Devil :: Naruto Phenex

Disclaimer : Naruto & Highschool DxD bukan punya saya

Genre : Adventure and Others

Rate : M

Pairing ? (kemungkinan besar tidak ada)

A/N : terima kasih kepada reader-san yang sudi membaca dan mereview fic ini. maaf saya belum bisa balas review reader-san sekalian, untuk selanjutnya pasti akan saya balas. oke, seperti dugaan saya banyak yang tidak suka bahkan membenci chapter satu fic ini, saya juga setuju chapter satu kemarin memang sangatlah mainstraim. tapi di chapter dua ini saya akan berikan sebuah perbedaan untuk para Reader-san sekalian, apakah masih mainstraim atau tidak? baiklah, silahkan dibaca.

Chapter 2 : Pergerakan yang nyata

Malam hari, adalah waktu ketika seseorang bisa beristirahat dan tertidur lelap dalam buaian mimpi-mimpi indah. juga memulihkan tenaga agar bisa beraktifitas keesokan harinya. namun sepertinya manu- iblis satu ini tidak melakukan itu. dia sedang berdiri disebuah balkon dengan pandangan tertuju kelangit Underworld.

Rambut merah panjang nya sedikit bergoyang tertiup angin. meskipun sedang melihat keatas tapi tatapan nya sangatlah kosong, sepertinya dia sedang melamun memikirkan sesuatu. dia adalah Sirzech Gremory.

"Naruto." sebuah nama terucap dari mulut nya. ya, Sirzech sedang memikirkan sahabat lamanya, Naruto Phenex. sudah 50 tahun berlalu setelah pertarungan nya melawan Naruto, juga saat itu hari dimana Naruto mati olehnya. meskipun kejadian itu sudah lama terlewat namun tidak pernah sehari pun dia tidak memikirkan kejadian itu.

Dia menyesal, sangat menyesal. waktu itu dia hanya memikirkan nafsu nya saja dan tidak memikirkan bagaimana dampak dari perbuatannya itu. dimulai dari pernyataan cintanya pada Grayfia dan selanjutnya terjadi begitu cepat. waktu itu dia memang belum melakukan 'itu' dengan Grayfia karena Naruto keburu datang waktu itu, namun meskipun begitu dia sudah meghianati sahabat Phenex nya itu.

Dan setelah pertarungan itu rentetan masalah datang menghampiri, meskipun sekarang Sirzech adalah seorang Maou Lucifer tapi tetap saja dia belum bisa menyelesaikan masalah yang ditimbulkan olehnya. dimulai dari Grayfia, wanita itu tidak mau dinikahi olehnya lantaran masih mencintai Naruto. dia tidak bisa memaksa, meskipun sekarang wanita itu bekerja dirumah nya sebagai kepala Maid lantaran sudah diusir dari rumah nya dan Naruto maupun dari rumah keluarga Phenex.

Soal Grayfia, wanita itu mendapatkan masalah yang lebih serius daripada dirinya. ternyata waktu itu Grayfia... ah sudahlah, dia tidak ingin memikirkan Grayfia dulu sekarang. merogoh saku celananya dia mengambil sesuatu, selembar foto. di foto itu terlihat dua bocah yang berumur kira-kira 8 tahunan, dua-duanya sedang tersenyum lebar.

"Aku merindukanmu, Naruto... sangat rindu." gumam Sirzech sendu. perlahan air mata mulai menetes dari matanya. "Aku merindukan kebersamaan kita dulu... kau sangat ceroboh waktu kecil, tapi aku senang... karena kita memiliki banyak kesamaan, itulah yang membuat kita menjadi sahabat." dia mengusap air mata nya, dan mulai tersenyum. "Maaf atas kebodohan sahabat mu ini, aku akan berusaha untuk menyelesaikan masalah yang sudah kutimbulkan, dan..." pandangan nya kembali tertuju kelangit Underworld.

"...mewujudkan impian kita."

.

.

.

Disaat yang bersamaan namun ditempat yang berbeda -Dunia manusia-, dalam rimbun nya hutan terlihat seseorang berjalan dengan santai nya. sosok itu memakai jaket merah dan celana hitam panjang, rambut merah jabriknya bergoyang-goyang seirama dengan langkah kakinya. setelah berjalan cukup lama akhirnya sosok itu sampai disebuah gua. dimulut gua dia mengambil satu obor mati yang sepertinya sudah disiapkan disitu.

BWOSHH!

Tiba-tiba ditelunjuk sosok itu tercipta kobaran api kecil, kemudian membawa api itu untuk menyalakan obor tadi. setelah obor menyala, dia mulai melangkah memasuki gua tersebut. berjalan cukup lama akhirnya dia sampai dibagian terdalam gua tersebut. melihat sekeliling dia seolah mencari sesuatu.

"Selalu saja, gelap seperti biasa. aku menyiapkan obor itu untuk digunakan, bukan cuma jadi pajangan saja." dia berbicara entah pada siapa, tapi dari nadanya sepertinya dia sedikit kesal.

"Maa maa, jangan marah begitu. aku hanya tidak terbiasa dengan cahaya, kau tau sendirikan aku lebih suka dengan kegelapan." sebuah suara lain mulai terdengar. entah sejak kapan sesosok lain sudah berdiri dibelakang lelaki berambut merah tadi. menengok sebentar kebelakang, lelaki berambut merah tadi kembali melihat kedepan.

"Hn, terserah." lelaki berambut merah tadi melangkah kedepan, menyimpan obor tadi ditempat yang sudah tersedia. tiba-tiba ditelunjuknya kembali tercipta kobaran api kecil, dan mulai menyalakan obor-obor lain yang masih belum menyala. akhirnya tempat itu mulai diterangi cahaya, terlihat disana ada tempat tidur yang sepertinya terbuat dari kayu dan barang-barang lainnya yang tidak terlalu jelas untuk dilihat.

"Jadi, bagaimana... apa kau berhasil menemukan nya kali ini?" sosok satu lagi kembali bicara, sosok itu memakai jubah hitam panjang dengan hoodie yang menutupi kepalanya. wajahnya tidak terlihat karena ditutupi oleh sebuah topeng hitam polos, namun dari kedua lubang topeng itu terlihat sepasang mata beriris Onyx dan dari suaranya sepertinya sosok itu seorang lelaki.

"Tidak, masih belum. sulit untuk mencari benda seperti itu yang tidak bisa kurasakan auranya." lelaki berambut merah tadi menjawab pertanyaan si topeng hitam. "Apakah mungkin benda seperti itu masih ada, Kuro?" dia balik bertanya pada sitopeng hitam yang ternyata bernama Kuro itu.

"Tentu saja ada, apa kau lupa cerita si Dewa bodoh itu?" Kuro menjawab sambil bertanya kembali. lelaki berambut merah itu kemudian menatap sosok bernama Kuro itu. "Aku tau, hanya saja ini terlalu merepotkan untukku. bisa saja Dewa itu hanya membual." lelaki berambut merah itu menyerukan keluhannya. kemudian dia melangkah mendekati tempat tidur disana, mendudukan dirinya dan hendak merebahkan diri.

"Jangan begitu, anggap saja ini bagian dari rasa terima kasih mu padaku yang sudah 'menyelamatkan' mu dari kehidupan menyedihkan mu dulu, Naruto." Kuro berkata dengan nada yang terkesan datar pada lelaki berambut merah yang ternyata adalah Naruto.

Ya, Naruto Phenex masih hidup.

"Hn, terserah kau saja. aku mau istirahat dulu." ucap Naruto. tidak membutuhkan waktu lama akhirnya dia sudah tertidur lelap, mungkin karena kelelahan. Kuro menatap Naruto dibalik topeng hitam nya, dan kemudian melangkah pergi untuk keluar gua.

"Sepertinya, ini akan memakan waktu lebih lama sampai saat itu tiba."

.

.

.

Pagi menjelang, suara burung-burung berkicau menghiasi keindahan di pagi hari. pagi adalah waktu dimana seseorang akan memulai aktifitas baru. disebuah rumah yang megah nan mewah, terdapat seorang iblis masih bergelut dialam mimpi. iblis itu bergender wanita, keadaan nya tampak kacau dengan tempat tidur yang berantakan. peluh membanjiri wanita itu, tubuhnya terus bergerak sedemikian rupa meskipun sebenarnya wanita itu masih dalam keadaan tidur. sepertinya dia sedang bermimpi buruk.

"TIDAAKK !"

Tiba-tiba wanita itu terbangun dan berteriak histeris. sepertinya mimpinya benar-benar buruk. wanita itu kemudian mendudukan dirinya, dan mengatur nafasnya yang benar-benar tidak beraturan. wanita itu Grayfia Lucifuge.

Mimpi itu lagi. selama 50 tahun ini Grayfia terus dihantui mimpi buruk tentang dirinya dan lelaki yang dicintai nya, Naruto. semua mimpi nya hampir sama, dimimpinya Naruto selalu berakhir dengan kematian. juga ada beberapa mimpinya disaat menjelang kematian Naruto berkata kalau dia akan membalas dendam, itu benar-benar sangat mengganggunya.

"Tidak bisakah aku tidur dengan tenang tanpa harus dihantui mimpi seperti itu?" tanya nya pada diri sendiri, terkadang Grayfia merasa frustasi karena terus-terusan bermimpi seperti itu. tidak didunia nyata tidak juga didunia mimpi, kedua nya seolah memusuhinya.

Menyedihkan sekali.

Dulu dia sempat berpikir untuk mengakhiri hidupnya, namun karena satu alasan kuat dia mengurungkan niatnya itu. sebenarnya dia cukup beruntung karena tidak banyak yang mengetahui alasan sebenarnya pertarungan Naruto vs Sirzech yang berakhir dengan kematian Naruto, karena besar kemungkinan banyak iblis yang akan mengincar nyawanya karena walau bagaimana pun Naruto adalah seorang pahlawan, pastilah banyak yang menyukainya.

Sekarang keluarga Phenex sangat membencinya terutama ibu Naruto, Lucy Phenex yang sepertinya menginginkan kematian nya, beruntung keluarga Gremory melindungi dirinya dan menyuruhnya untuk tinggal bersama mereka. sebenarnya dia ingin menolak, namun berhubung dia bingung harus kemana setelah diusir oleh keluarga Phenex jadinya dengan terpaksa dia ikut dengan keluarga Gremory dan menjadi kepala Maid sampai sekarang.

Pandangan nya dia alihkan kesebuah lemari kecil disamping kanan tempat tidurnya, lebih tepatnya dia melihat kesebuah foto. seorang lelaki kira-kira berusia 18-20 tahunan tergambar difoto itu. lelaki itu memiliki rambut perak seperti dirinya dengan style yang kalem, berekspresi santai dengan tersenyum simpul.

"Dia juga belum mengunjungiku, ini sudah sebulan lebih... apakah terjadi sesuatu?" tanyanya entah pada siapa. 'dia' adalah keluarga satu-satunya yang Grayfia miliki, Grayfia akan melakukan apapun untuk membuat 'dia' bahagia. tapi sekarang sudah sebulan lebih sejak terakhir kali dia mengunjungi nya, biasa nya sebulan sekali 'dia' akan datang dan selalu tepat waktu. semoga 'dia' baik-baik saja, batinnya.

Kemudian Grayfia bangkit dari tempat tidurnya dan mulai merapikan nya. setelah selesai, dia kemudian pergi untuk mandi dan akan dilanjutkan dengan aktifitas nya sebagai Maid.

.

.

.

Hutan adalah tempat yang sangat bagus bagi kehidupan para binatang, karena memang itulah habitat asli mereka. tapi sepertinya ada yang berbeda dari hutan dipinggiran negara Jepang. sebagian kecil hutan itu tampak hangus dan banyak yang mengeluarkan asap dari beberapa pohon disana, tidak ketinggalan juga ada beberapa pohon yang tumbang.

Diantara pohon-pohon yang hangus terlihat disana ada empat iblis muda, mereka berempat tampak kelelahan dengan nafas yang ngos-ngosan. tiga diantaranya adalah laki-laki dan seorang lagi adalah wanita. diseberang mereka juga terdapat sesosok iblis yang bergender wanita berambut hitam, tapi sepertinya memiliki umur yang lebih tua dan keadaannya lebih buruk dari empat iblis muda tadi. sepertinya mereka sedang bertarung.

"Hah.. hahh.. kau akan mati ditanganku, Katarea." ucap salah satu pemuda dikelompok empat iblis muda tadi dengan nada yang terkesan senang. dia memiliki rambut perak dengan style kalem, mengenakan baju hitam panjang dan celana putih bergaris merah dikedua sisinya.

"Uhukk-uhuk.. hah.. hahh.. aku tidak akan kalah oleh bocah ingusan seperti kalian.. aku, Katarea Leviathan keturunan asli Maou lama akan membunuh kalian semu-"

DUAGH! BRUAKK!

Pergerakan yang sangat cepat, pemuda berambut perak tadi langsung menghantam perut Katarea dengan sebuah pukulan yang terkonsentrasi Demonic Power, hingga membuat Katarea terlempar kebelakang dan menabrak sebuah pohon besar.

"hah.. hahh.. kau terlalu banyak mengoceh, membuat ku semakin muak saja.. hah.. hahh.. dimulai dari dirimu, akan kubunuh kalian semua para generasi Maou Lama.." pria berambut perak tadi berkata dengan nada yang benar-benar senang, entah karena apa.

Katarea mencoba bangkit dari jatuhnya, dia benar-benar terpojok saat ini. kecil kemungkinan bagi dirinya bisa memenangkan pertarungan yang tidak seimbang ini. dia mengambil sesuatu dari balik baju nya, lebih baik dia mundur dulu sekarang. dia mengambil sebuah gulungan dari balik bajunya, menaruhnya ditanah kemudian membukanya.

SRIINNGG

Lingkaran sihir kecil berwarna hitam pekat tercipta diatas gulungan itu. "Baiklah, untuk saat ini akan kubiarkan kalian menang." lalu tiba-tiba saja delapan ekor ular berwarna hitam pekat dengan aura mengerikan keluar dari lingkaran sihir itu, bergerak dengan cepat menuju empat iblis muda tadi. tidak sempat melawan, akhirnya keempatnya terjerat oleh lilitan ular yang masing-masing dililit oleh dua ekor ular.

"S-sialan k-kau.. Katarea!" mereka berempat berontak, mencoba menghancurkan ular-ular yang melilit mereka. namun sayang, kekuatan mereka seolah tidak berpengaruh pada ular-ular itu. Katarea tersenyum dengan liciknya, dia harus pergi selagi ada kesempatan.

"Sampai jumpa lagi bocah-bocah sialan, lain kali kupastikan kalian akan mati ditanganku.. hahahaa." setelah berkata begitu Katarea langsung pergi dengan lingkaran sihirnya, meninggalkan empat iblis muda yang masih mencoba meloloskan diri.

"Bajingan! kembali kemari sialan!" pemuda berambut perak tampak sangat marah.

BRUSSHH!

Ular-ular yang melilitnya hancur karena tidak kuat menahan kekuatan yang dikeluarkan nya. tapi sayang sudah terlambat, Katarea sudah pergi meninggalkan mereka. dia jatuh berlutut, kemudian menangis karena telah gagal membunuh salah satu keturunan Maou Lama. dia merasa kecewa pada dirinya sendiri. "Aku gagal." dia bergumam sendu.

Puk

Sebuah tangan menepuk pundaknya. "Jangan menyalahkan diri sendiri, kita hanya kurang beruntung saja." menengok lebelakang dia mendapati teman-teman nya sudah lolos dari jeratan ular-ular tadi. "Lain kali, kita pasti bisa membunuhnya, King." ucap pemuda berambut oren bertubuh besar dan berotot kepada pemuda berambut perak yang dipanggilnya King itu.

King mengusap air mata nya dan mulai menampakan senyum. "Yah, kita akan mencapai tujuan itu, Juugo." ucap King membalas ucapan Juugo, pemuda berambut oren tadi. satu-satunya wanita dikelompok itu mendekati King dengan raut wajah khawatir. "Apa kau baik-baik saja, King?" perlahan King mulai berdiri, dan menjawab Queen nya itu. "Aku baik-baik saja, Sakura." ucap nya lembut.

"Jadi, bagaimana selanjutnya?" tanya seorang pemuda lain, yang memiliki rambut berwarna putih dengan sedikit warna ungu dibagian ujungnya. King mengalihkan pandangan nya pada pemuda itu, "Mungkin sekarang kita istirahat dulu untuk memulihkan tenaga, setelah itu barulah kita kedunia bawah. ini sudah lebih dari sebulan, aku terlambat untuk megunjunginya." pandangan King kemudian tertuju kelangit dunia manusia yang terlihat indah saat itu.

'Kau tenang saja disana, aku akan membalaskan dendam mu. para Maou Lama itu harus membayar kematian mu dengan nyawa mereka.. Ayah.' batin King. kemudian pandangan nya beralih pada teman-temannya, atau bisa dibilang Bidak-bidak Iblis nya.

"Ayo kita pergi Sakura, Juugo, Suigetsu."

TBC

Satu lagi, fanfic ini memang terinspirasi dari fic milik Ryu-san yang berjudul Naruto Phenex : Love, battle and bethrayal. tapi kedepan nya saya akan terus berusaha membuat perbedaan dalam fic ini. oke, jika memang suka bacalah dan berikan review agar saya bisa memperbaiki segala kesalahan yang ada di fic ini.. Jaa ne.