MY LOVE FOR YOU CHAPTER 2

Cast:

Kim Ryeowook

Cho Kyuhyun

Kim Hankyung

Kim Heechul

Etc (menyusul)

Genre & Warning: Yaoi. Romance. Drama. Boys Love.

Pariring: RyeoHyun / WookKyu

Author's note: Cerita hanyalah fiktif belaka.

Review untuk kritik opini dan saran. Maafkan bahasa berantakan, typo dimana-mana.

~terima kasih untuk respon dan review nya dari: reader, leny chan, sophie857, guest, hyunnie02, yong do jin316, mingyutae00, cuttiekyu94.

Habis ini baru update join hands yaaa ^^

~Halo. Masih ada kah yang baca fanfic ini? Udah berbulan-bulan gak update. Maaf dikarenakan satu dua hal lainnya yang beruntun author gak bisa nulis... Maaf lagi sebesar-besarnya, tetep review untuk kritik opini saran ne supaya bisa lanjut. Kamsahamnida! *bow

Selamat membaca!

OooooO

"Kenapa kamu bisa bicara seperti itu yeobo. Kamu baru saja membohongi anak kita. Kyuhyun bukanlah tunangan Ryeowook, Heechul-ah."

"Aku tau yeobo. Tapi tidakkah kamu lihat sendiri ekspresi Ryeowook sejak pertama ia siuman. Ryeowook hanya mengingat Kyuhyun. Anak kita bahkan lupa dengan orang tuanya sendiri tapi dia hanya ingat Kyuhyun. Aku hanya tidak ingin Ryeowook kecewa.." Jawab Heechul sembari mengigit bibir bawahnya sekilas.

"Aku tau Heechul-ah. Tapi kita bahkan belum bicara dengan Kyuhyun sendiri sama sekali..." Tepat diluar kamar rawat Ryeowook, Heechul dan Hankyung asik berbicara sendiri sampai tidak sadar kalau Kyuhyun juga ada disamping mereka.

Mendengar perkataan suaminya dan menyadari kehadiran Kyuhyun, Heechul langsung menghampiri pria ini lagi untuk mengucapkan terima kasih.

"Kyuhyun-ssi, terima kasih sudah datang ne. Walaupun ini mendadak... Kami sangat ber terima kasih kamu sudah kesini untuk menenangkan Ryeowook."

"Ah iya tidak apa-apa sajangnim, nyonya Kim." Kyuhyun membungkuk formal sedikit masih disana mendengarkan.

"Kyuhyun, kami minta maaf ne. Maafkan aku menyebut namamu sebagai tunangan Ryeowook. Sungguh aku hanya refleks dan menginginkan yang terbaik untuk Ryeowook"

"Ne. Tidak apa-apa nyonya Kim. Aku mengerti sebagai orang tua tentu saja... Anda menginginkan yang terbaik untuk sajangnim." Balas Kyuhyun dengan sopan walaupun.. Walaupun dalam hati Kyuhyun sendiri sebenarnya masih bingung harus bagaimana. Sudah disebut seperti itu. Memang nya bisa ditarik lagi?!

"Terima kasih sudah mengerti Kyuhyun-ah." Ujar Kim Hankyung dengan tulus juga.

"Ne sama-sama, sajangnim"

"Kyuhyun-ah, bisakah kita bicara berdua saja setelah kamu makan siang, bagaimana?" Heechul dengan sigap langsung menghampiri Kyuhyun dan mengajaknya kepinggir berdua.

"Eh? Baiklah nyonya Kim, tentu saja..." Apa lagi yang perlu dibicarakan? Batin Kyuhyun cukup penasaran.

"Jangan panggil nyonya Kim lagi. Panggil saja aku dengan sebutan ahjumma Kyuhyun-ah, bagaimana?" Wanita berusia setengah baya yang masih tetap cantik dan awet ini tersenyum penuh arti kepada Kyuhyun.

"Ah.. Emm. Ne. Algesemnida. Ahjumonim." Kyuhyun pun hanya bisa mengangguk patuh mengikuti saran ibu dari mantan bos nya ini sesopan mungkin.

"Baiklah, kami bicara dengan dokter dulu sebentar ya Kyu. Nanti kita bicara berdua lagi."

OooooO

Selesai makan siang, Kyuhyun kembali menghampiri ruang rawat Ryeowook lagi dan menemukan Kim Heechul dan suaminya masih berdiskusi berdua jantung masih berdegup kencang Kyuhyun kembali diajak ngobrol empat mata dengan bos besarnya tersebut. Bukan hanya Kyu merasa awkward karna akan membahas tentang Ryeowook ssi dan kebohongan kecilnya, tapi juga karna Heechul adalah istri Direktur utama; Kyu tidak pernah bicara se-informal atau sedekat ini sebelumnya dengan keluarga Kim. Tapi sejak kecelakaan itu entah mengapa ia jadi diseret terus masuk kelingkaran keluarga mereka dan ini adalah sesuatu yang sangatlah baru untuk Kyuhyun.

"Kyuhyun, lagi.. maafkan kami ne membawamu kedalam masalah ini"

"Iya ahjumonim, tidak apa-apa" Kyuhyun masih melipat tangannya didepan dengan sopan mendengarkan penjelasan dari Heechul.

"Ryeowook... Mengalami amnesia temporer Kyuhyun-ah. Setelah menjalani operasi Dokter sudah bilang kemungkinan besar Ryeowook akan kehilangan ingatannya. Dan... Dan sekarang kami memanggilmu karna saat Ryeowook siuman, putra kami hanya mengingat namanya sendiri dan juga namamu Kyuhyun-ah. Hanya Cho Kyuhyun yang diingat oleh putraku; Ryeowook mengkhawatirkan keadaanmu." Ujar Kim Heechul dengan nada yang sangat serius.

"Apa?!" Kyuhyun refleks langsung tercengo saat mendengar kabar seperti itu.

"Iya Kyu..."

"Apa... Apa sajangnim mengingat Ahjumonim dan..."

"Tidak sama sekali. Seperti yang kamu lihat, dia tidak mengenali kami ataupun yang lain. Hanya..."

"Se… sepertinya.. Sajangnim mengingat saat terakhir sebelum kehilangan kesadarannya ahjumonim" tanpa sadar Kyuhyun memotong lagi dengan gumamannya yang tidak keras tapi juga tidaklah pelan.

"Ya itu benar." Heechul menghembuskan nafas keluar sejenak.

"Mungkin karna aku yang ada disamping sajangnim, makanya Ryeowook sajangnim hanya mengingat..."

"Iya. Tapi Ryeowook pun tidak ingat apa hubungan diantara kalian juga Kyu, itulah yang perlu kamu ingat"

"Ne algesemnida" Kyuhyun menangguk patuh, sadar ia sudah terlalu banyak memotong dan memutuskan untuk diam.

"Aku secara pribadi minta maaf sudah menyebutmu sebagai tunangan Ryeowook Kyuhyun-ah, tapi aku melakukan ini, karna.. Kaki Ryeowook otot-ototnya belum bisa berkerja secara sempurna"

Mulut Kyuhyun menganga semakin lebar saat mendengar kabar tersebut.

"Apakah Ryeowook sajangnim akan lumpuh.. Selamanya?"

"Tidak total, tapi Ryeowook perlu di fisipterapi selama minimal 2 bulan, dan saat Ryeowook masih koma setelah operasi dokter sudah meminta kami untuk siap dengan apapun yang Ryeowook ingat nantinya baik itu benar ataupun salah, dan sebisa mungkin memberikan orang yang diingat oleh Ryeowook untuk selalu berada didekatnya."

Kyuhyun mulai mengerti kemana arah pembicaraan ini.

"Makanya itu kami berbohong Kyu. Maafkan kami. Tapi... Kamu mengerti kan posisi.. Posisi aku sebagai ibunya Ryeowook? Bukan maksud aku untuk me... Menyabotase hidupmu Kyu" mata Heechul sudah mulai ber-air lagi membuat Kyuhyun tidak tega.

"Ne aku mengerti ahjumonim. Tidak perlu berkata seperti itu... "

Jelas Kyuhyun merasa tidak enak saat ibu dari bosnya sendiri -istri pemilik perusahaan tempat dia berkerja, harus setengah memohon kepadanya seperti saat ini.

Bukan mereka juga yang mau Ryeowook sajangnim hanya mengingat dia kan? Bayangkan perasaan Heechul dan Hankyung sajangnim sendiri yang tidak diingat oleh putra mereka karna Kim Ryeowook hanya mengingat wajah dan nama... Kyuhyun.

"Ne.. Maka itu aku dan suamiku sudah sepakat Kyuhyun-ah.. Kalau kamu bersedia, maukah kamu membantu kami menemani Ryeowook untuk sementara waktu? Setidaknya sampai Ryeowook bisa berjalan lagi.. Jebalyo"

Dan akhirnya, keluarlah kalimat tersebut memperjelas semuanya, membuat Kyuhyun langsung terdiam seribu bahasa.

Hal seperti ini masih terasa tidak nyata bagi Kyuhyun. Jadi dia harus berpura-pura.. Menjadi tunangan Kim Ryeowook? Tanpa sadar lagi dan lagi Kyuhyun menggigit bibir bawahnya sendiri. Pria ini bingung harus menjawab apa.

"Aku mengerti ahjumonim, tapi aku tidak bisa menjawab sekarang. Aku... Aku perlu memberi tahu semuanya kepada orang tuaku dulu, kalau anda tidak keberatan"

Heechul tersenyum lega sedikit lega mendengar jawaban Kyuhyun barusan.

"Geuromyeon, tentu saja, kami tidak keberatan.. Kamsahamnida Kyuhyun-ah.. Kalau ada apa-pun yang perlu kamu tanyakan, bilang saja ya. Aku dan suamiku tidak ingin menyusahkanmu.. Tapi kami hanya ingin yang terbaik bagi putra kami"

"Ne algesemnia Ahjumonim" Kyuhyun kembali mengangguk patuh.

OooooO

Keluar dari rumah sakit, Kyuhyun berjalan kembali kerumahnya dengan pikiran kosong terus mengulang-ngulang pertanyaan yang sama.

Hah... Apa yang harus aku lakukan... Apa Ryeowook ssi bisa sembuh secepatnya? Apa ia bisa segera ingat kembali? Kalau ia berbohong, lalu ingatan Sajangnim pulih, ia bisa dianggap pembohong... Dan kalau Ryeowook ssi tidak percaya? Juga bagaimana? Atau kebalikannya.. Saat Ryeowook ssi kembali ke kehidupan nyatanya,, tidak mungkin ia terus menjadi tunangan Kim Ryeowook. Ini hanya bohong-bohongan.. Saat ia tau kenyataannya, Ryeowook ssi pasti marah juga.

Kyuhyun tidak ingin hubungannya dengan Ryeowook rusak. Bagaimana pun Ryeowook adalah bos yang ia hotmati dan ia hargai; Apalagi mereka terluka di satu kecelakaan yang sama. Kyu hanya ingin Ryeowook bisa cepat pulih dan hidup dengan normal. Tapi.. Tapi tangan dan kaki nya masih belum bisa pulih sempurna dalam waktu dekat. Ditambah amnesia temporer Ryeowook dan mendengar deskripsi dari Heechul ahjumonim barusan... Dan yang tidak kalah pentingnya juga.. kata itu sudah tersebut! Ibunya sendiri yang mengatakan kalau mereka bertunangan beberapa jam yang lalu. Masa besok Heechul ahjumonim harus berkata. "Ani kami hanya bercanda ne adeul. Kyuhyun sebenarnya hanyalah sekretaris mu."

Melihat Ryeowook ngamuk seperti tadi saja Kyuhyun sudah seram... Apalagi kalau tau Heechul ahjumonim membohonginya? Akan semakin membawa celaka saja kedalam keluarga tersebut.

Kyuhyun hanya ingin Ryeowook sembuh, ia tidak keberatan merawat Ryeowook tapi masalahnya kalau ia harus berpura-pura.. Ini tidak akan menjadi sesuatu yang mudah..

Ah... Kenapa Ryeowook ssi bisa mengingatku sih... Nan ottoke... Runtuk Kyuhyun dalam hati sambil berjalan menunduk menuju rumahnya.

OooooO

Di rumah Kyuhyun Malam harinya

"Jadi bagaimana Kyu, lalu apa yang dikatakan oleh orang tuanya Ryeowook mengetahui dia hanya mengingatmu?"

"Heechul ahjumonim, dan suaminya meminta bantuan ku... Untuk berpura pura menjadi tunangannya sajangnim.. Untuk sementara waktu omma"

"Sampai Ryeowook ssi sembuh ne?" Timpal ayahnya Kyuhyun ikut bergabung kedalam pembicaraan.

"Bantulah bos mu ne adeul. Tadi pagi saja Ryeowook ssi langsung bangun dan hal pertama yang dilakukannya saja adalah sudah langsung mencarimu kan." Jungsoo umma menyentuh pundak Kyuhyun yang sedang menghabiskan makan malamnya untuk memberikan semangat; Sejak pulang tadi Kyuhyun sudah terlihat gelisah. Setelah menceritakan semuanya sekarang kedua orang tua nya tau kenapa.

"Ne umma"

"Kasihan sekali Ryeowook ssi itu" komentar Kim Youngwoon, sang appa lagi.

"Iya yeobo. Apalagi orang tuanya. Siapa yang menyangka... Putra tunggal mereka akan kehilangan ingatan walaupun tidak permanen... Dan harus fisioterapi berminggu minggu seperti itu. Pasti terasa sangat menyakitkan untuk mereka sekeluarga." Jungsoo umma mengulang lagi cerita Kyuhyun dengan lebih lengkap kepada sang suami.

"Iyalah, tentu saja... Lalu bagaimana Kyu, kalaupun kamu bersedia membantu keluarga Kim.. Tapi sampai kapan?" tanya sang appa langsung kepada Kyu tanpa bertele-tele lagi,

Walaupun iba, Youngwoon tentang realistis tentang permintaan keluarga konglomerat terhadap putra semata wayangnya tersebut.

"tidak tau sampai kapan, appa. Yang pastinya sampai Ryeowook sajangnim harus segera menyelesaikan semua fisioterapi nya, sampai ia bisa berjalan lagi.. Dan kata dokter perlahan kemungkinan besar ia juga pelan-pelan akan bisa mengingat kembali. Mulai dari orang terdekatnya, dengan kondisi sajangnim berada didekat orang yang di-ingat dipercayainya."

"Yang adalah kamu." Sambung sang umma.

"Ne... Untuk saat ini." Gumam Kyu sambil mengoyak-ngoyak mangkuk nasinya.

"Karna Kyuhyun lah yang disampingnya saat mereka kecelakaan yeobo, makanya mungkin Ryeowook ssi hanya mengingat Kyuhyun."

"Iya itu benar..." sahut Jungsoo diikuti hening sejenak diantara ketiganya.

Kyuhyun, Youngwoon, dan Jungsoo sama-sama tau kalau berbohong seperti itu tidak akan memperbaiki keadaaan. Mereka bertiga tau konsekuensi yang mungkin akan mereka hadapi kalau... Kalau sampai semuanya tidak berjalan sesuai rencana. Tapi mereka bertiga juga tidak tega mengetahui Ryeowook yang selalu memanggil Kyuhyun. Tidak ada jalan lain selain berbohong dan kata-kata itu sudah tersebut. Sudah tidak bisa ditarik lagi.

Yang Kyuhyun bisa harapkan sekarang hanyalah semuanya tidak menjadi runyam diakhirnya nanti. Saat Ryeowook bisa mengingat kembali.. Apapun yang akan terjadi lagi nantinya... Kyuhyun hanya berharap hubungan antara mereka tidak akan rusak. Ia ingin membantu Ryeowook... Asalkan..

"Aku akan menerima tawaran Kim ahjumma untuk berpura pura hanya kalau umma dan appa mengijinkan..."
Kyuhyun mengembalikan keputusan akhir kepada kedua orang tuanya tersebut.

"Tentu saja kami mengijinkannya Kyuhyun-ah. Kalau kamu memang tulus bersedia membantu dia, kami tidak akan mencegah hal tersebut." Ujar Jungsoo dengan penuh pengertian diikuti anggukan kepala dari sang appa tanda setuju.

"Gomawoyo umma" balas Kyuhyun langsung setelah mendapatkan ijin dari ibunya tersebut.
Kalau orang tuanya sudah mengijinkan, Kyuhyun jadi sudah tidak terlalu takut lagi. Asalkan keluarganya masih mendukung dengan penuh..

"Sama sama ne adeul"

OooooO

Flashback 2 minggu yang lalu

"Ryeowook ssi masih menjalani operasi Kyu. Bagian kiri tubuhnya terjepit karna mobil kalian melungsur kebawah dan hilang kendali kearah kiri... Airbag di setir juga tidak keluar, kepala Ryeowook ssi terbentur setir dan beliau sudah tidak sadarkan diri saat kalian diselamatkan Kyuhyun-ah.. Begitulah kata Ibu nya Ryeowook sendiri."

Kyuhyun hanya termenung sambil menunduk mendengarkan penjelasan ibunya diatas ranjang rumah sakit, satu hari setelah ia sadarkan diri. Baru kemarin malam Kyuhyun siuman, tangan dan kakinya lecet juga benturan dikepala tapi tidak ada yang terlalu serius. Pria ini juga merasa baik-baik saja dan saat tersadar ternyata sudah hampir 20 jam terlewat sejak mobil yang dikendari nya dengan Ryeowook hilang kendali dan keluar jalur dari jalan tol, menurun kebawah kedaerah pepohonan yang untungnya bukanlah jurang.

Ya, Kyuhyun memang ingat kalau saat itu.. Saat ia tertidur tubuhnya terguncang hebat. Dan mobilnya terasa turun kebawa seperti sedang bermain roller coaster. Tapi Kyuhyun tidak sempam membuka mata sama sekali. Ia tidak sempat melihat Ryeowook ssi. Walaupun Ryeowook terus memanggil namanya... Ottoke... Sajangnim belum juga sadarkan diri.. Bagaimana kalau sesuatu terjadi dengannya.. Kyuhyun hanya menunduk lemas setelah mendengar kalau Ryewoook masih menjalani operasi dan belum juga sadarkan diri.

Seharusnya aku saja yang menyetir.. Seharusnya aku tidak tertidur... Ahh .. Bodoh Kyuhyun... Ottoke... Ulang Kyuhyun terus dalam hati..

"Ne adeul... Apa yang kamu pikirkan.. Jangan sedih begitu dong sayang..." Panggil sang umma melihat Kyuhyun yang matanya mulai berkaca-kaca

"Sajangnim umma... Bagaimana kalau ada apa-apa dengan sajangnim... Nan ottoke... Seharusnya aku yang menyetir..." Gumam Kyuhyun khawatir, sungguh khawatir dari lubuk hatinya yang terdalam.

"Kyuhyun..." Sebelum air mata puteranya ini mengalir, ibu nya Kyuhyun langsung menenangkan putranya agar tidak berpikiran yang jelek terus.

"Ini bukan salah siapa-siapa... Tidak ada yang tau kalau akan jadinya seperti ini sayang.. Berdoalah agar Ryeowook ssi cepat siuman saja ne?"
Hasil investigasi memberitahu kalau tidak ada malfungsi dalam mesin atau apapun.. Kemungkinan bos mu yang sedang mengantuk atau karna jalanan yang licin.. Sudah jangan bersedih terus ne adeul..." Ujar Jungsoo umma memberikan pengertian kepada Kyuhyun.

Ya, namanya juga musibah. Siapa yang tau kalau hal seperti ini akan menimpa mereka.. Tidak ada satupun orang yang menyangka...

Seperti yang dijelaskan orang tuanya Kyuhyun, sekitar 40km menuju Seoul mobil yang disetir oleh Kim Ryeowook keluar jalur terguling kekiri yang untungnya tidak terlalu jauh dan pergerakan mobil mereka tertahan oleh sungai kecil yang sudah beku dibawah sana. Saat ditemukan baik Kyuhyun maupun Ryeowook masih berada didalam mobil, bedanya airbag Kyuhyun keluar sedangkan disisi Ryeowook tidak.

Dibawa kerumah sakit terdekat, tentunya baik orang tua Kyu maupun Ryeowook langsung menyusul dengan panik mengetahui anak mereka mengalami kecelakaan diperjalanan menuju ke Seoul.

Tulang atau sendi disekitar lutut Ryeowook bergeser karna luka robek, makan itu kaki kirinya harus dioperasi. Begitu juga dengan lengan kirinya dan kepala yang terbentur keras dengan kaca samping. Saat ditemukan, posisi tubuh Ryeowook sudah tidak diposisi duduk sedangkan Kyuhyun masih diposis semula hanya benturan dan cedera ringan.

OooooO

"Kyuhyun..."

"Oh sajangnim. Nyonya Kim. Annyonghaseyo."

Kyuhyun yang sedang senderan langsung hendak terbangung saat melihat Kim Hankung beserta istrinya memasuki kamar opname Kyuhyun.

"Annyong. Gwenchanayo... Senderan saja Kyuhyun-ah.. Kamu sendiri pun masih perlu istirahat, ne?" Wanita berusia 50 tahunan yang masih terlihat cantik ini menyapa Kyuhyun dengan ramah dan mengambil duduk untuk ngobrol.

Sejak Kyuhyun siuman baru sekarang orang tua Ryeowook sempat menjenguk sekretaris putra mereka yang juga berada di lokasi kecelakaan ini, karna kemarin pasangan Kim masih terus menunggui Ryeowook operasi seharian.

"Ne, kamsahamnida nyonya Kim."

Heechul tersenyum lembut kepada Kyuhyun.

"Panggil aku ahjumonim saja, tidak perlu terlalu formal Kyu, kan kita tidak lagi sedang berada di kantor..."

Kyuhyun sudah cukup sering bertemu Nyonya Kim kalau dikantor saat Heechul mengunjungi Ryeowook ssi. Terlihat sekali perbedaan rupa Nyonya Kim dari hari-hari biasanya dengan saat ini. Wanita ini hanya mengenakan baju biasa dengan kardigan, begitu juga dengan Kim sajangnim yang hanya mengenakan kemeja non-formal. Wajah kedua nya pun terlihat lesu dan lelah.. Kyuhyun bisa membaca dari air wajah keduanya kalau sepertinya... Sepertinya belum ada perkembangan yang terlalu signifikan dari keadaan sajangnim.

Kyuhyun hanya menangguk tanda mengerti dan memberikan kesempatan Heechul untuk berbicara.

"Bagaimana keadaanmu Kyu? Apa kata dokter ada cedera yang signifikan?"

"Aniyeyo. Aku baik-baik saja a... Ahjumonim. Hanya luka ringan saja. Kamsahamnida atas perhatiannya." Ujar Kyuhyun dengan sopan membuat Heechul tersenyum sedikit lega.

Setidaknya tidak keduanya yang mengalami luka parah. Cukup.. Cukup Ryeowook saja yang terluka. Dan walaupun ini adalah anak mereka. Sejak pertama kali mendengar kabar seperti ini pun Hankyung dan Heechul sudah tidak bisa melakukan apa-apa lagi selain berdoa untuk kedua penumpang. Ryeowook sendiri yang menyetir... Dan Kyuhyun pun terluka sebagai salah satu dari akibatnya saja.. Tidak ada siapa pun yang harus disalahkan...

"Bagaimana keadaan Ryeowook ssi ahjumonim? Apa.. Apa sajangnim baik-baik saja? "

Heechul tersenyum tipis lagi dan lagi saat mendengar pertanyaan tersebut, menatap sepasang mata bulat Kyuhyun dalam-dalam dan menjawab

"Ryeowook baru selesai dioperasi kemarin malam Kyuhyun-ah.. Operasinya berjalan dengan lancar.. Butuh fisioterapi lebih lanjut untuk Ryeowook bisa berjalan dan menggerakkan tangan kirinya lagi. Sedangkan benturan dikepalanya... Benturan tersebut membuat Ryeowook masih belum sadarkan diri sampai sekarang Kyuhyun-ah... Dokter pun hanya bisa menunggu beberapa hari... Karna... Karna anak kami masih koma.. Hiks hiks hiks."

Heechul sudah tidak bisa lagi menahan tangisnya lagi saat menceritakan keadaan Ryeowook saat ini kepada Kyuhyun.

"Yeobo..." Kim sajangnim hanya bisa memeluk erat pundak istrinya untuk menenangkan istrinya.

"Jangan menangis lagi.."

Mata Kyuhyun pun jadi ikut berkaca-kaca mendengar penjelasan dari orang tua Ryeowook barusan.

Perasaannya pun ikut terasa mengganjal mendengar Ryeowook ssi masih koma. Hah... Nan ottokaji.. Kenapa bisa sefatal ini... Apakah Ryeowook ssi akan bisa segera pulih secepatnya...

Kyuhyun pun hanya bisa terdiam merenung sendirian sampai malam tiba hari itu.

ooo

"Biaya rumah sakit dan pemulihan semuanya akan ditanggung oleh asuransi perusahaan dan juga keluarga kami Kyuhyun-ah; kamu tidak perlu khawatir ya"

"Kamsahamnida ahjumonim."

"Karna Ryeowook juga belum siuman... Ada baiknya kamu juga cuti dulu saja selama beberapa bulan. Kita lihat nanti bagaimana perkembangan keadaan Ryeowook saat putra kami sadarkan diri. Baru nanti mungkin kalau memang terlalu lama kamu bisa mengisi di bagian lain dulu, bagaimana?"

"Ye tentu saja nyonya Kim."

Kyuhyun mengerti dengan benar kalau tentu saja suasana keluarga sang bos yang masih sendu.

"Tidak usah seformal itu Kyuhyun-ah. Aku senang kamu sudah bisa pulih dengan cepat.. Istirahat lah sejenak ne? Kami hanya titip doa agar Ryeowook bisa segera cepat sadar dari komanya"

"Ne Nyonya Kim. Tentu saja aku... Aku berharap Sajangnim bisa cepat siuman secepatnya" balas Kyuhyun langsung dengan cepat.

Walaupun terdengar klise Kyuhyun hanya ingin mengutarakan perasaannya yang sebenarnya kalau ia tulus menginginkan Ryeowook cepat sembuh. Dan untungnya Heechul pun sepertinya bisa mengerti ketulusan Kyuhyun didalam semua ucapannya.

Flashback off

OoooO

Esok harinya

"Kyuhyun... Kyuhyun... Mana Kyuhyun...

Aku mau bertemu Kyuhyun, umma..." Ryeowook dengan tidak tenang terus bergerak kekanan kiri mengigaukan nama Kyuhyun. Efek samping obat mengakibatkan pasien bisa terserang demam tinggi secara tiba-tiba seperti ini, padahal hari masih pagi. Suster hanya bisa terus mengukur suhu tubuh Ryeowook secara teratur setiap jam menunggu efek obat bisa berjalan.

"Sayang... Sabarlah sebentar ya. Kyuhyun sedang dalam perjalanan kesini"

"telefon Kyuhyun sekarang juga yeobo"

Dengan cekatan tidak jauh berbeda dengan kemarin, dengan sigap Heechul kembali meraih handphone nya dan keluar ruangan menelfon satu orang yang ia butuhkan.

"Yeoboseyo"

"Yeoboseyo. Kyuhyun-ah, ini Kim Heechul. Ryeowook... Ryeowook demam Kyuhyun-ah"

"A... Ada apa dengan sajangnim?"

"Ryeowook demam dan terus menyebutkan namamu. Bisakah kamu kesini sekarang? Jebalyo.."

"Ne ne... Algesemnida sajangnim sekarang juga aku kesana"

"Kamsaheyo Kyuhyun-ah"

"Neee"

Hari masih pagi, Kyuhun baru saja mau sarapan, tapi dengan terburu-buru Kyuhyun langsung ganti baju, meraih jaket dan sepatunya lalu langsung keluar rumah mengejar taksi untuk segera berangkat kerumah sakit.

ooo

"Sajangnim..."

Kyuhyun berdiri disamping Ryeowook dan bertemu tatap dengan kedua mata bulat yang terlihat gelisah tersebut.

Kyu dengan sigap mengambil alih kompresan yang tadinya dilakukan suster. Dengan pelan ia lap keringat yang mengucur disekujur wajah Ryewook ssi. Badan pria ini panas sekali dan tidak berhenti mengeluarkan keringat. Omo, ottoke... Kyuhyun pun hanya bisa mencoba tenang dan mengelap lengan dan wajah Ryeowook bergantian dengan hati-hati.

Sekitar 10 menit kemudian keadaan Ryeowook mulai membaik karna pria ini sudah tidak bergumam memanggil Kyuhyun lagi. Hanya saja, Kyu tidak menyadarinya, kalau... Cuma setelah ia datang Wook bisa menjadi tenang dan mau meminum obat dengan bujukan Kyuhyun. Bahkan sebuah senyum tipis terukir dibibir nya saat sebelum Ryeowook tertidur pulas setelah diberi obat.

ooo

Ceklek.

"Oh Ahjumonim mianhaeyo, duduklah."

Kyuhyun yang duduk dikursi menunggui Ryeowook terlelap sedang bengong sebentar, telat menyadari kalau Heechul dan sang suami sudah kembali dan hanya memandanginya juga Ryewook dari sofa.

"Ani ani, gwenchanayo, Kyuhyun. Duduk saja, terima kasih ya sudah menyempatkan datang kesini"

"Tidak apa-apa ahjumonim..." Kyuhyun menganggukkan kepala dengan sopan.

OoooO

Dua jam setelah Ryeowook tertidur, barulah pria ini bangun lagi untuk menyantap makan siang. Demam nya sudah turun karna efek obat dan juga melihat Kyuhyun, Heechul, maupun Hankyung ada disampingnya. Hari kedua Ryeowook bangun, baru tiga orang yang dikenal Wook, yaitu appa umma dan tunangannya.

Dengan kaku Kyuhyun mendampingi Heechul menyiapkan makan siang Ryeowook, menungguinya sampai selesai. Kyu sebenarnya agak ragu antara mau berada diruangan tersebut terus menerus atau tidak, sejak tadi tidak ada yang menyuruhnya keluar. Tapi ia juga takut bicara banyak, takut salah bicara. Ryeowook belum banyak bicara karna kepalanya masih sedikit pusing... Wajahnya masih pucat jadilah Kyu membantu Heechul mengambil air, memanggilkan suster merawat Ryeowook.

Setelah makan Wook tertidur lagi, baru disitulah Kyuhyun lanjut terbengong sendirian dan akhirnya baru menyadari kalau wajah Heechul ahjumonim terlihat lusuh dan lelah... Sepertinya wanita ini menginap semalaman menunggui putranya.. Mereka berdua akhirnya mengobrol dengan volume kecil dan ternyata benar... Heechul ahjumonim bahkan hanya makan seadanya karna terus menunggui Ryeowook sejak kemarin pagi hingga siang ini lagi.

Kyuhyun jadi merasa tidak enak sendiri melihat keadaan Heechul ahjumonim seperti ini..

Ia menawarkan diri menjaga Ryeowook tapi Heechul tidak tenang kalau Ryelowook belum bangun lagi. Untunglah jam 3 sore Wook bangun dari tidurnya dengan lebih segar membuat sang umma bisa lebih lega.

Mengobrol ringan sebentar, akhinya Nyonya Kim memutuskan untuk hengkang sebentar, rencananya Hankyung appa menemani Wook, Kyuhyun menemani Heechul ahjumonim untuk sekalian kembali kerumah-nya sendiri juga karna hari sudah sore, sampai….

"Jangan pergi" ujar Ryeowook menahan niatan Kyuhyun untuk pulang disaat Heechul masih mengobrol berdua dengan Kyuhyun.

"Ne?" bukan hanya Kyuhyun yang bingung; Hankyung maupun Heechul juga ikut bingung mendengar Ryeowook bicara seperti itu.

"Jangan pergi. Apakah kamu sangat sibuk? Bisakah kamu menemaniku disini?" tanya sang pasien kepada Kyuhyun. Ini adalah kalimat pertama yang Ryeowook ucapkan langsung atau minta langsung dari Kyuhyun. Sejak siuman Wook tadinya belum banyak bicara, ia hanya mengigau, tersenyum, tertawa pada Kyu, yang Kyuhyun kira dia yang berilusi belaka atau kegeeran.

"Eh? Emm.. Ba.. Baiklah kalau begitu. Aku akan disini sampai.. Sampai malam nanti." Jawab Kyuhyun akhirnya setelah hening sejenak diantara mereka. Dengan deg-deg an dan walaupun ia tidak tau harus berbuat apa, Kyu memutuskan untuk memenuhi keinginan Ryeowook dulu sebagai awalan. Toh mau tak mau dia harus tetap merawat Ryeowook di hari-hari kedepannya.
Ryeowook langsung tersenyum penuh arti mendengar ucapan Kyuhyun yang dengan sukarela mengikuti permintaannya.

Heechul dan Hankyung berdiskusi sebentar mengetahui Kyuhyun yang diminta menemani putra mereka, karna rencana awal sang appa dan umma yang bergantian pergi. Kalau begitu.. sekalian saja Kyu dan Wookie ditinggal berduaan.

"Ryeowook.. Kyuhyun.. Kami tinggal dulu sebentar ne. Kyuhyun-ah, aku titip Ryeowook ya. Kalau ada apa-apa kamu bisa langsung menghubungi handphone ahjumonim, ne."

"Em. Bailah ahjumonim." Balas Kyuhyun dengan patuh lalu mengantarkan pasangan Kim keluar pintu. Tinggallah dua pria ini di kamar rawat yang besar sendirian.

"Apa kamu haus?" tanya Kyuhyun pertama kali mengisi keheningan.

"Aniyo."

"Mau makan buah?"

"Boleh."

Kyuhyun pun dengan cekatan langsung membuka piring buah yang disiapkan rumah sakit sebagai snack, dengan garpu perlahan disuapinya satu persatu buah potongan tersebut kepada Ryeowook.

"Gomawoyo." Ujar Ryeowook sambil tersenyum menatap Kyuhyun yang dengan sabar menungguinya mengunyah satu demi satu buah-buahan tersebut.

"Gwenchanayo..." Balas Kyuhyun sambil menunduk malu menghindari Ryeowook yang masih saja menatapnya.

"Kyu.. "

"Hem? "

"Bicaralah tentang sesuatu."

"Eh?"

"Aku ingin mengenal lebih banyak tentang kamu. Apakah kamu selalu pendiam seperti ini?"

Kyuhyun masih terdiam mendengarkan

"Apa hanya sejak kecelakaan ini?" Tanya Ryeowook dengan suara khasnya yang tegas dan dalam membuat Kyuhyun kesusahan menemukan kosakata yang tepat untuk meng-ungkapkan isi hatinya yang sebenarnya.

"Eung.. Aniyo.. Ryeowook.." Sajangnim. Hampir saja lidah Kyuhyun menyebut hsajangnim yang untungnya masih bisa ia tahan. Kyuhyun bingung harus memanggil Ryeowook dengan sebutan apa kalau sedang berdua saja seperti ini.

"Ryeo.. Ryeowook hyung. Bolehkan aku memanggilmu dengan sebutan Hyung?" Bukannya menjawab Kyuhyun malah balik bertanya meminta ijin dari Ryeowook sajangnim terlebih dahulu

"Tentu saja. Hey disini aku yang lupa semuanya. Kenapa jadi kamu yang bertanya padaku?" Jawab Ryeowook kembali dengan cepat membuat pipi Kyuhyun sedikit memerah. Benar juga yang dikatakan oleh sajangnim. Hah... Kyuhyun...

Ryeowook hanya tersenyum sendiri melihat ekspresi Kyuhyun yang seperti itu.

"Apakah selama ini kamu selalu memanggilku dengan sebutan Hyung?

"Em.. Ne. Itu benar."

"Sudah berapa lama kita bertunangan?"

"Enam... Emam bulan"

"Jadi sebelumnya kita sudah berpacaran?"

"Ne.."

Kyuhyun dengan cekatan terus menyumpal mulut Ryeowook dengan buah berharap agar Ryeowook bisa berhenti bertanya. Tapi pria ini memiliki niat yang sunggu besar hingga bisa menelan dan mengunyah buah yang masuk kemulutnya dengan cepat sambil terus lanjut bertanya. Niat Kyuhyun membungkam nya pun jadi tidak bisa berjalan dengan lancar.

"Berapa lama?"

"Hem?"

"Berapa lama kita berpacaran?"

"Satu tahun setengah."

"Ohh"

"Apa aku selalu memanggilmu dengan nama langsung seperti ini, Kyu?"

"Hem?" tanpa sadar Kyuhyun sejak tadi terus meminta pengulangan.

"Apa aku selalu memanggilmu dengan nama Kyuhyun saja? Atau biasanya ada sebutan lain?"

"Aniyo.. Kamu hanya memanggil dengan nama saja Hyung." Jawab Kyuhyun lalu menyodorkan sepotong semangka lagi untuk Ryeowook.

"Dan kamu memanggilku dengan sebutan Ryeowook hyung, begitu?"

Kyuhyun hanya mengangguk dan tersenyum sebagai jawaban.

Grep.

"Aku sudah kenyang." Kali ini Ryeowook tidak membula mulutnya dan menahan tangan Kyuhyun yang menyuapinya dengan menggunakan tangan kanannya.

Kyuhyun mempoutkan bibirnya tanpa sadar

"Makanlah yang satu ini. Terakhir. Hanya satu potongan terakhir." Bujuk Kyuhyun karna memang ini adalah satu potongan buah nya yang tinggal satu tersisa.

Ryeowook masih diam dan menggelengkan kepalanya menjauhkan garpu yang dipegang oleh Kyuhyun tersebut

"Wook hyung..." Panggil Kyuhyun sekali lagi dengan pelan mencoba membujuk sang sajangnim yang sangat tanggung hanya meninggalkan satu. Hanya satu. Kyuhyun paling tidak suka kalau ada makanan yang tertinggal.

"Tidak baik membuang makanan hyung..." Kyuhyun sudah menurunkan tangannya tapi ia masih memegangi piring buah yang hampir kosong tersebut, mencoba meyakinkan Ryeowook untuk menghabiskannya.

Ryeowook refleks tertawa kecil mendengar Kyuhyun bicara seperti itu.

"Apa kamu sudah sering membujukku seperti ini?" Tanya Ryeowook bertatapan dengan Kyuhyun langsung.

"Hem?" Kyu tidak terlalu mengerti dengan ucapan Ryeowook barusan

"Kamu tau, bukan hanya nama dan wajahmu yang familiar Kyu.. Sekarang suaramu pun sudah menjadi sangat familiar ditelingaku. Membuat aku semakin yakin, kita sudah cukup lama berhubungan sedekat ini. Iya kan?" Ujar Ryeowook sambil menatap mata Kyuhyun dalam-dalam.

"Dan tangan ini... Aku bisa mengingatnya dengan baik sekarang. Pergelangan tanganmu sangat khas. Apakah kita sudah kenal begitu lama... Sampai aku tidak lupa dengan kamu seorang?" Tanya Ryeowook dengan tenang sambil mengelus sekilas pergelangan tangan Kyuhyun yang masih memegang garpu, membuat pria dihadapannya ini tercengo sendirian hampir tidak percaya mendengar ucapan Ryeowook barusan.

Apa? Sajangnim mengingat suaranya dan gerakan pergelangan tangannya?

Kenapa? Kenapa bisa? Bukankah ia bukanlah siapa-siapanya Kim Ryeowook? Bagaimana bisa Ryeowook melupakan semua orang terdekatnya tapi hanya mengingat dirinya saja. Hanya ia yang Ryeowook kenali dan ingat dengan baik.

"Kyuhyun.." Ryeowook memanggil nama Kyuhyun untuk kedua kalinya barulah Kyu tersadar dari lamunannya sendiri tersebut.

"Apa aku terlalu membebanimu sampai membuatku termenung seperti ini?"

"Ani.. Aniyeyo Hyung.. Mianhae.. Aku hanya sedang tidak fokus saja, hehe." Kyuhyun tertawa kecil mencoba terlihat senatural mungkin.

"Berhentilah menggunakan bahasa formal dengan ku Kyu."

"Hem?"

"Bukankah kita sudah bertunangan? Bisakah kita bicara dengan menggunakan banmal saja.. Mulai dari sekarang?" Tanya Ryeowook membuat Kyuhyun hanya tersenyum tipis saat mendengarnya.

"Geu.. Geuromyeon. Tapi habiskanlah satu potong ini dulu hyung... Tanggung hanya tinggal satu, wook hyung." Bujuk Kyuhyun lagi membuat Ryeowook tertawa kecil saat mendengarnya.

"Hahah. Arraso." Hap. Ryeowook menggigit semangka terakhir yang disuapi Kyuhyun lalu Kyu segera meletakkan kembali piring tersebut ketempatnya dan juga mengambil minum untuk Ryeowook.

Tanpa Kyuhyun sadari kalau tidak sedetikpun Ryeowook berhenti memperhatikan setiap gerak-geriknya. Kalau Ryeowook sajangnim, sang bos yang dikenal nya sebagai sosok yang sangat dingin ini tertawa kecil saat melihat Kyuhyun tersenyum tipis saat Ryeowook menghabiskan potongan buah terakhirnya.

Berada sedekat ini... Dengan Kim Ryeowook yang berada dihadapannya saat ini sangatlah aneh untuk Kyuhyun. Biasanya ia hanya mengurusi semua jadwal, dokumen, hasil rapat, makan siang, bahan lemburan Ryeowook saja. Ya, mereka memang dekat. Eh, dekat? Kalau dekat adalah bisa diartikan bertemu selama 5 hari seminggu 10 jam per hari selama 2 tahun. Tidak bisa diragukan lagi kalau ia dan Ryeowook sajangnim memang dekat. Tapi lagi, selama 2 tahun Kyuhyun hanya terikat kontrak dan profesionalitas pekerjaan, membuatnya terus bekerja pada Ryeowook.

Tapi sekarang... Apa definisi hubungan diantara mereka sekarang? Apa aku masih asisten pribadinya.. Saja? Kapan ini bisa berakhir? Kapan ingatan Ryeowook akan kembali? Dengan memikirkannya saja sudah membuat Kyuhyun merasa bingung sendiri.. Sampai kapan ini akan berakhir? Kenapa bisa semuanya berubah dalam sekejap seperti ini..?

oooo

TBC!