Love Me Tender
Sasuke X Hinata
Disclaimer: Masashi Kishimoto
Dedicated to: Fian Namikaze
Story by Me
OOC, AU, Abal, Typpo dsb
Chapter 2: Hinata Hyuuga?
.
.
.
.
"Sudah bangun?" Ucap pria berkulit tan yang berdiri didepan pintu kamarnya pada Sasuke.
"Hn, sudah lama."
"Mengapa tak langsung mandi dan turun kebawah untuk sarapan pagi? Memikirkan masa lalumu lagi?" Terka Naruto.
"Hn." Jawab Sasuke seadanya.
'Hn' adalah trademarknya Sasuke jika menjawab pertnyaan dari siapapun, terkadang Naruto bosan jika harus sering mendengar kata ini dari Sasuke.
"Huft teme, apa kau membenci kakakmu?" tanya Naruto.
"Tidak, aku hanya iri padanya karena bisa mendapat perhatian dari tou-san, dia sangat menyayangiku, aku tahu itu dan aku yakin dia juga terpaksa menuruti kemauan tou-san." Jelas Sasuke panjang lebar.
"Teme..." Naruto berucap lirih dan menatap Sasuke dengan sendu.
"Ah iya maaf,merepotkan keluargamu selalu." Sasuke mengalihkan pembicaraan.
"Ahahaha,sudah 3 bulan lebih kau menginap disini dalam keadaan mabuk tengah malam tanpa sepengetahuan tou-chan dan kaa-chan ku bahwa kau mabuk dan baru sekarang kau mengatakan ini? Apa sifat angkuhmu sudah hilang heh?"
Sasuke hanya terdiam.
"Sudahlah, jangan canggung seperti itu, kaa-chan dan tou-chan ku senang walaupun mereka tak lihat kau mabuk."
Sasuke tetap diam dan menatap Naruto. Naruto yang ditatap seperti itu merasa tidak tahan dan sebuah ide usil muncul dikepalanya.
"Jangan menatapku seperti itu sayang, kau menyukaiku ya? Atau ingin menciumku?"
Naruto mendekatkan wajahnya pada Sasuke, reflek Sasuke langsung melempar bantal kewajah Naruto.
"Kau berniat usil atau memang sudah punya kelainan? N-A-J-I-S ! Aku normal dan tak akan mau padamu."
"Ahaha,habis kau menatapku seperti itu, siapa juga yang mau padamu,aku normal."
1detik
2detik
3detik
"Ahaha." mereka berdua tertawa
"Mandilah dulu, setelah itu pakai saja bajuku yang ada di lemari,lalu turun ke bawah, kaa-chan dan tou-chan menunggumu di meja makan."
"Hn."
"Aku turun duluan Sasuke." Ucap Naruto sambil menutup kembali pintu kamarnya.
"Aku iri pada keluargamu, Naruto." batin Sasuke.
.
.
.Sasuke menuruni tangga menuju dapur, disana telah ada ayah dan ibunya Naruto, tapi Naruto tidak kelihatan,mungkin ada urusan sebentar pikir Sasuke, saat dirinya sudah hampir dekat dengan meja makan, ia iri melihat ayah dan ibunya Naruto saling tertawa bercandaan.
Ayah Naruto bernama Minato Namikaze dan ibunya bernama Kushina Uzumaki. Minato menyadari Sasuke berdiri agak sedikit jauh dari meja makan.
"Ah, ohayou oji-san, oba-san." Ucap Sasuke kikuk sambil membungkukkan badannya.
"Ohayou, Sasuke-kun." Ucap Minato dan Kushina bersamaan.
Minato menyadari keadaan kurang nyaman bagi Sasuke yang melihat mereka tadi.
"Ah,gomen Sasuke-kun, kau pasti kurang nyaman."
"Tidak apa oji-san,oba-san, justru saya yang merasa tidak enak telah mengganggu dan merepotkan." Sasuke berkata dengan sopan, bukan hanya basa-basi tapi ia memang sangat menghormati orang tua dari sahabatnya ini.
"Jangan canggung seperti itu," Kushina menepuk bahu Sasuke pelan " Ayo duduk nak, oba-san sudah memasak nasi goreng ekstra tomat kesukaanmu." Ucap Kushina dengan lembut.
Bagi Kushina, Sasuke sudah dianggap seperti anak keduanya setelah Deidara dan sebelum Naruto. Ya, Deidara Uzumaki adalah kakak laki-laki Naruto, dia sekarang yang memimpin perusahaan pusat punya ayah mereka, Minato.
Minato dan Kushina memberikan kebebasan memilih pada anak-anak mereka, mereka hanya ingin melihat anak-anak mereka bahagia,tapi pilihan yang dipilih oleh Deidara dan Naruto bukan sembarangan, tapi haruslah memiliki makna kebaikan. Deidara lebih memilih melanjutkan memimpin perusahaan pusat Namikaze Corp. yang berlokasi di Perancis, sedangkan Naruto memilih untuk menjadi dokter spesialis bagian dalam, dan keinginannya disetujui oleh Minato dan Kushina. Itulah mengapa Sasuke iri dengan sahabatnya.
Sasuke merasa sedikit bahagia tiap kali ke rumah Naruto, sahabatnya sejak bayi, disini ia diperhatikan tidak seperti dirumahnya.
"Arigatou oba-san, tak perlu repot-repot."
"Tidak apa nak." Kushina menyunggingkan senyumnya.
"Ayo duduk, Sasuke-kun." ucap Minato.
Akhirnya Sasuke pun duduk, "Ano, Naruto kemana? Tadi dia bilang turun duluan."
"Oh,dia ada di pekarangan depan rumah, menelepon adik dari salah satu pasiennya." jawab Kushina.
Minato meyesap sedikit teh yang ada di cangkirnya dan meletakkan kembali cangkir itu di atas meja, "Sasuke, oji-san ingin bertanya sesuatu."
Dari nada bicara Minato bisa ditebak bahwa ini pasti berkaitan dengan hal yang serius, dan Kushina hanya diam mendengar kata-kata yang selanjutnya akan keluar.
"Silahkan, oji-san."
"Oji-san tahu kau mabuk selama 3 bulan terakhir, karena setiap kali Naruto membawamu kemari sambil membopong tubuhmu. Oji-san selalu mengintip dari jendela setiap kali Naruto pulang."
"..." Sasuke terdiam, dia tahu lama kelamaan hal ini pasti ketahuan oleh Minato dan Kushina.
"Dan oji-san tahu permasalahan seperti apa yang akhirnya membuatmu mabuk-mabukan, oji-san punya banyak informan, Sasuke-kun, tapi maaf oji-san tak bermaksud mencampuri urusan keluarga kalian."
"Tak apa oji-san, saya mengerti."
"Maaf jika oji-san lancang,mungkin oji-san bisa membantumu dengan cara berbicara pada ayahmu, oji-san dan ayahmu sudah lama bersahabat,sama seperti dirimu dan Naruto."
"Tak apa oji-san, tak perlu repot-repot, sudah biar seperti ini saja, lagi pula sudah lama saya menangani perusahaan,apa lagi yang bisa saya dapatkan? Tou-san juga pasti tidak mau mendengar apapun lagi." Sasuke tersenyum miris.
Minato dan Kushina merasa sayang pada kehidupan Sasuke.
"Datang saja kemari setiap hari,pintu rumah ini selalu terbuka untukmu, kami menyambutmu selalu." Ucap Kushina lembut dan Minato tersenyum.
"Arigatou oji-san, oba-san."
Tiba-tiba Naruto datang, "Maaf menunggu lama." lalu duduk dikursi sebelah Sasuke.
"Menelepon lagi?" tanya Kushina.
"Iya kaa-chan, masih belum ada perubahan."
"Kasihan sekali nasibnya, memiliki tubuh yang lemah seperti itu sejak lahir. Kaa-chan turut berdoa untuk kesembuhannya."
"Apa Hinata ada dijenguk oleh ayahnya?" Kushina bertanya lagi.
"Adik Hinata, Hanabi bilang, tou-san mereka tidak akan pernah menjenguk kakaknya ini."
"Begitukah Hyuuga memperlakukan keluarga mereka jika ada yang sakit parah?" Kushina bersedih
"Kushina..." ucap Minato.
"Hyuuga?" tanya Sasuke
"Iya, Hyuuga, tepatnya Hinata Hyuuga yang menjadi pasienku, Sasuke." ujar Naruto.
"Dobe, aku tak pernah mendengar ada keluarga Hyuuga yang bernama Hinata, bukannya nama anak keluarga utama Hyuuga adalah Hyuuga Neji?"
Minato yang ingin menyeruput teh nya kembali ia urungkan, "Sebenarnya ada satu rahasia yang publik tidak tahu tentang Hyuuga" Minato membuka suara, "tapi aku tahu."
"Satu rahasia?" Tanya Naruto dan Sasuke bersama kecuali Kushina yang memang sudah tahu.
Minato tersenyum simpul," Iya, kurasa kalian berhak tahu,dan untuk dirimu, Sasuke, tolong rahasiakan ini dari publik,itu akan membuat keluarga Hyuuga hancur." Ucap Minato dengan mimik wajah serius.
"Sebenarnya pewaris Hyuuga yang asli itu Hinata, karena Hinata adalah putri sulung Hiashi Hyuuga, sedangkan Neji sepupunya Hinata." Minato menjelaskan.
"Lantas mereka berbohong pada publik? Selama ini yang aku tahu orang-orang membicarakan Neji si pewaris Hyuuga." tutur Naruto.
"Yang saya tahu anak Hiashi Hyuuga bernama Neji dan Hanabi, tidak ada yang namanya Hinata." Ucap Sasuke
"Mereka berbohong karena pewaris utama Hyuuga lahir dengan kondisi fisik yang lemah,hal itu akan membuat reputasi keluarga Hyuuga menjadi buruk."giliran Kushina menjelaskan.
"Tapi cara berbohong seperti ini tidak bisa dibenarkan, ini salah" sambung Minato,"dan kita tidak bisa ikut campur,cukup tahu informasi-informasi itu sudah cukup, dan hanya bsa berdoa untuk Hinata."
"Benar juga Oji-san." ucap Sasuke.
"Sas, kau kan mengambil cuti, bagaimana kalau menemaniku ke rumah sakit? Siapa tahu saja kau bisa berkenalan dengan Hinata." ajak Naruto.
"Hn, baiklah."
.
.
.
.
Akhirnya mereka sampai di ruangan VIP tempat salah seorang pasien Naruto dirawat, Hinata Hyuuga.
Naruto menggeser pintu itu diikuti oleh Sasuke yang ada dibelakangnya.
"Ohayou Hanabi." ucap Naruto pada gadis manis berambut coklat sebahu bermata warna amethys yang duduk di sofa yang ada diruangan itu.
"Ohayou gozaimasu, Naruto-nii." Hanabi berdiri lalu membungkukkan sedikit tubuhnya.
Naruto tersenyum, " Oya,kenalkan ini sahabatku, Sasuke Uchiha."
Hanabi membelalakkan matanya, ia terkejut, tak menyangka akan bertemu seorang pebisnis handal asal Konoha yang memiliki banyak relasi klien dari berbagai negara dan membawa pengaruh besar pada negara Jepang, sama seperti Itachi Uchiha, Hanabi hanya tak menyangka bahwa yang ia temui sekarang memang Sasuke Uchiha, adik dari Itachi Uchiha. Mereka sering muncul di majalah-majalah bisnis.
"Suatu kebetulan langka bisa bertemu pebisnis handal seperti anda, Uchiha-san, salam kenal dan ohayou gozaimasu." Hanabi kembali membungkukkan badannya.
"Hn, ohayou."
Ternyata benar Sasuke memang orang yang dingin,pernyataan orang-orang dibenarkan oleh Hanabi. Tanpa ia tahu bahwa Sasuke sebenarnya bukan orang yang dingin. Hanabi hanya menyunggingkan senyumnya.
"Bagaimana dengan kakakmu, Hanabi? Apa dia sudah sarapan?" tanya Naruto.
"Ah, nee-chan masih belum bangun, semalam nee-chan sedikit telat tidur."
Kakak Hanabi, Hinata, masih tidur diranjangnya.
Kulit putih dan halus, parasnya yang ayu meski terlihat sedikit pucat, hidungnya yang mancung,bibir mungilnya yang merekah dan sedikit rona merah muncul di pipinya meski dalam keadaan tidur.
Satu kata yang bisa disimpulkan...
'Cantik' batin Sasuke.
T
B
C
*Pojok balasan repiu:
Hallow-Sama : hehe iya malasih,haha, buat Sasuke kanker? Kasian dianya :)
SyahAruna : terimakasih, iya ini udah up, ikuti saja ya ;)
Sushimakipark : iya saya baru sadar kalau saya kurang teliti, terima kasih atas sarannya :)
69,guest 1 guest 2 : Iya, terimakasih atas sarannya, bisa tolong cantumkan nama saja?jadi saya tau :)
Aulia :ahaha,suka-suka aku dong friend :)
Onyx-kun n IndigOnyx: iya ini udah :)
Maaf atas terdapatnya banyak kalimat teracak dichapter pertama, dan ya saya ucapkan terimakasih untuk yang sudah merepiu, mem-fav dan mem-follow fic ini.
Huaa,akhirnya selesai juga chapter kedua untuk fic baru ini, gimana minna? Suka? Repiu ya.. repiu kalian menyemangati saya
Arigatou
