Chapter 2 : He is perfect

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Created by : Uchiha Zagosa

Sebelumnya.. terimakasih atas rahmat tuhan yang maha esa.. weleh-weleh…, terimakasih buat yang udah review ya… R&R, but..

Do not like? Don't read, don't flame

"Nar, ke kantin yuk…." Ajak Kiba

Naruto mengangguk. Lalu mereka menuju kantin…, disana ada beberapa meja yang disusun rapi. Lalu, Kiba dan Naruto menuju salah satu meja.

"Aku mau pesan makanan dulu ya Ba…" kata Naruto

"Aku titip dong…, satu mangkuk bakso sama jus semangka ya.."

"Iya-iya…".

..

"Mbak, satu mangkuk ramen sama satu mangkuk Bakso ya.., terus minumnya..jus semangka sama jus alpukat." Kata Naruto

"Mbak, aku Sushi sama Omosubi akstra tomat ya.., terus minumya jus tomat sama jus nanas..(jus kesukaan author… weleh, ngapain diceritain? *plak*)"

"Eh.., Sakura" kata Naruto

"O hai Naruto, sama siapa?" Tanya Sakura

"Sama Kiba, kamu?"

"Aku sama Sasuke." Jawab Sakura

"Oh.. eh aku mau tanya"

"Apa?"

"Kamu ini pacarnya Sasuke ya?"

"Eh….? I-itu.. bu-bu kan lah…" jawab Sakura terbata-bata

"O ya sudah.., kirain kamu pacaran sama Sasuke, habis, kalian deket banget sih…"

"O.. itu ya, itu karena.."

"Iya, karena apa?"

"Dia adalah orang pertama yang menganggap-ku normal di sekolah ini.."

"maksudmu?"

"Iya, rambutku pink, dan banyak orang yang menjauhi aku sewaktu aku pertama kali masuk ke sekolah ini.."

"Oya sudah, bagus dong kalau gitu…"

"maksudmu?"

"Ng-nggak nggak kok bukan apa-apa, ya sudah ya dadah…" kata Naruto sambil lari ke meja Kiba

Di bagian Sasusaku..

"Kanapa lama Sakura?" Tanya Sasuke

"O.. tadi aku bertemu Naruto, lalu aku mengobrol denganya sebentar.." jawab Sakura

"Naruto…, anak baru itu?"

"Iya, kenapa?"

"Nggak kok, Cuma nanya.." katanya datar. Tiba-tiba, datang tak dijemput pulang tak diantar (?), Karin datang.

"Hai Sasuke.." kata Karin dengan Nada cetilnya

"…" Sasuke tak menjawab

"Sasuke.., kok nggak bicara sih…"

"…"

"Sasuke…."

"Ehm Karin, sepertinya Sasuke sedang tak mau diganggu, jadi sebaiknya kamu…" belum sempat Sakura selesai bicara Karin sudah menyela…

"Apaan sih kamu…, aku kan sedang ngomong sama Sasuke, kamu nggak usah ikut campur.." kata Karin dengan nada nyolot-nya.., akibatnya, seluruh siswa yang ada di kantin itu memperhatikan mereka..

"Karin.., bisakah nada bicaramu direndahkan sedikit.." kata Sakura ramah.

Di tempat Naruto dan Kiba

"Lah mulai lagi deh tu nenek sihir…" kata Kiba

"maksudmu?"

"itu si Karin.., dia pasti mau caper sama Sasuke.., emang dasar…". Tiba-tiba saja Deidara lewat dan nyanyi GaJe "Emang dasar-emang dasar.. e dasar kamu cacingan…", lalu dia keluar dari kantin. 'apaan sih tu kakak kelas' runtuk KIba dalam hati.

"Dia suka sama Sasuke?" Tanya Naruto tiba-tiba

"Iyalah…."

"O…., eh memangnya kenapa..sepertinya kamu benci banget sama Karin"

"Ya.., dia pernah menabrak Anjing-ku dan lenganya patah, udah gitu, dia nggak minta maaf lagi.., tak akan kumaafkan"

"gitu ya…"

"Ya udah yuk, keluar aja, aku ogah ngeliat dia, pengen muntah.. ayo Nar"

"Iya-iya..". Mereka berdua lalu keluar dari kantin

Kebali ke sasusaku

"Eh dengar ya, mulut-mulut aku.., terserah aku dong.." kata Karin

"Tapi ini kan tempat umum.." jawab sakura, sedangkan Sasuke masih diam

"Eh dengar ya, ini semua nggak ada urusanya sama kamu dasar Jidat Lebar rambut aneh!" kata Karin sambil membentak dan dengan suara yang keras juga, akibatnya beberapa gerombolan siswa-siwi yang berada disitu yang juga rada sensi sama Sakura cekikikan bahkan ada yang tertawa lepas mendengar ucapan Karin…. Alhasil.. Sakura-pun kehilangan mental.

"Maaf, aku harus pergi. Permisi.." kata Sakura yang langsung keluar dari kantin… Suara tawa siswa-siswi semakin menjadi-jadi.., dan semuanya diam ketika Sasuke…

'PLAK' menampar Karin.

"Sasuke.. kau?" Tanya Karin

"Apa… heh.. dengar ya Karin, kau tidak pantas bicara seperti itu pada Sakura, Mengerti!" katanya dengan nada membentak. Semua siswa dan siswi di kantin itu tercengang melihat Sasuke.

"Kau tahu kenapa?, karena kau tidak lebih baik darinya. Kau selalu saja mencari perhatian orang dengan cara apa saja, karena kenapa? Karena kau takut jika semua orang tidak berpihak kepadamu, kau takut jika kau tak punya barisan, kau takut karena kau pengecut!" kata Sasuke panjang lebar masih dengan nada membentaknya. Lalu dia keluar Kantin sambil membanting pintu kantin sekolah itu.

Di tempat Neji, Tenten, Shikamaru dan Temari

"Wow.., Sasuke.. pertama kali kulihat dia kayak gitu" kata Temari

"Habisnya.. Karin udah kelewat batas sih…" sambung Tenten

"Mana ngejek Sakura lagi benar-benar Menyusahkan" kata Shikamaru

"Perkataan Shikamaru, kurasa itu poin utama-nya" kata Neji

Di tempat Sakura

Sekarang, dia sudah ada di atap sekolah.. bagus.. tak aka nada yang mengusiknya lagi..dan buruknya.. dia ingat masa lalunya

"Ih.. mama-mama di sekolah tadi, ada anak perempuan yang rambutnya aneh.." kata seorang anak SD pada mama-nya

"Maksdumu?"

"Iya, rambutnya pink, terus jidatnya juga lebar.. aneh ya ma.., aku jadi nggak mau deket-deket sama dia" kata anak kecil itu.

Dari kejauhan, Sakura mengamati mereka, dia sudah sering mendengar kalimat seperti itu terlontar dari anak-anak di sekolahnya,dia sendirian, dia tak punya teman, dan tidak ada yang mengajarkanya arti sebuah pertemanan, hanya ejekan-ejekan yang terlontar dari mulut mereka..

"Sayang.., tak usah menangis.., kau tahu, bahwa manusia itu diciptakan dengan betuk yang seindah-indahnya dan semua itu yang terbaik untuk mereka" itulah perkataan ibu Sakura, jika dia menangis gara-gara ada anak yang mengejekanya. Dengan perkataan ibunya itu, Sakura jadi lebih tenang, tapi semua sudah berubah, sekarang tak akan ada yang mengucapkan hal itu lagi, ayahya meninggal, sehingga ibu Sakura harus berkerja keras, dan akibatnya, dirumah terkadang Sakurahanya sendirian, dan tak ada tempat bersandar bagi dirnya. Sewaktu SMP, Sakura juga pernah menangis gara-gara hal itu, tapi ibu Sakura berkata "Aduh sakura, kamu kan sudah besar.. masak kayak gitu aja nangis, cengeng ah!". Bukan itu yang diharapkanya, dia hanya berharap bahwa akan ada orang yang mendengarkanya.

"Oh..kenapa? kenapa menurut mereka perbedaan itu aneh..hiks..hiks…" tangisnya..

"Menurutku tidak" kata seseorang..

"Sasuke…., ap-apa yang.." kata Sakura. Lalu, Sasuke berjalan dand duduk di samping Sakura

"Kau lakukan?" sambung Sakura..

"Menurutmu?" Tanya Sasuke balik..

"E…, sudahlah.." jawab Sakura

"Apa yang akan kau lakukan?" Tanya Sasuke

"Maksudmu?"

"Kau pasti akan melakukan sesuatu kan?"

"Oh ya.., setelah ini aku akan mengecat rambutku menjadi hitam, dan selesai, tak akan ada lagi si 'rambut aneh…hiks..hiks..'" jawab Sakura. Dan tiba-tiba saja Sasuke memeluk Sakura..

"Sasuke…"

"Apa,? kalau aku bilang, 'masak kayak gitu aja nangis..' kau akan tambah sedih bukan.." kata Sasuke sambil terus memeluk Sakura.

"Ya.., kau benar.., 100 untukmu tuan jenius."

"Hn".

"Terimakasih Sasuke"

"Ya."

'Saat-saat seperti ini.., jika ada Sasuke memang sempurna…' kata Sakura dalam hati.

Gimana-gimana… aneh.. Gaje… maaf..maaf…,

Karena aku masih Author baru, jadi mohon kritik dan Saranya. Sanjungan juga boleh… hehehehehe *plak*

Ya udah, akhir kata

R
I
V
I
E
W