Summary: "Siapa kamu?" "Hah?"

Disklemer: Punya papah saya!!! -lari-lari kek anak autis- Punya PAPA SAYAH!!–dilempar ke Grand Canyon-

Warning: OOCtetep- Gaje. Ga nyambung.

Don't like don't read.

RnR?

No flame!


"Siapa kamu?"

"Hah?"

"Siapa kamu?"

"Haaah....??" America cengo, persis mirip orang idiot.

"Hhh... SIAPA KAMU, BEGO?!" teriak orang itu super kenceng. America menduga sepertinya tadi pagi dia sarapan pake toa siangnya makan megaphone. Hm, (gak) masuk akal.

"Gue?" dengan dodolnya America menunjuk dirinya sendiri. "Gue America, lo siapa? Monyet sirkus sebelah akademi? Atau mbak-mbak (banci) salon langganan France?"

Plakkk!!!!!

"Ih, gak sopan!" kata orang yang ternyata bergender perempuan/woman/cewek/girl tersebut. "Gue England, murid baru disini!"

"England?" America makin cengo. "England itu apa sih? Kota di pedalaman Afrika ya?"

"Bukaaan idiot!!" cewek yang ngaku-ngakunya bernama England itu gregetan menanggapi America yang terkenal keidiotannya di seluruh Hetalia's Gakuen. "Afrika itu koloni gue!! Gue itu mantan motherland lu!!!!"

"Motherland? Iggy, maksud lu? Yang punya alis super tebel dan raja dari rajanya tsundere?" America baru konek. Maklum, koneksi lagi lambat, suka diskonek di waktu-waktu genteng.

Cewek itu ngangguk-ngangguk. "Eh dia gak tsundere tauk!"

"Bukannya England cowok ya?" America noel-noel kepala England versi cewek. "Kok ini cewek?"

"Iggy itu bokap gue." kata England versi cewek, mukanya yang tadinya jutek setengah mampus sekarang berubah sumringah, layaknya Spongebob yang lagi maen bareng ubur-ubur en Petrik, solmet sesama idiot abadinya. "Dia pensiun jadi negara dan berubah menjadi bajak laut, profesi sekaligus hobi lamanya. Karena gak ada yang mau jadi England, akhirnya gue deh satu-satunya anak papa hubungan tak halalnya dengan Sir Victorieaaa XIII yang ngegantiin papa!"

"Oh..." America ngangguk-ngangguk. "Jadi lu anaknya? Pantes mirip."

"Cantik kaan...?" katanya sok imut sambil pasang pose-pose norak mirip pose model Bobokep.

"Nggak, biasa aja tuh. Sama jeleknya seperti bokapnya." balas America sambil ngupil.

Plakk!!! Kompryang!!! Gedebuk! Gubrak! Meong?! Moo...!!

"Hwaaa!! Ampuuuun maakkk!!!"

"RASAIIIIN INI DASAR COWOK BEGO GAK TAU CARA MEMPERLAKUKAN CEWEKKK!!!"


"Anaknya England sialan, England kurang ajar, Pak Ayamgorengpakesaos br*ngsek, cewek barbar, fvck!" umpat America tiada henti. Emang dasarnya America sering kena sial, setelah dikitik-kitik oleh lima orang, digampar sama anaknya England, udah gitu dapat bonus tabokan satu asrama cewek karena dikira tukang intip kolektor pakaian luar (??).

"Nee... America?" Seorang cewek manis berkulit sawo matang dengan rambut hitam legam panjang menyapanya dan mendekatinya.

"Nesia~ Aku kangen!!" seru America dan langsung memeluk cewek tersebut.

"Lepaskan!" teriak cewek itu sambil memberontak meminta dilepas.

"Iya iya..." America melepas pelukannya (tentu saja sambil manyun dan ngomong 'huuu...' dalam ati, takut digebuk Nesia yang karate ban hitam).

"Mukamu kenapa? Kok lebam-lebam gitu??" tanya Indonesia menunjuk salah lebam berwarna ungu-biru menjijikkan yang nemplok di muka America.

"Habis diketek-ketek eh dikitik-kitik Pak Sasgay, digampar sama England sama ditabok satu asrama cewek..." jawab America sambil sesenggukan lebay. Maunya sih menarik simpati Indonesia tapi malah menarik tatapan jijik spesial Indonesia.

"Oh.. Mau kuantar ke kamar?" Indonesia menawarkan bantuannya.

America yang tadi menunjukkan gejala 5L: Lemas, Lesu, Letih, Lunglai, dan Laper menjadi semangat dan antusias kembali –efek Indonesia XD-. "Ke kamarmu?!"

"Bukan, ke kamar pak kepsek." jawab Indonesia ngaco. "Ke kamar Canada, minta diobati. Eh Canada itu siapa sih? Aku cuma tau namanya. Kamu tau mukanya gak?"

"Aku juga lupa mukanya kek apa..." America cengengesan sambil garuk-garuk kepala.

"..."

"..."

"..."

"America?"

"Ya, Nesia-chan?"

"Dasar... Bego!"

Plakk!!

"Adaww!!!"


"Ya Tuhan, apa salah gue bolak-balik digebukin? Sama Nesia-chan yang super kiyut itu, ditambah anak England sialan plus anak asrama cewek barbar pula, huhuhu..." kata America sambil menangis anime style. "Apa Tuhan membenciku ya? Apa karena aku kemaren nyolong lolipop Norway, letusin balonnya Finland, blah blah blah..."

"Udah ah capek gue, gue mau ke kamarnya Canada aja, siapa tau dia ngebolehin gue nginep (lagi)."

Setelah ngesot 970 jam dalam waktu alien dari mars dan 16 menit waktu makhluk bumi yang keren sekaligus dodol dan beberapa juga autis, akhirnya America nyampe di depan pintu kamar adik kembarnya yang sering dilupakan dan invisible, saking invisible-nya tangan kita bisa nembus ke wajahnya loh!

Tanpa ngetok pintu terlebih dahulu (dasar gak tau sopan santun!) America langsung nyosor masuk. Ini kan kamar adek gue, gak papa dong kalo gue masuk tanpa permisi, kasi sajen, ketok pintu, dan blah blah blah... pikir America tengil.

Saat pintu dibuka, jeng jeeeng....

America cuma bisa mangap.

Canada lagi ciuman dengan sangat amat teramat –oke lebay- bergairah dengan... SEYCHELLES?!

"America?!" seru Canada kaget seperlima mati. Seychelles langsung sembunyi dibalik selimut beruang kutubnya Canada, malu euy!

"A..." America lagi-lagi cuma bisa mangap. Dia aja belum pernah ciuman kok! "Apa-apaan kau Canada? Darimana kamu belajar yang seperti itu? Gue aja belum bisa eh pernah, kok lo udah bisa eh pernah?! Diajarin Papa Washington ya???"

"Bukan," Canada menggeleng malu-malu. "Dari video bokep kakak."

Sepertinya hari ini ia harus menyembunyikan video-video bokepnya di tempat yang tersembunyi. Sekarang juga. Sebelum Papa Washington tidak mengakuinya sebagai anak karena merusak kepolosan Canada. Atau yang lebih parahnya lagi, gak boleh makan hamburger selamanya. Tidak, itu bencanaaaa..!

"Okay, gue balik ke kamar, kalian berdua lanjutin aja ya... Bye bye!" kata America sambil nyengir-nyengir najong terus langsung ngibrit.

Braak!

Pintu ditutup and ladies and gentleman, acara masih berlanjut huehehe –narator senyum-senyum mesum-.

"Anjriit... Pulang nanti langsung gue umpetin tuh video bokep di kamar Prussia. Atau di kamar Ausria atau Russia aja ya?" gumam America.

Saat ngesot di koridor –ingat America masih ga bisa jalan dengan benar, harus ngesot, ngerangkak baru jalan normal dan penyakitnya makin parah setelah dikitik-kitik lima orang, digampar anaknya England, blah blah blah dan kejadian sial sekaligus sadis lainnya, tapi gak disebutkan karena fic ini bisa naik ke rate M- dia bertemu lagi dengan orang yang dianggapnya musuh bebuyutannya, anaknya England alias England versi cewek...

"Hooo... Berani-beraninya kau menampakkan muka jelekmu di hadapanku setelah pertarungan yang cuma ada dikit darahnya!" seru America sengit.

"Lu juga, dasar muka plastik!" balas England versi cewek a.k.a anak England gak kalah sengitnya.

"Muka gue asli, man!" kata America menahan amarah. "Daripada lu, alis tebel jelek..."

"Diam lu, freak!"

"Lu juga diem, B*tch!!!"

"Rasain ini! Brittanian Beam!!"

"Hamburger attack!"

Dan sodara-sodara sekalian, terjadilah pertarungan America vs England seperti perang revolusi, tapi bedanya disini gak ada hujan, gak ada serdadu tentara, ada Cincawh Lawrah, dan menyebabkan sekolah rugi $7 Milyar karena merobohkan patung sekseh Roman Empire, kepsek disana. Oke, ga nyambung dan gaje berat.

Kalau gue bilang masih bersambung ya bersambung!!!

Buset, fic ini hampir nyerempet ke arah rate M =_|||. Ampuni sayaaa...!! –sujud mohon ampun-. Oh ya saya baru tau kalau ada doujin rate M namanya 'Radio's Start' pairnya EnglandxFem! America tapi sayangnya endingnya EnglandxAmerica. Mirip sama pair 'Hetalia's Radio' !Hehehe.

Lind-WanijimA:"Buat Mattgasm-san..."

Japan: "Otanjoubi omedetou gozaimasu"

US&UK&Canada&Australia: "Happy birthday..!"

Indonesia: "Selamat ulang tahun.."

Russia: "S Dnem Rozhdeniya kol kol kol..."

Netherlands: "Hartelijk gefeliciteerd!!!"

Germany: "Alles Gute zum Geburtstag"

France: "Joyeux anniversaire"

South and North Italy: "Buon compleanno, neee~!"

China: "Maaf telat, aru *bows*

Secepatnya saya akan mengupdate fanfic ini, dan mendongeng kalian semua dengan cerita gaje saya *nyengir*

Omake atau apalah namanya

"America?"

"Ya, Nesia-chan?"

"Aku..." kata Indonesia malu-malu anak kucing. "Aku suka kamu, dari dulu aku cinta kamu. Perasaanku ini gak bohong, suwer dweh!"

"Aku juga Nesia... Tapi bukankah kamu punya Netherlands? Gimana dong?"

"Netherlands? Lupakan saja! Buang ke laut biar dimakan sama hiu!" jawab Indonesia sadis sambil ngejilat dagger yang tadi dipinjamnya dari Belarus.

-Di balik tembok tempat Igiko (England versi cewek) dan Netherlands sembunyi-

"Grrr.... Nesiaa~ Kok tega-teganya kamu mencampakkanku yang jelas-jelas lebih yahud ketimbang America yang super gembrot itu???" Netherland nangis-nangis bawang putih, bawang merah, bawang bombay, Ibu tiri dan bambang (satu paket maan!) sambil gigit-gigitin baju Igiko.

"Nesia sialan, seenaknya saja main tembak gebetan orang!!!"Igiko ngeluarin tongkat sihir ayahnya.

"Apaan tuh?" Netherlands nunjuk tongkat sihir yang dipegang Igiko.

"Anak monyet."

"Oh. Kukira -piiip-, -piiiip-, -piiiiiiiiiiiiiiiiiiip."

"Dasar mesum lo."


Footnote (catatan kaki bau): Buat Bang France, jangan bunuh saya karena masangin Seychelles sama Canada -kabur-.