Disclaimer: Masashi Kishimoto

Rating: T-M-T (according to the storyline)

Pairing: SasuNaru

Genre: Romance, and Fanfiction

Warning: OOC, Typo(s) bertebaran :v, Boys love, Mpreg

the story is just for making entertainment and is an expression to anyone. the similarity in any form of this story is just a mere coincidence

Happy Reading

Pagi Hari di desa Hachō...

Cahaya sang mentari begitu silau nan indah untuk menebarkan pesona nya kepada seluruh makhluk hidup di muka bumi memberi dukungan agar para masyarakat bisa beraktivitas seperti biasa yang pasti di temanin oleh sang mentari.

Cahaya tersebut merobos ke sela sela tirai gorden pemilik kamar. Pemilik kamar yang seorang gadis mulai menggeliat saat cahaya matahari mengenai muka nya, ia menutupi muka nya dengan selimut agar tak mengenai muka nya lagi. Namun, cahaya matahari tak mau kalah dan semakin bersinar, alhasil gadis yang bernama Asami meenggerutu kesal dan bangun dari mimpi indah/buruk?

Ia tengah mengumpul 'nyawa' sebaaaaanyak mungkin untuk beraktivitas apa yang ia harus kerjakan. Asami menoleh kearah jam dinding yang berada di tembok samping nya, jam 07:00. Tak ada niat untuk tidur lagi ia segera bangun untuk mandi tapi sebelum itu ia harus merapikan futon yang ia pakai tadi malam. Asami mengambil handuk lalu menuju kekamar mandi dengan tujuan untuk membersihkan diri nya.

Setelah beberapa menit, ia keluar dengan handuk yang melilit tubuh ramping nya dan dengan ceketan ia memakai pakaian hanya dalam hitungan menit. Kemudian ia mengambil uang lalu memasukkan ke saku baju ninja nya. Ia pergi keluar untuk menghirup udara di desa Hachō. Saat keluar, udara dingin menyapa kulit putih persolen nya yang berbalut baju ninja.

Dengan girang ia merentangkan kedua tangan nya seperti orang tidak waras. Dan ia mengambil nafas dalam dalam lalu membuang kan nya, "Udara nya lain dengan udara di desa Taki!" gumam nya sambil tersenyum ria.

Asami melangkah kan kaki nya menuju ke arah pasar di desa Hachō. Ia mengedarkan pandangan nya di setiap sekitar nya. Para pedagang begitu semangat memperjual barang barang dagang mereka, ada juga yang sedang mengobrol tentang masalah apa yang sedang mereka hadapi. Yang terakhir ia melihat dua anak anak yang beda kelamin sedang mengangkat barang yang ia yakini itu pasti berat. Tanpa berpikir panjang ia beranjak ke arah mereka, mungkin untuk menolong mereka?

Dua anak itu menyadari kehadiran diri nya menoleh kearah nya dengan tatapan sulit diartikan, "Nee-san siapa?" tanya salah satu dua anak yang berjenis kelamin laki laki. Sedangkan yang perempuan lebih muda usia nya menyembunyikan diri nya dibelakang punggung bocah laki laki itu. Takut kalau Asami seorang penjahat.

Asami tersenyum simpul sambil mengangkat sebagian barang dari tangan bocah laki laki, "Namaku Uchiha Asami. Aku akan membantu mengangkat barang kalian. Apa boleh?"

Kedua anak itu saling pandang, dan akhirnya mengangguk memperbolehkan Asami mengangkat barang mereka. Selama dalam perjalanan menuju kerumah dua anak itu, mereka sempat mengobrol ataupun bercanda ria.

"Oh ya, nama ku Leo!" kata bocah laki laki itu sambil tersenyum lebar, "Dan ini Mina, dia imouto ku." tambah nya sambil memperkenalkan diri adik nya yang berada di sebelahnya.

"Oh... Semoga kita bisa berteman dengan, baik."ujar Asami masih dengan senyuman terukir di wajah nya.

Kedua bocah itu mengangguk mantap walau Mina masih dengan wajah gugup nya.

"Nah!!! Kita sampai!" pekik Leo saat melihat rumah nya yang sudah berada di hadapan nya. Ia segera masuk ke dalam tak lupa mengucapkan 'Tadaima'. Mina menoleh kearah Asami, Asami hanya tersenyum dan mau tak mau Mina juga ikut tersenyum dan menyuruh Asami untuk masuk kerumah.

Sesaat Asami masuk kedalam rumah, ia disambut oleh seorang wanita cantik dan pria berbadan berisi. Mengetahui tata sopan ia lekas membungkuk dan memperkenalkan diri nya, "Namaku Asami Yoroshiku! Aku habis menolong mereka tadi,"

Sang wanita mengangguk bahwa ia mempercayai perkataan Asami, "Namaku Shiseru dan ini Dokku!"

"Domo," jawab Dokku juga dengan senyuman dan di balas oleh Asami.

"Ah... Aku harus pergi dulu," kata Asami hendak membalikkan badan namun suara Dokku menghentikan diri nya untuk keluar dari rumah tersebut.

"A-ano... Boleh kita bicara sebentar?" tanya Dokku hati hati. Karena saat Asami membalikkan badan nya, baju ninja bagian belakang nya terdapat sebuah lambang kipas yang tak asing bagi nya.

Asami menoleh dan membalikkan badan nya lagi kehadapan mereka berdua, "Tentu saja!" jawab nya tulus.

"Baiklah, ikut aku." ajak Dokku kepada Asami untuk mengikuti diri nya. Sedangkan Shiseru pergi ke dapur untuk membuat teh dan mengambil beberapa cemilan.

"Jadi? Ada yang ingin di bicarakan, Dokku-san?" tanya Asami sambil menyerupkan teh hangat yang berada di tangan nya.

"Apa kamu seorang Uchiha?" tanya Dokku tanpa basa basi lagi.

Asami sedikit tersentak dengan pertanyaan yang di lontarkan oleh Dokku. Lalu ia menunduk sebentar. 'Bagaimana ia tahu kalau aku seorang Uchiha?'. Di ruang tamu hanya ada dia, Dokku dan Shiseru. Mina dan Leo pergi bermain dengan teman teman nya.

"Iya. Aku keturunan murni dari klan Uchiha," Asami berkata jujur dan mengangkat kepala nya.

Shiseru terkejut walau sebentar sedangkan Dokku, ia sudah menduga nya dan tidak terlalu terkejut, "kamu berasal darimana?"

"Takigakure." Asami kembali menjawab.

"Bukan kah kamu berasal dari Konohagakure?" sahut Shiseru.

"Hah?!"

Sky One Blue

Desa Konohagakure...

"Katon: Gokakyu no jutsu!"

Di sebuah danau yang jernih, terlihat seorang anak bersama sang ayah yang sedang sebuah jutsu api. Api yang di keluarkan oleh sang anak yang tak lain adalah Menma sangat kecil, bahkan tak sampai ke seberang danau sana. Menma bernafas tak beraturan karena chakra nya terkuras dalam sekejap. Ia menunduk dan menghampiri sang ayah. Lalu ia mendongak untuk menatap sang ayah lekat lekat, takut ia di marahin nanti.

"Aku gagal," kata Menma lirih disertai mata nya yang sudah berkaca kaca.

Sasuke yang sedari tadi melipatkan tangan di dada menghela nafas pelan, ia membawa Menma kedalaman pelukan nya, "Tak apa. Kau bisa belajar lagi di lain waktu," dan Sasuke mengusap usap rambut jambrik milik Menma.

Menma yang berada di pelukan Sasuke semakin kuat mencengkram baju Sasuke, "Tapi aku telah mengecewakan Tou-chan,"

Sasuke menggeleng pelan. Ia melepaskan pelukan nya dan berlutut agar bisa menyamai tinggi sang anak, "Tou-chan, dulu seperti itu juga. Jii-chan mu dulu mengajariku jutsu api juga, saat itu mungkin umur ku baru 4 tahun. Dan aku gagal melakukan nya," ujar Sasuke disertai senyuman tipis.

Menma memiringkan kepala nya, "Benarkah?"

Sasuke mengangguk, "Yap. Setiap manusia selalu memiliki kekurangan dan kelebihan. Dan kau harus tahu, bahwa chakra mu belum cukup sepenuh nya," ia berdiri san menggandengkan tangan nya dan tangan Menma, "Yosh... Ayo pulang, pasti Kaa-chan mu sudah menunggu kita dirumah."

Menma menatap wajah tampan Sasuke tanpa berkedip, tak lama mata biru nya berbinar, "Wokeh!!!"

Akhirnya kedua Uchiha tersebut berbalik meninggalkan danau yang mereka berdiri tadi.

• T B C •

Balik lagi nih, pendek pendek banget cerita nya (TT)

Maaf ya kalau pendek (readers: memang pendek oi!) soal nya batas ku buat cerita 1k atau 1.5k.. Segitu deh mengkin

Hehehe... Sampai ketemu lagi

Jaa ne