Hy minna!~ Vio balik lagi~ *tebar bunga* ada yang kangen? Setelah lama vio ga balik
Rin : enggak tuh-,-
Miku : ga ada yang kangen sama lo-,-
Len : kami berharap lu ga usah balik malah #datar
Vio : huweeeeeee kalian semua jahat!
Lenka : sudah sudah Vio-chan jangan nangis lagi yaa! Ada Lenka disini,
Vio : huwaaaa Lenka-chan baikk! Vio kasih pisang deh *ngasih pisang ke Lenka*
Len : ihhh Lenka enak banget masa aku ga di kasih #pundung
Vio : sukurin-,- udah ah lama langsung aja ke cerita!
Disclaimer : Vocaloid, Utaloid, Fansloid, dan loid-loid lainnya bukan punya vio tapi punya yamaha, crypton, dan para creatornya sendiri!
Warning : Bahasa gaje, EYD ga tepat, alur kecepetan, alur nge-bingungin, dll
~Love In Magic~
Chapter2 : Rumah Miku
(Normal PoV)
Terlihat seorang gadis, tidur-tiduran di tempat tidurnya. Siapa lagi kalau bukan seorang gadis berambut honney-blonde beriris azure? Yak kalian masih ingat bukan? Dia adalah Kagami Rin, yang sedang saling mengirim email dengan salah satu sahabatnya.
From : Hatsune_Miku
To : Kagami_Rin
Subject : bosan
Oi Rin! Lagi apa? Bosan ga? Main yuk?
Rin tersenyum tipis melihat email ajakan sahabatnya,
From : Kagami_Rin
To : Hatsune_Miku
Subject : re;bosan
Lagi tetiduran aja ni, bosen banget, main? Kemana?
Rin pun mengirim email singkat tersebut.
TRING!
From : Hatsune_Miku
To : Kagami_Rin
Subject : re;re;bosan
Gatau :D tapi kau ke rumah ku saja jam 8 oke?
Kembali lagi Rin mengirim emailnya kepada Miku
From : Kagami_Rin
To : Hatsune_Miku
Subject : re;re;re;bosan
Ahahahaha, baiklah aku akan ke rumah mu sekarang,
Rin pun melihat jam, yang ternyata masih pukul 7.00, 'ahh masih ada waktu' batin Rin.
Rin pun segera mandi dan bersiap-siap.
10 menit berlalu
Rin pun turun ke bawah,
"Kaa-san, Rin mau pergi main, sama Miku, boleh yah?" *pupy eyes* kata Rin.
"Terserah, asal jangan pulang malam-malam, hari ini tou-san mu pulang," kata ibu Rin.
"Oke bos!" Jawab Rin dengan laga hormat. Rin mengambil roti ber-selai jeruk dan memakannya dengan lahap, setelah selesai makan Rin pun pergi.
"Syalalalalala~" gumaman Rin yang sedang bersenandung.
"Woi Rin!" Terdengar suara memanggil Rin.
"Ah ohayou Len!" Sapa Rin kepada orang itu yang ternyata Len.
"Ohayou mo Rin!" Sapa balik Len pada Rin
"Mau ke rumah Miku?" Tanya Len.
Rin hanya menganggukan kepalanya. Dan mereka pun pergi bersama ke rumah Miku.
(Rin PoV)
Huwaaaaaa tidak mungkin?! Ini ga mimpi kan?! Len ngajakin aku bareng ke rumah Miku. Astaga mimpi apa aku semalam?! Baiklah, aku akan berusaha biasa saja. Tarik nafas, buang, tarik nafas, buang, yap sudah.
"Rin, aku mau bicara," ucap Len serius.
"Bicaralah," ucap ku santai dan sedikit bingung
"A-apakah ka-kau," ah dia terbata-bata, ada apa sih?
"Hm?" Aku memiringkan kepalaku.
"Ah tidak jadi!" Dia pun berjalan melewatiku.
"Lennn! Tunggu!" Ucap ku sambil mempercepat jalan.
#Rumah_Miku
Tok Tok Tok!
Pintu terbuka dengan sendirinya, jangan pikir ini adalah hantu! Kalian ingat kan? Chapter kemarin sudah di jelaskan ini adalah kota sihir.
Kami masuk ke rumah Miku yang besar itu. Disana sudah terlihat Miku duduk dengan manis sambil memakan negi nya.
"Ah Rin-chan! Len! Sudah datang toh! Mari duduk, akan aku buatkan jus," ucap Miku melenggang pergi ke dapur.
Suasana kembali hening ketika kami duduk.
Hening~
Hening~
Hening ~
Heni-
Tok Tok Tok!
Masuklah seorang pemuda berambut biru dengan iris ocean, yaitu Kaito pacar Miku. Kaito datang bersama Lenka dan Rinto.
"Ohayou minna!" Sapa Lenka yang langsung duduk di sebelahku.
"Yo Len!" Ucap Kaito mengangkat tangan.
"Len!" Ucap Rinto mengangkat tangan juga.
"Hm," Len hanya mengangguk.
Miku pun keluar membawa 2 jus pisang, 2 jus jeruk, 1 jus negi, dan ice cream, sepertinya ia menebak melalui kekuatannya.
Kami minum dan berbincang-bincanhg tentang ujian kenaikan kelas nanti.
"Hey, Luka-nee, Meiko-nee, Gakupo-nii, Akaito-nii sedang rapat di sekolah yah?" Tanya ku .
"Ah! Iya! Katanya nanti siang mereka kemari, mungkin sebentar lagi," jawab Miku, aku pun hanya ber-oh-ria.
Hening~
Hening~
Hening~
Hening~
"Ahhhh jangan hening dong!" Teriak Rinto tiba-tiba.
"Habis mau apa?" Ucap Kaito datar.
"Ayo kita main, mumpung Luka-nee, Meiko-nee, Gakupo-nii, Akaito-nii belum datang!" Usul Lenka.
"Boleh tuh!" Jawab ku semangat, habis bosan banget.
"Hn," Len hanya mengeluarkan sedikit suara(?) Pelit sih! #plaakkk
"Mau main apa?" Tanya Rinto bingung(?)
"Main ToD ajaa!" Jawab Miku dengan smirk nya, perasaan ku gak enak nih.
"Terserah," jawab seseorang yaitu Len.
Baiklah, sekarang permainan akan di mulai. Tongkat sihir entah siapa pemiliknya berhenti di depan ku. Arhhhhhh semoga Miku tak bertanya aneh-aneh, mungkin kalian bingung karna aku berkata 'bertanya' itu karna aku tak akan memilih dare! Hahahaha.
"Aha! Rin-chan! ToD?" Miku tersenyum jahil.
"Err, truth saja," aku sedikit panik dengan senyum jahilnya itu, arghh Miku awas kau!
"Ehm, tenang, aku tak bertanya macam-macam kok," ucapnya masih ber-smirk-ria. Aku hanya terdiam.
"Okelah, aku kasih pertanyaan yang gak sulit deh," sepertinya Miku kalah karna aku diam ehehehe, akhirnya gak di kasih soal yang aneh-aneh.
"Jawab jujur yaa! Siapa yang kamu suka?" Miku ber-smirk, Oh tidak! Aku salah akan itu! Arghhhh Miku! Kau tega sekali pada sahabat mu sendiri .
"Eh? Aku gak suka siapa-siapa kok!" Jawabku, entah kenapa terasa sekali pipi ku merona.
"Jawab jujur! Ehm atau tidak, berikan inisial nya saja!" Ucap Miku masih dengan senyum seramnya itu.
"Baiklah, baiklah, tapi hentikan senyum mu itu," jawab ku pasrah. "Inisial belakangnya adalah N, gak boleh ada yang komen ya, aku sudah jawab!" Lanjut ku.
(Len PoV)
Apa?! Rin sudah menyukai seseorang? Tapi ngomong-ngomong siapa ya orang yang ber-inisial belakang N itu? Apa aku? Ah gak mungkin, mana mungkin Rin menyukai ku.
"Hoi! Siniin dong tongkat nya!" Rin berkata seakan pikiran ku kabur(?). Miku pun memberi tongkat sihir yang di pakainya untuk bermain, sebenarnya itu bukan tongkat sihir sih, tapi itu adalah tongkat yang di beri sihir.
Rin melambaikan(?) Tangannya di depan tongkat itu, akhirnya tongkat itu pun berputar dah ... Yap! Berhenti di Rinto! Untung bukan berhenti di aku.
"Yeay! Rinto! ToD?" Tanya Rin senang banget kayaknya.
"Dare," jawab Rinto tenang.
"Cium pipi Lenka!" Tantang Rin dengan semangat.
"Baik!" Apa?! Apa telinga ku bermasalah? Dia menerimanya, wahh bagus nih. Ku lihat Miku mempersiapkan kamera nya diam-diam.
3 ... Semua diam dan Lenka menutup mata.
2 ... Miku siap-siap
1 #cklek ... Bunyi kamera Miku memfoto Rinto yang mencium Lenka. Bwahahahahahahaha! Lenka blushing Rinto juga! Tapi apa Lenka tidak marah?
"Maafkan aku... Lenka," ucap Rinto menundukan kepalanya.
"Ahh gapapa kok... Rinto," balas Lenka tersenyum.
"Mana sini Rin tongkatnya!" Seru Rinto agak galak. Ahahahaha, tapi gapapa lah untuk menghibur hati.
"Ehehehehehe iya ini," Rin menyerahkan tongkat itu pada Rinto.
Rinto pun meramalkan(?) sesuatu pada tongkat itu. Tongkat itu pun berputar berputar dan yakkk! Berhenti di Miku.
"Mikuuu~ pilih yang mana? Truth or dare?" Ucap Rinto agak sedikit .. Menjijikan.
"Ahhh! Aku pilih dare!" Waw cewe ini berani sekali memili dare, apa dia tak khawatir?
"Tantangannya ad-" sebelum Rinto menyelesaikan perkataannya, ada yang mengetuk pintu.
Tok Tok Tok!
Miku pun membukakan pintu. Ternyata yang datang adalah Mikuo, Hatsune Mikuo ya dia adalah kakak nya Miku.
"Tadaima!" Seru kakaknya tersebut, dan langsung di sambut seruan atau lebih tepatnya teriakan sahabat-sahabat Miku.
"Okaeri Mikuo-san!" Teriak kami bersamaan.
"Ha'I ha'I! Kalian sedang apa disini? Rapat?" Tanya Mikuo dengan polosnya.
"Kami mau mainlah, sambil nungguin Gakupo-nii, Luka-nee, Akaito-nii, dan Meiko-nee pulang rapat sekolah," jawab Kaito.
"Ohh, mereka sudah mau pulang tadi," jawabnya, benar juga ya, Mikuo kan osis juga.
Tok Tok Tok!
Pasti itu mereka! Akhirnya mereka datang juga. Bosan disini terus menerus.
"Hai minna!" Seru mereka saat Miku membuka pintu.
"Hai," seru kami.
"Jadi kalian mau kemana?" Tanya Rin tiba-tiba.
"Kami mau mengajarkan kalian! Hey, Mikuo kau mau ikut gak?" Tanya Luka-nee pada Mikuo.
"Sekalian kau ajari mereka," ucap Akaito-nii.
"Boleh, ayo, tapi dimana kita mau mengajarkan mereka?" Tanya Mikuo.
"Kita ke ... Padang rumput!" Jawab Gakupo-nii misterius.
"Ayo jangan buang-buang waktu!" Ucap Meiko-nee yang sudah tak sabar.
"Baik! Mari kita pergi!" Ucap Miku menggandeng Kaito.
Kami pun pergi terbang ke tempat yang mereka bicarakan. Aku memakai earphone tuk mendengarkan lagu. Diam-diam aku melirik Rin. Dia terbang dengan tenang dan bersenda gurau.
"Hoy! Jangan liatin Rin mulu!" Ucap Rinto sambil tertawa kecil.
"Apaan sih?" Ucap ku agak kesal. Aku melepaskan earphone ku.
"Hihihi, kau suka Rin yaa?" Tanya nya tertawa.
"Hn, terserah mu lah!" Jawab ku dingin dan datar.
"Waw! Dingin sekali aura mu," ucap Rinto masih geli.
"Tau ah, kau sendiri suka sama Lenka kan?" Tanya ku dengan smirk.
"Ah! Itu mah sudah pasti!" Jawab Rinto dengan polosnya. Aku pun menggelengkan kepala ku.
"Hehehehe," dia hanya tertawa dengan gaje nya. Hahh, dia memang seperti ini.
(Normal PoV)
Mereka pun terbang ke tempat yang di bicarakan mereka. Oke mari kita lihat mereka masing-masing.
Miku dan Kaito : mereka ini dimana-mana tetap saja bermesraan. Hadehh!
"Miku-chan!~" ucap Kaito.
"Kaito-kun!~" balas Miku.
Skip aja masalah mereka berdua.
Luka dan Meiko : keadaan masih tenang dan santai.
"Kira-kira mereka ber-elemen apa ya?" Tanya Meiko.
"Pasti bagus! Mereka kan anak rajin," jawab Luka.
"Ehm, ya itu sudah pasti!" Seru Meiko.
Lanjut ke yang lain!
Gakupo, Akaito, dan Mikuo : wah keadaan agak ribut disini.
"Hey! Terong lah yang paling enak!" Seru Gakupo yang ingin mengeluarkan katana miliknya.
"Tidak! Yang paling enak itu Negi!" Seru Mikuo tak mau kalah.
"Terong dan Negi itu gak enak! Enakan juga Cabe!" Ucap Akaito santai sambil meminum(?) Cabe nya.
"Dasar maniak cabe," gumam Gakupo dan Mikuo.
Rusuh banget disitu. Ayo lanjut ke sebelah(?).
Rin dan Lenka : sangat tenang dan damai. Hanya ada canda gurau disana.
"Lenka!~" panggil Rin.
"Rin-chan!~" balas Lenka.
Mereka pun tertawa bersama.
Ayo lanjut ke Rinto dan Len
Rinto dan Len : mereka hanya bercanda sedikit.
"Waw! Dingin sekali aura mu," ucap Rinto masih geli.
"Tau ah, kau sendiri suka sama Lenka kan?" Tanya Len dengan smirknya.
"Ah! Itu mah sudah pasti!" Jawab Rinto dengan polosnya. Len pun menggelengkan kepalanya
Itu lah kejadian-kejadian yang mereka alami(?) Saat dalam perjalanan. Setelah lama ... Mereka pun sampai.
~BERSAMBUNG~
Vio : Huwaaaa gomen'nasai readers, vio telat update! *ojigi*
Len : Kau pemalas sih!-"
Rin : Chapter ini garing banget *sweatdrop*
Vio : Gomen'nasai minna-san, vio telat update, cerita ini pun garing, ga bagus mungkin, kalau ada yang mau kasih saran boleh kok, flame pun boleh tapi jangan kelewatan #plaakk
Miku : Pokoknya Vio-chan selaku author fict ini meminta maaf sebesar-besarnya jika ada kesamaan judul atau dll lah,
Kaito : Maaf pula jika chapter ini tidak memuaskan para readers dan agak OOT
Vio : Oh ya! Ini balasan reviewnya ..
~. Yukina Yume
Huwaaa Arigatou Yuki sudah mau baca dan review fict vio! XD
Oh ya terimakasih juga sudah beri saran, saran mu sangat berguna!
Mampir review lagi yaa? *pupy eyes*
~. Kiriko Alicia
Ehm, kasih tau gak yaa? Hehehehe, nanti di chapter depan entah kapan pasti akan terbongkar tentang kekuatan mereka!
Maaf kalau chapter ini agak OOT, Arigatou tuk review nya! XD
Sempatkan lagi ya buat review lagi yaa! Ini sudah lanjut!
~. Ryuuna Hideyoshi
Iyaa! Jangan kasih tau yang lain ya! Kalo 'mereka' itu mereka! #ha
Kekuatan besar itu kekuatan gabungan(?)
Yaps ni sudah lanjut! :D
~.
Ini sudah lanjut!
Makasih sudah di bilanh lumayan! :)
Review lagi yaa!
~. Hime Azuya
Huwaaaa Azuya-chan, vio kan sudah bilang._. Kalau ada buat fict
Ganbatte mo! XD
~. Shirota Sakuya
Ehehehe, sweatdrop dong._.
Maaf kalau paragrafnya kepanjangan :D
Maaf pula gak update kilat :(
Tapi Arigatou sudah review! Ganbatte mo!
~. bellachintya dan bellachintyabel
Makasih sudah baca fict nya walau gak ngerti-"
Buat : siao kia
~. vinna
Wahh kamu sempatin baca fict ku juga yaa!
Arigatou sudah review! ^^
Vio : sudah cukup balasan review nya!
All : Review please? *pupy eyes*
