SEE YOU

Chapter I


Tokyo, June 2013

Kini Jepang memasuki bulan keenam dalam tahun ini, aura pasir dan deru ombak Okinawa sudah memasuki ibukota negeri sakura itu, sebut saja Tokyo. Yah, sekarang memang sedang memasuki liburan musim panaskan? Banyak muda-mudi Jepang yang mempersiapkan liburannya untuk sedikit mencoklatkan warna kulitnya sampai ke Bali, bahkan Hawaii.

Yah, kalian tahukan.. orang dari negeri sakura itu sangatlah berantusias dalam mencoba sesuatu hal yang baru dan berbeda. Walau, sedikit menghamburkan uang tabungan Why not? Setidaknya bisa mendapatkan pengalaman menyenangkan jika berkunjung ke Negara asing. Belum lagi, keindahan alamnya yang benar-benar 'WAH'

Well, tapi sepertinya aura musim panas itu sama sekali tidak berlaku untuk pemuda satu ini. Sebut saja ia Sebastian Michaelis, kalau dilihat dari namanya ia memang bukan orang Jepang asli, bisa dibilang ia campuran England-Japan. Pemuda yang memiliki tinggi 186 cm dengan berat 65 kg ini memilki darah asia dari ibunya, Kuroyami Serena. Seorang artis berbakat yang terkenal sejak tahun 70an dan ayahnya Gustave Michaelis adalah seorang pengusaha yang berkutat dibidang fashion. So, dapat ditarik simpulan kalau Sebastian ini memang dilahirkan untuk menjadi bintang besar di dunia fashion.

Sebastian tanpa sengaja memasuki dunia entertainmentsaat usianya sepuluh tahun, ketika itu ia hanya berniat menunggu ibunya yang sedang melakukan pemotretan sambil makan ice cream strawberry kesukaannya. Tapi, apa daya.. karena aura shining star-nya sudah kira kira (berkilauan) pada dirinya waktu itu. Tanpa ba-bi-bu sang photographer yang bertampang pedophile (?) itu meminta Sebastian meminta si raven kawaii itu untuk jadi modelnya.

Dan, dari situlah karir Sebastian terintis, mulai dari model, catwalk model, pemain theater, bintang iklan, penyanyi pop-rock, bahkan sampai drama tv pun sudah pernah dijejaki pemuda kakkoiiberiris rubyitu. Saat ini, mungkin seantreo Jepang atau bahkan dunia menggilai dirinya. Bisa dibilang karirnya di dunia hiburan dan fashion sangatlah mulus, semulus jalan tol tanpa kerikil sedikitpun. Tapi, semua kepopularan yang ia peroleh saat ini benar-benar hasil kerja kerasnya sendiri, lho. Tanpa bantuan ke-famous-an orang tuanya.

Tidak percaya?

Asal tahu saja ya, designer mana sih yang tidak mau menjadikan Sebastian modelnya? Well, tubuhnya yang tinggi, kulit putihnya yang pucat, rambut hitamnya yang lembut, dipadukan curelean ruby yang menatap orang dengan intens membuat Sebastian pantas dijuluki 'Mr. Perfect'

Dan, belum lagi seringainya yang khas itu sudah pasti bisa membuat author dan kalian yang baca ini mimisan atau seengganya ngiler karena membayangkannya *plaked*

Well, sebaik-baik jalan hidup manusia pasti ada susahnya jugakan? Nah, hal inilah yang kini tengah dihadapi Michaelis muda ini.


Flasback

Tokyo, April 2012

Bisa dibilang hari ini adalah hari yang tunggu-tunggu orang seantreo Tokyo, karena menurut sakurazenzen (badan pengawas atau pengamat sakura) pada hari ini bunga khas Negara samurai itu akan mekar. Tradisi Ohanami[1] pun mulai dilakukan, pasalnya sakura hanya bertengger di pohonnya selama satu minggu. Setelah seminggu berlalu bunga yang dominannya berwarna pink itu akan berjatuhan seperti bulu dari langit.

Jadi, banyak orang yang merayakan hanami itu dengan piknik bersama keluarga, rekan kerja, teman, atau bahkan pacar malah? Well, sama halnya dengan yang dilakukan pemuda bermaik semerah darah ini. Pagi ini, dengan pakaian serba hitamnya ia berdiri depan jinja[2]yang berada di daerah Tokyo. Pria yang menghilangkan tangan putihnya dikantong mantelnya itu terlihat seperti menunggu orang. Namun, tak bisa diungkiri walau wajah tampannya itu kesal.. tapi, tetap saja ia seyum—atau seringai mungkin? Menghiasi wajah kakkoii-nya.

Dan, seperti mendapat undian kini sebuah senyuman merekah diwajah pria serba hitam itu. Saat melihat sosok mungil bermahkota darkblue-grayish itu melambaikan tangan sambil berlari kecil ke arah Sebastian.

"Ossoku natte, gomen ne.." [3] ucap sosok mungil bermanik sapphire itu sambil mengatur napasnya.

TUK! Pemuda serba hitam itu pun menyentil dahi si imut sambil mengeluarkan seringai khasnya.

"Hukuman untukmu, karena telat sepuluh menit." Si pemuda yang satunya lagi mengelus dahinya dan memasang muka cemberut. Yah, cemberut tapi benar-benar imut. Sampai membuat Sebastian terpaksa mendekatkan wajahnya ke arah telinga si imut dan berkata, "Kalau kau terus memasang wajah seperti itu, aku bisa menyerangmu di sini lho, Ciel." Bisikan yang seperti angin berlalu itu pun menggelitik telinga Ciel hingga membuat wajah porcelain-nya ber-blushingria.

"Oya oya, lihatlah dirimu sekarang Ciel.." ucap si raven itu sambil menyamakan tingginya dengan si mungil, "Kau benar-benar ingin menggoda iman ku ya?" lanjutnya sambil mendaratkan ciuman singkatnya dibibir pemuda imut itu yang sekarang membuat pipinya seperti kepiting rebus.

PRAAK! Dan keranjang piknik yang daritadi dipenggang si sapphire itu pun kini tergelincir begitu saja dari tangannya. Membuat si ruby tersenyum singkat.

"Well, Dear.. sepertinya responmu itu berlebihan.." ucap Sebastian sambil menggambil keranjang yang jatuh itu. Sementara orang dipanggildear tadi memasang muka cemberut dibumbui kekesalannya. "Lagian, SALAH SIAPA?" protesnya dengan menekankan suara kesalnya. "Bagaimana kalau ada yang lihat?"

Sebastian celingak-celinguk sambil melihat kesekelilingnya dan sepertinya tak ada orang lain selain mereka berdua di tempat itu, "Kurasa kau terlalu paranoid, Ciel.." ucap si raven itu sambil mengacak-acak rambut Ciel

"HAH?! APA KAU BILANG?!" Dan kini Ciel pun bertambah murka.

Well, 'Sepertinya aku berlebihan..' batin Sebastian, 'Tapi, kenapa dia marahnya berlebihan banget sih? Apa jangan-jangan lagi.. PMS ya?!' simpul si kakkoi itu dalam pikirannya sendiri. Dan, sekarang..

"HAHAHAHAHA.." ia pun tertawa sejadi-jadinya, dan membuat Ciel sweatdrop.

Tingkahmu ini berlebihan Sebastian, kau tahu? Wajah konyolmu ini bisa menurunkan nilai ketampananmu. Nyah.. untung yang baca fic ini suka dirimu apa adanya.. walau konyol intinya kau tetap yah— pikirkan sendiri yak?

"My my, sepertinya aku berlebihan.." akhirnya Sebastian pun menyudahi tawanya dan memasang tampang bersalahnya, dan sukses membuat hati Ciel yang murka mencair layaknya bongkahan es di musim panas.

Pemuda mungil itu pun menarik napas singkat, "Mmmph, ya sudahlah.." ucapnya menyudahi perdebatan yang tak jelas asal mulanya itu.

Sebastian pun tersenyum, "Shall we go, My Dear?" tanyanya sambil mengulurkan tangannya kearah Ciel. Tanpa pikir panjang pemuda manis itu menerima uluran tangan Sebastian dengan senang hati. "Of course.." balasnya sambil memasuki jinjaitu.

Seusai berdoa, Sebastian pun langsung menarik tangan mungil belahan hatinya itu melangkah ke taman kota yang jaraknya lebih kurang lima belas menit dari jinja yang mereka singgahi. Sepanjang jalan mereka hanya diam saja, sibuk dengan pikiran masing-masing mungkin? Dan kalau ingin menggoda Ciel di tempat yang dilalui banyak orang ini, bisa-bisa Sebastian dianggap sebagai Hentai ossan [4]yang sukanya memangsa paraloli.. Well, abaikan kalimat terakhir ini..

"Hmm.. tadi apa yang kau doakan?" tanya Sebastian membuka pembicaraan. Ciel pun menoleh ke arah Sebastian, "Perlukah kau tahu?" balas Ciel datar. Si raven pun kembali diam.

"Well, sebenarnya aku mendoakan untuk keberhasilan drama musical kita.." ucap si imut itu terus terang, "Kau tahu, walau sudah sering beradu acting denganmu.. tetap saja.. Burakkushitsuji [5] ini—"

"Menjadi kenangan kita.." sambung Sebastian diikuti anggukan dari Ciel.

Yah, Burakkushitsuji adalah drama musical yang pertama kali mempertemukan Ciel dan Sebastian. So, ada kenangan khusus antara mereka dan drama musical satu ini. pasalnya, setelah pasangan itu sukses memerankan karakter Earl yang diperankan Ciel dan Butler oleh Sebastian di tahun 2011. Mereka mendapatkan tawaran membintangi drama musical itu tiap tahunnya.

Dan, di hari pertama pementasanlah mereka resmi berpacaran. Bertepatan dengan hari ulang tahun Sebastian juga sih.. '25 May' well, itu adalah hari bersejarah mereka berdua.

Ok, back to story

"Kau tahu, aku benar-benar tak sabar menunggu.." ucap Ciel sambil menyunggingkan senyum imutnya ke Sebastian.

Sebastian pun ikut tersenyum sambil memeluk Ciel, "Aku juga.."


Tokyo, May 2012

Sekarang jam digital menunjukan puku 06:00 AM pertanda sang Dewa hari pun telah memacarkan sinar. Tapi, sedikit berbeda dengan hari ini.. karena dari dini hari tadi, Tokyo di guyur hujan yang cukup deras. Apakah Amaterasu [6] sedang murka? Well, sepertinya tidak. Mungkin karena tsuyu [7].. yah inikan memasuki musim panas. Apa salahnya ooame [8] turun?

Dan, di sebuah apartemen mewah yang berada dikawasan Shibuya. Tampaklah seorang pria yang masih sibuk dengan rutinitas paginya, sebut saja 'Tidur'. Pemuda berambut hitam sekelam langit malam itu pun masih memejamkan matanya di atas kasur. Merasa orang yang dipeluknya semalaman kemarin menghilang, ia pun membuka iris ruby-nya.

"Hoam.." ia pun bangun, duduk di atas tempat tidur sambil mereganggkan badannya yang kaku atau lelah malah? Well, bayangkan saja aktivas malamnya sukses membuat pria berusia dua puluh empat tahun ini kewalahan. Yah, dia tidak pernah berpikir kalau akan bermainsejauh itu. Dan, alhasil jadilah ia seperti ini.

'Tumben sekali dia sudah bagun..' batin Sebastian sambil beranjak dari kasurnya. "Ciel.." panggilnya pelan. Namun, tak ada jawaban.

SREEEKK!

Dibukanya pintu kamar mandi, dan sosok mungil itu pun tak ada di sana. Sebastian pun melanjutkan pencariannya ke dapur.. tak ada seorang pun di sana..

'Ok, dimana kau sekarang Ciel..'

Dan, langkah Sebastian pun terhenti saat melihat meja makannya tertata rapih dengan makanan di atasnya. Tapi kenapa porsinya hanya untuk satu orang? Itulah yang dipikirkan si raven itu sekarang. Lalu, ia mendapati secarik kertas diselah serbetnya.

Lebih tepatnya memo, mungkin.

Perlahan diambilnya memo itu, dan iris ruby seketika itu terbelalak kaget ketika melihat tulisan yang tertera di kertas kecil itu.

Selamat tinggal, Sebastian

Maaf, aku tidak bisa bersamamu lagi

Ciel Phantomhive


Penjelasan istilah-istilah

[1] Ohanami merupakan tradisi yang dilakukan masyarakat Jepang untuk menikmati keindahan bunga sakura.

[2] Jinja adalah kuil agama Shinto

[3] "Ossoku natte, gomen ne.." : " Maaf ya, aku telat.." (note : akhiran ne biasanya dipakai wanita)

[4] Hentai ossan : Om-om mesum *plak*

[5] Burakkushitsuji, pelesetan dari Kuroshitsuji. Burakku itu dari kata Black kalau di katakana-in. (saya sempet pengen melesetinnya jadi Dorakkushitsuji 'Darkshitsuji' tapi karena aneh, jadi ga jadi XDD)

[6] Amaterasu adalah dewi dalam agama Shinto

[7] Tsuyu adalah nama untuk musim hujan di Jepang. (saat musim panas)

[8] Ooame : hujan deras


A/N

Well, saya balik lagi ke-fandom ini dengan cerita baru saya ^^

Nyah, sebenernya sih pengen ngelanjutin fic yang sebelumnya saya buat di fandom ini.. Tapi, karena semantik bahasa Jepang yang ada keigo dan sonkeigo-nya (bahasa formal) yang saya pake di cerita-cerita sebelumnya, jujur membuat saya galau dan enek -a (note : itu bahasanya si Sebastian)

Pasalnya, senin besok saya UAS semantik (Ok, curhat dikit)

Judul Fanfic ini SEE YOU sebenarnya terinpirasi dari lagunya Matsushita Yuya yang sukses bikin saya melankolis banget. Dan, tanpa sadar nulis ini..

Mungkin, setelah ini Fanfic saya akan berjudul fuyuzora, bird, harusora, hallucination, foolish foolish, dll (Ok, saya mungkin mulai jadi fangirl si kakkoii wakai itu)

Untuk, fic yang lainnya bakal saya lanjutin setelah UAS.. nyah, saya minta doa-nya semoga nilai kanji dan bunpou saya bagus *PLAKED*

And For The last, Mind to Review? ^^