MR. COOL

.

Super Junior and SM Entertaiment Ngartis

.

Author, Cho Hyunsung

.

Ketampanan mereka adalah milik publik, saya hanya meminjam nama dan tampang kece badai topan mereka. Diri mereka tetaplah milik diri mereka sendiri dan Tuhan Yang Maha Esa. Bagi yang membaca FF gaje ini diharuskan ripiu kalo enggak Author bakal merajuk. Mwuhehehe..

.

I'm GS Author.

..

"Kebetulan kau datang, ada yang ingin aku katakan padamu!"

"Yayaya, tunggu dulu. Memangnya ada apa?"

Ryeowook menarik ku masuk kedalam kelas lalu duduk dibangku kami berdua. Sebelum memulai pembicaraannya, Ryeowook tersenyum lima jari ke arahku sehingga membuat aku semakin bertanya-tanya apa yang sedang dipikirkan oleh anak ini.

"Apa kau masih ingat dengan yeoja yang semalam datang bersama kelompok Kyuhyun di taman kota?"

"Hmm, ya. Lalu, apa masalahnya?"

"Sepertinya, aku mulai.. mulai dewasa."

Jawaban macam apa itu? Apa aku yang terlalu lugu, sampai-sampai tidak mengerti dengan apa yang dikatakan Ryeowook barusan.

"Dewasa, apanya? Kalau bicara jangan berbelit-belit."

"Ah, kau ini memang tidak peka sekali. Maksudku, sepertinya aku mulai menyukai yeoja itu."

"Benarkah? Secepat itu?"

"Ya, mau bagaimana lagi. Yeoja itu ternyata teman kecil Kyuhyun saat mereka tinggal di Jepang dulu. Yeoja itu datang kemari untuk mengajak Kyuhyun kembali ke Jepang karna orang tua mereka berada disana. Tapi Kyuhyun tidak setuju karna katanya ia sedang menyukai seseorang. Yeoja itupun patah hati kemudian aku datang sebagai penolong. Bagaimana? Bagus tidak?"

Ryeowook sadar tidak sih dia tadi mengatakan apa? Kyuhyun sedang menyukai seseorang? Apa benar?

Dan aku pun mulai heboh -_-

"Iya bagus. Jadi sekarang yeoja itu ada dimana?" karna tidak tahu harus mengatakan apalagi, maka dari itu aku memutuskan mengatakan apa yang ada didalam pikiranku saat ini.

"Ruang guru. Dia sedang mendaftarkan diri menjadi siswa disini. Huwaa, itu artinya aku dan dia akan lebih sering bertemu!"

Dia begitu heboh dan akhirnya aku pun senang karna sebentar lagi Ryeowook akan melepaskan masa lajangnya wkwkwkwk…

"Tapi tunggu dulu. Siapa nama yeoja itu?"

"Kim.."

"Ya? Kim?"

"Kim.. Kim Yesung." Jawabnya seperti gadis desa yang supeerr lugu.

Kedua pipi Ryeowook berubah merona. Dengan wajah sekecil itu dia merona hebat. Apakah seperti ini bentuk namja yang sedang jatuh cinta? Tapi kalau memang seperti itu, lalu bagaimana dengan Kyuhyun? Sudah hampir satu tahun belakangan ini aku selalu memperhatikan anak itu, tapi tidak sekali pun aku melihatnya merona hebat seperti apa yang dialami oleh Ryeowook saat ini.

Aku jadi semakin penasaran, siapa yeoja yang disukai oleh Kyuhyun. Dan sepertinya tebakanku benar, yeoja itu… bukanlah aku.

Tidak! Jangan berpikiran bahwa aku lemas!

Tidak sama sekali…

Hanya.. merasa sakit dibagian dada -_-

"Baiklah. Semoga, pada akhirnya kau bisa mendapatkan hati yeoja Jepang itu. Dan.. tadi kau mengatakan bahwa Kyuhyun sedang menyukai seorang yeoja, memangnya siapa yeoja itu?"

"Yesung tidak mengatakannya karna dia bilang Kyuhyun tidak pernah mengatakannya. Jadi, aku juga tidak tahu siapa yeoja yang sedang Kyuhyun sukai itua. Setahuku, dia selalu biasa saja jika sedang berdekatan dengan para yeoja yang berusaha mendekatinya, termasuk kau."

"Baiklah.. baiklah.. Hentikan ocehanmu itu sekarang juga Kim Ryeowook."

Ryeowook kikik puas dan kemudian Seonsaengnim datang memecah kebisingan yang terjadi didalam kelas. Semua anak berlarian menuju bangku mereka masing-masing dan aku sempat melihat kelompok Kyuhyun yang berjalan melewati lapangan sepak bola yang berada disamping kelasku. Tapi tidak ada Kyuhyun disana, kira-kira dimana anak itu berada?

….

Seperti hari kemarin, aku baru sampai dirumah tepat pukul sembilan lebih tigapuluh menit. Hawa dingin diluar sana mulai terasa membekukan. Kalau saja aku terlambat pulang, bisa-bisa aku terkena hujanan salju.

"Aku pulang!"

Sunyi.

"Sepertinya semua orang sudah pada tidur."

Maka aku pun memutuskan untuk segera pergi ke kamarku dan mulai mengganti pakaianku dengan pakaian yang lebih hangat dan nyaman. Setelah selesai mengganti pakaian, tadinya aku ingin segera tidur. Tapi saat aku merebahkan tubuhku diatas tempat tidur, aku mulai kepikiran tentang Kyuhyun lagi.

Aku pun terpaksa terbangun dan saat ini aku duduk tepat didepan jendela kamarku yang tertutup rapat. Tidak ada hal yang bisa aku lakukan selain memandang langit yang sedang menjatuhkan gumpalan-gumpalan kecil es ke bumi. Halaman rumahku pun mulai terlihat ditutupi oleh salju tipis.

Tokk.. tokk..

"Apa kau sudah tidur?"

"Ani. Masuk saja."

Tidak lama kemudian, kepala Hyukjae Oppa terlihat menjembul dibalik pintu kamarku. Oppa sudah memakai piama berwarna kuning dengan motif pisang yang menjadi piama favoritenya karna seumur hidupnya ia baru pertama kali mendapatkan hadiah dari seorang yeoja yang tidak lama kemudian meninggalkannya pergi untuk melanjutkan SMA diluar negri.

"Ada apa Oppa malam-malam seperti ini datang kemari?"

Sebelum menjawab pertanyaanku barusan, Hyukjae Oppa terlebih dahulu mengambil kursi belajarku kemudian duduk disampingku sambil menatap keluar jendela kamarku yang masih tertutup rapat.

"Aku tidak bisa tidur lagi."

"Waeyo, Oppa?"

"Sepertinya, aku kelelahan."

"Oh begitu. Lalu Oppa mau apa?"

"Mmm.. ayo kita menggosipkan seseorang."

"Ah, siapa orang yang Oppa maksudkan kali ini?"

"Bagaimana kalau mengenai Kyuhyun?"

"Kyuhyun? Ada apa dengan anak itu?"

Jelas! Aku sangat tertarik dengan berita ini. Aku pun segera melancarkan puppy eyesku yang tidak pernah terkalahkan itu pada Hyukjae Oppa yang kemudian hanya membuang muka. Dia benar-benar kakak yang jahat…

"Kalau kau masih dengan wajah yang seperti itu, aku tidak akan cerita."

"Ah, baiklah. Aku mengalah."

Hyukjae Oppa memperlihatkan gummy smilenya yang katanya sangat keren itu dan jujur saja aku tidak terlalu tertarik karna bagaimana pun juga dia adalah Oppa ku, jadi aku pikir aku punya alasan yang kuat untuk tidak menyukainya. Kkkk~

"Jujur saja. Tadi, saat jam makan siang.. aku melihat Kyuhyun menarik tangan seorang yeoja menuju taman belakang sekolah. Karna kau donsaengku satu-satunya dan lagi pula kau juga menyukai Kyuhyun, maka dari itu.. aku mengatakannya padamu."

Apa sebaiknya aku tidak mendengarkan cerita Hyukjae Oppa barusan?

Aku tidak bisa berbuat banyak, selain hanya diam saja. Lagi pula, sebelumnya Ryeowook juga sudah mengatakan bahwa Kyuhyun sedang menyukai seorang yeoja dan wajahku pun mulai memanas. Apakah seperti ini rasanya terbakar api cemburu?

Ohh tidak!

Beginikah seorang remaja menjalani hidupnya? Menangis karna cinta? Tidak!

It's not my style..

"Oppa.. apa Oppa bisa keluar sekarang?"

"Kenapa? Kau ingin menangis ya?"

"Mworago? Tidak mungkin aku menangis karna hal sekecil itu. Lagi pula, Kyuhyun bukan milikku. Jadi, Kyuhyun bebas melakukan apa saja yang dia inginkan."

"Baguslah kalau kau mengerti. Kalau begitu, aku pergi ke kamar dulu."

Hyukjae Oppa segera berjalan menuju pintu kamarku.

CKLEK!

BLAM!

Saat Hyukjae Oppa menutup pintu, seketika aku menundukan kepalaku. Aku sama sekali tidak menangis. Hanya saja, aku merasakan ada hal yang aneh, yang sangat mengganjal didalam sini. Didalam dadaku.

….

Sekolah lagi.. sekolah lagi..

Setiap pagi pergi ke sekolah dan baru menyentuh lantai kamar pada malam hari, lalu kapan aku bisa menikmati tempat hiburan?

Kabar buruk Kyuhyun tadi malam semakin membuat keruh suasana hatiku yang harus berjalan kaki menuju halte bus karna Appa sedang tidak berada dirumah dan Eomma pergi ke Anyang untuk menengok nenek yang sedang sakit.

Kalau saja aku tidak sekolah, aku pasti bisa ikut dengan Eomma. Oh iya, jangan tanyakan Oppa ku yang jahat itu. Dia sudah pergi ke sekolah duluan bersama dengan teman-temannya dan meninggalkan donsaengnya yang paling imut ini dijalanan sambil mengejar bus.

Errr… sial!

Baru semenit merasakan dinginnya bangku halte bus, seorang namja dengan topi hitam dan masker biru gelap berlalu begitu saja didepanku dengan menggunakan sepeda berwarna hitam miliknya. Tanpa perlu memikirkannya, aku sudah tahu pasti kalau orang itu adalah Kyuhyun.

Kalau ada yang bertanya, apa yang aku lakukan selama hampir satu tahun berada di SMA? Maka dengan lantang aku akan menjawab.. memperhatikan Kyuhyun sampai-sampai aku lupa segalanya, termasuk ulangan dan jumlah nilai kuisku yang jelek. Wkwk..

Rasa panas ,diwajahku mulai muncul lagi. Tapi detik kemudian, aku terperangah melihat seorang yeoja yang berpakaian seragam sama seperti ku duduk disebelahku untuk menunggu bus. Ia tersenyum hangat kearahku, aku pun membalas senyumnya dengan senyum seadanya.

"Kau Sungmin ya?"

"Ye?" jujur saja aku bingung kenapa yeoja yang sama sekali tidak pernah ku lihat ini tapi dia malah mengetahui namaku.

"Ya, sedikit banyak aku tahu tentangmu." Jawabnya sambil tersenyum hangat.

"Jinja?"

"Iya. Aku tahu kau dari seseorang. Ahh, busnya sudah datang. Kau tidak mau naik?"

"Oh, tentu."

Aku segera bangkit dan berjalan menuju pintu bus yang mulai terbuka. Aku dan yeoja yang mengenalku entah darimana itu, akhirnya duduk bersama didalam bus yang tidak tahu mengapa malah terkesan sepi.

"Emm, masalah yang tadi.. bagaimana bisa kau mengenalku? Dan juga, siapa namamu?"

"Aku Kim Kibum."

Yeoja itu hanya menjawab seperti itu. Sepertinya, Kibum bukanlah yeoja yang banyak bicara. Buktinya saja, bibirnya itu terkatup rapat sampai-sampai dia tidak menjawab pertanyaanku yang satunya lagi. Bagaimana bisa dia mengenalku? Yang aku sendiri bahkan tidak tahu jawabannya dan saat bertanya dia malah tidak menjawabnya.

….

"Yeoja itu aneh sekali.."

"Siapa yang kau katai aneh?"

"Wook, kau sudah datang?"

"Iya. Wajahmu kenapa cemberut seperti itu? Apa baru saja ada hal buruk yang terjadi?"

"Tidak tahu. Bagaimana kalau saat jam makan siang nanti kita bertemu denganYesung diatap sekolah?"

"Ye? Memangnya kenapa kau tiba-tiba ingin bertemu dengannya?"

"Sudahlah, katakan saja seperti itu padanya."

"Baiklah. Kalau itu maumu."

Aku dan Ryeowook mengobrol berdua sambil berjalan menuju kelas. Sesampainya dikelas, kedua kakiku terasa lemas lagi dan aku pun tidak tahu apa penyebabnya.

"Hey, Lee Sungmin~"

Siwon, anak kelas Kyuhyun datang menemuiku dikelas saat jam pelajaran belum dimulai. Sepertinya anak ini belum singgah dikelasnya, aku dapat menebaknya dari tas ransel yang masih menempel dipunggungnya.

Siwon tersenyum kearahku dan juga Ryeowook yang sedang duduk bersamaku didalam kelas. Hal itu lantas menjadi bahan omongan teman-temanku yang lain. Aku tahu, karna Siwon tampan maka dari itu mereka semua mulai berbisik-bisik.

"Apa ada yang ingin kau bicarakan denganku?"

Dia menggelengkan kepalanya sambil tetap tersenyum dan kemudian duduk dibangku depan mejaku dengan posisi terbalik. Siwon menumpukan kedua tangannya dipunggung kursi kemudian ia menaruh dagunya diatas sana sambil menatap aku dan Ryeowook secara bergantian.

"Tadi, aku melihat kau turun dari bus yang sama dengan Kibum. Apa kau mengenalnya?"

"Tidak. Kami baru pertama kalinya bertemu. Tapi sepertinya, Kibum mengenalku."

"Benarkah? Oh, mungkin dia mengenalmu dari seseorang."

Tett.. tett.. tett..

Bunyi bel sekolah pun berbunyi dengan tidak elitnya.

"Hah, waktu kunjugan sudah habis. Kalau begitu, aku akan kembali ke kelas. Sampai nanti, Sungmin dan.. kau Kim Ryeowook kan?"

"Iya." Ryeowook menjawab dengan wajah datar, sepertinya dia kesal karna Siwon tidak mengingat wajahnya dengan baik.

Siwon hanya menyengir melihat ekspresi wajah Ryeowook yang ditekuk itu kemudian dia pergi menuju kelasnya yang berada dilantai dua. Setelah Siwon pergi, tidak lama kemudian Seonsaengnim datang memberi petuah yang sanggup membuat kepalaku berputar-putar tidak karuan.

….

Jam makan siang pun tiba, dengan segera Ryeowook memberi kabar pada Yesung kalau aku ingin bertemu dengannya diatap sekolah. Saat keluar kelas tadi, aku berpisah dengan Ryeowook yang berjalan kearah kelas Yesung, sedangkan aku sendiri berjalan dengan gontai memasuki kawasan atap sekolah.

Kedua kakiku kembali terasa lemas saat aku menaiki anak tangga menuju atap sekolah dan lagi-lagi aku sendiri tidak tahu apa penyebabnya.

CKLEK!

BLAM!

Saat pintu atap sekolah mulai terbuka, aku dapat merasakan hembusan angin yang lumayan kencang menerpa kulit wajahku. Seketika, aku mulai mengeratkan jas sekolah yang aku kenakan saat ini. Aku pun mulai berjalan memasuki kawasan atap sekolah sambil menghambur pandangan keseluruh penjuru kawasan sekolah yang terlihat dari atas sini.

"Sekarang, apa yang akan kau lakukan pada yeoja itu?"

"Aku sendiri tidak tahu."

Mungkin aku salah dengar, ditempat seperti ini aku bisa mendengar suara Kyuhyun yang sedang berbicara dengan seorang yeoja. Karna penasaran, aku pun memberanikan diri untuk mengintip sepasang namja dan yeoja itu. dan tebakanku ternyata benar, suara yeoja yang bertanya pada seorang namja itu adalah Kibum dan sedangkan namja itu adalah.. Kyuhyun.

Aku masih memerhatikan mereka berdua dari balik dinding, sedangkan Kyuhyun dengan yeoja itu terlihat sedang duduk diatas atap sekolah sambil memandang lurus kedepan. Jarak duduk keduanya juga lumayan dekat, sehingga membuatku semakin berpikiran yang tidak-tidak. Apa sebenarnya Kibum mengenalku mungkin dari Kyuhyun. Atau memang, Kyuhyun dan Kibum memiliki hubungan spesial. Entahlah, aku tidak ingin membayangkannya dan bagaimana perasaanku nantinya, aku juga tidak tahu.

"Bagaimana dengan Yesung? Yeoja itu sudah datang sejauh ini untukmu, tapi kau malah mengacuhkannya. Apa itu yang kau namakan dengan teman masa kecil?"

"Aku sudah mengatakan padanya kalau aku sedang menyukai seseorang dan itu berhasil. Dia menjauh dan berdekatan dengan seorang namja yang kelasnya berada dilantai dasar."

Tepat sekali. Namja yang dimaksud Kyuhyun itu pasti adalah Ryeowook. Yah, siapa lagi yang mendekati Yesung kalau bukan Ryeowook orangnya.

"Aku tidak selalu tahu apa yang ada didalam pikiranmu, Kyu."

"Benar. Tidak ada yang tahu, bahkan aku sendiri juga merasa bingung."

"SUNGMIN!"

Ya Tuhan! Ryeowook berteriak sangat nyaring sekali. Kyuhyun dan Kibum jadi menyadari kehadiranku dan mereka berdua melihat kearahku. Tada! Aku ketahuan sedang mengintip mereka berdua. Kyuhyun turun dari atas atap duluan, dia berjalan kearahku.

"Apa yang kau lakukan disini?"

"Ti-tidak ada. Aku.. aku baru saja menginjakan kaki disini.."

"Kau kemana saja, Min? Aku pikir, tadi kau menungguku dikelas."

Tanpa terduga, Ryeowook malah berkata seperti itu. Tapi yang menjadi masalah saat ini adalah Kyuhyun dan Ryeowook yang memandang kearahku, aku yang memandang kearah Yesung, Yesung yang memandang kearah Kyuhyun, dan sedangkan Kibum masih saja memerhatikan kami dari jarak jauh.

"Kyu.."

Suara kecil Yesung terdengar begitu saja saat keadaan berubah menjadi hening. Kyuhyun memutar tubuhnya untuk melihat Yesung yang kemudian menatapnya dengan penuh makna.

"Aku tidak tahu apa yang kau pikirkan hingga berbuat senekat itu. Tapi aku rasa, kau konyol."

Setelah berkata seperti itu, Kyuhyun beranjak pergi dari atap sekolah meninggalkan kami dalam kebingungan sedangkan Yesung sendiri sudah hampir menangis. Tidak lama kemudian, Kibum lewat dihadapan kami bertiga, ia tersenyum hangat seperti yang ia perlihatkan padaku saat menunggu bus tadi pagi.

"Sudahlah. Sebaiknya kita duduk saja disana."

Ryeowook menunjuk tempat yang tadi diduduki oleh Kyuhyun dan Kibum dan Yesung hanya menganggukan kepalanya.

"Apa yang sedang kau pikirkan? Cepat kemari."

Sayangnya, aku hanya mengangguk kemudian mengikuti mereka yang tengah duduk berdua ditempat yang tadi Kyuhyun duduki bersama Kibum.

"Kenapa wajahmu berubah murung? Apa kau mengenal yeoja itu?" tanya Ryeowook pada Yesung.

Yeoja itu hanya menggeleng ragu dan sepertinya ada satu hal lagi yang ia tutupi dari kami.

"Aku menyangka bahwa yeoja itu adalah yeoja yang diceritakan Kyuhyun tempo hari lewat telpon." Terang Yesung sambil mengusap wajahnya yang sudah memerah padam karna menahan tangis.

"Benarkah? Memangnya apa yang Kyuhyun katakan padamu?" tanyaku penasaran.

"Malam itu, Kyuhyun mengatakan padaku bahwa ia sedang menyukai seorang yeoja. Semua itu berawal dari ia masuk ke sekolah ini, tepat sebelas bulan yang lalu dan kalau dipikir-pikir lagi sudah hampir satu tahun dia menyukai yeoja itu."

Astaga, jadi selama ini aku tidak tahu apa-apa. Betapa bodohnya aku, selama ini aku selalu memperhatikannya, tapi aku sama sekali tidak tahu dimana letak hati dan pikirannya. Terdengar konyol dan luar biasa malunya.

"Tapi sungguh, aku tidak tahu itu hanya alasannya saja untuk menghindariku atau memang benar adanya. Tapi setelah melihatnya bersama yeoja itu, aku jadi yakin kalau semua itu memang benar adanya."

"Yesung-ah~ sebaiknya kau tidak berkata seperti itu. Kalian bisa saja salah paham." Ujar Ryeowook menengahi.

Aku tahu, arah pandangan Ryeowook terarah padaku. Dia mungkin khawatir tentang bagaimana nasibku selanjutnya saat aku mengetahui bahwa namja yang selama ini aku sukai ternyata sedang menggilai yeoja lainnya.

"Tapi, kalau semua itu benar bagaimana? Kyuhyun selalu mengatakan apa yang ada didalam pikirannya. Aku sangat mengenalnya hingga bahkan sebelum ia memutuskan untuk pindah ke Seoul dan seharusnya aku tahu, bahwa itu semua tidak baik untuk Kyuhyun…"

"Jadi, kau pikir seharusnya Kyuhyun tetap berada di Jepang bersamamu?" aku bertanya dengan nada kesal. Bagaimana pun juga, Yesung seperti mengatakan bahwa Kyuhyun semestinya adalah miliknya.

Ryeowook menahan lenganku. Padahal aku sama sekali tidak ingin menampar wajah Yesung. Yah, paling tidak nasibku dengan nasib Yesung tidak jauh berbeda karna kami menyukai namja yang sama. Tapi.. bagaimana pun juga, aku juga harus memikirkan bagaimana perasaan Ryeowook karna Yesung sepertinya masih berharap pada Kyuhyun.

"Apa kau masih.. memiliki perasaan pada Kyuhyun?"

Jujur, aku kasihan sekali dengan Ryeowook. Dia bertanya dengan suara lirih seolah ia tidak ingin Yesung menjawabnya dengan anggukan kepala. Lama keadaan kami berubah menjadi hening. Namun, Yesung sudah memutuskan jawabannya.

"Sepertinya tidak. Aku kurang yakin dengan Kyuhyun. Seperti wajahnya tadi, aku tidak cocok bersamanya."

Satu lengkungan keatas hadir menghiasi wajah Ryeowook yang sempat murung. Baiklah, kalau sudah begini, aku pun terlupakan. Hmm.. benar-benar.

"Apa kau yakin?"

Hahaha, pertanyaanku mengundang kegelisahan bagi seorang Kim Ryeowook yang baru pertama kalinya merasakan bagaimana indahnya masa-masa jatuh cinta. Emm, sebenarnya kami sama sih. Habisnya, kami selalu bersama sehingga banyak orang yang mengira bahwa kami berdua pacaran. Padahal kalau dipikir-pikir, tidak juga. Dia itu lebih mengesalkan daripada wajah dingin Kyuhyun.

"Aku yakin." Jawab Yesung sambil membusungkan dada. Aku jadi ragu, tapi keadaan seperti ini malah membuat Ryeowook semakin menang dan besar kepala.

"Lalu, apa ada orang yang akan menggantikan Kyuhyun?"

Baiklah, karna pertanyaanku ini lagi-lagi Ryeowook kembali gelisah dan sekarang ditambah tatapan tajam darinya. Hah~ aku sama sekali tidak takut. Saat kecil dulu, aku yang membantu Ryeowook keluar dari selokan dekat sekolah jadi dia tidak akan menyakitiku, setidaknya itu janjinya dulu padaku -_-

"Pasti ada! Ini semua masalah waktu, bukan?"

"Ah, Yesung benar. Ini semua karna masalah waktunya saja dan lagi pula bel masuk sudah berbunyi. Ayo kita kembali kekelas. Dan kau Lee Sungmin, sepertinya kita perlu bicara nanti."

GLUK!

Sepertinya akan ada yang marah besar padaku.

….

Langit diluar sana sudah berubah menjadi kehitaman. Hawa dingin juga mulai merembes dari celah-celah jendela kelas. Jam terakhir kali ini adalah fisika. Mau tahu bagaimana rasanya saat jam pelajaran fisika mengisi sisa waktu dikelas saat malam-malam seperti ini? Aku hanya ingin segera kabur atau malah…

"Lee Sungmin! Apa yang kau lakukan?! Cepat keluar dan berdiri didepan pintu!"

"Ba-baik."

Seperti apa kata ku barusan, aku hanya ingin segera kabur atau malah ditendang keluar kelas sambil menerima hukuman. Benar-benar keji! Baru tertangkap basah melamun, hukumannya sudah seperti ini mana sebentar lagi jam pulang sekolah lagi. Bagaimana kalau ada yang melihatku sedang terkena hukuman seperti ini? Oh tidak, aku pasti akan malu sekali!

"Hey bocah, apa yang kau lakukan disini?"

"Hyukjae Oppa! Tolong aku. Aku sedang dihukum…"

Hyukjae Oppa berjalan kearah jendela untuk mengintip bagian dalam kelas dan disaat itu juga Ryeowook melambaikan tangannya sambil berbisik 'Hyung~ kau ada disini?'

Hyukjae Oppa tersenyum kemudian menganggukan kepala.

"Hah, pantas saja. Kau pasti melamunkan saat Si nenek Fisika itu menjelaskan?"

Oppa macam apa yang ditempat umum seperti ini menoyor kepala Donsaengnya..

"Aku tidak sengaja. Aku sudah sangat lelah." Aku pun berpura-pura memasang wajah kelelahan.

"Ya sudahlah. Nikmati saja~"

"Oh iya, Oppa sendiri kenapa berada diluar kelas?"

"Tadinya aku ijin pergi ke toilet dan malah tidak sengaja melihat kau berdiri seperti ini. Kenapa juga kau harus membuatku malu seperti ini. Ckckck.."

"Aku yang mendapat hukuman kenapa Oppa yang malu?"

"Bagimana pun juga, semua orang yang ada disini tahu kalau kau adalah adiknya Lee Hyukjae siswa Social 2-1 yang paling kece! Aku peringatkan kau!"

"Cih, menyebalkan sekali. Sudah sana pergi. Aku akan baik-baik saja berada disini sendirian."

"Lagi pula, siapa yang mengkhawatirkanmu? Aku juga akan pergi."

"Ah.. aish. Untuknya dia Oppa ku, kalau tidak.. sepatu ini pasti sudah melayang ke wajahnya."

Karna kesal dengan bunyi bel yang tidak kunjung datang, aku jadi tertarik untuk menatap jam tanganku. Sudah pukul sembilan kurang sepuluh menit. Aku menatap jam tanganku lebih lama karna tiba-tiba saja aku melihat bayangan seorang namja dibelakangku.

Aku mulai memerhatikan wajahnya dengan seksama lewat kaca jam tanganku. Namja itu terlihat sedang memunggungiku sambil memasukan kedua tangannya kedalam saku celana. Namja itu tidak memakai jas sekolahnya. Tapi bukan hal itu yang menjadi titik fokus penglihatku, namja itu memakai… sepatu yang sama dengan…

Aku segera menurunkan jam tanganku saat namja itu memutar tubuhnya untuk menghadapku. Aku pun mulai merasakan dilema, antara ingin melihatnya atau sama sekali mengabaikannya. Aku hanya berani menatapnya lewat ekor mataku.

Namja itu berjalan kearah anak tangga yang akan membawanya menuju lantai dua.

"Kyuhyun? Sejak kapan anak itu berdiri dibelakangku seperti itu?"

Ya, ternyata namja itu adalah Kyuhyun. Saat pandangan mata kami bertemu, ia hanya menatapku datar sambil terus menaiki anak tangga dan memasukan kedua tangannya kedalam saku celananya.

Hah, perasaanku pun semakin tidak enak apalagi dengan bunyi bel yang kemudian berbunyi sehingga membuat Seonsaengnim keluar dari kelas sambil melirik sinis kearahku. Hah, sebagai murid aku hanya bisa diam saja sambil menghela nafas dan tidak lama kemudian Ryeowook datang membawakan tasku.

"Gomawo."

"Cheon. Lain kali, jangan diulangi lagi. Atau nilai ujian fisikamu akan berubah menjadi F."

"Iya, Wook aku mengaku salah."

"Ya sudah. Ayo pulang."

"Hmmm, ya.."

….

"Aku pulang~"

Eomma datang menyambutku dengan hangat. Senyumnya yang keibuan membuatku semakin merasa nyaman dan bahagia memiliki Eomma seperti dia. Dan layaknya seorang penyelamat, beban disekolah pun terangkat saat aku melihat senyumnya.

"Kau pasti lelah. Ayo makan dulu."

"Aku pulang!"

"Nah, Oppa mu juga sudah pulang. Hyukjae~ kemari nak. Kita makan malam bersama."

"Ne Eomma. Oh, kau sudah pulang."

Aku mengangguk lemas kemudian mulai menyendokan sup rumput laut kedalam mulutku. Hyukjae Oppa dan Eomma pun mulai bersiap untuk memulai makan malam. Aku dan Oppa pun makan dengan lahap karna kami berdua sengaja tidak makan diluar untuk bisa makan malam bersama dengan Eomma karna minggu depan Appa baru akan pulang dari luar kota.

Setelah selesai membersihkan peralatan makan, aku pamit pergi ke kamar dan meninggalkan Eomma dan Oppa yang masih duduk dikursi meja makan. Hari ini, aku benar-benar merasa lelah, maka dari itu aku memutuskan untuk berendam didalam buth up yang penuh dengan air hangat.

Baru tiga menit berendam, sebuah panggilan datang menghampiri ponselku. Ternyata Ryeowook yang sedang meneleponku.

"Yeobseo?"

"Kau dimana?"

"Didalam buth up." Jawabku jujur.

"Malam-malam seperti ini kau berendam? Neo, michoseo?"

"Aish, memangnya apa yang ingin kau katakan?"

"Aku hanya lupa memberitahumu masalah tugas fisika yang baru saja diberikan oleh yeoja bertanduk iblis itu. Filenya akan aku kirimkan lewat email. Jangan lupa kau kerjakan karna lusa sudah harus dikumpul."

"Hmm, ya. Kalau aku tidak lupa."

"Tidak ada kata lupa Lee Sungmin. Ya sudah, aku tutup ya?"

"Tunggu!"

"Ada apa lagi?"

Aku segera keluar dari dalam buth up dan kemudian membalutkan handuk ke tubuhku lalu berjalan keluar dari kamar mandi.

"Apa besok setelah makan siang aku bisa berbicara dengan Yesung?"

"Ya, mungkin saja. Aku akan mengatakannya padanya."

"Tapi hanya berdua."

"Ye?"

"Ya, Wook. Hanya aku dan Yesung. Kali ini kau tidak boleh ikut."

"Memangnya kenapa?"

"Sudahlah, jangan banyak tanya. Ikuti saja apa kataku."

"Hmm, yah terserahmu saja."

KLIK!

Aku pikir, aku harus bertemu dan berbicara dengan Yesung sekali lagi. Aku melakukannya bukan untuk Kyuhyun, tapi lebih kepada Ryeowook. Aku hanya ingin sekedar tahu bagaimana perasaan yeoja itu pada Ryeowook dan semoga saja dia mau terbuka denganku.

Ya, semoga saja..

….

Tbc~

Hahaha, apa ada yang penasaran kah dengan kelanjutan FF gaje ini? Oh tidak, saya benar-benar membuat Ryeowook dan Yesung terbalik lagi. Kkkk~ Tapi entah kenapa saya suka ngelakuinnya ^^v

Chingudeul~ ceritanya disini Kyuhyun and the geng, Sungmin, Ryeowook sama Yesung itu baru kelas satu SMA. Tapi kalau Hyukjae dia udah kelas dua SMA. Entah kenapa otak saya malah jadiin mereka line yang berbeda.

Ya, bisa dibilang disini saya misahin antara Donghae dan Eunhyuk. Tapi sepertinya saya akan buat mereka jadi brothership gitu. Dan ada kemungkinan chapter depan saya bakal bikin author pov bukan Sungmin pov kaya chapter satu sama chapter dua ini.

Oke, saya cuman bisa berharap NO SILENT READER dan yang terpenuhi adalah KOTAK REVIEW untuk story saya kali ini. Keep stay and keep review reader ^^

See you.