklek.
Ryeowook yang tadinya sedang menunduk langsung mendongak kedepan saat mendengar suara pintu tersebut dan menemukan Taeyeon dengan wajah kusut dan mata bengkak membuka setengah pintunya terbuka disana.
"waee oppa?" ucap Taeyeon dengan nada bergetar.
Ryeowook yang melihat Taeyeon begitu lusuh langsung kaget dan tentu saja khawatir.
"Taeyeon-ssi, kamu tidak apa-apa?" Ryeowook pun reflex mendekat, yang ternyata malah membuat Taeyeon menangis semakin keras.
"huaaa.. hiks hiks hiks.. oppaa….."
OoooooO
22:15
Tuk.
Ryeowook menyentuh pundak Taeyeon untuk membangunkannya dari lamunan lalu menyodorkan satu mug cokelat hangat kepadanya.
Taeyeon yang sejak tadi terduduk diam di sofa ruang tengah apartemen Ryeowook hanya bisa tersenyum dan bergumam tipis melihatnya
"gomawo oppa" ucap Taeyeon hampir tak terdengar.
Ryeowook pun hanya balas tersenyum melihatnya dan duduk berhadapan dengan Taeyeon dalam diam. Ryeowook baru saja memanggil pengurus gedung apakah bisa membantu mereka untuk membersihkan semua kekacauan yang remaja-remaja itu setelah menenagnkan Taeyeon dan membawanya untuk menenangkan diri di kediamannya sendiri.
Ryeowook sendiri sebenarnya agak syok barusan, semuanya berlangsung begitu cepat, dan Kim Taeyeon yang ada dihadapannya ini terlihat sangat mengenaskan dan berbeda dengan Taeyeon yang biasanya ia kenap. Tidak ada make up setipis apapun diwajahnya, ditambah mata yang bengkak, dan terlihat shock dan tertekan.
Wookie tidak tau ada apa sebenarnya dan ia tidak ingin menganggu Taeyeon langsung karna dia pun pasti butuh menenangkan diri.
Untungnya proses pembersihan dan pembuangan sampah-sampah tersebut tidak berlangsung terlalu lama, sekitar satu jam kemudian setelah memastikan coretan tersebut sudah hilang, Taeyeon diantar Ryeowook kembali kerumahnya untuk istirahat.
Taeyeon hanya terus bisa mengucapkan 'gomawo' malam itu dan Ryeowook mengerti. Ia pasti sangat lelah… Ryeowook hanya mengajaknya bertemu besok sore kalau Taeyeon ada waktu dan mereka sepakat untuk makan malam bersama.
OoooooO
Sore itu untuk pertama kalinya Ryeowook dan Taeyeon akan bertemu berdua. Ya, hanya berdua karna Taeyeon berhutang penjelasan pada orang yang sudah banyak membantu nya kemarin malam itu.
Taeyeon meraih satu dari puluhan tas yang terjejer di lemari pakaiannya dan menyiapkan isinya sesuai kebutuhan.
Hari sudah menjelang sore, saat melangkah keluar gedung menuju mobil nya yang terparkir Taeyeon menghirup nafas dalam menikmati nya sejenak. Ya, dari sekian banyak jam yang tersedia lagi-lagi ia hanya menghabiskan ¾ harinya dirumah. Terjebak didalam, malas untuk keluar.
Taeyeon tiba duluan di restoran dimana ia berjanji untuk bertemu Ryeowook. Pria itu belum datang karna Taeyeon datang lebih awal, Taeyeon memesan jus dan memandangi taman area outdoor restaurant hingga tidak menyadari kehadiran Wookie sampai seseorang menepuk bahunya.
"Oh, oppa"
Ryeowook mengenakan jaket panjang berwarna coklat dan scarf abu-abu tersenyum simpul dan Taeyeon pun membalas senyum simple tersebut.
"Bagaimana kabarmu?" Tanya Wookie yang membuat Taeyeon salah tingkah sekilas
"Hemm. Baik opppa. O.. Oppa apa kabar juga?"
"Baik, sama sepertimu"
Ryeowook adalah pria yang sangat gentle dan dengan sendiri nya membuat Taeyeon sering tersipu malu. Bukan karna ada perasaan khusus atau apa, tapi mungkin karna lama tinggal di luar negeri, pembawaan Ryeowook yang sopan terhadap wanita, selalu menanyakan apa kabar dan lainnya, membuat pria ini cukup berbeda dengan pria Korea lainnya.
Taeyeon tau memang ini adalah sifat dan manner standar Ryeowook kepada semua wanita mungkin, tapi masih saja mengagumkan untuknya sendiri.
Setelah memesan menu makan malam mereka barulah Ryeowook dan Taeyeon mulai mengobrol
"Apa kamu tau siapa yang melakukan itu terhadapmu? Kau bisa menggugatnya kalau memang itu sudah sangat mengganggu"
"Ne oppa mereka… Hanyalah anti fans saja, tidak usah dipikirkan"
"Kau tidak apa-apa kan?"
"Eung, aku baik-baik saja. Terima kasih oppa. Oh ya, aku membuatkan ini sebagai tanda terima kasihku oppa!"
Taeyeon meraih sebuah kantong yang sejak tadi dibawanya lalu disodorkannya pada Ryeowook
"Woww makasih!" Wookie membuka isinya dan menemukan satu loaf brownie cokelat almon yang sangat wangi didalamnya.
Taeyeon menarik nafas lega saat melihat mata Ryeowook yang berbinar-binar
"Hehe. Kau tidak alergi almon atau cokelat kan oppa?"
"Tentu saja tidak! Gomabda Taeyeon ah, harusnya kau tidak usah repot-repot" ujar Ryeowook sambil tersenyum sangaat lebar.
Ya, seharian dirumah Taeyeon hanya melamun hingga akhirnya kepikiran membuat brownies untuk Ryeowook sebagai tanda terima kasihnya. Ryeowook sangat baik semalam hingga memanggilkan orang untuk membersihkan pintu apartemennya yang hancur kotor sekali.
"Yey aku sudah punya makan pagi untuk beberapa hari kedepan! " gumam Ryeowook girang yang membuat Taeyeon tertawa lagi.
Makanan mereka pun tak lama sudah sampai dan Taeyeon mulai berbicara soal masalah yang dihadapinya. Ia bercerita pada Ryeowook tentang karir nya menjadi aktris musikal, sejak dulu mulai dari bawah hingga sekarang ia sudah terkenal.
Masalahnya tiba saat akhir-akhir ini Taeyeon menemukan kejenuhan di karir nya, disusul dengan perpecahan tim nya yang membuat emosi nya kacau.
"Para anti fans yang meng-kritik performance dan attitude ku pun bertambah banyak oppa dan itu semua membuatku gila"
Ryeowook masih mendengarkan.
Lucu memang, mereka belum mengenal satu sama lain terlalu baik tapi Taeyeon pun mau tak mau menceritakan semuanya pada Ryeowook, walaupun entah bagaimana nanti Wookie akan menilainya.
"Jadi anak-anak SMA yang semalam itu juga adalah anti fans mu?" Tanya Ryeowook dengan tenang tanpa ada nada judgemental sama sekali
"Aniyo. Itu beda lagi, Ryeowook-ssi" ujar Taeyeon sambil mata mereka bertatapan.
Satu lagi kebiasaan Ryeowook yang belum Taeyeon terlalu terbiasa. Ryewook terus menatap matanya langsung saat berbicara. Sopan memang… Tapi.. lagi-lagi sukses membuat Taeyeon deg-degan sendiri saat menatap mata teduh Ryeowook.
"Lalu?"
Ryeowook tidak berkomentar banyak karna ia sendiri juga baru tau kalau menjadi artis juga seberat ini… Ia kira tugas mereka hanya tampil dengan baik diatas panggung saja sudah cukup, ternyata para fans jaman sekarang banyak sekali yang terus mengikuti kehidupan pribadi mereka, bahkan sampai meneror seperti kemarin.
"Mereka.. Adalah fans mantan pacarku, namanya Chanyeol."
"Oh, dia juga artis?"
"Ne, dia adalah seorang idol oppa. Makanya dia.. Mempunyai banyak fans remaja"
Ooooo bibir Ryeowook langsung membulat mendengarkan
"Wow, apakah kau sudah mengadukannya pada Chanyeol itu?"
"Tidak oppa, kami sudah putus beberapa bulan lalu dan tidak pernah kontak lagi"
Ryeowook menepok jidatnya sekilas karna menanyakan hal yang tidak diperlukan, jelas-jelas tadi dia sebut mantan Ryeowook. Ah aku tidak dengar..
"Oh iya. Mian Taeyeon-ah, aku salah dengar tadi"
"Gwenchana oppa"
"Tetap saja, kalau ini terus berlanjut, kau harus melaporkannya ke manajer atau siapapun. Jangan sampai hal ini terus menghambat karir mu Taeyeon-ah. Himmaeyo!"
Taeyeon hanya bisa tersenyum mendengar dukungan dari Ryeowook tersebut.
Kau tidak tau oppa.. Karirku sudah terlanjur terhambat karna mereka…
Taeyeon sudah beberapa bulan terakhir ini mengalami depresi ringan. Disatu sisi ia terus lanjut berkerja dan berkarya, tapi.. karna konflik dan para antis yang membuat hidupnya semakin mengerikan, itu semua mengganggu aktris cantik ini hingga membuatnya jarang tersenyum.
"Kami pacaran saat aku sedang dilanda masalah.. Aku butuh teman dekat dan kami merasa nyaman dengan satu sama lain"
"Seharusnya kalian me-rahasiakan hubungan kalian.. Jangan sampai para fans tau.."
Obrolan Taeyeon dan Ryeowook lanjut mengalir
"Kami sudah merahasiakannya oppa, tapi setelah beberapa bulan para reporter itu menemukannya dan hal tersebut tidak bisa dirahasiakan lagi" ujar Taeyeon dengan lirih
"Dan bukannya makin membaik, haters ku malah bertambah banyak, dan bertambah gila karna kebanyakan mereka adalah masih pelajar" keluh Taeyeon dengan jujur mengungkapkan semuanya dan Ryeowook pun hanya bisa mengangguk setuju mendengarnya.
"Tenanglah.. Jaga diriku baik-baik dan fokuslah dengan karirmu saja. Terus lah berhati-hati saja dengan para antis seperti itu"
Lagi Ryeowook pun hanya bisa memberi saran sebagai pendengar.
Taeyeon hanya mengaduk-aduk teh hangat nya sambil menunduk, baru tersadar kenapa malah dia jadi mengungkapkan semua permasalahan dan aibnya didepan Ryeowook oppa. Huhh. Bodoh…
Ryeowook menyadari ekspresi Taeyeon yang terlihat sedikit tidak enak.
"Kamu pun tidak perlu merasa tidak enak denganku, Taeyeon-ah"
Wanita ini pun langsung mendongak saat mendengar namanya dipanggil dan karna Ryeowook yang seperti bisa membaca isi pikirannya.
"Kalau ada masalah, tentu saja kita harus membaginya diantara teman. Aku tidak akan menilaimu. Kalau aku punya masalah pun aku akan menceritakannya, agar bisa merasa sedikit lega. Begitu juga pun denganmu, oke?!"
Ujar Ryeowook bijak yang membuat Taeyeon terkesiap
Ya, Ryeowook benar. Dengan bercerita seperti ini saja ternyata bisa membuat Taeyeon merasa sedikit lebih baik. Ah beruntung sekali ia bisa berteman dengan Ryeowook
"Ne, gomawoyo Ryeowook ssi"
Dengan teh mereka yang sudah hampir habis dan sudah sama-sama mendingin karna cukup lama dan banyak mengobrol, Taeyeon dan Ryeowook pun menutup makan malam mereka dengan meminta bill lalu pulang ke rumah masing-masihg setelahnya
OooooO
15 hari kemudian
Ryeowook baru saja mengeringkan rambut nya dengan hairdryer malam itu saat seseorang menekan bel rumahnya.
Ting tong.
Mata tajam Ryeowook melirik ke jam dinding ditembok kamarnya. Sudah jam 9 malam. Ryeowook cukup lelah karna seperti biasa, setiap hari Jumat di semester ini ia mengajar banyak kelas; harus berbicara hingga 6 jam sendirian hari ini.
Wookie berjalan keluar menyelusupkan sweatshirt nya dengan rambut masih setengah kering.
Ceklek.
Setelah membuka pintu, ternyata Taeyeon yang datang.
"Taeyeon-ah, ada apa?" Tanya Ryeowook langsung saat melihat ekspresi wajah wanita ini yang sangatlah gelisah. Ia bisa mencium sesuatu yang agak tidak enak dari ekspresi tersebut.
"Oppa… Bisakah kau membantuku oppa…" Ujar Taeyeon dengan suara agak parau yang membuat Ryeowook langsung mengangguk tanpa berpikir lagi.
Ada apa dengan Taeyeon? Wanita ini… Ryeowook sudah tau tentang betapa fragile Taeyeon sebenarnya didalam sana, tapi apa ada lagi kali ini yang membuat Taeyeon menghampirinya malam-malam seperti ini?
OooooO
TBC!
