Light Dragon Devil Shinobi
By : Natsu D. Luffy
Disclaimer : I don't own Naruto or Highschool DxD.
Rate : M
Genre : Fantasy, Romance
Main Pair : Naruto x (Suggestion?)
Warning : (miss) Typos, OOC, GaJe, Abal, Godlike!Naruto, Naruto-centric, SKS (Sistem Kebut Sejam).
.
.
.
Chapter 2 : Ultimate Being?
.
.
.
.
Duduk di sebuah sofa mewah di ruang Occult Research Club, Naruto dengan santai terus meminum teh manis buatan Akeno sambil menunggu Rias selesai menjelaskan permasalahan tentang Devil, Angel dan Fallen Angel pada si pervert Issei.
"Kemunculan Fallen Angel hari ini yang mengincarmu bukanlah kebetulan semata, Issei. Kau memiliki Sacred Gear yang sepertinya cukup kuat, dan karena itulah para Fallen Angel mengincarmu. Cepat atau lambat, mereka akan berhasil membunuhmu." Ucap Rias secara gamblang pada sosok pucat Issei yang duduk di samping Naruto.
"Ta-tapi Rias-senpai! Tidak bisakah kau atau Naruto-san melindungiku?" Tanya Issei sambil mengalihkan pandangannya dari Rias kepada Naruto.
"Memang benar, tugasku adalah untuk melindungi manusia tak bersalah sepertimu. Tapi pasti akan tiba saatnya saat aku akan pergi mengurusi hal penting lain dan membiarkanmu sendiri, Ero-gaki." Jawab Naruto dengan santai.
"Ya, Naruto-san benar, Issei. Dan lagipula, kami para Devil tidak bisa melindungi manusia yang tidak mempunyai hubungan apapun dengan Peerage kami." Tambah Rias.
"Lalu bagaimana aku bisa selamat, Rias-senpai?!" teriak Issei histeris sambil mengalirkan air mata buayanya.
"Sebenarnya, satu-satunya cara agar kau bisa selamat dan mendapat perlindungan dari kami adalah dengan menjadi bagian dari Peerage milikku." Jawab Rias dengan senyum manisnya.
Setelah menjelaskan apa itu Peerage system dan resiko yang akan diterima saat menjadi Devil, akhirnya dengan berat hati Issei menyetujui dirinya diubah menjadi Devil.
Hasil yang cukup mengejutkan terlihat jelas saat untuk menjadi Devil, Issei membutuhkan 8 bidak pion, jumlah yang tidak sedikit.
Proses perubahan Issei menjadi Devil selesai, Rias menyuruh Akeno untuk mengantarkan Issei yang masih belum sadar kembali ke rumahnya, meninggalkan Naruto dan Rias sendiri di ruang klub.
"Jadi… apa yang selanjutnya akan kau lakukan, Naruto-kun?" Tanya Rias memecah kesunyian.
"Hm… karena entah kenapa Shinigami-sensei menyuruhku untuk menetap di kota ini, jadi yah~ aku akan menetap di kota ini dan melihat apa yang akan terjadi selanjutnya." Jawab Naruto sambil memainkan cahaya di telapak tangannya dan membentuknya menjadi berbagai jenis hewan.
"Apakah… apakah kami para Devil juga bisa meminta tolong padamu saat kami menghadapi sebuah masalah, Naruto-kun?"
Berdiri dari posisi duduknya, Naruto berjalan menuju jendela yang menghadap ke luar dan berhenti tepat di depan jendela.
"Tentu saja. Selama kalian berada di pihak yang benar, aku akan membantu kalian… karena itulah tugasku. Tidak ada kejahatan yang bertahan di hadapanku, tidak ada kebaikan yang musnah di belakangku… akulah sang utusan dari Kematian… Uzumaki Naruto." Ujar Naruto sebelum tiba-tiba tubuhnya berubah menjadi partikel cahaya dan menghilang ke luar dari ruang Occult Research Club.
.
.
.
Di sebuah pintu masuk satu-satunya gereja yang terdapat di kota Kuoh, terlihat partikel-partikel cahaya yang berkumpul dengan cepat dan segera membentuk sosok Uzumaki Naruto.
"Hm… ini satu-satunya gereja yang bisa kutemukan di kota ini. Shinigami-sama berkata untuk sementara aku harus tinggal di gereja sampai dia selesai menyiapkan rumah untukku di Underworld." Gumam Naruto pada dirinya sendiri sambil berjalan memasuki gereja yang anehnya tengah dalam keadaan gelap.
Sebelum sempat berjalan lebih jauh ke dalam gereja, tiba-tiba saja Naruto merasakan sebuah peluru melubangi tubuhnya.
"Berhenti di situ, Devil terkutuk! Berani-beraninya kau menginjakkan kaki terhinamu di tempat suci ini?!" teriak sebuah suara yang terdengar dipenuhi oleh kegilaan dan haus darah.
Menaikkan sebelah alisnya sambil memandangi sosok Exorcist yang muncul di hadapannya dengan pandangan bingung, Naruto bahkan tidak memandangi bagian tubuhnya yang berlubang sebelum tiba-tiba partikel cahaya berkumpul di lubang dalam tubuhnya dan menutupnya dengan sempurna.
"Darimana kau berpendapat bahwa aku ini Devil?" Tanya Naruto dengan nada santai pada Exorcist gila di depannya.
"Diam! Aku tidak akan menjawab pertanyaan apapun darimu, Devil! Bagaimanapun juga, aku akan membantai seluruh Devil di dunia ini dengan tanganku sendiri! Akulah Freed sang pembasmi Devil!" teriak Exorcist di hadapannya sambil mengeluarkan sebuah pedang cahaya dan menodongkannya ke arah Naruto.
'… baiklah, sudah dipastikan. Dia sama sekali tidak waras dan jika dibiarkan akan menjadi bahaya untuk yang lain.' Batin Naruto sambil mengarahkan jari telunjuknya dengan malas pada Freed yang tenga berlari kepadanya.
"Matilah kau, Devil!"
"Pika Pika no… Cero."
Dan seketika itu juga, sebuah laser beam berwarna kuning emas berukuran besar meluncur dari jari telunjuk Naruto dan mengenai Freed, membuatnya hancur dalam ledakan dahsyat yang diakibatkannya.
"Baiklah, sepertinya tadi itu sedikit berlebihan… kurasa." Gumam Naruto sambil menggunakan salah satu sihir yang ia dapat dari sisi Devilnya untuk memperbaiki kerusakan di gereja itu.
"Time Arc : Reverse" ujar Naruto sambil membentangkan salah satu telapak tengannya ke arah kerusakan yang ditimbulkannya tadi.
Sebuah lingkarang magic berwarna putih segera muncul di erea gereja yang rusak dan langsung mengembalikannya seperti semula tanpa cacat sedikitpun.
Sebuah suara kepakan sayap dan bunyi sesuatu mendarat di belakangnya membuat Naruto segera membalikkan tubuhnya untuk melihat pendatang baru yang menyambutnya.
Sang pendatang baru, Naruto sadari, ternyata merupakan dua orang, atau lebih tepatnya, dua Fallen Angel.
Sosok Fallen Angel pertama adalah seorang wanita berambut biru tua panjang dengan poni yang hampir menutupi salah satu matanya. Pakaian casual berwarna ungu yang ia pakai sangat terlihat menonjolkan bentuk tubuhnya yang harus Naruto akui, cukup menggoda.
Sosok Fallen Angel kedua adalah seorang pria paruh baya dengan rambut bergelombang berwarna coklat gelap memakai pakaian khas detektif, lengkap dengan topi dan sarung tangan.
"Selamat datang di tempat singgah kami yang kumuh ini, Naruto-sama. Dan maaf atas tindakan Freed yang tiba-tiba menyerang anda. Maklum, dia sama sekali tidak mengetahui ssiapa anda sebenarnya." Ujar pria paruh baya itu.
Mendapat respon yang tidak terduga, Naruto hanya mengangkat salah satu alis matanya dan melambaikan tangannya kepada Fallen Angel untuk meneruskan penjelasan mereka.
"Kami para Fallen Angel sebenarnya telah mengetahui rumor tentang adanya Ultimate Being yang menjadi murid Shinigami-sama untuk membantunya menjaga keseimbangan dunia dari para Angel yang baru-baru ini berubah menjadi Fallen Angel." Ujar pria itu sambil memberi isyarat pada partnernya untuk melanjutkan penjelasannya.
"Sejak saat itu, dewan Grigory telah memperingatkan kami para Fallen Angel untuk tidak memprovokasi Ultimate Being yang suatu hari akan datang ke bumi ini. Dan berkat aksi anda saat melawan Raynare, kami mengetahui bahwa Ultimate Being itu benar-benar ada dan andalah orangnya." Lanjut wanita seksi yang berada di samping pria paruh baya itu.
Menganggukkan kepalanya tanda mengerti, Naruto kembali memfokuskan pandangannya kepada dua Fallen Angel di hadapannya.
"Hm… baiklah, aku mengerti. Bukan bermaksud mengganggu, tapi aku datang ke sini karena inilah satu-satunya tempat yang disarankan oleh Shinigami-sensei untuk aku tinggali sementara ini. Jika kalian keberatan, aku bisa pergi mencari tempat lain." Ucap Naruto santai.
"Oh! Tentu saja tidak, Naruto-sama! Kami akan sangat senang jika anda sudi menjadikan gereja kumuh ini tempat bermalam anda." Ucap sang kedua Fallen Angel itu hampir bersamaan sembari membungkukkan badan mereka.
"Oi, oi… kalian tidak usah bersikap begitu hormat kepadaku seperti itu. Aku tidak terlalu suka hal-hal yang berbau formal. Jadi, siapa nama kalian?"
"Naama saya Kalawarner, Naruto-sama." Ucap Fallen Angel perempuan berpostur sexy itu.
"Nama saya Donhaseek, Naruto-sama." Ucap Fallen Angel pria di sampingnya.
Menganggukkan kepanya sejenak, Naruto segera meminta kedua Fallen Angel di hadapannya untuk menunjukkan jalan menuju ruangan yang akan ditempatinya untuk sementara ini yang ternyata berada di ruang bawah tanah gereja.
Sembari berjalan mengikuti Kalawarner dan Donhaseek, satu pikiran terlintas di benak Naruto. Mulai saat ini, hidupnya tidak akan setenang sebelumnya…
.
.
.
3 Days Later…
Dalam waktu tiga hari di kuoh akademi, Naruto dengan mudah menjadi salah satu laki-laki paling populer di sekolahnya. Penampilannya yang terkesan gentleman sekaligus sikap lembut dan sopannya pada setiap murid membuatnya berada di urutan teratas murid laki-laki yang paling ingin kau jadikan pacar, sejajar dengan Kiba Yuuto, adik kelasnya yang merupakan salah satu anggota peerage Rias Gremory.
"Naruto-senpai!"
Mendengar sebuah teriakan yang memanggil namanya, Naruto segera sadar dari lamunannya. Menyadari dirinya saat ini masih berada di kantin pada jam istirahat makan siang, Naruto segera memfokuskan pandangannya ke arah sumber suara hanya untuk mendapati si bocah pervert Issei yang sedang melambai-lambaikan tangannya di depan wajah Naruto.
"Berhentilan melambai-lambai di depan mukaku, Issei." Ujar Naruto sambil berdiri dari posisi duduknya. Issei yang kini sudah menyingkir dari depan wajah Naruto hanya bisa tersenyum gugup sambil meletakkan salah satu telapak tangannya di belakang kepalanya.
"A-Ahahaha, maaf, Naruto-senpai… habis tadi kau kupanggil-panggil diam saja, jadi aku kira kau kenapa-kenapa…" ucap Issei pada Naruto yang hanya memutar matanya pada Issei.
"Ya, lupakan saja itu. Jadi, ada apa kau datang kemari Issei?" Tanya Naruto sambil berjalan menuju pintu keluar kantin.
"Ano… sebenarnya aku datang hanya untuk menyampaikan pesan dari Rias-senpai untuk Naruto senpai…"
Menaikkan salah satu alisnya tanda penasaran, Naruto memberi lembaian tangannya pada Issei sebagai kode untuk Issei melanjutkan perkatannya.
"Rias-senpai ingin mengundang Naruto-senpai untuk datang ke ruangan Occult Research Club jam 7 nanti malam."
Oh? Ini menarik, seorang Devil yang mengetahui statusnya sebagai representasi Shinigami-sama mengundangnya berkunjung? Heh, sepertinya Rias dan Peerage miliknya memang benar-benar berbeda dari kebanyakan Devil…
"Baiklah, aku akan berkunjung nanti. Sampaikan juga salamku pada Rias, Ero-gaki."
"O-Oy!"
.
.
.
Later…
Mengenakan pakaian santai berupa kaos orange polos dan celana jeans hitam serta sneakers berwarna orange, Naruto berjalan keluar dari gereja tempat tinggal sementaranya.
"Donhaseek, Kalawarner, aku akan pergi jalan-jalan sebentar." Seru Naruto saat berjalan keluar gereja tanpa menengok ke belakang.
"Ha'i, semoga perjalanan anda menyenangkan, Naruto-sama." Datang balasan dari dalam kegelapan bayangan dalam gereja. Dan dengan itu, sosok Naruto segera bersinar sejenak sebelum akhirnya menghilang dalam kilatan cahaya.
Salah satu hal yang Naruto tidak pernah sesali saat dirinya menjadi Light Dragon-Devil adalah kepuasan akan kecepatan yang bisa ia rasakan saat dirinya bepergian dengan kecepatan cahaya.
.
.
.
Occult Research Club's Room…
Rias baru saja selesai menjelaskan pada anggota klubnya tentang misi mereka kali ini untuk membasmi Stray Devil di pinggiran kota Kuoh saat tiba-tiba sebuah cahaya berwarna kuning keemasan masuk melalui salah satu jendela yang terbuka dan segera membentuk menjadi sosok Naruto.
"Yo!" sapa Naruto pada Rias dan anggota klubnya saat dirinya telah sepenuhnya terbentuk kembali, mendapat beberapa balasan berupa lambaian anggukkan kepala dari seluruh orang yang ada kecuali Issei yang hanya balik melambaikan tangannya.
"Naruto-kun, akhirnya kau datang juga…" ucap Rias dengan senyuman sambil berdiri dari kursinya dan berjalan untuk menghampiri Naruto.
"Aku harap undanganku tidak merepotkanmu, Naruto-kun."
Mengambil posisi duduk di frame jendela terbuka di sampingnya, Naruto melambaikan tangannya ke samping sambil menggelengkan kepalanya sejenak, Naruto mengesampingkan perkataan Rias dan menarik napas dalam-dalam.
"Jadi… apa yang bisa kubantu hari ini, Rias?" Tanya Naruto sambil melihat bulan dan bintang yang bersinar terang di langit malam ini.
"Langsung saja ke intinya, Naruto-kun. Sebenarnya aku ingin meminta bantuanmu untuk mendemonstrasikan kekuatanmu pada anggota Peerage-ku yang masih belum melihat apa yang dunia bisa tawarkan pada kami. Dan mengingat statusmu yang setara atau bahkan lebih tinggi dengan seorang Arch Angel, dan lebih lagi kau berada di pihak netral, jadi aku berpikir bahwa kaulah yang terbaik dalam hal ini." Rias berkata pada Naruto yang masih memalingkan wajahnya menghadap langit luar.
"Hm… yah… kupikir tidak ada salahnya. Jadi… bagaimana aku bisa 'mendemonstrasikan' kekuatanku ini?" Tanya Naruto santai sambil menghadap Rias dengan senyum kecil di wajah tampannya yang membuat seluruh gadis di ruangan itu sedikit merona.
"Sebenarnya… kami mempunyai beberapa boneka percobaan yang tepat untuk ini…" jawab Rias dengan senyum manis miliknya.
Turun dari frame jendela dan merenggangkan tubuhnya sejenak, Naruto segera menunjukkan cengiran khasnya pada Rias sambil menunjukkan pose 'Nice Guy' lengkap dengan gigi berkilau khas Lee dan Guy.
"Serahkan saja padaku, dattebayo!"
.
.
.
Tiba di pinggiran kota, Rias dan Peerage-nya berjalan keluar dari lingkaran sihir teleportasi dengan lambang Gremory diikuti dengan Naruto yang juga keluar dari lingkaran sihir teleportasi dengan lambang Reaper miliknya.
Berbeda dengan wilayah kota yang cenderung didominasi oleh bangunan-bangunan modern, pinggiran kota Kuoh dipenuhi oleh hutan dan padang rumput yang cukup luas. Di hadapan mereka saat ini, dapat terlihat sebuah mansion tua tidak terawat dengan padang rumput dan hutan mengelilinginya. Ilalang tinggi dan tanaman merambat yang tumbuh subur di sekeliling mansion menambah suasana mistis yang ada.
"Hm… emosi negatif dan aura Devil ini… Rias, apakah ini adalah tempat persembunyian Stray Devil?" Tanya Naruto pada Rias yang menganggukkan kepalanya dengan sedikit ekspresi terkejut.
"Bagaimana kau bisa tahu bahwa ini adalah tempat persembunyian Stray Devil, Naruto-san?" Tanya Akeno sopan sambil sedikit memiringkan kepalanya ke samping.
"Hanya salah satu dari beberapa kemampuanku." Jawab Naruto singkat yang hanya dibalas dengan anggukkan kepala oleh Akeno dan Rias.
"Hey Kiba-san, kenapa Buchou repot-repot mengajak Naruto-senpai hanya untuk membasmi seekor Stray Devil seperti ini?" bisik Issei pada Kiba dalam perjalanan masuk ke mansion tua itu.
"Siapa yang bilang kita akan membasmi SEEKOR Stray Devil, Issei-kun?" balas Kiba dengan nada sopan dan senyuman miliknya.
Menaikkan salah satu alisnya dan berniat untuk menanyakan kembali apa maksud Kiba, Issei terpaksa menahan apapun pertanyaan yang akan keluar dari mulutnya saat tiba-tiba sebuah raungan besar bergema di seluruh ruangan mereka berada saat ini.
"S-Suara apa itu?!" teriak Issei kaget.
"Issei, lihatlah ke depanmu…" ucap Rias tenang.
Mematuhi perintah ketuanya dan segera menghadap ke depan, Issei segera mengetahui arti sesungguhnya dari pertanyaan Kiba sekaligus menemukan jawaban dari pertanyaan yang belum sempat ditanyakannya.
"Ara, ara… satu set penuh Peerage yang berkhianat pada King-nya dan menjadi Stray Devil… ini pasti akan menyenangkan, fufufu…" ujar Akeno dengan senyum sadis di wajah cantiknya yang membuat Issei terkejut setengah mati.
"Lihatlah pertarungan ini baik-baik, Issei. Kau akan melihat secara langsung kelebihan-kelebihan dari masing-masing Evil Piece." Ucap Rias sambil menyilangkan tangannya di bawah payudaranya, membuat payudaranya yang besar terlihat semakin menantang.
Tanpa aba-aba, tiba-tiba saja Koneko berjalan dengan tenang menuju barisan Stray Devil di hadapan mereka dengan tangan kosong hanya untuk sedetik kemudian ditelan oleh Stray Devil berbadan semacam Venus Trap dan tubuh bagian atas berbentuk manusia.
"Koneko-chan!"
"Hahahahahaha! Apa ini?! Apa kalian datang ke sini hanya untuk mengantarkan kami sebuah cemil- Aaaarrrrgghhh!" ucapan Stray Devil itu langsung terpotong saat tiba-tiba saja tubuh bagian bawahnya kembali terbuka paksa oleh Koneko yang tampak tidak kesulitan sama sekali.
"Pertama, Rook, mempunyai kekuatan dan daya tahan yang luar biasa walaupun mempunyai kekurangan dalam hal kekuatan. Harga 1 Rook sama dengan 4 Pawn."
Dengan wajah datar dan tanpa beban sedikitpun, Koneko langsung melempar Stray Devil yang baru saja menelannya ke arah Kiba yang segera menghilang dari tempatnya semula dan kembali muncul di belakang Stray Devil yang sama dengan pedang di tangannya.
"Kyaaaaarrrhhh!" teriak Stray Devil itu saat tiba-tiba tubuhnya dipenuhi dengan luka sayatan yang dalam.
"Kedua, Knight, walaupun tidak mempunyai kekuatan dan daya tahan sebesar Rook, Knight memiliki kecepatan yang lebih dari cukup untuk menutupi kekurangannya. Harga 1 Knight sama dengan 3 Pawn."
Melangkah menuju sosok lemah Stray Devil di hadapan mereka adalah Akeno Himejima dengan senyum sadis di wajahnya dan aliran listrik yang mengalir di telapak tangannya.
"Berteriaklah untukku, Stray Devil!" teriak Akeno sambil menyambarkan sihir petirnya pada Stray Devil yang hanya bisa berteriak kesakitan di lantai.
"Fufufu… ya… inilah teriakan kesakitan… sungguh nikmat…"
"Ketiga, Queen, memiliki kemampuan dari hampir semua Evil Pieces dengan spesialisasi penguasaan Magic tingkat tinggi. Harga 1 Queen sama dengan 7 Pawn."
Melangkah ke depan, Rias mengarahkan telapak tangannya ke arah sosok berasap Stray Devil dengan lingkaran sihir merah yang tiba-tiba muncul di depan tangannya.
"Destruction Wave" dari lingkaran sihir di tangan Rias, muncul aliran energi berwarna hitam bercampur merah yang segera menelan sosok Stray Devil tanpa menyisakan apapun.
"Dan terakhir adalah King, adalah Devil yang minimal berasal dari keluarga High Class Devil dan mempunyai kemampuan untuk mereinkarnasi orang lain menjadi Devil dengan Evil Pieces miliknya." Ujar Rias pada sosok Issei yang hanya bisa membuka mulutnya tidak percaya dengan mata berbintang-bintang.
"Suuugggoooiiii~!" teriak Issei yang sialnya tepat berada di samping belakang Naruto.
"Oy! Jangan berteriak di telingaku, Ero-Gaki!" teriak Naruto di telinga Issei yang hanya bisa menutupi kedua telinganya dengan mata berputar-putar.
Memfokukan pandangannya ke depan, Naruto langsung menghembuskan napas saat dilihatnya berbondong-bondong Stray Devil tengah gemetaran setelah melihat teman mereka dibunuh dengan sangat mudah oleh Devil di hadapan mereka.
"Aku kira ini saatnya aku beraksi, hm?" gumam Naruto lebih pada dirinya sendiri, tapi cukup keras untuk didengar oleh seluruh Devil di dalam ruangan dengan pendengaran super mereka.
Mendengar kata-kata Naruto, seluruh Peerage Rias segera melangkah mundur ke belakang Naruto termasuk Rias dan Issei yang sudah tersadar dari tuli sejenaknya.
"Aku penasaran seberapa kuat Naruto-senpai." Ujar Kiba saat melihat Naruto melakukan beberapa pose pemanasan yang wajar dilakukan sebelum berolahraga.
"Ha'i, aku juga ingin melihat kemampuan Naruto-senpai." Gumam Koneko sambil melihat Naruto yang sekarang sedang berjalan santai ke arah barisan Stray Devil dengan kedua telapak tangan di saku celananya.
"J-Jangan takut, teman-teman! Lihat, dia hanya seorang diri sedangkan kita hampir satu set penuh Evil Piece!" teriak salah satu Stray Devil kepada teman-temannya.
Mendengar teriakan penyemangat dari salah satu temannya, para Stray Devil tiba-tiba saja kembali mendapat kepercayaan diri mereka dan mulai menyerang Naruto secara bersamaan baik dengan senjata ataupun sihir.
Para Stray Devil mulai menyeringai lebar saat melihat serangan mereka semakin mendekati sosok tenang Naruto yang tetap berjalan ke arah mereka tanpa melakukan upaya perlawanan apapun.
"Ap-Apa yang dilakukan Naruto-senpai?! Apa dia sama sekali tidak bermaksud menghindarinya?!" teriak Issei panik saat melihat Naruto tetap berjalan tanpa memperdulikan semua serangan yang tengah meluncur ke arahnya. Tapi tentu saja, bukan hanya Issei yang merasa panik. Koneko dan Kiba pun juga mengkhawatirkan apa yang akan terjadi pada Naruto nanti jika ia tidak menghindari serangan itu.
"Kalian sebaiknya tenang saja, serangan seperti itu tidak akan mempan pada Ultimate Being seperti Naruto-kun." Ucap Rias tenang membuat seluruh anggota Peeragenya melihat ke arahnya dengan pandangan bingung dan kaget.
Baru saja Issei akan kembali bertanya apa yang dimaksud oleh Rias, tiba-tiba saja ia dan para anggota peerage Rias yang lain mendengar sebuah ledakan dari arah Naruto. Sontak, mereka melihat ke arah Naruto dan hampir saja berteriak sekencang mungkin saat melihat tubuh Naruto yang kini dipenuhi dengan lubang hanya berdiri di sana tanpa bergerak sedikitpun.
"Ha! Satu serangan dan langsung tamat! Ia bahkan tidak bisa menghindar!" seru salah satu Stray Devil dengan sombong saat melihat tubuh berlubang Naruto yang tak bergerak sedikitpun diikuti dengan seluruh Stray Devil yang ikut bersorak-sorai dan tertawa bangga.
Tetapi sayang bagi para Stray Devil, kegembiraan mereka terpaksa terhenti saat mereka menyadari bahwa ada lingkaran sihir dengan lambang kepala Dragon berwarna emas yang melayang dan mengitari mereka semua dari semua bagian sehingga membentuk semacam kubah dari banyak lingkaran sihir dengan mereka di dalamnya.
"Ap-Apa ini?!"
"Dari mana datangnya lingkaran sihir ini?!"
"Sial! Tidak bisa ditembus!"
"Kussoooo!"
Di antara kepanikan yang terjadi di antara para Stray Devil, Rias dan anggota peeragenya menyadari bahwa lingkaran-lingkaran sihir yang kini mengitari para Stray Devil berasal dari salah satu tangan Naruto yang terulur dan dengan teratur memproduksi lingkaran sihir yang segera melayang ke arah para stray devil. Mencemaskan keadaan Naruto yang tetap menggunakan sihir walau dalam keadaan tubuh yang berlubang-lubang, para anggota peerage Rias bermaksud menolong Naruto saat tiba-tiba lubang-lubang di tubuh Naruto segera tertutup dengan cahaya yang memasuki tubuhnya.
"A-Apa itu? Tubuh Naruto-senpai kembali seperti semula tanpa ada bekas lecet sedikitpun!" teriak Issei kaget.
"Itulah yang kumaksud saat aku mengatakan serangan mereka tidak akan mempan pada Naruto-kun. Sebagai Ultimate Being, tubuh Naruto-kun tidak bisa dihancurkan bahkan dengan sihir terkuat sekalipun. Sebaliknya, ia bisa menghancurkan musuhnya hanya dengan menjentikkan jarinya. Dengan kata lain…"
"Sacred Magic : Heavenly Dome of Purification" dengan hanya komando sebuah jentikkan jari dari Naruto, seluruh lingkaran sihir yang menyelubungi para Stray Devil segera mengeluarkan cahaya emas yang akan memusnahkan segala jenis Devil dalam hitungan detik hanya dengan kontak langsung. Hanya dalam beberapa detik, kubah cahaya emas yang menyelubungi para Stray Devil segera menghilang diikuti dengan hilangnya teriakan keputusasaan dari para Stray Devil di dalamnya.
Saat kubah cahaya itu telah benar-benar menghilang, seluruh anggota peerage Rias hanya bisa membuka dan menutup mulut mereka tanpa suara dengan ekspresi shok terpasang di wajah mereka karena… di hadapan mereka, di tempat dimana tadinya para Stray Devil itu berada, hanya ada sebuah kawah dengan abu di dalamnya. Dan tentu saja, mereka tidak perlu bertanya untuk mengetahui abu milik siapa itu.
"… Naruto-kun adalah makhluk yang tak tertandingi."
.
.
.
.
To Be Continued…
.
.
.
.
A/N : Maaf atas keterlambatannya, tapi belakangan ini dan untuk beberapa bulan ke depan saya akan disibukkan dengan berbagai tugas dan kegiatan menjelang Ujian Nasional, jadi mohon kesabaran dan pengertiannya. Kemungkinan besar saya akan hiatus sementara waktu ini, atau mungkin saya akan terus mengupdate fic saya, tapi hanya saat ada waktu luang, dan itu jarang sekali. Tapi cukup basa-basinya, terima kasih sudah membaca fic ini, dan jangan lupa tinggalkan pendapat/kritik/saran anda di kotak review~! Terima kasih juga untuk yang sudah menyempatkan review di chapter sebelumnya, review kalian adalah motivasi saya!
SEE YA!
Natsu D. Luffy
