NOT CONSIDERED

Naruto STILL OWN MASHASHI KISHIMOTO

Story is MINE

Warning : OOC (mungkin)?, Typo,

DMBL(Dan Masih Banyak Lagi)

CHAPTER 2

Jam menunjukkan pukul 4 pagi. Sakura terbangun tiba-tiba dengan keadaan tubuh yang menggigil. Ia langsung memposisikan tubuhnya untuk duduk.

"Ah, aku lupa makan malam." Ia baru teringat bahwa ia tidak ikut makan malam.

'Apa malam tadi ada yang membangunkanku untuk makan malam? Atau mereka tidak ingat masih ada aku disini? Ah tidak, tidak! Jangan berperasangka buruk dulu Sakura. Aku pasti tidak terbangun saat dibangunkan untuk makan malam.' Pikirnya berkecamuk.

Ia mencoba turun dari ranjangnya menuju dapur—mencari minuman yang dapat menghangatkan tubuhnya. Ia hanya membuat segelas teh hangat. Membawanya kembali ke kamar. Ia kembali duduk di atas ranjangnya dengan segelas teh hangat yang ada digenggamannya. Sejenak ia melihat teh yang ia genggam tersebut. Terbesit kalimat sederhana kaa-sannya.

'Sakura, kalau kamu ngerasa nggak enak badan. Buat teh aja yaa, sebelum sakitnya tambah parah.'

Saat itu. Saat ia sedang demam dan kaa-san yang merawatnya dengan ditemani sang kakak. Itu dulu. Mengingat saat-saat itu, tanpa sadar cairan bening jatuh dari Emerald yang mulai redup tersebut. Ia menangis—lagi, dalam diam.

.


.

Hari ini Sakura tidak begitu bersemangat saat mengikuti pelajaran di sekolah. Saat istirahat pun ia hanya berdiam diri di kelas dengan meletakkan kepalanya di atas meja. Ia sangat merasa lelah. Entahlah. Padahal ia sudah minum segelas teh hangat sesuai nasihat kaa-sannya dahulu. Walaupun tubuhnya sudah tidak menggigil seperti pagi tadi, ia merasa tidak memiliki tenaga walau hanya untuk mengangkat kepalanya dari atas meja.

.

"Haruno." Suara tegas dari guru yang sedang menghampiri meja sang gadis bersurai merah muda tersebut. "Apa kau tidak dengar? Pelajaran saya sedang berlangsung sekarang. Jika kau ingin tidur, untuk apa kau datang ke sekolah?" Lanjut sang guru. Semua murid mulai merbisik-bisik dan mulai mentertawainya perlahan.

"Haruno Sa—" Panggil sang guru terputus saat tangannya mulai menyentuh lengan sang gadis untuk membangunkannya.

"Uchiha. Bawa Haruno ke ruang UKS sekarang." Perintah guru tersebut.

"Kenapa aku?" Elak siswa yang dipanggil Uchiha oleh guru tersebut.

"Apa perlu kujelaskan?" Tanya balik guru tersebut dengan suara yang sedikit membesar.

"Hn."

Yaa, sang Uchiha merupakan ketua kelas. Apa yang perlu dijelaskan lagi? Ia hanya bisa menurut apa yang guru perintahkan. Uchiha membawa sang gadis bersurai merah muda tersebut dengan gaya bridal style menuju ruang UKS. Murid yang lain? Hanya menatap sinis pada sang gadis yang tak sadarkan diri dengan perasaan iri. Iri? Yaa. Siapa yang tidak iri. Sasuke Uchiha sudah seperti idola di KHS. Paras yang hampir dikategorikan sempura. Dengan rambut biru donkernya yang mencuat melawan gravitasi. Dan sifat dinginnya yang menjadi daya tarik tersendiri. Mungkin hanya Sakura yang tidak menyadari kepopuleran sang Uchiha. Ia sibuk dengan mencari teman, teman, dan teman.

.

Perlahan, mata itu mulai menampakkan iris Emerald-nya. Ia mencoba membiasakan matanya dengan cahaya yang menerobos masuk melalui jendela yang terbuka tepat didepannya. Mencoba melihat sekeliling untuk mengetahui berada dimana ia sekarang. Terlihat seseorang duduk di kursi tepat di sebelah kiri ranjang tempat ia berbaring sekarang dengan posisi membelakanginya. Seseorang?

'Siapa?' Batinnya. Ia mendengar samar-samar gumaman seseorang itu.

"Kalau bukan Kakashi-senpai yang menyuruhku mengantarnya, aku pasti menyuruh si baka Dobe." Dengan suara yang terdengar kesal.

"Maaf." Ujar Sakura—mencoba mendudukkan dirinya.

Seseorang itu menoleh menghadap Sakura dengan tatapan datarnya.

"Maafkan aku—" ia mencoba melihat nama yang tertera di baju seragam seseorang yang menoleh tersebut "—Uchiha-san" lanjutnya.

"Hn."

"Sudah berapa lama aku disini?" Tanya Sakura.

"Lihat. Sekolah sudah sepi." Jawab Sasuke seadanya.

"Maaf. Aku membuatmu menungguku—" Sakura mencoba turun dari ranjangnya dengan perlahan. "—terima kasih. Kau boleh meninggalkanku, aku akan pulang." Jelasnya lagi dengan membungkukkan tubuhnya.

"Hn."

Sasuke kemudian meninggalkan Sakura di ruang UKS itu sendirian. Sakura pun ikut keluar dari ruang UKS dengan maksud mengambil tasnya dikelas sebelum ia pulang.

"Nih."

Langkahnya terhenti tepat di depan kelas. Menerima tasnya yang diberikan oleh seseorang. Dilihatnya orang itu—Sasuke Uchiha lagi. Menyadari hal itu, ia hanya bisa berterima kasih dengan kepala yang sedikit menunduk.

Sasuke pun pergi meninggalkannya seorang diri. Dan Sakura ikut pergi meninggalkan kelasnya menuju halaman belakang sekolah.

"Haii Saki-chan." Sapa sang gadis kepada pohon sakura yang hampir mati. Yah, ini merupakan kunjungan keduanya sejak pohon sakura tersebut ia beri nama Saki.

"Entah kenapa aku sangat senang." Ia mulai bercerita kepada sang pohon dengan mendudukkan dirinya tepat di bawah pohon tersebut. Walaupun cuaca sekarang sedang panas-panasnya dan tanpa perlindungan apapun dari pohon sakura yang ia datangi sekarang. Ia merasa lebih nyaman berada di pohon sakura yang sudah gundul tersebut.

"Kau tahu? Tadi aku sempat dibawa seseorang ke UKS. Aku tidak tahu bagaimana, tiba-tiba aku bangun sudah ada di UKS. Memang saat istirahat rasanya aku tidak punya tenaga lagi." Jelasnya panjang lebar.

Mengingat kejadian di depan kelas tadi saja membuat ia merasa sangat senang. Entahlah. Walau hanya sejenak, ia merasa bahwa ada yang menyadari keberadaannya disini. Walau hanya satu orang, dan hanya saat itu. Sudah lama ia tidak merasakan perasaan seperti sekarang. Berlebihan mungkin? Tapi itulah yang ia rasakan saat ini.

"Oke. Aku akan pulang." Sakura beranjak dari duduknya dan menghadap pada pohon sakura itu lagi.

"Kau juga Saki-chan, harus semangat untuk tetap hidup yaa." Lanjutnya pada pohon tersebut dengan senyum yang masih mengembang di wajahnya. Ia sangat manis saat tersenyum seperti ini. Entah sudah berapa lama ia tidak tersenyum seperti ini. Kemudian Sakura menyiramkan air minumnya yang masih tersisa setengah pada pohon sakura itu. Dan mulai meninggalkan sekolah yang saat ini sudah sangat sepi dengan wajah yang sedikit mulai ceria kembali.

.


.

Kediaman Haruno

Sakura tampak melihat-lihat kalender duduk yang terletak di meja belajarnya. Membolak-balikkan kalender tersebut, entah apa yang ia cari.

"12 april..." Gumamnya lirih melihat tanggal 12 april yan tertera di kalender tersebut. Ia mulai teringat 12 april tahun lalu saat usianya menginjak 16 tahun. Kaa-san, tou-san, bahkan nii-sannya memberikan kejutan saat tengah malam menjelang tanggal 13 april. Sempat membuat Sakura menangis karena ia mengira keluarganya lupa akan ulang tahunnya.

Emerald-nya mulai basah—lagi.

"Mataku kenapa sihh?!" Sakura mengusap tetesan bening air matanya menggunakan lengannya dengan kasar.

"Hiks...hiks..." Tangisnya malah menjadi semakin pecah. Ia menekuk kedua kakinya ke atas kursi dan memeluknya. Meminimalisasikan suara tangisnya dan hanya air matanya yang terus mengalir deras. Hingga ia lelah dan tertidur dengan keadaan meringkuk di kursi belajarnya.

.


.

Hari ini Sakura pergi ke sekolah lebih pagi dari biasanya. Mungkin karena malam tadi ia tertidur lebih cepat karena matanya lelah untuk terus mengeluarkan air mata. Berjalan menyusuri trotoar yang masih terlampau jauh dari sekolahnya dengan mata yang sembab. Menyembunyikan mata sembabnya dengan berjalan menunduk.

"Ugh!" Langkahnya terhenti. Ia sadar baru saja menabrak seseorang didepannya. Matanya menyusuri seseorang yang terhenti dan membalik tubunya menghadap Sakura. Sepatu cets, celana.

'Eh? Celana?' pikirnya. 'Mati kau Sakura!' Serunya sendiri.

"KAU—"

To Be Continued

Entahlah, aku ngerasa akhirnya maksa banget yaa? ._.

Gomen yaa kalo kurang panjang, kalo panjang lagi scenenya aneh kalii yaa #apasih?

gomennn, chap 1 kmarin nggak aku edit lagi T_T

Balesan untuk yg nggak Login :

Ria :

makasihh udah suka Ria-san :D hehe

gomenn kalo ngaret #pundung

ravenpink :

ini udah lanjut :)

makasih udah bilang fic gaje ini bagus -.- :D hehe

gomenn kalo ngaret yaa #pundung

De Chan :

salam kenal jugaa^^

makasihh, ini udah update :D

gomenn ngarett #pundung