Title: Love U Ma Boy

Author: LoveHyunFamily

Cast: Kim Joonmyeon

Zhang Yi Xing

And Other

Main Pair: SuLay

Rated: T (aman gaiss)

Genre: Family; Romance; Sad(mungkin)

Warning: This Yaoi fic; BL; BoyXBoy: Shounen-Ai; bahasa masih kurang dikuasai; bikin mual; ide pasaran; typo berterbangan

Disclaimer: Semua cast disini milik tuhan, orang tua dan agensi masing-masing, tapi cerita murni dari saya. Jadi jangan coba-coba untuk copas ini cerita, karena saya tahu yang copas atau tidak.

Summary: Dari mereka yang saling mencintai, kemudian dimunculkan masalah karena dari kelainan anak yang mereka hasilkan/?. Apakah mereka maih mencintai satu sama lain? (Summary Gagal)

Happy Reading

5 Years Later

Duk Duk Duk

"Jooniiee chagi. Jangan lari-lari sayang!" Yi Xing berteriak memperingati Yi Joon yang tengah lari-lari dirumahnya itu.

Duk Duk Duk

"Ahaha… Ma ma ma~ main main" Yi Xing tersenyum getir kala mengingat anaknya hanya berbicara itu saja.

Dua tahun lalu saat Yi Joon mulai bisa berjalan, entah kenapa ia selalu tidak bisa diam dan bila ada sesuatu yang membuatnya terobsesi maka itu saja yang akan diperhatikannya. Yi Xing dan Joonmyeon yang tidak tahu apa-apa, maka mereka berinisiatif membawa Yi Joon kerumah sakit dan saat mereka mengetahui kalau Yi Joon sedikit terkena 'gangguan' itu sangat membuat Yi Xing terpukul.

Kata dokter itu terjadi karena Yi Xing dulu terlalu banyak mengkonsumsi obat-obatan. Dan itu memang benar, dulu ia sering meminta obat penahan sakit pada Joonmyeon untuk janinnya saat itu. Sungguh Yi Xing menyesali perbuatannya itu, jika tahu seperti ini ia tidak akan mengkonsumsi barang itu dan menahannya saja sampai sakitnya hilang. Namun dengan dukungan dan semangat Joonmyeon membuatnya bangkit lagi untuk berusaha menerima keadaan dan merawat Yi Joon dengan sungguh-sungguh.

"Appa pulang! Hey jagoan appa sedang apa heum?" Joonmyeon menggendong dan mencium aroma tubuh khas bayi itu dengan gemas.

"Ahaha A-a ppa ppa!"

PLAK PLAK PLAK

Yi Joon menampar-nampar pipi Joonmyeon dengan tangan kecilnya, pertanda ia sedang senang. Walaupun Yi Joon sudah berumur lima tahun, bagi mereka ia tetaplah bayi. Yi Joon sangat imut dikatakan untuk seorang balita. Dan jika dilihat ia terlihat lebih mirip dengan batita.

Sama halnya dengan Yi Xing, Joonmyeon sebenarnya juga sangat terpukul karena mendengar kabar dokter yang mengatakan Yi Joon itu Autis. Namun jika ia sama terpuruknya dengan Yi Xing maka keluarganya mungkin tidak akan seperti ini. Dan perannya sebagai seorang kepala keluarga memang sudah harusnya begitu kan, maka Joonmyeon akan menerimanya dengan lapang dada dan bersikap lebih dewasa.

"Ahahaha hihihi" gelak tawa Yi Joon terdengar lagi kala sang appa menggelitik bagian perutnya.

"Apa Yi Joonie nakal hari ini eum?" Tanya Joonmyeon pada anaknya itu yang sudah pasti tidak bakalan dijawab, tak apalah sedikit-sedikit mengajari Yi Joon agar bisa berbicara layaknya anak seumuran dirinya.

"Uhm. A-a.. Ani. Ma-ma, ma main" Joonmyeon tersenyum sumringah kala mendengar anaknya itu sedikit membalas pertanyaannya. Ia menoleh kearah Yi Xing yang juga memandang Yi Joon dengan pandangan yang sulit diartikan.

"Anak pintar" Joonmyeon mengecup kening Yi Joon dan berjalan menghampiri Yi Xing yang berdiri didekatnya meninggalkan Yi Joon bermain dengan mobil-mobilan yang diberikan sang appa seminggu lalu. "Kau menjaganya dengan baik" ucapnya meninggalkan Yi Xing dengan senyuman yang sebelumnya mengecup bibir sang istri.

~oooo~

Joonmyeon memandang anaknya yang sedang terlelap pulas. Cukup kewalahan hari ini karena Yi Joon yang tidak mau pergi tidur padahal sudah sangat larut untuk dikatakan malam. Bagaimana tidak larut jika sekarang saja sudah pukul 11 malam, dan itu sangat tidak baik untuk anak seumuran Yi Joon tidur jam segitu.

Yi Joon memang tidur seranjang dengan Joonmyeon dan Yi Xing. Sebenarnya itu permintaan Yi Xing agar Yi Joon tidak tidur sendirian dikamar sebelah, Joonmyeon yang paham pun menyetujuinya. Kemudian Joonmyeon memandang istrinya yang sedang memejamkan mata sambil memeluk pinggang kecil Yi Joon.

"Kau belum tidur?" tanyanya sembari mengesampingkan anak rambut yang menutupi wajah Yi Xing.

"Ada apa?" sahutnya masih dengan mata terpejam.

"Aku hanya ingin minta pendapatmu. Bagaimana jika jadwal terapi Yi Joon ditambahkan jadi empat kali seminggu?"Yi Xing membuka matanya menatap Joonmyeon dengan pandangan setengah mengantuknya.

Dokter juga menyarankan Yi Joon diikutkan terapi dirumah sakit itu jika ingin penyakitnya segera sembuh. Joonmyeon dan Yi Xing pun menyetujuinya, tapi saat itu hingga sekarang jadwal terapi Yi Joon hanya dua kali seminggu. Dengan Joonmyeon yang hanya pegawai biasa, biaya juga memberatkan keduanya, maka dari itu mereka hanya memilih yang sekira cukup untuk terapi Yi Joon dan juga kebutuhan mereka sebulan. Walaupun gaji Joonmyeon sudah ditambah karena kehadiran Yi Joon tapi itu juga tidak cukup untuk terapi zaman sekarang dan perekonomian yang sangat mahal. (saya gak tau kalian mengerti apa enggak dengan penjelasan itu -_-)

"Tak usah memaksakan dirimu. Yi Joon tidak apa terapi hanya dua kali seminggu, aku bisa mengajarinya lebih sering dirumah"

"Tapi kau tidak lihat tadi? Ia membalas pertanyaanku, aku yakin jika terapinya lebih sering maka Yi Joon akan sembuh"

"Yi Joon tidak sakit"

"Baiklah maafkan aku" Joonmyeon bungkam saat ia kecepatan bicara. Sungguh, ia tidak mengatakan Yi Joon sakit, dengan Yi Xing yang menatapnya dan berujar datar seperti itu membuat Joonmyeon sedikit bersalah dengan kata-katanya sendiri. "Aku hanya ingin Yi Joon bisa bermain dengan kita" ujarnya lirih.

"Dengan Yi Joon yang seperti ini apakah kita tidak bisa bermain? Lagipula aku bisa sedikit demi sedikit mengajarinya untuk bisa berbicara. Kau tidak perlu cemas, aku yakin Yi Joon akan,—hhh…" Yi Xing tak saanggup melanjutkan kata-katanya. "Simpan saja uangnya untuk Yi Joon sekolah. Enam bulan lagi akan ada ajaran baru disekolah khusus anak seperti Yi Joon" sambungnya sembari membelai rahang Joonmyeon dengan lembut.

"Aku mencintaimu" ucap Joonmyeon tulus dengan senyuman menawan untuk Yi Xing seorang. Ia begitu kagum akan sosok Yi Xing yang mengerti dirinya. Ia juga sangat perhatian, sungguh Joonmyeon mencintai Yi Xing lebih dari apapun didunia ini, tentunya Yi Joon juga.

"Aku juga mencintaimu" balasnya. "Ingat, jangan bertindak gegabah dan perhatikan masa depan Yi Joon. Masa depannya masih panjang" ucap Yi Xing dengan senyumannya hingga memperlihatkan dimple-nya yang sungguh membuat Joonmyeon semakin mencintai akan sosoknya.

"Hn,, aku tahu. Jaljayo yeobo"

Cup

Joonmyeon mengecup telapak tangan Yi Xing yang masih di wajahnya "Jaljayo".

~oooo~

Joonmyeon mengernyit ditidurnya kala merasakan goncangan hebat diatas perutnya, "A- ppa ppa ahaha" samar-samar ia mendengar suara Yi Joon dan saat membuka kelopak matanya, benar saja itu suara Yi Joon, yang sedang duduk diperutnya dan menghentak-hentakkan tubuhnya layaknya naik kuda.

"Ugh! Argh. Joonie, humph kau— perut appa sakit sayang"

"Ah. Ah ppa—Uhn" alih-alih menjauh dari tubuh sang appa, Yi Joon malah menjatuhkan kepalanya tepat di dada Joonmyeon.

"Uh? Ada apa heum? Tumben anak appa sangat manja" guraunya, berusaha berbicara pada sang anak walaupun yang diajak bicara tidak membalas.

"Uhn humph" Yi Joon makin melesakkan kepalanya pada dada Joonmyeon dan bergumam tidak jelas disana, membuat Joonmyeon geli karena getaran suara anaknya itu. Sebetulnya Yi Joon mengerti akan pembicaran kedua orang tuanya, hanya saja baginya mengucapkan kata-kata itu semacam mengeja tulisan abstrak. Dan ia pun tak tahu mengapa.

"Yeob— Aigoo Yi Joon. Ireona chagi, appa mu harus berangkat ke kantor" Yi Xing berjengit kala menemukan anaknya itu memeluk-menindih ayahnya dan menempelkan pipinya pada dada Joonmyeon.

"Uhn A-ani ppa ppa ma-ma uhn" Lagi-lagi Yi Joon bersendekap memeluk erat tubuh ayahnya itu, seakan tak membolehkan Joonmyeon bangkit dari tidurnya. Membuat dua orang dewasa disitu mengernyit heran.

"Chagi, appa harus ke kantor. Yi Joon main sama umma ya" Yi Xing berusaha mengangkat Yi Joon dari atas tubuh Joonmyeon. Namun susahnya minta ampun, Yi Joon memberatkan badannya dan tetap bersikukuh memeluk erat tubuh ayahnya itu.

"Sudahlah yeobo. Biarkan Yi Joon main dulu sebentar lagipula aku masih lama"

"Tapi ini sudah jam berapa? Aku tahu setengah jam lagi kau akan terlambat" Joonmyeon menoleh kearah jam digital yang terletak pada nakasnya dan benar saja, setengah jam lagi Joonmyeon akan terlambat.

"Maafkan appa. Appa harus berangkat ke kantor Joonie" Kemudian Joonmyeon bangkit dan mengangkat anaknya itu ke pangkuan Yi Xing.

"Ah! Ah! A-a ppa ppa!" Yi Joon berujar nyaring pada Joonmyeon yang hendak ke kamar mandi. Joonmyeonpun tersenyum dan kembali mendekati anaknya itu.

Cup

Cup

Joonmyeon mengecup Yi Joon dan Yi Xing bergantian dan melenggang kekamar mandi yang sebelumnya memberikan senyum pada sang anak dan usapan lembut pada sang istri.

"Ah! A-a ppa!" teriak Yi Joon kala Joonmyeon sudah masuk ke kamar mandi.

"Jja. Kita keluar main" alih Yi Xing agar anaknya yang sedikit teralihkan.

A Few Minute Later

"Aku berangkat dulu" pamit Joonmyeon pada Yi Xing yang sedang menggendong Yi Joon di ambang pintu.

Cup

"Jaga Yi Joon baik-baik" ucapnya menatap anak tunggalnya itu dan mengusap pelan keningnya dengan sayang.

"Itu sudah pasti" balas Yi Xing dengan senyuman manisnya.

"A-a ppa ppa uh ah!" racau Yi Joon sembari menggapai-gapai Joonmyeon dengan kedua tangannya.

"Maafkan appa. Appa harus berangkat, appa usahakan akan pulang lebih cepat. Ingat, jangan nakal" ucapnya pada Yi Joon dan mengecup puncak kepala Yi Joon dengan sayang.

"Uh! A-a ppa ppa HUWEEEE!" Joonmyeon melambaikan tangannya tersenyum pada dua malaikatnya yang didepan pintu dan menjalankan mobil kantor yang ia dapat beberapa bulan lalu.

"Ssshh… Appa kerja juga untuk Yi Joonie" hibur Yi Xing berbicara pada Yi Joon dan sedikit mengguncang-guncang tubuh anaknya itu agar sedikit tenang.

"Ma-ma ppa ppa Hiks.."

"Ssstt… Sudahlah, ada umma disini. Kau ingin main apa?" tanyanya berusaha agar anaknya itu tenang dengan menyapu air matanya dengan anaknya itu tidak menjawab, paling tidak Yi Xing berusaha agar anaknya mengerti.

"Ma-ma"

"Ya, apa yang kau inginkan?" Yi Xing menatap penuh harap pada anaknya itu.

"Ma-ma cu cu aaaa~" ucapnya sembari membuka mulut dan menunjuk-nunjuknya. Yi Xing paham dan tersenyum pada anaknya itu.

"Tunggu sebentar chagi, umma akan buatkan susu untukmu" Yi Xing memberikan sebuah mobil-mobilan dan berjalan meninggalkan Yi Joon yang sedang bermain.

Yi Xing kembali menuju ruang tamunya dan melihat Yi Joon tidak ada disana. "Yi Joon sayang… Eomma sudah buatkan untukmu" teriaknya, biasanya dengan begini Yi Joon akan berlari kearahnya, namun kali ini seperti tidak ada tanda-tanda Yi Joon, Yi Xing mengernyit.

"Yi Joon!"

TBC

Haha Yi Joon kemana hayoooo…

Pendek?

Jelek?

Gaje?

Maafkan Ovie karena chap 2 mentok sampai disini aja.

Update lama?

Maafkan Ovie juga karena tugas sekolah yang berhamburan disana-sini. Belum lagi tugas kelompok yang sudah pasti Ovie harus kerumah temen lah, cari bahan, ini, itu. Oke Ovie malah curhat.

Sebagai gantinya Ovie publish beberapa ff Crack pair, kalo mau baca mampir aja kesebelah/?

Semoga suka di chap 2 ini ^^ Ovie usahain chap 3 nya update cepet.

EXO-L Jjang!

Maaf kemarin chp 2 nya error haha