Summary : Apa kau masih tidak menyadarinya? Baiklah, aku terlalu malu untuk mengakuinya kalau aku menyukaimu. . . . . Biarkan perasaan ini aku yang menyimpannya,, Chapter 2, RnR please?

Disclaimer : Vocaloid bukan milik saya tapi milik Yamaha, Crypton

Balas Riview^^

Harada Ayumi-chan : Arigatou XD,, Ini udah di upadate

Berliana-Arnetta03 : Siip dan Arigatou XD

Sora dan Anonim : Ini chapter duanya XD

Hikari-me : Salam kenal juga XD Haha, iya Kaito emang gak sadar

Baiklah, ini dia chp 2 nya


Chapter 2 : Flashback~

((Cerita ini berdasarkan sudut pandang Luka Megurine ))

_Three Days Ago_

Huh, membosankan sekali. Kenapa hari ini tidak di liburkan saja si?

Hai, aku Luka Megurine. Saat ini perasaan ku sangat tidak bagus. Bagaimana tidak? Hari ini guru-guru akan rapat, seharusnya kami bisa libur bukan? Tapi, kenapa kami ditelantarkan seperti ini?

Kelas jadi sangat berisik. Aku yang tidak terlalu peduli hanya duduk terdiam sembari mendengarkan lagu-lagu yang ada di ponselku, ku pasangkan headset berwarna putih di telingaku, lalu ku klik tombol play di ponselku

Bola mataku yang berwarna aquamarine ini menatap sekumpulan siswa yang ada di depan kelas, sedang bernyanyi bersama. Tentu saja Miku, sahabatku, juga ada di sana. Walaupun aku tidak terlalu tertarik, tetapi entah kenapa ada suatu perasaan yang muncul ketika melihat mereka bernyanyi

Sampai ketika seorang pemuda berambut biru dengan syalnya yang warnanya senada dengan rambutnya duduk di hadapanku, membuat pandanganku beralih kepada pemuda berambut biru itu

"Kaito, kau mengganggu ku"

Tawa lebar langsung menghiasi wajahnya. Indah. Ya, aku sangat menyukai ketika pemuda itu tertawa kepadaku. Entah kenapa setiap melihat nya tertawa, ada suatu perasaan senang yang muncul di hatiku. Perasaan yang sampai saat ini masih belum ku ketahui

"Kau tidak ikut bernyanyi di depan?"

Pertanyaan Kaito membuat ku tersadar dari lamunan

"kau sendiri?"

"oh aku? Aku sedang malas saja..hehe"

Terdiam, cukup lama kami berdua terdiam sebelum Kaito memulai pembicaraannya

"Luka?"

"Tunggu"

Ku klik tombol stop di ponselku, ku lepaskan headset dari telingaku lalu ku letakan ponsel dan headsetku di atas meja agar aku dengan mudah mendengarkan Kaito

"Ada apa?"

"Menurutmu, Miku seperti apa?"

DEGH

'Sial! Perasaan ini muncul lagi. Tenang, aku harus tenang, jangan sampai Kaito menyadarinya'

"Oh dia sahabatku, menurutku dia itu orangnya ceria, pandai dan ramah. Kenapa? Oh aku tau, jangan-jangan kau suka padanya ya, Kaito?"

'Bodoh! Kenapa aku harus ngomong seperti itu?Ah, biarlah aku hanya menggodanya saja'

"eh? kau tau? Iya aku menyukai Miku"

DEGH

"Wah bagus tuh.. Ciee kau ternyata bisa suka dengan gadis juga ya..hahaha"

'Kenapa? Kenapa hatiku sakit? Tenang Luka kau harus bersikap biasa saja'

"kau kira aku ini apa, huh?"

"Hahahaha"

Aku tertawa, tertawa hambar. Dia terlihat sangat senang sepertinya. Ah sial! Perasaan ini membuatku gila

Tunggu!

Aku pernah dengar dari seseorang jika kita cemburu kepada seseorang itu artinya kita menyukai orang itu? Apa mungkin aku menyukai Kaito?

"Luka?"

"Eh iya?"

"Mukamu kenapa?"

Jantungku berdetak kencang, mukaku terasa panas, pikiranku berputar entah memikirkan apa. Aku bingung harus menjawab apa, aku tidak terlalu berani untuk menceritakannya kepada Kaito tentang perasaan ku ini

"Eh biasa aja kok..hehe. Sudahlah pokoknya kalau kalian jadian aku minta traktiran takoyaki ya?"

'Bodoh'

"Eh? Apa itu harus?"

'Cepatlah pergi'

"Tentu saja baka"

"baiklah, kalau begitu Arigatou Luka-chan"

xxxxxx

Aku terdiam. Ku pasangkan kembali headset ke telingaku, lalu ku klik tombol play di ponselku dengan volume yang sengaja ku tinggikan. Mendengarkan lagu dengan volume yang sangat tinggi, bisa membuat kita terkena kanker otak. Ya, Kaito pernah memberi tahuku waktu itu. Tapi, aku sengaja melakukan ini untuk menghilangkan perasaan yang mengganggu ku ini. Kebiasaan yang sangat buruk bukan?

Ah~ andai saja aku tidak memiliki perasaan ini

TUUUKK

"I..ittai"

Sebuah jitakan telak mendarat di kepala ku. Tangan kiri ku, sibuk mengusap kepalaku yang sakit sedangkan tangan kananku mencopot headset dari telingaku

"Hei, apa yang kau lakukan?"

"Kebiasaan burukmu muncul Luka! Kau sudah ku panggil sedari tadi tau"

Oh, Miku rupanya. Andai saja bukan Miku, pasti orang itu langsung ku hadiahi sebuah jitakan pula

"ada apa?"

Wajah Miku terlihat pucat, bukan karena sakit tapi sepertinya dia sedang memikirkan sesuatu. Diapun mengambil posisi duduk di sampingku

"Luka, apa aku boleh cerita dengan mu?"

"eh? tentu saja"

"Hmm, a..aku sedang bingung dengan perasaan ku Luka"

"Pasti kau bingung apa kau menyukai Kaito atau bukan, iya kan" jawabku cepat

Miku terdiam, dia memandangku tidak percaya, mukanya memerah

BINGO!

Sepertinya tebakan ku tepat. Huh, sudah ku duga dia menyukai Kaito juga

"Bagaimana kau tau?"

"Itu keliatan sekali dari wajahmu tau..haha"

'lagi-lagi aku tertawa hambar'

Miku menceritakan semuanya kepada ku tentang perasaannya. Huh, benar rupanya dia juga menyukai Kaito. Lalu, bagaimana dengan perasaan ku sendiri? Apa aku harus egois dengan bilang kepada Miku 'Hei bukan kau saja yang suka Kaito', tapi aku tidak akan melakukan tindakan bodoh itu

Biarlah perasaan ini ku simpan sendiri. Rasa sakit dan sesak ini benar-benar sangat tidak enak. Aku tertawa, tersenyum hambar di hadapan mereka. Apa mereka tidak menyadarinya? Sepertinya aku harus ikut ekskul drama karena akting ku yang sangat bagus ini. Apa tindakan ku ini sudah benar?

Apa aku egois?

Aku membantu mereka, tapi aku tersiksa

Apakah aku ini bodoh?

Aku suka, tapi tidak berani bilang

Apakah aku harus terus seperti ini?

Sepertinya drama ini akan terus berlanjut sampai ketika sang pangeran menemukan putrinya. . . . .

Flashback Selesei

_To be Continued_


Chapter 2 done!Gimana minna? XD

Di chapter ini semuanya tentang flashback nya Luka tiga hari yang lalu dan itulah kenapa dia bisa galo, tentang perasaan sesungguhnya Kaito dan Miku

Sudah tau kan perasaan Luka kayak mana? (Ini nyata loh, walaupun ada yang di ubah) :3

Pendek? Iya tau ini pendek, jadi Gomen

RnR, Please?