Tok tok tok/sok ngetok pintu/ apa ada oraaaangggg?

/dibakar diatas api unggun/

GYAAHH! MIANNE! INI EMANG SUPER DUPER LUPER(?) LAMAAA! Habisnya… Ucchan ulangannya udah dekat loh…*mainin jari* um, jadi mungkin ini akan jadi update terakhir Ucchan…/plak/ dibulan ini maksudnya! Kayaknya kita akan bertemu lagi dibulan Januari nanti!

Ya! Semoga!/plak

Ung… ini… wordsnya Cuma 6000-an… maklum, Ucchan belum bisa ngetik banyak-banyak!X( salahkan DIA!*nunjuk buku-buku diatas meja belajar*

Ucchan bisa ngupdate hari ini dilaptop sepupu. Uang jajan seminggu amblas dalam sehari.*ngorek-ngorek tempat sampah*

Btw, disini, Kyu kesiksa sekaligus mendapat berkah(?) yaah~! Meski belum sampai keintinya sih./pletak/ ya sudah, nanti adegan Mnya Ucchan taruh dibelakang boleh?^-^*tendanged*

Oke, sampai sini saja! Ucchan nggak mau banyak bicara! Moga-moga suka ne! dan maaf kalau ada yang aneh atau SANGAT maksa. Ucchan juga hanyalah manusia biasa yang begitu mencintai Yeye oppa…/digampar Clouds/

Yak, singkat kata~,

RnR please~?


:::

UCCHAN MEMPERSEMBAHKAN:

HOUSE LOVE SEQUEL

Chapter 2: Kim Heechul? NIGHTMARES!


RATED: T! (Tapi akan segera naiiik~!#PLUAK!)


MAIN PAIR: KyuSung


OtherPair: Nanti aja deh./pletak/


Genre: Humor(kayaknya), Romance (picisan)


Disclaimer: God, Parents, SM, ELF. Except Yesungie! HE'S MINE! #PLAK


Warn!: Gaje, OOC, humor garing, alur amburadul, sesuai mood author~#PLAK!, hampir tidak ada konflik, hanya fic 'ringan' tentang 'usaha' Kyuhyun mendapatkan Yesung~!


DLDR!

:::

SELAMAT MEMBACA, CHINGUU~! SIAPKAN OBAT ANTI DARAH TINGGI NEE~!


Sebuah malam yang indah di rumah sakit hewan ternama di kota Seoul. Semuanya berlangsung damai, tanpa ada satupun masalah…

"Ayo Ddangieeee~! Buka mulutmuuuu~!"

… Tapi sepertinya itu tidak berlaku untuk seekor kura-kura bernick name Ddangie, Ddang chan, Ddang man, Ddangko chan, Ddang-dda(dibekep)

Kura-kura malang itu menolehkan kepalanya ke kiri dan ke kanan, berusaha menghindari suapan maut yang berasal dari appa 'tercinta'nya. Ya, kau benar. Kini ia tengah berada di ambang hidup dan mati.

Ya. Dengan arti yang harafiah!

"Ddangiiiee! Appa bilang, buka mulutmuuuuu!" bujuk Yesung –nama namja yang merangkap sebagai appa Ddang chan./plak

'ANI ANI ANIIIII!' jeritan batin sang kura-kura. 'Aku masih mau hidup! HIDUUP!'

Yesung menggerutu kesal sambil tetap mengacungkan sesendok sup ayam buatannya sendiri. Hahah, bahkan kau dapat melihat betapa mencurigakannya sup itu dengan warna merah pekat yang sangat… berbahaya.

Kura-kura itu benar-benar berada dalam tingkat paling rendah dalam kehidupannya…!

"Tch, ayolah Ddangie! Ini akang sangat enak dan menyenangk-"

Krieeet~

"Aku kemba- YAK! APA YANG KAU COBA LAKUKAN, ANAK BABBOOO?!" pekikan seorang namja terdengar bersamaan dengan pintu yang terbuka. Namja itu dengan tergesa-gesa menghampiri anak babbonya, lalu menjitak kepala (besar) anaknya dengan penuh kasih sayang.

"AUUUUH!" ringis Yesung. "Umma!" rajuknya dengan bibir terpout sempurna.

Heechul sang umma tak peduli. Ia melirik Hangeng–yang masih berdiri di sana dengan wajah babbo–. Heechul mengirim deathglare terbaiknya. "Kenapa kau tidak melarangnya, HAH?!" desisnya penuh kemurkaan.

Hangeng sang suami hanya menatap Heechul dengan wajah yang semakin babbo. "Lho? Memangnya kenapa? Dia memberikan sup ayam untuk Ddangkomma yang sedang sakit. Bukannya itu hal baik?" ia balik bertanya dengan nada polos dan wajah tak berdosa.

Facepalm. "Ya Tuhan… kenapa aku bisa mempunyai suami sebabbo ini…" sungutnya sadis, tanpa memikirkan perasaan Hangeng yang tentu saja dapat mendengar sungutannya. Kedua chocolate indahnya kembali menatap Yesung, sang aegya. "Kenapa kau, hah? Mau meracuninya? Kau tahu kau sama sekali tak bisa memasak!"

Yesung mempoutkan bibirnya semakin imut –membuat Kyuhyun ingin menyerangnya. "Tapi umma-"

"Daripada membunuhnya, lebih baik kau menjualnya dengan harga mahal pada restoran Cina! Atau lebih baik lagi, membiarkan umma menyulapnya menjadi kura-kura panggang dengan saus barbeque yang LEZAT!"

Ddangkomma yang tadinya sangat berterima kasih pada Heechul, langsung menelan pujian-pujian manisnya itu bulat-bulat. 'KEJAM! DASAR PENYIHIIIR!'

Yesung terbelalak. "Ohhh… iya ya… Sungie mau makan kura-kura panggang buatan ummaaaa~!" soraknya riang gembira layaknya anak umur lima tahun.

Heechul tersenyum melihat wajah anaknya yang sangat menggemaskan. "Oke, biar umma masak sekarang ne, Baby~!"

"Yaaay~!"

GREP

Heechul mencengkram leher kurus(?) Ddangkomma dengan entengnya.

'KYAAAAAAAAAAAAAAHHHH!'

Seakan menyadari tatapan mematikan yang berasal dari sang aegya, Yesung segera menarik kata-katanya. "A-aniya! Umma tidak boleh memasaknya! Dia adalah aegya Sungie satu-satunya! Masa umma mau membunuh cucu umma sendiri?!" cegahnya sambil melompat ke atas ranjang Ddangkomma yang tak seberapa luasnya. Ia mendekap Ddangkomma dengan erat –berusaha menjauhkan kura-kura malang itu dari cengkraman Heechul, dan tentu saja hal itu mengakibatkan sang kura-kura malang terkena sindrom sesak napas.

'KHHH! KHHH!'

"Hmph. Cucu? Aku tidak butuh cucu tak jelas sepertinya!" sindir Heechul pedas sambil berjalan menjauhi DdangSung(?). Tatapannya teralih pada seorang namja berwajah masam yang masih setia berdiri di depan pintu kamar rawat. "Bocah, berikan minuman itu untuk Hannie dan Babyku!"

Kyuhyun menghela napas, lalu berucap dengan tanpa semangat, "… Baikkk…" ia menghampiri Hangeng, lalu memberikan sekaleng kopi susu.

Hangeng menerima minuman kalengan dari Kyuhyun dengan senyum ramah. "Gomawo, Kyuhyun ah,"

Kyuhyun tersenyum sekilas, lalu mendekati Yesung yang masih memeluk Ddangkomma dengan erat. Kali ini, si jenius memasang wajah letih yang sangat dibuat-buat. Rupanya selain jenius, dia juga cukup pandai berakting. Sepertinya memang turunan kedua orang tuanya.

"Ini Baby…" gumam Kyuhyun lemah seraya menyodorkan sekaleng minuman kepada Yesung.

Yesung tidak merespon apapun. Ia hanya menatap Kyuhyun dengan tatapan khawatir, dan akhirnya membuka suara, "Kyu? Kenapa mukamu murung begitu?"

"Baby… hiks hiks…" Kyuhyun dengan cerdik memeluk tubuh mungil Yesung dengan manja.

'HEEKHH! MINGGIIRH! A-AKU TIDAK BIS… khhh…!' sang kura-kura megap-megap dalam detik-detik akhir hidupnya./plak/

Yesung merona. Ia balas memeluk tubuh Kyuhyun dengan malu-malu, apalagi dapat dirasakannya bibir tebal Kyuhyun menyapu ceruk lehernya, dan sesekali menghisapnya dengan lembut. "Hnghh… Kyuuu-"

"YAK! JANGAN MAIN PELUK ANAK ORANG, PERVERTO!"

PLAK!

"DAN SEENAKNYA SAJA KAU BERUSAHA MEMPERKOSANYA DI DEPAN MATAKU! BERANI SEKALI KAU, BOCAH CHOI!"

BUAK!

"KALAU SAJA KAU BUKAN ANAK KIM KIBUM DAN CHOI SIWON, SUDAH KUCINCANG KAU DARI DULU, DASAR SETAN!"

KREK!

:

:

-Seoul's Park…(Readerdeul: Apaan nih…?)

Nampak seorang namja ikan/plak/ yang tengah memeluk seorang namja monyet/plak/ yang kini tengah duduk di pangkuannya. Mereka menikmati malam yang indah ini dengan duduk-duduk di bangku taman hanya ditemani penerangan minim dari lampu taman.

Nama namja ikan itu Donghae, sementara sang namja monyet bernama Eunhyuk. Tadi Eunhyuk segera menyeret Donghae pergi dari ruang rawat Ddangkomma, sebelum Donghae yang penasarannya sangat over itu mulai sok-sok akrab dengan Heechul, dan dapat mengakibatkan cambukan di punggungnya.

Eunhyuk tersenyum saat merasakan lengan Donghae yang semakin memeluknya dengan erat. Dia sangat bahagia saat ini. Sungguh, tidak masalah jika dia akan begini terus selama beberapa lama.

Dia ingin merasakan pelukan hangat yang sudah lama tak ia rasakan ini.

… Sebentar lagi saja…

"Hyukkie,"

Eunhyuk menoleh sedikit ke arah Donghae di belakangnya. "Ne, Hae?"

Donghae tersenyum mendengar panggilannya. Ia kembali membuka mulut, "… Katanya kau jago dance, ya?" tanyanya sambil menopang dagunya menggunakan bahu Eunhyuk. Menghirup aroma strawberry yang sangat kental dari Eunhyuk.

Kedua chocolate milik namja manis itu terbelalak. "E-eh? T-tidak kok!" elaknya sambil membuang pandangannya kembali ke depan dengan wajah merona. Bagaimana Donghae bisa tahu soal ini…?

"… Yeoja bernama Hyoyeon itu menceritakan segalanya saat kau koma." jelas Donghae lembut seakan bisa membaca pikiran Eunhyuk. "Katanya kau sangat hebat dalam meniru tariannya."

Eunhyuk tersenyum manis. "Jinjja…? Tapi aku tidak sehebat itu kok, Hae… Hyo hanya melebih-lebihkannya."

Donghae ikut tersenyum. Ia menurunkan Eunhyuk dari pangkuannya dan berdiri dengan senyum lebar menghiasi wajah tampannya –membuat beberapa yeoja yang menatapnya pingsan seketika.

Eunhyuk mengernyit tak mengerti. "Hae?"

"… Ayo kita battle dance!" Eunhyuk membulatkan matanya mendengar seruan ceria Donghae.

"E-eh? Ta-tapi Hae!"

Donghae menggeleng tetap dengan senyum childishnya. "Tak ada tapi-tapian, Hyukkie~!" ia meraih handphonenya dan meletakannya di atas bangku taman setelah sebelumnya menyetel lagu Yeah-nya Usher dalam volume maximum.

Donghae mulai menggerakkan badannya. Ngedance sambil tetap menatap Eunhyuk dengan sorot mata lembut. Ia melakukan wave dan beberapa dance random lainnya seperti popping. Kini ia mulai menggerakkan tangan dan kakinya dengan cepat seirama dengan lagu yang menghentak-hentak.

Eunhyuk hanya melongo dengan wajah dungu. Tak tahu harus merespon apa. Ia hanya duduk di bangku taman dengan wajah yang tak terdefinisikan.

Donghae meraih tangan Eunhyuk dengan lembut, menuntunnya untuk menari bersamanya.

"KYAAAAAAAAAAAAA!" teriakan penuh keirian siapa lagi kalau bukan dari para yeoja penggila Lee Donghae.

Eunhyuk akhirnya mengikuti dance Donghae. Walau awalnya malu-malu, Eunhyuk mulai terpengaruh dan mengikuti dance energik dari Donghae. Ia menghentak-hentakkan tubuhnya mengikuti irama, dan sesekali melakukan berbagai macam dance keren yang author tak tahu namanya./pletak

Donghae terperangah melihat liukkan tubuh Eunhyuk yang sangat erotis.

"W-woww… dia seksi sekali…"

Donghae mendelik mendengar celetukan salah-satu penonton taman yang mulai ramai karena tertarik dengan dance duo EunHae.

Donghae meraih ponselnya kemudian mematikan musiknya, disambut erangan kecewa dari para penonton. Eunhyuk menatap Donghae yang tengah berwajah kusut dengan heran. "Gwenchanayo, Ha-"

Grep~

"KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!"

Donghae melumat lembut bibir sensual Eunhyuk setelah sebelumnya melingkari pinggang ramping Eunhyuk dengan sebelah lengannya.

Eunhyuk yang awalnya terkejut dengan serangan tiba-tiba Donghae, mulai menutup matanya menikmati lumatan namja tampan itu. "Hnghh… H-Haeh…"

Akhirnya Donghae melepas pagutannya ketika menyadari beberapa wartawan yang bermunculan. "Kita lanjutkan di rumah saja ne, aku tak mau orang-orang melihat wajah manismu," bisiknya dengan suara berat ditelinga Eunhyuk setelah sebelumnya mengecup singkat cuping telinga namja manis itu.

PESSH~

Eunhyuk merona mendengar bisikan menggoda Donghae.

JEPRET JEPRET

"Lee Donghae! Tolong jelaskan siapa namja ini!"

Dongha berbalik tanpa melepas pelukannya di pinggang Eunhyuk. Ia menatap satu-persatu pasang mata yang ada di situ. "Aku, Lee Donghae, dengan ini menyatakan namja ini, Park Hyukjae, sebagai milikku sepenuhnya! Dan tak lama lagi, ia akan berubah menjadi Lee Hyukjae! Lalu, lalu, akan hadir Lee kecil yang dapat membuat hidup kami semakin berwarna! Lalu! Lalu!"

Semua mata disitu terbelalak, tak terkecuali Eunhyuk yang merasa wajahnya semakin memanas mendengar pernyataan frontal dari Donghae tersebut. Lagi, dia terlalu banyak bicara!

Donghae menatap fangirlnya yang tengah melongo dengan tatapan intimidasi. "Jadi kalau sampai ada yang berani menyentuh bahkan menyakitinya, jangan salahkan aku jika mereka akan kehilangan beberapa bagian tubuhnya!"

GLEK

Semua pasang mata di situ menelan ludanya dengan susah payah. Sepertinya Donghae tak main-main dengan ancamannya, terbukti dengan kilatan serius di kedua obsidian teduhnya.

Donghae beralih menatap Eunhyuk dengan sorot mata lembut. "Apa kau marah, Hyukkie?" tanya Donghae sambil membelai pipi Eunhyuk yang sudah dihiasi semburan merah muda.

Eunhyuk menggeleng sambil membenamkan wajah merahnya ke dalam dada bidang Donghae. "A-aniya… aku… sangat bahagia, Hae…"cicitnya malu.

Donghae tersenyum gembira. Ia kembali menatap ke arah wartawan. "Dan sebagai kenang-kenangan, aku akan mengumumkan bahwa…"

"… Duo EunHae akan memulai debutnya bulan ini juga!"

"MWOOOOOOO?!"


-Back to The Animal Hospital…

Kyuhyun duduk bersimpuh di lantai ruang rawat. Caramelnya sesekali melirik Heechul yang ngobrol dengan Yesung di atas tempat tidur Ddangkomma. Heechul terkadang mencubit-cubit pipi chubby Yesung. Sungguh… Kyuhyun akan memberikan apapun jika bisa menggantikan posisi Heechul saat ini…

Ah ya… bukannya Kyuhyun mau duduk bersimpuh seperti pembantu yang teraniyaya, namun sang ibu mertua dengan 'baik hatinya' menyuruhnya untuk duduk di lantai. Dan kau takkan bisa menolak perintah Cinderella cantik itu! lagi-lagi Kyuhyun harus mengorbankan harga dirinya…

"Hhh… Dasar anak babbo!" Heechul mencubit hidung bangir Yesung dengan gemas. Ia melirik sadis ke arah Kyuhyun yang masih duduk bak tawanan teroris. "Bocah, basahkan lap ini! Aku ingin mengompres dahi babyku."

Kyuhyun dengan sigap menangkap sebuah kain lap yang dilempar Heechul tanpa niat.

Yesung mengernyit. "Tapi umma, yang sakit itu 'kan Ddangie…" Yesung melirik Ddangkomma yang masih tertidur dengan damai di gendongan Hangeng.

Heechul menggeram. "Aku tak peduli dengan kura-kura itu! Kau ini juga sedang sakit tauk! Demammu belum juga turun! Hish! Sudah, jangan cerewet!" Heechul kembali menatap Kyuhyun yang masih bengong.

"WOI! KUBILANG CEPAT BASAHKAN LAP ITU, BOCAH BLO'ON!"

"I-iya, nyonya!" Kyuhyun buru-buru keluar kamar sebelum Heechul yang murka dengan panggilan 'nyonya'nya melemparkan cangkang Ddangkomma tepat ke wajah tampannya.

Cuuurr(?)

Kyuhyun menyalakan keran kamar mandi, lalu mulai membasuh lap itu dengan air keran. "Hhh… ahjumma itu benar-benar…" rutuk Kyuhyun kesal. Diingatnya lagi wajah manis Yesung saat sedang tertawa dengan Heechul.

Tidak relaaa…

'… Apa Yesung akan setuju yah, kalau aku mengajaknya kawin lari…?' pikiran Kyuhyun mulai ngaco.

BRAK!

Kyuhyun terperanjat mendengar pintu kamar mandi yang dibuka dengan kasar. Caramelnya mendapati dua sosok namja bertubuh kekar yang setara dengan preman jalanan yang biasa nongkrong di samping halte bus(?). Kedua namja sangar itu menatap Kyuhyun dengan wajah garangnya.

Kyuhyun mendelik. "Apa lihat-lihat?! Tidak pernah lihat orang cakep yah?" tanyanya narsis.

Kedua namja kekar itu tanpa basa-basi, segera mengunci tangan Kyuhyun. Kyuhyun kaget dengan gerakan tiba-tiba kedua namja kekar itu.

"YAK MAU APA KALIAN?!" bentaknya marah sambil berusaha berontak. Namun cengkraman kedua namja itu terlalu kuat. "YAK! LEPAA-"

BRUGH!

Kata-kata Kyuhyun terhenti saat ia ditendang masuk ke dalam salah satu bilik kamar mandi. "AUH! APA-APAAN INI?!" bentaknya marah sambil mengusap bokong sexy(?)nya.

BRAK

Sebelum Kyuhyun dapat bangkit dan menghajar wajah kedua namja sangar itu, mereka telah menguncinya dari luar. Kyuhyun semakin panik. Ia menggedor-gedor pintu seperti orang kesetanan. "W-woii! Ini sama sekali tidak lucu! BUKAAA!"

Terdengar suara dua namja di luar. Tampaknya mereka tengah berbicara dengan seseorang di telepon.

"Ne, Tuan Hongki. Kami sudah membereskannya sesuai permintaanmu."

"Ne, ne. kami tidak mengatakan apapun soal nyonya Heechul kok."

"…!"

Terdengar suara kencang dari ponsel milik namja sangar itu.

"I-iya, mianhamnida. Maksud kami tuan Heechul! Maafkan kelancangan kami…"

"Ne… dia tidak tahu apa-apa kok. Arraseo. Kami akan kembali."

Setelah itu terdengar suara pintu kamar mandi yang terbuka, dan tertutup kembali menandakan kepergian dua namja kekar itu.

"Tch…! Ahjumma itu memang…" Kyuhyun menghantamkan tinjunya di dinding bilik kamar mandi. "… Lagipula, perasaan kedua orang itu bodoh sekali. Apa mereka lupa aku ada di sini dan bisa mendengarkan semua percakapan mereka…?"

Kyuhyun menggeleng lalu menghela napas berat. "Sekarang… bagaimana caranya aku bisa keluar…?"


-Setengah jam kemudian…

Kyuhyun duduk di atas dudukan wc dengan wajah bete. Ia sudah mencoba segalanya untuk membuka pintu bilik wc ini, namun hasilnya nihil. Ia sudah mencoba mendobrak, menendang, memukul, meninju, mencium(?), bahkan menghantamkan kepalanya sendiri sehingga menghasilkan benjol raksasa di atas dahinya, tapi tetap saja pintu itu berdiri dengan kokoh tanpa lecet sedikitpun. Jadi satu-satunya harapan Choi muda ini adalah menunggu seorang baik hati untuk masuk ke dalam wc umum ini, lalu membebaskannya. Yah, kesampingkan sejenak soal harga diri!

"Damn…" rutuknya. "Kenapa dari tadi tidak ada yang masuk sih?! Menyebalkan…" sungutnya kesal. sudah hampir setengah jam ia menunggu bantuan, namun tak ada satu sosok manusiapun yang masuk kemari. Sepertinya si Choi muda sedang sial~...

Krieet~

Tubuh Kyuhyun menegang tatkala mendengar suara pintu kamar mandi yang terbuka.

"Kau yakin tak mau kutemani~?" terdengar suara genit yang familiar(?).

"A-aniya! Hyung tunggu di luar saja! Aku hanya sebentar kok!"

Kedua caramel Kyuhyun membulat. Ya, dia kenal dengan baik suara siapa ini! Sepertinya Tuhan masih menyayangi iblis kecilnya ini~…

Ia loading sejenak saat mendengar suara bilik wc di sebelahnya yang tertutup. Tiba-tiba ia berteriak histeris-

"Changmin! CHAAANGMIIIIN! WOII! AKU DI SINIII! TOLONG AKUUUU!" jerit Kyuhyun tak tau malu.

Namja yang ternyata Changmin itu terbelalak saat mendengar jeritan ala yeoja dari dalam salah satu bilik wc yang sama dengannya.

Ia keluar dari dalam bilik kamar mandinya tanpa menaikkan celana jeansnya dan hanya menyisakan boxer kura-kura pemberian Yesung tempo hari. "Kyu…? Kyu?! Kau di mana?! KYUUU~!" jeritnya tak kalah histeris.

Benar-benar duo evil tak tau malu…

BRAK!

"ADA APA CHANGMIN AH?!" teriak Erik panik. Kedua caramelnya langsung terbelalak saat melihat keadaan Changmin yang bagian bawahnya hanya ditutupi boxer. Changmin yang shock dengan kedatangan Erik hanya menatap namja tampan itu dengan mata melotot.

"…"

Serr~

Wajah Changmin sontak memerah melihat darah yang terus meluncur dari dalam hidung Erik. "YAA! HYUNG MESUUUUM!"

PLAK!

"BUOHOKH!" dan semakin banyaklah darah yang keluar dari dalam hidung sang Choi sulung~…

"WOIII! SEDANG APA KALIAN!? CEPAT TOLONG AKU! AKU DI SINIIII!"

"K-Kyu? Kenapa kau bisa terjebak di dalam bilik kamar mandi?" tanya Changmin setelah menaikkan celananya dengan terburu-buru.

"TOLONG. AKU." Desis Kyuhyun kesal. "Cepat cari linggis atau papan besi!"

Changmin mengernyit heran. "Buat apa?"

Kyuhyun mengacak rambutnya frustasi. "BUAT APA?! YA BUAT MEMBUKA PINTU KAMAR MANDI, EVIL BABBOOOO!"

Changmin mendelik. "Yak! Kau juga evil!" hardiknya dengan wajah cemberut.

"Jangan cerewet! Cepat cari sesuatu untuk membukanya!"

Changmin memiringkan kepalanya imut. "Untuk apa melakukan itu, jika…" Ia mendekati bilik kamar mandi Kyuhyun lalu memutar kunci yang masih tertempel dengan sempurna di lubang kunci. "… Masih ada kunci di pintunya?"

GUBRAK

Kyuhyun terjengkang ke belakang dengan tidak elitnya. Sepertinya kedua namja tadi hanya menang di otot, bukan di otak…

"Hah?! Jadi Heechul ahjussi yang melakukan ini dengan perantara si namja Hongki itu?!" tanya Changmin tak percaya. Kini ia, Kyuhyun, dan Erik –yang sudah menyumpal hidungnya dengan tisu–tengah ngerumpi di lantai kamar mandi.

MENGENASKAN.

Kyuhyun mengangguk dengan wajah serius. Ia lalu memberitahu tentang perkataan Heechul padanya saat berada di mesin otomatis.

"HAH!? Heechul ahjussi berkata begitu? OH MY GAMEEE!" jerit Changmin lebay.

Kyuhyun mendelik. "Jangan lebay!" ia kembali membuang napas berat. "Sepertinya orang itu benar-benar berbahaya…"

Erik mengangguk setuju. "Aku dulu sempat ketahuan oleh Heechul ahjussi saat sedang kencan diam-diam dengan Yesungie." Curhatnya. "Sejak saat itu, aku merasa selalu dimata-matai, dan banyak juga kejadian sial yang menimpaku!"

Kyuhyun memicingkan matanya. "Kejadian sial? Seperti?"

Erik mengenang kembali masa lalu gelapnya. "… Aku pernah hampir jadi santapan hiu saat berenang di kolam renang yang entah bagaimana ada hiunya. Belum lagi, aku disuruh Heechul ahjussi melawan Hangeng ahjussi yang notabenenya seorang master martial arts! Pernah juga aku terjebak di antara pertempuran mafia yang kalau tak salah melibatkan salah satu sahabat Heechul ahjussi."

Changmin dan Kyuhyun berpelukkan dengan wajah horor.

"… Tapi yang paling parah adalah…" Erik memberi jeda sejenak dalam kata-katanya. Ia menatap Kyuhyun dengan wajah mengenaskan. "… Aku pernah hampir diperkosa oleh sekelompok waria yang disewa oleh Heechul ahjussi!"

PYAAAAAAAAAAAARRR

Kyuhyun merasakan matanya berkunang-kunang. Sungguh mimpi buruk! Bagaimana bisa namja sesadis itu menjadi umma Yesung?! "L-lalu…? Apa kau bisa selamat, hyung…?"

Erik tersenyum lebar sambil mengangguk. "Ya, aku bisa melewati semuanya dengan bantuan beberapa temanku, Hyesung hyung, Andi, dan Jongjin. Akhirnya Heechul ahjusshi membiarkan kami pacaran dengan tenang." Ungkapnya sambil mengenang masa lalu. "Tapi setelah aku meninggalkannya selama beberapa tahun ini, aku tak yakin Heechul ahjussi akan memberiku ijin untuk bersama dengan aegyanya."

Kyuhyun mengangguk-angguk. Kalau hyungnya saja bisa, berarti dia juga bisa! "Changmin ah!" ia menatap Changmin dengan wajah serius.

Changmin ikut mengangguk sambil mengacungkan jempol kanannya. "Berjuanglah."

PLETAK!

"YAK! MASA KAU HANYA BILANG BEGITUUU!?" pekik Kyuhyun tak terima.

Changmin memegangi kepalanya dengan raut wajah mau nangis. "HABISNYAAA! DIA BUKAN TIPE ORANG YANG BISA DILAWAN TAUUUUK!" jeritnya. "KAU TIDAK DENGAR PENUTURAN ERIK HYUNG TADI?! BISA-BISA KITA JADI UMPAN IKAN, ATAU LEBIH PARAHNYA LAGI, KEHILANGAN KEPERAWANAN DI TANGAN WARIADEUL ITUUUUU! ANDWAE! ANDWAE! SHIRREOO! MASA MUDAKUUUU!"

Kyuhyun menggeleng keras-keras. Hyungnya saja bisa bertahan hidup dengan bantuan temannya –walau sangat sulit! Bagaimana ia bisa bertahan hidup kalau cuma sendirian?! TRAGEDI! Masa ia dikeroyok waria?! Mau ditaruh di mana harga dirinya ini?!

"TAPI TAPI, KALAU HANYA SENDIRIAN, AKU BISA DICINCANG NENEK SIHIR IT-"

KREET

Pintu kamar mandi terbuka dengan cukup kasar, menampilkan wajah cantik seorang namja yang tengah tersenyum(Read: menyeringai sadis) ke arah ketiga namja yang melotot takut ke arahnya.

"BOCAAAHHH~! KENAPA KAU LAMA SEKALIII~~~? BABYKU SUDAH MENUNGGUUU!" Heechul mencengkram kerah kemeja Kyuhyun. "KAJJAA~…"

Heechul menyeret Kyuhyun–yang mencengkram lantai kamar mandi sambil menatap EricMin(?) minta bantuan– keluar dari kamar mandi.

BLAM

Changmin menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "… Hmm… kurasa aku memang harus membantunya." Ia menatap Erik. "Hahhh… mian Hyung. Tapi sepertinya hari ini aku harus mengurus beberapa hal. Hyung pulang duluan saja." Ucapnya tak enak hati. Bagaimanapun juga, ialah yang meminta Erik untuk menemaninya.

"Apa maksudmu, Changmin ah?" Changmin mengernyit.

Erik tersenyum lebar. "Aku akan menemanimu,"

Changmin terbelalak mendengar ucapan Erik. "E-eh? Tapi-"

"Tenang saja. Bukannya aku sudah berjanji akan menemanimu selama seharian ini?" tanya Erik sambil membelai pipi Changmin dengan lembut.

PEESSHH~

"… Mianhae." Gumam Changmin sambil menunduk.

Erik tersenyum lembut. Diraihnya dagu Changmin, lalu mendekatkan wajahnya dengan perlahan.

Changmin terbelalak. Ia buru-buru menutup matanya. "…"

Erik tertawa tanpa suara. Ia lalu ikut menutup matanya.

Chu~…

Changmin merasa wajahnya semakin memanas saat merasakan bibir Erik yang menyentuh dahinya dengan lembut. "H-hyung…"

Erik menjauhkan wajahnya dengan senyum lebar. "Bukan masalah. Hyung akan selalu membantumu, arrachi?"

Changmin mengangguk dengan wajah merah padam. "A-arraseo…"

Erik tertawa, baru saja ia hendak bertindak lebih jauh, telepon Changmin berdering.

Ting ting~

Devil will never gonee~! We will live inside youuuu~! We will make you cryyy~! Heavenly trusteddd~! We'll GROW inside your miiind! Never go awaaay~! Oh yeah!

Ting ting~

Changmin meraih ponselnya untuk membuka sms dari Kyuhyun. Begitu pula dengan Erik yang mencuri baca isi sms dari dongsaeng 'manis'nya itu.

'JANGAN PACARAN MULU! CEPAT BANTU AKU! NENEK SIHIR INI BARU SAJA DENGAN SOK TAK SENGAJA MENDORONGKU MASUK KE DALAM KUBANGAN LUMPUR! SEKARANG AKU SEDANG DITERTAWAKAN OLEH SEKELOMPOK ANAK KINDER GARTEN!'

Changmin langsung beraut wajah serius. Ia meraih kacamata hitam yang terselip di dalam saku jaketnya, kemudian memakainya. Ia menatap Erik. "Hyung, jika hyung memang mau membantuku, sebaiknya hyung menyamar!"

"E-ehh?"

Changmin menyeringai evil membuat Erik melangkah mundur. "Kita akan mencari informasi tentang Kim Heechul dan namja Hongki itu, MALAM INI JUGA!"

Erik tersadar, ia baru saja menyeret dirinya sendiri ke dalam lingkaran setan sang duo Evil…


-EunHae's Apartement…

Krieet~

"Kami pulaaang~!" pekik Donghae ceria dengan Eunhyuk dalam gendongannya.

Eunhyuk menggumam malu. "H-Hae… t-turunkan akuu… aku bisa jalan sendiri…"

Donghae menggeleng dengan wajah serius. "Tidak boleh! Kau ini sedang terluka, Hyukkie! Aku tidak akan membiarkanmu-"

"Kenapa kalian lama sekal- YAAKKK! BOCAH IKAN! APA YANG KAU LAKUKAN PADA EUNHYUKKIE-KU?!"

Drap drap drap

BUAKH!

"AAUH! MINNIE HYUUUNG!" rengek Donghae sambil memegangi pipinya.

Sungmin yang tengah emosi merebut Eunhyuk secara paksa dari gendongan bridal style-nya Donghae. "KAUUU!"

Seorang yeoja cantik buru-buru menghampiri Sungmin yang hendak menghajar saeng manis(?)nya itu. "Sungminsshi! Tolong jangan lukai Donghaesshi!"

Sungmin merenggut. "Kau selamat karena Jungsoo umma, bocah ikan! Tapi jangan kira kau bisa lain kali…" ia beralih menatap Eunhyuk dengan wajah khawatir. "Eunhyukkie? Kau baik-baik sajaa?" tanyanya sambil menyentuh dahi Eunhyuk yang terbalut perban.

Eunhyuk tersenyum manis sambil mengangguk. "Ne, Minnie hyung… aku hanya terkena lemparan batu tadi…"

Kedua chocolate bening Sungmin membulat. "MWO?! SIAPA YANG BERANI MELEMPARMU!?" bentaknya marah. Siapa yang berani melempari saeng TUNGGALNYA ini dengan batu?! Sungmin tidak akan pernah memaafkan mereka!

Eunhyuk tergagap melihat Sungmin yang mulai tersulut emosinya. "A-ah, tapi aku tidak apa-apa kok hyu-"

"LEE DONGHAE!" pekik Sungmin membahana. Ia menatap dongsaeng-tak dianggap-nya itu dengan mata berkilat-kilat.

Donghae menggembungkan pipinya. "Mereka fangirlsku, hyung. Tapi aku sudah memberi mereka pelajara-"

"YEOJA-YEOJA ITUUUUUUUUUUUU…" Sungmin hendak berjalan keluar rumah, namun Eunhyuk segera menahannya dengan cara memeluk perut bunny hyungnya itu.

"Hyuuung~… jeongmal gwenchana… aku baik-baik saj-"

Sungmin berbalik menghadap Eunhyuk dengan wajah garang. "KALAU KAU BAIK-BAIK SAJA, KENAPA KEPALAMU DIPERBAN?!"

Eunhyuk mempoutkan bibirnya imut. "Unghh… mereka hanya terlalu mencintai Hae…"

"Tapi aku lebih mencintaimu!" seru Donghae dengan wajah innocent.

Pesh~

Eunhyuk merona mendengar seruan polos Donghae.

BUAK!

"AARGH!"

"Jangan bicara macam-macam, bocah ikan…" desis Sungmin sadis.

Jungsoo berusaha menenangkan Donghae yang kini asyik berguling-guling penuh kesakitan di lantai.

Sungmin menatap Eunhyuk sembari menghela napas berat. "Ya sudahlah kalau kau memang merasa baik-baik saja. Tapi…" ia kembali melirik Donghae, sang dongsaeng. "Apa maksud ucapanmu pada pers, Lee Donghae…?"

Donghae berhenti berguling-guling. Ia duduk di lantai sambil memiringkan kepalanya innocent. "Ucapan apa, hyung?" ia mengerjap-erjapkan matanya imut.

"…." Sungmin mengangkat sofa ruang tamu sambil menatap Donghae dengan tatapan pembunuh.

"KYAA! HYUNG HYUNG! AKU SUNGGUH-SUNGGUH! AKU TIDAK TAHUUU! KYAA!" jerit Donghae panik. Hei, kita bicara soal Lee Sungmin di sini! Kalau Donghae sampai salah langkah maupun bicara, dapat dipastikan ia akan mendekam di rumah sakit selama lebih dari sebulan!

Eunhyuk buru-buru memeluk Donghae yang duduk bersimpuh di lantai.

Sungmin yang melihat Eunhyuk berada di dekat targetnya, memutuskan untuk menurunkan kembali kursi yang tadinya ditujukan kepada sang dongsaeng–tak dianggap–nya.

Ia berlari menuju ruang keluarga. Sejurus kemudian, ia kembali dengan televisi di tangan(Readerdeul: BUSET!). Ia mengarahkan layar tv itu pada EunHae, lalu memutarnya menggunakan remot kontrol.

ZIIT

Nampak wajah Donghae dan Eunhyuk yang kini diterpa oleh puluhan blitz kamera.

JEPRET JEPRET

"Lee Donghae! Tolong jelaskan siapa namja ini!"

Dongha berbalik tanpa melepas pelukannya di pinggang Eunhyuk. Ia menatap satu-persatu pasang mata yang ada di situ. "Aku, Lee Donghae, dengan ini menyatakan namja ini, Park Hyukjae, sebagai milikku sepenuhnya! Dan tak lama lagi, ia akan berubah menjadi Lee Hyukjae! Lalu, lalu, akan hadir Lee kecil yang dapat membuat hidup kami semakin berwarna! Lalu! Lalu!"

Nampak Eunhyuk yang terlihat semakin merona.

Donghae beralih menatap kearah fangirlnya yang tengah melongo dengan tatapan intimidasi. "Jadi kalau sampai ada yang berani menyentuh bahkan menyakitinya, jangan salahkan aku jika mereka akan kehilangan beberapa bagian tubuhnya!"

GLEK

Donghae beralih menatap Eunhyuk dengan sorot mata lembut. "Apa kau marah, Hyukkie?" tanya sambil membelai pipi Eunhyuk yang sudah dihiasi semburat merah muda.

Nampak Eunhyuk menggeleng sambil membenamkan wajah merahnya ke dalam dada bidang Donghae. "A-ani… aku… sangat bahagia, Hae…"cicitnya malu –namun masih tertangkap video recorder milik para wartawan.

Donghae menatap ke arah kamera, lalu membuka mulut, "Dan sebagai kenang-kenangan, aku akan mengumumkan bahwa…"

"… Duo EunHae akan memulai debutnya bulan ini juga!" serunya lantang dengan wajah yakin 100%.

Dan setelah itu terdengarlah teriakan dari berbagai penjuru arah… "MWOOOOOOO?!"

PATS

Sungmin mematikan tv lalu menatap Donghae dengan wajah manis. "Ini bohong 'kan?"

Donghae tampak loading sejenak, kemudian kedua obsidiannya membulat lucu. "Oh iya! Tentang itu ya!" dia mengangguk-ngangguk paham. "Ternyata beritanya menyebar dengan cukup cepat yah! Media memang hebat~!"

"…"

Donghae mengkeret saat merasakan aura Sungmin. "U-ugh, aku tidak main-main kok hyung… aku ingin memulai debut duoku dengan Hyukkie…"

Eunhyuk terbelalak tak percaya. Dikiranya Donghae bicara begitu agar mereka selamat dari serbuan papparazi. "E-eh, tapi aku tidak bisa menyanyi, Hae…!"

Donghae tersenyum manis. "Kata siapa? Dulu kita sering bernyanyi bersama, kau ingat…?" tanyanya lembut.

Eunhyuk menatap kedua obsidian teduh Donghae yang hanya berjarak beberapa senti dari wajah merahnya. "U-ugh… Hae…" kedua chocolatenya menyayu karena malu.

Donghae diam sejenak melihat pemandangan indah di depannya ini. Ia kemudian mendekatkan wajahnya. "… Hyukkie…"

Chu~

"Hngh…" Eunhyuk mendesah kecil saat merasakan lidah Donghae menyapu lipatan bibirnya. "… Ah… Ha-Haee…" ia terkejut saat merasakan tangan Donghae yang 'sedikit' meremas juniornya.

Donghae menatap kedua sarang chocolate Eunhyuk yang tertutup. "Hyukkie… kau manis sekal-"

BUAKH!

"ARGHH!"

"APA YANG KAU LAKUKAN, BOCAH IKAAAAAAAAAAANNN?!"

"AIYAH HYUUUNG! TAK BISAKAH KAU BICARA DULU, BARU BERTINDAAAKK?!"

BUAKH!

"JANGAN NGEYEL KAU, DASAR SILUMAN IKAN PENYET!"

Ternyata bukan hanya Kyuhyun saja yang harus 'berjuang'~…


-Kyuhyun's House…

Keluarga Kim plus satu Choi telah kembali dengan selamat di rumahnya –atau lebih tepatnya rumah si namja Choi. Keluarga Kim hanya menumpang –dengan seenaknya. Si Ddangkomma baru bisa diambil besok karena harus check up kesehatan sekali lagi.

Kini, mari kita bergerak ke masalah utama…

Heechul menatap Kyuhyun dan Yesung yang tengah berpuppy eyes. Ia menggeleng menolak aegyo anak dan 'calon menantu super tak pasti'-nya. "TIDAK." Tegasnya.

Yesung mempoutkan bibirnya imut. "Tapi umma… di luar sedang mendung… umma tahu 'kan kalo Kyu-"

"Hahh… apa perlu kuulangi lagi, Kim Jongwoon?" Heechul melirik aegyanya itu dengan tajam. "Kyuhyun, kamar utama. Yesung, kamar tamu. SEKARANG!"

Dan seperti yang diketahui semua kenalan Kim Heechul, sekali namja cantik itu memutuskan, maka hanya Tuhan dan ia sendiri yang bisa merubahnya kembali…

:

:

JRAASSHH…

Kyuhyun menatap jendela kamarnya. Di luar hujan deras, dan hal yang ditakutkan Kyuhyun sepertinya akan segera datang.

… Ya. Tanpa Yesung di sisinya!

"Oh Tuhan… salah apa Daku sampai mengalami hal seperti ini…" isaknya menyedihkan. "… Si pabbo itu sedang ngapain sekarang…?" ia melirik jam dinding di kamarnya. Sudah jam setengah sebelas, jadi seharusnya Yesung sudah tidur sekarang.

"…" Kyuhyun tersenyum lembut. "… Saranghaeyo, baby…" ia kembali menatap keluar jendela. "Aku janji akan membuat ummamu merestui ki-"

JDAAARRRR!

-Yesung's Room…

Terdengar dengkuran halus milik si namja manis. Sepertinya ia sudah cukup lama terlelap. Ia mengenakan piyama merah muda dengan motif bunga mawar merah pemberian ummanya. Cukup norak memang, tapi namja manis itu tidak terlalu bodoh untuk membantah perkataan ummanya.

Yah. Semuanya tenang-tenang saja, sampai-

JDAAARRRR!

"KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAHHH~!"

Dan yeah, suara 'indah' itu kembali berkumandang bagaikan suara kaset rusak di dalam rumah tersebut…

Si namja manis terlonjak kaget mendengar teriakan tak tahu malu yang berasal dari kamar di sebelahnya. Ia mengucek-ngucek matanya perlahan. "Kyu…?"

JDRUAAAAAAAAAAAAARRR!

"KYAAAAAHHH! A-ANDWAEE!"

Oke, ia semakin yakin itu teriakan Kyuhyun. Buru-buru ia melangkah keluar kamar dengan bertelanjang kaki. Yang ia pikirkan saat ini, adalah Kyuhyun. Namja Cho yang–ngakunya– super sempurna, namun sangat ANTI terhadap segala sesuatu yang berhubungan dengan PETIR. Ya, kau boleh menertawakannya sekarang.

Krieet

Tanpa menutup pintu kamarnya, Yesung –nama namja manis itu, berlari secepat yang ia bisa menuju kamar Kyuhyun. "K-Kyuu? Kau baik-baik saja?" namun langkahnya terhenti begitu ia tiba di depan kamar Kyuhyun.

"… Aduh…" yang dilihat oleh namja manis itu? pintu kamar Kyuhyun yang benar-benar tertutup rapat. Beberapa lapis selotip telah menghiasi sisi-sisi pintunya.

Sepertinya ummanya adalah orang yang teramat sangat licik…

BRAK BRAK

"PABBOOOOO!"

Terdengar gebrakan dari dalam kamar. Yesung buru-buru mendekat, dan berusaha membuka pintu. Tapi ternyata pintunya juga dikunci!

"K-Kyuuu! Buka pintunya! Kenapa kau menguncinya, haaah?!" teriak Yesung panik sambil menggedor-gedor pintu.

Kyuhyun terbelalak mendengar teriakan Yesung. 'KIM HEECHUL ITUUUUUUUUUUUUUUUUUU!'

JDAAAARRR

"KYAAAHHH! HIKS HIKS!"

:

:

-In another room…

Hangeng menatap Heechul yang tengah bersandar di dinding kamar dengan seringai puas menghiasi bibir tebalnya. Namja cantik itu memainkan kunci dan sebuah selotip di kedua tangannya.

Oh ternyata…

Hangeng menghela napas. "Chullie, apa kau yakin tidak masalah jika membiarkan Kyuhyun sendirian? Sepertinya anak itu benar-benar takut dengan petir…"

Heechul mendelik. "Kau diam saja deh! Aku hanya mau mengetesnya tauk!" Heechul kembali menyeringai ketika mendengar jeritan-jeritan histeris Kyuhyun. "Jika ia bisa bertahan di tengah hujan petir ini selama sejam, maka ia lulus dari tesku ini! Hhahaha~! Ini benar-benar sangat menyenangkan~!"

Hangeng hanya geleng-geleng mendengar niat istrinya. Percayalah, Heechul adalah namja yang baik. Hanya saja… ia menjadi begitu posesif dan licik jika sudah menyangkut tentang anaknya, Kim Jongwoon atau Yesung. Bahkan dirinya sendiri yang notabenenya adalah suami namja cantik itu, langsung ditendang keluar kamar saat ketahuan mencium pipi Yesung yang baru berumur 6 tahun.

Hei! Apa salahnya seorang appa memberi ciuman selamat tidur kepada anaknya?!

"YANG BISA MEMBERINYA CIUMAN SELAMAT TIDUR ITU, HANYA AKU, KIM HEECHUL! JANGAN MACAM-MACAM, KAU NAMJA BABBO!"

Dan yeah, itulah yang dikatakan Heechul saat Hangeng berusaha merundingkan masalah tersebut. Kalah mutlak.

Heechul tertawa terbahak-bahak saat kembali mendengar suara petir yang berlomba-lomba dengan suara jeritan sang Choi Kyuhyun. "Hihihhi, rasakan itu, bocah."

Seringai di wajahnya semakin lebar ketika chocolatenya menatap jam dinding. "… Mari kita lihat apa kau pantas bersanding dengan Yesungku~…"

Hangeng hanya meraba bulu tengkuknya yang berdiri.


-Sejam kemudian…

JRASSHHH

JDAAARRR~! JDDAAARRR!

Heechul mengernyit. "Kok rasanya sudah sejam bocah itu tidak berteriak…? Padahal masih hujan petir…" gumamnya curiga.

Hangeng yang sedari tadi membaca buku tentang martial artsnya hanya tersenyum. "Bagaimana kalau kau melihat keadaannya? Aku berani bertaruh Yesunglah yang membuat Kyuhyun tenang!"

Heechul memicingkan matanya. "Hmph! Boleh saja! Tapi kalau aku tidak melihat Yesung di depan kamar Kyuhyun, maka kau harus menemaniku berbelanja akhir bulan ini!"

Heechul keluar kamar, meninggalkan Hangeng yang tengah berwajah pucat pasi.

:

:

Heechul mengendap-endap bagaikan ninja mendekati kamar Kyuhyun. Kedua chocolatenya terbelalak saat menemukan sebuah bayangan manusia yang tengah duduk bersandar di depan kamar Kyuhyun.

"…" Heechul menghela napas. Ia mendekati sosok itu, berjongkok di sampingnya, lalu membelai pipinya dengan lembut. "… Apa kau yakin kau mencintainya, Baby…?"

Yesung tampak menggeliat sejenak, ia kemudian membuka mulutnya, "… Kyu…? Kyuuu… saranghaeyo… hngg… dasar namja seenaknyaa… kau membuatku jatuh cintaaaa… nyem nyem…" gumamnya yang tampak seperti igauan. "Mmm~… ummaaa…" igaunya lagi dengan senyum manis.

Heechul terdiam sejenak. Ia menarik jemari lentiknya dari pipi chubby anaknya. Ia beralih membelai surai hitam kelam Yesung. "Hmm… mianne baby. Tapi umma harus memeriksa dulu, apakah namja itu benar-benar sempurna untukmu…? Umma melakukan ini untukmu, baby…" bisiknya lalu mencium dahi Yesung dengan lembut.

Digendongnya Yesung bridal style –setelah sebelumnya melepas paksa selotip-selotip yang mengisolasi kamar Choi Kyuhyun, lalu membuka pintu Kyuhyun menggunakan kunci yang dicurinya dari dalam tas namja tampan itu ketika ia lengah.

Krieet~

Brugh

Heechul sedikit mengernyit. Ia melongokkan kepalanya ke dalam kamar yang hanya memiliki penyinaran minim, dan menemukan Kyuhyun yang sedang tertidur dalam keadaan menungging. Sepertinya tadi ia tertidur dalam posisi bersandar di pintu kamar, sama seperti Yesung. Namun karena gerakan Heechul, namja itu harus merasakan betapa kerasnya mencium lantai.

Heechul menggeram kesal. Ia membaringkan tubuh mungil Yesung di atas king bednya Kyuhyun dengan lembut. Ia melirik Kyuhyun yang masih dalam posisi tak elit. Ia tersenyum lembut. "… Sepertinya kau layak diberikan hadiah, bocah. Tapi mulai besok, jangan harap aku akan berbaik hati lagi!"

Heechul melangkah keluar kamar. Namun ia kembali berjalan mundur, lalu menghampiri Kyuhyun. Diraihnya ponsel dalam sakunya, lalu membidik Kyuhyun.

JEPRET JEPRET!

Heechul tertawa tanpa suara. 'Kibummie akan sangat berterima kasih padaku~! Posenya benar-benar NORAK! Hahahah!'

Selesai memotret beberapa sisi lain Si perfect Choi Kyuhyun, namja sadis itu melenggang keluar kamar.

Hangeng masih serius dengan buku martial artsnya, ketika Heechul masuk ke kamar dengan poutan di bibir penuhnya.

Hangeng menaikkan sebelah alisnya dengan heran saat melihat betapa masamnya wajah sang cinderella. "Ada apa Chullie?"

Heechul menggeleng. "Aku butuh bantuanmu mengangkat seekor tikus!" jelasnya sadis. "… Dan… sepertinya kau menang…"

Hangeng tertawa lepas, mengerti akan maksud Heechul. "Apa kubilang? Hahah, karena aku menang, aku ingin meminta hadiah darimu!" ia perlahan mendekati Heechul dengan seringai mengerikan di bibir tipisnya. Sungguh langka melihat senyum itu keluar dari si namja ramah nan lembut a.k.a Tan Hangeng. Namun sepertinya Heechul sudah berulangkali melihat sisi lain sang suami.

Wajah Heechul merona. "Yak! Dasar pervert!"

Hangeng tersenyum manis. Ia mengecup pipi Heechul dengan lembut, lalu melangkah menuju kamar Kyuhyun.

:

:

-Tak berapa lama kemudian…

"Zzzzz…"

"A-ah, ah…! H-Hannieeh~! Yah, yah~! Tepat di situ~! Ah~! Faster! Akh!"

Kyuhyun membuka matanya dengan berat. "Aish… siapa yang-"

"Ah ah! Hannie! Aku mau kelu- aaakhh~…"

Kedua caramel Kyuhyun membulat. Hei, dia tahu benar apa maksud suara itu! "Manusia itu! Beraninya dia melakukan 'itu' di atas seprei yang baru kubel-" ia terdiam, mendapati bahwa ia tidak tidur sendiri di atas king size bednya.

'… Yesung…?' batin Kyuhyun bingung. Perasaan tadi pintu kamarnya terkunci deh, dan yeah! Kyuhyun tahu siapa pelaku penguncian itu!

"… Apa namja itu yang membawa Yesung kemari…?" Kyuhyun mulai bermonolog.

'KYUUU~~' terdengar suara yang sangat familiar. 'MAKAN DIAAA!'

Kyuhyun mendecih. "Kau lagi…!"


KYUHYUN POV: ON


Si iblis muncul dan menyeringai ke arahku. 'Annyeong, Kyu~! Sepertinya kau sudah berbaikkan dengan si pabbo itu yah~!'

Aku mendelik. Bukan urusanmu! Cepat balik ke alammu sana!

'Awww, kenapa kau jadi kejam begitu~? Aku 'kan ingin mengabadikan moment penting ini~!' ia menyalakan kamera video yang didapatnya entah darimana.

Yak! Dasar setan perver-

"Kyuu…?" aku menoleh ke asal suara dan mendapati kedua sarang obsidian milik Yesung mengerjap-erjap.

TERLALU IMUT… bagaimana caranya aku bertahan jika seperti ini…? Kutarik semua kata-kataku. Hangeng ahjussi dan si nenek licik bisa melakukan 'itu' di atas sepreiku! Mau beronde-ronde juga, tak peduli! Yang penting… mereka tidak akan menggangguku dan si pabbo ini~…

"Ne, pabbo?" aku mencondongkan wajahku mendekatinya. Dapat kulihat semburat merah yang mulai menyebar di pipi chubbynya. Manis sekali~…

"U-uhhh… berhenti memanggilku pabbo, dasar Mr. seenaknyaaa!" ia memukul kepalaku dengan PELAN. "Nyem, nyem… kenapa kamarmu panas sekali, Kyuu~?"

Glek

Aku menelan ludahku dengan susah payah. Aku baru sadar jika keadaan Yesung benar-benar seksi saat ini. Wajah merah yang sedikit berkeringat, surai acak-acakkan, belum lagi piyama kebesarannya yang sedikit tersingkap sehingga menunjukkan perut rata dan dada mulusnya.#PLAK

Aku perlahan merangkak ke atasnya, lalu menindihnya.

"Kyuu~?"

Aku tersenyum. Kukecup dahinya, setelah itu kedua kelopak matanya, lalu turun ke pipinya. Caramel tajamku menangkap bibir cherry menggoda yang tengah mengeluarkan desahan-desahan yang membuatku 'terbangun'.

Segera kucium bibir cherry menggoda itu, mendapat erangan tertahan dari si empu bibir.

"Mmm… ah… Kyuu~…"

Aku mulai melumat bibirnya dengan lembut. Hell, bagaimana bibir ini bisa jadi semanis ini…? Padahal aku sudah menjamahnya berkali-kali, tapi kadar kemanisannya sama sekali tak berubah! Bahkan rasanya semakin manis dibanding ciuman-ciumanku yang lalu.

"Hnghh…" ia balas melumat bibirku dengan lembut. Dan tentu saja itu membuatku semakin bernafsu! Kugigit sedikit bibir bagian bawahnya, memintanya untuk membuka mulut.

"Auh…"

Setelah ia membuka mulutnya, aku segera menyelusupkan lidahku ke dalam rongga mulutnya. Memeriksa semua organ di sana, dan mengajak lidahnya untuk ikut bertarung dengan lidahku.

"Empph… Kyuhh… emh…" dapat kurasa kedua lengannya melingkar di leherku, dan sesekali menekan tengkukku. "Mmmh…"

Aku melepaskan ciumanku ketika ia memukul-mukul punggungku. Terciptalah jembatan saliva di antara bibir kami berdua. Aku mulai turun menuju leher jenjangnya.

"A-ah! Kyuhh…" erangnya saat aku meninggalkan jejak di leher putihnya. Aku kembali meninggalkan beberapa jejak di area lain di lehernya, membuatku dapat mendengar erangan erotisnya.

Aku kembali merangkak turun, dan mendapati piyama berwarna dan bermotif wow!-nya. Aku yakin si Kim Heechul itu yang memberikannya. Kubuka satu persatu kancing piyamanya, lalu mulai menggoda dua tonjolan di dadanya.

"A-auh… Kyuhh~… hunghh…" aku mulai menghisap nipple kanannya, sementara tangan kiriku memainkan nipple kirinya. Memelintirnya, mencubitnya, dan meremasnya dengan perlahan.

"U-uhm… Kyuuu…" aku melirik ke arahnya, dan mendapati wajah merah dengan keringat yang terus mengucur dipelipisnya. Jangan lupakan bibir cherrynya yang sudah membengkak.

Aku mendekatkan wajahku kembali ke wajahnya, lalu melumat bibir cherrynya dengan lembut. Aku menatapnya setelah melepaskan lumatanku. "… Saranghaeyo, baby…"

Ia tersenyum manis ke arahku. "Nado Kyuu~… sarangh- akh!" aku kembali ke dadanya setelah meremas nipple kirinya dengan cukup keras.

Aku kembali menghisap nipplenya, membuat tubuhnya melengkung karena sensasi yang tak pernah dirasakannya sebelumnya.

"Ehhmm… Kyuu~hh…" ia menekan kepalaku, membuatku semakin rakus memakan nipple cokelat menggodanya.

"Ohh… Kyuuh… hngmm…"

Aku menjilat sekali lagi nipplenya, lalu turun menuju perut ratanya. Begitu indah, perut ini bahkan sangat ramping hampir menyamai seorang yeoja. Kukecup perut ramping itu, lalu meninggalkan beberapa jejak di sana.

Ini dia…

Aku menatap gundukan di celana piyama milik Yesung. Sepertinya ukurannya tidak terlalu besar. Baru saja aku –dengan semangat 45, hendak menurunkan celana piyama milik babyku ini, sudah terdengar dengkuran halus.

Aku menoleh ke arahnya, dan mendapati malaikatku ini telah tertidur dengan wajah damainya. Aku tersenyum lembut. Aku merangkak naik, lalu mengecup dahinya.

"… Saranghaeyo, baby. Aku janji, aku akan berusaha menahan diri…" bisikku pelan. Tak ada respon selain dengkuran teratur dari bibir cherrynya yang masih sedikit membengkak.

Aku memilih untuk mengancingkan piyamanya, lalu memeluknya dengan erat.

… Aku tidak akan pernah mau melepaskannya. Tidak akan…


KYUHYUN POV: OFF


DevilKyu mempoutkan bibirnya kesal. "Yaah… padahal lagi seru-serunya…" ia mematikan tape recordernya, lalu melirik ke arah AngelKyu yang bersembunyi di belakang tumpukan buku-buku lama milik Kyuhyun. "… Hei, keluarlah. Kenapa kau jadi malu-malu begitu sih?"

AngelKyu menghampiri si devil dengan wajah cemberut. "Habisnya… aku tak tahu harus memasang wajah seperti apa saat berhadapan dengannya…"

DevilKyu menghela napas. "Aish, jinjja… kalian para malaikat memang sama saja…"

AngelKyu cengar-cengir. "Eh, aku boleh numpang lihat 'kan…? Tadi aku susah melihatnya dari balik tumpukan buku itu~…"

Sang devil memasang wajah bosan. "Hmph, ternyata ada satu yang beda." AngelKyu melotot. "Ngomong-ngomong…" DevilKyu melirik ke arah pintu kamar yang sedikit terbuka.

"… Sepertinya ada yang mengintip, yah…"

Sebuah senyum tergambar di bibir penuh milik Kim Heechul.

Krieet

Ia menutup pintu kamar Kyuhyun dengan sangat pelan, lalu melangkah kembali ke kamarnya.

:

:

Krieet~

Hangeng yang tengah berbaring di atas tempat tidur, menoleh ke arah Heechul yang baru masuk. Ia menaikkan sebelah alisnya dengan heran. "Apa terjadi sesuatu, Chullie?"

Heechul mengernyit. "Hah? Apa maksudmu?"

Hangeng tersenyum lembut. "Kau terlihat sangat senang…" jelasnya.

Heechul terbelalak. Wajahnya seketika memerah entah untuk alasan apa. "Y-YAK! ANIYA! KAU SALAH LIHAT!"

Hangeng masih cengar cengir. "Geureyo?"

PLAK

"JANGAN CEREWET, DASAR NASI GORENG BASI!"

Heechul menghentak-hentakkan kakinya, lalu membaringkan tubuhnya dengan posisi membelakangi Hangeng.

Hangeng tersenyum melihat tingkah Heechul. '… Sepertinya hari pernikahan mereka berdua akan segera datang…'

Ia memeluk Heechul dari belakang, namun segera ditendang Heechul sehingga membuat namja pemilik wajah oriental itu terjatuh dari atas tempat tidur.

"JANGAN PEGANG-PEGANG! KAU AKAN KEHILANGAN JATAHMU SELAMA SEMINGGU KARENA SUDAH BERANI MEMBUAT KIM HEECHUL MARAH!"

Sepertinya Hangeng dapat bergabung dengan organisasi 'seme-seme yang teraniyaya', bersama dengan Kyuhyun dan Donghae~.

TBC/plak/

Next Chapt:

"Pagi, baby. Boleh aku minta morning kissku~?"

BRAK

"MAU TIDUR SAMPAI KAPAN KALIAN! CEPAT BANGUN! DAN- YAAAAAAAAAKK! APA YANG KAU LAKUKAN, CHOI BABBO!?"

'Mungkin di rumah, Yesung dikuasai olehnya, tapi di universitas~? Oh Tuhan… jeongmal gomawoyo…'

"Changmin? Erik hyung? Apa yang kalian lakukan di sini? Dan… kenapa wajahmu jelek sekali, hyung? Apa kau tidak tidur semalaman?"

'INI KARENA KAU, DASAR SAENG KURANG AJAAAARRR!'

"Kau mendapat informasi tentang mereka?"

"Lee Hongki adalah ketua sebuah kelompok mafia terkenal di korea. Dia adalah buronan paling dicari oleh pemerintah saat ini."

"Dan hubungannya dengan Kim Heechul adalah…"

"Ne, tampaknya Kim Heechul memang tidak main-main, Kyu. Dia berbahaya."

"Apa kau yakin masih mau mempertahankan Yesungie, Kyu?"

"… AKU SUDAH MEMBUNUHNYA."

"Baik anak-anak, kita kedatangan teman baru –lagi! Masuklah!"

"…! D-dia…"

"Annyeong~… Kim Ryeowook imnida! Senang bertemu dengan kal-"

"WOOKIEEEEEEE~!"

"Itu tempat dudukku."

"Cerewet. Karena aku adalah penjaga Yesungie hyung, maka aku harus duduk di sini! Hush hush!"

"… Grrr…"

"CHOI KYUHYUN MENYATAKAN AKAN SATU KELOMPOK DENGAN KIM JONGWOON! TIDAK BOLEH ADA YANG PROTES, ATAU AKAN KUPENGGAL KEPALA KALIAN SEMUA!"

"ANDWAEH!"

"Loh…? Anda bukannya… orang yang waktu itu saya tabrak di rumah sakit?"

"… Arraseo. Akan kubayar berapapun yang kalian minta. Sebut saja harganya. Kredit maupun cash."

"… Permintaanku?"

"CULIK KIM JONGWOON DAN SEKAP DIA DI TEMPAT YANG SUDAH KUTENTUKAN."


Gyahahaha… Ucchan nggak tahu mau bilang apa… ini super duper random…*ngais-ngais sampah* waktu Ucchan buat ngetik teramat sangat sedikit… jadi mian kalau tak memuaskan ne!

Ini adalah hari terakhir Ucchan dapat bercumbu(?) dengan laptop Ucchan… mulai minggu depan… umma Ucchan akan menyembunyikan laptop malang Ucchan ini ketempat yang sangaaaaaattt jauh. Nunggu Ucchan selesai UL baru dibalikkin lagi.

Hiks.

Ummm… Ucchan mau nanya… enaknya masukin siapa yah, sebagai yeoja pengganggu hubungan KyuSung?/digeplak/ tenang! Gak bakal sampai Ucchan bikin Kyu tidur dengannya kok!/dibakar/

Yah, Ucchan Cuma mau minta pendapatnya saja! Gomawo dengan semua sarannya ne! sekarang… mari kita beralih kepadaaaaa~! Pembacaan revieeeew(?)~~!

Annyeong haseyooo! Kita bertemu lagiii~!*bermaksud memeluk*/ditendang/ eheeemm, lupakan saja yang tadi ne! Gomawo buat yang udah susah-susah ngerevieeew~!^w^ Ucchan sangat senang saat membaca semua review yang masuk~! Itu membuat Ucchan semakin terbakar(?) untuk terus melanjutkannya! Sekarang, Ucchan akan membalas review readerdeul sekaliaan~! Hana deul set, YAAAAAAAAKKK!/plak/

ranimaharsi: "Nyahahah! Iya! Hukuman buat Kyubaby!/plak/ naik rate? Hmmm~… mungkin sekitar 20 chapt lagi~… Ucchan becandaa~! Mungkin sekitar enam atau tujuh chapt lagi. Ucchan nggak janji loh yaa! … Miaaaaann! Ini sama sekali bukan uplaat!(readerdeul: SADAR DIRI JUGA LU!) mungkin… bulan januari baru Ucchan akan ngeupdate fic Ucchan lagi… mianneeT^T… btw, gomawo reviewnya ne, Har chan! Ucchan akan berjuaaang~!\^0^/"

lisunhae . cinjekor: "Gomawoo!^w^ wuaduh… umm… mungkin akan Ucchan update bulan Januari nanti…^^'/plak/ gomawo reviewnya ne, Sun chaan~! Moga-moga suka!^w^b"

bay05: "Eh, nggak Ucchan matiin kok! Cuma Ucchan ancem 'dikit'!/Turtle kicked!/ jinjja!? Kekeke, Ucchan nggak terlalu yakin pas mau ngupdate tapi syukur deh kalo Bay chan suka~! Yosh! Ucchan akan berjuaaangg!\^0^/ gomawo reviewnya ne, Bay chaan~!"

Guest: "Yosh, udah Ucchan lanjuut~! Gomawooo Est chaan!^w^b"

lilis kepo: "Jinjja? Ucchan senang kalo Lilis chan senaang~!^0^b*nyodorin obat sakit perut*"/geplaked/ WUADUH… ummm… mianne, ini pasti lamaaaa banget… Ucchan bener-bener gak bisa uplat… moga-moga Lilis chan memaklumi ne!^^ gomawo reviewnya ne, Lilis chaan~!"

Liekyusung: "Hoooohh! *ngibarin spanduk 'YEYE IS SO SEKSEH!'/plak/* hahahha! Lie chan bisa ajaaaaa!/nabok Lie chan/#ditendang. Yosh, moga-moga Lie chan suka ne! gomawo reviewnya, Lie chaaan~!^w^9"

Niraa: "GOMAWOOOO! HIKS HIKS… ini Ucchan udah sembuh kok. Dimuka udah agak lumayan, tapi dibadan…*ngelirik badan* heheh, mianne kalau sequelnya ini luama buanget!^.^' nyahahahha! Begitulah!XD#slaped. Yosh, udah Ucchan lanjut nih, mianne kalo lama bangetTUT… anyway, gomawo reviewnya ne, Niraa chaan~!^U^/"

ajib4ff: "Owo*acuhkan gambar disamping* ne, Ucchan bikin sequelnya~! Moga-moga Aji chan suka ne!^0^b kontrak? Kontrak apa? Dia itu yah, kerja disini gak saya gaji. Gak juga saya kasih makan. Biar dia cari makan sendiri diemperan toko! Dia disini karena saya berhasil menculik cinta pertamanya, si Ddangkomming! Muahahha! Saya setuju melepas Ddangkomming jika kura-kura namja(?) itu bersedia kerja paksa tanpa upah sedikitpun selama pembuatan fic ini! Nayahhahahah! Yah, itulah beberapa kronologisnya./plak/ bohong kok. Ucchan Cuma ngancem akan nelepon penangkap kura-kura liar jika dia tidak ikut main./plak/ iyaa~! Kyu juga sesekali harus menderita dong~!(Kyuhyun: PALA LU!) kyaaa! Bukan muhrim!/pletak/ yosh! Gomawo reviewnya ne, Aji chan~! Dan nado sehat-sehat selaluuu~!"

libra love clouds: "Hohoho begitulah!/pletak/ iiihhh, dia emang udah babbooo! Btw, dia itu YeyesungieKUUU~… eh, eh, yang ngebikin ini gak babbo loh ya! Cuma iqnya yang agak jongkok!*ngaku* nee~! Ucchan suka ngeliat Kyu kesiksa!/pletak/ multichapter? Ya, mungkin saja~!*grin* Ucchan udah sembuuuuh~!\^0^/ tapi bekas dibadannya…T_T yosh, gomawo reviewnya ne, Libra chaan~!XD moga-moga suka sama chapt 2 ini ne~!"

Aku suka ff: "Yosh, udah Ucchan lanjut niih~!XD gomawo reviewnya ne, Ff chan!^0^/"

kimyo: "Yaa! Siap-siap aja Kyuu~!X9/tendanged/ gomawo reviewnya ne, Kimyo chaan~!d^w^b"

Dewi CloudSparkyu: "Iya, Ucchan emang baik 'kan eonniee?!/slaped/ kyaaa~!*rampas Yeyemma, lalu bawa lari kekamar* hmm… itu karena Kyu mau mendekati Yeye sang aegya! Tentu saja sang umma over protektif itu tak terima! Hahaha!/plak/ Ucchan nggak jahat! Eonnie labil nih! Masa tadi Ucchan dibilang baik, tapi sekarang Ucchan dibilang jahaat? X0 nikahkan Ucchan dengan Yeyemma!/plak/ Han appa? Heheh, begitulah, ia sudah terbiasa dengan Chullie umma~!XD Kyuppa? Harus Ucchan siksa! Ini buat ganjaran karena sudah membuat yemma susah!(Kyuhyun: SITU YANG NGETIK!) oke, gomawo reviewnya ne, Dewi eonnie chaan~!\^0^/"

Ulan-ssi: "Kyaaaa#ikutan gaje. Ne! Heechul halmeoni emang daebaaakkk~~!XD si Ddang chan? Tenang saja, Cuma Ucchan ancam 'dikit' kok~! Dia baik-baik saja. Tapi nggak tahu untuk chapt-chapt kedepan.(Ddangkomma: WOI) jinjja? Ucchan seneng kalo Ulan chan suka~!XD gyaaaah! Jangan ancam Ucchan! Ucchan tau ini super duper luper(?) telat! Tapi… Ucchan ulangan… moga-moga Ulan chan maklum ne! Ucchan udah kelas 3 loh! Yosh, gomawo reviewnya ne, Ulan chan~!^W^"

ryani clouds: "Yah, itulah yang dinamakan dengan suratan takdir~…/plak/ yosh! Go kyu… go… kyu…!(Kyuhyun: NIAT GAK SIH?!) gomawo reviewnya ne, Ryani chaaan~!XD"

mukhaclouds: "Ne! Heechullie memang bahaya!/plak/ ya, mendapat restu dari Heechul umma itu hanya 000,01 persen!/ditendang Kyu/ iya ya~! Benar-benar ikan mesum~! Kekekek!XD (Readerdeul: sama kayak authornya.) ups, mianne, ini sama sekali BUKAN uplat… Ucchan udah mau ulangan sih… belum juga berbagai tryout…TMT moga-moga Mukha chan masih mau menunggu ne! gomawo reviewnya ne, Mukha chaan~!^w^/"

InaaCloudsejatie: "Jinjja~?! Legaaa~!XD ne! sama dong! HanChul tuh emang ortu paling cocok bagi Yeye umma!XD biar seme-semenya kesiksa!/pletak/ GYAH! Mianne! Ini Cuma 6000-an… habis waktu ngetik Ucchan benar-benar minim…TMT jinjja?! Ucchan juga suka Inaa chaaan~!*bear hug*/tendanged/ gomawo reviewnya ne, Inaa chan! Ucchan akan semakin berusaha!\^0^/"

CloudyBear: "Udah Ucchan lanjuut~!^w^ Ucchan juga menunggu mimpi-mimpi Ucchan…/plak/ wuaduh… mianne ini lama banget! Uh uh, waktu ngetik Ucchan bener-bener diperas sama umma UcchaaanTMT… neee~… insya Allah neee~!XD/pluak/ yosh! Ucchan akan berjuang! Gomawo reviewnya ne, Bear chan~!^w^"

NeenaClouds: "Jinjjaa~? Ucchan beneran baik? Terus kenapa temen-temen Ucchan manggil Ucchan devil yah~?X9 rate? Hoho, tentu akan naik, tapi mungkin nanti-nanti saja ne!#digampar readerdeul. Gomawo reviewnya ne, Neena chan~!^w^b"

kyusungfamily: "Jinjja? 0.0 Oke deh, eh, celetukan-celetukan anehnya itu maksudnya yang mana yah? Soalnya ini fic isinya celetukan aneh semuaXD/ditendang chara/ gomawo reviewnya ne, Ami chan!^w^b"

Veeclouds: "Gwenchanaa~! Ucchan juga pernah mengalaminya!XD/pletak/ ne, Vee chan juga makasih ne, udah ngasih ide!^0^b hnn... entah ya, tergantung mood Ucchan sih!/pletak/ tapi kayaknya ini bakal lebih dari 5 chapter!^w^v yosh, udah Ucchan lanjut niih~! gomawo reviewnya ne, Vee chaaan~!\^0^/"

Yak~! Finiiish~!XD gomawo udah mau ngereview ne! mian kalo ada yang gak ketulis ataupun salah nama! Ucchan tetaplah manusia biasa yang gampang lupa! Mata Ucchan juga minus! Jadi mesti pake kacamata!/curhat

Kotak review dan saran masih terbuka ne! silahkan menumpahkan uneg-uneg dikotak review dibawah! Gomawo juga ne, buat SIDERS yang udah baca!^w^b

Nah, karena kita akan bertemu bulan Januari nanti, Ucchan akan ngucapin sekarang, mesti kayaknya terlalu cepat yah! Kekkeke/plak/-

SELAMAT NATAL BAGI YANG MERAYAKAN, DAN SELAMAT TAHUN BARU 2014~!^w^ eh, itu tahun pas Teukie pulang loh! Tapi… tahun perginya Shindong oppa… huwe, my teddy beaaarT^T…

Artinya tahun depannya lagi, umma Ucchan pulang, dan bisa berkumpul dengan semedeulnya!/pletakk/

Yosh, Ucchan kebanyakan bicara!

Singkat kata,

Review/Flame(MENDIDIK)

Pleasee~?