Chapter sebelumnya :

Semak-semak yang berada tak jauh dari Naruto itu, bergerak-gerak dengan cepat. Padahal tidak ada angin yang bertiup.

Naruto terus waspada. Ia memegang erat pedang cahayanya.

SYAAAT!

Seseorang melompat cepat ke arah Naruto. Naruto menajamkan matanya. Pedang putih mulai melayang ke arah seseorang itu.

WHUUUSH!

.

.

.

Disclaimer

Naruto © Masashi Kishimoto

High School DxD © Ichiei Ishibumi

.

.

.

WORLD OF DARKNESS AND SEVEN SWORDS

By Hikari Syarahmia

Pairing : Naruto x Kuroka

Jumat, 7 Agustus 2015

Terinspirasi dari anime yang bernama Cardcaptor Sakura

.

.

.

Chapter 2 : Pencarian dan penyerangan

.

.

.

"KYAAAA!"

Terdengar suara gadis yang berteriak. Pedang putih batal dilayangkan.

Naruto berhenti mengayunkan pedang ketika melihat seorang gadis yang terjatuh dan tergeletak di depannya.

Gadis itu berambut panjang hitam tergerai. Bermata kuning emas. Berjubah hitam. Memakai pakaian serba hitam. Ia mengeluh kesakitan akibat melompat tinggi tadi.

"Aduuuh, sakitnya punggungku!" seru sang gadis memegang punggungnya yang terasa sakit.

Naruto memperhatikan gadis itu sebentar. Lalu pedang putih tadi dimasukkan Naruto ke dalam sarung yang disandang di bahu kirinya.

Gadis itu menyadari Naruto yang hendak berbalik badan. Naruto cuek begitu.

"Hei, tunggu!" panggil sang gadis. Ia berusaha bangkit berdiri secara perlahan-lahan.

Naruto menoleh dengan wajah yang datar.

"Ya?"

KRUYUK!

Tiba-tiba terdengar suara yang tidak enak. Mereka berdua pun bengong di tempat.

KRIK! KRIK! KRIK!

Suasana di tempat itu menjadi hening seketika.

Naruto menatap gadis itu dengan datar. Wajah gadis itu memerah karena malu akibat perutnya yang kosong berbunyi keras di hadapan laki-laki tampan seperti Naruto.

"Kamu lapar?" tanya Naruto.

"Hehehe, sepertinya begitu," gadis itu tersenyum kikuk.

Naruto terus menatap gadis itu. Sedetik kemudian, ia menghelakan napasnya.

"Ya, sudah. Ayo, kita makan dulu!"

.

.

.

Api unggun terus menyala dan menghangatkan suasana di tengah hutan itu.

Tampak gadis berambut hitam itu memakan sebuah daging bakar dengan lahapnya. Sementara Naruto menatap gadis itu dengan bengong. Ia tidak jadi memakan daging bakar yang sempat ia buru di hutan itu. Daging yang didapat dari seekor ayam hutan yang berkeliaran tak jauh dari api unggun tersebut.

Gadis itu sangat kelaparan. Sudah tiga potong daging ayam besar dilahapnya dengan rakus. Sampai membuat Naruto ternganga lebar melihatnya. Naruto tidak menyangkanya sama sekali.

"Hahaha, kamu kelihatan lapar sekali!" sahut Naruto tertawa kecil.

"Iya, benar. Aku sangat lapar karena sudah tiga hari aku tidak makan," gadis itu memasang wajah kusutnya.

"Ah, sudah tiga hari tidak makan?"

"Hm, karena aku dikejar-kejar oleh beberapa orang yang tidak kukenal. Aku harus menghindari orang-orang itu agar aku tidak ditangkap. Apalagi persediaan uangku sudah habis. Jadi, aku tidak bisa membeli makanan."

Gadis itu menghentikan acara makannya sebentar. Ia menundukkan kepalanya.

"Oh, jadi begitu."

"Hm, tapi terima kasih karena kamu sudah memberikan aku makanan. Aku berhutang padamu."

"Sama-sama."

Naruto tersenyum. Gadis itu terus menundukkan kepalanya.

"Kamu kenapa?"

Gadis itu melirik ke arah Naruto.

"Aku teringat adikku."

"Adikmu?"

"Iya, adikku menghilang sudah lama sekali. Sejak lima tahun yang lalu," gadis itu menunduk lagi."Aku pergi mengembara untuk mencari dia. Tapi, sampai sekarang dia belum aku temukan. Hingga pada akhirnya aku kehabisan bekal di jalan. Lalu aku sangat kelaparan dan terpaksa mencuri beberapa makanan di kios-kios warga."

Naruto membulatkan matanya. Ia terperanjat.

SREK!

Tangan gadis itu ditarik oleh Naruto. Gadis itu kaget setengah mati.

"Ternyata kamu seorang pencuri makanan rupanya. Aku akan membawamu ke kantor polisi sekarang."

"Eh, apa?"

Naruto bangkit berdiri dan menarik tangan gadis itu dengan paksa. Gadis itu terseret oleh langkah Naruto.

Mereka pergi meninggalkan api unggun tersebut. Mereka berjalan menuju arah utara yaitu perbatasan kerajaan Wind dan kerajaan Aqua.

Gadis itu menjadi panik. Naruto benar-benar akan membawanya ke kantor polisi. Kantor polisi tersebut terletak di perbatasan dua kerajaan.

"HEI, TUNGGU! AKU BUKAN PENCURI, TAHU!"

Naruto tidak mengindahkannya. Ia terus menyeret gadis itu dengan cepat.

Gadis itu menjadi gusar. Ia mengambil sebuah pedang yang terpasang di pinggang kanannya.

BETS!

Sebuah pedang berwarna hitam melayang tepat ke arah Naruto.

Naruto menyadarinya. Ia pun dengan cepat menyabet pedang putih di pinggang kanannya.

TRAAAANG!

Dua pedang beradu. Pedang putih dan pedang hitam.

Naruto dan gadis itu saling menatap tajam. Mereka bersitegang.

"Ternyata gadis ini mempunyai sebuah pedang juga," gumam Naruto memperhatikan pedang yang dipegang oleh gadis itu. Pedang hitam itu menguarkan semacam cahaya hitam yang sangat gelap.

Seketika itu juga, mata Naruto terbelalak keluar.

'Pedang yang dipegang oleh gadis ini adalah pedang kegelapan. Salah satu dari tujuh pedang legendaris yang kucari itu. Pedang kegelapan yang bernama Dark Kingstone. Pedang yang hanya bisa digunakan oleh orang yang memiliki kekuatan kegelapan. Jadi, siapa gadis ini sebenarnya?' batin Naruto di dalam hatinya.

Dua pedang yang saling beradu itu mengeluarkan aura hitam dan aura putih.

Tiba-tiba, terjadi ledakan cahaya yang cukup menyilaukan mata.

DHUUUAAASH!

Naruto dan gadis itu terpelanting jauh ke belakang hingga beberapa meter akibat ledakan dua pedang yang berlainan kutub. Negatif dan positif.

SRAK! SRAK! SRAK!

Naruto terseret dan menabrak sebuah pohon.

DUAAAK!

Ia pun mengeluh kesakitan pada punggungnya.

"Aduuuh ... Sakit!"

Untung Naruto tahan banting. Ia tidak pingsan setelah menabrak pohon dengan kuat sekali.

Tapi, cukup membuat Naruto terengah-engah. Ia menghembuskan napas berkali-kali.

"Kekuatan dua pedang itu beradu dan menimbulkan ledakan. Berarti pedang hitam tadi mengandung kekuatan kegelapan yang sangat negatif," Naruto mengedarkan pandangannya ke segala arah."Oh iya, mana pedang putih itu?"

Kedua mata Naruto menajam. Ia mencari pedang putih itu yang sempat terlepas dari tangannya pada saat terjadi ledakan.

"Gawat, pedang itu terlepas dariku. Aku harus mencarinya," gumam Naruto yang panik. Ia langsung bangkit berdiri dan mulai berjalan menyusuri hutan yang gelap.

Ia berjalan dan berjalan di dalam kegelapan yang abadi. Hingga tak lama kemudian, ia menemukan sebuah cahaya terang benderang tak jauh dari ia berada.

"Hah? Ada cahaya di sana," Naruto segera menuju cahaya itu.

Ternyata cahaya itu berasal dari pedang putih yang menancap di tanah. Naruto langsung mendekatinya.

Begitu dekat, Naruto mencabut pedang itu. Syukurlah, pedang itu ditemukan juga.

Naruto tersenyum. Lalu pedang putih itu dimasukkan oleh Naruto ke dalam sarung pedang yang terpasang di pinggang kirinya.

Naruto teringat dengan gadis yang memegang pedang hitam itu.

"Oh iya, gadis itu? Bagaimana dengan keadaannya?"

Laki-laki berambut pirang itu segera berlari kecil untuk mencari gadis itu.

"Aku harus mendapatkan pedang Dark Kingstone itu dari tangan gadis itu."

.

.

.

Naruto menyusuri semua tempat yang ada di hutan tersebut. Pencarian dilakukan hampir memakan waktu satu jam.

Akhirnya gadis itu ditemukan di sebuah tempat yang dipenuhi tanaman berdaun bergerigi. Gadis itu terbaring dalam keadaan miring ke kanan. Ia pingsan karena terpelanting jauh akibat ledakan cahaya itu. Lalu pedang hitam tergeletak tak jauh darinya.

Naruto berlutut di dekat gadis itu. Ia memeriksa keadaan si gadis. Mulai memeriksa denyut nadi di leher dan pergelangan tangannya. Ternyata denyut nadi jantungnya berjalan dengan normal.

"Syukurlah gadis ini selamat," Naruto menghembuskan napas leganya."Tapi, aku harus mengambil pedang itu."

Naruto bangkit berdiri. Ia langsung menuju pedang hitam yang masih tergeletak manis di tanah.

Lalu Naruto mengambil pedang kegelapan itu. Sebuah pedang yang berwarna hitam dengan ukiran klasik. Pedang yang memiliki kekuatan kegelapan.

Naruto tersenyum. Ia pun pergi sambil membawa pedang hitam itu di tangannya. Meninggalkan gadis itu begitu saja di sana.

.

.

.

Beberapa jam kemudian, gadis itu segera sadar. Ia memegang kepalanya yang begitu berat.

"A-aduuuh, kepalaku," gumam gadis itu berusaha bangkit berdiri."Di-di mana aku?"

DEG!

Ia pun tersentak dan teringat kejadian beberapa jam yang lalu. Di mana dua pedang beradu dan menimbulkan ledakan cahaya. Membuat dirinya terpelanting jauh ke belakang. Lalu pedang miliknya itu terlepas dari tangannya.

"Hah? Pedang Dark Kingstone-ku? Mana dia?" gadis itu menjadi panik. Ia pun bangkit berdiri dan mondar-mandir mencari pedang tersebut. Tapi, tidak ditemukan.

"GAWAT! PEDANGKU HILANG! AKU HARUS CEPAT MENEMUKANNYA SEBELUM ORANG-ORANG ITU YANG MENEMUKANNYA!"

Gadis itu segera berlari-lari kecil meninggalkan tempat yang sangat gelap dan sunyi itu.

Diam-diam, ada sesuatu yang berdiri di atas pohon. Ia memperhatikan gadis itu sampai hilang dari pandangannya.

Setelah itu, sesuatu itu terbang ke langit dan menghilang begitu saja.

.

.

.

Di kerajaan bernama Aqua, kerajaan air yang memiliki wilayah yang sebagian besar dekat dengan laut. Para penduduknya adalah manusia biasa. Berpakaian serba biru seperti biru air. Mata pencaharian para penduduknya adalah nelayan. Kerja mereka adalah mencari ikan di laut dan menjualnya langsung di dekat pantai.

Pelabuhan juga terdapat di sana. Banyak kapal besar yang terparkir di dekat pelabuhan. Semua ikan yang berhasil didapatkan oleh para nelayan langsung diekspor ke kerajaan tetangga yang jauh melalui pelabuhan tersebut. Sehingga menjadi komoditas utama dalam perekonomian bagi kerajaan Aqua.

Kerajaan Aqua diperintahkan oleh seorang Ratu yang masih muda. Umurnya sekitar 17 tahun. Dia belum menikah. Dia memiliki wajah yang sangat cantik. Tubuh yang sempurna. Penampilannya yang anggun sehingga banyak pria yang ingin meminangnya. Tapi, ditolak begitu saja olehnya.

Ratu itu mempunyai prinsip bahwa ia ingin melindungi dan membahagiakan rakyatnya. Ia rela melakukan apa saja demi kepentingan rakyatnya. Karena itulah dia menolak semua pinangan yang tertuju padanya. Dia tidak ingin menikah pada pria yang salah.

Tapi, sejak kegelapan abadi telah menimpa dunia selama hampir seminggu ini. Kerajaan Aqua telah menjadi kerajaan yang mati.

Betapa tidak, para iblis jahat sudah menyerang kerajaan Aqua. Hampir semua penduduk sudah menjadi abu akibat jiwa murni dihisap oleh para iblis jahat.

Lalu sebagian kecil penduduk yang selamat kini bersembunyi di tempat yang aman. Mereka bersembunyi bersama sang Ratu.

Kerajaan Aqua dikuasai oleh para iblis jahat. Suasana kerajaan Aqua menjadi berkabut dan sangat mencekam.

Tapi, di tengah kegelapan yang menunjukkan tanda-tanda tidak pasti, seorang laki-laki berambut pirang sudah tiba di kerajaan Aqua itu. Untuk mencari keberadaan pedang air yang bernama Blue Aquatic.

Dia adalah Naruto. Laki-laki berambut pirang yang berjalan dengan santai di jalanan yang sepi. Suasana berkabut dan udaranya sangat dingin. Tidak ada orang yang lewat di tempat itu.

SREK! SREK! SREK!

Beberapa makhluk bertelinga runcing dan berpakaian aneh sedang mengintai Naruto dari atap-atap rumah penduduk yang berbentuk jamur.

Makhluk itu adalah para iblis jahat yang mempunyai tanda segienam hitam di keningnya. Itulah yang diketahui Naruto dari gurunya.

Naluri Naruto yang tajam mengetahui keberadaan hawa mereka. Tapi, Naruto tetap cuek dan terus berjalan menuju ke depan.

Para iblis jahat mulai memberi kode di antara satu sama lainnya. Beberapa di antara mereka mengangguk cepat.

Mereka tidak tahu bahwa Naruto adalah manusia setengah malaikat yang baru saja diberi tugas oleh gurunya untuk memburu dan menyegel para iblis.

Mereka langsung saja melompat dari atap dan menerjang Naruto langsung.

Naruto berhenti berjalan. Ia menyabet pedang orange yang berada di punggungnya. Ia melirik ke arah para iblis yang telah melompat ke arahnya bersama-sama.

SYAAAAT! WHUUUUUSH!

Naruto mengangkatkan pedangnya dengan secepat kilat. Pedang orange diputar searah jarum jam di atas kepalanya. Terjadilah putaran cahaya orange seperti cincin dan membentuk beberapa cahaya orange seperti kartu remi di sepanjang sisi luarnya.

DAAASH!

Cincin cahaya orange meledak. Lalu kartu berbentuk cahaya orange tadi meluncur tepat ke arah beberapa iblis yang masih melayang-layang di udara.

PAAAATS!

Satu persatu para iblis ditangkap dan disedot masuk ke dalam kartu kurungan cahaya malaikat yang berwarna orange tadi. Para iblis yang sudah terperangkap dalam kartu kurungan cahaya berubah menjadi kartu asli dengan gambar wujud dari para iblis itu sendiri.

PLUK! PLUK! PLUK!

Kartu-kartu berjatuhan dan terhempas di tanah. Para iblis sudah tersegel.

Naruto memungut kartu-kartu itu. Lalu ia memperhatikan semua kartu itu satu persatu.

"Akhirnya kalian tertangkap juga olehku," sahut Naruto tersenyum simpul. Kemudian ia mengambil sebuah buku yang berada di tas bundar yang terpasang di pinggang kanannya. Sebuah buku segel iblis.

Kartu-kartu tadi dimasukkan ke dalam buku segel iblis oleh Naruto. Lalu buku itu dikunci dengan mantra khusus yang dibuat baru oleh Jiraiya. Agar dapat digunakan dengan mudah oleh Naruto selama di perjalanan untuk memburu para iblis jahat.

Setelah selesai, buku segel iblis dimasukkan kembali ke dalam tas bundar oleh Naruto.

Naruto mulai melanjutkan perjalanannya kembali menuju istana Aqua. Untuk menemui sang Ratu kerajaan Aqua tersebut.

Tapi, langkahnya dicegat lagi oleh para iblis. Kali ini jumlah mereka sangat banyak.

Naruto bersiap mengayunkan pedang orange-nya lagi.

Beberapa iblis melepaskan serangan andalan mereka yaitu serangan pilar kegelapan.

PAAATS!

Cahaya hitam berbentuk pilar menyatu menjadi besar dan menyilaukan mata. Serangan itu meluncur tepat ke arah Naruto. Naruto tetap tenang dalam diamnya yang tenang. Jubah jingganya berkibar-kibar di udara akibat efek serangan itu.

DHUUUAAAASH!

Terjadi ledakan cahaya. Serangan pilar kegelapan beradu dengan pedang cahaya milik Naruto. Naruto menggunakan pedang cahaya di tangan kiri. Sementara pedang penyegel berada di tangan kanannya.

Semua iblis di tempat itu melepaskan serangan masing-masing untuk memperkuat serangan pilar kegelapan itu. Serangan pilar kegelapan semakin kuat dan membesar.

Tapi, Naruto tetap berusaha menahan serangan itu dengan pedang cahayanya. Terjadilah pergolakan kekuatan kegelapan dan kekuatan cahaya.

'Gawat, serangan mereka semakin kuat. Aku harus melakukan sesuatu,' batin Naruto. Ia berpikir keras.

BETS!

Secara langsung Naruto menancapkan pedang orange ke tanah

CRAAAAASH!

Terbentuklah cincin cahaya orange sangat besar di atas tanah. Cincin cahaya orange membentuk banyak kartu di sepanjang sisi luarnya.

DHUAAAAAAR!

Cincin cahaya orange meledak hebat memenuhi tempat itu dan melepaskan kartu kurungan cahaya malaikat. Semua iblis yang berkeliaran di tempat itu tersedot ke dalam kartu. Lalu tersegel di dalamnya.

Naruto meningkatkan intensitas tekanan kekuatan cahayanya dan menerjang serangan pilar kegelapan itu hingga terjadi ledakan cahaya lagi.

DHUUUAAAAAAAR!

Sekali lagi ledakan cahaya yang sangat terang memenuhi tempat itu. Seperti siang hari.

FYUUUUSH!

Ledakan cahaya menghilang. Naruto ambruk dan berlutut di atas tanah. Ia memegang pedang orange yang masih menancap di atas tanah sebagai tumpuan agar tubuhnya tidak terjatuh.

"Berhasil ...," ucap Naruto yang sangat terengah-engah. Ia menghembuskan napas berkali-kali. Sepertinya tenaganya sudah habis untuk mengeluarkan kekuatan cahayanya itu dan disalurkan pada pedang cahaya. Itu memang cukup merepotkan karena sangat menguras tenaga dalam.

Naruto masih terengah-engah. Hingga ada seseorang yang menghampirinya.

"Hei, siapa kamu?"

Naruto menyadarinya. Ia menoleh ke arah asal suara.

Tampak seseorang laki-laki remaja berambut raven dan bermata hitam. Berjubah biru. Memakai pakaian kasual. Ia berdiri di dekat Naruto.

Naruto menatap lama orang itu. Lalu ia bangkit berdiri dengan cepat.

"Seharusnya aku yang bertanya begitu. Kamu itu siapa?" kata Naruto dengan wajah tenang.

Laki-laki berambut raven itu menyipitkan matanya. Lalu ia memperhatikan keadaan jalan yang dipenuhi kartu-kartu yang berceceran.

Lantas ia mengeluarkan pedang dari sarung yang terpasang pada pinggang kanannya. Kemudian pedang itu diacungkan langsung ke arah depan wajah Naruto.

"Jadi, katakan siapa sebenarnya dirimu?" si rambut raven menatap tajam Naruto."Aku melihatmu menyegel para iblis dengan menggunakan pedang orange. Itu berarti kamu bukan orang sembarangan atau kamu adalah seorang pembasmi iblis."

Naruto terdiam sesaat. Orang itu menunggu jawaban Naruto dengan sabar.

"Aku seorang pengembara yang kebetulan lewat di sini. Namaku Namikaze Naruto."

Laki-laki itu memperhatikan Naruto dari atas sampai bawah. Seketika kedua matanya membulat sempurna.

"Namikaze Naruto?"

"Iya."

Naruto mengangguk cepat dengan penuh tanda tanya.

"Hm, jadi begitu," orang itu menurunkan pedangnya dan memasukkan pedang itu ke dalam sarungnya. Ia tersenyum simpul.

Naruto memperhatikan orang itu dengan teliti. Spontan, dia tersentak dan menunjuk ke arah orang itu.

"Eh? Kamu, kan?"

"Ya, aku Uciha Sasuke. Temanmu sewaktu kecil dulu."

Naruto tertawa lebar. Ia senang bisa berjumpa dengan teman lamanya yang sudah tidak bertemu selama 10 tahun. Kini ia sangat berbeda.

"Sasuke ... Ya, aku ingat. Sudah lama sekali kita tidak bertemu sejak kamu pindah dari kerajaan Light. Bagaimana kabarmu?"

"Kabarku baik. Kamu?"

"Kabarku juga baik."

Sasuke melihat ke arah Naruto.

"Terus, apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Sasuke penasaran.

Naruto mencabut pedang orange yang sempat ditancapkan ke tanah tadi. Naruto melirik ke arah Sasuke.

"Aku ingin mencari pedang yang bernama Blue Aquatic."

Sasuke kaget setengah mati. Matanya membulat sempurna.

"Untuk apa kamu mencari pedang legendaris itu?"

Naruto tersenyum sambil memasukkan dua pedang ke dalam sarung masing-masing.

"Ceritanya sangat panjang. Nanti akan aku ceritakan padamu."

Sasuke mengubah wajahnya seperti biasa.

"Hm, begitu."

"Iya, begitulah."

"Kalau begitu, ayo ikut aku."

"Kemana?"

"Ikut saja. Jangan banyak bertanya."

Wajah Naruto menjadi sewot.

"Huh, dasar Teme!"

Sasuke mendelik.

"Apa yang kamu katakan? Dasar Dobe!"

Mereka berdua saling menatap tajam antara satu sama lainnya.

"Ternyata kamu masih ingat juga julukan sewaktu kecil itu, Teme," sahut Naruto yang masih sewot.

"Tentu saja aku masih mengingatnya, Dobe," Sasuke segera melangkahkan kakinya."Ayo, ikut aku sekarang juga!"

"Baiklah."

Naruto pun berjalan mengikuti Sasuke dari belakang.

Tanpa disadari oleh Naruto, ada sesuatu yang mengikuti Naruto dari arah hutan. Entah sesuatu apa itu. Namun, yang jelas dia terus mengikuti Naruto dan Sasuke sekarang.

.

.

.

BERSAMBUNG

.

.

.

A/N :

Chapter 2 update!

Akan saya balas bagi yang tidak punya akun :

Ryoko : gak jadi kok ceritanya ada haremnya.

Ryuga : iya, cerita ini terinspirasi dari anime cardcaptor sakura.

Maaf ya, jika pertarungannya kurang seru. Saya sedang belajar untuk membuat adegan action. Mohon dimaklumi ya jika nggak seru.

Terima kasih buat yang sudah membaca dan mereview.

Dari Hikari Syarahmia ...