A/n : Hufft. Rencananya saya hanya ingin membuat Oneshoot. Tapi berhubung ada yang request chapter baru saya buat. Jika tidak suka, jangan dibaca. Di sini Konan adalah laki-laki.
Warning : 18+, jika ingin lemon bilang di review, genderbent, typo(s).
Disclaimer : Masashi Kishimoto
[Two Others]
Jiraiya, atau sekarang bisa dipanggil Namikaze Yuki tengah berbaring di kasurnya. Dia baru saja pulang dari berpiknik dan belanja baju baru untuknya bersama kedua orangtua angkatnya. Dan di hari yang semakin sore ini, Yuki hanya bisa menghela nafas panjang. Sebentar lagi mereka akan ke rumah sakit untuk memeriksa tubuh Yuki. Apakah sehat atau ada gejala penyakit. Sekalian untuk mengambil surat identitas barunya.
Dan beralih darinya, seorang gadis muda tengah berbaring di rumah sakit. Matanya menatap ke langit kamar dengan tatapan kosong. Dari penampilannya ia terlihat seperti gadis berumur 17 atau 19 tahun. Namun dibalik semua itu, dia terkena FHI.
Jika bertanya siapa dia sebelumnya, namanya Uchiha Madara. Salah seorang tetua klannya sendiri yang telah berumur 90 tahun. Tua? Memang iya. Tapi dia adalah salah satu dari genius-genius Uchiha. Namun beberapa jam yang lalu ia berubah menjadi seorang perempuan. Tentunya tidak ada yang tahu selain istri dan anaknya. Naasnya, sang istri merasa sangat cemburu melihat Madara saat ini. Tubuh sempurna bak seorang model itu sekarang menjadi milik Madara. Dan anaknya, tidak mau mengakui Madara sebagai ayahnya lagi. Bahkan dia meminta Madara untuk berpura-pura menjadi pacarnya agar ia bisa menunjukkan bahwa dirinya hebat pada teman-temannya. Tentunya ini membuat Madara frustasi.
Bicara soal istri dan anaknya, mereka adalah Uchiha Mikako dan Uchiha Obito. Uchiha Mikako, sudah berumur 68 tahun namun masih terlihat berumur 40 tahunan. Selisih umurnya dan umur Madara memang jauh. Mungkin karena pernikahannya saat ia berumur 19 tahun dan Madara pada umur 60 tahun hanya agar harta Madara bisa turun padanya. Tentunya juga karena Madara saat itu masih terlihat muda. Jangan salah, klan Uchiha dan Senju terkenal akan keawetan muda mereka. Lalu anak Madara yang bernama Uchiha Obito. Dia anak yang periang. Namun ia terlalu tak percaya setelah melihat wujud sang ayah yang baru dan pikiran mesumnya keluar, sehingga meminta ayahnya menjadi pacarnya langsung.
Mereka berdua kini sudah tidak bersama Madara lagi. Setengah dari kekayaan Madara yang jumlahnya spektakuler itu diwariskan pada mereka. Dan setengahnya lagi masih bersama Madara. Saat tahu ia akan berubah menjadi perempuan, ia langsung mengubah isi surat warisannya sehingga ia tidak akan kesusahan kelak. Ia memang sudah menyangka kalau istrinya akan menceraikannya. Miris memang. Terlebih lagi, beberapa surat yang berisi identitas barunya sebagai 'Uchiha Miranda' sudah dibuatkan sang mantan istri sebagai tanda terima kasihnya selama ini.
Sebuah koper juga ada di dekatnya. Koper berisi semua pakaian perempuan yang sudah diukur oleh Mikako dan diberikan padanya. Ciri lain dari klan Uchiha, di baju mereka sering tertampang lambang klannya. Koper itu berisi banyak baju dan Madara sudah melihat isinya. Dia tidak berniat menurunkan gengsinya untuk memakai pakaian 'girly' di koper itu.
Seorang suster masuk ke kamarnya.
"Emm, nona Miranda, nona dipanggil dokter sekarang." Ucapnya.
Madara merengut saat mendengar ia dipanggil nona.
Bersamaan dengan itu di kamar pasien lain, seorang wanita berambut merah panjang terbaring di kasur rumah sakit. Bersama seorang pria berambut biru pendek duduk di dekatnya.
"Konan, terima kasih. Kau sahabat yang baik." Ucap si wanita pada si pria bernama Konan.
"Ya. Aku akan selalu di sisimu Nagato." Balas si pria mengenggam tangan wanita itu.
"Mungkin Nagato tidak akan cocok lagi buatku." Ucap Nagato sedih.
"Ya. Kurasa juga begitu. Dan hei, aku lihat identitas barumu sudah datang dan aku mengeceknya. Nama Uzumaki Nagato telah berganti menjadi Uzumaki Haruka."
Nagato malah tersenyum miris.
"Ya. Itu harusnya menjadi nama adikku. Kau tahu kan, sebelum ia lahir ayah dan ibu kecelakaan dan meninggal."
Konan langsung terdiam. Dia menyesal menanyakannya pada Nagato. Nagato selama ini tumbuh sendirian. Orangtuanya sudah meninggal saat kecelakaan pesawat bertahun-tahun lalu. Dan tanpa sengaja Konan melihat Nagato menangis.
"Apa yang akan mereka katakan ya, kalau aku sudah jadi begini?" gumam Nagato.
Konan merasa semakin tidak enak dan mengelus pelan rambut Nagato.
"Jangan menangis. Sudah kubilangkan, aku akan selalu di sisimu." Ucap Konan dan entah kenapa membuat Nagato sedikit tenang.
Tak lama kemudian seorang suster masuk.
"Nona Haruka, dokter ingin bertemu nona di ruangannya." Ucap suster itu.
Nagato bersumpah kalau tadi ia melihat Konan menahan tawanya saat mendengar Nagato dipanggil nona.
Kini Jirai,upps, Yuki sudah berada di rumah sakit. Tepatnya di ruang dokter bersama dua orang wanita lain yang hanya memakai gaun rumah sakit. Ayah dan ibunya berada di luar bersama seorang pria berambut biru.
"Akan kujelaskan situasinya. Mulai dari nona Yuki." Tunjuk dokter pada Yuki.
"Diantara tiga orang yang terinfeksi penyakit FHI, hanya kau yang berubah di rumah. Ini identitas barumu. Semua sudah dibuat sesuai tubuh barumu. Dari data pemeriksaan kau sehat. Tubuhmu sudah seperti perempuan pada umumnya. Dan karena kau sudah memiliki orangtua angkat, mereka yang akan mengurus kehidupanmu selanjutnya. Lalu ini beberapa pakaian yang sudah kami ukur untukmu." Jelas dokter itu sambil memberi tas plastik berisi pakaian. Yuki dibuat tertawa pelan saat mengingat belanjaannya yang sudah banyak di kamarnya. Salahkan Kushina.
"Lalu nona Haruka. Kau berubah tadi pagi. Dari pemeriksaan kau sehat. Identitasmu juga sudah ada. Sama seperti nona Yuki, kau sekarang adalah perempuan utuh. Lalu karena kau memang sudah tidak memiliki orangtua dan keluarga lain, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Kami sudah membuat surat pengunduran diri dari kampusmu dan juga surat masuk ke SMA baru. Dan ini pakaianmu." Jelas dokter itu lagi sambil memberikan beberapa tas plastik berisi pakaian. Terlihat bahwa isinya lebih banyak dari milik Yuki.
"Terakhir, nona Miranda. Kasusmu paling unik. Sama seperti mereka, kau sekarang perempuan utuh. Kau sehat. Karena surat identitas barumu sudah ada dan kau juga sudah memiliki uang untuk biaya hidup barumu, kami serahkan semuanya kepadamu. Kami juga sudah memasukkan surat masuk ke kampus tempat nona Haruka dulu sekolah. Semua ada di dalam berkas identitasmu. Dan ini juga pakaian untukmu." Ucap dokter itu memberi sebuah tas plastik berisi pakaian.
"Selamat menikmati hidup kalian yang baru. Maaf karena kami tak bisa berbuat apa-apa." Ucap dokter itu.
Lalu tiga orang perempuan mantan pria itu keluar. Dan di luar, Kushina langsung menanyakan anak angkatnya. Yuki menjelaskan semuanya, bahkan tentang Haruka dan Miranda yang menderita penyakit sama. Kushina terkejut saat mendengar nama marga Haruka.
"Kau Uzumaki. Kalau begitu kau termasuk keponakanku." Ucap Kushina. Sontak hal ini membuat Haruka senang karena kembali memiliki keluarga.
Mereka lalu pulang. Konan dan Haruka pergi bersama ke rumah Haruka dengan motor Konan. Sedangkan Yuki bersama orangtuanya. Dan Miranda bersama mereka berkat paksaan Kushina. Mereka lalu berhenti di depan apartemen Miranda yang kebetulan dekat dengan kediaman Namikaze. Lalu pergi.
Miranda kini tengah berbaring di kasurnya.
'Jadi begini jadinya. Apa boleh buat. Aku harus berterima kasih karena diberi anugrah seperti ini.' batinnya pasrah.
Lalu ia mengeluarkan isi tasnya dan menatanya di lemari. Dari yang ia lihat, tak ada celana sama sekali. Dan Mira kembali dibuat menggerutu kesal. Di tubuhnya hanya ada sebuah gaun putih polos selutut yang diberikan rumah sakit. Ia dan Haruka disuruh Kushina untuk ke rumahnya malam ini. Dan sebentar lagi malam. Satu-satunya alasan Miranda ingin pergi adalah karena mendengar dia akan mendapat keuntungan. Dia menghela nafas dan membuka gaunnya. Lalu ia masuk ke kamar mandi.
Di kamar mandi ia mempelajari tubuh barunya. Klan Uchiha adalah klan terhormat. Dan jika ia harus menjadi perempuan, ia harus menjadi perempuan terhormat.
'Setidaknya aku memiliki tubuh indah dan wajah yang cantik.' Batinnya lagi.
Setelah mandi dan masih dengan handuk yang terikat di pinggangnya ia berdiri di depan cermin. Menyadari kalau pemandangan di depannya aneh, ia melilitkan handuk di pinggangnya juga untuk menutupi dadanya. Mira bersumpah, jika saja pantulan di cermin bukan dirinya ia pasti akan menyerang si perempuan. Namun sayang itu dirinya. Lalu ia membuka lemarinya dan mengeluarkan beberapa pakaian yang paling tidak feminim.
Hampir setengah jam kemudian, dia benar-benar berubah. Di tempatnya ada seorang perempuan cantik dengan rambut panjang sepinggang. Mengenakan sebuah kaos biru berlengan panjang yang cukup memperlihatkan lekuk tubuhnya dan sebuah rok hitam panjang sampai bagian tengah betisnya. Lalu tepat di bawah dadanya, ada sebuah tali yang sedikit lebar lebar dan membentuk pita dibelakangnya. Di bagian depan tali itu ada lambang klan Uchiha.
Miranda menghela nafas lagi. Ia lalu merasa hampa di kakinya. Saat melihat kaos kaki panjang berwarna hitam, ia memakainya. Saat ia sadar, kaos kaki itu sangat lembut dan nyaman di kulitnya. Sama dengan bajunya yang lain. Kaos kaki itu sangat panjang dan sampai menutupi separuh pahanya. Walau pahanya sendiri tertutup roknya. Dia mengambil sepatu selop perempuan berwarna biru. Itu satu-satunya sepatu yang tidak memiliki hak. Lalu memasukkan handphone barunya, dan uang ke dompet barunya. Di baju yang ia kenakan tidak ada saku sama sekali. Saat melihat semuanya sudah sempurna, ia berjalan keluar dan berjalan ke rumah Kushina yang tak berjarak jauh.
Sepanjang perjalanan, Mira dibuat tak nyaman saat dipandangi oleh pria-pria di sekelilingnya. Beberapa kali ia digoda dari mereka. Dan ia memilih untuk tidak menghiraukannya.
Beralih ke Na-bukan-Haruka. Dia bersusah payah memakai pakaian barunya. Konan menunggunya di luar. Dan hampir setengah jam berusaha, Haruka keluar. Ia memakai sebuah kaos merah dengan lengan yang amat pendek, rok panjang setengah betis berwarna putih, lalu sandal putih dengan aksesoris bunga. Rambutnya diikat satu karena ia tak terbiasa rambut panjang. Di tangannya ada dompet merah.
Konan tersenyum melihat penampilan Haruka.
"Bagaimana?" tanya Haruka malu.
"Cantik. Aku tak menyangka kau akan langsung memakai rok." Ucap Konan memuji.
Haruka menghela nafas.
"Tidak ada satupun celana dan satu-satunya alas kaki yang tidak berhak adalah ini. Lalu pakaian ini tidak memiliki saku satupun. Aku harus membawa dompet ini." jelasnya.
Konan mengangguk dan menyuruh Haruka naik. Saat Haruka ingin naik, ia menyadari kalau ia memakai rok. Dan ia kebingungan.
"Kalau begitu kau harus duduk miring, seperti perempuan biasanya." Ucap Konan saat melihat raut bingung di wajah cantik Haruka.
"Tapi motormu itu sangat tidak enak bagi perempuan. Aku tahu itu agar dada perempuan menempel di punggungmu dan kalau duduk miring terpaksa memelukmu." Ucap Haruka melihat motor ninja Konan.
"Hahaha. Ketahuan." Ujar Konan tanpa dosa.
Haruka hanya bisa pasrah. Lalu ia naik dan duduk di motor Konan secara miring. Terpaksa ia memeluk Konan.
"Ayo pergi." Ucap Konan dan langsung menghidupkan motornya.
BUUUMM
Motornya melaju kencang membuat Haruka harus memeluk dirinya erat. Membuat Konan tersenyum mesum saat merasakan dada Haruka di punggungnya.
Dan Yuki tengah duduk di rumahnya. Menunggu dua teman barunya untuk datang. Mengenakan kemeja atau yang disebut Kushina blus putih tanpa lengan dengan renda di dada, dan rok lipit hitam selutut. Dia duduk bersama sang ayah di ruang tengah. Sang ibu sedang menyiapkan hal-hal di dapur.
'Ada juga yang sama sepertiku. Kurasa aku harus berbagi kesenangan ini dengan mereka. Dan aku tertarik dengan cerita mereka nanti.' Batin Yuki.
End of This Chapter.
Jika ingin chapter baru, review dan beritahukan saya saran kalian untuk chap selanjutnya.
