Naruto © Masashi Kishimoto

Genre: Drama, family, Romance, Hurt comfrot

Pairing: NaruSaku, SasuSaku, SasuHina, Naruhina, KakaIno.

Warning: AU, OOC, kata-kata tidak baku, gaje, abal, Typo (nongol mulu). Maybe.

Don't like don't read~!

.

.

.

~Happy Reading~!

.

Aku memilih setia

.

Chapter 2:

.

Terlihat Cowok tampan berambut kuning sangat lincah memetik senar-senar gitar di iringi dengan suara merdunya. Membuat gadis berambut panjang sepinggang di sebelahnya tidak henti-hentinya tersenyum ketika pemuda disampingnya menyanyi sambil menatap wajahnya. Ia malu? Tentu saja ia malu. Tapi justru wajah malunyalah yang ingin di lihat sang pemuda tersebut.

Sang pemuda tersenyum. Ia menghentikan nyanyiannya dan kemudian menaruh gitar di sampingnya. Ia kemudian menatap lama wajah putih bersih sang kekasih.

"Kau tahu sayang? Kalau kau terus memperlihatkan wajah manismu itu, aku tidak yakin aku bisa Menahan diriku lebih lama lagi untuk tidak menciummu.'' gombal pemuda tersebut. Sedangkan gadis yang disebelahnya hanya menundukkan kepalanya. Semburat merah telah menghiasi di kedua pipinya yang cabi.

Pemuda itu tersenyum lebar ketika melihat sang kekasih hati tertunduk malu. Tidak seperti biasanya heh? Dengan pelan ia mengangkat dagu sang kekasih agar menatap wajahnya. Hijau dan biru saling bertatap satu sama lain.

Mata hijau bening itu menatapnya penuh cinta.

"Boleh aku menciummu Saki?" ijin pemuda tersebut. Membuat perempuan yang di panggil Saki itu terkikik geli. Dengan manja ia melingkarkan tangannya keleher pemuda tersebut.

"Apa setiap kali kau menciumku, kau harus selalu meminta ijin dulu Ruru?" pemuda tersenyum geli. Dengan lembut dia mengusap bibir Saki sambil berkata.

"Aku hanya tidak ingin kurang ajar kepada calon istriku yang cantik ini." akunya. "Jadi, bolehkah?'' tanyanya sekali lagi. Untuk sekian kalinya Saki tertawa. ia pun mendekatkankan bibirnya ke telinganya Ruru.

"Lakukanlah Ruru!'' bisik Saki pelan dengan suara yang entah disengaja atau memang tidak sengaja terdengar agar serak menggoda di telinganya. Ruru tersenyum. Ia melingkarkan tangannya erat kepinggang sang kekasih menarik agar mendekat ke arahnya.

Saki menutup matanya perlahan ketika ia melihat Ruru makin mendekat ke wajahnya. Tiba-tiba saja Ruru berhenti, memandang wajah imut kekasihnya yang sedang menutup mata. Menantikan ciuman yang akan diberikannya.

Ia terkekeh geli tanpa suara memandang wajah sang kekasih. Hanya sebentar. Setelah itu ia mendaratkan sebuah ciuman di pipi diberikan Ruru sebagai tanda kasih sayang darinya.

"Kau menunggu apa Saki?'' ucapnya jahil. Rupanya ia ingin sedikit menggoda calon istrinya tersebut. Sedangkan Saki, jangan ditanya lagi. ia merasa dongkol dengan kelakuan sang calon suami.

Wajahnya memerah menahan amarah sekaligus malu. Sebelum gadis itu mengamuk, segera saja Ruru mengecup bibir mungil itu dengan lembut. Awalnya Saki tersentak kaget dengan apa yang dilakukan oleh calon suaminya itu. Masih dengan ekspresi terkejutnya, Ruru mengucup bibirnya sekali lagi, kali ini bukan hanya dikecup tapi sedikit dilumat dengan lembut.

Ciuman lembut yang dirasakan oleh Saki Membuat ia luluh juga. Dengan tak kalah lembutnya Ia membalas setiap pagutan yang dilakukan oleh calon suaminya tersebut. Untuk bbeberapa saat keduanya saling melumat dengan segenap rasa cinta yang ada.

"Aku mencintaimu Sakura-chan,'' ucap pemuda itu disela-sela ciuman lembut mereka.

0o0o0o0o

"Sakura Nee, Sakura-Nee,'' panggil Hinata berkali-kali sambil sedikit melambaikan tangannya kedepan. Hingga akhirnya.

"SAKURA-NEE…!" teriak Hinata keras membuat Sakura terkesiap kaget.

"Oh eh, ya, ada apa Hinata?'' ucapnya terbata-bata.

"Sakura-Nee kenapa?'' tanya Hinata khawatir. Bagaimana tidak khawatir sedari tadi Sakura hanya melamun di meja makan saat mereka sarapan pagi. Bahkan kakaknya itu tidak menyentuh sedikitpun sarapannya.

"Eh, ti… tidak. Tidak kenapa-kenapa.''

Hinata tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepala dengan mata memandang lekat ke wajah kakak angkatnya, seakan wanita berambut hitam panjang itu berusaha mencari tahu, apa penyebab yang membuat Sakura tampak murung dan melamun sedari tadi.

"Benar tidak ada apa-apa?" tanyanya sembari memakan sarapan roti bakarnya.

"Iya, tidak apa-apa.''

"Aku tidak percaya.''

"Kenapa bisa seperti itu?''

"Habis sedari tadi Nee-chan melamun terus sih. Mulai pertama Nee-chan duduk sampai sekarang Nee-chan melamun terus."

"Benarkah?"

"Memang apa cih, yang Nee-chan lamunkan sedari tadi."

Sakura menggeleng lemah. "tidak ada." Ucapnya pelan. Ketika Hinata ingin bertanya lagi, terdengar suara bel apartemen yang ditinggali oleh kedua perempuan cantik tersebut. Membuat Hinata segera beranjak dari kursinya untuk melihat siapa yang bertamu pagi-pagi.

Ketika hinata membuka pintu apartementnnya. Yang pertama di lihatnya adalah wajah tampan datar. Sasuke tunangan kakaknya.

"Pagi Sasuke-kun." Sapa Hinata.

"Pagi." Sapa Sasuke juga. Ada sedikit perasaan aneh dihatinya ketika mendengar suara Sasuke. Hinata segera menepis perasaan aneh itu. Dan mempersilahkan calon kakak iparnya itu masuk.

"Sakura-Nee ada di dapur," ucap Hinata ketika melihat Sasuke yang sedang menengok kesana-kemari seperti mencari seseorang yang diketahui Hinata adalah mencari kakak angkatnya.

"Hn." Ucap Sasuke sambil melangkahkan kakinya ke dapur. Hinata hanya bisa memandang punggung Sasuke yang mulai melangkahkan kakinya ke dapur dengan pandangan yang sulit diartikan. Entah kenapa ada sebuah perasaan iri melihat Sasuke yang terlalu perhatian kepada kakak angkatnya itu.

Sedangkan Sakura yang di meja makan masih dengan ekspresi melamunnya sedari tadi. Ada alasan mengapa Sakura tampak murung pagi ini. Lantaran disebabkan oleh mimpi anehnya tadi malam. Ia merasa mimpinya itu tidak asing kerena ia merasa didalam mimpi itu adalah dirinya dan juga seorang pemuda yang tidak jelas wajahnya.

Tapi kenapa, di dalam mimpinya itu dia dan juga pemuda rambut kuning tersebut saling mencintai. Ruru? Siapa Ruru? Kenapa dirinya memanggil nama pemuda tersebut Ruru? Ada-apa ini sebenarnya? Entah mengapa memikirkan semua itu membuat kepalanya sakit.

"Kau tidak apa-apa Cherry?'' tanya seseorang di belakangnya dengan khawatir. Sakura tidak menoleh kebelakang lantaran ia tahu siapa yang berbicara bahkan sangat akrab dengan suara itu. Hanya satu orang yang akan memanggilnya dengan nama Cherry. Tentu saja Uchiha Sasuke tunangannya.

Sakura menghela nafas panjang. "Aku tidak apa-apa,'' Ucap Sakura sambil memijit-mijit kecil pelipisnya.

"Benarkah?'' tanya Sasuke tidak yakin.

"Hm. tidak usah khawatir,'' Ucap Sakura sambil tersenyum lembut. Dia tidak ingin tunangannya itu khawatir. Melihat Sakura yang tersenyum membuat Sasuke lega. Segera saja Sasuke duduk di meja makan ketika Sakura menepuk kursi disebelahnya meminta untuk duduk disebelahnya.

"kau ingin sarapan apa? Kami hanya punya roti panggang.'' Tanya Sakura.

"Hn, itu saja.''

Ketika Sakura akan berdiri untuk menyiapkan sarapan untuk Sasuke, Hinata segera berseru dari dibelakang mereka. "Aku saja Nee yang menyiapkannya. Nee-Chan lanjut aja makannya."

"Kau yakin? Sebentar lagi kau kan akan berangkat kuliah apa sempat?" tanya Sakura.

Hinata menggeleng. "sempat kok Nee, hari ini kuliahku masuk jam 10."

"Oh, begitu. Baiklah," ucap Sakura.

Setelah itu Hinata segera menyiapkan roti panggang dengan diolesi mentega dan juga segelas kopi pahit tanpa gula. Karena Hinata tahu Sasuke tidak suka manis. Ketika semuanya sudah disiapkan, dengan sedikit semburat merah diwajahnya Hinata menyajikannya di depan Sasuke.

"Terimakasih," ucap Sasuke. Hinata mengangguk malu.

Sasuke segera makan sarapan yang dibuat Hinata dengan diam. Memang kebiasaan Sasuke ketika makan tidak akan bersuara. Sakura yang mengerti pun tidak berusaha mengajaknya bicara.

0o0o0o0o0o

Sasuke dan Sakura memasuki kantor bersama, yang diketahui adalah kantor adalah Crop Uchiha. Bukan pemandangan aneh lagi ketika para pegawai kantor meihat sang CEO muda berjalan dengan Sakura Haruno sang seketaris yang notabennya adalah tunangan Sasuke.

Beberapa orang yang melihat pemandangan itu ada yang iri, mencemoh, bahkan banyak yang bilang bahwa Haruno Sakura hanya memanfaatkan kekayaan Sasuke sebagai tunangannya. Sakura tidak mau mengambil pusing mendengar omongan-omongan negatif tentang dirinya.

Toh, dia tidak merasa begitu. Baginya, asal tidak menganggu hubungannya dengan sang tunangan dia tidak akan pernah keberatan untuk dibilangi seperti itu.

"Sebentar lagi kita akan mengadakan rapat dengan perusahaan Namikaze, siapkan semua berkas-berkas yang akan dipakai untuk rapat nanti.'' Ucap Sasuke ketika dia hendak memasuki ruang kerjanya. Sakura yang mendengarnya hanya mengangguk mengerti sambil tersenyum lembut.

"Baik, akan ku siapkan secepatnya." Sasuke mengangguk sambil mengelus kepala Sakura dengan lembut. Orang-orang yang berada di dalam rauangan itu hanya tersenyum. Melihat sepasang tunangan yang pagi-pagi sudah bermesraan. Tanpa disadari salah satu pegawai disitu berseru.

"Duh, kenapa disini panasnya. Padahal ini kan masih pagi." Sindir pegawai itu. membuat teman-teman yang lain cekikikan. Sakura yang mendengarnya hanya bisa menatap tajam sang penyindir dengan pipi yang merona merah bagaikan tomat.

"Hahahahahaha." semua tertawa melihat Sakura pipinya yang merah. Menahan malu.

Karena tidak mau di permalukan lebih dari ini Sakura segera duduk di meja kerjanya. Untuk beberapa saat Sakura tenggelam dengan kesibukannya tanpa menyadari seseorang wanita berambut kuning mirip Barbie itu menghampirinya.

"Hai nyonya Uchiha? Apa kau sedang sibuk?" tanya perempuan tersebut. membuat para pegawai yang lain pun terkikik geli lagi.

Sakura tersenyum dibalik kesibukannya. Dia tidak perlu melihat siapa yang mengajak bicara dengannya. Dari suaranya, nada centilnya, dia sudah tahu bahwa wanita itu adalah sahabat kecilnya.

"Ck, berhenti memanggilku Nyonya Uchiha Ino!" ucap Sakura geram membuat wanita yang dipanggil Ino itu hanya tertawa renyah.

"Oh, ayolah kau itu tunangan Sasuke. Jadi apa salahnya kalau kau kupanggil Nyonya Uchiha."

"Ralat, baru calon Nyonya Uchiha Ino."

"Memang apa bedanya? Kan nanti juga jadi Nyonya Uchiha," goda Ino lagi kali ini sambil menyenggol bahu sahabat pinknya itu. Sakura hanya tersenyum menanggapinya. Dia tahu kebiasaan Ino itu. suka menggoda dirinya.

Sudahlah Ino jangan menganggunya. Nona Uchiha kan lagi sibuk." Kali ini yang menggoda adalah pegawai tadi yang menyindirnya. Tenten sahabatnya juga selain Yamanaka Ino. Bahkan semua yang ada diruangan itu adalah sahabatnya. Ino, Tenten, Kiba, Matsuri, dan Pain.

Memang mereka adalah satu tim di perusahaan Uchiha. Mereka adalah kelompok khusus yang dipimpin oleh Sasuke. Mereka bahkan sudah seperti keluarga sendiri. Suka dan duka mereka hadapi bersama. siapa yang lagi mempunyai masalah semua akan ikut membantu. Begitu pun juga halnya Sasuke.

Walau Sasuke terkenal dengan dingin dan cueknya, tapi Sasuke sering memperhatikan karyawannya.

"Kalian dengar katanya hari ini kita akan mengadakan rapat dengan salah satu perusahaan terkenal nomor satu di Tokyo,"ucap Matsuri yang memulai gosipnya. Dengan antusiasnya mereka semua mendengar cerita Matsuri di meja kerjanya masing-masing.

"Kalau tidak salah Namikaze Crop kan." Kali ini si Pain yang berbicara. Semua mengangguk. Sedangkan Sakura hanya mendengarkan.

"Memangnya kenapa kalau kita rapat dengan Namikaze?" tanya Sakura polos. Semua hanya memandangnya tidak percaya apa yang baru saja di dengarnya.

"Kau tidak tahu?" tanya Ino.

"Tahu apa?" ucap Sakura bingung. Ino menepuk keningnya. Sedangkan yang lainnya menggeleng tidak percaya apa yang di ucapkan Sakura. Hello. Sakura hanya bisa sweetdrop melihat kelakuan sahabat-sahabatnya.

"Apa ada yang salah dengan pertanyaanku," tanya Sakura lagi.

"Salah? bukan salah lagi. kau benar-benar tidak tahu siapa Namikaze yang kita bicarakan.'' tanya ino. Sakura menggelengkan kepalanya. Tidak tahu menahu.

"Yang ku dengar perusahan Namikaze selain perusahaan nomor satu, pemimpinnya pun juga ganteng." Ucap Matsuri. Semuanya memangut-mangut mengerti. Sedangkan Sakura hanya menatapnya polos.

"Ku dengar dia masih single saat ini." ucap Pain dengan pose berpikir.

"Benarkah?" ucap Ino, Tenten, Matsuri berbarengan. Mereka langsung berdiri menghampiri meja Pain dengan antusias. Pain mengangguk membenarkan.

"Yang kudengar sih begitu." Ino, Tenten, Matsuri langsung menjerit senang mendengarnya.

"Bukankah itu bagus, siapa tahu di antara kita bisa menjadi pacarnya." Ucap Ino dengan berapi-api.

"Enak saja, kau kan sudah punya Kakashi Ino." Gerutu tenten.

"Benar," ucap semuanya berbarengan membenarkan.

"Kakashi bukan pacarku. Tapi baru mau," Ucap Ino malu dengan kedua pipi merona. Matsuri yang melihat wajah malu Ino segera menggoda habis-habisan Ino. Membuat Pain, Kiba, dan Sakura hanya tersenyum geli. Ya siapa yang tidak tahu Kakashi. Orang kepercayaan Sasuke yang disukai Ino sejak melamar pekerjaan di Uchiha Crop. Bahkan gara-gara Kakashi juga makanya Ino dengan susah payah mendaftar kerja disini.

Tapi sayang cinta itu bertepuk sebelah tangan lantaran kakashi sudah mempunya kekasih. Yang diketahui orangnya sangat cantik dan juga seksi. Tapi itu semua tidak membuat Ino patah hati.

"Sebelum mereka mengucapkan janji setiakan, aku masih dapat memilikinya.'' Itu adalah ucapan Ino ketika saat itu mengetahui bahwa Kakashi sudah mempunyai kekasih.

Bahkan Sakura masih ingat bagaimana perjuangan Ino yang saat itu harus menunggu Kakasih selesai rapat, menunggu berjam-jam lamanya hanya untuk mengembalikan pulpen. Hanya PULPEN. Hingga membuat dia harus berdiri lama.

Membuat kakinya minta di urut sampai di apartementnya. Padahal dia kan bisa mengembalikan besok atau menaruh di ruangan kerja Kakashi. Sungguh menggelikan.

"Sudah, sudah, sebentar lagi kita akan mengadakan rapat. Jangan bercanda terus dong," ucap Sakura segera melerai candaan mereka.

"Ya Sakura-Chan benar," ucap Kiba membenarkan.

"Tentu saja benar bodoh," ucap Pain sambil menjitak kepala Kiba dengan buku.

"Hei apa-apaan kau menjitak kepala orang," ucap Kiba tidak terima. Dan pertengkaran kecil pun tidak terelakkan lagi. Membuat wanita-wanita di situ tertawa dan menggelengkan kepalanya geli.

0o0o0o0o

Suara tepuk tangan yang amat meriah terdengar ketika seseorang baru saja memperkenalkan dirinya di depan Sasuke yang di dampingi Kakashi dan juga kelompok timnya serta beberapa direktur, orang yang baru saja memperkenalkan diri itu, tidak lain adalah Namikaze Naruto. CEO Namikaze Crop.

Semua orang yang berada disitu mengagumi kharisma yang dimiliki Naruto. Selain tampan, dia juga sangat beribawa dan kalem membuat wanita-wanita di situ menjadi meleleh. Apalagi ketika melihat Naruto tertawa seperti orang menggumam membuat wajah tampannya semakin memancarkan kesan familiar di saat tawa itu membiaskan senyum yang sederhana.

Ohh, siapa yang tidak akan terpikat dengannya. Selain tampan dia juga sangat enak di ajak berbicara.

Seketaris Sasuke, atau Haruno Sakura. Terlihat baru masuk kedalam ke ruang rapat tersebut dengan terburu-buru. Membuat semua menoleh ke arahnya. Tidak terkecuali Naruto.

Sakura segera membungkukkan badannya meminta maaf. "Maaf saya terlambat," Ucap Sakura menyesal. Ketika Sakura menegakkan kembali badannya, di saat itu juga pandangnnya langsung tertuju kepada Naruto yang memandangnya kaget. Begitu pun juga Sakura dia tidak kalah kagetnya. Emerald dan Safir pun bertemu.

Deg.

Tiba-tiba saja Sakura merasakan déjà vu saat bertatapan dengan Naruto. Membuat kertas yang berada di dekapannya jatuh berserakan di lantai. Dia memegang dadanya yang kini berdebar dengan kencang.

.

.

.

Tbc

A/N : Halloha minna-san adakah yang ingat dengan fict saya satu ini. pasti gak da #pundung di pojokan sambil garuk-garuk tembok wkwkwkwkwk :p

Abaikan curcol di atas. Well, karena saya kehabisan ide buat fict saya yang 'Anak Berdarah Hitam' jadi saya memutuskan untuk mempublish cerita ini di luan. XD

Jadi bagaimana menurut senpai-senpai dengan chap ke 2 ini? makin anehkah? Atau makin parah? Hohohoho. dan terimakasih juga untuk riviewnya di chap pertama. maaf gak bisa balas riview.

Saya berharap para senpai mau meninggalkan jejak review lagi di kotak review. J sehingga saya tahu apa fict ini layak dilanjutkan atau di delete khukhukhu

So jangan lupa senpai untuk review XD. dan saya juga mau ngucapin Selamat Menunaikan Ibadah Puasa bagi yang menjalankan ^^b

Salam Cherry ^^