Bitter Love
Begin : New Member
Lhyn Hatake Present
Genre : Romance , Drama, Hurt/Confort.
Rate : Teen
Pairing : Kyumin, HaeHyuk, littlebit Kyuhyuk, HaeMin
Warning : Genderswitch, abal, geje, aneh, Ooc, Typos, Author baru yang ga ngerti banyak hal, dan paket lain yang membuat fic ini jauh dari kata sempurna.
Disclaimer : Super Junior milik SME, Sleeping Beauty punya Charles Perrault/Disney, Karakter milik diri mereka sendiri, Lhyn hanya pinjem nama untuk fiksi dari imajinasi Lhyn tanpa bermaksud mengambil keuntungan materi dalam bentuk apapun. Not alowed to bashing the cast or other, please! DON'T LIKE DON'T READ!
.
.
"Ahhh~ bokongku~" keluh Sungmin seraya menepuk-nepuk bokongnya yang seakan mati rasa.
"Yah Minnie! Jangan mengeluh soal bokong dihadapanku, kau itu yeoja dan aku namja!" hardik Donghae seraya mengikatkan kekang kudanya disalah satu pohon rendah.
Sungmin mempoutkan bibirnya mendapat nasehat dari namja itu. "Bokongku memang sakit Hae, kita berkuda lebih dari tujuh jam," belanya pada diri sendiri, yeoja itu mengikuti langkah Donghae dengan mengikatkan tali kekang kudanya, mengusap kening Poony lembut sebelum meninggalkan kuda putih itu dan membantu Donghae mengumpulkan kayu bakar.
"Kau membawa berapa banyak bekal?"
Sungmin mengangkat wajahnya saat dia hendak meraih sebuah dahan kayu kering di tanah. "Seperti biasa, aku membawa banyak bumbu-bumbu," sahutnya ringan, kemudian meraih kayu itu dan mulai kembali mancari.
"Bumbu-bumbu?"
"Ne, untuk memasak binatang buruan kita nanti."
"Kau bercanda?"
Sungmin berbalik saat mendengar nada terkejut dari sahabatnya, dipandangnya namja yang membulatkan matanya itu.
"Kita tidak sedang berburu Lee Sungmin! Omo! Jadi kau tidak membawa bekal apapun? Lalu apa isi tas besar itu?" namja itu tampak kesal dan menunjuk dua tas besar yang masih tersangkut dipunggung belakang Poony, kuda putih kesayangan Lee Sungmin.
"Jadi kita tidak akan berburu untuk makan? Lalu untuk apa aku membawa bumbu? Dua tas itu berisi pakaian dan bumbu-bumbu... Hae~ apa aku salah berbekal?" Sungmin menundukkan kepalanya menyesal.
Donghae menghela napas panjang. "Sudahlah, tak apa. Seharusnya aku ingat kau tak pernah pergi tanpa pengawal kecuali saat berburu dengan Appamu. Aku tak banyak membawa roti, selagi matahari masih ada aku akan berburu di sekitar sini," ujar Donghae menenangkan Lee Sungmin.
Sungmin tersenyum lembut dan mengangguk pelan. "Mianhe. Aku akan menyiapkan api unggunnya, kau jangan terlalu jauh dari sini harus sudah kembali sebelum matahari pergi, tak apa kalau kita makan roti saja malam ini," pesan Sungmin dengan cemas dan tak enak hati.
Donghae tersenyum tipis dan mengusap pipi Sungmin pelan. "Gwenchana."
.
.
"ARGH! SIAL!" erang Kyuhyun saat kelinci buruannya menghilang di balik semak berbatu, sementara panahnya tertancap di tanah.
Masih sambil mengeluh, Kyuhyun berjalan kembali kepohon tempat dia meninggalkan tasnya. Menaikinya dan kembali duduk di salah satu dahan di sana. Kembali meneliti. Dia harus mendapatkan buruan malam ini karena dia tak banyak membawa bekal makanan.
Ugh! salahkan ummanya yang selalu menyediakan kereta dan pengawal, Kyuhyun jadi tak tahu bahwa luas hutan jauh lebih banyak dibandingkan jumlah desa. Karena setiap kali keretanya berhenti Kyuhyun hanya akan melihat desa. Dia pikirnya akan cukup mudah menemukan desa hingga dia hanya banyak membawa uang.
Salahkan Cho Heecul! Cho Heecul yang menyebalkan!
Sraakkk
"Ug?" Kyuhyun waspada saat mendengar suara semak yang tersibak.
Namja bertubuh kurus itu meraih anak dan busur panahnya. Matanya waspada... mencari... dah...
"Ah! Makan malamku!" bisiknya antusias saat melihat punggung anak rusa di tempat yang tak jauh dari tempat dia kehilangan kelincinya.
Tak ada kelinci, rusa... mau sekali!
Tak membuang waktu lama, dia melesatkan anak panahnya dan kembali mengerang kesal saat si anak rusa bergerak menghindar. Menyadari kehadiran pemangsa, dia pun berlari, membuat Kyuhyun mau tak mau melompat turun dan berlari cepat setelah meraih tasnya!
Salahkan Ummanya yang tak memberi tahu Kyuhyun bahwa hutan itu sangat luas! Kalau tahu beginikan dia akan kabur membawa kuda! Ya! Salahkan Ummanya! Pokoknya semuanya salah Cho Heechul! Si Umma menyebalkan.
Kyuhyun berlari cepat dengan sesekali melepaskan anak panahnya. Butuh sedikit perjuangan dan keringat bagi namja bersurai coklat ikal itu untuk terus mengejar rusanya.
'Jleb!'
"AH! YEAH!"
Setelah tiga anak panah terbuang percuma, anak panah keempat berhasil mengenai bagian perut rusa itu hingga terjatuh!
"Makan malamku!" Kyuhyun segera melompat keluar dari persembunyiannya dan berlari menyambut makan malamnya yang tergeletak di sana. Namun, mata namja kurus itu menyipit kala malihat seseorang yang juga baru saja keluar dari persembunyiannya dan kini juga mendekati makan malam itu.
"Ya! Ya! Mau kau apakan makan malamku!" teriak Kyuhyun dengan menambah kecepatan larinya saat melihat namja disana hendak mengangkat rusa buruannya.
Namja itu menghentikan gerakkannya, meletakkan kembali rusa itu dan menatap Kyuhyun dengan pandangan aneh.
"Makan malammu?"
"Kau tidak lihat? Panahku menancap di perutnya!" Kyuhyun masih berteriak meski kini keduanya telah berhadapan, hanya di pisahkan oleh tubuh rusa yang mati tak berdaya.
"Oh, jadi itu panahmu, kau mengenai perutnya," dia membalik tubuh si rusa, "dan aku mengenai nadi dilehernya, jadi... Ini. Makan. Malamku!" namja itu memberi penekanan yang terdengar meremehkan di akhir kalimatnya.
Kyuhyun mendesis. "Rusa ini terjatuh kearah sana, jelas sekali kau mengenai rusa ini setelah aku mengenainya lebih dulu, jadi... Ini. Makan. Malamku! Sekarang menyingkirlah!"
.
.
"Yeah! Minnie! aku dapat rusa!"
Sungmin menghentikan kegiatannya saat mendengar teriakan dari suara yang tak asing. Tadi dia bilang apa? Rusa? RUSA?Aigo~ Donghae memang selalu tahu kesukaan Sungmin. Tak memperdulikan tumpukan kayunya, Sungmin bangkit dan berlari kearah asal suara.
Ternyata tak jauh dari tempatnya mengumpulkan kayu ada sebuah tanah yang menurun kebawah dan dipenuhi semak dan bebatuan. Sungmin melompat turun dan berlari semangat kearah Donghae yang telah terlihat mata.
Eh?
Tapi, Donghae sedang bersama siapa?
"Kau tidak lihat? Panahku menancap di perutnya!"
Sungmin memperhatikan namja yang baru saja berteriak itu. Wajah tampan berkulit putih pucat, rambut coklat yang terikal kecil dan sorotan mata tajam yang seakan hendak melumpuhkan, tampak sangat sempurna saat cahaya sore mempertegas garis rahangnya.
Tiba-tiba saja Sungmin merasakan pipinya memanas dengan jantung yang memompa cepat. Aigo~ yeoja manis itu baru saja mengagumi seorang namja.
"Aish!" Sungmin mendesis pelan dan menepuk-nepuk pipinya yang memanas. Bagaimana mungkin semudah itu dia mengagumi seorang namja hanya dalam sekali pandang. Ish~ memalukan sekali!.
"Oh, jadi itu panahmu, kau mengenai perutnya dan aku mengenai nadi dilehernya, jadi... Ini. Makan. Malamku!" kali ini Donghae berbicara.
Kelihatannya keduanya tengah bersitegang memperebutkan rusa muda yang tampak— AH! Rusa!
Tanpa memperdulikan dua namja yang masih saling meperlihatkan tatapan tajamnya disertai otot-otot yang menengang di sekitar lehernya, Sungmin menarik rusa itu dan membawanya dari sana. Tak memperdulikan tatapan dua namja itu yang berubah spechless.
"Ya! Ya! Mau kau apakan rusaku!"
Sungmin berhenti, berbalik dan menatap namja di depannya dengan -sebisa mungkin- datar. Datar menurutnya, namun jelas berbeda bagi namja di hadapannya yang kini mengerjap-erjapkan matanya dengan bingung.
"Ini? Aku mau memasaknya tentu saja," ujarnya kalem.
"Itu rusa kami!" Donghae masih tak mau mengalah.
"Kami?" namja itu menatap Donghae dengan pandangan aneh. "Sejak kapan aku dan kau jadi kami?" nadanya terdengar menantang.
"Aku dan kau? Ha! Percaya diri sekali, maksudku kami adalah aku dan dia," Donghae tak terdengar mengalah.
"Kalian... dia kekasihmu?" Donghae mengerjap bingung. Entah kenapa dia jadi merasa canggung saat nada suara namja di depannya berubah drastis menjadi terdengar kecewa.
Namja itu menggaruk tengkuknya. "Ani, dia sahabatku."
"Ah? Sahabat?"
"Ne. Ya! Jangan mengalihkan pembicaraan. Rusa itu—"
"Cukup untuk bertiga!" potong namja berambut coklat itu, kali ini dengan intonasi penuh semangat dan penuh persahabatan. "Ayo cepat masak rusanya, aku sudah lapar!"
Donghae kembali mengerjap bingung saat melihat langkah namja itu yang mambantu Sungmin menyeret rusa buruannya...um... buruan mereka.
.
.
Malam telah menyelimuti daratan tempat dimana Sungmin duduk bersama dua namja di sampingnya. Suara malam tak mampu terkalahkan oleh derak api yang menyala di antara mereka. Dingin hanya mampu sedikit terusir dengan panas api dan saling mendekatkan diri.
Suasana canggung jelas menjadi atmospher diantara ketiganya. Sungmin berusaha menatap namja yang tengah lahap memakan rusa bakar itu dengan pandangan biasa. Sementara Donghae tampak protektif dengan tak mengambil jarak dari yeoja itu sejengkalpun. Seakan berharap bahwa sewaktu-waktu namja asing itu akan membuas dan menerkam Sungmin begitu saja.
"Jadi... siapa kau?" Sungmin membuka pembicaraan, meski dengan pandangan tak setuju dari Donghae.
"Kalian yang harus memperkenalkan diri lebih dulu."
Sungmin harus menahan pergelangan tangan Donghae saat mendengar jawaban ketus namja di depannya. Yeoja itu tak mau terjadi perkelahian, adu mulut atau adu otot diantara keduanya.
"Arraseo, namaku Lee Sungmin dan dia Lee Donghae, kami dari kerajaan Elf dan sedang melakukan perjalanan tanpa tujuan," ujar Sungmin, kembali diikuti pandangan tak setuju dari Donghae.
"Kyuhyun Imnida, aku dari kerajaan Sapphire blue dan sepertinya kita satu tujuan karena aku juga tak punya tujuan. Hufh... sepertinya akan jadi perjalanan yang melelahkan bersama namja sepertimu!" ujarnya santai dengan memberikan pandangan mengejek pada Donghae.
Tanpa bisa Sungmin tahan lagi, Donghae bangkit berdiri dan tampak menantang Kyuhyun. "Ya! Kau pikir siapa yang mau satu perjalanan denganmu?"
"Hoooaaammm~ aku ngantuk. Lee Sungmin, Jaljayo."
Sungmin sweatdrop melihat tingkah namja yang baru mereka temui beberapa jam yang lalu. Kini namja dalam balutan hanbok biru tua itu mengeluarkan kantung tidurnya dan menggelarnya di tanah di dekat api, lalu mulai memejamkan matanya.
"Hae, gwenchana. Sebaiknya kita juga beristirahat," ujar Sungmin dengan mengusap pundak Donghae lembut.
Donghae menghela napas pelan, menatap iris teduh Sungmin yang berkilat dalam api dan mengangguk menyetujui.
Sungmin telah masuk kedalam kantung tidurnya dengan Donghae yang tidur merapat kearahnya. Dari helaan napas namja itu, Sungmin tahu dia belum terlelap dan Sungmin pikir alasannya tak jauh berbeda dengan dirinya yang juga belum mampu terlelap.
Keheningan yang dingin menyelimuti mereka, api unggun yang mereka buat telah mengecil dengan derak arang yang menyemarakkan suasana diantara mereka.
"Hae...," Sungmin memanggil rendah yang dibalas dengan gumaman pelan dari namja itu, Sungmin memiringkan tubuhnya hingga menghadap kearah Donghae. "Besok pagi, kita akan kemana?"
"Aku telah membicarakan ini dengan raja dua hari yang lalu, kerajaan Cessiopeia memiliki hubungan baik dengan kerajaan ELF, di sana kita bisa meminta bantuannya untuk menyebar berita pencarian pada kerajaan-kerajaan kecil di sekitarnya," terang Donghae dengan nada tenang yang teratur. Namun jauh di dalam mata yang menerawang itu, Sungmin melihat adanya luka yang terus membasar di sana.
"Bukankah sekarang kita sudah berada di wilayah kerajaan Sapphire Blue? Kudengar mereka juga punya pangeran yang seumuran, apa kita akan kesana?" Sungmin kembali melayangkan pertanyaan di kepalanya.
"Ani, dari yang kudengar pangeran Sapphire blue punya peringgai yang buruk, sangat suka bermain-main, membuat keonaran dan sangat tidak sop—"
"APA KAU BILANG!"
Baik Sungmin mau pun Donghae sama-sama terlonjak saat mendengar hardikan kasar dari arah belakang Sungmin. Keduanya menatap kearah sumber keributan dan melihat Kyuhyun yang telah berdiri dengan raut kesal.
"YA! Kau menguping, eoh?" Donghae balas membentak, namun tak terlalu keras.
"Ish! Tak perlu mengupingpun aku bisa mendengar dengan jelas suara kalian! Sekarang kau harus mencabut kembali semua ucapanmu tentangku uhhh Pangeran maksudku!" Kyuhyun melipat kedua tangannya di depan dada dan menatap Donghae dengan tajam.
"Memang apayang kukatakan? Aku hanya mengatakan rumor yang ada," balas Donghae dengan sikap santainya, seakan sengaja ingin memancing amarah namja di depannya.
"Itu semua tidak benar! Asal kalian tahu saja, pangeran itu sangat tampan, cerdas dan juga—"
"Sudah malam, Minnie. Sebaiknya kita tidur," potong Donghae dengan cuek. Namja itu kembali menarik perhatian Sungmin yang sedari tadi tercengang menatapi pertengkaran di depannya. Seumur hidupnya, baru kali ini dia mendapati adegan pertengkaran tepat di depan matanya.
Sungmin yang mendapat saran menyenangkan itu pun mengangguk dan menuruti ucapan Donghae. Kembali masuk kedalam kantung tidurnya dan –kali ini– benar-benar mencoba untuk tidur.
.
.
Rusa yang semalam masih tersisa cukup banyak, dengan bekal roti milik Donghae, ketiganya menyantap sandwich buatan Sungmin. Udara dingin yang menerpa semalam tampaknya cukup membantu menaikkan nafsu makan ketiganya.
"Aku ingin mandi," Sungmin membuka suara pertama kali setelah keheningan yang cukup panjang saat sarapan berlangsung.
Donghae menatapnya sesaat, membuka mulutnya dan..
"Kita akan mencari sungai," Kyuhyun lebih dulu menjawab.
"Kita sudah cukup dekat dengan kerajaan sapphire blue, kita akan mandi di sana, di rumah penduduk atau di pemandian umum," putus Donghae.
"Andwae! Kita tidak akan ke Sapphire Blue!" teriak Kyuhyun tiba-tiba, membuat Sungmin yang tengah menata sedikit daging rusanya kedalam kotak makanan jadi menjatuhkan kotak makanan itu.
"Aish! Kyu, jangan mengejutkanku," gerutu Sungmin, untung saja daging rusa kesukaannya tidak tumpah.
"Waeyo? Kalau kau tidak suka kau boleh pergi," jawab Donghae enteng. Tampaknya namja itu masih belum bisa menerima kehadiran Kyuhyun sebagai teman seperjalanan mereka.
"Aish! Bukannya semalam kau bilang pangeran Sapphire Blue itu berperingai buruk, lalu kenapa sekarang malah ingin kesana? Menyebalkan sekali," Kyuhyun menggerutu kesal.
Bagaimana mungkin dia kembali ke kerajaannya? Dia yakin sekali kalau Ummanya pasti telah melakukan pencarian untuknya. Dan sekarang namja ini akan membawanya ke sana? Itu sama saja membunuhnya!
"Kalau kau mendengar pembicaraan kami semalam, kau akan tahu tujuan kami. Rute menuju Cessiopeia jelas melewati kerajaan Sapphire Blue," balas Donghae dengan mulai melepas tali kekang kudanya.
Kyuhyun mengutukdalam hati. Dia tak tahu apa sebenarnya tujuan mereka berdua dengan mengumpulkan pangeran-pangeran dari berbagai kerajaan. Dan untuk kesialannya yang harus kembali ke kerajaannya, dia bersumpah dia harus tahu alasan sebenarnya dari perjalanan kedua orang itu.
Kyuhyun tak tahu bagaimana dia bisabegitu tertarik pada merek— tidak, lebih tepatnya dia begitu tertarik pada yeoja yang masih memberesi kotak-kotak –entah apa itu- kedalam tas besarnya.
Ya. Yeoja itu, Lee Sungmin.
Kyuhyun bingung bagaimana menjelaskannya. Tiba-tiba saja dia merasa tertarik dan masuk ke dalam dunia mata kelinci itu. Iris coklat bening yang seakan menyedot penuh-penuh seluruh tubuh Kyuhyun kedalamnya. Membuatnya sulit bernapas, dada berdebar dan kegugupan yang luar biasa.
Dan saat dia tersadar, dia hanya tahu... dia telah terperangkap dalam mata itu dan sama sekali tak ingin lepas. Atau melepasnya.
"Ya sudah! Ayo berangkat!" seru namja kurus itu, mencoba kembali bersemangat!
Asalkan tidak bertemu dengan tentara kerajaan atau pekerja kerajaan atau orang-orang yang kemungkinan mengenalnya, itu tak akan jadi masalah. Kyuhyun menarik napas dalam-dalam. Sayangnya hampir semua manusia di Sapphire Blue itu mengenalnya. Ish! Sial, Donghae benar-benar mengajaknya mati.
"Apa yang kau lakukan?" Sungmin mengernyit heran saat melihat dia –Kyuhyun– melepas tali kekang Poony dan menunggangi kuda putih itu tanpa beban.
"Kau tidak berpikir aku mau satu kuda dengan dia, kan?" jawab Kyuhyun, dengan mengulurkan tangannya hendak membantu Sungmin naik juga.
"A... a-aku satu kuda dengan Donghae saja," yeoja itu tampak gugup sekarang.
Yeoja itu hendak berbalik kearah Donghae saat mendengar suara Kyuhyun yang bicara. "Sepertinya kuda putih ini cukup mahal kalau kujual."
"Andwae! Kau berniat membawa kabur Poony, eoh?"
Seringgai tergambar di wajah tampan namja kurus itu. "Makanya, cepat naik."
Tak punya pilihan, yeoja itu menerima uluran tangan Kyuhyun dan duduk di depan Kyuhyun dengan bibir terpouty.
Setidaknya, ini balasan yang sesuai untuk kesediaannya kembali ke kerajaan Sapphire blue yang baru saja dia tinggalkan dua hari yang lalu.
"Ya! Cepat jalan di depan! Aku mengawasimu, Kyuhyun-ah!" seru Donghae, namja itu terlihat sedikit kesal juga melihat tingkah 'orang baru' yang tampak tertarik pada Lee Sungmin. Sahabatnya tercinta.
Kyuhyun menyeringgai kearah namja yang terlihat kesal itu, kemudian mulai memacu kuda putih itu.
"K-Kyu, jan-gan melakukan i-itu!"
"Melakukan apa?"
"S-singkirkan bibirmu d-dari tengkukku dasar mesum!"
"Bagaimana caranya? Aku harus sedikit maju untuk mengendalikan Poony-mu tercinta."
_TBC_
Apakah kedekatan Kyumin terlalu Rush/cepat? Lhyn pikir untuk namja coretnggaktahumalucoret kayak Kyuhyun itu normal *dikebiri SparKyu. Tapi kalo ada yang keberatan, Lhyn bisa perlambat cemistrynya.
Maaf untuk typo dan miss typo dimana banyak spasi yang hilang ada masalah dengan keyboard.
Makasih banyak buatyang kemarin udah rifyu :
Ryeosung Couple YeWook, Day KyuMin's Fujoshi, ChiKyumin, haehae, KyuKyu, Nina317Elf, daraemondut, kanaya, momkm, myfishychovy, archiel , Malidaminne, farchanie01, Cho Kyuri Mappanyukki, rikha-chan, S, ressijewelll, Ayu Kyumin, minmi arakida, minoru, Hikari Meiko EunJo, Fat Pumpkin, ANAKNYADONGHAE, KiWonMinLope, niKyunmin, nahanaKyu, Kyurin minnie, mayacassielf, Evilevigne, Daniss Uchiha-chan, AIDASUNGJIN, Dila choi, coffeewie Kyumin, love haehyuk, KMS Kyuminshiper, Kazuma B'tomat, cola , shynta3424, amandhharu0522, sarangchullpa92, Brigitta Bukan Brigittiw, ejinki, noerhyuk, lovehaehyuk, winecoup134 dan empat orang GUETS lainnya.
Jawab Pertanyaan :
Q : kupikir settingnya normal, taunya kerajaan
A : Awalnya emang normal, tapi mendadak Lhyn ubah jadi kerajaan setelah melihat-lagi- EHB yang episode 11... Kyu Oppa keren banget sih~ *pingsan. Karena perubahan yang mendadak konsepnya jadi kacau deh... di ELF konsepnya Eropa tapi di Sapphire Blue Korea. Nanti kalau ada waktu Lhyn edit lagi, biar jadi kerajaan korea smua.
Q : Hyukie kena kutukan trus pangerannya Kyuhyun? Trus Kyumin gimana dong? Ini pairnya Kyumin bukan KyuHyuk kan?
A : Haha.. Masalah alur itu rahasia Author... *ditimpuk. Pair tetep olwes KyuMin kok... nah, ntu di atas juga udah kliatan Kyuminnya Kan? HaeHyuk-HaeMin porsinya keknya bakal banyakan HaeMin (untuk Friendship) dan KyuHyuk ada tapi lumayan sedikit!
Q : Berapa umur mereka saat ini?
A : Patokannya Hyukie ya.. Hyukie tepat 17 tahun saat jam sepuluh siang kemarin, jadi anggap aja ini bukan april *dibacok. Sungmin lahir januari, Kyu Febuari, dan Hae Oktober dan anggap aja mereka lahir di tahun yang sama*bacok again. Lhyn juga ga bakal bahas masalah umur terlalu jauh kok...
Keep Or Delete?
