Tittle : Good to You
Lenght : Chaptered?
Genre : Marriage life, Romance, Little bit Hurt
Rating : T?
Main cast :
- Do Kyungsoo (GS)
- Kim Jongin
Support cast:
- Byun Baekhyun (GS-Kyungsoo's Friend)
- Park Chanyeol (Jongin's Friend)
- Kris Wu (Jongin's Friend)
- Huang ZiTao (GS-Jongin's Friend)
- Oh Sehun (Jongin's Friend)
- Kim Minho (Jongin's Father)
- Kim Taemin (GS-Jongin's Mother)
- Krystal Jung (Jongin's girlfriend)
Disclaimer : Semua cast asli nya adalah ciptaan Tuhan, punya orang tuanya dan didikan SM ent. Tapi di ff ini semua milik Nesu *bbuing bbuing*~ Kalo ada kesamaan cerita dan tokoh mungkin cuma suatu kebetulan aja, karna ff ini bertujuan untuk menghibur. The story is belong to my wild imagination about our precious couple, KaiSoo. So, don't bash or copy this ff without my permission...Say No to Plagiat!
.
Saengil chukkae Byun Baekhyun Oppaaaaa! *teriak pake toa*
Salam Kkaebsong(?) Readersdeul-nim *Yaelaaah sopan amat*. Hari ini uri baekkie ulang tahun yang ke-23, 'prok prok prok'...Pada nyiapin apa buat ultahnya baekk oppa? Nesu publish ff ini sebagai kado buat baekhyun sama para readers...kkaebsong *apalah*
Harapan Nesu buat baekhyun oppa itu, semoga dia bisa lebih mengontrol mulutnya yang ga bisa berenti ngomong itu 0*sumpah, kadang nyebelin kalo udah denger dia ngomong, tapi gemes juga sih :3*
Trus, semoga dia ga nge-bully member lain karna suka banget niruin *ngejek* gaya ngomong mereka, terutama Tao *peluk tao :') yang sabar yah nak*
Dan sukses buat comeback EXO yang mulai menemui titik terang(?), karna kabarnya album overdose bakal dirilis tanggal 7 ini *jingkrak-jingkrak*, tapi kalo di tunda lagi, Nesu bener-bener ga tau mau ngapa lagi, mungkin ngajak Luhan oppa kawin lari aja...*digebukin masa*
Lanjut...lanjuuuttttt
Enjoy this Guys^^
'Good to You-Chapter 1 (I'm a Fool)'
Warning:
'GS/Genderswitch/Cerita Pasaran/Marriage Life/OOC/Typo/etc'
Just a simple story about Jongin & Kyungsoo's Marriage Life
.
.
.
Chapter 1
.
Seorang gadis dengan jacket denim dan rok selutut berwarna putih bermotif polkadot hitam yang tampak tak jauh berbeda dengan bentuk bola mata-nya itu kini tengah menahan nafas, lalu menghembuskannya perlahan sambil sesekali memperhatikan kesibukan orang yang berlalu lalang di bandara tersebut. Namun, tiba-tiba sebuah tangan hangat yang begitu dikenalinya itu memegangi bahu kanan-nya.
Kyungsoo segera menoleh pada orang itu.
"Kyungsoo-ya, kenapa kau tampak gugup?"
"Ahniyo ahjussi, aku hanya memikirkan bagaimana keadaan kota Seoul setelah aku tinggalkan selama 4 tahun.", kyungsoo mengeluarkan senyum heart shape nya.
"Bukankah sudah kubilang, panggil aku Minho appa saja?"
"Ah Ye, maafkan aku minho appa."
"Kau tidak usah khawatir, sesampai nya di bandara Incheon nanti Im ahjussi akan menjemput dan mengantarkanmu ke rumah."
"Ne Appa... Terima kasih sudah menjagaku dan membiayai kuliahku di sini. Kapan-kapan aku akan mengunjungimu dan Taemin ahju..maksudku Taemin eomma di Jepang..."
Minho tertawa dan mengusap lembut rambut hitam sebahu kyungsoo.
"Ya, kapan-kapan appa juga akan mengunjungimu di Seoul, tapi appa tidak bisa janji akan kesana dalam waktu dekat. Kau tau kan, pekerjaan appa tidak bisa ditinggalkan."
"Hm, aku mengerti... Appa, jangan berkerja terlalu keras dan jangan lupa untuk makan dan tidur tepat waktu."
"Tentu. Ah, appa punya sesuatu untukmu dan Jongin.", lelaki berumur sekitar 40 tahun-an itu menyerahkan kotak berukuran 10x10cm kepada kyungsoo. " Bukalah ketika kau sudah sampai di Seoul.", tambahnya.
"Neh appa, aku pergi dulu, sebentar lagi pesawatnya akan segera take off.", Sesaat kemudian kyungsoo menghilang dibalik keramaian orang-orang yang ada di bandara itu setelah berpamitan dengan 'Appanya'.
Samar-samar Tuan Kim tersenyum tipis dan berkata lirih.
"Maaf Kyungsoo-ya, Appa tidak bisa menghadiri 'pernikahanmu' minggu depan."
Kim Minho dan kim taemin adalah orang yang selama ini menjaga Kyungsoo setelah kedua orangtua nya meninggal dalam sebuah kecelakaan 5 tahun yang lalu di Jepang. Kim minho merupakan partner kerja ayahnya kyungsoo yang dulu juga mempunyai perusahaan besar di Jepang, mereka sangat dekat dan sudah menganggap satu sama lain seperti saudara kandung. Tuan dan Nyonya kim yang ingin mempunyai anak perempuan, merawat kyungsoo seperti anaknya sendiri setelah gadis itu menjadi yatim piatu. Tuan kim mempunyai seorang anak laki-laki yang seumuran dengan kyungsoo. Walaupun begitu sifat nya sangat berkebalikkan. Kim jongin adalah namja yang suka bersenang-senang, pergi ke club malam, balap liar, berpesta dirumah setiap weekend dan lainnya. Yah, hidup terpisah dari orangtua membuat jongin menghambur-hamburkan kekayaan orangtuanya, mungkin karena dia adalah anak tunggal keluarga Kim, Keluarga yang cukup terpandang di Jepang karena perannya sebagai salah satu perusahaan yang cukup berpengaruh dinegri sakura itu.
Setelah melakukan penerbangan kurang lebih selama satu setengah jam Jepang-Seoul, akhirnya kyungsoo sampai disana. Setelah beberapa kali tersesat dan 'hampir' berniat membuat pengumuman sebagai orang hilang di meja informasi, akhirnya kyungsoo bertemu dengan Im ahjussi, supir pribadi keluarga Kim. Diperjalanan kerumah keluarga Kim di Seoul, mata kyungsoo tak henti-hentinya melotot melihat perubahan pesat kota Seoul yang telah ia tinggalkan selama 4 tahun. Namun pikirannya kembali terganggu ketika mengingat apa maksud dan tujuan tuan Kim mengirimnya ke Seoul, bukannya menyuruhnya mencari pekerjaan setelah tamat dari perguruan tinggi. Kemudian ia mengeluarkan kotak yang diberikan tuan kim kepadanya saat dibandara tadi. Kyungsoo berniat untuk membuka kotak yang masih terbungkus kertas kado berwarna silver dengan pita berwarna emas tersebut sebelum akhirnya Im ahjussi memberitahunya bahwa mereka sudah sampai di rumah. Kyungsoo mendongakkan kepalanya kearah depan, menatap pagar tinggi dari besi dan kayu yang terkesan mewah itu. Setelah pagar itu dibuka, mata kyungsoo kembali melotot seperti akan keluar dari tempatnya karna melihat rumah yang ada didalamnya. Rumah bertingkat dua yang cukup besar dan terlihat hangat karna dihiasi oleh tembok batu dibeberapa bagian rumah itu, halamannya juga sangat luas, ditambah dengan kolam ikan yang ditengahnya terdapat pondokan bergaya korea dengan jembatan yang dicat merah.
"Wah, ahjussi, apa ini benar-benar rumah keluarga Kim?", tanya kyungsoo sambil turun dari mobil dan memerhatikan sekeliling dengan ekspresi takjubnya.
"Benar sekali ahgassi, masuklah, tuan Lee sudah menunggu anda didalam.", Kyungsoo hanya menurut dan masuk kedalam rumah tersebut masih dengan ekspresi kagum-nya. Kyungsoo melangkahkan kaki nya dengan ragu-ragu saat matanya tidak menemuan satu orangpun didalam ruang tamu itu. Akhirnya dia memutuskan untuk bersuara.
"Permisi, apa ada orang?"
Tak lama kemudian muncul seorang laki-laki yang terlihat sudah berumur 50-an.
"Ah, anda sudah datang nona Do? Perkenalkan saya Lee jin ki, saya ditugaskan oleh tuan kim untuk menjaga anda selama anda berada disini."
"Oh, benarkah? senang bertemu dengan anda Lee ahjussi.", kyungsoo membungkuk 90ยบ dan lee ahjussi itu tersenyum sambil membungkukkan sedikit kepalanya.
"Saya akan menunjukkan kamar sementara anda selama tinggal dirumah ini, silahkan.", kyungsoo mengikuti lelaki tua itu menuju tangga untuk naik ke lantai dua.
.
Kyungsoo merebahkan badannya di kasur empuk dikamar yang ditunjukan oleh Lee ahjussi tadi. Tiba-tiba dia mengingat sesuatu dan segera terduduk lalu mencari sebuah benda didalam tasnya, kali ini bukan kotak itu, tapi handphone nya. Dia teringat dengan baekhyun, teman sekolah menengah pertama-nya dulu yang tidak pernah terputus komunikasi-nya dengan kyungsoo selama ia berada di Jepang. Kyungsoo berniat untuk menghubunginya, karena baekhyun akan mengajaknya untuk bertemu dan jalan-jalan besok.
"Baekki! Guess where I am now?"
"Kyungie kau sudah di Seoul?", terdengar jawaban dari seberang sana.
"That's right."
"Uwaaaa jinjjayo jinjjaaaa?", teriak baekhyun histeris.
"Um, jadi kapan kita bisa bertemu?"
"Secepatnya, aku rasa besok aku bisa. Eotthae?"
"Neh, tentu saja aku bisa. Di cafe yang dulu saja bagaimana?"
"Ok desu...hehehe.", baekhyun membalas dengan bahasa jepang yang pernah diajarkan kyungsoo padanya. Mereka tertawa bersama. "Ya, bagaimana dengan rumahmu sekarang? Apa rumah tuan Kim sangat besar dan mewah? ceritakan padaku."
"Kau tau? Bahkan sampai saat ini aku rasa aku sedang bermimpi tengah berada di sebuah istana.", kyungsoo terkekeh.
"Yak kyungie, kau terlalu berlebihan..."
'Tok tok tok', Tiba-tiba seseorang mengetok pintu kamar kyungsoo.
"Baek, aku matikan dulu telfonnya. Besok aku telfon lagi, arachi?"
"Neh neh, annyeong kyungie."
"Annyeong."
"Permisi nona Do, kami sudah menyiapkan makan malam untuk anda dibawah."
"Neh ahjussi, aku akan segera turun.", kyungsoo yang merasa cacing-cacing diperutnya sudah sangat kelaparan memutuskan untuk keluar dari kamarnya menuju ruang makan dilantai bawah.
"Silahkan menikmati makan malam anda nona Do."
"Ne ahjussi. Tapi, kau jangan memanggilku begitu. Aku lebih nyaman jika dipanggil namaku saja."
"Baiklah nona kyungsoo."
"Maksudku, kau tidak perlu menyebutkan 'nona', panggil aku kyungsoo saja, ahjussi?"
"Baiklah kyungsoo-ssi."
Kyungsoo hanya bisa menarik nafas nya dalam-dalam dan mengeluarkannya secara kasar melihat kesopanan pelayannya tersebut.
"Oh ya ahjussi, apa hanya aku sendiri yang ada dirumah ini?"
"Benar sekali, anak tuan Kim, tuan muda Kim jong in saat ini tinggal di rumah yang akan anda tampati nant_", kini wajah lee ahjussi itu terlihat seperti 'hampir-keceplosan.'
"Rumah apa? Kau tadi bilang apa ahjussi?"
"Ah bukan apa-apa nona...maksud saya kyungsoo-ssi... Saya permisi dulu."
Kyungsoo menatap heran tingkah aneh pelayannya itu sambil terus melahap makan malamnya.
Suara cicitan burung di pagi hari yang cukup berisik itu tidak berpengaruh sama sekali bagi seorang gadis yang kini masih berada di alam mimpinya. Sesekali ia menarik kembali selimut tebal yang tadinya hanya menutupi kaki-nya sambil menutupi seluruh tubuh termasuk kepalanya. Mungkin karena sejak kemarin dia mengalami jet lag, Kyungsoo, gadis itu menjadi begitu malas untuk bangkit dari kasur yang terlalu nyaman baginya. Hingga sebuah ketokan pintu terdengar dari luar kamar, membuat gadis itu merenggangkan tubuhnya sebagai respon atas suara yang mengganggu tidurnya, matanya mulai terbuka perlahan-lahan dan berkedip beberapa kali menandakan kesadarannya sudah kembali. Dengan malas dia menyingkirkan selimut yang tadinya menutupi seluruh tubuh mungilnya itu dan menguap. Tak lama kemudian ketokan itu terdengar lagi .
"Kyungsoo ssi? apa anda sudah bangun? Sarapannya sudah siap."
Kyungsoo melirik sebuah jam dinding yang tergantung didinding didepannya.
"MWO?", kyungsoo mengusap-usap matanya, beranggapan bahwa matanya sedang salah lihat, namun setelah melihat jam itu untuk yang kedua kalinya, kyungsoo kembali histeris. "Jam 10.30?", dia langsung bergegas ke kamar mandi setelah melihat '14 panggilan tidak terjawab' dari baekhyun di handphone-nya.
.
"Apa anda akan pergi kesuatu tempat hari ini, kyungsoo ssi?", lee ahjussi yang melihat kyungsoo yang baru saja turun dengan baju yang rapi pun bertanya.
"Neh ahjussi, hari ini aku ada janji untuk bertemu dengan temanku, baekhyun."
"Tapi, nanti sore akan ada orang datang dari butik nyonya Kim untuk mengukur baju anda."
"Memangnya aku akan dibuatkan baju apa?...Tapi ahjussi, baekhyun sedang menungguku sekarang. Aku harus pergi.", kyungsoo segera berlari keluar dan menyetop taxi tanpa mengindahkan panggilan lee ahjussi yang berusaha menghentikannya.
Kyungsoo berhenti di daerah myeongdong, karena cafe tempat nya janjian dengan baekhyun ada didaerah sana. Setelah berjalan beberapa blok, akhirnya kyungsoo sampai di cafe yang sering mereka kunjungi dulu. Dia mendorong pintu cafe yang didalamnya terlihat cukup ramai itu, lalu mengedarkan pandangannya keseluruh sudut ruangan, hingga matanya berhenti pada salah satu orang yang tengah melambai-lambaikan tangan kearahnya, seketika senyuman mengambang diwajah kyungsoo karena dia sangat tidak sabar ingin bertemu dan berbincang dengan sahabatnya yang sudah lama tak ia lihat itu.
"Baekkie?"
"Kyungieee!", mereka pun berpelukan erat tanpa menghiraukan beberapa pasang mata yang menatap heran kearah mereka. Sedangkan mata keduanya tengah berkaca-kaca karna sangat bahagia bisa bertemu lagi setelah sekian tahun lamanya. Setelah beberapa detik akhirnya mereka melepaskan pelukan dan segera duduk.
"Heol kyungie, kenapa wajahmu tidak berubah? Masih sama seperti saat terakhir kali aku bertemu denganmu direuni smp... hahaha."
"Kau juga baekkie, kau tambah cantik.", kyungsoo kembali tersenyum.
Kemudian keduanya larut dalam perbincangan panjang mengenai masa-masa sekolah mereka dan juga saat di perguruan tinggi.
.
Kyungsoo saat ini tengah berjalan pulang, karena baekhyun mengajarinya untuk naik bus tadi. Tapi kyungsoo malah tersesat, untungnya ada seorang ahjumma yang menunjukannya jalan. Kyungsoo sekarang tengah tersenyum-senyum mengingat pertemuannya dengan baekhyun tadi dan mereka berkali-kali mengitari jalanan Myeongdong agar Kyungsoo tidak lupa ataupun tersesat. Mereka memutuskan untuk pergi ke sungai Han besok.
Kyungsoo menyadari bahwa langit mulai gelap, dia juga baru ingat dengan perkataan lee ahjussi tentang orang dari butik taemin eomma-nya, kyungsoo pun berlari kecil ke rumah keluarga Kim yang sudah tidak jauh lagi. Sesampainya disamping pagar, kyungsoo melihat ada sebuah mobil sport merah yang sepertinya akan keluar dari halaman rumah itu, dia memundurkan badannya ke arah samping pagar, dan mencoba melihat siapa orang yang berada didalam mobil yang akan segera pergi itu. Tapi karena terlalu gelap dia tidak melihatnya dengan jelas. Sedangkan orang yang berada didalam mobil itu melihat kearah kyungsoo sekilas sebelum akhirnya pergi meninggalkan kediaman keluarga Kim itu. 'Apa dia orang dari butik?' terka kyungsoo yang segera masuk kedalam rumah.
.
"Aku pulang."
"Kyungsoo-ssi, kenapa anda baru pulang jam segini? Diluar sangat berbahaya bagi gadis seperti anda."
"Jangan khawatir ahjussi, aku pulang dengan selamat kok."
"Nyonya sungmin dari butik sudah menunggu anda sejak tadi sore."
"Jinjja? Apa dia sudah pulang?"
"Dia ada di balkon, temuilah beliau sekarang."
"Benarkah? Lalu Mobil merah tadi siapa?"
"Oh itu adalah tuan muda kim jongin, dia baru saja mengukur... maksud saya dia hanya mampir sebentar untuk mengambil sesuatu.", bohong lee ahjussi yang hampir saja keceplosan lagi.
Sebenarnya, lee ahjussi diminta untuk mengurus segala keperluan pernikahan mereka, tanpa sepengetahuan ataupun persetujuan kyungsoo. Pernikahan mereka? Ya, kim jongin anak dari kim minho dan kim taemin akan dinikahkan dengan kyungsoo atau lebih tepatnya dijodohkan. Minho berniat untuk merahasiakannya dulu dari kyungsoo, karena dia sedikit takut kalau-kalau kyungsoo akan terkejut dengan keputusannya tersebut dan menolaknya. Beliau berencana akan memberitahu kyungsoo besok. Pernikahan ini bukan tanpa alasan. Minho dan appa kyungsoo pernah berjanji untuk menjodohkan anak mereka ketika mereka sudah lulus dari perguruan tinggi nanti. Minho yang sudah menganggap kyungsoo sebagai anaknya itu pun mempercepat rencana pernikahan tersebut karena kyungsoo tidak punya siapa-siapa lagi yang bisa dia harapkan. Walaupun jongin dan kyungsoo belum pernah bertemu sebelumnya, bahkan kyungsoo hanya pernah satu kali melihat photo-nya yang diperlihatkan oleh Taemin, tapi Minho yakin kyungsoo bisa bahagia dengan keputusan mereka itu dan bisa merubah Jongin.
Sementara itu ditempat lain, lebih tepatnya di sebuah club malam.
"Ya, kkamjong, kenapa kau terlambat kesini huh?", tanya teman Jongin yang bernama Chanyeol. Jongin tak menjawab, dia hanya memasang tampang badmood sejak tadi. Sehun, salah satu teman Jongin menyadari perubahan ekspresi dari sahabatnya itu, menyikut lengan chanyeol yang duduk disebelahnya.
"Kau kenapa? apa baru saja putus dengan krystal?", chanyeol kembali bertanya yang langsung disambut dengan jitakan kris dikepalanya.
"Appo!"
"Yaaaa! Jangan mengganggunya. Sudahlah ayo kita minum. Bagaimana dengan satu orang 5 botol?", tantang kris salah satu dari keempat laki-laki itu.
"Aku setuju!", teriak chanyeol.
"Yaaa kris! Kau jangan terlalu banyak minum. Nanti kami yang repot kalau kau sudah mabuk.", ceramah sehun.
"Kalau 2 botol tidak apa kan?", bujuk kris
"Tidak tidak, satu saja sudah cukup.", bantah sehun, mengingat temannya itu benar-benar kacau ketika sudah mabuk berat.
"Yaaa Oh sehun, apa kau ibuku..."
'Greeppp', tiba-tiba Jongin berdiri kemudian berjalan ke arah bar untuk memesan minuman.
"Hei, dia kenapa?", tanya chanyeol sambil menatap heran Jongin yang tengah minum dan digoda oleh bartender yang menuangkan minumannya disana.
"Dia akan menikah.", jawab sehun datar.
"MWOO?!" teriak chanyeol dan kris bersamaan. "De...Dengan siapa? Apa jangan-jangan krystal hamil...?"
"Ya, chanyeol tutup mulutmu!", sehun mulai kesal dengan temannya yang mulutnya asal itu.
"Jadi dengan siapa? Apa dia cantik? Sexy? Ani, Zitao ku pasti lebih sexy dari siapapun.", celoteh Kris diakhiri dengan cibiran Chanyeol.
"Aku juga tidak tau, dia bilang dia akan dijodohkan dengan anak teman ayahnya. Sepertinya tadi dia baru saja kembali dari mengukur baju untuk pernikahannya minggu depan."
"Heol, mengerikan sekali. Kenapa zaman sekarang masih ada yang namanya perjodohan? Ini gila.", rutuk chanyeol.
'PRAANNKK', tiba-tiba terdengar suara pecahan botol kaca dari tempat Jongin minum tadi.
"Arrgghhh, gawat dia mabuk.", Kris memutar bola matanya.
"Bantu aku mengangkatnya, aku akan mengantarnya pulang.", perintah sehun.
Keesokan harinya di rumah keluarga Kim, kyungsoo yang punya janji dengan baekhyun untuk pergi ke sungai Han hari ini, sudah bersiap-siap dan bergegas ke bawah. Namun, kali ini lee ahjussi ingin membicarakan 'hal itu' dengan kyungsoo. Wajahnya pun terlihat begitu serius.
"Maaf nona Do, hari ini anda tidak bisa pergi kemanapun, ada hal yang harus saya bicarakan dengan anda."
"Ta..tapi ahjussi, baekhyun sudah..."
"Batalkan janji anda sekarang. Ini menyangkut tentang pernikahan Tuan muda."
"Pernikahan Jongin-ssi? Jinjja? Apa dia akan segera menikah? Kapan?"
"Apa tuan Kim pernah memberikan sebuah kotak kepada anda?", Tanya Lee ahjussi tanpa menjawab pertanyaan kyungsoo.
"Ya, ada di tas ku."
"Bisa anda bawa kemari?"
Kemudian kyungsoo pergi kekamarnya mencari kotak itu sambil menelfon baekhyun, bahwa dia tidak bisa pergi hari ini. Setelah menemukannya, kyungsoo segera membawa kotak itu ke bawah dan menyerahkannya pada lee ahjussi.
"Saya akan membukanya.", ucap lee ahjussi sambil membuka bungkusan kotak itu.
"Neh.", kyungsoo memperhatikan apa isi didalam kotak tersebut dengan wajah penasaran, namun perasaannya mendadak menjadi aneh. Setelah terbuka, dia melihat secarik kertas disana dan dibawahnya terdapat dua buah cincin berlian yang sangat cantik. "Apa itu?", tanya kyungsoo.
Lee ahjussi menyerahkan kertas itu kepada kyungsoo.
"Ini, bacalah."
Kyungsoo menerimanya lalu membuka lipatan-lipatan kertas itu.
'Kyungsoo, aku tahu kau adalah anak manis yang selalu menyayangi kedua orang tua mu. Appa dan eomma ingin melihatmu tumbuh sebagai wanita cantik, dewasa, dan bijaksana. Kami juga ingin melihatmu berbagi kebahagiaan dengan orang yang kau cintai. Kami hanya ingin yang terbaik untukmu. Jadi cincin ini Appa beli bersama dengan keluarga Kim yang merupakan rekan kerja appa, agar saat kau sudah lulus dari perguruan tinggi nanti kau bisa memakainya bersama dengan orang yang telah kami pilih, dia adalah Kim Jongin, anak dari keluarga Kim. Dia akan melindungimu nanti, percayalah. Jadi kami harap kau bisa berbagi kebahagiaan dengannya. Appa menyayangimu kyungsoo-ya.'
'Tes...', Air mata kyungsoo menetes saat membaca surat yang sepertinya ditulis oleh mendiang appa nya dulu.
Tangannya kini bergetar.
"Ahjussi, katakan padaku, ini tidak benarkan? katakan! Hiks...", kyungsoo meledak. Dia tahu itu memang tulisan appanya. Tapi kyungsoo tidak pernah membayangkan kalau dia akan dijodohkan dengan orang yang bahkan tidak pernah dia lihat. Air matanya bertambah deras. Lee ahjussi berusaha menenangkan kyungsoo yang masih terisak dan tubuhnya gemetar.
"Nona, tenanglah. Bukankah itu adalah keinginan terakhir orangtua anda? Mereka hanya ingin melihat anaknya bahagia dan merasa bahwa anaknya telah dilindungi oleh seseorang. Saya harap anda memikirkannya.", bujuk lee ahjussi.
Air mata kyungsoo kini sudah berhenti, "Baiklah, kapan aku menikah?"
Hening sejenak.
"O...oh itu, pernikahan anda akan dilaksanakan minggu depan.", lee ahjussi kaget karena kyungsoo menyetujui nya dengan begitu cepat, bahkan dia tidak ingin memikirkannya terlebih dahulu?
"Tapi izinkan aku untuk menginap di rumah baekhyun satu hari saja...", kyungsoo terlihat sedikit memohon dengan pipi yang masih basah, lee ahjussi merasa tidak tega dan mengizinkannya karena sebentar lagi gadis itu tidak bisa lagi menikmati masa-masa mudanya dengan bebas.
"Kembalilah besok nona Do, karena kita akan pergi ke butik untuk mencoba gaun pengantin anda.", Lee ahjussi pun berlalu dari sana.
Setelah menghubungi baekhyun lewat telfon, mereka memutuskan untuk bertemu di sungai Han. Kyungsoo yang pertama kali sampai disana, dia menunggu baekhyun dengan tatapan menerawang ke arah sungai Han. Dia kembali mengingat isi surat yang ditulis oleh ayahnya tadi. Tanpa sadar setetes cairan bening kembali meluncur dari matanya. 'Kalau ini keinginan appa dan eomma, aku akan menurutinya.', batin kyungsoo sambil menghapus air matanya. Beberapa menit kemudian baekhyun muncul dari kejauhan, gadis dengan rambut blonde se siku dan bergelombang itu tampak tengah berlari kecil ke arah sahabat yang sudah menunggunya di tepi sungai Han itu. Setelah jaraknya sudah berada sangat dekat dengan tempat kyungsoo duduk sekarang, gadis itu berhenti lalu mencoba mengatur nafas-nya yang tersengal karena berlari tadi.
"hosh...Kyungi, apa kau sudah lama menunggu? Maaf aku terlambat."
"Aniyo. Maaf tiba-tiba memintamu datang kesini.", jawab kyungsoo. Baekhyun yang menyadari ekspresi raut wajah kyungsoo yang aneh pun bertanya pada gadis itu.
"Gwenchana? Kau kenapa kyungie?", tanya baekhyun lembut.
Kyungsoo menatap mata sahabatnya yang menunjukkan kekhawatiran itu.
"Baekki~ Aku harus bagaimana...hiks...", kyungsoo menangis seperti anak kecil yang habis terjatuh. Baekhyun segera memeluk kyungsoo dan menenangkannya.
"Tenanglah, ceritakan padaku, ada apa?", kyungsoo masih menangis, dan akhirnya bersuara.
"Baek, hiks... aku akan menikah...", jawab kyungsoo sambil terisak.
"Mwo? Bu..bukankah itu bagus kyungie, kenapa kau malah menangis?"
"Kau tidak mengerti. Aku dijodohkan dengan orang yang bahkan belum pernah aku lihat dan kau tau? Pernikahanku akan berlangsung minggu depan..."
"...", baekhyun speechless mendengar pernyataan sahabatnya itu.
"Tapi bagaimanapun juga aku tidak bisa menolaknya Baekk, karena ini adalah permintaan dari appa dan eomma ku."
Setelah bercerita panjang lebar dan mendengar nasehat dari baekhyun, kyungsoo merasa sedikit lebih tenang sekarang. Dan ketika langit sudah hampir gelap, mereka memutuskan untuk pulang ke rumah baekhyun.
.
Sementara itu dirumah Jongin, seperti biasa sehun, chanyeol, kris dan kekasihnya tao mengunjungi jongin hanya untuk sekedar bermain atau mengadakan pesta kecil-kecilan demi menghibur Jongin yang sering badmood akhir-akhir ini.
"Kkamjong, apa kau sudah memberitahu krystal tentang pernikahanmu nanti?", tanya chanyeol.
"Aku belum bisa mengatakannya."
"Kapan dia akan kembali dari New york?", sela kris.
"Entahlah, mungkin minggu depan."
"Aku yakin dia akan mengamuk saat mengetahui kekasihnya akan menikah dengan gadis lain.", chanyeol mulai memprovokasi.
"Tapi apa kau tidak curiga, model cantik seperti krystal betah di New york selama tiga minggu. Jangan-jangan dia seling_", ucapan Kris terhenti saat Tao membekap mulutnya dengan tangan. Jongin yang mengerti dengan arah pembicaraan kris hanya diam sambil terus meneguk bir kaleng kesukaannya. Sesaat kemudian terdengar bunyi bel dari luar.
"Biar aku yang buka.", sehun segera berdiri dan berjalan ke arah pintu lalu membuka dan melihat siapa tamu yang datang malam-malam begini. "Oh, Lee ahjussi, masuklah jongin ada didalam.", lee ahjussi kemudian masuk dan membungkukkan pelan badannya.
"Maaf tuan muda, bisa kita bicara sebentar?", tanya lee ahjussi kepada Jongin.
"Yah, bukankah kau bisa menelfon? Kenapa datang kesini? Mengganggu saja...", ketus Jongin sambil berjalan ke luar halaman belakang meninggalkan teman-temannya yang ada diruang tamu.
"Apa?", tanya Jongin datar setelah Lee ahjussi menyusulnya di belakang.
"Besok datanglah ke butik Nyonya Kim untuk mencoba Jas anda tuan."
"Kau datang hanya untuk mengatakan itu?", Jongin hendak masuk ke dalam meninggalkan Lee ahjussi yang terlihat sangat sabar menghadapi majikannya yang satu ini.
"Besok malam setelah dari butik, pergilah makan malam dengan Nona Do. Saya akan menyiapkan tempatnya.", Jongin memijat pelan tengkuknya yang terasa pegal karena mendengar ucapan pelayannya yang terasa seperti menusuk-nusuk tengkuknya itu.
"Terserah kau saja.", Jongin masuk ke dalam lebih tepatnya ke kamarnya dan membanting pintu dengan kasar. Sekelompok orang yang ada diruang tamu itu pun hanya terbengong-bengong melihat sikap teman dan pelayannya itu.
Keesokan harinya, dua orang gadis tengah berjalan-jalan santai menjelajahi jalanan kota Seoul yang masih sepi pagi itu.
"Kau mau mulai darimana Kyungie? Namsan tower? Lotte world? Coex mall? Tapi sepertinya mall masih belum buka jam segini.", ucap baekhyun panjang lebar.
"Terserah saja."
"Ya...jangan begitu kyungie, kau harus menikmati detik-detik terakhir kebebasanmu. Jadi bersenang-senanglah hari ini. Lupakan sejenak tentang pernikahan konyol itu."
"Kau benar. Ayo ke Noraebang!", Jawab kyungsoo bersemangat.
"Neh neh, kajja!", Baekhyun ikut bersemangat sambil mengepalkan tangannya dan mengangkatnya ke udara.
Akhirnya mereka menghabiskan tiga jam bernyanyi di tempat karaoke itu dan dilanjutkan dengan berbelanja di coex mall. Setelah itu mereka memutuskan untuk pulang dan mandi lalu bersiap pergi ke butik milik Taemin.
Sekarang mereka sudah berada dibus menuju butik itu.
"Baekkie, apa kau mau jadi pengiringku nanti?"
"Tentu saja mau, tapi apa tidak apa-apa?"
"Tenang saja, aku akan mengurusnya.", jawab kyungsoo.
Setelah sampai, mereka turun didepan butik itu dan ternyata lee ahjussi sudah ada di dalam sana.
"Nona Do, anda sudah datang? Cobalah gaun anda, karyawan ini akan membantu memasangkan nanti."
"Neh ahjussi. Tapi, saat pernikahan nanti aku mau baekhyun jadi pengiring, bisa kau carikan gaun untuk nya juga?", pinta kyungsoo.
Baekhyun yang sedang melihat-lihat pakaian yang ada didalam butik itu menoleh saat namanya disebut, lalu ia berjalan mendekat ke arah lee ahjussi dan juga kyungsoo.
"Annyeonghasimika ahjussi, namaku Byun baekhyun, aku sahabatnya kyungsoo.", ucap baekhyun sopan sambil membungkukkan badannya.
"Ah, saya sudah pernah mendengar tentang anda dari Nona Do.", jawab Lee ahjussi tersenyum ramah. "Kalau begitu ikuti saya nona Byun.", ucap lee ahjussi kemudian.
Kyungsoo masuk kedalam tirai tertutup berwarna merah beludru itu, sementara baekhyun mengikuti lee ahjussi untuk mendiskusikan gaunnya dengan sungmin, designer yang dipercaya Taemin untuk mengurus butiknya. Setelah beberapa menit kemudian baekhyun sudah selesai dengan gaunnya, kini ia tengah menunggu kyungsoo yang sedang dipasangkan make up dan juga gaun pengantin dibalik tirai tersebut. Sesaat kemudian, Dari luar butik itu tampak sebuah mobil sport berwarna merah yang baru saja tiba dan memarkirkan mobil itu didepan butik tersebut. Si pemilik mobil pun segera masuk ke dalam butik dan disambut oleh lee ahjussi.
"Anda sudah datang tuan muda? Nona Do sedang memasang gaun pengantinnya disana.", lee ahjussi menunjuk tirai beludru yang masih tertutup itu. Baekhyun yang berdiri tak jauh dari sana melihat ke arah mereka berdua sambil sedikit memiringkan kepala seperti sedang berpikir. 'jadi dia calon suami-nya kyungie?' batinnya.
'Zaasshhhh...'
Mendadak tirai terbuka memperlihatkan seorang gadis manis dengan balutan gaun pengantin selutut yang tampak begitu pas di badan mungilnya. Design yang simpel dan tidak terlalu berlebihan serta warna putih yang terlihat pas di kulit putih susu nya. Selain itu make up yang alami membuat kyungsoo terlihat sangat-sangat cantik.
"Heol, Kyungie kau cantik sekali seperti tuan putri saja!", teriak baekhyun histeris. "Lihatlah kemari akan ku photo.", baekhyun mengeluarkan ponselnya.
"Baekkie, aku malu...", ucap kyungsoo yang langsung menutup wajahnya. Sementara itu seorang pria yang sejak tadi menonton dari pintu masuk, menatap pemandangan didepannya tanpa berkedip, entah dia lupa cara untuk berkedip atau terlalu terpesona dengan...ehem, kecantikan gadis itu. Hingga akhirnya Lee ahjussi kembali bersuara.
"Bukankah dia sangat cantik?", tanya lee ahjussi kepada Jongin yang ia tahu tidak akan menjawab pertanyaannya itu. Jongin langsung tersadar dan melemparkan pandangannya ke arah lain.
"Aku tidak punya waktu, dimana jas ku?", tanya Jongin dingin.
"Ikuti saya tuan muda.", mereka pun berlalu dari pintu masuk itu, menuju sebuah ruangan.
Sesaat kyungsoo mencuri-curi pandang ke arah laki-laki yang ia tahu akan menjadi suaminya nanti.
Lee ahjussi datang menemui kyungsoo yang sedang asyik berfoto dengan baekhyun. Dia memberitahukan bahwa nanti malam kyungsoo akan makan malam berdua dengan Jongin disebuah restoran perancis didaerah gangnam. Sebuah rona merah yang tidak terlalu jelas muncul di pipi Kyungsoo. Dia pikir nanti pasti suasana nya akan sedikit canggung karena itu akan menjadi pertemuan pertama mereka.
.
Baekhyun sudah pulang sekitar setengah jam yang lalu. Sekarang kyungsoo sudah berganti pakaian menjadi gaun yang akan dipakainya untuk makan malam nanti. Dia mengahampiri Lee ahjussi dan bertanya.
"Ung, ahjussi...Apa jongin sudah pergi duluan?", tanya Kyungsoo ragu-ragu karna tidak melihat namja itu disana.
"Dia bilang dia akan pulang untuk mandi, setelah itu baru menyusulmu direstoran. Tiga puluh menit lagi kita akan berangkat, bersiaplah."
"Neh.", jawab kyungsoo singkat, jujur saja dia merasa sangat lelah hari ini.
Beberapa menit kemudian, mereka sampai di restoran yang berada dilantai 21. dari luar jendela di restoran itu tampak pemandangan malam kota Seoul yang dipenuhi dengan lampu berkelap-kelip. Sangat mengagumkan, pikir kyungsoo.
Namun Kyungsoo merasa gelisah, karna sudah hampir sejam dia menunggu, tapi Jongin masih belum datang, Lee ahjussi juga sudah pulang sejak tadi karena dia bilang Jongin yang akan mengantar kyungsoo pulang.
Drrttttt drrttttt drtttttt...
Ponsel kyungsoo berbunyi.
'Minho appa', kyungsoo mengangkat telfonnya.
"Yobeoseyo?"
"Yobeoseyo kyungsoo-ya. Kenapa kau tidak menelfon Appa? Apa kau marah karna Appa memaksamu menikah dengan Jongin?"
"A..aniyo appa, maaf karna tidak menelfonmu..."
"Tidak apa, lagi pula ini salah Appa, karena tidak memberitahumu tentang hal ini sebelumnya..."
"Jangan bicara seperti itu Appa, kau terdengar seperti orang jahat saja.", kyungsoo berusaha tertawa walau matanya sudah perih karna menahan air mata.
"haha...dimana kau sekarang?"
"Appa, aku sedang makan malam dengan Jongin sekarang."
"Benarkah, apakah Appa mengganggumu?"
"Aniyo, Jongin sedang ke toilet.", bohong kyungsoo, bendungan air mata nya sudah tidak tertahan lagi.
"Baiklah appa tutup dulu telfon-nya. Maaf jika Appa tidak bisa menghadiri pernikahanmu, semoga nantinya berjalan lancar dan kau bisa bahagia kyungie."
"Neh, Gomaweo ayah mertua ku.", kyungsoo masih mencoba terdengar seceria mungkin walaupun air matanya sudah jatuh dengan derasnya.
"Neh, saranghaeyo anakku.", setelah itu telfon mereka terputus. Kyungsoo mulai terisak sambil menutup wajahnya tak memperdulikan beberapa pelayan yang menatapnya heran.
'Dia tidak datang, hanya aku yang bodoh disini.', batin kyungsoo.
Beberapa jam kemudian, salah seorang pelayan menghampiri kyungsoo, memberitahukan bahwa sebentar lagi restoran mereka akan segera tutup. Kyungsoo mengangguk, kemudian tersenyum miris menatap makanan mahal yang bahkan belum ia sentuh sama sekali, kecuali red wine yang sudah ia habiskan satu gelas. Dia beranjak meninggalkan tempat itu, Ya, ini sudah jam 11 malam. Kyungsoo melihat layar ponselnya ketika sudah keluar dari gedung 30 lantai itu. Lee ahjussi menelfonnya.
"Ne ahjussi?"
"Nona Do, sekarang sudah jam 11. Apakah anda masih bersama tuan muda Jongin?"
"Ya ahjussi, aku sedang bersama-nya, kami akan pulang sebentar lagi."
"Baiklah, kalau begitu saya tutup dulu telfonnya."
Kyungsoo kembali tersenyum miris ketika mengetahui dirinya sudah berbohong kepada dua orang hari ini. Kemudian dia menatap lurus jalanan didepannya 'Ini dimana? Aku bahkan tidak ingat jalan ke rumah', batin kyungsoo. Dengan gaun tipis tanpa mantel ditambah lagi dengan cuaca malam kota Seoul yang cukup dingin, membuatnya menggigil. Setelah berjalan cukup jauh, dia melihat sebuah tempat makan kaki lima yang biasa menyajikan makanan hangat serta minuman soju. Kyungsoo bermaksud mampir kesana sekedar untuk menghangatkan diri, mungkin sebotol soju akan menenangkannya. Saat ingin memesan soju, hampir saja ahjumma pemilik tempat makan itu mengusirnya karena wajah kyungsoo yang terlihat seperti masih dibawah umur, untung saja dia membawa kartu identitasnya dan memberitahukan pada ahjumma itu bahwa dia sudah berumur 23 tahun.
Kyungsoo sudah menghabiskan 3 botol soju yang tentunya membuatnya mabuk dan hilang kesadaran sekarang. Ahjumma itu merasa khawatir lalu memeriksa ponsel kyungsoo dan juga daftar panggilannya, lalu menghubungi seseorang yang bisa menjemputnya kesini. 'Lee ahjussi, Minho appa...', ahjumma itu menelfon 'Minho appa' yang pastinya dia pikir adalah ayahnya kyungsoo.
"Yobeoseyo, ada apa kyungie?", terdengar jawaban dari seberang sana.
"Maaf, apakah anda orangtua dari anak ini? Dia mabuk jemputlah gadis ini segera tuan..."
"Mwo? Apa maksudnya?"
"Sudahlah. Cepat jemput dia, kami akan segera tutup.", kemudian ahjumma itu memberitahukan alamatnya.
Setelah menunggu selama kurang dari satu jam, lee ahjussi datang dan membawa kyungsoo pulang.
.
.
.
.
TeBeCe :-*
.
.
Hallo, Nesu datang membawa cerita baru! Ff ini sebetulnya udah lama ditulis, bahkan sebelum ada 'Red Night', tapi karna ide Nesu lagi buntu waktu itu, jadinya ga dilanjutin. Trus pas lagi mood nulis ff, eh, malah buat ff 'Red Night' itu...Dan penulisan ff 'Good to You' dihentikan sementara *cuiih*
Nah...Karna sekarang ff red night udah tamat kan ya, (dengan akhir yang sangat menggantung dan diprotes oleh sebagian besar reviewers yang menuntut dibuatkannya sequel...LOL) Jadi Nesu berniat untuk melanjutkan nulis ff 'Good to You' ini lagi deh...! :D
Awalnya ga tau mau ngasih judul apa, dan kemaren pas mau publish teaser-nya, Nesu kebetulan lagi muter lagu 2NE1-Good to You, padahal itu asal-asalan aja ngasih judulnya, tapi pas Nesu liat lagi arti dari lagu itu di internet, ternyata ga jauh beda sama cerita ini... 'Chakhan yeojan nappeun namjal johahae wae, Nappeun namjan nappeun yeojal johahae wae'... yehet! *Heboh sendiri*
Btw, soal Red Night, Nesu minta maaf kalo udah bikin readers semua kecewa sama endingnya...hiks...Tapi karna pada minta dibuatin sequel, jadi Nesu usaha-in deh ngelanjutin-nya...Buat kalian apa sih yang enggak? *kumat lagi*
.
Reply time:
Kaisoo32 : Kamu maunya T apa M?kkkk...tergantung sih...mungkin ntar ganti jadi T+ atw M^^
Hyomilulu : masih belum tau berapa chapter nya...yang jelas ga nyampe 10 deh :) nggak...itu nggak NC kok...Cuma pelecehan LOL, liat ntar aja ya~ tapi luhan ga main di ff ini, gimana dong? Ompreng itu apaan?kkkk
yixingcom : yang kemaren itu namanya teaser...lol, makasih udah review^^
Kaisooship : kepanjangan ya teaser nya? kalo gitu apa di END aja ya?hehehe...
KaiSoo Fujoshi SNH : Syukurlah ada yang penasaran...hihi, ini udah lanjut^^...diperkaos? *o* *Nesu ngerti maksudnya*..LOL...Kyungie ga diperkaos(eh?!) koq, cuma dilecehkan...mungkin part yang itu ada di chapter 3? Thanks a lot for review :D
Syifaslsb : Yes, ada yang penasaran lagi...kkkk, ini udah fast update^^ Iya deh, tak buatin sequel Red Night khusus utk kamu (buat readers yg lain juga sih..hehe), ditunggu ya~Thanks for review ;D
(Maap ga bisa bales satu-satu(^^;)
And Big thanks to:
Jhenny/ kaisoohunlovers/ / Guest/ dhee/ wanny/ zoldyk/ dorekyungsoo93/ sehunpou/ SiWonnie407mine/ rahayuuni/ ruixi/ NH/ / Tikha Semuel RyeoLhyun/ Guest/ KaiSoo Shipper/ me1214/ Ah Jimin.
Buat yang nungguin KaiSoo moment nya, yang sabar ya...karna semuanya butuh proses...sihiiyyyyy...Dan makasih buat yang udah nyempetin baca, review, follow, favorite dan sebagainya...Jangan lupa R&R chapter yang ini juga ya^^
.
.
See you :D
.
.
.
