Battle One : The Battle Of Xia Pi Part one
"Jadi tuan-tuan dan nona-nona sekalian kita akan memfokuskan target kita kepada Lu Yongguk dan Jenderal Zhang Junhong dan membagi kekuatan kita menjadi dua tim utama dan-"
"Sebelum itu bolehkah aku bertanya?" Tanya Xiaohou Hun dengan tatapan malasnya yang membuat Zhou Yixing dan anggota tiga alliansi mengalihkan pandangan mereka pada jenderal muka 'bitch face' setelah Yifan itu.
" yang ingin kau tanyakan Jenderal Xiahou?"
"Kenapa hanya kau yang memandu perang kali ini?Bukanya ini perang Aliansi?" Tanyanya lagi yang seakan menembak dada Yixing dengan perkataanya, Atmosphere di Campbase mereka terasa dingin sampai sampai suara burung gagakpun berseru-seru akan kekhilafanya
Krik~ Krik~Krik
"Uh..itu...aku..."
"Biarkan dia yang memimpin lagipula pemikiran kami sesama Tactician sama Hun.."Jelas seseorang yang Yixing kenali sebagai Ahli Strategi Wei , Sima Zhoumi atau lebih terkenal dengan nama Sima Mi yang menurut Yixing terdengar geli karena kalau namanya disatukan dapat berarti "si mamih" atau si ibu.
"Baiklah..tapi bagaimana dengan Shu?" Tanya Hun lagi yang membuat hati Yixing berdebar tak karuan. Ia tak tahu harus menaruh mukanya dimana bila Ahli strategi Shu menyadari kesalahanya dan tak menghiraukanya seperti Ahli dari Wei.
Tetapi semua kegelisahan itu hilang ketika ia melihat senyum yang tiba-tiba menyerbak diwajah Ahli strategi Shu yang ia kenal sebagai Zhuge Kyungsoo , The wisest of the wise.
"Aku tak keberatan. Lagipula Tuan Zhou melakukan pekerjaanya dengan baik dan aku pikir taktik kami hampir sama , yang membedakan hanyalah cara dan gaya kami bekerja Tuan Xiahou" Jawabnya yang membuat Yixing menghela nafasnya lain ia dapat melihat Sun Shang Qian menganggu konsentrasi kakaknya dengan membisikan kata 'kakak jodohkan aku denganya'yang membuatnya terkekeh dalam hati dan membisikan terimakasihnya pada Kyungsoo.
"Baiklah kalau begitu kita lanjutkan lagi. Jadi kita akan membagi pertama adalah Tim yang akan menerobos pertahanan Lu dari depan dan Tim itu terdiri dari : Guan Baekhyun , Cao Xiumin , Sun Chen,Sun Shang Qian dan Zhuge Kyungsoo. Apa ada yang keberatan?" Tanyanya yang dengan cepat mengenali wajah tak puas Yifan
"Ya Yifan?"
"Kenapa aku , all of people me , tak ditempatkan untuk membunuh that-jerk yang menghancurkan gudang penuh boneka angry birdsku?!" teriak Yifan kesal dengan alasan konyolnya. Jenderal lain yang mendengar hal ini memberikan tatapan aneh kepada pemimpin Wu itu.
"Ah aku juga mempunyai pertanyaan yang sama Tuan Zhou. Setahuku aku bukan orang yang lemah dan dapat menjaga diriku sendiri dari siraksasa Lu Yongguk itu." Lanjut seseorang yang Yixing kenal sebagai Panglima Jenderal Liu Suho
"Eitss jangan lupakan aku! Apa Tuan Zhou kira aku sudah terlalu tua untuk menangani sikutu kecil bernama Lu- siapa tadi namanya?"
"Lu Yongguk , ayah. Lu Yongguk" Bisik Xiumin mencoba membenarkan dan menyumpahi nasibnya untuk memiliki ayah seperti Kai
"Ah itu dia Lu Yonghuk! Ah apalah namanya yang jelas aku masih kuat untuk melawanya anak muda!" Ucap Sang Jenderal yang Yixing kenali sebagai pemimpin Wei Cao Kai dan anaknya Cao segera menghela nafasnya dalam-dalam.
Semua Pemimpin sama saja , terkecuali Panglima Jenderal Liu. Pekiknya letih dalam hati sambil siap-siap menjawab pertanyaan mereka
"Dengan segala hormat Tuan-Tuan Hamba bukan merendahkan kemampuan Tuan-tuan sekalian dalam berperang ataupun keahlian Tuan dalam beradu ini dikarenakan Posisi Tuan sebagai Tuan bayangkan apa yang terjadi apabila salah satu dari kalian masuk dalam jebakan musuh?" Tanyanya sambil menatap ketiga Pria itu dengan tatapan tajam
Xiumin yang tahu segera menatap ayahnya .
Dalam hati ingin ia mengomelinya dan meneriakan kata "Dengar yang ia katakan dan jangan ceroboh!"
Disisi lain Kyungsoo mengangukan kepalanya dengan setuju. Tapi ia tak terlalu mengkhawatirkan apapun karena ia yakin pemimpinya Suho dapat mengerti dengan apa yang dijelaskan oleh Yixing.
Sedangkan Yifan...
Matanya menatap Yixing balik tajam , seakan ia menembakan tembakan laser dan membolongi tubuh Yixing. Sun Qian yang merasakan hal ini segera menyikut dada sang kakak yang membuatnya mengerang.
"Ahem baiklah tak ada pertanyaan lain? Kalau begitu aku akan menyebutkan siapa saja yang berada di Tim dua untuk menangani Jenderal Zhang Junhong. Tim dua terdiri dari hamba , Nona Xing Sunny, Xiaohou Sehoon dan nona Zhen Soohee"
"Tunggu sebentar! Ini tak adil kenapa timmu penuh wanita cantik!?"protes Kai yang membuatnya mendapatkan tatapan tajam dari anak dan mertuanya.
"Karena aku membutuhkan seseorang yang cerdas , cepat , dan fleksibel dalam melawan Tuan Zhao yang terkenal dengan kecepatanya." Jelas Yixing yang hanya dibalas dengan dengusan Kai.
"Oh satu lagi tim special dan aku rasa kali ini aku akan menempatkan Tuan Yifan dan Tuan Kai bersama sementara Tuan Liu dan Tuan Sima akan menjaga base kita"
"Hmm? Apa tugas kami?"
"Menangkap Nona Diao Jieun"
"Pssh Henry yah! Disini! Kemari" Bisik Chanyeol yang tiba-tiba ada di ruangan kerjanya bersama Tao. Henry yang melihatnya segera terkejut.
"Y-ya-yah! Chanyeol apa yang kau lakukan disini? Tunggu, jangan bilang kau dikirim Tuan Sooman untuk membunuhku dan guru Zuo?!" pekiknya ketakutan yang segera ditutup oleh tangan chanyeol
"Mmpttt"
"Ssst.. itu bukan alasanku kemari, alasanku kemari adalah untuk memintamu mengirimkanku ketempat dimana manusia itu dikirimkan oleh diperintahkan untuk menjaganya" jelasnya sambil melepaskan genggaman tanganya dari bibir Henry.
"Tapi..tapi aku tak bisa!"
"Tak bisa kenapa? Kau muridnya! Kau pasti bisa!"Ujar Chanyeol sambil merengkuh kedua bahu Henry dengan semangat. Henry yang melihat ini hanya mentapnya gugup sambil menganguk pelan.
"Baiklah..tapi jangan salahkan aku kalau aku gagal.."
"Tak masalah lagipula kau masih belajar dan aku malaikat, aku bisa pulang kapanpun dengan sayapku ke Khayangan." Ucapnya meyakinkan Henry. Henry pun segera memakai kostum Harry Potter miliknya dan memegang erat tongkat ala Hogwarts nya itu
"Uh Henry...apa kau main-main denganku?" Tanya chanyeol sedikit bingung dengan pakaianya
"Tapi ini yang harus aku pakai untuk bisa mengirimu kesana. Dan setidaknya aku tak memakai baju superman yang selalu guru Zuo pakai ketika ia mengirim seseorang." Jelasnya yang membuat Chanyeol memikirkan ekspresi Tao ketika ia mengenakan kostum itu.
Eww.. Gross.
"Uh..baiklah aku mengerti. Kirimkan aku sekarang"
"Uh-huh~ Vipera Evanesca! Dengan kekuatan Dewa waktu Kronos kukirimkan kau ke era Romance of the three kingdoms!" Teriaknya sambil menutup matanya dalam konsentrasi. Dan dalam sekejap tubuh Chanyeol pun lenyap ditelan asap putih.
"Semoga kau berhasil Chanyeol!"
"U-um Tuan Sima...?" Tanya Suho gugup kepada laki-laki berkharisma didepanya kalau bisa dibilang situasinya benar-benar awkward bagi Suho untuk tetap Tim mereka meninggalnya keduanya sendirian bersama ribuan pasukan gabungan lainya ia merasa tak nyaman dengan apa yang pasukannya dan Wei bisikan.
Psst apa kau yakin dia pemimpinmu bocah Shu?
Kau panggil aku apa?! Bocah- tapi ya benar Tuan Liu adalah pemimpin kami kenapa?
Pemimpinmu bahkan tak dapat berbicara sepatah kata kepada ahli strategi kami. Hmph! Aku rasa hal-hal yang aku dengar mengenainya hanyalah bualan semata!
Apa kau bilang ?! kau-
Suho segera membalikan badanya ketika ia menyadari bisikan itu semakin jelas terdengar. Dengan sekali tatapan tajam ia pun mengeluarkan suara tegasnya.
"Kalian diamlah! Kita dalam medan peranng! Kerahkan tenangamu kepada hal yang lebih berguna Prajurit!"sahutnya yang membuat kedua Prajurit itu membungkuk dan kembali kebarisan mereka , Suho yang merasa lega segera kembali mengalihkan pandanganya kepada Zhou Mi.
Tetapi betapa kagetnya ketika ia melihat Zhoumi menatapnya tajam.
Mata hitam lekatnya serasa menyedot nyawa Suho dan dengan sedikit tepukan di bahunya wajah Zhoumi pun memperlihatkan senyuman menyeramkan.
"Kerja bagus. Tuan Liu." Dan dengan itu ia pun segera menaiki kudanya dan mengendarainya kedepan gerbang pertahanan. Meninggalkan Suho yang terdiam dalam ketakutan.
Dia menyeramkan...
"Tuan Cao! Didepanmu!" teriak Kyungsoo sambil menebas prajurit-prajurit Lu yang berusaha menahanya, Xiumin yang mengerti segera membalikan badan dan menikam perut prajurit itu dengan belati.
"Terimakasih Tuan Kyungsoo!" Sahutnya yang selama ini diamati Qian
"Romantisnya~~~" pekik Qian. Berfangirling ria melihat aksi Boy Love didepanya. Chen yang melihat ini hanya bisa menghela nafasnya dan menepuk pundak sang kakak
"Qian Jie. Ini bukan saatnya untuk berfangirling seperti itu." Jelasnya sambil denngan kaget melihat prajurit yang mencoba menusuk kakaknya dari belakang
"Aku ta-"smack! Ia tinju muka prajurit itu sampai pingsan tanpa menoleh"hu. Hanya saja mereka terlihat sangat serasi~ bukan begitu chen-chen~?"
Baekhyun yang melihat hal ini hanya mendesih kesal
"Yah jika kalian ingin main-main ini bukan tempatnya Orang Wu , Wei!"
"Baekhyun jaga ucapanmu! Nona Sun Qian, Tuan Sun Chen , dan Tuan Cao Xiumin maafkan ketidak sopanan Guan. Dia masih muda dan labil." Bisiknya pelan yang membuat Qian tersenyum lebar
"Aih~Aih tak masalah. Aku tak keberatan kalau itu akan membuatku dekat dengan tuan Kyungsoo~"
"Ah nona anda bisa sa-"
"Kyungsoo , Baekhyun , Qian di belakang kalian!" teriak Xiumin mencoba melindungi temanya ketika ia melihat laki-laki berperawakan besar dengan tonggak panjang dengan secepat kilat mengendarai kudanya kearah mereka
"Oh tuhan dia...Lu Yongguk!"
"Apakah kita ditempat yang benar Tuan Zhou? Karena setahuku aku tak melihat apapun selain rumah disini.."Tanya Sehoon untuk yang ke-14 kalinya kepada merasa kesal akan ketidak percayaan Sehoon padanya yang membuat Yixing memberikan senyuman menyeramkanya.
"Demi Tuhan Tuan Xiaohou!Saya sangat yakin,yakin sekali! Jadi saya mohon serahkan semuanya kepadaku." Ucapnya. Soohee yang melihat ini dan sudah tahu antic menyebalkan pamanya itu segera menyikut dada pamanya.
"Paman. Itu tidak sopan! Percayalah kepada Ahli strategi Zhou. Aku yakin ini hanyalah masalah waktu. Atau musuh sedang mencoba memperangkap kita." Jelasnya yang membuat Yixing sadar
Perangkap!
Dengan sekejap matanya segera menerawangi daerah sepi mencoba memfokuskan segala yang ia lihat sampai kedua telinganya mendengar gentakan kaki yang pelan
Sst..Kalian...Kalian mendengar itu? Bisik Yixing yang menoleh kearah ketiga temanya. Sunny,Soohee dan Sehoon segera menutup kedua mata untuk merasakan keberadaan sang musuh.
Aku merasakanya. Ada 2 orang dan beberapa prajurit sekitar 25 orang. Balas Sunny
Aku akan bertarung dengan kedua jendral itu kalian habisi sisanya bisik Sehoon yang membuat Yixing menatapnya tajam
Jika kau ingin memberikan terimakasihmu. Tak usah. Aku tahu aku hebat. Jadi sama-sama.
Apa?
Maaf tuan tapi kita ini bekerja dalam tim! Mari kita selsaikan semuanya bersama-sama. Nona Sunny dan Soohee akan menghabisi prajurit sedangkan kita.. KITA berdua akan menghabisi kedua jendera itu. Pekik Yixing dengan keras kepala, Sehoon yang mendengar ini menghiraukanya dan segera melemparkan 4 kunai ke arah bayangan yang ia lihat.
"Ouch! YAH! Beraninya kau melukai wajahku! Ya tuhan wajah cantiku!" rengek suara yang mereka dengar
"Aiya-aiya aku kira ini sudah waktunya kita beraksi oppa eonnie~" bisik sunny sambil tersenyum
"Himchan hyeong~! Kumohon jangan merengek kita harus mengatasi mereka terlebih dahulu!" teriak suara yang mereka dengar lagi dan ke-25 prajurit yang tiba-tiba muncul dengan pakaian hitam. Sehoon yang melihat ini segera menarik Double swordnya sedangkanYixing yang dengan siap memegang tonggak segera menoleh ke arah Sehoon.
"Ingat. Kita team Tuan Xiaohou" desihnya yang mendapatkan balasan tawa kecil yang terdengar asing ditelinga Yixing
"Tentu Tuan Zhou. Tentu"
"Beri aku alasan Valid kenapa aku, Cao Kai dari semua orang harus satu team denganmu , Tuan Sun?" Tanyanya Jengkel ketika ia diabaikan oleh mahluk bernama Sun Wu Yifan disebelahnya itu.
"Tuan Cao Bukankah pendengaranmu masih normal?"Tanya Yifan balik tanpa menoleh
"Tentu!"
"Lalu apakah kau tak dengar apa yang dijelaskan oleh ahli strategiku?"Tanya lagi yang kini membuat darah Kai semakin mendidih
"tentu aku mendengarnya dengan sangat jelas Tuan-Mukaku-selalu-terlihat-marah!" bentaknya yang membuat kris menoleh dan menatap Kai tajam
Berani sekali playboy tengik ini memanggilku seperti itu... desihnya, marah
"Hmph! Setidaknya aku bukan tua bangka yang hobby tidur dengan wanita murahan!" ejek Yifan yang membuat Kai lebih kesal
"Apa kau bilang? Tua bangka!? Jaga ucapanmu! Aku baru 35 tahun ini dan KAU lebih tua dariku 'Kakek'!" Teriaknya lagi yang membuat Yifan menarik nafasnya dalam
"Kakek?! Setidaknnya aku tak mempunyai anak dan bahkan menantu diusia yang harusnnya lebih profuktif dalam hal lain. Bukan produktif dalam meniduri wanita Tuan Cao!"
"Apa kau bilang?!"
Tanpa sepengetahuan mereka , Wanita berambut coklat bernama Diao Jieun mengamati keduaanya , Ia merasa terhibur melihat tingkah laku antik kedua jendral itu sampai ia merasa bosan dan coba melerai keduanya.
"Uh maaf tuan-tuan-"
"Diam ! Jangan Ikut camput!" teriak keduanya bersamaan yang membuatnya takut dan kembali duduk memperhatikan mereka saling beradu mulut.
Dan dengan nafas panjang ia pun berseru
Kalau begitu kapan kita bertarungnya?
Luhan merasakan tubuhnya serasa terjatuh dengan cepat.
Ia dapat merasakan angin yang kencang diseluruh tubuhnya
Sesuatu yang basah ketika ia melawati hal empuk.
Sungguh sesuatu yang ia dapat rasakan ketika ia menaiki roller coster.
Dan begitu kagetnya ketika matanya terbuka!
Ia dapat melihat jelas bahwa ia terjatuh.
Awan demi Awan ia lewati
Dan semakin dekat semakin bising gemuruh yang ia rasakan!
Bahkan ia dapat melihat pulau yang akan darati.
Dengan mata yang terbelalak dan kini kesadaran yang pulih
Ia pun...
Menjerit.
"AEGIMONAAAAAAAAAAAAA KENAPA AKU ADA DISINI?!"
