hai! ini dia fanfict Story Of My Life part 2 :-) sekali lagi author mau minta maaf dulu kalau ada kata-kata yang salah dalam pengetikan atau dalam makna pembacaan. selamat membaca dan jangan lupa untuk me-review ~~
Krystal berbaring di atas tempat tidur chanyeol sambil memainkan handphone-nya. Hatinya sangat berdebar- debar menghirup aroma khas chanyeol di kamarnya itu. Seperti mencium permen karet yang manis dicampur dengan aroma mint yang segar. Sudah lama ia tidak bersinggah untuk bermain bersama chanyeol sejak hatinya mulai meleleh setiap melihat wajah anak laki-laki itu. Namun sekarang, mereka mendapat seorang anggota baru. Namanya kyungsoo. Seorang anak laki-laki bertubuh pendek berumur tiga belas tahun. Mereka bersekolah dalam sekolah yang sama. Chanyeol dan krystal di gedung SMA sementara kyungsoo berada di gedung SMP. Umur mereka tidak berbeda jauh. Ya, hanya dua tahun saja, tapi krystal menganggap kyungsoo sebagai bocah kecil perebut cinta pertamanya itu.
_Story Of My Life : Say Hello To The Rival [part 2] _
Krystal membangunkan tubuhnya dari kasur lalu duduk menyandar pada bantal yang bertumpukan di belakangnya. Pandangannya kini mengarah pada anak laki-laki berkulit putih susu yang sedang asik membaca sebuah komik sembari memakan cemilan yang ada di depannya. Alisnya mengkerut kesal. Ia terus menggerutu dalam hati.
Apa yang chanyeol sukai darinya?
Tampan? Tidak
Tipe yang menarik? Bukan
Lihat saja kulitnya! Seperti kulit balita!
Benar-benar menyebalkan!
Aku menyukai chanyeol lebih dulu darimu tau!
Bocah perebut tar…
Tiba-tiba kyungsoo menatap krystal. Kini mereka berdua saling berpandangan. 'KLEK' suara kenop pintu berbunyi ketika chanyeol membukanya dari luar.
"apa kalian menunggu lama?"
sahut chanyeol sambil tersenyum. Di tangannya terdapat sebuah nampan berisi tiga buah gelas dan satu botol cola yang besar. Krystal mengalihkan perhatiannya pada chanyeol. Ia tersenyum-senyum sendiri melihat wajah chanyeol yang mengarah padanya.
"jangan tinggalkan aku berdua lagi dengannya yeol".sahut kyungsoo mengagetkan krystal dan chanyeol. "ada apa?" tanya chanyeol heran sambil memberikannya satu gelas berisi cola yang menyegarkan.
"perempuan itu terus melihatku dengan wajah yang aneh" jawabnya sambil melanjutkan bacaannya tadi.
"apa kau bilang bocah!" krystal berdiri kesal.
chanyeol tertawa geli. "mungkin dia menyukai mu karna selama ini hanya aku dan krystal yang bermain disini. Dia hanya senang mendapatkan anggota baru. Bukankah begitu?".
Chanyeol memberikan krystal sebuah gelas berisi cola. Krystal terdiam. Ia takut jika ia salah menjawab perkataan chanyeol ,karna kyungsoo adalah orang yang chanyeol sukai. Ia takut itu akan membuat chanyeol membenci dirinya. Di ruangan itu hanya chanyeol yang terlihat asik sendiri sementara krystal dan kyungsoo seperti kucing dan tikus yang tidak pernah akan berteman untuk selama-lamanya.
Chanyeol mengantar krystal dan kyungsoo sampai depan halaman rumahnya.
"sudah malam, apa aku perlu mengantarmu?"
Tanya chanyeol pada krystal yang tengah mengikat tali sepatunya.
"tidak perlu. Aku bisa pulang sendiri".
"ya yeol, dia bisa kembali ke alamnya dengan sendirinya". Selak kyungsoo.
"dasar bocah!" sahutnya kesal sambil memelototi kyungsoo. Kyungsoo hanya memberikan ekspresi datar pada perempuan cantik itu.
" terimakasih sudah datang untuk bermain". Chanyeol tersenyum lebar.
krystal dan kyungsoo mulai melangkah menjauhi chanyeol.
"hey bocah, dimana rumahmu? Tidak jauh dari sini kan?" Tanya krystal lembut dengan maksud lain.
"aku ingin tau di mana rumahnya. Dia kan tetangga chanyeol. Aku harus mengawasinya agar ia tidak bisa merebut chanyeol ku. Itu kan yang kau pikirkan, krystal nuna?" sahut kyungsoo dengan mengangkat sedikit ujung kanan bibirnya.
Krystal tersentak kaget. Ia ternganga lebar dan bergemetar.
"ba-ba-bagaimana kau tau?" krystal terbata-bata.
"aku bisa membaca pikiranmu".
"kau bercanda kan?".
"sangat jelas! Kau menyukai chanyeol? Benar-benar lucu saat kau berpikir kau ingin menciumnya tadi haha".
" Wajah chanyeol tampan sekali. Tidaak.. aku benar-benar ingin menciumnya!" lanjut kyungsoo dengan nada yang meledek.
"hentikaan!" teriak krystal malu sambil maju lalu membekap mulut kyungsoo.
Kyungsoo melepas tangan krystal yang menutupi mulutnya. "aku juga tau apa saja yang kau pikirkan tentang ku. Kau benar-benar agresif terhadap chanyeol sampai-sampai menjelakkan ku dari belakang".
"hentikan! Jangan bicara lagi! Aku memang menjelekanmu dari belakang karna aku memang benar-benar menyukai chanyeol. Tapi kenapa chanyeol menyukaimu. Dasar gay!" krystal menginjak kaki kyungsoo lalu pergi berlari.
"hey!" teriak kyungsoo sambil menahan kesakitan yang terlihat dari wajahnya yang memelas.
"CURAAAANGG!" Krystal berteriak di dalam kamarnya sendiri. Ia menggigit – gigit kesal telinga boneka kelinci besar kesukaannya.
"Benar-benar curang. Dia membaca semua pikiranku! Menyebalkan kau bocah jelek!"
krystal meninju-ninju kesal perut boneka tersebut. Ia terdiam.
"kalau ia bisa membaca pikiran berarti ia sudah mengetahui bahwa chanyeol menyukainya. Tapi kenapa bocah itu terlihat santai saja? Apa dia juga menyukai chanyeol?" pikir perempuan itu sambil melebarkan matanya.
"DASAR KALIAN BERDUA SAMA SAJA! LAKI-LAKI GAY!"
Krystal melempar boneka kelinci itu lalu menginjak-injaknya sambil mengacak-acak rambut panjang miliknya. Setelah lelah, ia mengambil boneka itu lalu mengelus-elus telinganya dan memeluknya dengan erat.
"maaf, kau selalu menjadi pelampiasanku. Hiks" wajah krystal kembali memelas.
xzaz
Krystal memandangi halaman sekolah dari jendela kelasnya. Tangannya yang terktekuk dan dagunya yang bersandar di kusen jendela membuatnya terlihat sangat manis. Sebenarnya yang ia lihat adalah chanyeol, orang yang di sukainya yang tengah asik bermain sepak bola bersama teman laki-laki sekelasnya.
"bagaimana perkembangan cintamu dengan chanyeol?" tanya seorang perempuan cantik yang duduk di sampingnya.
"jangan ganggu aku dulu, kau tidak lihat aku sedang memperhatikannya?"
"ayo ceritakan! Aku benar-benar penasaran krystal"
Krystal menghela nafas. "baiklah sulli sayang". Ia mencubit pipi sulli lalu memelintirnya.
"aaa..menyakitkan! kenapa kau melakukan itu padaku?!"
"aku benci wajahmu yang mengkilap!"
Sulli memelototi krystal sambil cemberut. "bagaimana? Cepat beri tahu aku!" paksa sulli lagi dengan suara imutnya.
Krystal menghembuskan nafas. "tidak ada perkembangan apapun. Dia benar-benar laki-laki bodoh".
"kenapa bisa begitu? Kalian kan teman dari sekolah menengah pertama. Aku yakin chanyeol pasti juga mempunyai rasa padamu".
"aku berharap begitu". Krystal menundukkan kepalanya sampai menempel pada meja sekolahnya.
"jangan sedih begitu. Aku punya kabar baik".
Krystal mengangkat dagunya. "apa itu?"
"kakak senior yang ku suka. kau tau? Ternyata yang ku sebut pacarnya itu adalah adiknya. Terima kasih Tuhan, aku masih bisa punya kesempatan". Sulli tersenyum gembira sambil menatap langit-langit kelas.
"oh baguslah". Krystal menunduk kembali.
"hey krystal, ayolah bersemangat sedikit. Aku yakin kau juga masih punya kesempatan". Sulli menggoyang-goyangkan bahu krystal.
"krystal! Ayo bangun! Jangan seperti orang mati. Krystal! Hey!" ia terus menggoncang-goncangkan tubuh krystal dengan kencang.
" hey Sujung, ada anak laki-laki yang memanggil mu di luar kelas". Teriak seorang anak laki-laki berseragam coklat kotak-kotak dengan tiba-tiba. Krystal beranjak dari bangkunya dengan ekspresi orang yang tidak bernyawa.
"apa kau baik-baik saja?" Tanya sulli yang mengkhwatirkan keadaannya. Dalam tatapan sulli, krystal seperti orang yang frustasi dan akan mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.
"hey"
Krystal menatap seorang anak SMP yang memanggilnya.
'apa?' gumamnya dalam hati sambil menatap mata anak itu.
"Kenapa kau tidak menjawabku?"
'kau bisa membaca pikiranku kan? Untuk apa aku bersusah payah mengeluarkan kata-kata? jika tidak ada hal yang penting aku ingin masuk kembali ke dalam kelas. Kau tidak lihat? Sekarang aku sedang lelah.'
"tidak mau bicara? Yasudah. Ini hal penting. Kita bicara di bawah saja. Di dekat perpustakaan".
'terserah kau saja bocah'
Krystal dan kyungsoo berdiri berhadap-hadapan. Kyungsoo mengeluarkan sesuatu dari kantong celananya. Sebuah handphone berhias gantungan kelinci yang lucu.
"Punyamu. Kemarin terjatuh saat kau menginjak kakiku".
'terima kasih'
"masih tidak mau berbicara?"
'sudah ku bilang. Aku sedang lelah. Kalau begitu, aku ingin kembali ke kelas sebelum chanyeol menemukanku sedang bicara berduaan dengan orang yang disukainya'.
"tunggu. Ada yang harus ku luruskan tentang hal ini".
'meluruskan apa?'
"aku memang tau bahwa chanyeol menyukai ku tapi belum tentu aku juga menyukainya. Karna aku bukan gay seperti yang kau kira".
"BENARKAH?! JADI KAU TIDAK MENYUKAINYA?!" kini krystal membuka mulutnya kaget. Wajahnya terlihat senang sampai-sampai ia berbicara dengan kencang lalu menutup mulutnya sendiri.
"sudah kubilang 'belum tentu' tapi bagaimana jika aku juga munyukainya?cinta tidak memandang penampilan bukan?" kyungsoo mengatakannya dengan nada mengejek.
Krystal memasang wajah kesal. ia menggertakan gigi-giginya dan bersiap-siap untuk mencekik kyungsoo yang ada di hadapannya. Kyungsoo melangkah mundur dan membalik badannya. Ia mengambil ancang-ancang untuk pergi dari krystal. Saat melangkah beberapa centi ia berbalik.
"aku akan memberimu kesempatan. rebut chanyeol secepatnya atau aku yang akan menyambarnya". Sahut anak laki-laki itu sambil tersenyum lebar lalu berlari menuju gedung kelasnya.
"DASAR BOCAH GAY!" teriak krystal sambil menendang butiran pasir yang bertumpuk di bawah kaki kecilnya itu.
-To be continued
