Yakina: Hai, hai~
Emi: Aloha, minna! Ehm, alasan keterlambatan update, silahkan tanya Yakina! ==
Yakina: Kok gua lagi sih!
Emi: Yeeee, habis elu jarang OL sih! No. HP-mu mana gua tauuu!


Disclaimer:
Hetalia © Hidekaz Himaruya
Story © Gothic Girls a.k.a Yakina and Emi
Idea © Yakina
Write edit(?) © Emi


WARNING:
OOC, OC, aneh, abal, gaje, typo, EYD hancur, dll


DON'T LIKE? DON'T READ!
NO NEED FLAME! JUST NEED CRITIC, SUGGEST, AND REVIEWS!


"Aku cari perhatian cewek itu ya! Supaya bisa diajak ngomong," kata Prussia. Ia lalu berusaha mencari perhatian Nesia. Dan mengajaknya ngomong.
"Halo, namamu siapa, cantik?" kata Prussia dengan jurus rayu-merayu yang diajarkan France padanya.
"Hei! Jangan goda pacar o—"
DUAGH!
"Jangan mengganggu ya?" ujar Prussia sambil berbisik pada Nether yang tak sadarkan diri.
"Nggg... Itu privasi!"
GUBRAK!
Prussia sukses ber-gubrak ria. Karena ia gagal mengetahui nama Nesia, datanglah France sambil membawa mawar.
"Hello, ma cheri. Boleh kena—"
"KYAAAAAAA!"
DUAGH!
Sebelum France selesai berbicara, Nesia sudah mengeluarkan jurus 'perlindungan dari cowok mesum' dan..
.. France pun pingsan. Dan parahnya lagi, teriakan super Nesia berhasil terdengar sampai ke kastil. Luxe—yang kebetulan ada di kastil—pun mendengar suara lengkingan tersebut.
"Broer pasti bikin masalah lagi..." gumamnya. Ia lalu segera menuju ke tempat Nesia.


"Lepaskan!" jerit Nesia sambil meronta-ronta. Prussia dan France sudah mengunci tangannya.
"Hei..." Suara seseorang menggema. "Kalau kalian berani ganggu dia, kalian akan masuk neraka..."
"S—siapa itu!" pekik kedua penjaga Nesia.
"Aku adalah..."
Tap!
Sesosok lelaki memegang pundak Prussia. "Vampir.."
"GYAAAAAAA!"


"Makasih banyak sudah menolongku ya..." kata Nesia.
"Yeah. Gak apa. Ngomong-ngomong, kamu Nesia ya?" tanya lelaki itu.
"Iya. Kamu siapa ya?" tanya Nesia. 'Kayaknya pernah ketemu nih..'
"Aku Luxe. Luxembourg. Adik broer—ehm, Nether," ujar Luxe sambil menyodorkan tangannya.
"Salam kenal, Luxe!" kata Nesia diiringi senyumnya.
"Ehm, aku mau tanya, broer kenapa ya?" tanya Luxe sambil menunjuk Nether yang terkapar(?) tak berdaya.


Keesokan harinya..
"Selamat pagi semua!" seru Nesia semangat.
"Pagi, Nes," sapa Bella.
"Ohayou gozaimasu, Nesia-chan," ujar seorang pemuda dari Jepang—Honda Kiku.
"Nes, tadi kamu dibilangin seksi sama perkumpulan Nesia Lovers, Iho," bisik Bella. Kontan saja, Nesia blushing.
"A—eh... Bener ya?" tanya Nesia gugup.
"Ya iyalah! Telingaku gak budek tahu!" sembur Bella pedas.


KRIIINGGG!
Bel pelajaran pertama pun berbunyi. Dan pelajaran kali ini adalah pelajaran Pak Rumania dan Pak Germania—duo guru yang seperti 'lem' saja.
"Selamat pagi,"
"Pagiiii, Pak Guruuuuuuuuu!" Semua murid ber-koor ria.
"Ok, kali iniiiii..." Pak Rumania menghentikan pembicaraannya. Murid-murid panas dingin(?).
"Stop! Ehm! Netherlands!" panggil Pak Germania. Semua murid (-Nether) melirik ke si korban(?).
"A—ada ap—apa, Pak?"
"Habis dari salon ya?"
GUBRAK!
Seisi kelas berhasil tertawa terbahak-bahak sampai rahang putus(?).
"PAAAAAAKKKK! Ini rambut udah dari lahir tahuuuu!"
"Oh, kirain apaan..."
"Ok! Pelajaran kali ini adalah bla blablablabla..."
1 jam kemudian...
"Sumpah! Ini adalah penjelasan terpanjang di duniaa!" rutuk Nesia. Ya, karena duet antara Pak Germania dan Pak Rumania adalah hal terbosan yang pernah ada. Plus plus dengan penjelasan datar sedatar jalanan lurus(?).
"Memangnya elu aja yang berpendapat kayak gitu!" kata Bella.
"Sejauh ini, ya," jawab Nesia dengan tampang innocent.
"Jah!"


Setelah melalui penjelasan panjang—sekaligus duet bertengkar—dari Pak Germania dan Pak Rumania, tibalah jam yang ditunggu-tunggu semua murid Hetalia Gakuen. Istirahat.
"AKHIRNYAAAAA!" pekik Sey gembira.
"Yippi! Beli es krim dulu ah," ujar Nesia sambil berjalan ke kantin.


"PENGEN ES KRIM!" jerit Nether frustasi.
"Wait bro! Kami gak mau traktir kau!" kata Alfred.
"Oh, ayolah! Sekaliiiiiiiii ajaa!" pinta Nether sambil mengeluarkan rabbit eyes no jutsu(?) miliknya.
"No, no, no! HERO ini mau menabung buat beli hamburger!" kata Alfred sambil menunjukkan 50 dollar miliknya.
"Oh, ayolahhh! Es krim cuma 1 dollar kok!"
"No, no, no," ujar Alfred sambil menggelengkan kepalanya tiga kali.
"OII, BLOODY GIT! JANJIMU! TRAKTIR GUE ES KRIM!" teriak Arthur.
"Ok, Iggy!" ujar Alfred sambil berlari ke arah pemuda beralis numpuk(?) itu.
'Cih! Sama pacar—ehm, sahabatnya baik! Sama teman masa kecilnya...' batin Nether frustasi.
"Apa yang kau pikir, bloody hell?"
"GYAAA!"


"Es krim! Hore!" pekik Nesia sambil memakan es krimnya. "Aduh, nyamannyaa!"
"He—hei, jangan norak dong!" seru Elizaveta. "Makan es saja sampai teriak-teriak kayak gituu..."
"Oke, ok—KYAAA!" Nesia tak menyadari kalau Heracles tertidur pulas dengan gaya terlentang. Dan sialnya lagi, di depan Nesia, Nether sedang berlari super kilat menghindari serangan Arthur dan...
BUAGH!
"Eh?" Arthur mengerjap matanya berkali-kali.
Nesia dan Nether membuka mata mereka bersamaan dan...
"APAAAAAAA!" Keduanya segera berdiri. Menahan rona merah di pipi masing-masing.
"Eh, eh, itu first kiss Nesia," ujar Mei-mei dengan tampang innocent.
"TEEDAAAAAAAK!" jerit para Nesia Lovers. Tercatat, 5 orang pingsan, 27 orang patah tulang, dan 30 lainnya patah hati.
"D—DASAR NETHER MESUMM!"
PLAK! DUAGH! BUAGH! KABOM!


Emi & Yakina: Yosha! Ini dia update-nya~~
Emi: Yap! Ini dia! Semoga seru dan engg...
Yakina: Bikin ketawa! Haha~ Ok, dinanti review-nya~ ;)
Emi: I am waiting! I am waiting!