"Sakura, sebenarnya Ittoki itu anakku bukan?"

"Apa maksudmu Sasuke-kun? Kau tidak ingat kita membuatnya?"

"Tapi-"

"Tapi apa?"

"Kenapa dia mirip Kazekage?"

"Apa? Jadi kau kira aku selingkuh dengan Gaara!"

Disclaimer: Masashi Kishimoto

Summary: Ittoki punya model rambut baru, dan entah kenapa itu membuat Sasuke cemas./"Sakura, sebenarnya Ittoki itu anakku bukan?"/"Apa maksudmu Sasuke-kun? Kau tidak ingat kita membuatnya?"/"Tapi-"/"Tapi apa?"/"Kenapa dia mirip Kazekage?"/"Apa? Jadi kau kira aku selingkuh dengan Gaara!"

"Kaa-san, kenapa rambutku dipotong jadi botak sih?" Tanya Ittoki dengan suara pelan, mata hitamnya yang tajam dan porsi wajahnya yang dominan ke Sasuke tidak menghalangi keimutan anak pertama mereka itu.

"Itu nggak botak kok, sayang." Kata Sakura dengan senyuman manisnya, ia masih menggandeng sebelah tangan Ittoki dan tangan yang satunya lagi membawa kantung kertas coklat di depan dada. "Ittoki-kun cocok rambutnya pendek." Kata Sakura lagi karena sebelumnya rambut anaknya itu nyaris mengikuti sang ayah.

"Tapi Ittoki mau rambut kayak Tou-san," kata anak itu, kini rambutnya sudah dipotong rapi. Warnanya merah jambu pucat, dan kini sedikit menua. Membuatnya terlihat jauh lebih baik.

Awalnya Uchiha Sasuke, sang kepala keluarga sudah sangat cemas karena warna rambut putranya malah mengikuti Ibunya. Tapi sebelum masuk akademi Ittoki sudah sering dikunjungi anak perempuan yang berebut ingin mengajaknya kenalan. Ittoki mengambil hal baik dari kedua orang tuanya, paras tampan, baik, ramah, ceria, dan senyum yang cerah seperti ibunya. Siapa sih yang tidak terpesona?

Sejak saat itu Sasuke mengabaikan rambut merah muda anaknya dan dengan bangganya saling membandingkan keturunan bersama Uzumaki Naruto. Tapi Naruto tidak mau kalah, putra pertamanya yang bernama Uzumaki Shigure ternyata cukup menyaingi ketampanan Ittoki. Rambutnya berwarna indigo, matanya secerah langit biru, kulitnya berwarna putih dan senyumannya hangat bagaikan seberkas cahaya mentari.

"Sial! Kenapa Shigure dominan Hinata," batin Sasuke. "Cih! Tapi suaranya lemah lembut." Tawa Sasuke dalam hati dengan seringaian. Sepertinya sejak hidup dengan Sakura, Sasuke mempunyai inner juga.

"Sial! Kenapa Ittoki mirip Sasuke! Bisa kalah Shigure!" Batin sang Rokudaime Hokage. "Tapi rambutnya Sakura-chan asli. Hoho."

Dasar, sifat bersaing mereka belum berakhir rupanya. Padahal Shigure dan Ittoki terlihat bersahabat baik tuh! Dan mereka sering menghabiskan waktu bersama-sama bertiga. Bertiga? Satu lagi saiapa dong? Dia adalah adik kembar Uzumaki Shigure, yaitu Uzumaki Shiori. Anak itu tumbuh sangat imut dengan sifat pemalu, rambutnya pendek berwarna indigo. Matanya keperakan, kulitnya putih susu. Ah, cetakan asli dari ibunya.

"Nggak boleh, rambut kayak Tou-san itu jelek." Kata Sakura dengan santai. "Itu nggak cocok buat Ittoki-kun." Kata Sakura pelan sambil menghibur anaknya yang sempat murung mendengar kata-katanya.

"Tapi Tou-san kenapa boleh rambutnya kayak gitu? Ittoki kan juga mau," keluh anak itu sambil menyeret kakinya tanda merajuk.

Sakura berpikir keras, uh? Apa ya? Sasuke terlihat sangat keren dengan rambut itu, tapi Sakura tidak setuju jika nanti rumahnya dipenuhi oleh anak ayam - eh- anak-anak berambut seperti itu. Aku mau anakku rambutnya normal-normal saja.

"Jadi maksudmu, rambutku tidak normal ya?" Seakan bisa membaca pikirannya, kata yang terlontar dari sebuah suara mengejutkan Sakura ketika ia sedang berpikir.

Sakura dan Ittoki otomatis berbalik dan melirik sosok pria bertubuh tegap dengan wajah stoic khas miliknya. Sakura jadi salah tingkah melihat suaminya sudah berdiri tak jauh di belakang mereka. Gawat! Batin Sakura.

Ittoki tersenyum cerah dan melepaskan pegangannya pada Sakura, berlari menuju ayahnya yang masih mengenakan pakaian ninja lengkap. Memeluk kaki ayahnya gembira. Sasuke baru pulang dari misi di Sunagakure. "Tou-san!" Panggil Ittoki ceria yang langsung ditanggapi tepukan hangat pelan di kepala oleh sang ayah. "Apa Ittoki bagus rambutnya seperti ini?" Tanya Ittoki.

Sasuke terpaku melihat wajah putra sulungnya, wajahnya langsung berubah kaku. Sialan! Gara-gara melihat wajah Kazekage Sunagakure terlalu lama, kini dunianya serasa tersedot ke warna merah! Apalagi sekarang potongan rambut pendek anaknya sangat percis dengan laki-laki bertatto 'AI' pada jidat kirinya. Ia jadi berpikiran aneh-aneh tentang Sakura.

"Hn, tidak bagus." Kata Sasuke dingin.

Kini wajah Ittoki berubah menjadi masam, ia melepaskan pelukannya yang tadi memeluk kaki Sasuke. Dan ia berbalik sambil melepaskan tangan Sasuke dari kepalanya.

"Kaa-san bohong! Tou-san aja nggak suka!" Kata Ittoki sambil berlari menjauhi kedua orang tuanya, masuk ke dalam rumah mereka yang berjarak sepuluh meter dari posisi awal.

Sakura menatap Sasuke kesal, "Sasuke-kun! Kau ini apa-apaan sih!?" Kata Sakura, Sakura tahu betul kalau Ittoki jauh lebih dekat dengan ayahnya. Dan sekarang ayahnya malah mengkritik anaknya yang masih berusia lima tahun itu.

"Hn," gumam Sasuke, "itu memang tidak bagus." Kata Sasuke santai.

"Jangan kekanak-kanakan seperti itu dong, Sasuke-kun. Itu tidak buruk kan, kalau masuk akademi nanti Ittoki kan harus terlihat rapi." Kata Sakura.

"Cari model lain saja," putus Sasuke sambil melangkah.

Sakura menghela nafas panjang, "hai, nanti kalau sudah panjang lagi." Kata Sakura, "tapi sekarang, kau harus membujuk Ittoki-kun!" Simpul Sakura.

"Hn," sahut Sasuke sambil berjalan bersama istrinya memasuki pintu depan. Sesuatu terusik di benaknya, mungkin karena lelah setelah misi pikiran Sasuke jadi berkecamukan kemana-mana, "Sakura, sebenarnya Ittoki itu anakku bukan?" Tanya Sasuke ketika keduanya melewati koridor dan Sasuke hendak menaiki tangga menuju kamar anaknya.

"Apa maksudmu Sasuke-kun? Kau tidak ingat kita membuatnya?" Tanya Sakura polos tapi nada tidak suka tersirat di setiap kata yang dikeluarkan dari bibirnya.

"Tapi-"

"Tapi apa?" Tanya Sakura menyilangkan tangannya setelah menaruh barang belanjaannya diatas meja dekat tangga. Dirinya diselimuti aura-aura hitam yang siap mencekik Sasuke.

Sasuke menelan air liurnya, entah sejak kapan Sasuke jadi takut dengan Sakura. Bukan! Sakura yang semakin hari semakin ganas! "Kenapa dia mirip Kazekage?" Kata Sasuke pelan. Sasuke memang nekat, sudah tahu takut masih tetap dilanjutkan.

"Apa? Jadi kau kira aku selingkuh dengan Gaara!" Teriak Sakura membuat rumah itu terguncang keras.

.

.

.

Sasuke membuka pintu kamar anaknya yang tidak dikunci, dan melihat putranya tengkurap diatas kasur sambil memeluk bantal. Ia menangis tersedu-sedu, Sasuke menarik nafas panjang. Sial memang tak pandang bulu. Pulang dari misi, ia harus mengalami pertikaian kecil bersama istrinya, ditambah anaknya ngambek karena ia salah bicara.

"Kata Kaa-san, Ittoki belum mandi kan? Sini mandi sama Tou-san," bujuk Sasuke dengan suara beratnya. Namun anak itu tampak masih merajuk. "Kalau masalah rambut itu, Tou-san minta maaf. Tapi rambut Ittoki lebih bagus kalau agak panjang," kata Sasuke. "Tou-san sudah suruh Kaa-san mengganti model rambut Ittoki nanti."

Ittoki akhirnya menarik wajahnya dan merangkak menuju ayahnya. Membenamkan wajahnya yang basah di seragam ninja Sasuke. Sasuke tersenyum dan mencium ubun-ubun putra tercintanya.

"Tou-san, hiks, aku kangen Tou-san." Katanya di sela tangisannya.

"Hn, Tou-san juga kangen Ittoki kok. Sini mandi." Kata Sasuke.

Sakura mengawasi dua orang yang dicintainya itu sambil tersenyum. Sakura melirik Sasuke yang kini berjongkok agar anaknya bisa naik ke punggungnya dan menggendong anaknya di punggungnya sepanjang jalan menuju kamar mandi. Sakura menghela nafas, Ittoki memang lebih dekat dengan Sasuke. Sakura berharap nanti anak baru mereka akan dekat dengan Sakura. Tidak adil kan kalau nanti semuanya nempel dengan Sasuke? Kaku-kaku begitu mantan nuke-nin itu sangat pintar memanja anak.

Ittoki minta ini, langsung dibelikan. Ittoki minta itu, pasti langsung di'iya'kan. Berbeda dengan Sakura yang mempunyai prinsip 'anti boros' dan 'harus taat peraturan'. Walaupun sempat kesal dengan sikap Sasuke yang terlalu memanja anak mereka, tapi Sakura maklum ingat bagaimana masa kecil Sasuke yang dihabiskan untuk menangisi dan diliputi dendam di setiap ingatannya. Ittoki juga tidak selalu manja, dia anak yang penurut.

"Tou-san! Tou-san!" Panggil Ittoki, ketika keduanya sudah tercelup di bak besar berisi air panas yang menenagkan. Sakura bisa mendengar gemaan suara tinggi anaknya di dalam kamar mandi sana.

"Hn?"

"Nanti kalau adik Ittoki sudah lahir, rambutnya boleh kayak Tou-san kan?" Tanya Ittoki, "katanya Kaa-san Ittoki bakal punya adik baru."

"..." Sasuke membatu beberapa saat, ia segera keluar dari bak mandi, berjalan dengan handuk melilit pinggangnya. Mencari-cari Sakura, "Sakura! Kau hamil?" Tanya Sasuke tidak percaya pada istrinya yang ternyata diam di luar pintu kamar mandi.

Sakura tersenyum, "aa. Baru tiga minggu," kata Sakura lembut.

Sasuke menatap istrinya tak percaya, ia berpikir-pikir lagi. Dan segera mencium bibir wanita yang telah menemaninya selama ini, Sasuke melepaskan ciuman singkat mereka, "maafkan ucapanku tadi tentang Gaara. Tadi ku hanya lelah," kata Sasuke dengan tatapan sayu. Tentu saja itu tidak serius, Sasuke juga ingat kok kapan ia -ehem- membuatnya -ehem- bersama Sakura. Dan bayangkan seorang Kazekage Sunagakure terbang ke Konoha untuk selingkuh dengan istri tercintanya. Itu tidak masuk akal kan? Bisa-bisa kalau ketahuan Sasuke, Kazekage berambut merah itu akan terkapar dimakan chidorinya tuh.

Sakura tertawa, "aa. Aku tahu. Sekarang mandi sana, aku akan menyiapkan makan malam." Ia mengelus pipi Sasuke, dan berpikir ia sangat beruntung bisa menjadi orang yang akan menemani Sasuke.

Sasuke pun kembali ke kamar mandi dengan wajah cerah, ia akan menantikan anak mereka yang kedua. Walaupun itu akan menghabiskan seluruh tenaganya menemani Sakura yang akan hamil lagi.

Ah, Sasuke jadi ingat kalau Sakura hamil itu lebih ganas dibandingkan biasanya. Pantas saja tadi nyaris ia dapat kepalan tangan sang istri.

.

.

.

Dua bulan kemudian...

"Sekarang Ittoki-kun lebih keren kan?" Kata Sakura sambil menggandeng anaknya yang kini terlihat ceria. Rambutnya kini terlihat dipotong dengan model yang berbeda dari sebelumnya. Dan Ittoki selalu tampak menawan.

Rambut merah jambu Ittoki kini terlihat sedikit familier. "Hm! Tou-san pasti senang." Sahutnya sambil tersenyum.

Dan jangan sampai ketahuan Sasuke, kalau sebenarnya model rambut itu mirip dengan anggota kriminal kelas S yang dulu pernah ia lawan.

Akasuna no Sasori.

Sakura menemukan hobi barunya pasca kehamilannya. Ia ingin mengubah model rambut Ittoki sesuai dengan pria-pria tampan yang pernah ia temui.

Wanita kalau ngidam bisa aneh-aneh kan?

OWARI

.

.

.

Pasti ada yang nanya, ini apaan sih? Maaf ya sebenernya mungkin ini bakalan jadi kumpulan One-shot gaje yang terkumpul lewat ide-ide di kepala saya. Jangan dimasukkin ke hati, nikmati saja ya. #ga-nyambung

Haha, kira-kira anak SasuSaku yang ke 2 versi saya seperti apa ya? Anak pertamanya Naruto dan Hinata itu kembar yah, Shigure dan Shiori mereka berdua dari kecil udah sering main sama Ittoki secara kan Hinata yang sering jagaan Ittoki waktu Sakura sibuk, repot jadi Hinata nih ngurus anak dua plus anak orang *GAMPARED*

Kenapa anaknya NaruHina kembar? soalnya banyak ya di fic itu anaknya kembar-kembar. Imuts sih. XD

Review please? :)