Trapped
[Eunhyuk's Enlistment –sequel]
Lee Donghae x Lee Hyuk Jae
OS
Donghae belongs to Eunhyuk and Eunhyuk belongs to Donghae
M [NC-21]
"Terkadang, terjebak dalam suatu situasi membuat kita kesal. Terlebih kita tidak tahu jika kita sedang di jebak. Namun, terjebak dalam situasi seperti ini, membuat Donghae bersyukur."
Disclaimer:
The plot is mine!
Warning:
YAOi | Boys Love | failed NC | Typo(s) everywhere
Don't blame the chara!
D L D R! [i warn you!]
Eunhyuk's room
Mereka terdiam. Setelah makan malam selesai, Eunhyuk masuk ke dalam kamar dan Donghae yang baru saja datang langsung menyusul Eunhyuk. Mereka duduk di pinggir ranjang. Eunhyuk memainkan ujung kaosnya sambil kembali menggigit bibirnya. Sedangkan Donghae hanya menatap kosong lantai dibawahnya.
"Hiks.." Satu isakan yang Eunhyuk tahan lolos begitu saja menyadarkan Donghae dari lamunannya.
"Hyuk-ie, uljima." Donghae merengkuh tubuh mungil kekasihnya. Mengelus punggungnya untuk menenangkan Eunhyuk. "Tenanglah. Kita bisa membicarakannya baik-baik."
"K-Kau... sudah... tahu?"
"Ya, aku sudah tahu. Maaf, tadi aku mendiamkanmu. Aku... terlalu kaget." Eunhyuk mengangguk. Dia semakin mengeratkan pelukannya.
.
.
.
Tangisan Eunhyuk telah berhenti. Mereka masih berpelukan. Berada dalam pelukan Donghae membuat Eunhyuk nyaman. Entah bagaimana dirinya jika dia berada di camp. Saat dia sedih, saat dia ketakutan, tak akan ada lagi lengan yang merengkuh tubuhnya seperti saat ini. Eunhyuk akan sangat sangat merindukan pelukan hangat ini.
"Hyuk-ie, apa kau tertidur?" tanya Donghae. Eunhyuk menggelengkan kepalanya lalu menyamankan kembali posisinya.
"Ku kira kau tertidur. Kau selalu seperti ini jika aku memelukmu. Manja," ucap Donghae.
"Aku takut, Hae-ah."
Donghae kembali mengelus punggung Eunhyuk, "Apa yang kau takut 'kan?"
"Takut jika kau takkan memelukku seperti ini saat aku di camp. Aku tak bisa jauh darimu, Hae."
"Aku juga." Donghae melepaskan pelukannya. Tetap menjaga jarak mereka agar tetap dekat. Donghae menangkupkan wajah Eunhyuk dengan kedua tangan besarnya. "Kita akan menghabiskan waktu berdua sampai hari dimana aku akan mengantarmu pergi. Bagaimana?"
Mata Eunhyuk kembali memanas. Kepalanya mengangguk menyetujui usul kekasihnya. Donghae tersenyum melihatnya. Diusapnya pipi kekasihnya dengan lembut. Eunhyuk menutup matanya untuk merasakan kelembutan yang diberi kekasihnya bersamaan dengan jatuhnya airmata dari kedua matanya.
Donghae melirik bibir kissable Eunhyuk. Bibir yang tebal dan ranum seolah menggodanya untuk segera 'melahap'nya. Donghae mendekatkan wajahnya dengan sedikit membuka bibirnya.
'CUP'
Donghae mencium bibir Eunhyuk dengan hati-hati seolah bibir Eunhyuk adalah sesuatu yang mudah rapuh. Eunhyuk sedikit terkejut namun dia tak membuka matanya. Dengan pelan, Donghae menghisap bibir bawah dan atas Eunhyuk secara bergantian. Sangat pelan hingga Eunhyuk dibuat gila karenanya.
'Donghae tak pernah menciumku sepelan dan selembut ini,' batin Eunhyuk.
Jemari Donghae yang semula dipipi tirus Eunhyuk, kini berpindah merengkuh rahang tegas Eunhyuk. Rahang yang ia anggap salah satu bagian tubuh Eunhyuk yang seksi. Dia terus menghisap bibir Eunhyuk dengan lembut. Hingga tanpa sadar, Eunhyuk membuka sedikit bibirnya. Merasa diberi ijin oleh Eunhyuk, Donghae segera memasukkan lidahnya kedalam mulut hangat Eunhyuk.
"Ngghh..." Eunhyuk melenguh. Pelan tapi sanggup menaikkan gairah Donghae.
Ciuman yang awalnya lembut, kini mulai terasa 'panas' dan memaksa. Donghae memainkan lidahnya dengan baik. Ia sentuh seluruh bagian mulut Eunhyuk dengan baik. Tak lupa ia memancing lidah Eunhyuk agar ikut bermain dengan lidahnya. Berhasil. Eunhyuk membelitkan lidahnya dengan lidah Donghae. Sesekali lidah mereka saling mendorong, membelit, dan menjilat bibir pasangan mereka.
"Mpphh..." Lagi, Eunhyuk melenguh. Kali ini kedua tangannya yang sedari tadi di bahu Donghae, meremas otot bisep Donghae. Donghae pun melepaskan ciuman panas mereka, meskipun sedikit tidak rela. Jika bukan karena oksigen, mungkin mereka akan berciuman tanpa jeda.
Nafas mereka bersautan. Donghae menempelkan dahinya dengan dahi Eunhyuk. Diliriknya bibir Eunhyuk. Semakin memerah, sedikit membengkak dan saliva mereka yang tercampur membasahi bibir Eunhyuk membuat Eunhyuk semakin terlihat seksi.
'CUP'
Donghae mencium hidung bangir Eunhyuk. Sedikit menggigit ujungnya. Lenguhan Eunhyuk kembali terdengar.
"Kau merasakannya?" tanya Donghae. Mata mereka saling bertatapan. Sangat dekat. Wajah Eunhyuk memanas. Donghae sangat romantis saat ini.
"Ya. Aku merasakannya."
Donghae tersenyum. Perasaannya tersalurkan melalui ciuman mereka.
"Ja! Lebih baik kau tidur. Kau pasti lelah setelah menangis seharian."
Eunhyuk menatap Donghae tak percaya. 'Selesai? Sampai disini?' tanya Eunhyuk dalam hati.
Donghae berpindah kesamping Eunhyuk dan menarik tubuh Eunhyuk untuk berbaring disampingnya. Dipeluknya tubuh Eunhyuk.
"Hae-ah..." panggil Eunhyuk. Donghae yang baru saja memejamkan matanya kembali terbuka dan melirik ujung kepala kekasihnya.
"Kau belum tidur, Hyuk-ie?"
"Eung...kau sudah mengantuk?"
"Belum. Tapi kau terlihat lelah. Aku tak ingin kau sakit."
Eunhyuk mendorong tubuh Donghae hingga Donghae hampir terjatuh dari ranjang. Eunhyuk bangun dari tidurnya dan bersandar di dinding. Jangan lupakan bibir dengan mode pout. Sungguh menggoda Donghae dan membuat Donghae bingung.
"Tapi kau sudah membuatku sakit, Hae!"
Donghae terkejut. Segera ia menghampiri kekasihnya dan memeriksa tubuh kekasihnya, "Bagian mana yang sakit, Hyuk-ie?"
Eunhyuk terdiam. Mata Donghae tak sengaja melihat gundukan di selangkangan Eunhyuk. Smirk yang Kyuhyun ajarkan pun ia praktekkan.
"Kau turn on karena ciuman tadi?"
'BLUSH'
Wajah Eunhyuk memanas. Ia menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Terlalu malu untuk mengakuinya.
"Hyuk-ie, jawab aku."
Eunhyuk mengangguk pelan meski wajahnya masih disembunyikan. Donghae membawa Eunhyuk kepelukannya, "Kau ingin aku 'menidurkan'nya kembali?"
Lagi, Eunhyuk mengangguk.
"Tapi, aku tak ingin lepas kendali."
Eunhyuk menatap wajah Donghae, "Tak apa. A-Aku siap, Hae."
"Kau yakin?"
"Ne. Cepatlah, Hae! Ini sangat sakit."
Donghae pun memindahkan posisi mereka. Kini Donghae bersandar didinding dan Eunhyuk dipangkunya. Punggung Eunhyuk ia sadarkan di dada bidangnya. Dengan perlahan, Donghae membuka celana pendek Eunhyuk beserta underwarenya. Eunhyuk menutup matanya saat merasakan sensasi yang beda ketika jemari-jemari Donghae menelanjangin bagian bawah tubuhnya.
"Ssshh.." desis Eunhyuk saat juniornya terbebas dan dinginnya udara menerjang organ intimnya.
Donghae tersenyum puas melihat organ intim kekasihnya. Cukup untuk memuaskan para wanita diluar sana. Tapi, masih dibawah ukuran dari miliknya. Donghae meraba paha dalam Eunhyuk.
"Ngghh...Hae..hhh." Napas Eunhyuk mulai terdengar berat. Eunhyuknya sangat sensitif.
Donghae ingin menggoda kekasihnya. Dirabanya daerah sekitar junior Eunhyuk. Mengelus pelan rambut-rambut halus disekitar kemaluan Eunhyuk.
"Ngghh...Ssshhh..."
Junior Eunhyuk mulai terlihat basah diujungnya. Donghae terus menggoda Eunhyuk. Bibirnya mencium cuping telinga kanan Eunhyuk dengan seduktif. Lidahnya ikut membelai telinga Eunhyuk. Sedikit gigitan tepat dibelakang telinga Eunhyuk. Donghae sedikit mencolek twinballs Eunhyuk. Junior Eunhyuk semakin menegang. Urat-uratnya pun mulai terlihat. Donghae melebarkan kaki Eunhyuk menggunakan kakinya lalu menahannya. Udara dari pendingin ruangan menyergap organ intim Eunhyuk lebih leluasa.
"Neo seksihada," bisik Donghae sambil menyentuh rahang kanan Eunhyuk dengan lidahnya. Eunhyuk pun memiringkan kepalanya guna memberi akses lebih pada Donghae.
"Hhhhae... Jebal..."
Bibir Donghae menciumi rahang dan perpotongan leher Eunhyuk sedangkan tangan kanannya menyentuh ujung junior Eunhyuk yang mulai mengeluarkan precumnya dan tangan kirinya berusaha membuka kaos Eunhyuk dengan bantuan Eunhyuk.
Tangan kanan Donghae mulai mengelus pelan junior Eunhyuk. Merasakan betapa tegangnya milik Eunhyuk. Semakin lama, sentuhannya pun berubah mencari kocokan yang pelan hingga cepat.
"Euunghh...Hhhaee...ssshh..." Eunhyuk mendesah. Tubuhnya ikut bergerak seiring kocokan tangan Donghae di juniornya. Pelipis Eunhyuk mulai mengeluarkan keringat menandakan tubuhnya memanas karena sentuhan tangan Donghae.
'I-Ini baru sentuhan tangan Donghae. Bagaimana jika...aaahhh,' batin Eunhyuk.
Tangan kiri Donghae memainkan nipple kiri Eunhyuk. Menekannya, memilinnya, dan terkadang menariknya pelan. Erangan kenikmatan semakin terdengar dari bibir Eunhyuk.
"Ngghh... Hae... Cum! Cum!" teriak Eunhyuk bersamaan dengan keluarnya cairan putih kental dari junior Eunhyuk. Tubuhnya pun lemas seketika. Ia telah mencapai orgasmenya tanpa tahu seseorang dibelakangnya telah menahan sesak dibagian selangkangannya sedari tadi.
"Bagaimana? Kau menyukainya?" tanya Donghae.
Eunhyuk menyamankan tubuhnya di atas tubuh Donghae, "Ya. Kau hebat, Hae."
"Nah, kau sudah tak sakit lagi 'kan? Sekarang waktunya kita tidur." Donghae mengangkat tubuh Eunhyuk dan menidurkannya di ranjang sedangkan dirinya tidur di samping kiri Eunhyuk.
"Aku tidak mau tidur."
"Waeyo, Hyuk-ie? Kau sudah mendapatkan orgasme-mu. Kau juga sudah tidak sakit lagi."
Eunhyuk memainkan jari telunjuknya di dada bidang Donghae. Memutarkan jemarinya di sekitar nipple kanan Donghae, "Masih ada yang sakit," ucap Eunhyuk dengan nada yang imut namun menggoda.
"Dimana lagi?" Donghae menahan napasnya. Sentuhan jemari Eunhyuk semakin membuat yang dibawah sana sesak. Tangan Eunhyuk yang semula memainkan dada Donghae, merambat turun hingga diatas gundukan selangkangan Donghae, "Disini." Eunhyuk meremas pelan gundukan itu.
"Aaaannhhh..." desah Donghae. Ini yang sangat diinginkannya. Jemari-jemari Eunhyuk bermain di juniornya.
Lagi, Eunhyuk meremas gundukan itu semakin keras sambil sesekali mengelusnya. Donghae semakin tak kuasa menahan desahannya. Tangan Eunhyuk terlalu nikmat untuk di lewatkan. Dengan nakal, tangan Eunhyuk menelusup masuk kedalam celana jeans Donghae.
"Eoh? Hanya memakai celana pendek? No underware? Ughh... Naughty Hae," bisik Eunhyuk seduktif sambil membelai junior Donghae yang sangat sangat tegang. Donghae mendongakkan wajahnya menikmati sensasi jemari Eunhyuk. Eunhyuk pun membuka celana Donghae dan junior Donghae mengacung tegak didepan matanya. "H-Hae...so big," puji Eunhyuk.
Donghae menyeringai –bangga karena miliknya dipuji oleh kekasihnya. "Kau suka, Hyuk-ie?"
Eunhyuk diam. Namun, dia mendekatkan pipi kirinya pada junior Donghae yang tegak. Mengelus pipinya di junior Donghae. Sesekali menjilat pelan ujung kejantanan Donghae.
"Ssshh...Hyuk-ie...hhhh..." desis Donghae.
Tak sabar dengan mainan barunya, Eunhyuk segera menghisap ujung kejantanan Donghae. Tangan kirinya yang menganggur ia gunakan untuk mengocok batang junior Donghae sedangkan tangan kanannya ia gunakan untuk memainkan twinballs Donghae. Eunhyuk terus menghisap dan mengocok dengan pelan –menggoda sang kekasih.
"Hyukhhh...don't tease...ngghh...me..." protes Donghae. Eunhyuk pun memposisikan dirinya tepat diatas perut ber-abs Donghae. Memamerkan hole-nya yang berkerut dan sempit tempat didepan wajah Donghae. Mengerti maksud dari pergerakan Eunhyuk, Donghae membasahi jari telunjuk kanan lalu meraba hole Eunhyuk dengan telunjuknya yang basah.
"Ngghh..." Eunhyuk mendesah, membuat junior Donghae yang masih didalam mulutnya merasakan getaran nikmat. Tak mau bermain terlalu lama –mengingat libidonya yang kian meningkat, Donghae segera memasukkan satu jarinya kedalam hole Eunhyuk.
"Mmpphh..." Jeritan Eunhyuk tertahan dengan junior Donghae. Perih. Itu yang dirasakannya. Dia belum siap menerima benda asing yang masuk kedalam tubuh bagian bawahnya.
'TES'
Setetes air mata jatuh di pipi Eunhyuk dan mengalir hingga kembali jatuh disekitar organ intim Donghae. Donghae sedikit tersentak merasakan ada seseuatu yang basah jatuh dekat organ intimnya. Dia menarik perlahan jari telunjuknya lalu menarik Eunhyuk yang masih menghisap juniornya. Donghae membalikkan tubuh Eunhyuk hingga ia dapat melihat pipi basah Eunhyuk. Donghae mengusap air mata yang terus jatuh membasahi pipi Eunhyuk.
"Sakit? Kita hentikan saja, ya?" tanya Donghae lembut. Sebenarnya ia tak rela, kejantanannya masih mengacung tegak. Tapi kondisi Eunhyuk lebih penting. Dia tak ingin kekasihnya merasakan sakit yang lebih dari ini.
Eunhyuk menggeleng, "Andwae! K-Kita lanjutkan. Aku masih bisa menahannya."
"Tapi Hyuk–"
"Tak apa, Hae. Aku percaya padamu. Kau tak mungkin menyakitiku. Aku merasa perih karena belum terbiasa." Eunhyuk menundukkan kepalanya, "I-Ini yang pertama kalinya."
Donghae mengacak pelan rambut Eunhyuk, "Aku akan melakukan pemanasan untuk holemu. Jika kau ingin berhenti, katakan saja. Arraseo?" Eunhyuk mengangguk.
Donghae merengkuh wajah Eunhyuk. Diciumnya bibir Eunhyuk. Pelan dan penuh cinta. Namun, semakin lama ciuman diantara mereka semakin memanas. Sembari larut dalam French kiss mereka, Donghae memasukkan kembali jari telunjuknya ke dalam hole Eunhyuk.
"Mmmphh..."
Donghae terus mengalihkan rasa sakit Eunhyuk dengan ciuman mereka. Ia mulai menggerakkan jarinya keluar masuk. memberikan friksi tersendiri bagi Eunhyuk. Kurang puas dengan satu jari, Donghae menambahkan satu jari lagi. Ia menggerakkan jarinya dengan gerakan menyerupai gunting agar dapat 'membuka' hole Eunhyuk.
"Ngghh!" Eunhyuk berjengit kaget saat titik sensitifnya tak sengaja tersentuh jari Donghae. Lagi, Donghae menumbuk lagi titik sensitifnya. Membuat Eunhyuk semakin menggila dan menjabak rambut Donghae karena kenikmatan yang ia dapatkan.
Tepat saat Donghae menambahkan jari ketiga, Eunhyuk melepaskan ciuman mereka. Bukan rasa sakit yang ia rasakan, melainkan kenikmatan tiada tara yang ia rasakan. Eunhyuk mendongakkan wajahnya hingga lehernya terlihat lebih jenjang. Tak ingin membuang kesempatan Donghae segera menjilat, mencium, dan memberi tanda di sekitar leher Eunhyuk.
Desahan dari bibir tebal Eunhyuk membuat birahinya semakin meningkat hingga diubun-ubun. Donghae mengeluarkan ketiga jarinya. Eunhyuk merasa –sedikit tak rela saat Donghae mengeluarkan ketiga jarinya. Namun, rasa itu tak berlangsung lama. Donghae mulai memposisikan juniornya tepat dihole Eunhyuk.
"Aaahh..." desah Eunhyuk saat ujung kejantanan Donghae menabrak 'pintu' holenya.
"Aku akan masuk, Hyuk-ie," bisik Donghae sambil terus memberi rangsangan di telinga Eunhyuk. Eunhyuk tak menjawab apapun selain mengeratkan pegangannya pada kedua bahu Donghae.
"Ngghh...aaahh..." desah Eunhyuk saat kejantanan Donghae mulai memasuki holenya yang masih sempit –walau telah 'dibuka' oleh tiga jari Donghae.
Perih. Panas. Sakit. Itu yang dirasakan Eunhyuk saat Donghae berusaha memasukkan juniornya kedalam tubuh bagian bawahnya.
"Aaaahhh!" pekik Eunhyuk. Kejantanan Donghae berhasil menumbuk titik sensitif Eunhyuk dalam sekali sentak. Dapat Donghae rasakan kejantanan Eunhyuk yang mulai mengeluarkan precum. Donghae tak langsung menggerakkan juniornya. Ia masih ingin Eunhyuk merasakan kejantanannya yang kini bersarang ditubuh Eunhyuk dan menyamankan tubuh Eunhyuk.
"Bergeraklah, Hae," bisik Eunhyuk.
Setelah mendapatkan 'lampu hijau', Donghae mulai menghentak pinggulnya membuat tubuh Eunhyuk sedikit terlonjak. Eunhyuk menenggelamkan wajahnya pada ceruk leher Donghae sambil sesekali menjilati perpotongan leher Donghae,
"Ngghh..Hyukhh...sempit..."
"Ngaahh..aahh...Haeehhh..."
Gerakan pinggul Donghae yang semula pelan kini mulai terlihat cepat. Tubuh Eunhyuk semakin terlonjak. Eunhyuk menutup matanya untuk merasakan pergerakan junior Donghae didalam tubuhnya, merasakan saat twinballs Donghae 'menampar' buttnya.
"Aaahh... Aahhh... Mmmpphh..." Eunhyuk menarik wajahnya dari leher Donghae lalu mencium bibir namjachingunya. Kembali mereka merasakan French kiss.
"G-Gantihhh...posisihh.." ucap Donghae sambil mengangkat tubuh Eunhyuk lalu membaringkan tubuh Eunhyuk dikasur. Kini, posisi Donghae tengah menindih tubuh Eunhyuk. Kedua tangannya ia letakkan disisi kanan dan kiri kepala Eunhyuk. Wajahnya ia sejajarkan dengan wajah Eunhyuk. Kaki Eunhyuk ia biarkan melingkar di pinggangnya. Pinggulnya terus menumbuk hole Eunhyuk dengan cepat.
"Buka...buka matamu, Hyuk," pinta Donghae saat melihat mata Eunhyuk yang masih terpejam.
'BLUSH'
Pipi Eunhyuk memanas saat ia membuka matanya. Bagaimana tidak? Wajah Donghae yang penuh peluh, matanya yang sedikit sayu karena kenikmatan yang mereka rasakan, bibirnya yang sedikit terbuka, dan napasnya yang memburu menerpa wajahnya.
"Kau...nggghh..cantik," puji Donghae.
Eunhyuk memindahkan tangannya pada otot bisep Donghae yang terasa besar ditangannya. "Kau...kau gagah, Hae," balas Eunhyuk.
Mereka berdua saling melepar senyum. Eunhyuk mengeratkan holenya hingga Donghae merasa sedikit kesusahan.
"F*ck! So tight!"
"Ngghhh...Haeeehhh..."
'Crot...'
Eunhyuk mendapatkan orgasme keduanya. Cairan putih yang kental membasahi dada dan perut Donghae. Dagu mereka berdua tak luput dari cipratan semen Eunhyuk. Donghae yang melihat junior Eunhyuk mulai turun, menangkup junior mungil Eunhyuk dengan tangan kanannya lalu mengocoknya. Sesekali ibu jarinya ia gunakan untuk mengelus ujung kejantanan Eunhyuk. Setelah junior Eunhyuk menegang, ia melepaskan kocokannya.
"Asshh... Haesshh...le..bihhh da...lam...ssshhh"
"Ngghhh... Hyuk-ie... so tight... f*ck..!"
Libido Eunhyuk meningkat mendengar dirty talk Donghae. Kejantanannya pun mulai mengeluarkan precum lagi. Donghae mengusap pipi kanan Eunhyuk lalu tiga jarinya ia arahkan ke bibir Eunhyuk. Eunhyuk yang mengerti maksud Donghae segera menghisap tiga jari Donghae.
"Nggghh..."
Birahi mereka berdua semakin meningkat hingga ubun-ubun. Donghae melepaskan ketiga jarinya. Ia sedikit mengangkat tubuh Eunhyuk lalu ia sandarkan tubuh kekasihnya didinding setelah sebelumnya ia alas dengan bantal agar Eunhyuk merasa nyaman.
"L-Lebarkanhh...kaki mu, Hyuk," perintah Donghae.
Eunhyuk semakin melebarkan kakinya. Pinggul Donghae yang semula bergerak cepat, kini mulai melembut. Dengan kecepatan sedang, Donghae menggerakkan juniornya kedalam hole Eunhyuk sembari terus menumbuk titik sensitif Eunhyuk. Kenikmatan yang Eunhyuk rasakan semakin bertambah setelah ia melebarkan kakinya. Milik Donghae menumbuk holenya semakin dalam. Eunhyuk mencengkram otot bisep Donghae saat merasakan kejantanan Donghae membesar.
"Hae...aku aasshh mau cum! Cum!"
"Bersama...Hyuk-ie hhhh... nggghhh... sshh..."
"Arrgghhh~~!"
Erang mereka bersamaan saat mereka klimaks bersama. Junior Donghae masih terus memuntahkan spermanya sementara hole Eunhyuk berkedut cepat seolah memijat junior Donghae. Eunhyuk menutup matanya –merasakan sperma Donghae memenuhi holenya. Sedangkan Donghae masih menopang tubuhnya. Ia tak ingin membuat Eunhyuk keberatan karena tubuhnya. Napas mereka terdengar bersautan.
Eunhyuk membuka matanya. Matanya langsung bertabrakan langsung dengan mata onyx milik Donghae. Dengan sisa tenaganya, ia menyentuh wajah Donghae. "Jangan memaksakan diri untuk menahan tubuhmu. Aku tak apa jika kau jatuh diatas tubuhku. Kau pasti sangat lelah, Hae," bisik Eunhyuk.
Donghae pun tak bisa menahan tubuhnya lagi. Benar kata Eunhyuk, dia sangat lelah. Tubuh Donghae pun ambruk diatas tubuh kurus Eunhyuk. Dapat ia rasakan jantung Eunhyuk yang berdetak kencang. Entah karena kelelahan atau karena hal lain.
"Ini karenamu, Hae," ucap Eunhyuk kemudian. Donghae mendongakkan wajahnya, menatap Eunhyuk dengan pandangan bertanya. "Detak jantungku. Berdetak cepat karenamu, Hae," lanjut Eunhyuk sambil mengelus pelan rambut Donghae yang sedikit lepek. Donghae tersenyum mendengarnya. Segera dipeluk tubuh telanjang Eunhyuk.
"Aku tahu," balasnya.
Peluh masih membasahi tubuh keduanya. Napas mereka masih tersenggal-senggal. Namun, itu tak membuat mereka merenggangkan pelukan mereka.
"Gomawo, Hyuk-ie. You're the first."
"Gwaenchana, Hae. You're the first, too."
Donghae menjilat telinga belakang Eunhyuk dengan sensual. Lalu mengulumnya pelan.
"Nggghhh..."
"I want more, Hyuk-ie," kata Donghae diiringi desahan.
.
.
.
END
.
.
.
KYAAAAA~~!
FF APA INI?! /slap/ INI FULL NC? FULL NC? /masih nggak percaya/ INI BUKAN CHANNIE YANG NGETIK! BUKAN CHANNIE! /amnesia/
aku tahu...aku tahu kalo FF ini nggak HOT bagian NC-nya /bow/
mana mau bulan Ramadhan -_- bukannya bikin FF yang baik, malah bikin FF beginian -_-
maaf, karena Channie memang belum berpengalaman dengan pembuatan FF NC. Ini FF NC buatan Channie yang pertama. INGET! PERTAMA!
udah FF NC pertama, sok-sokan pakai cast HaeHyuk pula -_-
buat yang minta sekuel, ini sekuelnya. maaf aku bikin NC untuk sekuelnya /nangis dipojokan/
maaf (lagi) karena belum bisa update dua FF yang masih terlantar.
Aku usahakan, sebelum bulan puasa udah aku update. aku usahakan ya /smirk/
Big Thanks to:
Mei Hyun15 | MingMin | SSungMine | BabyAlien93 | Jewels1295 | lee ikan | Guest | hyuknie | Regina Moccha Leonarista
and who favorited this FF (chapter 1)
Bekasi, 290613
3:45am
Sign,
lvoejr
